Tuesday, February 09, 2010

Peresmian KRI Frans Kaisiepo-368

BIAK - KRI Frans Kaisiepo-368 adalah kapal perang terbaru TNI AL, jenis KORVET kelas SIGMA (ship integrated modularity aproach) buatan Belanda yang diresmikan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Biak, Papua, Selasa (9/2). Selain KRI Frans Kaisiepo diresmikan juga KRI BIRANG-831 dan KRI MULGA-832. FOTO ANTARA/Kol.mar Suhartono/HO/Koz/10.




Pindad Gandeng KS Produksi Senjata TNI



JAKARTA - PT Pindad menggandeng PT Krakatau Steel untuk pemenuhan bahan baku laras senapan serbu (SS) TNI berbagai varian, kata Direktur Sistem Senjata PT Pindad Slamet Irianto di Depok, Senin.

"Selama ini, bahan baku untuk laras, kita impor dari Jerman, Italia dan beberapa negara lainnya," katanya menjawab ANTARA di sela-sela lomba tembak Piala Kasad 2010 di Markas Divisi Infanteri-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Ia mengemukakan, penjajakan kerja sama dengan PT KS telah berlangsung empat bulan terutama untuk memastikan `actual material`, fisik, dimensi dan lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan TNI.

Selama ini, lanjut Slamet, pihaknya memproduksi senapan serbu dengan jangkauan efektif 300 meter, sesuai kebutuhan TNI. "Jadi, kita harus selaraskan lagi dengan yang bahan baku yang PT KS, apakah mendukung untuk itu atau tidak," katanya.

Slamet mengatakan, saat ini PT Pindad memiliki kapasitas produksi 14.000 pucuk senjata per tahun. Namun, daya serap TNI hanya berkisar 10.000 per tahun.

"Kita tidak dapat memasok kepada TNI begitu saja, karena semua tergantung anggaran yang tersedia. Jadi, kita baru adakan setelah ada permintaan sekian banyak atau dalam jumlah tertentu," katanya.

Slamet menambahkan, selain memasok kebutuhan militer dalam negeri, PT Pindad juga melakukan impor senjata seperti senapa serbu SS-1 dan SS-2 berbagai varian ke Malaysia, Singapura dan Filipina.

Dalam lomba tembak Piala Kasad 2010 itu, PT Pindad menampilkan sejumlah senjata dan amunisi yang diproduksi seperti pistol G-2 Elite, G-2 Combat, P2-V2, SS-1 dan SS-2 berbagai varian, senapan runduk SPR1, SPR2 dan SPR3 dan lainnya.

Dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Darat dan wartawan diperkenankan melakukan tembakan uji coba produk-produk senjata tersebut.

Sumber : ANTARA

Latihan Hello Cast Bravo’90 Paskhas TNI AU

Komandan Pusdiksus Kolonel Laut (P) Dodi Hermawan didampingi Captain Pilot N.Bell / HU-417 Kapten Laut (P) Buyung R tengah menyaksikan latihan kering siswa Dikbravo’90 TNI AU yang dididik di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) Kobangdikal untuk melakukan Hallo Cast dari helly sebelum pelaksanaan latihan di daerah persiapan Lapangan Ambalat, Koarmatim, senin (8/2).

Lomba Menembak Piala KSAD

DEPOK - Beberapa perwira tinggi dan wartawan menembak bersenjatakan SS2 V1 saat Lomba Tembak Piala KASAD 2010 di Lapangan Tembak Divisi-1 Kotrad Cilodong, Depok, Jabar, Senin (8/2). Perlombaan menembak yang diikuti 17 kontingen seperti Mabesad, Kodam, dan Kopassus itu berlangsung hingga tanggal 18 Februari 2010. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/Koz/mes/10.

Rumah Susun Sewa Kopassus

JAKARTA - Menpera Suharso Manoarfa (kanan) didampingi KSAD Jenderal TNI George Toisuta (kedua kanan) berbincang dengan prajurit Kopassus yang baru menempati rumah susun ketika meresmikan Rusunawa Kopassus di Cijantung, Jakarta, Senin (8/2) Rusun yang ditempati 64 kepala keluarga itu untuk memperlancar tugas prajurit Kopassus. FOTO ANTARA/Saptono/Spt/10



Implementasi MoU Revitalisasi Industri Pertahanan "Nihil"

JAKARTA - MoU revitalisasi industri pertahanan yang ditandatangani Desember 2009, hingga kini masih nihil implementasi. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (6/2).

"MoU yang itu masih wacana yang sifatnya baru kebijakan umum. Padahal kalau mau kerja kan harus ada kontrak kerja," kata Adik.

Ia menambahkan gaung kencang untuk revitalisasi industri pertahanan belum diikuti perubahan nyata dalam bisnis. Bisnis, sahut dia, masih berjalan seperti biasa dimana pihaknya tidak mempunyai kejelasan atas produk yang harus dibuat.

"Bisnis berjalan as usual. Kita harus intip, menebak-nebak, baru kita siapkan. Tidak seperti pesanan panser yang sudah dinyatakan di depan. Belum seperti itu," jelasnya.

Volume pesanan alutsista kepada PT Pindad juga tidak jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, pesanan 750 buah kendaraan taktis untuk dipergunakan di teritorial dari TNI. Hal itu, kata dia, akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang diselenggarakan di Kemenhan Selasa mendatang di Jakarta.

Sementara Dirjen Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksda Gunadi menyatakan MoU tersebut ditujukan untuk jangka panjang. Sementara penuangannya dalam bentuk kontrak akan melalui tahapan berbeda. Ia menyatakan pemerintah siap mengucurkan dana jika seluruh tahapan kontrak sudah dipenuhi.

"Kalau DIPA sudah disetujui DPR, kita baru bisa buat kontrak. DIPA ini sudah disetujui, tapi masing-masing angkatan kan harus membuat operasional requirement dan spesifikasi teknisnya dulu sebelum kemudian BUMNIP ini diundang untuk presentasi dan membuat kontrak. Kalau sekarang sudah siap, itu bisa langsung dilakukan," tegasnya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM