Monday, October 22, 2007

Singapore Exercises Option for Additional F-15SGs

In December 2005 the Ministry of Defence announced the purchase of an initial 12 Boeing F-15SG fighter aircraft to replace the Republic of Singapore Airforce (RSAF)'s A-4 Skyhawk fighters. The Ministry of Defence has, on 22nd October 2007, exercised the option to purchase eight more F-15SG fighters which was part of the original contract signed in December 2005. Along with this buy, an additional order for four F-15SGs was made.

This acquisition of 12 more F-15SGs is part of the RSAF's continuing effort to renew its fighter fleet. The additional F-15SGs, which will be equipped with sophisticated avionics and weapon systems, will be delivered from 2010.

Source : Mindef Singapore

Aero L-159 Alca combat aircraft

Czech made L-159 Alca light combat aircraft of Czech airforce.

Su-39 Vikhr Attack

Video download from www.lockon.ru. It shows footage from lock on flaming cliffs of the Su-39 frogfoot attacking an artillery position and later on an armour column.

Nyala (Canadian military vehicles in Afghanistan)


The RG-31 Nyala

The name Nyala is familiar to Canadians – the RG-31 is simply the current production model of the South African route-proving Nyala. It is no surprise that the CF APV contest was won by the RG-31 considering that vehicle’s commonality with the in-service Nyalas (and the Mamba which preceded them). The RG-31 retains its predecessors’ mine-resistant hull and lightly-armoured sides. Where it differs is in armament: gun ports in its armour glass augment a Remote Weapons Station. Like the PWS, the RWS can mount an M2HB, C6 or 40mm grenade launcher.

The steel hull protects against rifle- calibre bullets but, more importantly, against mines and IEDs (improvised explosive devices). RG-32s are large vehicle. At a glance, the RG-31 may look like an SUV but the new APVs (which are based on Unimog trucks) dwarf the under-armoured G-wagon. Like the ADI Bushmaster, a logistics version of the RG-31 (above) is available although this is not part of DND’s current plans

Described as a mine hardened reconnaissance vehicle by the Department of National Defence, the Nyala is a four-wheel drive jeep designed to withstand the blast from two simultaneous antitank mine detonations. The Nyala has seen action in Ethiopia / Eritrea and Afghanistan.

Specifications:
• Length: 5.46 m
• Width: 2.21 m
• Height: 2.50 m
• Weight: 6,800 kg (combat weight)
• Engine: Daimler-Benz OM 352, 6 cylinder diesel, 123 HP
• Maximum Speed: 100 km/h
• Range: 900 km

BAE Land Systems OMC [2] RG-32M1 Specifications:
• Complement: 1+10 as troop carrier / 1+4 for patrol
• Powerplant: 92kW (123hp) 5.7 litre 6-cyl Daimler OM352A(or 95kW / 125hp US Caterpillar) turbo diesel
• Transmission: 4 speed automatic, 1 reverse gear
• Max speed: 100 km/h / 0-60 km/h 30.5 seconds
• Protection: (ballistic) 7.62x39mm AK, 5.56x45mm NATO (mine) 14kg (under wheel), 7kg (under belly)
• Usable payload: 1600 kg

Controversy over Iraq raid

CNN Iraqi officials say civilians were casualties but the U.S. military says only 'criminals' were killed.
CNN's Alessio Vince reports. U.S. forces battle militants in Sadr City
Source: AP

Operasi Rahasia Inggris di Iran

London - Anggota militer dari satuan elit Inggris SAS beberapa bulan lalu beberapa kali menyusup ke Iran melalui Irak. Operasi rahasia ini bertujuan untuk melawan para penyelundup senjata dari Iran dan Irak.

Ini dilaporkan oleh harian The Sunday Times berdasarkan sumber kementrian pertahanan Inggris. 17 orang penyelundup dilaporkan tewas dalam sebuah pertempuran sengit.

Menurut The Sunday Times, satuan elit Amerika dan Australia juga terlibat dalam operasi ini. Diduga, para pemberontak di Irak mendapatkan rudal dan bahan peledak melalui penyelundupan.

Sumber : Radio Nederland Wereldomroep

Kunjungan 23 Atase Pertahanan Negara Sahabat Strategis Bagi Maluku

Ambon, Rencana kunjungan 23 atase pertahanan negara sahabat mulai 24 Oktober 2007 dinilai strategis bagi Maluku karena mereka bisa memastikan sesungguhnya bahwa provinsi ini benar-benar sudah aman, menyusul konflik sosial sejak 19 Januari 1999 lalu.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu di Ambon, Senin, mengatakan, 23 atase pertahanan negara sahabat akan melihat kondisi sesungguhnya di daerah ini.

Sekembalinya ke Jakarta mereka bisa menyampaikan laporan bagi pimpinan negaranya bahwa Maluku aman dan siap dikunjungi, termasuk terbuka bagi kegiatan investasi, pariwisata maupun program kerjasama Internasional.

"Kami inginkan para atase pertahanan 23 negara sahabat itu juga menjadi `juru bicara` bagi sesama rekan mereka soal Maluku setelah dikunjungi karena kenyataan masyarakat saat ini telah hidup kembali berdampingan dengan damai," katanya.

Selengkapnya...

Kasad Tinjau Kesiapan Kontingen Garuda XXIII-B untuk Libanon

Jakarta--RoL-- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Djoko Santoso meninjau kesiapan Kontingen Garuda (Konga) XXXIII-B yang akan menggantikan Konga XXIII-A yang telah bertugas di Libanon selama satu tahun.

Peninjauan langsung di lakukan di Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat, Bandung, Senin, tempat para personel Konga XXIII-B menjalani masa pra tugas sebelum diberangkatkan ke Libanon pada November mendatang. Latihan pra tugas dilaksanakan di Cipatat Bandung, Jawa Barat, 18 Oktober-8 November 2007, diikuti 850 personel dan terbagi ke dalam tiga tahap latihan.

Beberapa bentuk latihan yang akan diberikan antara lain operasi dalam rangka stabilitas dan penguasaan wilayah, kemampuan mempertahankan diri, operasi observasi, penegakan hukum terbatas, kemampuan menjinakkan bahan peledak, dan patroli pengamanan dengan alat teropong malam atau alat pengintai lain.

Kontingen Garuda XXIII-B/Unifil dipimpin Letkol (Inf) Djoko Sudiono yang membawahi seluruh personel gabungan dari ketiga matra angkatan maupun Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri.

Ke-850 personel yang tergabung dalam Konga XXIII-B itu terdiri atas TNI Angkatan Darat 528 personel, TNI Angkatan Laut 242 personel, TNI Angkatan Udara 60 personel, Mabes TNI 16 personel, Dephan satu personel dan Deplu tiga personel. Antara/yto

Sumber : REPUBLIKA Online

F-15s Looking for the AESA Edge

F-15C Eagle air superiority fighters have traditionally used APG-63 radars with mechanically steered arrays. While upgrades over the years have improved them, the mechanical steering components are a point of potential failure given the stresses put on them, and better radar technologies have appeared.

With cruise missile defense rising in importance, and longer-range detection of threats desired, upgrades are necessary. They may also correct a known air-air weakness that can reputedly be exploited by aircraft like Russia's SU-30 family. Thus far, 18 USAF F-15Cs have been modified to carry APG-63v2 radars – a misnomer, since the upgrade uses a revolutionary new technology that bears little resemblance to its predecessor.

Active Electronically-Scanned Array (AESA) radars are made of hundreds or thousands of small transmitter/receiver elements. Moving parts are eliminated; instead, subsets of their array elements are used to focus on each task very quickly and precisely, without having to move them physically, and with little signal "leakage" outside of its focused beams.

This makes it more reliable, more powerful, and able to operate multiple modes at once. There's also a maintenance advantage. A partial failure in previous radars renders them unfit for use, but AESA radars only suffer a slight performance drop if some of its TR modules fail. The fighter can still fly as it awaits a fix, enjoying all of the radar's simul-mode, range, focusing, low "leakage," and communications benefits.

AESA radars have taken a while to enter widespread service on fighter aircraft because the cost of each array had to come down to an affordable level, but once that happened their advantages become compelling.

The USAF is evaluating AESA radars for retrofit to its two-seat F-15E Strike Eagle fleet, and they've also discussed a retrofit set that would turn the F-15Cs into multi-role fighters. Meanwhile, the program to equip select F-15C units with AESA radars continues…

Continue reading…

Iran Akan Tembakkan 11.000 Rudal Per Menit Jika Diserang



Teheran--RRI-Online, Iran memperingatkan, negara itu akan menembakkan 11.000 roket di markas musuh dalam waktu satu menit jika AS melancarkan aksi militer terhadap republik Islam itu.

"Dalam menit pertama dari serangan oleh musuh, 11.000 roket dan meriam akan ditembakkan di markas musuh," kata seorang brigadir jenderal dalam pasukan elit Garda Revolusi, Mahmud Chaharbaghi, Sabtu (21/10).

"Volume dan kecepatan tembakan akan terus (meningkat)," tambah Chaharbaghi, yang adalah komandan artileri dan rudal pasukan darat Garda, menurut kantor berita setengah resmi Fars.

AS tidak mengesampingkan untuk menyerang Iran guna mengakhiri tantangannya soal program nuklir Iran yang kontroversial, yang AS duga ditujukan untuk membuat senjata nuklir tapi Iran bersikeras program itu sama sekali damai.

Iran pada bagiannya telah berjanji tidak akan mengambil inisiatif untuk menyerang, tapi juga memperingatkan jawaban yang menghancurkan terhadap setiap tindakan agresi terhadap wilayahnya.

"Jika perang meletus pada masa depan, itu tidak akan berlangsung lama karena kami akan menggosok hidung mereka dengan lumpur," kata Chaharbaghi.

"Sekarang musuh harus bertanya pada diri mereka sendiri berapa banyak rakyat mereka yang mereka persiapkan untuk berkorban bagi ketololan mereka untuk menyerang Iran," katanya.

Para pejabat Iran telah acapkali memperingatkan militer akan menyerang markas pasukan AS yang beroperasi di tetangganya Irak dan Afghanistan kalau diserang dan telah mendapatkan tempat-tempat itu dalam pengawasan ketat.

Chaharbaghi mengatakan bahwa Garda akan segera menerima "roket dengan jarak (tembak) 250 Km", sedangkan jangkauan tembak roketnya sekarang ini adalah 150 Km.

"Kami telah mengidentifikasi sasaran kami dan dengan pengawasan dekat atas sasaran itu, kami dapat membalas ketololan musuh itu dengan segera," kata Chaharbaghi.

Ia mengatakan bahwa senjata Garda telah meluas melewati negara itu dan karenanya tidak akan terpengaruh oleh setiap serangan AS terpisah terhadap fasilitas militer.

Garda Revolusi adalah tentara ideologis Iran dan bertanggungjawab atas senjata paling pentingnya seperti rudal Shahab-3 yang memiliki jarak tembak lebih jauh yang mana markas Israel dan AS di Timur Tengah dalam rangkauannya.
(DS)

Sumber : RRI Online

Rantis Brimob Dibuat Perusahaan Truk Sampah, Kata IPW

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkapkan 44 kendaraan taktis (rantis) lapis baja buatan Korea Selatan yang akan dipakai korps Brimob Polri tidak dibuat oleh perusahaan yang berpengalaman dalam pembuatan kendaraan semi militer, tetapi oleh perusahaaan pembuat truk sampah.

Puluhan rantis yang dibiayai dengan kredit ekspor senilai Rp200 miliar itu tidak memiliki standar keamanan yang maksimal, sehingga bisa membahayakan keselamatan anggota Brimob saat bertugas di daerah konflik, kata Pane.

Dikatakannya, Polri seharusnya mengacu kepada standar yang dipakai oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam pengadaan kendaraan semi militer dan militer.

"Standar NATO adalah jika rantis terkena bom bermaterikan TNT seberat enam kilogram, maka personel yang ada di dalamnya bisa selamat. Hanya roda kendaraan yang hancur," katanya.

Sebanyak 44 rantis yang direncanakan untuk daerah konflik itu dibuat tidak sesuai dengan standar NATO dan tidak memiliki sertifikat dari NATO.

Rantis-rantis seharusnya mampu bertahan di segala medan dan memberikan jaminan keamaan saat terkena ledakan bom.

Kendaraan ini tidak menjamin keamanan penumpangnya, karena terbuat dari lempeng baja tipis, ujarnya.

"Ada kawan saya di militer yang menyebut rantis ini sebagai kaleng `rombeng` (bekas) karena terbuat dari baja tipis," katanya menegaskan.

Polri seharusnya berkaca pada proyek yang sama tahun tahun 2001 lalu ketika membeli 20 rantis dari perusahaan yang sama.

"Dari 20 rantis itu, 19 unit di antaranya rusak karena tidak ada suku cadang dan susah dalam pemeliharaan. Selain itu, ada kelebihan pembayaran 161 ribu dolar saat pembelian di tahun 2001," ujarnya.

Ia mengaku khawatir jika 44 kendaraan itu nantinya dipakai untuk Brimob di daerah konflik, karena bisa jadi banyak angota pasukan elit Polri itu menjadi korban tewas atau luka.

IPW juga menyakini bahwa kondisi rantis lapis baja buatan Korea Selatan itu adalah jelek dibandingkan dengan produk dalam negeri sebagaimana yang yang dipakai Polri saat ini, yakni sekitar 100 unit rantis lapis baja.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto harus membatalkan proyek ini karena banyak terjadi kejanggalan dan harus berkaca pada proyek yang sama di tahun 2001 lalu.

"Kapolri perlu mengkaji ulang proyek ini agar korps Brimob dan anggotanya yang akan memakai kendaraan lapis baja ini tidak dirugikan saat bertugas di medan konflik," katanya. (*)

Sumber : ANTARA

Saturday, October 20, 2007

BAE's Diverse MRAP Orders

The MRAP program has been a long road for BAE Systems. The firm's designs, depth of experience in this area, and production capacity had made them an early favorite to take a significant piece of the MRAP competition. By June 20/07, however, contracts had been issued for 3,266 Category I & II MRAP vehicles, fully 42% of a the program's planned 7,774 orders.

Force Protection had racked up orders for 1,780 Cougar vehicles, and Navistar had come out of the tests at Aberdeen with orders for 1,216 of its MPV joint design with Plasan Sasa. BAE, meanwhile, sat in 4th place with orders for just 90 vehicles – 2.8% of the total. It had to be a humbling experience for the firm that went into 2004 as the world leader in the field.

BAE still has some catching up to do, but recent contracts have put them solidly back into the competition – including more SOCOM orders, and a surge of orders for its larger RG-33L. DID has all of the details…

Continue reading…

Angkatan Udara AS Akui Keliru Bawa Terbang Hulu Ledak Nuklir

Angkatan Udara Amerika telah mengukuhkan bahwa hulu-hulu ledak nuklir secara keliru telah dibawa terbang di atas wilayah Amerika bulan Agustus lalu, dengan menyebutnya ke-alpa-an yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menteri Angkatan Udara Michael Wynne mengatakan hari ini, beberapa komandan dan puluhan anggota militer yang terlibat dalam insiden itu telah dibebas-tugaskan.

Wynne mengatakan, serangkaian kekeliruan telah menyebabkan enam rudal bersenjata nuklir keliru dimuat kedalam sebuah pebom B-52 di pangkalan Angkatan Udara Minot di North Dakota.

Senjata-senjata itu seharusnya dipreteli dulu sebelum diangkut ke Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana, dimana senjata-senjata itu akan dimusnahkan.

Menteri Angkatan Udara itu menyebut insiden itu ter-pencil. Dia mengaitkannya pada kurangnya perhatian pada hal rinci.

Para pakar pertahanan mengatakan tidak ada risiko ledakan nuklir seandainyapun pesawat itu jatuh, karena piranti pengaman yang dipasang di dalam hulu-hulu ledak itu.

Sumber : VOA Indonesia

The C-130J: New Hercules & Old Bottlenecks

The C-130J program has been the focus of a great deal of controversy – and recently, of a full program restructuring.

As a number of the C-130J's faster-moving foreign customers band together to create a common upgrade set for their serving fleets, the plane officially reached "initial operating capability" for the US military late in 2006.

Australia, Britain, Denmark, and Italy were all ahead of that curve, and have been operating the privately-developed C-130J for several years now.

India and Norway recently moved to join the global C-130J customer base, and with the US tactical transport fleet flying old aircraft and in dire need of major repairs,

C-130J purchases are taking place under both annual budgets and supplemental wartime funding. A number of variants are currently flying in transport (C-130J), stretched transport (C-130J-30), aerial broadcaster (EC-130J), coast guard patrol (HC-130J), aerial tanker (KC-130J), and even hurricane hunter weather aircraft (WC-130J).

The privately-developed C-130J has demonstrated in-theater performance on the front lines that represents a major improvement over its C-130E/H predecessors – but does it break the key limitations that have hobbled a number of US Army programs?

This DID FOCUS Article describes the C-130J, examines that issue, makes note of present and emerging competitors, and covers global developments for the C-130J program. The latest news include an Italian support contract, a Q&A with the UK's Parliamentary Defence Committee, and some recent statistics for KC-130 aerial tanker aircraft in theater…

Source : DID

Rusia Anggap tidak Ada Hal Baru dalam Usul AS Ikhwal Pertahanan Rudal

Moskow-RoL-- Militer Rusia, Rabu menganggap sebagai tidak ada hal yang baru satu usul baru AS bagi rencana menempatkan satu perisai pertahanan rudal di Eropa timur.

Menlu AS Condoleezza Rice dan Menteri Pertahanan Robert Gates , dalam satu kunjungan ke Moskow pekan lalu, menyampaikan usul-usul baru termasuk mengizinkan Rusia memeriksa unsur-unsur dari perisai rudal itu.

"Sebagai kepala Staf Umum dan seorang ahli dari pihak Rusia, saya melihat tidak ada hal yang baru dalam usul-usul ini," kata kantor berita Interfax mengutip pernyataan kepala staf Yuri Baluyevsky.

Pekan lalu Rusia meminta waktu lagi bagi para ahli mereka untuk mengkaji usul-usul itu.

Di Brussels, para pejabat AS mengatakan di markasbesar NATO bahwa Washington mengusulkan pembagian data radar dengan Rusia untuk mempertahankan serangan rudal-rudal Iran dalam kunjungan Rice dan Gates.

Letjen Henry Obering , ketua Badan Pertahanan Rudal AS , mengatakan Rusia dalam pertemuan dengan NATO, Rabu mengatakan mereka masih mempelajari usul-usul itu "karena saran-saran itu menggambarkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep baru".

Selengkapnya...

Friday, October 19, 2007

Su-32 Fullback video

Left-click to download Su-32 Fullback video.
57,8 Mb, 6:34, 576 x 432, avi

Excellent video from NTV channel, “Voennoe delo” program. Amazing firepower tests. Russian language. Translation if necessary

Su-32 Fullback, History

Russian Air Force to adopt Su-34 "flying tank"

The Su-34 design incorporates several crucial concepts: high maneuverability and speed, heavy payload extended flight range.


Clik picture to enlarge...

Thailand Buying JAS-39 Gripens, AWACS

It's a small, agile fighter that can take off and land on highways, while carrying the latest technologies and weapons. It does very well against NATO's best aircraft in exercises, comes with a reasonable price tag, and is built for low lifetime operating costs. But in a world where people often buy your weapons because they want you to be their friend, the cachet of having Sweden in your corner isn't quite what it used to be when their sailors wore those cool helmets.

The JAS-39 Gripen is an excellent, reasonably-priced fighter that has been struggling hard for traction in the global marketplace. "The JAS-39 Gripen: Sweden's 4th Generation Wild Card" looks at this capable lightweight fighter and its market opportunities, and wonders if Gripen will be "the little fighter that could" – or the last fighter from a storied aviation industry.

A recent sale to Thailand has expanded Saab's horizons somewhat, as the Gripen beat out the SU-30s favored by the previous Thai government to replace its 15-25 aging F-5B/Es; other reported candidates were Russia's MiG-29 and France's Rafale, and the F-16 had been considered a leading contender given Thailand's extensive history with that aircraft. In order to achieve this win, however, Saab has to throw in a very significant "something extra" – and the sale itself runs future political risks due to Thailand's situation…

Continue reading…

Kontingen Garuda 23B Mulai Digembleng

BANDUNG BARAT (SINDO) – Kontingen Garuda (Konga) 23B diminta serius mengikuti latihan sebelum berangkat ke Lebanon pada akhir November mendatang.

Asisten Operasi (Asop) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Mayjen TNI Bambang Darmono mengatakan, dengan serius mengikuti latihan, diharapkan para prajurit yang akan berangkat ke Lebanon menggantikan pasukan Konga 23A,bisa mengaplikasikan saat terjun di medan sebenarnya.

Menurut Bambang, materi latihan merujuk pada aturan yang dikeluarkan PBB terkait rencana misi perdamaian di daerah konflik. Dengan demikian, diharapkan prajurit tidak menonjolkan korps sendiri.

“PBB telah memberikan petunjuk yang jelas bagi semua anggota pasukan yang tergabung dalam misi perdamaian PBB. Jadi, diharapkan sikap, perilaku, dan tindak-tanduk para prajurit merupakan representasi dari pasukan PBB,bukan pasukan yang menonjolkan spesialisasi masing-masing korps atau angkatan,” kata Bambang dalam sambutannya di hadapan 1.000 prajurit Konga 23B saat membuka latihan prajurit perdamaian PBB tersebut di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, Kab Bandung Barat, pagi kemarin.

Selengkapnya...

Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia Diperkuat

JAKARTA(SINDO) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pemerintah daerah Tarakan Kalimantan Timur memperkuat pertahanan di perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia.

Hal ini guna memperkecil jalur masuk pelaku kejahatan seperti penyelundupan atau pelaku terorisme ke Indonesia. Penguatan itu dilakukan dengan cara bertahap, di antaranya membangun Markas Komando (Mako) TNI Brigade Infanteri (Brigif) Angkatan Darat, Lapangan Udara (Lanud) Angkatan Udara, dan Pangkalan Utama (Lantamal) Angkatan Laut di daerah tersebut.

Panglima Daerah Militer (Pangdam) VI Tanjung Pura Mayjen TNI George Robert Situmeang mengatakan, sebagai perbatasan Indonesia- Malaysia, Tarakan memiliki tingkat kerawanan tinggi bagi keluar masuknya para penyelundup. Karena itu, perlu upaya mengembangkan kekuatan di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki II) itu.

“Saat ini, kita tengah mengupayakan pembangunan kekuatan, seperti pembangunan satu Brigif, lalu menyusul tahun berikutnya akan di bangun satu Batalion Kavaleri, terus satu Batalion Armed,” ujar Situmeang, saat dihubungi SINDO. Situmeang mengakui, tanda-tanda ancaman terorisme memang belum terlihat.

Selengkapnya...

Mobil Pintar Tiba di Lebanon

PUSPEN TNI (19/10) - Hercules TNI AU C-130 H dengan Call Sign A-1321, tiba di Bandara Internasional Bairut pukul 8 pagi tanggal 17 Oktober 2007.

Pesawat dari kesatuan Squadron Udara 31 Halim Perdana Kesuma Jakarta, diawaki oleh pilot Mayor Pnb Wisoko dan Kapten Pnb Sugeng. Sedangkang Letkol Pnb Isep Hasan sebagai Commander Mission.

Kedatangan pesawat Hercules kali ini adalah membawa bekal ulang untuk Konga XXIII-A dan dua buah unit mobil pintar untuk mendukung tugas pasukan Indonesia di Lebanon.

Keberangkatan pesawat tersebut dari Jakarta tanggal 15 Oktober lalu dengan rute Halim-Medan-Bangkok-Dhaka-Lahore-Islamabad-Mehrabat-Beirut.

Rute penerbangan pesawat yang kedua ini hampir sama dengan Hercules yang pertama saat membawa bantuan dari Presiden dan Panglima TNI lalu. Selama penerbangan, crew yang bertugas di pesawat berjumlah 13 orang dan penumpang hanya 1 orang, yaitu dari Mabes TNI yang bertugas untuk menyerahkan barang-barang tersebut.

Direncanakan untuk rute kembali pesawat tersebut adalah kebalikan dari rute keberangkatan.

Dua unit mobil pintar tersebut adalah bantuan dari ibu negara Ny Ani Bambang Yudhoyono.

Saat ini Konga XXIII-A di Lebanon telah memiliki satu unit mobil pintar yang merupakan hasil kreatifitas Satgas. Sedangkan mobil yang dikirim dari Indonesia telah didesain khusus untuk memudahkan interaksi dengan pelajar di Lebanon.

Kesesuaian bentuk dan modifikasi membuat mobil tersebut lebih elegan.

Selengkapnya...

Thursday, October 18, 2007

Pilihan Pengganti Pesawat OV-10F Bronco TNI-AU diketahui



Pilihan terhadap pesawat pengganti OV-10 Bronco buatan North American Rockwell (Amerika Serikat) pada skuadron XXI Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Selasa (16/10) diketahui. Masing-masing adalah KO-1 buatan Korea Aerospace Industries, EMB 314 atau EMB 312 Super Tucano buatan Embraer Brasil, Sukhoi Su-25 buatan Rusia, dan Aero L-159 ALCA (Advanced Light Combat Aircraft) buatan Ceko.

Panglima Komando Operasi II TNI AU Marsekal Pertama TNI Yushan Sayuti, menyebutkan hingga kini terdapat dua opsi paling memungkinkan dari sejumlah pilihan itu sekalipun belum diputuskan. Pasalnya, keputusan untuk membeli pesawat pengganti OV-10 Bronco bermesin turboprop ganda yang di grounded menyusul jatuhnya pesawat itu pada Juli lalu, sangat tergantung dari keputusan politik untuk menggunakan APBN 2008.

“Anggaran untuk membeli pesawat pengganti OV-10 Bronco akan mengurangi pos Departemen Pertahanan. Ini ada anggarannya atau tidak, sebab sektor lain seperti pendidikan dan penanganan lumpur Lapindo pun memerlukan dana APBN,” kata Marsma TNI Yushan yang juga mantan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh itu.

Serah terima jabatan antara Marsma TNI Yushan dengan Marsekal Pertama TNI Irawan Supomo sebagai Danlanud Abdulrachman Saleh baru akan dilakukan pada Kamis (18/10) mendatang. Berdasarkan SK Panglima TNI, sebetulnya mulai 28 Agustus 2007 tugas baru sudah harus efektif diemban keduanya.

Pada kesempatan itu, Marsma TNI Yushan meminta agar Komandan Skuadron XXI Mayor Pnb Danang Setyabudi bersabar sembari menunggu pesawat pengganti. ”Karena rasanya kok tidak bagus, skuadron tempur tapi tidak ada pesawatnya,” imbuhnya.

Mayor Pnb Danang menyebutkan, jauh sebelum kecelakaan terakhir yang menimpa OV-10 Bronco, pesawat itu memang sudah akan dipensiunkan. “Calon penggantinya sudah kami coba, tapi masih menunggu keputusan. Saat ini ada delapan OV-10 Bronco tersisa setelah jatuh yang terakhir,” jelasnya.

Dari empat pilihan pesawat yang sudah sempat dijajal itu, KO-1 buatan Korea Aerospace Industries adalah pesawat yang kembarannya lebih dulu digunakan Indonesia. KO-1 adalah versi militer dari KT-1 Wongbee yang dipergunakan Skuadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adisucipto, Yogyakarta.



Adapun Su-25 dengan kode Frogfoot dari NATO merupakan pesawat mesin jet ganda untuk dukungan serangan udara jarak pendek. Sedangkan Aero L-159 ALCA merupakan penempur ringan yang dirancang bisa dipergunakan untuk segala fungsi. Sementara Embraer EMB 314 atau EMB 312 Super Tucano buatan Brasil merupakan pesawat bermesin turboprop untuk misi serang ringan.

Pada kesempatan itu, Marsma TNI Yushan menegaskan alat utama sistem pertahanan yang berada dalam wilayah tugas barunya sangat perlu peremajaan. “Pangkalan inti itu ada di Madiun, Malang, dan Makassar dari total 21 pangkalan udara yang ada di wilayah Komando Operasi II,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan pengadaan suku cadang pesawat merupakan hal mendesak yang harus menjadi prioritas. Selain itu, jumlah pesawat yang jauh dari total ideal satu skuadron yang mestinya dilengkapi 16 pesawat harus jadi perhatian utama.

Sumber : Dispen TNI

Penjajakan Pengganti OV-10F Bronco Mulai dilakukan

TNI-AU telah melakukan penjajakan terhadap beberapa pesawat untuk menggantikan pesawat OV-10F Bronco yang tergabung dalam skuadron Lanud 21 Abdulrachman Saleh Malang.

Sebelumnya, pesawat OV-10F dinyatakan grounded total karena usianya yang telah tua.

Penjajakan tersebut nantinya akan dijadikan masukan bagi Departemen Pertahanan dan Mabes TNI.

"Kami telah melakukan penjajakan. Salah satu yang telah dijajaki adalah pesawat SuperTucano buatan Brasil. Ada beberapa nama lain, tapi saya nggak hafal," kata Kepala Dinas penerangan Markas BesarTNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Daryatmo ketika dihubungi SINDO kemarin.

Dia beralasan, pesawat-pesawat yang kemungkinan dijajaki harus mempunyai kemampuan sejenis dengan OV-10F Bronco dan sangat produktif untuk tugas taktis.

Menurut dia, penggantian OV-10F Bronco akan dilakukan setelah 2009. Saat ini, TNI masih konsentrasi pada Sukhoi dan beberapa kekurangan di PTDI. (Kholil)

Sumber : SINDO

Dephan Minta Kejagung Keluarkan Rekomendasi

JAKARTA (SINDO) – Departemen Pertahanan (Dephan) mendesak Kejagung mengeluarkan rekomendasi kepada Departemen Keuangan untuk memperpanjang kontrak pengadaan helikopter jenis Mi-17 bagi TNI AD.

“Sampai saat ini rekomendasi tersebut belum keluar. Kalau sudah diberikan ke Departemen Keuangan (Depkeu), kami pasti mendapat tembusannya,” kata Kepala Biro Humas Dephan Brigj en TNI Edy Butar-Butar,kemarin. Sebelumnya, pengadaan helikpoter Mi-17 bagi TNI AD sempat terhenti selama lima tahun karena tersangkut kasus korupsi yang disidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Staf AD melalui Asisten Perencanaan dan Anggaran Mabes TNI AD telah menyurati Panglima TNI pada 18 September 2007, meminta penuntasan proyek yang bersumber dari alokasi kredit ekspor pada 2002 senilai USD21 juta itu. Surat tersebut menyarankan Dephan agar mengajukan permohonan kepada Kejagung supaya mengeluarkan surat rekomendasi kepada Depkeu untuk pengadaan helikopter Mi-17 dilanjutkan kembali.

“Kita minta pengertiannya saja karena waktu harga bisa berubah. Masalahnya, kontrak ini adalah atas nama negara, sementarakorupsiitumenyangkut oknum.Jika ini terus tertundatunda, bisa juga mengubah rencana strategi TNI,”jelas Edy. Untuk pengadaan helikopter jenis Mi-17 lalu, penandatanganan kredit pada 27 Desember 2002 berlangsung antara Ansari Ritonga, yang saat itu menjabat Dirjen Perbendaharaan Negara, dengan Zakaria bin Moh Sharrif dari Alternaring and Marine Supply Sdn Bhd Malaysia.

Belakangan Alternaring and Marine Supply Sdn Bhd Malaysia mengundurkan diri dan menurut rencana digantikan BNP and Paribas. Dia juga membantah pernyataan Andy Kosasih—yang kini terdakwa dalam pengadaan helikopter Mi-17—mengenai empat helikopter yang dipesan TNI AD yang pembuatannya sudah selesai 100%. Pernyataan itu dikemukakan Andy dalam pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dahulu.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman belum bersedia memberi penjelasan tentang rekomendasi yang diminta Dephan.Namun, sebelumnya Wakil Kepala Kejagung Muchtar Arifin pernah membenarkan telah menerima permintaan Dephan tersebut. (rijan irnando purba/ adam prawira)

Sumber : SINDO

BrahMos Supersonic Missile

In 1998, Russia and India established a joint venture, BrahMos Aerospace, to design, develop, produce and market a supersonic cruise missile. Sea-based and land-based versions of the missile have been successfully tested and put into service with the Indian Army and Navy.



Brahmos Video

Perang Suku di Mimika Masih Berkobar

Timika, Papua (ANTARA News) - Perang di antara suku Amungmue yang mendiami Kampung Banti berhadapan dengan gabungan antara suku Dani dan Damal yang mendiami Kampung Kimberli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang dimulai sejak Senin (15/10) hingga Kamis dini hari masih terus berkobar.

Sementara itu, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai delapan orang, dan ada puluhan anggota suku yang terluka akibat terkena panah dan senjata tajam lainnya, serta kerusakan rumah dan harta benda lainnya.

Dari Distrik Tembagapura, Kamis dini hari, wartawan ANTARA News melaporkan, perang antar-suku tersebut belum juga berakhir. Suku-suku yang bertikai itu masih saling menyerang menggunakan alat tempur tradisional, seperti panah, parang, dan bebatuan.

Selengkapnya...

Thailand Akan Beli Enam Jet Tempur Grippen JAS-39

Bangkok (ANTARA News)- Angkatan Udara Thailand akan membeli enam jet tempur Gripen JAS-39 dari perusahaan Saab, Swedia, seharga 574 juta dolar AS guna menggantikan pesawat tempur F-5E yang sudah tua, kata Panglima Angkatan Udara Chalit Pukphasuk, Rabu.

Seorang anggota tim seleksi, Selasa, mengatakan Angkatan Udara akan membeli 12 pesawat Gripen dalam dua gelombang, tetapi Chalit dalam jumpa wartawan menyetujui gelombang kedua akan menunggu sampai satu pemerintah baru terbentuk setelah pemilu Desember mendatang.

Dalam gelombang pertama enam pesawat akan dibeli antara tahun 2008 dan 2012 dan gelombang kedua "secepat mungkin", kata Chalit.

"Kami masih lebih suka memiliki Gripen untuk sisa dari armada itu, tetapi itu terserah pada pemerintah mendatang dan kondisi ekonomi nanti," tambahnya.

Pilihan untuk menggantikan pesawat tempur telah dibicarakan sejak PM Thaksin Shinawatra, yang digulingkan dalam kudeta tidak berdarah tahun lalu, berkuasa sejak tahun 2001.

Anggota tim seleksi itu mengatakan Angkatan Udara menginginkan pesawat F-16 CD, tetapi AS tidak mengizinkan menjual senjata-senjata ke negara-negara yang pemerintah-pemerintahnya digulingkan melalui kudeta-kudeta.

Thaksin mendesak Swedia atau Rusia untuk membeli ayam yang dibekukan dari Thailand, yang waktu itu dilanda flu burung , dengan imbalan pembelian pesawat-pesawat tempur, tetapi gagasan perdagangan barter itu gagal dilakukan.

Calon-calon lainnya adalah pesawat tempur Sukhoi Su-30 dan MiG-29 buatan Rusia dan Rafael buatan Prancis, tetapi Chalit mengemukakan kepada Reuters, Juli, bahwa Thailand tidak akan membeli MiG- 29 karena pesawat itu sudah beroperasi di Myanmar dan Malaysia.

Sejak kudeta itu, pemerintah Thailand yang dibentuk militer menyetujui peningkatkan 66 persen dalam pengeluaran militer , yang memicu kecaman dari para jenderal yang melakukan pemberontakan ke-18 dalam 75 tahun. (*)

Sumber : ANTARA

SAAB JAS 39 Gripen in flight

Wednesday, October 17, 2007

Pesawat OV-10F Bronco Resmi di-non-aktifkan

PESAWAT OV-10F Bronco yang tergabung dalam Skuadron 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dipastikan di grounded total.

Dengan demikian, tujuh pesawat yang ada, kini berada di hanggar Skuadron 21.

Dari tujuh pesawat tempur latih milik TNI AU yang bermarkas di Lanud Abdulrachman Saleh Malang tersebut, yang mampu dioperasionalkan hanya tinggal antara 4-5 unit pesawat saja, sedangkan sisanya sudah tidak mampu lagi dioperasionalkan.

Pe-nonaktifan pesawat tersebut, kemarin disampaikan oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Yushan Sayuti, saat menggelar acara perpisahan dengan para wartawan se-Malang Raya karena akan menempati jabatan baru sebagai Pangkoopsau II di Makasar.

"Pesawat apa yang nantinya bakal menggantikan OV-10F Bronco, semuanya sangat tergantung pada keputusan Dephan dan nampaknya akan masuk anggaran RAPBN 2008 mendatang" kata lenderal berbintang satu ini. (yuswantoro)

Sumber : SINDO

Russian Knights video

Left-click to download Russian Knights video.
32,6 mb, 12:56, 480 x 360, wmv

Another excelent video from “Smotr” tv-series.

This time about one ofthe best aerobatic teams in the world - “Russian Knights”. Absolutely must-see video.
Russian language, translation is in the post.

In this video very used materials you may find in our Russian Knights section.





Kodam VII/WRB Kirim Pasukan ke Lebanon

Makassar-Sebanyak 355 anggota Kodam VII/Wrb kemarin, Selasa (16/10) diberangkatkan ke Bandung, Jawa Barat, untuk selanjutnya bergabung dengan Kontingen Garuda XXIII-B yang akan memperkuat pasukan perdamaian PBB di Lebanon.

Para pasukan loreng itu dilepas secara simbolis oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, didampingi Pangdam VII/Wrb, Mayjen TNI Arief Budi Sampurno. Bahkan, wapres sempat menyaksikan atraksi sulap yang diperagakan salah seorang anggota TNI, Prada Takdir. Atraksi sulap itu berupa membengkokkan sendok teh.

Rencananya setiba di Bandung, ratusan personel TNI asal Makassar itu akan mengikuti latihan di Pemusatan Latihan Pratugas di Pusdik Infanteri Cipatat Bandung, mulai 18 Oktober hingga 8 November 2007 mendatang.

Pasukan tersebut dipersiapkan untuk bertugas di Lebanon menggantikan Kontingen Garuda XXIII-A yang dijadwalkan kembali ke Indonesia awal November mendatang. Sekadar diketahui, dalam Kontingen XXIII-A terdapat putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lettu Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono.

Dalam Kontingen XXIII-B yang totalnya berjumlah 850 personel ini juga terdapat sejumlah putra petinggi TNI, termasuk anak seorang Purnawirawan Jenderal. Di antaranya, Lettu Inf M Benrieyadin yang tak lain putra Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Dephan. Juga ada putra mantan memperindag Jenderal TNI Purn Luhut B Panjaitan, yaitu Lettu Inf Paulus Panjaitan.

Selengkapnya...

November 2007, TNI-AL Gelar Latihan Pendaratan Amphibi di Papua


KRI Teluk Cendrawasih (533)

Timika, Papua, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) pada bulan November menggelar latihan pendaratan amfibi dengan sandi Latihan Armada Jaya ke-27 bertempat di Pantai Kaimana,Provinsi Papua Barat.

Komandan Pangkalan TNI-AL Timika, Letkol (P) Dadi Hartanto kepada ANTARA di Timika, Jumat, mengatakan Latihan Armada Jaya ke-27 akan melibatkan sekitar 40 kapal perang dan dua brigade infanteri marinir dengan jumlah personil 4000 orang.

"Kami merencanakan akan melakukan pendaratan dalam waktu bersamaan di dua lokasi yaitu pantai Kaimana dan pantai Irwa. Pendaratan seperti ini jarang sekali dilakukan," ungkap Hartanto.

Dalam Latihan Armada Jaya ke-27 nanti juga dilibatkan pesawat intai dan pesawat pembom milik TNI-AU dan setelah pendaratan berhasil akan dilanjutkan dengan operasi serangan udara langsung ke titik sasaran yang merupakan operasi gabungan TNI-AL, TNI-AU dan TNI-AD.

Kegiatan Latihan Armada Jaya ke-27 nanti direncanakan berlangsung dalam waktu satu minggu. Ada pun Pantai Kaimana sebelumnya sudah pernah menggelar latihan pendaratan amfibi TNI-AL pada bulan Januari lalu.

Selengkapnya...

Rudal AS Meluncur "Tidak Disengaja" di Qatar

Doha (ANTARA News) - Satu Rudal Patriot secara tidak disengaja meluncur dari pangkalan militer AS di negara Teluk, Qatar, lalu menghantam suatu perkebunan tanpa menimbulkan korban jiwa, ungkap stasiun Al-Jazeera, Selasa.

"Satu Rudal Patriot jatuh di suatu perkebunan milik seorang warga Qatar sesudah tidak disengaja meluncur dari pangkalan As-Sailiyah," ungkap salurah televisi satelit yang berbasis di Doha itu seperti dikutip AFP.

Menurut laporan-laporan yang belum dapat dipastikan, Rudal itu meledak di udara dengan menyebarkan pecahan ke seluruh perkebunan di gurun sebelah utara As-Sailiyah itu.

"Kami sedang menyelidiki insiden tersebut, yang terjadi tadi malam," kata seorang jurubicara pangkalan AS tersebut, Holley Silkman. Dia menolak berkomentar lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.

Satu kendaraan polisi militer Qatar ditempatkan di pintu masuk perkebunan tersebut dan wartawan dilarang masuk ke lokasi kejadian, yang terletak 20 kilometer arah barat daya dari Doha.

Oatar, salah satu anggota Dewan Kerjasama Teluk yang pro-Barat, menjadi tempat bagi Komando Pusat pasukan AS, yang mengatur invasi AS ke Irak pada Maret 2003.

Patriot adalah sistem Rudal dari darat ke udara yang digunakan militer AS maupun beberapa sekutunya termasuk Israel.

Militer AS memiliki dua pangkalan di Qatar, As-Sailiyah dan Al-Udeid. (*)

Sumber : ANTARA

Greeting from moderator

Menyambut Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1428H, saya haturkan maaf lahir dan batin jika ada tulisan atau postingan yang tidak berkenan bagi para reader/ bloger.

Thursday, October 11, 2007

Rafale Fighter Video

Absolutely “must see” category video. Excellent quality, dynamic and composition.

Left-click to download Rafale fighter video.
36,8 Mb, 4:10, 640 x 480, avi





By Pavel | January 13, 2006 on 9:25 pm | In Aviation Video, Rafale |

Victims of modern armed conflicts: chilling statistics


The 20th century set record in the scale and intensity of armed conflicts, as well as the amount of blood that was shed. A substantial number of wars in the modern world have been ongoing for years: the Israeli-Palestinian conflict, conflicts in Kashmir, Myanmar and Sri Lanka.

Enlarge

In heat and cold: Why Kalashnikov rifle is so popular in the world

The Kalashnikov assault rifle is the world's most widespread and accessible weapon. It is a standard weapon in the armies of 50 countries. The rifle is simple to manufacture and cheap - in some countries it can be obtained at less than the price of an ordinary hen

Seluruh Pesawat Komersial Israel Akan Dilengkapi Peralatan Anti Misil

Hari Rabu kemarin (10/10), parlemen Israel, Knesset, menyetujui sebuah program baru yang akan menambah tingkat keamanan pesawat-pesawat komersial Israel, El Al.

Dalam program yang diajukan Kementerian Pertahanan Israel di bawah pimpinan Menhan Ehud Barak, seluruh pesawat komersial Israel akan diperlengkapi dengan peralatan keamanan yang mampu menangkal atau mengecoh misil atau rudal yang ditembakkan lawan, baik dari darat, laut, maupun udara.

Program keamanan ini merupakan yang pertama kalinya di dunia, di mana pesawat jet komersial diharapkan mampu mengecoh serangan misil lawan.

Menurut rencana, program prestisius ini akan dimulai pada tahun 2008. Selain mampu mengecoh atau mengelakkan serangan misil lawan, sistem pengaman ini dikatakan sanggup mendeteksi infiltrasi pesawat yang mendekat yang tidak diketahui identitasnya dan sebagainya.

Menurut Menhan Ehud Barak, langkah ini dianggap perlu karena berdasarkan laporan intelijen MOSSAD, para musuh-musuh Israel akan tetap menggunakan pesawat sebagai kendaraan atau bahkan menghancurkan pesawat dengan tembakan roket atau misil.

Program yang sedianya berada di bawah Kementerian Pertahanan dan Kementerian Transportasi ini tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Untuk itu parlemen Israel meminta agar pemerintah sesegera mungkin menyediakan anggaran untuk mendukung percepatan program yang dirasa amat mendesak ini. (Rizki/Jpost)

Sumber : Eramuslim

Australia's Canberra Class LHDs

In May of 2006, "Australia Issues Official Tender for A$ 2.0B Large Amphibious Ships Program" covered Australia's decision to expand its naval expeditionary capabilities, and replace HMAS Manoora and Kanimbla with substantially larger and more capable modern designs featuring strong air support.

Navantia and Tenix offered a 27,000t LHD design that resembled the Strategic Projection Ship (Buque de Proyeccion Estrategica) under construction for the Spanish Navy. The DCNS-Thales Australia team, meanwhile, proposed a variation of the 21,300t Mistral Class that is serving successfully with the French Navy.

Navantia's larger design eventually win, giving the Spanish firm an A$11 billion clean sweep of Australia's "Air Warfare Destroyer" and LHD programs.

These 5 ships will be the core of Australia's future surface navy, and October 2007 has now seen multi-billion contracts signed for both sets of ships. DID does wonder, however – can the divergent figures given for the Canberra Class LHD contract be sorted out?...

Continue reading…

Dua Tentara AS Tewas di Baghdad

Baghdad (ANTARA News) - Dua prajurit AS tewas di Irak, Rabu, akibat insiden yang tak terkait pertempuran, yang hingga kini masih dalam penyelidikan, kata militer Amerika.

Salah seorang prajurit tewas dalam insiden di Baghdad selatan, menurut suatu pernyataan tanpa penjelasan lebih lanjut.

Prajurit kedua juga tewas dalam insiden yang tidak melibatkan suatu pertempuran, kata pernyataan lain yang juga tidak memberikan penjelasan lebih jauh.

Kematian itu mengakibatkan jumlah prajurit AS yang tewas sejak pendudukan AS di Irak Maret 2003 menjadi 3.814 berdasarkan perhitungan AFP berdasakan data Pentagon. (*)

Sumber : ANTARA

Soldiers Plan Their Leave and Tell Their Feelings

Wednesday, October 10, 2007

Irak Tuntut Blackwater USA Bayar Ganti Rugi 136 Juta Dolar kepada Keluarga Korban

Pemerintah Irak menuntut agar bisnis keamanan Amerika, Blackwater USA membayar ganti rugi sebesar 136 juta dolar kepada keluarga warga Irak yang tewas dalam insiden penembakan oleh perusahaan itu baru-baru ini.

Tuntutan itu dimasukkan dalam laporan hasil penyelidikan pemerintah Irak terhadap insiden 16 September di alun-alun Baghdad Barat. Dokumen itu menuduh pengawal keamanan Blackwater dengan sengaja membunuh 17 orang.

Associated Press mengatakan laporan itu juga menuntut agar pemerintah Amerika memutuskan hubungan dengan Blackwater dalam waktu 6 bulan. Pengawal Blackwater sedang mengawal personil Kementerian Luar Negeri Amerika sewaktu penembakan itu terjadi.

Blackwater mengatakan para pengawalnya bertindak sesuai hukum ketika terjadi serangan terhadap konvoi diplomatik yang sedang mereka kawal.

Sementara itu, penjabat Irak mengatakan pengawal keamanan swasta yang mengawal konvoi sipil melewati Baghdad telah menembak dan menewaskan dua perempuan. Belum ada berita mengenai siapa yang melakukan penembakan itu hari ini di distrik Karada.

Sumber : VOA News