Posts

Showing posts with the label Artileri Medan

TNI AD Tertarik Membeli Peluncur Roket Multilaras HIMARS

Image
HIMARS milik AD Singapore (Foto: mindef.gov.sg) JAKARTA - Selain pengadaan Main Battle Tank, TNI AD juga melirik peluncur roket multi laras (Multiple Launch Rocket System/MLRS) guna memperkuat arsenal artileri medan (Armed) dan pertahanan udara (Hanud). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo dalam paparannya saat raker antara Komisi I dan Kementerian Pertahanan mengungkapkan, Selasa (24/1) kemarin mengungkapkan rencana pengadaan MLRS ini sudah dimasukkan dalam shopping list alutsista yang akan dibeli TNI AD. Salah satu incaran TNI AD adalah truck berpeluncur roket HIMARS (High Mobility Artilery Rocket System) buatan buatan Lockheed Martin, Amerika. “Selain digunakan untuk Armed juga untuk Hanud karena saat ini yang kami punya produk kelahiran tahun 1960-an. Nantinya setelah kami dapatkan harga pastinya akan disampaikan ke Parlemen,”kata KSAD di gedung DPR RI. Dengan persenjataan ini, KSAD yakin, Indonesia akan memiliki efek gentar terhadap negara-negara lai...

Caesar Nexter 155mm, The Next Howitzer Armed TNI AD

Image
Beragam alutsista kebutuhan TNI AD rencananya bakal dipasok oleh pabrikan di Eropa dan Amerika, dimana salah satu kebutuhan yang dianggap mendesaak oleh Mabes TNI AD (Mabesad) adalah meriam artileri/ Howitzer. Jenis meriam Howitzer kaliber terbesar yang dimiliki TNI AD saat ini berkaliber 155mm yang di dapat dari Singapura, FH-2000. Untuk penambahan senjata arsenal ini TNI AD tertarik untuk mengakuisisi meriam Howitzer 155mm dari Perancis. Minat TNI AD akan meriam ini kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan Wamenhan, Sjafrie Samsoedin pada 16-18 September 2011 lalu saat kunjungan kerja kebeberapa negara di Eropa. Berdasarkan rekomendasi dari Mabesad Wamenhan menyempatkan diri untuk mampir dan menyaksikan secara langsung kebolehan CAESAR di pabrik pembuatnya Nexter System, di Canjeur-Prancis. CAESAR Nexter adalah meriam artileri 155mm yang di angkut truck Unimog (U2450) berpenggerak roda 6x6. Ranpur artileri ini cukup mumpuni bergerak disegala medan dan mampu digelar dalam hitungan me...

Uji Penembakan Meriam Howitzer 105mm KH-178

Image
LUMAJANG - Batalyon Artileri Medan 9/ Kostrad (Yonarmed 9) 19 April lalu melakukan uji penembakan meriam Howitzer 105 mm terbaru dari Korea jenis KH-178 di lapangan tembak ASR (Air Shooting Range) TNI AU Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur. Pembelian meriam ini merupakan lanjutan dari Kontrak Eksport (KE) pembelian alutsista TNI AD dari Korea. Pengujian melibatkan beberapa personel dari Pusdikarmed Pussenarmed Kodiklat TNI AD maupun personel dari Yonarmed 9/ Kostrad. Kegiatan penembakan ini telah melalui beberapa rangkaian meliputi : pelatihan operator meriam yang telah dilaksanakan di Yonarmed 9/ Kostrad pada tanggal 16-23 Maret 2011 dan Uji Fungsi meriam KH 178 yang telah selesai dilaksanakan di lapangan tembak Batujajar, Bandung pada 5 April 2011. Pengujian ini di hadiri oleh para pejabat Staf Umum Angkatan Darat, Kementrian Pertahanan RI, Dislitbangad, Ditpalad serta dari pihak pabrikan Hanwa Corporation Korea. Tujuan penembakan ini adalah untuk mencari Spesifikasi Standart Penerimaa...

Warga Tolak Rencana Uji Coba Senjata Artileri TNI

Image
Meriam Howitzer 155mm/52, FH-2000 (Field Howitzer 2000) SEMARANG - Warga Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menolak rencana uji coba persenjataan baru milik jajaran Kodam IV/Diponegoro karena khawatir lahan yang telah ditanami berbagai tanaman pertanian tersebut menjadi rusak. Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letnan Kolonel Infanteri Zaenal yang dihubungi melalui telepon, dari Semarang, Senin (11/4) malam, mengatakan pertemuan antara pihak terkait dengan para warga yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kebumen masih berlangsung. "Pertemuan dengan puluhan warga setempat dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono, Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang dan difasilitasi Bupati Kebumen Buyar Winarso masih berlangsung hingga tengah malam," ujarnya. Ia mengatakan, pertemuan sejumlah pihak terkait para warga tersebut untuk mencari titik temu dalam permasalahan tersebut dan menghindari tindakan anarkis yang kemungki...

Armed Kostrad Perbarui Alutsita

Image
105mm Towed Howitzer KH-178 MAGELANG - Alutsita artileri medan (Armed) Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kostrad) akan diperbarui menjadi lebih canggih. Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Armed TNI AD, Brigjen TNI A. Agung Gde Suardhana, di Magelang, Kamis (16/12), mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Ia mengatakan, diharapkan regenerasi alutsita ini akan membantu Armed dalam menjawab tantangan zaman yang lebih kompleks dan berat. Menurut dia, meriam 76 mm yang telah lama digunakan Armed akan diganti meriam 105 mm KH 178 buatan Korea Selatan yang lebih mutakhir. Pasukan Armed juga akan mendapat tambahan senjata baru, yakni roket WR 40 Langusta buatan Polandia. "Penambahan dan regenerasi beberapa alutsita ini harus dijadikan tantangan untuk terus maju. Jangan dianggap sebagai kendala," katanya pada pengarahan kepada 350 prajurit Armed 3/105 Tarik Magelang di Mako Armed 3. I...

Artileri Medan FH-88/2000

Image
FH-2000 (Field Howitzer 2000) adalah meriam Howitzer berkaliber 155mm/52 yang dapat ditarik/gandeng menggunakan kendaraan angkut berat, meriam ini dikembangkan oleh Singapore Technologies (ST) untuk kebutuhan AD Singapura. Jarak tembak maksimum meriam ini mencapai 42 kilometer menggunakan amunisi khusus, uji coba lapangan pertama dilakukan di New Zealand. Pengoperasian meriam diawaki oleh 8 personel dan menggunakan mesin Diesel berdaya 75 hp untuk menggerakkan meriam secara mandiri (self propelled) dengan kecepatan 10 Km/jam tanpa perlu ditarik kendaraan pengangkut. Pengembangan FH-2000 merupakan pengembangan dari sistem meriam FH-88 yang pertama kali diproduksi pada tahun 1983 dengan menggunakan komponen yang sama. Pengembangan FH-2000 dimulai tahun 1990, dengan prototipe pertamanya diproduksi pada tahun 1991. Prototipe awal kemudian dikembangkan lebih lanjut lagi dan di tes kembali pada bulan Desember 1993. Pada awalnya sejumlah meriam FH-88 banyak yang menggunakan kaliber laras 52mm...

Simulator Meriam 57mm/S-60 Produk Unggulan Litbang Angkatan Darat

Image
Dengan latar belakang instruksi Presiden RI dan kebijakan Menteri Pertahanan RI tentang pengadaan Alutsista Litbang TNI – Angkatan Darat termasuk Pusat Kesenjataan Arteleri Pertahanan Udara (PUSSENARHANUD) Kodiklat TNI AD senantiasa menggiatkan inovasi dan kreativitas untuk melengkapi dan memodernisir persenjataannya. Pussenarhanud Kodiklat mampu menciptakan Simulator Meriam 57 mm/s-60 yang merupakan produk unggulan Litbang TNI – Angkatan darat. Pengalaman selama ini telah membuktikan bagaimana ketergantungan terhadap Alutsista produk negara asing banyak merugikan TNI. Memang tidak satupun negara di dunia ini yang sanggup mandiri secara hakiki dalam melengkapi kebutuhan Alutsistanya, tetapi sudah waktunya TNI mengurangi ketergantungan itu dengan memberdayakan kemampuannya dan memanfaatkan produk pabrikan dalam negeri, tidak selalu mengandalkan produk negara asing untuk melengkapi dan memodernisir persenjataan TNI. Dalam masalah kemandirian alat pertahanan, Presiden RI Susilo Bambang Y...

ARCHER : Artilery System

Marinir akan Menurunkan RM-70 Grad di Karang Tekok

Image
SURABAYA--MI: Korps Marinir akan melakukan uji coba roket RM Grad 70 MM buatan Ceko di pusat latihan tempur Karang Tekok, perbatasan Kabupaten Situbondo dengan Banyuwangi, Jatim, Sabtu, 2 Februari 2008. Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Letkol Laut (KH) Toni Syaiful di Surabaya, Selasa (29/1), mengemukakan bahwa uji coba itu merupakan rangkaian dari latihan puncak TNI AL bersandi Armada Jaya XXVII/2007. "Roket itu mampu menghancurkan sasaran seluas tiga hektar dengan jangkauan sekitar 60 kilometer dari pusat penembakannya. Namun karena ini ujicoba, maka jangkauannya hanya distel sekitar 15 kilometer. Kalau sesuai kemampuannya, nanti bisa meledak di Jember," katanya. Perwira menengah melati dua itu mengemukakan bahwa roket yang dimiliki Marinir sekitar dua tahun lalu itu, bisa diluncurkan satu kali dalam satu laras sebanyak 40 unit sekaligus. Selain peluncuran roket, sebanyak 1.300 prajurit korps baret ungu Marinir akan melakukan pendaratan di Pantai Banong...

Artileri Darat

Image
Foto Courtesy : Kopassus AMX VCI (véhicule de combat d'infanterie), ranpur angkut pasukan buatan Perancis Light Tank, AMX-13 buatan Perancis AMX-13 dan AMX VCI Howitzer kaliber 155 mm, buatan Singapore, FH 2000 (arsenal terbaru) AMX-13 dan FH 2000 AMX-13

Sarana Pengangkut RM-70 Grad Dalam Operasi Amfibi (Bagian IV)

Image
Landing Craft Air Cushion Landing Craft Air Cushion atau Sekoci Pendarat dengan Bantalan Angin adalah salah satu sarana transportasi dari laut ke darat untuk mengangkut dan mendaratkan material tempur, unsur-unsur pendukung operasi militer serta pasukan pendarat dan perlengkapannya. LCAC dapat bergerak dengan sangat cepat dari laut ke darat dengan ruang muat yang cukup besar untuk mendaratkan material tempur dan unsur-unsur operasi amfibi pada gelombang terencana. Sarana angkut ini cukup fantastis, yaitu memiliki kecepatan 40 knot dan daya jelajah 200 mil. Kecepatan ini jauh melampaui sarana pendarat konvensional yang hanya mampu melaju 11 knot. Di samping itu kemampuan angkut LCAC mampu mengangkut/ membawa 1 pleton (sekitar 30 orang) dan 1 Tank Tempur Utama (Main Battle Tank) atau 4 (empat) kendaraan lapis baja angkut pasukan (Rantis 5 Ton). Dalam operasinya LCAC ini dapat melaksanakan operasi amfibi lintas permukaan dari balik cakrawala dengan kuantitas besar, cepat dan mampu memberi...

Sarana Pengangkut RM-70 Grad Dalam Operasi Amfibi (Bagian III)

Image
LCU TNI AL Pada kenyataannya kita sudah mempunyai sarana angkut jenis LCU, namun dalam penggunaannya bukan dititik beratkan pada/ sebagai sarana angkut dalam operasi amfibi. Penggunaan LCU yang kita miliki masih terbatas pada pengangkutan dan penyeberangan baik untuk personel maupun material (kendaraan/alat berat) di daerah perairan pedalaman, antar pulau-pulau dan selat yang jaraknya relatif dekat. Hal ini tidak jauh beda dengan LCU yang dimiliki oleh TNI AD ataupun Dinas perhubungan (ASDP). LCU yang dimiliki KRI Surabaya (951), pada dasarnya mampu memuat RM-70 Grad, tapi kendaraan ini harus dalam kondisi berat kosong tanpa munisi dan awak ranpur, yaitu 18.400Kg (lihat karakteristik KRI Surabaya). Sarana pendarat yang memungkinkan Dengan melihat perkembangan doktrin dan taktik operasi amfibi maka RM 70 Grad dapat dilibatkan dalam pelaksanaan Operasi Amfibi maupun operasi operasi lainnya dengan menggunakan sarana angkut LCU atau LCAC. Landing Craft Utility Landing Craft Utility atau se...

Sarana Pengangkut RM-70 Grad Dalam Operasi Amfibi (Bagian II)

Image
Kendala Sarana Angkut Doktrin Strategi, taktik dan teknik peperangan amfibi yang merupakan proyeksi kekuatan tempur dari laut ke daratan sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Melalui tahapan pengembangan teknologi dan kajian terhadap konsep operasi amfibi dari tahun ke tahun telah ditemukan prosedur pengiriman pasukan dan material tempurnya dari laut ke pertahanan musuh di daratan secara cepat, akurat dan dengan risiko minimal. Bagian vital dari keberhasilan operasi amfibi adalah keberadaan berbagai sarana pendarat yang diibaratkan sebagai “Kaki” satuan tugas pasukan pendarat dalam mengirimkan kekuatannya kepantai lawan. Selama satu abad teknologi sarana pendarat Marinir belum mampu keluar dari kelemahan utamanya yaitu : “menggabungkan kapasitas angkut dan kecepatan” Padahal sarana-sarana pendarat itu diibaratkan sebagai kaki suatu satuan/gugus tugas amfibi untuk melangkah sekaligus menguasai pantai musuh. Sarana-sarana pendarat yang dimiliki Korps Marinir pada hakikatnya memiliki k...

Sarana Pengangkut RM-70 Grad Dalam Operasi Amfibi (Bagian I)

Image
Oleh : Kapten Mar. Wahyudi. S Dalam setiap operasi, Artileri Medan memegang peranan dalam memberikan bantuan tembakan. Artileri Medan memiliki mobilitas dan kekenyalan yang dapat mengefektifkanketerbatasan waktu dan ruang yang tersedia bagi komandan satuan manuver. Dengan tembakan-tembakannya, Artileri Medan mampu mencapai medan-medan yang sulit dijangkau oleh satuan lain dan dapat menghancurkan serta menetralisir sasaran penting jauh didaerah pedalaman musuh. Selain itu dalam suatu pertempuran, artileri Medan juga mampu memusatkan tembakan-tembakan secara efektif, mempunyai jarak tembak dan daya manuver yang besar serta mampu mengadakan pendadakan pada daerah kosentrasi musuh. Di dalam operasi Amfibi, Artileri Medan adalah salah satu sarana utama bantuan tembakan yang diintegrasikan dalam Batalyon Tim Pendarat ataupun Brigade Pendarat. Dengan memperhatikan beberapa pertimbangan sebagai perkembangan rencana Artileri Medan pada saat awal pendaratan, terutama pada saat awal serbuan maka ...

MLRS (Multiple Launch Rocket System) - Korea

"M270A1 firing during a live fire in Korea" Download Video