Thursday, October 22, 2009

Pemerintah RI Resmi Tutup Namru-2

JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan kerja sama dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).

Berkaitan dengan hal itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah mengirim surat kepada pemerintah Amerika Serikat. "Dengan hormat, pemerintah Republik Indonesia menyatakan penghentian kerja sama," ujar Siti Fadilah seperti yang ditulis dalam suratnya kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron Hume.

Surat penghentian kerja sama itu disampaikan pada 16 Oktober dengan nomor 919/Menkes/X/2009. Surat juga ditembuskan kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dan Menteri-Sekretaris Negara.

Dalam suratnya, Fadilah menyatakan apresiasinya terhadap kerja sama dengan Namru dalam bidang kesehatan dan teknologi. "Pemerintah juga menyatakan penghargaan atas kerja sama yang telah dibangun sejak 16 Januari 1970,"katanya.

Beberapa waktu yang lalu kerja sama pemerintah dengan Namru-2 sempat menimbulkan polemik. Fadilah menghendaki kerja sama tersebut dihentikan karena tidak mendatangkan manfaat serta tak memberikan keadilan dan kesetaraan. Sejumlah politikus di Senayan juga menuntut hal serupa. Bahkan, dalam kaitan dengan kasus ini, sempat beredar tudingan bahwa Namru-2 melakukan aktivitas intelijen.

Namun, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, Namru-2 bukan operasi intelijen Amerika Serikat di Indonesia.
Alasannya, Namru-2 hanya badan pelaksana unit penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat."Namru2 bukan mata-mata," kata Juwono di Jakarta, pertengahan Mei 2008.

Untuk mengurangi kontroversi, Juwono menyarankan agar dokter dari Angkatan Laut Indonesia dilibatkan dalam penelitian Namru-2."Dari Angkatan Laut harus disertakan mengawasi, meneliti, dan mendapat manfaat dari penelitian itu," ujarnya.

Sumber : KORANTEMPO

No comments: