Posts

Showing posts with the label Inteligen

Kepala BIN : Tugas Baru Intelijen Ekonomi

Image
JAKARTA - Letnan Jenderal TNI Marciano Norman, yang resmi dinyatakan Presiden Susilo Yudhoyono menjadi kepala Badan Intelijen Negara, diberi tugas pula menangani intelijen ekonomi. BIN bertanggung jawab utama mengamankan negara dengan menyediakan data dan analisis intelijen yang mumpuni. Hal ini menjadi penekanan dalam pengumuman resmi Yudhoyono kepada pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/10) malam. Ekonomi Indonesia yang sedang menggeliat dan menjadi salah satu perhatian dunia dan kawasan perlu diamankan secara khusus. Aktivitas perdagangan dan perekonomian serta perbankan nasional yang sedang aktif bertumbuh terkait dengan kepentingan politik kawasan dan global. Sudah sering diketahui tiap negara "saling intip" kemajuan perekonomian yang terjadi pada negara lain, termasuk kepada Indonesia. Dengan kewenangan dan pranata yang dimilikinya, BIN mengoordinasikan instansi-instansi intelijen yang ada di Indonesia. Norman, alumnus Akademi Militer pada 1978 dari korps kavele...

BAIS TNI Dilikuidasi

Image
JAKARTA - Satuan Induk (Satinduk) Bais TNI yang selama ini berada dibawah Bais TNI dilikuidasi dari Organisasi Bais TNI. Hal ini berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor: Perpang/3/I/2011 tanggal 5 Januari 2011. Selanjutnya, komando dan kendali (kodal) akan dialihkan pada Kodiklat TNI menjadi Pusdiklat Intelstrat yang berkedudukan di bawah Kodiklat TNI. Menurut siaran pers Puspen TNI yang diterima Jurnal Nasional, upacara alih Komando dan Kendali Satuan Induk Bais TNI kepada Kodiklat TNI dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (2/5). Dalam upacara tersebut dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Alih Komando dan Kendali Bais TNI dari Kabais TNI Laksamana Muda TNI Soleman B. Ponto kepada Kodiklat TNI yaitu Komandan Diklat TNI Mayjen TNI Mochamad Sochib. Sumber : JURNAS

TNI Intensifkan Kegiatan Intelijen

Image
JAKARTA - Mabes TNI mengintensifkan kegiatan intelijennya sekaligus memperkuat komando kewilayahannya untuk mengantisipasi dan menangani berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk ancaman teror. "Selain itu, secara eksternal kita juga meningkatkan pendekatan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri dan instansi terkait, agar beragam ancaman terutama teror dapat diantisipasi lebih dini dan tidak berdampak luas," kata Juru Bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, di Jakarta, Senin (21/3). Pasca-kiriman paket bom buku kepada empat orang berbeda, Selasa (15/3), polisi secara bertubi-tubi menerima laporan masyarakat mengenai paket mencurigakan. Dari belasan laporan, hanya paket di kota wisata Cibubur yang merupakan bom sungguhan. Sisanya, bukan bom. Awalnya, paket bom buku diterima aktivis Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Gories Mere, Ketua Umum DPP Partai Patriot Yapt...

Korsel geger soal pencurian dokumen

Image
SEOUL - Partai-partai politik Korea Selatan menuntut kepala badan intelijen negara itu mundur menyusul insiden percobaan pencurian dokumen komputer milik delegasi Indonesia. "Memalukan...dan saya berharap direktur intelijen akan mundur," kata Hong Joon-Pyo, anggota Partai Nasional,GNP, yang berkuasa dalam akun Twitternya. Partai-partai oposisi dan sejumlah surat kabar besar juga menuntut kepala badan intelijen, NIS, Won Sei-Hoon, mundur Namun Won menyanggah berita media yang menyebutkan tiga agennya memasuki kamar hotel delegasi dagang Indonesia tanggal 16 Februari lalu untuk mencoba mencuri informasi tentang kemungkinan pembelian senjata dari Korea Selatan. Pihak Indonesia telah mengadukan insiden ini ke polisi. Namun para pejabat NIS dilaporkan mengambil semua bukti termasuk gambar CCTV, kata kantor berita Yonhap. Kejadian memalukan Delegasi Indonesia berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan kerjasama ekonomi termasuk kemungkinan pembelian pesawat supersonik T-50 Kor...

TNI & SAF Tingkatkan Kerja Sama Intelijen

Image
KRI Yos Sudarso-353 berpatroli di Selat Malaka JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia dan angkatan bersenjata Singapura (Singapore Army Force/SAF) akan memantapkan kerja sama militer kedua pihak, termasuk bidang intelijen untuk keamanan laut di kedua wilayah. Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko dalam pertemuan tahunan staf TNI dan SAF (TNI-SAF Annual Staff Meeting) 2011, di Jakarta, Selasa (22/2) mengatakan, Indonesia-Singapore Joint Coordinated Committee (ISJCC), telah berhasil mengatasi perompakan di sekitar Selat Philips dan Selat Singapura. Ia mengemukakan, keberhasilan yang telah dicapai merupakan tantangan bagi TNI-SAF untuk tetap berusaha menjamin "Zero Incident" di perairan Selat Philips dan Selat Singapura. "Oleh karena itu, peran dari komunitas intelijen perlu ditingkatkan untuk menangkal secara dini kejadian tersebut," kata Edy. Ia menginstrusikan kepada Guskamlabar/Maritime Security Task Force (MSTF), Polri/Police Coast Guard (PCG) untuk s...

Pencuri Data Itu Adalah Agen Inteligen Korsel (INS)

Image
SEOUL - Pencuri data sensitif di komputer milik delegasi tingkat tinggi Pemerintah Indonesia di sebuah kamar hotel di Seoul, Korea Selatan, adalah agen intelijen negara itu, menurut laporan harian Chosun Ilbo, Senin (21/2). Harian tersebut memberitakan, sejumlah anggota Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) memasuki sebuah kamar hotel, tempat delegasi tingkat tinggi Indonesia menginap, untuk mencuri informasi sensitif tentang kesepakatan terkait dengan penjualan senjata. Seorang juru bicara NIS dilaporkan telah membantah laporan yang dimuat halaman depan harian itu, tetapi menolak untuk membuat elaborasi. Pencurian pada minggu lalu itu telah dilaporkan, tetapi Chosun merupakan harian pertama yang menyatakan bahwa anggota NIS yang melakukannya. Delegasi Indonesia beranggota 50 orang pekan lalu berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih T-50 Golden Eagle, Tank K2 Black Panther dan sistem senjata anti pesawat...

Kemhan: Tak Ada Informasi Militer yang Dicuri di Seoul

Image
JAKARTA - Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah kabar yang menyebut ada data militer Indonesia dicuri di Seoul. Laptop yang dikabarkan dicuri data-datanya itu, bukan milik delegasi Kemhan dan tidak ada data-data penting juga di dalamnya. "Tidak ada data militer yang hilang atau dicuri. Laptop itu milik delegasi tim ekonomi, bukan anggota tim dari Kemhan. Isinya pun bukan data-data penting, hanya hal biasa saja," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen I Wayan Midhio, kepada detikcom, Minggu (20/2). Wayan menjelaskan dalam kunjungan yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Seoul tersebut, Menhan Purnomo Yusgiantoro dan tim hanya mendampingi. Bukan secara khusus membahas masalah kerjasama pertahanan dengan pihak Korea Selatan. "Dalam kunjungan itu, tidak ada data-data militer kita yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 juga baru pada tahap omong-omong saja. Tidak ada yang rahasia, sudah kita sampaikan semua kepada media massa," ter...

Informasi Rahasi Militer Indonesia di Curi di Seoul

Image
SEOUL - Tiga penyusup berhasil masuk dan mencuri di kamar hotel yang di tempati delegasi Indonesia di Seoul awal pekan ini, motif pencurian ini diduga untuk mencuri informasi rahasia tentang program-program kerjasama pertahanan antara Seoul dan Jakarta, ungkap media setempat yang di muat pada Jumat (18/2). Sebagaimana dikutip Seoul Broadcasting Station (SBS) dari sumber-sumber di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan serta pejabat polisi di Seoul, melaporkan bahwa penyusup terdiri dua pria dan seorang wanita Asia berhasil mendownload file-file rahasia dari laptop computer beberapa delegasi ke memori stik mereka. “File-file tersebut diduga berisi rahasia pertahanan, termasuk rencana pembelian pesawat T-50 dari Korea”, katanya. Polisi menduga para pencuri tersebut bisa jadi merupakan anggota agen senjata internasional atau mata-mata profesional. Hingga saat ini kementerian luar negeri Indonesia belum mengajukan keberatan apapun tentang insiden ini. Presiden Republik Korea Selatan Lee M...

Data Rahasia Indonesia Milik Inteligen AS Bocor

Image
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Teguh Juwarno mengaku prihatin bocornya data-data rahasia tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat melalui internet. "Kita sangat prihatin dengan bocornya informasi rahasia tentang Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Komisi I akan segera klarifikasi soal tersebut," kata Teguh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis. Ia mengatakan, bocornya data-data inteligen Indonesia yang dimiliki oleh Amerika Serikat di laman sebuah situs static.guim.co.uk membuktikan lemahnya Badan Inteligen Negara (BIN) dan Sandi Yudha untuk mengamankan rahasia penting negara ini. Oleh karena itu, Komisi I akan mengklarifikasi soal bocornya informasi tersebut dengan mengundang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kepala BIN Sutanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Bocornya rahasia negara yang dimiliki oleh Amerika Serikat itu merupakan sebuah peringatan kepada Indonesia, khususnya kepada BIN dan badan sandi negara. Ia juga m...

Pertemuan Intelijen Negara-Negara Asia Tenggara

Image
JAKARTA - Indonesia pekan ini menjadi tuan rumah pertemuan rutin badan-badan intelijen dari negara-negara Asia Tenggara. Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat menyampaikan hal itu di Istana Wapres, Jakarta, Senin (25/10). Sebelumnya Wapres Boediono menerima kunjungan kehormatan dari para peserta pertemuan. Pertemuan tersebut tertutup untuk wartawan. (DAY) Sumber : KOMPAS

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Intelijen

Image
JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan aparat intelijen terutama untuk menghadapi dimensi ancaman yang kian beragam menyonsong milenium ketiga. "Rata-rata per tahun kita membutuhkan 50 personel intelijen, sedangkan kita baru dapat menghasilkan 30 orang per tahun," kata Kepala BIN Syamsir Siregar usai berpidato pada wisuda 61 sarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Kabupaten Bogor, Jumat (2/10). Ia menambahkan, kekurangan aparat intelijen tidak saja terjadi untuk pos-pos di dalam negeri tetapi juga perwakilan RI di luar negeri. "Karena itu, dengan adanya STIN diharapkan kebutuhan aparat intelijen dapat dipenuhi sesuai kebutuhan," lanjut Syamsir. Lulusan STIN yang berdiri pada 2004, utamanya untuk memenuh kebutuhan aparat intelijen di BIN. Selebihnya, disalurkan kepada departemen dan instansi pemerintah yang membutuhkan baik di dalam maupun luar negeri, katanya. Ketua STIN Sutjahjo Adi mengatakan, setiap angkatan p...

BIN Membantah Adanya Sabotase

Image
JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menegaskan tidak ada sabotase dalam rentetan tragedi jatuhnya pesawat dan helikopter TNI dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu dikatakan Kepala BIN Syamsir Siregar di sela rapat dengan Komisi I, di Gedung DPR, Senin (15/6) kemarin. "Tidak ada (sabotase)," kata Syamsir tegas, menjawab pertanyaan wartawan, apakah BIN menangkap ada sinyal kesengajaan dalam sejumlah peristiwa tersebut. (Foto : KOMPAS)

Alumnus Mantan Mujahid Afghanistan Asal Indonesia Tak Selalu Teroris

Image
Palu (ANTARA News) - Seorang pengamat intelijen mengatakan alumnus pendidikan militer di Afganistan tidak selalu menjadi teroris. "Sebab setelah mengikuti pendidikan militer di sana, mereka biasanya menjalani pekerjaannya semula di negaranya masing-masing," kata Wawan H. Purwanto dalam acara "Bedah Buku:Terorisme Undercover; Memberantas Terorisme hingga ke Akar-Akarnya, Mungkinkah?", di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa. Dalam beberapa kali kunjungan ke Afganistan dan sejumlah negara Timur Tengah, Wawan mengaku pernah berdialog dengan peserta dan alumnus pendidikan militer di Afganistan. Sekembali mengikuti pendidikan militer di Afganistan, mereka selanjutnya menekuni pekerjaannya semula, seperti menjadi guru, pegawai konstruksi bangunan di perusahaan swasta, serta sejumlah pekerjaan lainnya. Sedangkan, munculnya beberapa teroris di berbagai belahan dunia, menurut dia, hanya kelompok-kelompok kecil saja, karena tidak menyukai sitem pemerintahan tertentu, termasuk di Ind...

16 Kedubes Indonesia Disadap

Image
Kurangnya Sistem Keamanan Informasi Intelijen YOGYAKARTA--MI: Sedikitnya 16 kantor kedutaan besar Indonesia di berbagai negara telah disadap. Hal ini membuat pemerintah harus memperbaiki keamanan informasi di seluruh kantor besar yang ada. Hal itu diungkapkan mantan Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Laksamana Muda (Purn) Subardo di sela-sela Seminar Hari Kesadaran Keamanan Informasi (HKKI) di Fakultas MIPA UGM, Kamis (24/4) Menurutnya hal ini terjadi karena kesadaran keamanan informasi di Indonesia masih sangat rendah. "Lihat saja laporan Kepala Lemsaneg belum lama ini yang menyebut 16 kedubes Indonesia telah disadap. Hal ini jelas sebagai preseden buruk dan membuat kita harus lebih berhati-hati melakukan pengaman khususnya informasi," kata Subardo. Namun ia tidak menyebut kedubes mana saja yang disadap termasuk siapa dan bagaimana cara penyadapan. Menurutnya penyadapan ini sudah ditemukan beberapa waktu lalu sehingga harus dilakukan perbaikan total terhadap sistem keama...