Posts

Showing posts with the label Rudal Pertahanan Udara

Depo Pemeliharaan TNI AU Buka Pendidikan Teknisi Rudal QW-3

Image
MADIUN - Alutsista TNI AU yang kian berkembang tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang profesional dan berkualitas. Demikian dikatakan Komandan Depohar 60 Kolonel Tek Ir. Sugeng Arianto, saat membuka Pendidikan Binterampil Teknisi Rudal QW-3 Angkatan II di Depohar 60, Senin (16/4). Komandan Depohar 60 dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan Binterampil Teknisi Rudal QW-3 merupakan salah satu aspek pembinaan dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya bidang persenjataan, sekaligus merupakan upaya nyata, guna mengatasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. “Oleh karena itu upaya peningkatan kemampuan dan profesionalitas termasuk kaderisasi selalu diprogramkan secara terus menerus baik langkah maupun tindakan diantaranya melalui penyelenggaraan pendidikan Binterampil Teknisi Rudal QW-3,” kata Dandepohar 60 seperti dilansir Kapentak Lanud Iswahyudi Mayor Sus Sutrisno yang diterima Jurnal Nasional. Pe...

Indonesia Produksi Bersama Berbagai Jenis Rudal Dengan Industri Pertahanan China

Image
Rudal CM-802AKG, rudal udara ke darat hasil pengembangan rudal C-802 yang akan diakuisisi oleh Indonesia (Foto: CHINAMILITARY.NET) JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama pejabat lainnya dari 19-21 Februari ini melakukan kunjungan kerja ke China dalam rangka memenuhi undangan Menteri Pertahanan China Jenderal Liang Guanglie. "Hari pertama di Beijing Menhan melakukan kunjungan, menggelar diskusi, serta meninjau dua kompleks industri pertahanan China yang terkait dengan produksi peluru kendali," tulis siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (20/2). Dalam kunjungannya kali ini, Menhan didampingi oleh Wakil KSAL Lakdsya TNI Marsetio, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, Kabaranahan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, serta Karo TU Kemhan Laksma TNI Yuhastiar. Di kompleks industri pertahanan inilah dicapai kesepakatan untuk melakukan kerja sama industri pertahanan, yang meliputi alih teknologi dan produksi...

TNI AL Sukses Memodifikasi Rudal SAM Seacat

Image
SELAT SUNDA - Sebuah Rudal anti pesawat (SAM) Seacat yang sudah dimodifikasi milik TNI AL, ditembakkan dari buritan KRI Oswald Siahaan-354 (KRI OWA-354), saat berlayar di Selat Sunda, Selasa (19/4). Rudal seacat adalah jenis rudal anti pesawat jarak pendek buatan Inggris. Di Inggris pembuatan rudal ini dimaksudkan untuk mengganti meriam anti pesawat Bofors 40mm, dan seacat menjadi rudal SAM pertama yang dioperasikan dikapal sebagai point-defence missile system. Rudal Seacat memiliki spesifikasi kecepatan tembak 228,60 m per detik, panjang 154,8 Cm dan jarak tembak maksimum 5 Km tersebut, dalam rangka Operasi Jala Perkasa.FOTO ANTARA/Eric Ireng/spt/hm/11

Uji Tembak Rudal Dilakukan Rabu Besok

Image
JAKARTA - TNI akan menguji coba rudal Yakhont pada Rabu esok (20/4), lokasi pengujian ada di sebelah barat Selat Sunda, di Samudera Hindia. Rudal Yakhont memiliki jangkauan maksimal 300 kilometer, dengan hulu ledak 200 kilogram dan kecepatannya dua setengah kali kecepatan suara (2,5 mach). "Sasaran tembaknya eks KRI Teluk Bayur-502" ujar Kadispen TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama, Tri Prasodjo saat berbincang di KRI Surabaya 591, Jakarta, Selasa (19/4). Rudal asal Rusia itu dibeli dengan harga US$1,2 juta perunit. Namun Tri tidak menyebutkan berapa rudal Yakhont yang dibeli. "Yang jelas kita belinya lebih dari satu. Sehingga kalau satu ditembakkan masih punya lagi," kata dia. Pembelian rudal asal Rusia itu kata Tri untuk melengkapi sistem persenjataan strategis TNI. Namun dia menegaskan, pembelian senjata strategis bukan diperuntukkan semata-mata untuk tujuan perang. Senjata canggih, kata Tri, harus dimiliki TNI untuk mempertahankan sistem pertahanan dan keaman...

Pekan Depan TNI-AL Uji Tembak Beberapa Rudalnya di Samudra Hindia

Image
JAKARTA - TNI akan melakukan uji coba sejumlah senjata strategisnya pekan depan, demikian diungkapkan juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (16/4). Dia mengatakan, uji coba bakal dilakukan di Samudra Hindia atau sebelah barat Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah unsur tempur lainnya. Beberapa senjata strategis yang akan diuji coba adalah rudal anti kapal permukaan P-800 Yakhont dan Exocet MM-40, rudal anti pesawat Mistral dan Sea Cat, Torpedo SUT serta anti-sub mortar RBU 6000. "Masing-masing akan ditembakkan dari sebuah KRI menuju satu target sasaran berupa kapal di tengah laut," katanya, menambahkan. Iskandar menambahkan, rudal Yakhont yang bakal ditembakkan KRI Oswald Siahaan-354, merupakan salah satu dari empat rudal yang dibeli dari anggaran TNI. Korvet kelas Sigma, KRI Hassanuddin-366 Sedangkan, Exocet MM-40 dan Mistral akan ditembakkan dari KRI Hassanuddin-366, sementara torpedo SUT ditembakkan dari KRI Cakra-402, rudal...

TNI AU Ujicoba Radar Mobile 'Smart Hunter'

Image
MADIUN - Tak hanya QW-3, Smart Hunter kini telah juga dimiliki Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhasau), pada kesempatan tersebut di uji coba di main appron Lanud Iswahjudi yang diperagakan oleh personel Paskhasau, Rabu (23/3). Rudal QW-3 yang memiliki jarak tembak efektif 6000 meter tersebut kini dilengkapi dengan peralatan Smart Hunter, semacam radar mobile dengan jarak jangkau sejauh 20-30 kilo meter. Dalam pengoperasianya alat buatan Cina tersebut dapat dioperasikan oleh lima personel Paskhasau dan dapat berpindah-pindah tempat. Smart Hunter yang diperagakan yaitu digunakan untuk mengetahui keberadaan posisi pesawat musuh, sehingga memudahkan bagi ”Gunner” untuk melakukan penembakan dengan menggunakan Rudal QW-3. Dalam uji coba yang disaksikan oleh pejabat dari Mabesau, Makor Paskhasau, Lanud Iswahjudi dan Depohar 60 tersebut menggelar peralatan Smart Hunter untuk mengetahui efektifitas peralatan tersebut serta mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggelar Smart Hunte...

TNI AL Akan Uji Tembak Rudal Yakhont, Exocet dan Mistral

Image
Frigat Van Speijk Class, KRI Karel Satsuitubun-356 JAKARTA - TNI Angkatan Laut dalam waktu dekat akan melaksanakan uji coba penembakan terhadap tiga jenis senjata strategis terbaru. Senjata strategis tersebut yakni Rudal Yakhont, Rudal Exocet MM-40 dan Rudal anti Serangan Udara, Mistral. Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno, Selasa (1/3), saat memberikan pengarahan dihadapan 300 Pejabat TNI AL, Pangkotama, dan Perwira Menengah setingkat Kolonel Kotama wilayah Jakarta, di Gedung Serba Guna Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur. Menurutnya, rencana uji coba penembakan Rudal Yakhont akan dilakukan uji tembak dari Frigat KRI Oswald Siahaan-354 (Van speijk Class). Sedangkan Rudal Exocet MM 40 dan Rudal Penangkis Serangan Udara Mistral akan ditembakkan dari KRI Diponegoro-365 (Sigma class). “Ketiga senjata saat ini telah selesai diinstalasikan di kapal,” kata Kasal dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut. Pada kesempatan itu, KSAL menginstruks...

Uji Tembak Rudal Hanud QW-3 di Pacitan

Image
PACITAN - Uji tembak peluru kendali (rudal) QW-3 dilaksanakan di lapangan tembak depohar 60, desa gesingan, pantai selatan kabupaten pacitan, Kamis (10/06) disaksikan oleh para pejabat TNI AU, Dephan, dan Mabes TNI. Kegiatan uji tembak tersebut berjalan cukup lancar dengan keberhasilan rudal mengenai target drone secara tepat. Uji tembak rudal QW-3 dengan sasaran target drone ini dimaksudkan sebagai realisasi dari kegiatan penerimaan barang kontrak dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana berfungsinya sistem kerja material QW-3 tersebut dan layak digunakan sebagai salah satu alutsista AU. Dan yang terpenting dari uji tembak ini dapat memberikan masukan bagi pimpinan AU dalam menentukan kebijakan selanjutnya. Rudal qw-3 yang berbobot 16 kg ini mempunyai panjang 1,5 meter dan merupakan salah satu jenis rudal hanud (pertahanan udara) generasi baru yg menggunakan sistem manpad/ rudal panggul. memiliki kemampuan anti jamming dan menghindar flare. Sementara sasaran tembak berupa pe...

The S-300P surface-to-air missile system

Image
Class: medium/long-range surface-to-air missile system

2009, TNI AU Tambah Tiga Radar di Wilayah Timur

Image
Radar Master-T TNI Angkatan Udara (AU) mendatangkan tiga radar pertahanan udara produksi Perancis (Thales Raytheon) tahun 2009. Penambahan itu diharapkan bisa memperbaiki pertahanan wilayah udara Indonesia bagian Timur yang selama ini sering dimasuki penerbangan gelap (black-flight) dari luar teritorial. Radar ini berkemampuan deteksi tinggi, jangkauan maksimum 444 Km dan minimum 8 Km hingga ketinggian 100.000 feet. Selain mempunyai kapabilitas mendeteksi objek di udara radar ini juga mempunyai kemampuan penjejakan taktis 3 Dimensi sehingga mampu menjadi radar pengintai serta dapat di integrasikan dengan sistem rudal pertahanan udara. ”Radar itu akan ditempatkan di wilayah timur pertahanan udara, yakni di Saumlaki, Merauke dan Timika di Papua,” kata Kepala Staf TNI AU Marsekal Subandrio, Jumat (19/12), seusai menghadiri serah terima jabatan Kepala Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Seskoau) dari Marsekal Muda Yunianto S Y kepada Marsekal Pertama Rodi Suprasodjo di Lembang, Kabupaten Band...

Pati TNI Membuka Gladi Lapangan Hanudnas TUTUKA 32/08

Image
Panglima TNI Jendral TNI Djoko Santoso selaku Pimpinan Umum gladi lapangan pertahanan udara nasional (Glalap Hanudnas) didampingi Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI Marsekal Madya TNI IB. Sanubari sebagai Direktur Latihan (Dirlat) dan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Pandji Utama sebagai Komando Pengendali Operasi (Kodalops), membuka Glalap Hanudnas “Tutuka XXXII tahun 2008”, melalui Voice tele konvren di ruang Pusat Operasi Udara Nasional (Popunas) Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/9). Gelar Glalap Hanudnas “Tutuka XXXII/08” yang merupakan latihan puncak Kohanudnas ini, sebagai uji rencana operasi (RO) dan rencana kontijensi (Renkon) dan Doktrin Opsgab TNI, Doktrin Angkatan dan Doktrin Hanudnas, serta sebagai ukur kesiapsiagaan operasi sistim pengamatan, identifikasi dan penindakan ancaman musuh dari udara yang nyata. Dalam Glalap Hanudnas “Tutuka” ini, seluruh sistim Hanud baik Hanud Titik, Hanud Terminal...

Video : U.S. Launches Spy Sat Missile

The Pentagon has run video of the launch of a U.S. Navy missile aimed at destroying one of its spy satellites which had become disabled. Animation :

Iran says still negotiating purchase of Russia's S-300 systems

Image
TEHRAN, February 1 (RIA Novosti) - A non-official Iranian news agency quoted a top diplomat as saying on Friday that Iran is still in talks with Russia on buying advanced S-300 air defense systems, despite an earlier denial from Moscow. In December 2007, Russia's Federal Service for Military-Technical Cooperation said that the issue of the delivery of S-300 air defense missile systems to Iran, raised by the media, was not a subject of current negotiations and had not been discussed with the Iranians. "The statement that many considered to be a denial of the negotiations on S-300 was simply a statement by a Russian official who referred to the latest round of military cooperation talks in Tehran [in December 2007]," Mehdi Safari said in an interview with the Iranian Students' News Agency (ISNA). "However, the sides [Iran and Russia] are continuing work to study the possibility of delivering these [S-300] systems to Iran," Safari said. The issue was first rais...

Taiwan Pamerkan Pangkalan Rudal

Image
Sanchih (ANTARA News) - Pasukan udara Taiwan memamerkan sebuah pangkalan rudal penting Selasa, membolehkan wartawan ke fasilitas itu untuk pertama kalinya di tengah peringatan oleh Presiden Chen Sui-bian mengenai penambahan rudal Cina. Dalam kunjungan ke pangkalan berkeamanan-tinggi di luar ibukota Taipei itu, pasukan udara berusaha untuk mendemonstrasikan bagaimana unit rudal tersebut akan menanggapi serangan udara dari Cina jika terjadi perang. Beijing telah acapkali memperingatkan serangan seandainya Taiwan menyatakan resmi kemerdekaan. Dalam kunjungan itu, wartawan Taiwan dan asing melihat pusat komando pangkalan tersebut, tempat rudal permukaan-ke-udara Tien Kung dikerahkan. Sejumlah pejabat menunjuk layar elektronik yang dihubungkan dengan sebuah sistim radar canggih yang mampu melacak banyak sasaran hingga 300 Km jauhnya. Selengkapnya>>

India Kembangkan Sistem Pertahanan Anti-rudal Balistik

Image
Delhi (ANTARA News) - India akan mengembangkan sistem pertahanan buatan sendiri untuk menangkal dan menghancurkan rudal balistik pada 2010, kata Direktur Riset Pertahanan India, V. K. Saraswat, Kamis. Sistem pada sat sedang dirancang dan akan melakukan ujicoba pada 2009, kata Saraswat seperti dikutip media dalam konferensi sains di Visakhapatnam. Sistem tersebut memiliki kemampuan untuk mendeteksi, menangkal dan menghancurkan rudal balistik jarak menengah dan antar-benua dari negara mana pun, katanya menambahkan. India baru-baru ini memperlihatkan kemampuannya menghadapi berbagai rudal dalam kelas itu mulai dari 2,000 hingga 2,500 km, katanya, seperti dilaporkan VNA. (*) Sumber : ANTARA

Rudal Cina Warisan Jenderal Djoko

Image
Teka-teki tentang pengganti Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) terjawab sudah. Letjen Agustadi Sasongko Purnomo dilantik Presiden Susilo Bambang "SBY" Yudhoyono, Jumat pekan lalu, di Istana Negara, Jakarta. Mantan Sekretaris Menko Polhukam ini menggantikan Jenderal Djoko Santoso, yang dipromosikan menjadi Panglima TNI. Begitu Agustadi memegang tongkat komando TNI-AD, Senin lalu, beragam program pun disusunnya. Antara lain, meningkatkan kesejahteraan prajurit dan melakukan muhibah untuk meninjau langsung kesiapan prajurit TNI dari Sabang hingga Merauke. Tak lupa, Agustadi juga mencanangkan program pengadaan alat utama sistem kesenjataan (alutsista) pasukannya. "Kami akan memprioritaskan pengadaan alutsista dari dalam negeri," ujar Agustadi. Optimalisasi industri senjata dalam negeri ini menjadi pertimbangan utama penerima Adi Makayasa TNI-AD 1974 itu. Beberapa peralatan ringan hingga panser buatan dalam negeri rencananya segera mengisi kekuatan TNI-AD. Meski begit...

SAM Manpads Personel

Image
Paskhas (TNI-AU Special Force) with Qinwei, QW-3. Marines with SA-8 "Igla" Army with RBS-70

Russia to Deliver S-300 Missile Defense Systems to Iran

Image
Iran will receive the first shipments of the Russian S-300 PMU-1 air/missile defense systems next year (2008), an unidentified defense industry source told the Russian news agency Interfax. The Russian agency confirmed the Iranian Defense Minister Mostafa Najjar quoted saying that Iran will soon receive the missiles, under a previously signed contract. Officially, the Russian federal service of military technical cooperation (FSMTS) denied the issue has been disclosed in Iran, or that such a contract has been signed, defining the the recent news as 'irrelevant'. However, the Russian newspaper Kommersant claimed the value of the S-300 sale is estimated at US$800 million. Continue reading>>

Uji Tembak QW-3 di Natuna

Image
Uji coba penembakan rudal panggul antipesawat QW-3 buatan China dilakukan TNI AU di Bukit Pantai Senubing, Natuna, Kepulauan Riau, Riau, Senin (13/8). Dua rudal QW-3 dilepaskan oleh dua personel Pasukan Khas TNI AU. Kedua rudal tepat mengenai target berupaj1are yang dilepaskan pesawat Hawk 109/209 Skuadron Udara 1 Pontianak dari ketinggian 7.000 kaki (2.133 meter). Riri/ Kompas

S-400 Akan di Pasang Seputar Moscow 6 Agustus Nanti

Image
Russia akan menempatkan batalion sistem rudal pertahanan udara S-400 disekitar Moscow pada 6 Agustus nanti, demikian yang dikatakan jubir AU-Russia. S-400 Triumf (NATO codename SA-21 Growler) adalah sistem rudal pertahanan udara terbaru yang dikembangkan Almaz Central Design Bureau, hasil upgrade S-300 family. "Batalion pertahanan udara yang dilengkapi S-400 Triumf ini akan ditempatkan di pos-pos komando gugus tempur seputar area kota Moscow, agustus nanti" ungkap Colonel Alexander Drobyshevsky saat konfrensi pers Selasa (24/7/2007). Sebelumnya Russia sukses melakukan uji-tembak S-400 pada 12-13 Juli 2007 lalu di fasilitas komplek uji pertahanan udara, Kapustin Yar, Region Astrakhan. Drobyshevsky mengatakan unit pertama batalion telah tiba di lokasi penempatannya di Region Moscow dan telah dipersiapkan combat-duty-nya. Menurut beberapa sumber, batalion regular S-400 ini dilengkapi sedikitnya 8 launchers dan 32 misil serta pos komando yang bisa berpindah-pindah.