Saturday, January 28, 2012

BPPT - PINDAD Siap Ekspor Ranpur APC



BANJARMASIN - Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Marzan A Iskandar mengatakan institusinya bekerjasama dengan Industri pembuat senjata Pindad siap mengekspor produk hasil kajiannya berupa kendaraan tempur 'Anoa' ke Malaysia dan Brunai Darussalam.

"Kami (BPPT) dan PT Pindad siap melakukan produksi ranpur APC pesanan Malaysia dan Brunai Darussalam," ujar Marzan saat kunjungannya ke Banjarmasin, Jumat (27/1) kemarin.

Marzan mengungkapkan BPPT sekarang ini tengah berkonsentrasi memodernisasi peralatan tempur TNI AD yang sudah tua dan perlu di perbaharui. Dia juga menambahkan kini institusi yang dipimpinnya hampir rampung menyelesaikan pengerjaan 150 ranpur APC pesanan kementrian Pertahanan untuk menggantikan ranpur TNI-AD yang obselete.

"Tidak hanya ranpur yang sedang dikembangkan BPPT, kami juga sedang mengembangkan produk bahan peledak untuk mengurangi ketergantungan impor dari luar," Ungkapnya.

Sumber : KOMPAS.COM

Friday, January 27, 2012

Timor Leste Pesan Seragam Militer ke Sritex

SUKOHARJO - Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao akan melakukan kunjungan kerja ke pabrik tekstil Sritex yang terletak di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (28/1) besok. Kunjungan tersebut dalam rangka pembelian seragam militer untuk pasukan militer negaranya.

"Besok, Perdana Menteri Xanana Gusmao akan berkunjung ke Sritex untuk menjalin kerjasama bisnis," kata Presiden Direktur PT Sritex Rejeki Tekstil Isman, Iwan Setiawan Lukminto, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat (27/1).

"Beliau (Xanana) akan membeli seragam militer untuk pasukan Timor Leste dan seragam sipil," sebutnya.

Danrem 074/Warastrama Surakarta Kolonel Inf Ahmad Supriyadi mengatakan rencana kedatangan Xanana Gusmao sekitar pukul 10.45 WIB. Setelah di Sritex, acara akan dilanjutkan dengan acara penanaman pohon.

"Karena Beliau perdana menteri maka pengamanan yang dilakukan selama berkunjung di Sritex ya setingkat pengamanan presiden. Nanti kami akan gelar gladi resik untuk rangkaian kedatangan Xanana," ujarnya.



Tak hanya seragam militer dan seragam PNS Timor Leste yang bakal diproduksi Sritex. Pabrik swasta nasional ini juga telah memproduksi seragam militer untuk 27 negara, termasuk untuk seragam tentara Jerman dan Inggris. Sementara itu, 40 negara lain juga menjalin kerja sama perdagangan dengan Sritex, meliputi produk pakaian dengan berbagai model, kain dan benang.

Sumber : VIVANEWS.COM

Pembelian MBT Mengikuti Prosedur Yang Ada

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan pembelian MBT Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, pengadaan alutsista termasuk Main Battle Tank (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista ada prosedurnya. Pertama kami minta persetujuan alokasi dananya, memungkinkan atau tidak.” ujar Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, pengguna (TNI AD) harus menentukan spesifikasi teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya dilakukan tender bebas ke pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut, baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,” papar Panglima.

Proses pengadaan MBT Leopard, jelasnya, baru sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI AD dari Belanda. TNI AD saat ini baru memiliki tank kelas ringan (light) dan sedang (medium). “Hingga kini belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah satu alternatif pememenuhan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Untuk alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Sedangkan yang masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan kita tingkatkan. Pilihan terakhir adalah dengan melakukan pembelian. “Pengadaan MBT ini masuk dalam pengadaan baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini harus dilakukan, selain karena tank yang kita miliki sudah berusia tua, teknologinya pun sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.

Jerman Tawarkan MBT Leopard Refurbishment

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga menawarkan pada Indonesia,” ungkap Sjafrie di Bontang.


Tank Leopard 2A5 KWS II: merupakan hasil peningkatan dari type 2A5 dengan pembaharuan pada penggantian turret dan composite armor generasi ke-3. (Foto: Krauss-Maffei Wegmann GmbH & Co. KG.)

Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi kita beli akan diupgrade kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah refurbishment (perbaharuan), “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.

Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.

Sumber : JURNAS.COM

Empat Jet Tempur Tiba Tahun Ini



YOGYAKARTA - Empat pesawat tempur akan Tiba Tahun ini dari Rusia dan Brasil dalam waktu dekat untuk melengkapi alutsista TNI AU, kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Delapan pesawat tempur itu masing-masing terdiri atas dua jet tempur Sukhoi dari Rusia, dan dua EMB-314 Super Tucano dari Brasil. Kedelapan pesawat tempur baru tersebut diharapkan tiba tahun 2012 ini," katanya di sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis (26/1).

Menurut dia, untuk pengadaan alutsista tahap berikutnya, hingga 2014 TNI AU akan mendatangkan total enam jet tempur Sukhoi, 16 unit Super Tucano, 16 unit T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan, dan 30 unit F-16C.

"Dengan pengadaan alutsista tersebut TNI AU pada 2024 akan memiliki 180 jet tempur. Hal itu sebagai upaya TNI AU membangun kekuatan serta memodernisasi dan meregenerasi alutsista yang dimiliki saat ini," kata KSAU.

Ia mengatakan banyak pesawat yang dimiliki TNI AU saat ini sudah uzur, usianya rata-rata mencapai 30 tahun, sehingga perlu dilakukan peremajaan. Jika tidak diganti biaya perawatannya sangat tinggi, apalagi ada beberapa suku cadang pesawat yang sudah tidak dibuat lagi karena pabrik yang membuat pesawat sudah tidak beroperasi.

"Meskipun beberapa pesawat sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal, kami telah memaksimalkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman luar. Hal itu juga didukung oleh penambahan alutsista yang didasarkan penghitungan dari kebutuhan pesawat tempur dan jumlah landasan yang bisa mengoperasikan pesawat tempur," katanya.

Menurut dia, TNI AU sudah mempunyai anggaran rutin dan alutsista melalui pemerintah yang cukup besar dan pengadaan di Kementerian Pertahanan (Kemhan) sehingga bisa membeli persenjataan dan pesawat untuk meningkatkan kemampuan alutsista dan memperkuat pertahanan negara di udara.

"Rencana kesiapan alutsista yang ada untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista sudah dicanangkan dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Pembangunan TNI AU 2010-2014," kata KSAU.

Sumber : ANTARANEWS.COM

Thursday, January 26, 2012

Salah Satu Target TNI AU Tahun 2012 ini Adalah Pembentukan Skuadron UAV

YOGYAKARTA – Kesiapan operasional TNI AU difokuskan pada tercapainya kemampuan operasional secara terpadu dari satuan-satuan TNI AU, sehingga kesiapan operasional dan tuntutan kualitas SDM TNI AU dapat tercapai dan diandalkan.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, saat membuka Rapim TNI AU dan Apel Komandan Satuan Tahun 2012 di AAU, Yogyakarta, Kamis. (26/1).

Rapim ini merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang baru saja dilaksanakan dan sebagai upaya untuk memantapkan konsolidasi dalam jajaran AU, sehingga lebih memantapkan peran pengabdian sesuai bidangnya serta kepadulian AU terhadap agenda nasional beserta dinamikanya.

Adapun sasaran TNI AU di tahun 2012 adalah right sizing organisasi, terbentuknya Satuan Radar 246 di Timika, Skadron pesawat mata-mata (UAV) di Lanud Supadio dan peningkatan Lanud tipe B ke tipe A (Supadio dan Pekanbaru), peningkatan Lanud tipe C ke tipe B (El Tari Kupang, Patimura Ambon, Manuhua Biak, Ngurah Rai Bali), tipe D ke tipe C (Lanud Morotai). Serta pembentukan Satuan pemeliharaan 14, Depo pemeliharaan 10 dan perubahan nama lanud.

Selain itu implementasi kerjasama dengan negara sahabat di bidang pendidikan dan latihan operasi, sinkronisasi kerjasama industri dalam negeri, percepatan pengadaan alutsista dan peningkatan kesiapan pesawat, inovasi teknologi di bidang litbang.

Sedangkan untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista TNI AU, sudah dicanangkan dalam rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014.

Sumber : POSKOTANEWS.COM

Gelar Operasi Kepolisian Militer 2012

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memeriksa pasukan saat gelar Operasi Kepolisian Militer tahun 2012 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/1). Kegiatan operasi militer ini melibatkan seluruh prajurit Polisi Mliter, TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Kepolisian dalam rangka penegakan hukum dan menekan tingkat pelanggaran bagi prajurit TNI. FOTO ANTARA/Teguh/Koz/aw/12.


Heli NBell-412 TNI AL Mendarat Darurat

SLAWI - Sejumlah massa melihat helikopter yang mendarat darurat di lapangan Desa Padaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jateng, Rabu (25/1). Helikopter jenis Bell-412 milik TNI AL yang dikemudikan oleh Pilot Kapten Endi Mawalaga dan CO Pilot Lettu Herman beserta penumpang Sertu Heri, Serma Dadang dan Kopda Harun. Heli dengan tujuan Surabaya-Jakarta ini mendarat darurat di lapangan Desa Padaharja pukul 12.30 wib akibat cuaca buruk disertai angin kencang dan hujan. FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah/ss/pd/12