Friday, October 30, 2009

Dephan Pertimbangkan Kembali Hercules Bekas dari AS

JAKARTA - Departemen Pertahanan mempertimbangkan lagi rencana pembelian pesawat Hercules C-130 tipe H dari Amerika Serikat. Pasalnya, pesawat yang direncanakan adalah pesawat bekas.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Sarana Pertahanan Marsekal Muda Eris Heriyanto kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (29/10). "Masih ada yang perlu dipertimbangkan dalam pengadaan pesawat tersebut. Ini ada soal kecanggihan teknologi. Pesawat tipe H ini merupakan tipe lama yang dikhawatirkan pengadaan suku cadangnya akan diabaikan oleh pabrik," kata Eris.

Meski pesawat bekas, ia nyatakan hal itu bukan masalah. Alasannya, pesawat yang telah di-refurbish memiliki kemampuan terbang hingga 20 ribu jam. Waktu terbang ini bisa diperpanjang dengan peningkatan perawatan. Namun, pemerintah memikirkan risiko kelangkaan suku cadang jika pabrikan tidak lagi memproduksi.

"Antara tipe H dan tipe J itu jauh berbeda. Hingga saat ini, selain tawaran pengadaan enam pesawat Hercules bekas datang dari Amerika, Norwegia juga menawarkan hal yang sama. "Mereka berjanji akan kembali mengadakan pembicaraan dengan Dephan. Kemungkinan akhir tahun ini akan ada lagi pertemuan dengan mereka," tukasnya.

Thursday, October 29, 2009

Dephan Serahkan Cetak Biru Strategi Pertahanan ke Komisi I

JAKARTA - Departemen Pertahanan menyerahkan cetak biru strategi pertahanan pada Komisi I DPR RI. Cetak biru tersebut merangkum ancaman serta tantangan dan dihadapkan pada anggaran.

Hal ini disampaikan oleh Karo Humas Dephan Brigjen Slamet Hariyanto kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10).

"Dalam rangka DPR baru, mereka mengadakan silaturahmi dengan menhan yang baru. Menhan juga menindaklanjuti dengan penyerahan blue print pertahanan kepada Komisi I," kata Slamet.

Ia menerangkan secara garis besar, cetak biru tersebut menggambarkan apa yang menjadi tantangan dan ancaman untuk menentukan kemampuan mengatasi. Kemampuan untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, terpulang pada bujet.

"Jadi, kita menyusun kemampuan pertahanan tanpa bujet, ya ga bisa. Muaranya pada bujet untuk kita kelola sebaik-baiknya," terangnya.

Meski demikian, Slamet menolak jika masalah bujet tersebut berkaitan dengan adanya rencana penambahan anggaran. "Bukan begitu," elaknya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Kemal Aziz Stamboel mengatakan ada empat produk strategis pertahanan negara yang disampaikan oleh Dephan. Terdiri dari Doktrin Pertahanan, Strategi Pertahanan, Postur Pertahanan, dan Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. Dokumen tersebut kedepannya akan digunakan sebagai landasan dalam menganalisa kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan ke depan.

"Saya baru dapat jadi belum lengkap mendalaminya. Tentu akan di bahas di Komisi untuk pemahaman lebih dalam dan dicerna," tandasnya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Latihan Armada Jaya Libatkan 13 Kapal Perang



SURABAYA - Latihan perang Armada Jaya ke-28 tahun 2009 yang digelar TNI Angkatan Laut di Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, melibatkan sebanyak 1.910 prajurit dan 13 armada kapal perang.

Pemberangkatan pasukan dan kapal perang itu dilepas oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno di Dermaga Koarmatim Surabaya, Rabu (28/10).

Kegiatan latihan yang memasuki tahap manuver dan berlangsung mulai 28 Oktober hingga 2 November 2009, juga melibatkan dua pesawat udara, dua helikopter, 30 kendaraan tempur, dan satu kompi pasukan pendaratan Marinir.

Sebelumnya, telah digelar tahap latihan posko (tahap pertama) pada 12-22 Oktober 2009 yang melibatkan sekitar 450 prajurit TNI AL, Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udara (AU).

"Latihan semacam ini memang rutin dilakukan dan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL, untuk memberikan gambaran mengenai hasil pembinaan yang dilakukan terhadap prajurit matra laut dan persenjataannya selama tahun anggaran berjalan," kata KSAL.

Kegiatan ini juga mengintegrasikan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), dengan tujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapan operasional SSAT dan profesionalisme prajurit dalam mengantisipasi ancaman yang mengganggu kedaulatan NKRI.

Laksamana Tedjo Edhy memastikan kapal perang dan kendaraan tempur Marinir yang dilibatkan dalam latihan Armada Jaya telah melalui tahap uji kelaikan dan hasilnya memenuhi syarat untuk digunakan dalam latihan, bahkan pada pertempuran yang sebenarnya.

KSAL mengakui jumlah personel yang terlibat dalam latihan kali ini tidak sebanyak sebelumnya karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

"Anggaran yang terbatas bukan menjadi kendala untuk menggelar latihan tempur meskipun dengan skala kecil karena hal itu merupakan bagian dari kesiapan prajurit TNI AL untuk menerapkan teori yang sudah didapat sebelumnya," tambahnya.

Ia menambahkan, program latihan gabungan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan tiga unsur TNI, rencananya digelar pada 2010 mendatang di Sanggata, Kalimantan Timur.

Dalam skenario latihan Armada Jaya, sebanyak 13 kapal perang bertolak dari Dermaga Kormatim Ujung Surabaya untuk melakukan manuver lapangan di laut, dan kemudian puncaknya berupa operasi serbuan amfibi di Pantai Banongan Asembagus, Situbondo pada 31 Oktober dini hari.

Sumber : ANTARA

Gelar Latihan Armada Jaya ke-28

SURABAYA - Prajurit Korps Marinir TNI AL berjalan menaiki tangga KRI Surabaya-591, di Dermaga Ujung Koarmatim, Rabu (28/10). Sebanyak 1910 personel TNI AL mengikuti Gelar Latihan Armada Jaya Ke-28 Tahun 2009, yang akan dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 2 November 2009 di Pantai Banongan Situbondo Jatim. FOTO ANTARA/Bhakti Pundhowo/EI/ss/09


Latihan Penyergapan Teroris Raider 700 Kodam VII/ Wirabuana

MAKASSAR - Sejumlah pasukan Raider 700 melakukan penyergapan terhadap teroris di Markas Rarider 700 Kodam VII/Wirabuana Makassar, Rabu (28/10). Simulasi yang disaksikan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, tersebut dilakukan guna melatih ketangksan pasukan Raider 700 dalam mempertahankan NKRI dari ancaman luar dan dalam negeri. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ss/pd/09



Wednesday, October 28, 2009

TNI AU bakal Bangun Skuadron Tempur di Medan



MEDAN - Markas Besar TNI Angkatan Udara berencana akan mendirikan sebuah skuadron tempur yang beroperasi di Pangkalan Udara (Lanud) Medan.

Komandan Lanud Medan, Kolonel Pnb Tata Endrataka, di Medan, Rabu (28/10), mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk merealisasikan pendirian skuadron tempur itu. Bahkan, kata dia, Lanud Medan juga dinilai telah siap untuk dijadikan lokasi pendirian skuadron tempur tersebut.

Pihaknya juga sudah memperhitungkan rencana itu dengan kemungkinan perpindahan Lanud Medan terkait akan dipindahkannya Bandara Udara Polonia Medan. "Adanya rencana perpindahan itu akan dibahas sesuai kondisi," kata Tata.

Ia mengatakan, rencana pendirian skuadron tempur itu dilakukan untuk semakin memperkuat pertahanan Indonesia, khususnya dari segi pertahanan udara. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai waktu realisasi rencana pendirian skuadron tempur di Medan.

Jika dilihat dari kondisi keuangan negara, kemungkinan besar rencana pendirian skuadron tempur itu baru dapat dilakukan pada 2014. "Realisasinya sangat tergantung dari kondisi keuangan negara," kata Tata, yang juga mantan Dosen Sesko.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Komisi I Harapkan Menhan Buat Cetak Biru Pertahanan

JAKARTA - Komisi I DPR mengharapkan Menteri Pertahanan menyiapkan cetak biru pertahanan Republik Indonesia. Hal ini menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan Komisi I untuk ditanyakan dalam rapat dengar pendapat pertama dengan Menteri Pertahanan pada 9 November 2009.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I Kemal Stamboel (F-PKS) di Gedung MPR/DPR, Selasa (27/10), seusai rapat Komisi I.

Menurut Kemal, cetak biru itu di antaranya berisi hal-hal yang diantisipasi oleh Departemen Pertahanan berkaitan dengan rencana strategis ke depan. Cetak biru itu, menurut dia, sudah lama dinanti, yaitu sejak Marsekal Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI. ”Turunan dari sana itu misalnya berkaitan dengan alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan anggaran lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin (F-PDIP). Menurut dia, cetak biru itu berisi sistem dan strategi pertahanan, kondisi lingkungan yang tercakup, serta bagaimana filosofi pertahanannya. Dari sana bisa diketahui program jangka panjang dan lima tahunan. ”Kita ingin tahu ancaman ke depan seperti apa dan strateginya seperti apa,” kata purnawirawan mayor jenderal ini.

Menurut catatan Kompas, selama ini yang sudah pernah diserahkan Departemen Pertahanan kepada DPR adalah Strategic Defense Review dan Buku Putih.

Program 100 hari

Komisi I juga akan minta penjelasan tentang hal-hal apa yang hendak diselesaikan Menteri Pertahanan yang baru, Purnomo Yusgiantoro, dalam waktu 100 hari ini. ”Ini akan menjadi awal untuk program 2010,” kata Kemal.

Menurut Kemal, Komisi I belum memiliki agenda yang spesifik. Oleh karena itu, pihaknya menunggu pemaparan dari Menhan. Untuk masalah pengambilalihan bisnis TNI, misalnya, pihaknya ingin mendapat masukan dari Dephan.

Sumber : KOMPAS

Latihan Pemantapan Yonif 400/Raider

SEMARANG - Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Langgeng Sulistyono (kanan), didampingi Danyonif 400/Raider, Widy Prasetijono (kiri), memeriksa pasukan pada upacara pembukaan latihan pemantapan Raider Yonif 400/Raider, di Daerah Latihan (Rahlat) Meteseh, di Semarang, Jateng, Selasa (27/10). Latihan yang akan berlangsung selama dua pekan itu melibatkan sebanyak 762 personil dengan materi antara lain penanggulangan teror dan pertempuran kota. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/hp/09.



Tuesday, October 27, 2009

AS Bantu Pemeliharaan Hercules TNI AU

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membantu pemeliharaan pesawat-pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara melalui program Periodic Depo Maintenance (PDM) yang dibiayai dengan skema Foreign Military Fund (FMF).

Komandan Komando Pemeliharaan Material TNI Angkatan Udara (Koharmatau) Marsekal Muda TNI Sunaryo HW kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (27/10) mengatakan, ada dua pesawat C-130 Hercules Tipe H TNI Angkatan Udara yang akan menjalani pemeliharaan dalam program PDM.

"Satu pesawat akan di-maintenance di AS, satu lagi di Indonesia dengan mendatangkan teknisi dari AS," katanya.

Sunaryo menjelaskan, seluruh biaya pemeliharaan dan teknisi yang akan melakukan pemeliharaan berasal dari AS. Namun, TNI AU juga mengirimkan teknisinya untuk belajar di AS bersamaan dengan program tersebut.

"Jadi, ketika program itu dijalankan di Indonesia, selain ada teknisi TNI AU juga ada teknisi dari AS. Sambil AS melihat, apa saja yang dibutuhkan TNI AU dalam pemeliharaan Hercules," ujarnya.

Sunaryo menambahkan, teknisi TNI AU sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemeliharaan hanya saja pihak AS ingin melakukan pengecekan dan pemeliharaan secara menyeluruh dan teliti.

"Dana yang dibutuhkan keseluruhan untuk program PDM adalah 15 juta dolar AS dan semuannya dari mereka (AS-red) dan akan dituangkan dalam kontrak kerja sama yang kini tengah digodok kedua pihak. Insya Allah akhir tahun ini dapat dilakukan satu pesawat," ungkapnya.

Tak hanya itu, AS juga akan membantu pembangunan bengkel propeler C-130 Hercules di Indonesia.

"Ya kami kemaren mengajukan agar sebagian dana dari program PDM itu digunakan untuk membangun bengkel propeler Hercules. Kalau usulan ini disetujui AS, maka ini akan menjadi bengkel propeler terbesar dan terbaik di Asia," kata Sunaryo.

Tentang kelanjutan penawaran enam Hercules dari AS, ia menjelaskan, tawaran hibah sejumlah pesawat Hercules Tipe H oleh beberapa negara seperti AS, Australia dan Norwegia, berasal dari negara-negara yang akan mengganti Herculesnya dari Tipe H ke Tipe J.

"Dan biasanya, penggantian itu baru bisa terealisasi lima tahun kemudian. Jadi, perlu pertimbangan matang lah untuk itu," kata Sunaryo.

Sumber : ANTARA

Monday, October 26, 2009

Kapal LPD Banjarmasin-592 Akan Menambah Unsur KRI Kolinlamil



SURABAYA - Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) KRI Banjarmasin-592 dalam waktu dekat akan menambah unsur jajaran kapal perang TNI AL dan rencananya akan menambah unsur kapal perang dibawah pembinaan Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil), demikian disampaikan Panglima Kolinlamil Laksda TNI Marsetio,M.M saat meninjau pembangunan LPD yang dibangun di PT PAL, Kamis (22/10) pekan lalu.

Kapal perang dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter yang dibangun di PT PAL tersebut direncanakan sebagai salah satu pengganti dari sedikitnya lima unsur kapal perang yang akan dihapus dari jajaran TNI AL. Beberapa unsur Kapal peranng yang direncanakan dihapus dari TNI AL tersebut usianya sudah relatif tua dan dioperasikan lebih dari 40 tahun di Jajaran Kolinlamil.

Kunjungan Panglima Kolinlamil laksda TNI Marsetio,M.M didampingi Kadisadal Laksma TNI Suryo D. Prabawa, Kolonel Laut (T) Duapadang dan Asrena Pangkolinlamil Kol Laut (P) Zainudin dan staf satuan tugas pengadaan kapal perang di PT PAL. Panglima Kolinlamil beserta rombongan diterima Dirut PT PAL Harsusanto diwakili Direktur SDM PT PAL Sewoko berserta staf di ruang rapat Gedung PT PAL Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Dirut PT yang diwakili Direktur SDM dan beberapa staf PT PAL menyampaikan paparan tentang penyelesaian pentahapan pembangunan Kapal perang dengan nomor lambung- 592 .

Dalam kesempatan tersebut Panglima Kolinlamil menanggapi tentang kemampuan pintu masuk kapal LPD Banjarmasin yang berada lambung kapal pada saat embarkasi alat-alat berat dari satuan TNI . Hal itu agar nantinya tidak manjadi kendala secara tehnis saat embarkasi alat-alat berat dari Satuan TNI maupun kendaraan tempur dan rundis lainnya dalam mendukung kegiatan operasi pergeseran pasukan maupun operasi penaggulangan bencana alam.

Sementara itu pada saat di kapal perang LPD Banjarmasin, Laksda TNI Marsetio, M.M beserta rombongan meninjau berbagai peralatan dan fasilitas akomodasi yang ada di kapal mulai dari peralatan komunikasi, peralatan navigasi, ruang anjungan dan peralatan radar, ruang akomodasi ABK dan Komandan. Selain itu meninjau ruang kendali pesawat udara, ruang operator mesin kapal, ruang deck kapal serta kelengkapan lifecraft untuk SAR, serta perahu karet.

Saat peninjauan berlangsung di kapal perang tersebut, Panglima Kolinlamil mendapat penjelasan secara garis besar tentang bebagai hal diantaranya berkaitan dengan peralatan dan kemampuan LPD Banjarmasin dari Staf PT PAL.

Dalam kegiatan tersebut, Laksda TNI Marsetio, M.M menyampaikan penekanan kepada perwira tertua ABK LPD Banjarmasin Letkol laut (P) Eko Jokowahyono bahwa peralatan komunikasi udara agar dlaksanakan latihan dengan pesud TNI AL sebagai uji coba pesawat dan ketrampilan anggota. Demikian pula dengan peralatan lainnya agar dilaksanakan latihan dan uji coba komunikasi dengan unsur-unsur yang ada di pangkalan.

Pada akhir kunjungan kepada Perwira tertua yang direncanakan mengawaki LPD Banjarmasin-592, menambahkan untuk lebih aktif mengadakan latihan-latihan terhadap peralatan yang ada dalam rangka menambah kemampuan setiap ABK sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dalam mengawaki kapal perang.

Sumber : DISPENAL

RI-Australia Mantapkan Kerja Sama Pertahanan

JAKARTA - Pemerintah RI dan Australia menegaskan komitmennya untuk memantapkan dan meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara di masa datang.

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro usai menerima Menteri Pertahanan Australia John Faulkner di Jakarta, Senin (26/10), mengatakan, komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama pertahanan yang makin baik akan dituangkan dalam nota kesepahaman yang kini tengah di bahas kedua pihak.

"Hubungan kerja sama RI-Australia dalam bidang pertahanan dan militer sebelumnya telah dikuatkan dengan diratifikasinya 'Traktat Lombok' atau 'Lombok Treaty' yang ditandatangani kedua negara pada 13 November 2006," katanya.

Berdasarkan traktat itu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama bidang pertahanan dalam payung hukum yang lebih tinggi, seperti nota kesepahaman yang kini masih dimatangkan kedua pihak.

Direktur Kerja Sama Internasional Dirjen Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Brigjen TNI (Mar) Syaiful Anwar mengatakan, ada dua hal penting dalam nota kesepahaman tersebut yakni kerja sama bidang pertahanan secara keseluruhan yang merupakan rencana aksi dari "Traktat Lombok" dan penyelundupan manusia.

'Lombok Treaty' mengamanatkan kedua negara untuk membentuk payung hukum kerja sama pertahanan yang disebut 'Corporated Activity in The Field of Defence' yang kini sedang diproses," katanya.

Sedangkan untuk penyelundupan manusia atau imigran gelap, akan dibahas secara interdep dengan Departemen Luar Negeri sebagai penjurunya.

"Mulai pekan depan kedua pihak akan membahas tentang penyelundupan manusia atua imigran gelap. Departemen Pertahanan menjadi bagian dari satuan tugas yang dibentuk Wakil Menteri Luar Negeri," ujar Syaiful.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Friday, October 23, 2009

Pameran Lembaga Pengkajian Teknologi TNI AD

MALANG - Seorang anak menaiki prototipe kendaraan Taktis Dipangga dalam Pameran Teknologi di Lembaga Pengkajian Teknologi (Lemjiantek) TNI AD, Karangploso, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/10). Kendaraan hasil modifikasi dari mobil jenis jeep tersebut mampu digunakan di segala medan dan dilengkapi dengan senjata. FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/hp/09.

Panglima TNI Yakin Kerja Sama dengan Dephan makin Baik

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso berharap kerja sama TNI dengan Departemen Pertahanan di bawah kepemimpinan Purnomo Yusgiantoro akan semakin baik.

"Kami berharap apa yang selama ini sudah berjalan baik dapat terus ditingkatkan," katanya di Jakarta, Jumat (23/10). Kerja sama yang baik antara Departemen Pertahanan dengan TNI sangat penting, terutama dalam merumuskan berbagai kebijakan sistem pertahanan nasional.

Purnomo Yusgiantoro, sejak Kamis (22/10), resmi menjabat sebagai Menteri Pertahanan menggantikan Juwono Sudarsono. Dalam program 100 harinya, Purnomo, yang sebelumnya menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjanjikan pengelolaan anggara pertahanan seefektif dan seefisien mungkin. "Anggaran pertahanan yang ada cukup besar. Namun, ini masih harus dibagikan ke seluruh satuan kerja yang ada di Departemen Pertahanan, Mabes TNI, dan mabes ketiga angkatan," katanya.

Jadi, perlu pengelolaan yang efektif dan efisien agar kebocoran anggaran dapat makin ditekan. "Selama ini, tingkat kebocoran anggaran di Departemen Pertahanan sudah menurun siginifikan. Ini yang akan kami intensifkan," kata Purnomo.

Selain pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien, Purnomo juga berjanji untuk memperhatikan tingkat kesejahteraan prajurit dan kenaikkan anggaran bagi pertahanan. "Itu pasti, tetapi bertahap. Dan kami juga akan memfokuksan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri," katanya.

Industri pertahanan dalam negeri juga harus sudah mulai meningkatkan orientasi ekspornya. "Sekarang ini sudah, namun itu harus lebih ditingkatkan lagi," ujar Purnomo. Belasan tahun lalu, Purnomo pernah menjadi Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional atau Lemhanas, sehingga kehadirannya di Departemen Pertahanan yang menangani masalah pertahanan dan militer bukan merupakan hal yang asing baginya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Menteri Pertahanan Baru Janji Kelola Anggaran Seefisien Mungkin



JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berjanji akan mengelola anggaran pertahanan seefisien mungkin agar benar-benar mendukung sistem pertahanan nasional secara maksimal.

"Hal itu sesuai dengan pesan Presiden agar penggunaan anggaran pertahanan dikelola secara efektif dan efisien," katanya setelah menghadiri serah terima jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Kamis (22/10).

Purnomo mengatakan anggaran pertahanan yang ada harus dibagikan ke seluruh satuan kerja di Departemen Pertahanan dan Mabes TNI serta Mabes TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

"Jadi, ini harus dikelola dengan baik termasuk bagi pengadaan alat utama sistem senjata," katanya.

Purnomo menambahkan, untuk pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien pihaknya mengintensifkan pengawasan termasuk bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPKP serangkaian audit yang dilakukan.

"Untuk pengadaan alat utama sistem senjata, kita akan intensifkan melalui "multi years budgeting", jadi dapat ditekan berbagai kemungkinan bocornya anggaran," ujarnya.

Purnomo mengatakan tingkat kebocoran anggaran di Departemen Pertahanan sudah menurun secara signifikan. "Dan ini yang akan kita teruskan," katanya.

Selain pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien, Purnomo juga berjanji untuk memperhatikan tingkat kesejahteraan prajurit dan kenaikan anggaran bagi pertahanan. "Itu pasti, tetapi bertahap. Dan kita juga akan memfokuskan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri," katanya.

Industri pertahanan dalam negeri harus sudah mulai meningkatkan orientasi ekspornya. "Sekarang ini sudah, namun itu harus lebih ditingkatkan lagi," demikian Purnomo.

Sumber : ANTARA

Beda Pesan Presiden kepada Juwono dan Purnomo

JAKARTA - Presiden SBY menitipkan dua pesan pada masing-masing person yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Meski demikian, ada perbedaan antara pesan yang dititipkan pada Juwono Sudarsono dan penggantinya, Purnomo Yusgiantoro.

Kepada Juwono, presiden menitipkan dua hal pokok yang harus dijaga. Yakni, netralitas TNI dan pembenahan secara bertahap tapi pasti terkait pengadaan alutsista.

"Presiden berpesan agar kita harus menjadi pelopor dalam reformasi birokrasi, termasuk reformasi pengadaan. Supaya ada prosedur atau tata cara supaya patuh pada anggaran," terang Juwono dalam sambutan perpisahan dalam sertijab Menhan di Jakarta, Kamis (22/10).

Sementara kepada Purnomo, SBY menitipkan dua agenda yang lebih luas. Pertama, perancangan pada total defense. Pemerintahan sekarang dituntut tidak sekedar memetakan ancaman konflik berdasarkan peperangan, tapi juga ancaman terhadap ketersediaan sumber daya alam dan ketahanan pangan.

"Yang kedua, adalah masalah keekonomian, terutama pengadaan alutsista. Di dalam sistem budgeting kita, tidak hanya disisi pendapatan APBN tapi juga di penerimaan. Inilah yang harus dilihat dari sisi yang lebih luas dan banyak yang harus diakomodasikan," terangnya, dalam acara yang sama.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Thursday, October 22, 2009

Pemerintah RI Resmi Tutup Namru-2

JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan kerja sama dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).

Berkaitan dengan hal itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah mengirim surat kepada pemerintah Amerika Serikat. "Dengan hormat, pemerintah Republik Indonesia menyatakan penghentian kerja sama," ujar Siti Fadilah seperti yang ditulis dalam suratnya kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron Hume.

Surat penghentian kerja sama itu disampaikan pada 16 Oktober dengan nomor 919/Menkes/X/2009. Surat juga ditembuskan kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dan Menteri-Sekretaris Negara.

Dalam suratnya, Fadilah menyatakan apresiasinya terhadap kerja sama dengan Namru dalam bidang kesehatan dan teknologi. "Pemerintah juga menyatakan penghargaan atas kerja sama yang telah dibangun sejak 16 Januari 1970,"katanya.

Beberapa waktu yang lalu kerja sama pemerintah dengan Namru-2 sempat menimbulkan polemik. Fadilah menghendaki kerja sama tersebut dihentikan karena tidak mendatangkan manfaat serta tak memberikan keadilan dan kesetaraan. Sejumlah politikus di Senayan juga menuntut hal serupa. Bahkan, dalam kaitan dengan kasus ini, sempat beredar tudingan bahwa Namru-2 melakukan aktivitas intelijen.

Namun, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, Namru-2 bukan operasi intelijen Amerika Serikat di Indonesia.
Alasannya, Namru-2 hanya badan pelaksana unit penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat."Namru2 bukan mata-mata," kata Juwono di Jakarta, pertengahan Mei 2008.

Untuk mengurangi kontroversi, Juwono menyarankan agar dokter dari Angkatan Laut Indonesia dilibatkan dalam penelitian Namru-2."Dari Angkatan Laut harus disertakan mengawasi, meneliti, dan mendapat manfaat dari penelitian itu," ujarnya.

Sumber : KORANTEMPO

Wednesday, October 21, 2009

Latihan Terbang Malam Penerbang Lanud Iswahyudi

MADIUN - Sebagai pangkalan operasi Lanud Iswahjudi dituntut kesiapannya untuk mampu melaksanakan operasi dalam segala kondisi baik siang maupun malam hari, Berkaitan dengan hal tersebut sejak hari Senin (19/10) hingga Kamis (22/10), pesawat tempur yang ber-home base di Lanud Iswahjudi, Madiun, yaitu F-16 Fighting Falcon di Skadron Udara 3, F-5 Tiger II di Skadron Udara 14 dan Hawk MK-53 di Skadron Udara 15, mengadakan latihan terbang malam yang dimulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Foto : PENTAK ISWAHYUDI

Singapura Siap Lanjutkan Perundingan soal Pertahanan dan Ekstradisi

JAKARTA — Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memberi selamat kepada Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atas masa jabatannya yang kedua.

Lee berpendapat, Indonesia makin stabil, dapat diprediksi, dan terus tumbuh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lee berharap Indonesia dapat melanjutkan keberhasilan ini.

PM Singapura Lee Hsien Loong mengatakan, "Saya sangat gembira berada di sini untuk mengucapkan selamat kepada Susilo Bambang Yudhoyono untuk masa jabatannya yang kedua, dan menjadi saksi pelantikannya hari ini."

"Kami ingin menjalin kerja sama bilateral dengan Indonesia, dan juga dalam ASEAN karena Indonesia adalah pemain kunci dalam ASEAN dan dalam forum yang lebih luas, seperti APEC. Forum APEC akan digelar di Singapura bulan depan," kata Lee.

Lee menambahkan bahwa Singapura siap melanjutkan perundingan tentang Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan dan Traktat Ekstradisi di antara kedua negara. Indonesia yang menentukan waktu terhadap kelanjutan hal tersebut.

Sumber : KOMPAS.COM

Kelelahan Jungle Survival, 10 Prajurit AS dievakuasi

BANYUWANGI - Marinir Amerika atau United States Marine Corps (USMC) menghadapi tantangan berat. Pasalnya, mereka harus menjalani latihan bertahan hidup di dalam hutan Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, seperti yang dituturkan Kepala Tim (Katim) Survival Kapten Marinir M. Machfud di hutan Selogiri, Banyuwangi, Selasa (20/10).

Cuaca pagi itu sangat cerah dan sedikit demi sedikit mulai berangsur panas. Ratusan Prajurit Marinir Amerika tampak bersemangat dengan persiapan segala perlengkapan tempur seperti layaknya akan berangkat ke medan perang.

Senapan laras panjang M.16 A4 dan GPMG serta senjata canggih lainnya yang dilengkapi dengan infra merah tak pernah lepas dari genggaman mereka. Tak ketinggalan, peralatan komunikasi yang cukup canggih dan alat Global Positioning System (GPS).

Maklum, pasukan elit dari Amerika ini sedang bersiap akan mengikuti sesi latihan perang dan bertahan hidup di dalam hutan yang dikenal dengan istilah Jungle Survival, latihan ini dilakukan di hutan Selogiri, kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Hutan Selogiri merupakan hutan tropis yang sangat mendukung untuk latihan perang dan memiliki karakteristik daerahnya memungkinkan pasukan untuk membuat manuver-manuver saat berperang di dalam hutan. Pohon-pohonnya sangat rindang. Gemericik air sungai yang jernih, suara burung dan hewan lainnya seakan menyambut Marinir Amerika untuk menjajal medan baru yang belum mereka kenal. “ Show me the jungle,” ungkap salah satu tentara Amerika kepada seorang pemandu dari Marinir TNI AL Serma Mar M. Ani Rosidin.

Latihan Survival kali ini diikuti 362 Marinir Amerika yang dipandu oleh 16 pelatih, 3 Interpreter, 4 Personel Komunikasi, 5 Prajurit Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir TNI AL. Kegiatan survival ini merupakan bagian dari rangkaian latihan bersama Marinir Amerika dan Indonesia dangan nama Latihan bersama (Latma) Interoperability Field Training Exercise (IIP-FTX) 2009 yang digelar 17-24 Oktober 2009.

Latihan bersama yang dikomandani oleh Kolonel Marinir Nur Alamsyah ini dilakukan di empat tempat, antara lain di Pantai Banongan, Puslatpur Marinir Karangtekok, kecamatan Banyu Putih, Situbondo, Pasewaran dan hutan Selogiri, Banyuwangi.

Sebanyak 362 Prajurit Marinir Amerika yang menjelajahi hutan liar itu dibagi menjadi 2 gelombang, tiap gelombang dibagi menjadi 5 Tim yang tiap tim dipandu oleh para pelatih dan dokter dari Korps Marinir TNI AL.

Satu persatu tim di berangkatkan, didalam hutan, sudah disiapkan rintangngan dan jebakan ranjau yang dipasang sedemikian rupa sebagai tantangan. Blarr ... Sesekali terdengar suara ranjau yang meledak dari balik rerimbunan hutan. Tak ayal, para prajurit sempat kalang kabut. Namun mereka tetap saling koordinasi dan satu komando dengan komandan regunya.

Sebelum menjalani perang di dalam hutan, para prajurit Marinir Amerika ini dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam hutan. ”Mereka juga kita ajari bagaimana cara makan tumbuh-tumbuhan di hutan, menghadapi hewan buas seperti ular dan beberapa jenis binatang buas lainnya”, terang Kepala Tim Survival Kapten Marinir M. Machfud.

Seorang pelatih lainnya Pelda Marinir Mujiono mempraktekkan bagaimana cara yang benar dalam menjinakkan ular. Beberapa prajurit Marinir Amerika pun juga ada yang mencoba makan beberapa jenis tumbuh-tumbuhan liar .

Dengan bekal logistik yang terbatas, seorang tentara memang dituntut bertahan hidup. Tiap gelombang latihan Survival ini memakan waktu empat hari empat malam. Tanpa persediaan makanan, pasukan diharapkan mampu bertahan selama empat hari empat malam.

Namun karena kelelahan dan tidak tahan dengan cuaca tropis, terhitung sejak Senin, 19 Oktober hingga Selasa 20 Oktober 2009 telah tercatat 10 prajurit Marinir Amerika yang tumbang dan tidak sanggup melanjutkan latihan survival dimedan latihannya para prajurit Korps Marinir TNI AL dari semua strata kepangkatan.

Ranus (26 th) berpangkat BFC kelahiran California misalnya, ia merupakan salah satu dari 10 Prajurit Marinir Amerika yang terpaksa harus dievakuasi oleh tim medis dari Korps Marinir Indonesia akibat kelelahan menghadapi hutan tropis yang menurutnya cukup berat dijadikan ajang latihan bertempur baginya.

Sumber : DISPENAL

Patroli Tempur Latma IIP D FTX

SITUBONDO - Sejumlah prajurit US Marines Corps (USMC) melakukan patroli tempur, saat Jungle Survival (komando hutan) di hutan Selogiri, Banyuwangi, Selasa, (20/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan bersama Interoperability Field Training Exercise (Latma IIP D FTX ) 2009 yang digelar hingga 24 Oktober 2009.FOTO ANTARA/Serda Mar Kuwadi/EI/ss/nz/09


Tuesday, October 20, 2009

Kontingen Garuda XX-G Berangkat ke Kongo

JAKARTA - Sejumlah prajurit Kontingen Garuda (Konga) XX-G meneriakkan yel-yel penyemangat di lapangan Marshailing Area Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (20/10). Mereka akan diberangkatkan Selasa (20/10) malam ke Republik Demokrat Kongo dalam misi perdamaian PBB. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/ss/nz/09.



Pengamanan Pelantikan Presiden di Gedung Parlemen

JAKARTA - Sejumlah panser dan sebuah helikopter VVIP disiagakan untuk pengamanan presiden dan wakil presiden di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (19/10). Rencananya hari ini (20/10) akan dilantik presiden dan wakil presiden terpilih oleh ketua MPR Taufik Kiemas. FOTO ANTARA/Ujang Zaelani/ama/09





Industri Pertahanan ASEAN Perlu Kajian Mendalam

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengatakan, gagasan Malaysia untuk membangun pusat industri pertahanan ASEAN perlu dikaji mendalam secara bersama.

"Saya belum bisa berkomentar banyak, yang jelas gagasan itu harus dibicarakan lebih dulu di tingkat komunitas regional ASEAN, dikaji mendalam," kata Juwono seusai menerima Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato' Sri Azizan Ariffin di Jakarta, Senin (19/10).

Ia mengatakan, dukungan dari Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN tentang gagasan industri pertahanan ASEAN sangat diperlukan mengingat mereka adalah bagian integral yang tidak bisa diabaikan.

Sebelum mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menhan Juwono, Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia juga mengadakan kunjungan serupa kepada Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Mabes TNI, Cilangkap.

Dalam pertemuan tertutup itu kedua panglima angkatan bersenjata kedua negara menegaskan kesepakatannya untuk memelihara dan meningkatkan kerja sama militer kedua pihak. Pada kesempatan itu, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menyampaikan harapan agar kerja sama militer kedua negara dapat berjalan optimal.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Monday, October 19, 2009

TNI-AU Tambah Dua Batalyon Paskhas

BANDUNG - TNI Angkatan Udara segera menambah dua batalyon Korps Pasukan Khas (Paskhas) guna mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok Korps Paskhas sebagai salah satu komando utama matra udara sesuai tantangan dan ancaman yang dihadapi.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio usai memimpin peringatan HUT ke-62 Korps Paskhas di Bandung, Senin, mengatakan, pada 2010 pihaknya akan membangun Batalyon 468 di Biak, sebagai kembangan dari kompi F/BS.

"Setelah itu, baru kita bentuk Batalyon 469 di Medan, kembangan dari Kompi A/Berdiri Sendiri/BS," kata Subandrio.

Sementara itu, Komandan Korps Paskhas Marsekal Pertama TNI Harry Budiono mengatakan, kesiapan pembentukan Batalyon 468 Paskhas di Biak sudah memasuki tahap penyelesaian seperti penyempurnaan infrastruktur, sarana, dan prasarana lainnya.

"Personel kan sudah ada dari satuan asalnya yakni Kompi F/BS," katanya.

Harry mengatakan, pembentukan sejumlah batalyon Korps Paskhas itu di beberapa titik di wilayah Indonesia merupakan salah satu bentuk pergelaran kekuatan Paskhas sebagai salah satu unsur kekuatan pertahanan negara.

"Saat ini telah terbentuk tujuh batalyon dan delapan kompi BS. Nah ini kan kita kaji lagi kelanjutannya sesuai kebutuhan dan eskalasi ancaman yang dihadapi," katanya.

Korps Paskhas adalah kotama (komando utama) pembinaan TNI AU yang langsung berada di bawah Kasau yang bertugas membina kekuatan dan kemampuan Paskhas dalam pertahanan pangkalan, alat utama sistem senjata, instalasi Angkatan Udara, Pengendalian Pangkalan Udara Depan, Pengedalian Tempur, SAR Tempur serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

TNI Terima Siapapun Menkopolhukam dan Menhan

PADALARANG - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menerima siapapun yang menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) serta Menteri Pertahanan (Menhan) yang ditunjuk Presiden karena hal tersebut merupakan wilayah politik.

"Penyusunan kabinet dan pemilihan menteri merupakan hak Presiden dan itu berada di wilayah politik," kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso usai acara percontohan Konservasi, Rehabilitasi dan Rekontruksi (KRR) Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Kotabaru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat, Sabtu (17/10).

"Saat ini TNI sudah tidak masuk wilayah politik. Selain itu, tidak ada aturan baku siapa nanti yang akan menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan serta Menteri Pertahanan yang ditunjuk oleh Presiden," ujarnya.

"Tidak ada aturan khusus siapa nanti yang menjadi Menteri Koordinator. Selama ini, dari panglima yang sudah pensiun, dan saya belum pensiun," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Pertama Sagom Tamboen menyebutkan, sesuai dengan undang-undang disebutkan bahwa Menteri Pertahanan adalah pembantu Presiden dalam bidang pertahanan.

Pihaknya mengharapkan menteri yang terpilih adalah menteri yang mengerti tugas dan tanggung jawab angkatan perang di Indonesia.

"Karena dengan begitulah sinergi institusi TNI dan departemen bisa berjalan dengan baik. Selain itu, TNI tidak dalam posisi melihat apakah dari politisi atau bukan, yang jelas TNI hanya konsen masalah pemahaman bagaimana membina TNI menjadi profesional," paparnya.

Dia menambahkan, TNI tidak bisa menilai nama-nama yang sekarang beredar di masyarakat untuk menjadi Menteri Pertahanan. Bagi pihaknya, siapa saja yang terpilih menjadi Menhan diharapkan dapat membawa TNI lebih profesional.

Pihaknya menganggap, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sudah sangat paham soal fungsi dan tugas TNI.

"Karena berkat upayanya sebagai Menhan, anggaran TNI dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan ini satu hal yang positif yang akan ditinggalkannya," ujarnya.

Djoko Suyanto Calon Kuat Menteri Pertahanan

Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto memberikan sinyal kalau dirinya akan menjabat Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan.

"Itu sesuai dengan kapasitas dan kemampuan saya," katanya saat ditanya apakah ia siap menjabat Menko Polhukam seusai menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Minggu (18/10).

Namun ia tetap tidak mau menyebut secara pasti posisi menteri apa yang akan dijabatnya. "Tanggal 21 pengumumannya," ujarnya singkat.

Sumber : ANTARA/ KOMPAS

Raider Kodam Iskandar Muda

BANDA ACEH - Pasukan Raider Kodam Iskandar Muda (IM) mengikuti latihan pemeliharaan raider di Lampuuk, Aceh Besar, Minggu (18/10). Sebanyak 165 personil raider mengikuti latihan khusus untuk memperkuat kemampuan anggota dalam mengatasi berbagai ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan nasional khususnya di provinsi Aceh. FOTO ANTARA/Irwansyah Putra/nz/09.





Latma IIP-FTX Marex 2009

SITUBONDO - Seorang prajurit Korps Marinir, siaga di sekitar heli angkut personel milik USMC, Chinook CH-46, saat latihan evakuasi medis tempur, di Puslatpur Marinir Baluran, Karangtekok Situbondo, Minggu (18/10). Sementara sejumlah prajurit Korps Marinir, berlatih menembak menggunakan senapan tempur laras panjang di Puslatpur Marinir Baluran, Karangtekok Situbondo, Minggu (18/10). Latihan tersebut merupakan rangkaian Latihan Bersama Interoperability-Field Training Exercise (Latma IIP-FTX Marex) 2009, antara Korps Marinir dan USMC yang diikuti oleh 600 personel USMC dan 630 personel Korps Marinir digelar di Puslatpur Marinir Baluran Karangtekok Situbondo dan Selogiri Banyuwangi, hingga 24 Oktober 2009. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/pd/09