Tuesday, August 14, 2007

President Putin visits new radar station near St. Petersburg (13/8/2007)


President Vladimir Putin inspected Saturday the new Voronezh-type anti-missile radar station recently built near St. Petersburg.


The Voronezh-type meter-band early warning radar station in the Leningrad Region.


Putin, who attended a session on the development of the aviation engines industry, said he hoped the Defense Ministry would ensure the unconditional implementation of all plans for the modernization of the Russian Army and Navy.


From right to left: Sergey Boyev, director-general of the RTI Systems Concern, Vladimir Putin and Colonel General Vladimir Popovkin, Russian Space Forces commander, visiting the Voronezhanti-missile radar.

Russia strategic aviation holds exercise over Pacific, Atlantic

MOSCOW, August 14 (RIA Novosti) - Units of the 37th Air Army of the Strategic Command have begun tactical exercises with test launches of cruise missiles over the Pacific and Atlantic Oceans, an Air Force spokesman said Tuesday.

"In all, over 30 Tu-95 Bear-H strategic bombers, Tu-22 Backfire-C theater bombers and Il-78 Midas will be conducting flights August 14," Colonel Alexander Drobyshevsky said. "During the exercises, the crews will test launch cruise missiles over the Pacific and Atlantic oceans and fly to the North Pole."

The exercises, which will run through August 18, are held under the command of Major-General Pavel Androsov, the commander of the Russian Air Force's long-range aviation.

According to various sources, the Russian Air Force currently deploys 141 Tu-22 Backfire-C theater bombers, 40 Tu-95 Bear-H strategic bombers, and 14 Tu-160 Blackjack.

Home-grown JF-17 aircraft better than existing F-16: Tanvir



Chief of the Air Staff, Air Chief Marshal Tanvir M. Ahmed has said that JF-17 aircraft being manufactured in collaboration with China will be a sound fighter aircraft which in some respects is better than the existing F-16.

Talking to media at a book launching ceremony of ‘PAF Over The Years’, he said about 60 to 70 per cent manufacturing of the aircraft is being undertaken in Pakistan.

The engine is presently coming from Russia but later it will be developed by China, he informed.

Air Chief Marshal Tanvir M. Ahmed said talks are underway with China in connection with the acquisition of AWACS and a high-tech aircraft FC-20. “This mix will reduce our dependence on any single country’s assistance,” he noted.

He said the F-16 aircraft acquired recently as well as the modern weapons would further add to the technological advancement of the Pakistan Air Force.

He said a contract has been signed with USA for acquiring 18 new F-16 aircraft besides weapons and systems of electronic warfare and reconnaissance. This acquisition will be subject to the annual certification by the USA, he added.

Air Chief Marshal Tanvir M. Ahmed said four used F-16 have been received while 10 more such aircraft will arrive during the next year.

Russia Kembali Tes Peluncuran Balistic-Missil di Pasifik



Russia kembali melakukan tes-tembak ballistic missil dari Kapal selamnya di Laut Pacifik dengan target di Artik, demikian dikatakan jubir Russia Navy, Selasa(14/8).

Missil yang diluncurkan dari Petropavlovsk-Kamchatskiy, di kapal selam nuklir kelas Delta III, melewati wilayah Russia dan tepat mengenai target permukaan di sebuah pulau di laut Barent, lepas pantai utara Russia.

Petropavlovsk-Kamchatskiy adalah satu dari empat kapal selam nuklir Russia kelas Delta III di armada Pacifik. Tiap-tiap kapal selam dipersenjatai 16 SS-N-18 Stingray missil.

U.S. military deaths in Iraq at 3,691

As of Monday, Aug. 13, 2007, at least 3,691 members of the U.S. military have died since the beginning of the Iraq war in March 2003, according to an Associated Press count. The figure includes seven military civilians. At least 3,030 died as a result of hostile action, according to the military's numbers
The AP count is 13 more than the Defense Department's tally, last updated Monday at 10 a.m. EDT.

The British military has reported 168 deaths; Italy, 33; Ukraine, 18; Poland, 21; Bulgaria, 13; Spain, 11; Denmark, seven; El Salvador, five; Slovakia, four; Latvia, three; Estonia, Netherlands, Thailand, two each; and Australia, Hungary, Kazakhstan, Romania, South Korea, one death each.

Pengurangan Anggaran Pertahanan Pengaruhi Pengadaaan Alutsista

Pengurangan anggaran pertahanan, untuk menyokong pembiayaan penyelesaian kasus lumpur Lapindo, akan berdampak pada pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).

"Itu tidak bisa dihindari, karena kita tidak mungkin memotong anggaran dari pos rutin seperti gaji pegawai dan pemeliharaan," kata Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letnan Jenderal (Letjen) Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui berapa anggaran pertahanan yang akan dipotong untuk mendukung pembiayaan penyelesaian lumpur Lapindo di Sidoardjo, Jawa Timur .

"Dengan pemotongan itu, otomatis kami harus melakukan simulasi kontijensi( keadaan darurat, red) untuk menetapkan skala prioritas dalam pembangunan kekuatan pertahanan negara," ujar Sjafrie.

Yang jelas, tambah dia, jika pemotongan anggaran dilakukan maka pos yang tidak boleh diganggu gugat adalah belanja rutin dan pemeliharaan alutsista .

"Pemotongan hanya akan diberlakukan terhadap pos-pos pembangunan kekuatan pertahanan, seperti pengadaan alutsista. Jadi, Kalau sebelumnya, kita rencanakan dua alutsista dengan pemotongan ini jadinya hanya satu," ujar mantan Pangdam Jaya itu.

Namun, dengan pemotongan anggaran itu bukan berarti sistem pertahanan nasional benar-benar lumpuh.

"Kita tetap bisa berbuat, dan TNI harus tetap loyal dengan anggaran yang ada mengingat dalam sistem pertahanan negara, sangat tergantung pada faktor yakni kekuatan militer yang bertumpu pada kekuatan tri matra, `total defence` dan kemampuan anggaran negara," ujarnya.

Jadi, berapa pun anggaran yang disediakan bahkan dengan adanya pemotongan ini aparat pertahanan negara harus tetap bertahan dan loyal.

Recana pemotongan anggaran di 14 departemen kini sedang dibahas di Bappenas, Departemen Keuangan, dan Panitia Anggaran DPR.

Bappenas memproyeksikan butuh dana sekitae Rp31 triliun untuk menyokong penyelesaian lumpur Lapindo, atau masing-masing departemen harus rela dipotong anggarannya sebesar Rp2 triliun.

Sumber: ANTARA

KSAL Singapura Temui Menhan

JAKARTA (SINDO) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Singapura Laksamana Muda Ronnie Tay, kemarin menemui Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono.

Dalam pertemuan itu, Ronnie mengaku tidak membicarakan mengenai perjanjian pertahanan (defence cooperation agreement/DCA) dengan Indonesia. ”Kami tidak mendiskusikan hal itu,”tegas Laksamana Muda Ronnie Tay seusai bertemu Menhan Juwono Sudarsono di Jakarta, kemarin.

Dia mengaku, pertemuantersebuthanya membahas seputar kerja sama antara angkatan laut Singapura dan TNI ALyangsudahberjalanbaik selama ini. Mengenai pembahasan lanjutan area latihan Bravo dalamkerangkaDCA,ujar dia, tetap menunggu keputusan pemerintah kedua negara.

Hal senada diungkapkan Wakil KSAL TNIAL Laksamana Madya Waldi Muradyang. Dia mengatakan, pembahasan tentang area Bravo tetap menunggu keputusan pemerintah tentang DCA.”Kita tidak fokus ke sana, pertemuan ini hanya kunjungan perpisahan karena yang bersangkutan telah selesai menjalankan tugasnya sebagai KSAL,”ungkapnya.

Sementara itu,Kepala Biro Humas Departemen Pertahanan (Dephan) Brigjen TNI Edy Butar Butar mengaku,pertemuan tersebut tidak terkait polemik DCA antar kedua negara. ”Tidak ada fokus pembicaraan tentang DCA.Jadi hanya guyonguyon,” jelas Edy. Diketahui, area Bravo merupakan salah satu lokasi latihan bersama yang akan digunakan angkatan bersenjata Indonesia dan Singapura sesuai yang tertuang dalam DCA.

Lokasi latihan yang terletak di Kepulauan Natuna itu akan dijadikan wilayah latihan militer bagi angkatan udara dan laut Singapura.Sehingga,secara sepihak Singapura merumuskan standar operasional dan administrasi latihan di area itu,tanpa melibatkanIndonesia.

Terhadap sikap Singapura, pemerintah Indonesia menolak kelanjutan pembahasan DCA. Sebab, hal itu bertentangan dengan Pasal 6 DCA yang menyatakan, penetapan operasional dan administrasi di area Bravo harus melibatkan dua pihak, seperti yang berlaku di area Alpha I dan Alpha 2. (ant)

Pasukan Rusia, Cina Lakukan Latihan Militer Bersama

Pasukan Russia dan Cina tengah melakukan latihan militer bersama yang kedua kalinya dalam dua tahun. Untuk latihan itu sebanyak 1600 pasukan Cina didukung tank, pesawat tempur dan senjata berat kini berada di daerah Chelyabinsk di pegunungan Ural, Rusia. Pasukan dari empat negara Asia Tengah bekas republik Soviet juga ambil bagian dalam latihan di bawah naungan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) itu.

Analis-analis Barat mengatakan latihan yang diberi nama Misi Perdamaian 2007 dijadwalkan berakhir hari Jum’at dan tampaknya bertujuan melatih diri untuk kemungkinan mengerahkan pasukan gerak cepat.

Cina bertindak sebagai tuan-rumah latihan bersama tahun 2005. Latihan itu termasuk pendaratan di pantai di Cina utara dan diikuti pesawat jet pengebom jarak jauh Russia.

Organisasi Kerjasama Shanghai dibentuk tahun 2001 untuk menanggulangi ancaman keamanan kawasan dan untuk memupuk kerjasama ekonomi di antara para anggotanya.

Sumber

Monday, August 13, 2007

Hongdu L-15 'Falcon'



L-15 Falcon adalah pesawat jet latih canggih yang saat ini sedang dikembangkan oleh Hongdu Aviation Industry Corporation (HAIG) di Nanchang.

Pesawat ini terbang pertama kali pada 13 maret 2006. Pengembangan pesawat ini dibantu oleh Yakovlev OKB Rusia. L-15 adalah pesaing langsung dari JL-9/FTC-2000 Mountain Eagle produksi Guizhou Aircraft Industry Corporation (GAIC) untuk kompetisi program pesawat latih canggih generasi lanjut (next-generation advanced trainer aircraft program) untuk AU China (PLAAF - People's Liberation Army Air Force).

Program

Hongdu Aviation Industry Group (HAIG) mengenalkan pertamakali full-scale mock-up pesawat L-15, Advanced LIFT (Lead-in Fighter/Trainer) kepada publik saat Zhuhai Airshow, 2004 lalu.

L-15 yang mempunyai 2 mesin dan 2 tempat duduk dilaporkan sarat dengan teknologi canggih terbaru seperti digital quadruple fly-by-wire (FBW), glass cockpit, dan kontrol penerbangan hands-on-throttle-and-stick (HOTAS).




Kemampuan aerodinamika pesawat ini banyak diuntungkan dengan desain leading edge extensions (LEX) besar , yang memberikan sudut serang (angle of attack) maksimum 30∞.

Hal ini sangat penting untuk mensimulasi pergerakan dari pesawat canggih generasi keempat China semacam J-10 dan J-11. Hingga pesawat tempur semacam Su-27 atau F-18.

Dengan L-15, siswa pilot bisa menyelesaikan misi pelatihan terbang dan pelatihan tempur canggih untuk pesawat tempur generasi keempat, juga kursus pelatihan penerbangan jet dasar.

Pesawat ini juga memiliki enam (empat dibawah sayap dan dua diujung sayap) cantelan (pilon) untuk membawa senjata udara ke udara atau udara ke darat.

Kalau perlu pesawat ini bisa digunakan sebagai pesawat serang ringan dengan sedikit modifikasi.



Sejarah

Prototip L-15 pertama kali diluncurkan (rolled out) pada September 2005 dan memulai penerbangan perdananya pada 13 Maret 2006.

Saat ini Hongdu aktif memasarkan pesawat ini, baik untuk pasar domestik maupun pasar internasional.

Dijadwalkan PLAAF akan menerima dan mengoperasikan pesawat ini awal 2008 sampai 2010, saat ini belum diketahui berapa pesanan PLAAF untuk L-15 ini.



Spesifikasi

Kru: 2 (1 siswa pilot and 1 instruktur, atau 1 pilot dan 1 perwira sistem senjata (serang)
Berat: Normal take-off 6,500 kg; max take-off 9,500 kg
Kec Max: Mach 1.4
Jarak: radius tempur lebih dari 550 km
Service ceiling: 16,000 m
Max climb rate: 150 m/s
g-Limits: +8.0/-3.0 g
Pesawat ditenagai dua mesin turbofan DV-2F atau AI-222K-25F dengan afterburner.

Persenjataan

Belum ada informasi spesifik senjata apa yang akan digunakan di L-15. Namun dugaan kuat sistem senjata yang akan diaplikasi dipesawat ini sama dengan Yak-130, namun pilihan jenis senjatanya masih belum jelas.

Yang jelas, performa L-15 yang ditenagai 2 mesin jet jauh lebih unggul, baik dari segi jelajah, kecepatan dan payload yang besar.

L-15 First Flight

Russian Air Force marks its 95th Anniversary

More than 30,000 spectators have turned up for an air show at Monino airfield, near Moscow, to commemorate the 95th anniversary of the Russian Air Force, an Air Force spokesman said Saturday (11/8).


A Su-27 Flanker fighter (left) and a Tu-160 Blackjack strategic bomber (right).


MiG-31 Foxhound interceptors (right and left) and an Il-78T Midas tanker aircraft (center)


A Ka-50 Black Shark (NATO codename Hokum) attack helicopter.

Foto-foto lainnya

Prajurit Cacat Bangun Hidup Baru

Tentara dikenal sebagai kalangan yang bertubuh sehat, tegap dan dalam kondisi prima. Kesempurnaan ini sepertinya dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tentara sebagai alat pertahanan negara yang terjun ke medan tempur. Apa jadinya kalau mereka cacat? Bagaimana nasib, kehidupan, karir mereka kelak?

Udara terasa panas di siang bolong hari itu. Teriknya matahari seperti membakar kulit. Hadi Suyatno terlihat lincah mengejar bola, meski sembari duduk di atas kursi roda.

Bernasib naas
Yatno seorang tentara, pangkatnya Sersan Dua. Ia berkursi roda sejak 13 tahun lalu. Kaki kanannya diamputasi mulai dari pangkal paha.

Suyatno: Saya kena tahun 1994 di Cakung Jakarta Timur, waktu disposal bahan peledak. Kejadian itu tangal empat bulan empat jam empat, tahun 2004. Kejadian itu dua jam sebelum buka puasa. Kita operasi keliling Indonesia degan kapal laut untuk mengambili peluru kadaluwarsa di daerah-daerah terpencil. Kita pilah peluru yang masih layak pakai atau kadaluwarsa, yang sudah tak bisa dipakai dikumpulkan kembali untuk diledakkan.

Namun nahas bagi Yatno. Hari itu, 20 roket sebesar kaki orang dewasa yang tengah ia tumpuk, mendadak.. blaaar! meledak.

Suyatno: Jadi 20 peluru sebesar kaki meledak di bawah kaki saya. Roket 57 Rusia. Dalam kondisi itu, saya bisa merasakan sakit, sebab saya tak pingsan sampai dibawa ke rumah sakit. Jadi saya merasakan betul sakitnya.

Penyembuhan butuh waktu cukup lama, terutama mengatasi beban psikologisnya. Trauma, minder, rendah diri, bahkan frustasi menjadi bagian proses penyembuhan yang paling sulit. Semua dilawan.

Dukungan keluarga, rekan dan lingkungan membuatnya merasa kembali hidup. Semangatnya pulih, meski kini tubuhnya tak lengkap lagi. Bahkan hingga kini, dua lempengan tembaga dari roket yang meledak itu masih tertanam di batang otaknya.

Suyatno: Ini udah pen semua. Masih ada dua lèmpèngan tembaga di otak saya, tapi kalau diambil akan merusak organ mata, bisa buta saya. Kumat sewaktu-waktu, sakit. Tapi saya udah tahu selahnya. Pakai air saja dikucurkan di kepala. Saya takut kena petir, sebab ini tembaga. Takut kesambar petir.

Berarti
Setelah mengalami cacat, hidup Yatno berubah. Tapi ia tetap ingin memberi arti lebih bagi diri, lingkungan dan bangsanya.

Suyatno: Profesi lain, atlet tennis kursi roda sudah juara nasional, setingkat PON, 2004 kemarin, Porcanas di Palembang, single dapet perak double emas. Terakhir SEA Games Filipina ASEAN PARA GAMES, perunggu bersama rekannya. Sebelumnya Singapur open beberapa tahun berturut-turut. Kejurnas Perpari Cup, Pusrehabcat.

Sehari-hari ia bekerja sebagai Kepala Gudang di Pusat Rehabilitasi Cacat atau Pusrehabcat, Departemen Pertahanan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Di tempat inilah, para tentara yang mengalami cacat, baik akibat perang maupun dalam tugas seperti Suyatno, dikumpulkan, dilatih, diberi keterampilan sehingga bisa mandiri sebagai bekal masa depannya kelak.

Pusrehabcat
Pusat Rehabilitasi Cacat, Pusrehabcat, yang berdiri sejak 1968 adalah tempat pemulihan kondisi fisik dan kejiwaan bagi anggota TNI yang cacat. Tempat rehabilitasi ini memiliki instruktur dan sarana yang sangat lengkap, dari pembuatan kaki palsu hingga sarana dan prasarana yang mendukung pemulihan kondisi para prajurit. Mereka juga dibekali berbagai keterampilan seperti elektronika, komputer, perbengkelan dan lain-lain. Keterampilan ini sebagai bekal bagi para prajurit untuk merajut masa depannya kembali.

Kepala Pusrehabcat, Dwi Juwono.

Dwi Juwono: Kita menyediakan 14 kecabangan, sifatnya banyak digunakan di masyarakat. Jadi berkembang terus untuk mengadopsi perkembangan kekinian, misalnya cabang HP, karena kemungkinannya bagus bagi penca untuk berkiprah di luar. Komputer, menyusun LAN, jadi tak hanya sekedar tahu mengoperasikan komputer tapi juga tahu menyusun perangkat kerasnya.

Setiap tahun Pusrehabcat mengundang para anggota TNI yang cacat dari berbagai kesatuan untuk mengikuti pendidikan di sini.

Dwi Juwono: Sebelum mulai pendidikan, kita jajaki kemampuan fisik, minat dan ketersediaan jurusan. Orang bisa pilih ke otomotif, tapi kalau tak punya tangan kaki tak bisa. Lalu dipadukan dengan keinginan, dan ketersdiaan di daerah dia tinggal sesuai gak? gak mungkin teknik komputer kita arahkan untuk orang yang tinggal di pelosok.

Tentara-tentara yang cacat diseleksi dulu sebelum masuk Pusrehabcat. Sejumlah dokter dan ahli dari berbagai disiplin ilmu berkumpul menjadi tim penilai. Mereka menilai penggolongan cacat, kesehatan, fisik dan yang paling utama, kondisi psikologis si calon.

Dwi Juwono: Tapi psikologi menjadi penting sebab bagi beberapa orang cacat, psikologi, traumatik sering tak diduga. Pada kasus akut masih banyak terjadi.

Pensiun
Kepala Pusrehabcat TNI, Dwi Juwono mengatakan, setiap tahun institusinya menampung 80 siswa. Setengahnya merupakan tentara cacat ringan. Setengahnya lagi, cacatnya sedang dan berat. Umumnya, golongan cacat ringan masih bisa aktif menjadi tentara, sebab kondisi fisik mereka masih baik, umumnya. Namun mereka tak diperkenankan bertempur kembali. Sedangkan golongan cacat sedang dan berat hampir pasti segera dipensiunkan. Secara fisik mereka sudah tak mampu lagi bekerja.

Pensiun atau non aktif dari kesatuan tempur jelas merupakan momok. Apalagi bagi mereka yang masih tunas muda dan tengah merentas karir. Bagi tentara, Pusrehabcat ibarat tempat mereka mengubur karir.

Kepala Bagian Latihan Kerja Pusrehabcat, Bambang PHS.

Bambang PHS: Yang mereka tak pahami kalau masuk pusrehabcat biasanya pensiun. Padahal tidak! Namun sekarang memang sedang digodok soal aturan pensiun. Mungkin nanti akan ada tunjangan cacat setelah pensiun, mungkin 150 persen gaji saat aktif.

Sebaliknya, Pusrehabcat mesti dilihat sebagai sarana balas budi negara bagi pengorbanan tentara.

Bambang PHS: Di sini diharapkan mereka disiapkan untuk mandiri, punya usaha sendiri. Memimpin atau mengatur usahanya. Kalau syukur bisa merekrut pegawai, tapi kalau kembali ke kesatuan mereka sesuai dengan tugas di kesatuan mereka.

Kisah Rahim
Manfaat itu diakui Abdul Rahim. Letnan Satu Infanteri yang bertugas di Kodam VI Tanjungpura itu cacat lengan kirinya. Itu terjadi ketika terjun dalam operasi Timor Timur pada 1993.

Abdul Rahim: Saya cacat waktu operasi Timtim 1993. kesatuan batalyon infanteri 726 kodam VII Wirabuana di Makassar. Saya kena tembak di punggung sebelah kiri. Waktu itu penyergapan kelompok GPK pimpinan Ernesto. Kontak senjata di tengah perjalanan. Tulang terkikis, sehingga tangan beberapa bulan tak bisa lurus, sebab tepat di pusat persendian. Mengalami operasi empat kali. Sekarang sudah lumayan normal.

Di Pusrehabcat ia mengambil keterampilan fotografi. Cita-citanya, ingin membuat studio foto di lingkungan tempat tinggalnya.

Abdul Rahim: Untuk ke depan, saya sebagai perwira untuk tugas tetap masih di kesatuan. Tapi saya akan buka semacam studio, sebab keterampilan ini bagus untuk di tempat saya. Mungkin untuk pelaksanaannya saya manajemen saja. pelaksanaan teknis keluarga atau oragn lain yang saya bina sebelumnya.

Kursus
Ada 14 kursus keahlian yang disediakan Pusrehabcat Dephan. Salah satu andalannya adalah kursus pertanian terpadu. Siswantoro, salah satu siswa kursus itu, mengajak saya melihat-lihat hasil pelatihannya.

Siswantoro: Saya ambil jurusan pertanian terpadu. Belajar pertanian peternakan perikanan. Ayam boiler, ayam kampung, sama bebek. Perikanan ikan lele, patin nila mujair dan kemarin pemantapan di Sukabuimi di balai penelitian ikan nilai dan lele.

Siwantoro kini berusia 44 tahun. Ia sempat lumpuh dan kakinya mengecil sebelah akibat penyempitan pembuluh darah tulang belakang. Itu karena jatuh dalam keadaan duduk saat ia berlatih tempur di gunung Salak, Sukabumi, 20 tahun silam. Kini kesehatannya telah pulih, meski tak 100%.

Siswantoro: Pensiun saya mau pulang kampung kembangkan ilmu yang saya dapat di sini. Sebab saya punya tempat pekarangan untuk kembangkan peternakan. Saya di Lumajang, umumnya peternakan dan pertanian.

Lain lagi dengan Hendrikus. Prajurit dari Brigade Infanteri IX Kostrad itu memilih jalur musik. Ia mengambil spesialisasi organ.

Hendrikus: Saya pilih organ. Kita harus mengenal cara mainnya, dasar nada kita juga harus tahu, mengenal not balok, programnya kita kuasai dulu. Sekarang sudah bisa bergabung dengan group luar, main dangdut di Jakarta mau pun Serang, Banten sudah sering gabung. Kita sudah pentas di pangung terbuka.

Ia tetap pilih organ, meski kelingking kirinya putus, saat operasi tempur di Timor Timur tahun 1993.

Hendrikus: Meski kelingking hilang yang penting jari kanan lengkap sebab itu untuk main melodi. Beda cerita kalau yang hilang kelingking kanan.

Abdul Rahim, Hendrikus, Siswantoro dan Suyatno, paham benar tugas dan resiko seorang prajurit. Menyandang cacat dan tak lagi bertempur di medan perang jelas bukan keinginan mereka. Namun mereka sadar, hidup harus tetap berlanjut.

Dari mereka, barangkali kita bisa belajar untuk lebih menghargai hidup.

Suyatno: Untuk yang cacat, jangan merasa diri kita cacat, lantas minta dikasihani. Yang non cacat juga jangan pernah mengasihani yang cacat, tapi beri semangat motivasi agar si cacat bisa mandiri. Kita harus iklas dulu, ini kehendak Tuhan, takdir, tapi kita harus tetap semangat. Tuhan boleh mengambil kaki saya tapi tuhan tak akan megambil hati dan semangat saya.

Sumber

Friday, August 10, 2007

Hongdu JL-8/ K-8 Karakorum



Hongdu JL-8 (atau Nanchang JL-8) adalah pesawat latih berkursi ganda dibuat bersama ( joint-cooperation) antara Pakistan dan Republik Rakyat China (RRC). Kontraktor pembuat untuk pesawat ini adalah Hongdu Aviation Industry Corporation dari China. Versi ekspornya bernama K-8 Karakorum, yang kini dipakai oleh AU Pakistan.

JL-8 (K-8) Jet Latih Dasar

JiaoLian-8 (JL-8) adalah versi domestik dari pesawat jet latih dasar K-8 Karakorum, yang bersama-sama dikembangkan di Nanchang-based Hongdu Aviation Industry Group (HAIG) dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC).

JL-8 ditenagai mesin jet turbofan dan avionik gabungan (produk dalam dan luar) untuk melayani kebutuhan pilot PLAAF di akhir 1990-an dalam mengganti peran jet latih pendahulunya (JJ-5).

Sedangkan versi ekspornya (K-8) banyak digunakan oleh negara dunia ketiga, dan juga diproduksi lokal dibawah lisensi oleh Mesir (K-8E).



Program

China dan Pakistan sepakat bekerjasama mengembangkan pesawat latih jet K-8 Karakorum dipertengahan 1980. Rencana awal pesawat ini akan mengakomodasi beberapa perangkat buatan AS, termasuk dengan perusahaan dari AS, AlliedSignal (sekarang bernama Honeywell International Inc.), mesin jet turbofan TFE731-2A serta perangkat avionik dari Collins and Magnavox.

Pada tahap pengembangan proyek ini, di akhir Juni 1989 AS mengenakan sangsi embargo kepada China dengan alasan politis (Tiananmen). Proses selanjutnya K-8 mengganti beberapa perangkat dengan buatan Russia , termasuk menggunakan mesin jet AI-25TLK turbofan buatan Ukraina untuk mesin pesawat.

Awalnya dibuat 4 prototype pesawat dimulai dari Januari 1989, dan tes pertama dilakukan 21 November 1990. Total produksi awal ada 14 versi pesawat (6 unit untuk Pakistani Air Force) yang dikirim akhir 1996.

Akan tetapi, Pakistan memutuskan merubah seri domestik produksi pesawat tersebut pada 1994. Dan merubah rencana awal dengan menambah jumlah pesanan pesawat menjadi 75 unit untuk Pakistan, awal 1996 sebanyak 100 unit dilaporkan Pakistan mengganti semua pesawat latihnya (Cessna T-37) dengan K-8 ini.

Versi K-8 PLAAF China, atau lebih dikenal JL-8, diterima Desember 1994. sebelumnya 6 pesawat ditenagai mesin jet AI-25TLK dikirimkan ke PLAAF pada Juni 1998. Setelah itu varian lainnya ditenagai mesin jet WS-11 turbofan (copy dari Ukrainian AI-25TLK) saat tes pertama Desember 1998.

Sampai dengan akhir 2003, sekitar 100 unit telah dikirim ke beberapa sekolah penerbang PLAAF.

Di Juli 2000 China dan Mesir menandatangani kesepakatan memproduksi 80 unit K-8 dibawah lisensi Hongdu. Produk K-8 pertama mesir (K-8E) diluncurkan Juni 2001. Produksi K-8E saat itu bertambah dengan adanya order pesanan Myanmar, Sri Lanka, Zambia, Namibia, Zimbabwe, dan Kenya.



Varian

Varian pertama K-8 dikenalkan pada 21 November 1990, inilah versi ekspor pertama yang menggunakan mesin TFE731-2A turbofan buatan AS.
Hongdu sendiri memulai produksi pertama JL-8 pada Desember 1994 untuk kebutuhan PLAAF, dengan semua perangkat avionik lokal ditenagai WS-11 turbofan engine

Mesir melisensi varian produk ini dengan nama K-8E 2001. Untuk varian ini telah dilengkapi dengan teknologi kontrol terbang elektronik fly-by-wire (FBW). Kursi belakang dipindahkan untuk mengakomodasi data recording equipment, sehingga pesawat cukup diawaki satu pilot.



Disain Pesawat

JL-8/K-8 mempunya sayap sejajar dengan bagian bawah badan pesawat, lateral air intakes dan bubble canopy. Kedua pilot terakomodasi secara tandem dimana posisi kursi belakang lebih tinggi dibanding kursi didepannya, selain itu pada cockpit juga dilengkapi dengan AC.


Produk China (JL-8) secara spesifik berbeda dengan produk ekspor (variant K-8), terutama di konfigurasi avionik dan mesin jetnya.



Persenjataan

The JL-8/K-8 tidak mempunyai senjata tetap. Tetapi di bawah saya terdapat 4 pylon yang mampu membawa muatan seberat 1,000kg (masing-masing pylon 250kg).

Pylon dapat dicantelkan muatan-muatan seperti : bahan bakar cadangan (fuel tanks), 23mm cannon pods, unguided rockets, 250kg bombs, short-range air-to-air missiles (Magic R550).

Avionik

EFIS-86 system, dengan twin-MFD, VHF/UHF radio, VHF landing/navigation, TATAN system, dan air data computer.

Mesin

Ada beberapa pilihan mesin yang dapat digunakan :

1. Buatan Ukraina AI-25TL turbofan

2. Indigenous WS-11 (an AI-25TL clone, 16.87kN thrust)

Performa

Crew: Two
Wingspan: 9.63m
Length: 11.6m
Height: 4.21m
Max take-off weight: 4,332kg
Max weapon payload: 1,000kg
Max speed: 800km/h
Range: Ferry range 2,140km
Service ceiling: 13,600m


K-8E Karakorum di Mesir

Pertempuran di Filipina Selatan Tewaskan Sekurangnya 20 Prajurit


Para pejabat militer Filipina mengatakan pertempuran antara pembrontak Muslim dan pasukan pemerintah di sebuah pulau di selatan menewaskan sekurang-kurangnya 20 prajurit.

Yang diduga militan Abu Sayyaf mencegat sebuah konvoi tentara hari ini, menewaskan sekurang-kurangnya 10 prajurit, mencederai dua lainnya. Serangan itu terjadi dekat kota Maimbung, di pulau Jolo di selatan.

10 prajurit lainnya tewas kemudian hari itu juga dalam tembak-menembak, juga dekat Maimbung. Bentrok itu adalah yang terbaru dalam gelombang kekerasan akhir-akhir ini di Filipina selatan.

Tentara Filipina telah dikerahkan di bagian selatan negara itu sejak awal Juli ketika 14 marinir tewas di pulau Basilan di dekatnya. 10 diantara mereka dipenggal kepalanya.


Thursday, August 09, 2007

Menhan: DCA Rampung 2008



JAKARTA(SINDO) – Pemerintah menargetkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) Indonesia-Singapura bisa diratifikasi 2008. Saat ini,DCA masih terhambat teknis perjanjian mengenai daerah latihan Bravo.

”Kita ingin memberikan satu gerbong ekstradisi dan perjanjian kerja sama pertahanan ke DPR. Masih ada waktu, kita targetnya kan 2008 untuk ratifikasi,” ujar Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Jakarta, kemarin. DCA sempat memicu ketegangan hubungan Indonesia- Singapura terkait pembahasan aturan pelaksanaan. Di dalam negeri,DCA juga mendapat penolakan keras kalangan DPR.

Sejumlah pihak menilai DCA lebih menguntungkan Singapura daripada Indonesia. Fraksi lain malah dengan tegas menolak meratifikasi DCA. Juwono menjelaskan, salah satu penyebab lambannya pembahasan DCA disebabkan masih adanya perbedaan pendapat antara Singapura dan Indonesia mengenai pasal 6 perjanjian tersebut. Pasal tersebut menyebutkan, penentuan daerah latihan militer ditentukan bersamasama oleh kedua belah pihak.

Menurut Juwono, Singapura merasa hal itu sudah cukup. Sementara Indonesia menilai perlu ada uraian tentang aturan pelaksanaan yang harus setara dengan tempat latihan lain, yaitu Alpha 1, Alpha 2, Baturaja, dan Pulau Kayu Arang. Khusus daerah latihan Bravo belum ada kesepakatan. ”Jadi sekarang itu ada di tangan Menlu (Menteri Luar Negeri). Menlu Indonesia dan Singapura akan bertemu dalam waktu dekat.Tinggal menunggu waktu yang tepat,” kata Juwono yang ditemui seusai memberikan suara pada Pilkada DKI Jakarta di TPS 01 Kompleks Perumahan Menteri, Jalan Widya Chandra.

Soal pemisahan paket perjanjian ekstradisi dengan DCA, menurut Juwono hal itu dimungkinkan karena lebih praktis, tetapi perlu penjajakan kembali. ”Beberapa anggota DPR memang ingin dipisahkan.Tetapi sejak awal, kita sudah menerima tantangan Singapura untuk menghubungkan antara perjanjian ekstradisi dan perjanjian pertahanan,”ujarnya.

Di tempat yang sama,Menlu Hassan Wirajuda mengatakan, dokumen DCA akan diserahkan ke legislatif jika aturan pelaksanaan sudah selesai. Hingga saat ini, aturan pelaksanaan itu satu pun belum ditandatangani. Mengenai kapan penyerahan ke DPR,hal itu sangat relatif.

”Pemerintah memutuskan akan menyerahkan jika dokumen perjanjian sudah lengkap,” katanya. Menlu membantah pemerintah dinilai terlalu tertutup dengan DPR dalam pembahasan DCA. Menurutnya, pemerintah dan DPR memiliki aturan main termasuk membuat perjanjian. Pemerintah juga berencana kembali bertemu DPR.”Kita masih tunggu angin baik,”katanya. (rijan irnando purba)

Tuesday, August 07, 2007

Yakovlev Yak-130 Combat/Trainer




Yakovlev Yak-130 dalah sebuah pesawat jet latih buatan Rusia yang terbang pertama kali pada 26 April 1996 oleh A. Sinitsyn. Kemudian Yakovlev mengajak Aermacchi, perusahaan asal Italia bekerjasama mengembangkan Yak-130.

Namun karena ada beberapa perbedaan dasar (kebijakan politik) kedua rekanan ini akhirnya mengembangkan pesawatnya sendiri-sendiri dengan memakai desain dasar pesawat yang sama. Versi Italia dinamakan Aermacchi M-346, dan Yak-130 versi Russia.

Yakovlev, perusahaan pembuat pesawat tempur asal Russia ini, telah berpengalaman membuat berbagai jenis pesawat kebutuhan militer Russia. Diantaranya yang terkenal adalah pesawat Vertikal Take-Off and Landing (VTOL) Yak-141.



Khusus untuk produksi ke-2 Yak-130 konstruksinya dikerjakan Sokol Aircraft Building Plant di Nizhniy Novgorod.

Prototype pertamanya diuji terbang pada tanggal 5 April 2005 lalu, ujicoba dilakukan di Nizhniy Novgorod. Program ini akan dilanjutkan dengan pembuatan prototype ke-tiga.

Yak-130 pada awalnya ditujukan untuk digunakan sebagai pesawat latih bagi para calon penerbang tempur, dan telah mendapatkan sertifikasi kelaikan dari Angkatan Udara Rusia (Voyoenno-Vozdushnyye Sily). Setidaknya AU Rusia saat ini menggunakan lebih dari 350 unit pesawat Yak-130 untuk calon pilot pesawat tempurnya.

Dalam perkembangannya, selain sebagai pesawat latih tempur (operasional), Yak-130 juga dikembangkan sebagai pesawat tempur ringan multi-role. Yang mampu melaksanakan misi-misi pesawat tempur.


Pengembangan (%) kedepan Yak-130

Varian

Yak-130/Aermacchi
- prototipe latih.
Yak-130-01 - Russian-Italian joint training and combat fighter. 90% menjelma menjadi Yak-130. Avionik oleh "Elektroavtomatika", SPB, Russia. Produksi by "Sokol". pernerbangan pertama direncanakan pada kuarter ke IV 2003.



Spesifikasi (Yak-130) :

Karakteristik umum :

Kru: 2 pilots
Panjang: 11.49 m (37 ft 8 in)
Lebar sayap: 9.72 m (31 ft 10 in)
Tinggi: 4.76 m (15 ft 7 in)
Area sayap: 23.52 m² (253.2 sq ft)
Berat kosong: 4,600 kg (10,141 lb)
Berat terisi: 6,350 kg (14,000 lb)
Berat maksimum lepas landas: 6,500 kg (14,330 lb)
Mesin: 2× Klimov RD-35 turbofan, 21.58 kN (4,852 lbf) each



Performa

Kecepatan maksimum: 1,037 km/h (644 mph)
Kecepatan jelajah: km/h (mph)
Kecepatan stall: 165 km/h (103 mph)
Jarak jangkau: 2,546 km (1,582 miles)
Atap servis: 13,000 m (42,660 ft)
Tingkat panjat: 50 m/s (10,000 ft/min)
Wing loading: 276.4 kg/m² (56.60 lb/sq ft)
Dorongan/berat: 0.68



Persenjataan :
Guided "air-to-air" missile : R-73, AIM-9, Magic
Guided "air-to-surface" missile : H-25, AGM-65
Pods with dart 57 mm missiles : UB-32, AL-25-50, LAU-51
Bombs of 250-500 kg caliber
FAB : Mk82, Mk83, SAMP-25
Cluster munition : RBK-500, BL 755
Laser-guided bombs : КАB-500, Rockeye II
Gun pod : GSh-23, DEFA, Aden
Drop fuel tanks

Kedatangan 6 Sukhoi Baru Molor



JAKARTA - TNI Angkatan Udara tampaknya perlu bersabar. Sebab, pembelian enam pesawat Sukhoi masih membutuhkan waktu negosiasi yang lama dengan Rusia. Diharapkan pesawat itu baru akan tiba dan dikerahkan dalam latihan gabungan TNI tahun 2008.

"Itu memang persoalannya kita punya waktu, tapi persoalan administrasi mungkin ada perubahan waktu, mungkin bisa digunakan dalam Latgab TNI," kata Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (6/8/2007).

Menurut Sjafrie, empat pesawat jet tempur produksi Rusia ini molor hanya dalam hal pendistribusian saja. Tetapi, proses pengadaannya tetap tahun 2007.

Perkembangannya saat ini, dalam pertemuan tahunan Komisi Teknik Militer Indonesia-Rusia, yaitu antara Dephan kedua negara, akan dilakukan penandatanganan MoU yang dilakukan Dirjen Sarana Pertahanan dengan pihak Rosoboron, sebagai produsen Sukhoi.

Pertemuan tahunan ini diperkirakan baru akan dilakukan pada tanggal 20-21 Agustus 2007 mendatang di Rusia. Sedangkan mengenai lender atau bank penjamin, lanjut Sjafrie, sudah tidak ada masalah, karena banknya berasal dari Rusia sendiri.

M. Rizal Maslan - detikcom

Thailand Borong 96 Panser Ukraina



BANGKOK - Thailand kemarin mengumumkan memborong 96 kendaraan lapis baja buatan Ukraina senilai sekitar US$ 133 juta.

Menurut wakil juru bicara Angkatan Bersenjata Thailand, Sirichan Ngathong, pembelian kendaraan lapis baja pengangkut personel itu buat meningkatkan keselamatan pasukan di tiga provinsi yang mayoritas warganya muslim di perhatasan Malaysia.

Gerilyawan separatis di wilayah itu telah melancarkan perlawanan terhadap pemerintah lebih dari tiga tahun. Kelompok militan kerap meledakkan ranjau di jalur yang dilalui konvoi militer.

"Militer telah mencapai sebuah kesepakatan awal atas model-model kendaraan itu. Ketika segalanya diselesaikan, kami segera meminta persetujuan dari kabinet," kata Sirichan Ngathong kepada AFP di Bangkok kemarin. Nilainya sekitar 4 miliar baht (US$ 133 juta atau lehih dari Rp 1,22 triliun).

Disebutkan, proposal pembelian kendaraan angkut lapis baja tersebut telah dilakukan sejak 2001, tapi tertunda karena pemerintah berjuang mencari dana pembeliannya.

Militer juga bakal melanjutkan satu pilot project buat mengembangkan 10 robot pendeteksi born dengan mahasiswa di lnstitut Teknologi King Mongkut di Bangkok.

Perdana Menteri Surayud Chulanont bulan lalu menyebut pemerintah teJah bekerja sarna dengan satu tim mahasiswa universitas Thailand.

Tim itu sebelumnya menang dalam kompetisi robotik intemasional atas karyanya, sebuah robot. buat menyelidiki lokasi-lokasi bencana alam. Sementara itu, pemerintah juga segera meluncurkan satelit lingkungan hidup pertama pada November mendatang buat membantu survei sumber daya alam, mengendus bencana alam, dan bahkan memerangi perdagangan gelap narkotik.

Menurut pejabat antariksa Thailand, Charnchai Peanvijarnpong, satelit 'Theos' telah dipelajari dan pembangunannya direncanakan sejak dua tahun lalu.

"Theos bakal membantu karni memprediksi kemungkinan kekeringan atau banjir," kata Carnchai, yang sehari-hari Wakil Direktur Geo-Infonnatics pada Badan Pengembangan Teknologi Antariksa Thailand, kemarin. Satelit bakal bisa memonitor panen padi, tapi juga bakal membantu pejabat anti narkotik memelototi produksi opium dan panen tanaman ilegal lainnya.

Sejumlah badan pemerintah teJah meneken kontrak menggunakan layanan satelit itu, tennasuk Departemen lrigasi Kerajaan dan Kantor Dewan Pengendali Narkotik.

Proyek satelit yang merupakan kolaborasi dengan perusahaan luar angkasa Eropa, EADS Astrium, itu menguras kocek Bangkok hingga US$ 179 juta. • AFP|DWl ARJANTO

Catatan Moderator :
Meskipun jenis tank amphibi yang dibeli dari Ukraina tidak disebutkan, kemungkinan besar tank yang dipilih adalah BTR-80. Tapi kalau merujuk total pembelian yang sampai US$133 Juta untuk 96 unit tank, kayanya gak mungkin juga, karena tank jenis ini pernah ditawarkan ke Indonesia seharga US$ 350.000/unit, saat RI berencana membeli APC untuk tentaranya di Libanon.

Kecuali ada spek khusus yang menyebabkan harganya hingga 3 kali lipat dari yang ditawarkan Ukraina kepada Indonesia.

Kerjasama Antara TNI Dengan Angkatan Bersenjata New Zealand Di Bidang Pertahanan

Jakarta, DMC - Angkatan Bersenjata New Zealand menawarkan kepada Tentara Nasional Indonesia untuk mengirimkan personelnya mengikuti pendidikan setingkat Sesko di New Zealand. Demikian pula Indonesia akan mengundang dan memberikan kesempatan kepada perwakilan personel tentara dari New Zealand untuk sekolah Sesko TNI di Indonesia. Pertukaran personel ini merupakan kerjasama antara TNI dan militer New Zealand di bidang pertahanan.

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Strahan Dephan) Mayjen TNI Dadi Susanto, Senin (6/8) saat menerima kunjungan New Zealand Defence Force (NZDF) Command & Staff College, di Kantor Dephan, Jakarta. Sebelumnya delegasi New Zealand Defence Force (NZDF) Command & Staff Collage juga melakukan kunjungan kepada Sekjen Dephan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin.

Dirjen Strahan saat menyambut delegasi dari New Zealand Defence Force (NZDF) Command & Staff College mengatakan, bahwa Indonesia saat ini khususnya TNI sedang menegakkan kekuatan dan meningkatkan hubungan dengan New Zealand. “ Hubungan militer juga menjadikan pondasi dengan menerima saran dan usul dari New Zealand kepada TNI”. Jelas Dirjen Strahan.

Menurut Dirjen Strahan, Indonesia dan New Zealand selama ini telah mengadakan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan, partisipasi dalam hubungan di suatu kawasan dan kerjasama multilateral. Kerjasama tersebut merupakan upaya memajukan hubungan antara Negara ASEAN dengan Australia, New Zealand, Asia dan Amerika latin.

Lebih lanjut Dirjen Strahan Mayjen TNI Dadi Susanto mengatakan, Indonesia dengan New Zealand menjadi Partner Dialog Kepulauan Pasific pada bulan Agustus 2001. Indonesia dan New Zealand juga telah menjadi rekan dalam Konferensi Asia Timur ( East Asia Summit).

Dirjen Strahan berharap, kunjungan delegasi dari New Zealand Defence Force (NZDF) Command & Staff College yang dipimpin oleh Air Commodore Terry Gardiner. ke Dephan ini, dapat memberi pengertian yang lebih luas tentang Pertahanan Nasional Indonesia. (DNR/HDY)

Sumber

Menhan: Tolaklah Setelah Seluruh Draf Dikirim

Perjanjian RI-Singapura

Jakarta, Kompas - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono tidak mempersoalkan upaya yang dilakukan anggota DPR untuk menolak perjanjian ekstradisi, kerja sama pertahanan, dan pengaturan pelaksanaan area latihan militer.

Namun, menurut dia, akan lebih baik kalau penolakan DPR dilakukan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) RI menyerahkan keseluruhan paket perundingan kepada DPR.

"Tunggu dulu sampai keseluruhan paket perundingan yang terdiri dari ekstradisi, pertahanan, dan daerah latihan disepakati dulu mengenai Area Bravo. Pengusulannya disampaikan dalam satu paket. Tetapi, kalau teman-teman di DPR ingin menyatakan pendapat, silakan saja, tidak apa-apa," ujar Juwono di Kantor Presiden, Senin (6/8).

Mengenai kapan Menlu Hassan Wirajuda menyerahkan keseluruhan paket perundingan kepada DPR, masih menunggu pertemuan dengan Menlu Singapura. "Menlu sedang menunggu isyarat dari Menlu Singapura. Sebagai ketua perundingan, kedua menlu harus ketemu untuk membahas mengenai ganjalan soal Area Bravo itu," ujarnya.

Soal penolakan dari DPR, Juwono berujar, "Kita menunggu dulu perundingan kedua menlu. Baru setelah itu mereka menolak keseluruhan paketnya. Kalau salah satu bagian dari paket itu ditolak, dua lainnya tak akan jadi. Ketiganya ada dalam satu rangkaian. Satu ditolak, dua lainnya juga berarti ditolak."

Berita selengkapnya

Dephan Siapkan Blue Print Pertahanan

JAKARTA (SINDO) – Departemen Pertahanan (Dephan) sedang menyelesaikan empat blue printterkait rencana pertahanan strategis.Keempat dokumen ini akan menjadi dasar rancang utama pertahanan nasional.

Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, keempat dokumen itu terdiri dari dokumen strategipertahanan,doktrin pertahanan,postur pertahanan, dan buku putih pertahanan. “Dephan di bawah koordinasi Dirjen Strahan sedang menyelesaikan empat dokumen strategis itu,” tegas Sjafrie di Kantor Dephan,Jakarta,kemarin. Keberadaan empat dokumen itu,menurut dia,selain mengatur strategi pertahanan, juga akan mengatur tata ruang pertahanan.

Sebab, menurut Sjafrie, tata ruang pertahanan sangat tergantung para tata secara nasional.“Sedangkan tata ruang nasional sangat tergantung pada konsep pertahanan negara yang diwakili,”paparnya. Sementara itu,Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengungkapkan, keberadaan dokumen ini sangat penting untuk melindungi wilayah pertahanan Indonesia.Menurut dia,sebagai negara dengan kepuluan terbesar di dunia,Indonesia memiliki posisi paling penting, terutama bidang perdagangan dunia.“Karena itu,Indonesia harus memperhitungkan bentuk negara kepulauan disamping lokasi negara,” tegasnya. Juwono mengungkapkan,strategi ruang pertahanan harus disusun dengan perencanaan yang terpadu terhadap pertahanan militer. (amril)

Monday, August 06, 2007

Russia Mulai Memproduksi Serial Bulava Ballistic Missile -1

SEVASTOPOL, 5/8/2007 (RIA Novosti) - Russia telah membuat keputusan memproduksi serial baru Bulava-M ballistic missile yang mampu diluncurkan dari bawah permukaan laut, mengikuti sukses ujicoba sebelumnya, akhir Juni lalu. Demikian Komandan Russian Navy mengatakan Minggu (5/8).

Jadwal peluncuran pada 28 Juni lalu dilakukan dari kapal selam nuklir 'Dmitry Donskoi' (kelas Typhoon), di Wilayah Utara (Russia's White Sea), dan missil sukses mencapai target di Kura testing ground, wilayah Kamchatka Peninsula. Sekitar 6,700 kilometer (4,200 mile) sebelah Timur Moscow.

Admiral Vladimir Masorin mengatakan tes peluncuran terakhir sangat penting, karena menentukan jadi tidaknya missil diproduksi. Missil ini nantinya akan di tempatkan di peluncur-peluncur yang ada di kapal selam nuklir gen-4 'Yuri Dolgoruky'.

Program pertahanan nasional Russia berencana menempatkan Bulava pada semua armada kapal selam nuklirnya.

Missil ini akan menjadi senjata strategis dari kekuatan nuklir Russian Navy di dekade yang akan datang.

Masorin mengatakan jadwal selanjutnya Russia akan melanjutkan uji coba Bulava, 2 kali atau lebih ditahun 2007 dan diharapkan akan selesai 2008 nanti.

Austria Tawarkan Kerja Sama Peralatan Militer

PEMERINTAH Austria menawarkan kerja sama peralatan militer dan kesehatan kepada Pemerintah Indonesia. Hal itu disampaikan Duta Besar Austria untuk Indonesia Raymund Gradt saat mengunjungi Mabes TNI AU di Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Menurut Raymund, pemenuhan kebutuhan persenjataan militer TNI, khususnya TNI AU, masih jauh dari cukup. Dalam kesempatan itu, di hadapan Kepala Stal Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI . Herman Prayitno, Raymund sempat menawarkan kerja sama pengadaan senjata udara dan medis udara yang dibutuhkan TNI AU.

Menanggapi tawaran ini, Kepala Dinas penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Daryatmo mengatakan, penawaran tersebut lebih pada peralatan medis. "Kalau kita, prinsipnya setuju saja karena kita membutuhkan. Tetapi semua kembali pada persetujuan pemerintah dan kita sifatnya teknis saja, " ungkapnya. (amril)

Sumber : SINDO/KILAS

Rusia Umumkan Rencana Pengujian Rudal Nuklir

Moskow-RoL-- Angkatan Laut Rusia hari Minggu mengumumkan rencana untuk menguji-tembakkan serangkaian rudal nuklir di tengah perselisihan yang terus berlangsung dengan AS menyangkut rencana Washington menempatkan perisai pertahanan rudal di negara-negara bekas sekutu Sovyet, Polandia dan Republik Ceko.

Armada Rusia akan menguji-tembakkan dua dari rudal-rudal baru jarak jauh Bulava-M dengan jangkauan penuhnya, kata Laksamana Vladimir Masorin seperti dikutip Kantor Berita Interfax. Pengujian lebih lanjut dari seri terakhir akan berlangsung sebelum 2008, kata Masorin.

Setelah pengujian-pengujian tersebut, senjata balistik dengan jangkauan lebih dari 8.000 kilometer itu akan mulai dioperasikan, tambah perwira tinggi tersebut.

Rusia berulang kali memamerkan kemampuan militernya sejak perselisihan meletus berkaitan dengan rencana Washington menempatkan rudal-rudal defensif di Polandia dan sebuah stasiun radar di Republik Ceko. Rusia merasa keamanannya terancam oleh rencana AS itu, yang kata Washington diperlukan untuk mencegah serangan-serangan dari Iran.

Washington dan Moskow saat ini membahas tawaran Rusia untuk bekerja sama dalam sebuah sistem pertahanan rudal. Masorin menyebut-nyebut penyusunan ulang strategis armada Rusia pada Ahad. "Kami harus melanjutkan penembakan (uji-coba) seperti yang kami lakukan hari ini, dan dari lokasi-lokasi yang berbeda, sehingga kami betul-betul jelas mengenai kemampuan rudal-rudal itu," kata Masorin.

Setelah masing-masing pengujian, "upaya-upaya finansial dan intelektual besar" harus diambil untuk memastikan rancangan rudal itu.
Setelah pengujian terakhir Bulava yang berhasil pada akhir Juni, bagian-bagian dari rudal baru itu sudah mulai diproduksi secara massal, kata Masorin.

Rudal-rudal itu diperkirakan ditempatkan dalam tiga kapal selam atom kelas Borey yang baru dan besar, pertama-tama di kapal terbaru bernama Yuri Dolgoruki.

Sebanyak 20 rudal balistik, masing-masing membawa 10 hulu-ledak, bisa ditempatkan di setiap kapal selam itu. Hulu ledak nuklir itu memiliki ciri perlindungan khusus yang membuatnya tidak bisa disergap. Rusia melakukan pengujian rudal itu sejak 2005, sebagian besar ditembakkan dari Laut Putih atau Beloye More, dan mendarat di semenanjung timur jauh Rusia Kamchatka. antfif

Video peluncuran Kapal Selam kelas Borey, Russia.

Iran Berhasil Uji-coba Jet Tempur Buatan Dalam Negeri

Senin, 06 Agustus 2007 8:27:00 Teheran--RoL-- Iran menyatakan, Minggu, mereka berhasil menguji-coba jet tempur kedua buatan dalam negeri "Azarakhsh" (Kilat), kata Kantor Berita Fars.

Jet tempur itu diuji di Isfahan di Iran tengah dengan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Mostafa Mohammad Najar dan para pejabat tinggi lain Iran, kata Fars tanpa memberikan penjelasan terinci lebih lanjut.

Menurut Teheran, jet tempur Azarakhsh, yang merupakan kelanjutan dari jet tempur buatan dalam negeri "Saeqeh" (Petir), bisa dibandingkan dengan jet-jet tempur F-5 AS. ANTARA/DPA

Video Sa'eqeh (Petir)-80

Rusia Pertimbangkan Bangun Pangkalan Permanen di Laut Tengah

Panglima angkatan laut Rusia mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan pembangunan pangkalan angkatan laut permanen di Laut Tengah.

Admiral Vladimir Masorin mengatakan Laut Tengah memiliki yang dia sebut “kepentingan strategis” tertinggi bagi armada Laut Hitam Rusia. Katanya “kehadiran permanen” Rusia harus dipulihkan di kawasan itu.

Masorin mengatakan itu hari ini di pangkalan armada Laut Hitam di kota pelabuhan Ukraina, Sevastopol.

Sebelumnya tahun ini, para pejabat Rusia menyangkal laporan bahwa mereka bermaksud membangun pangkalan militer di pelabuhan Syria, Tartus. Rusia menggunakan pelabuhan itu sebagai perbengkelan kapal angkatan laut.

Sumber

TNI Sudah Programkan Pembentukan Korem Di Flores

Kupang - Pimpinan TNI sudah memprogramkan pembentukan Komando Resimen (Korem) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan target terwujud tahun 2009 mendatang.

"Target pembentukan Korem di Flores itu tahun 2009, tetapi jika masyarakat menghendaki lebih cepat dibentuk, tentu akan dipercepat," kata Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti, Kolonel Inf Arief Rachman, MBA, di Kupang, Jumat.

Kolonel Rachman mengaku, sosialisasi pembentukan korem di Flores itu harus terus dilakukan hingga mayoritas masyarakat di pulau itu menyetujui dan mendukung rencana TNI dalam meningkatkan pertahanan negara.

Rencana pembentukan korem di Flores itu sudah digulirkan sejak tahun 2000 lalu. Saat itu, pimpinan TNI hendak memindahkan Korem 164/Wiradharma dari Dili, Timor Timur (Timtim), ke Pulau Flores, namun ditentang berbagai kelompok masyarakat karena trauma dengan peristiwa Timtim.

"Kami sudah sosialisasikan rencana pembentukan korem di Flores itu sejak tahun 2000. Kini disosialisasikan lagi agar semua pihak memahami rencana strategis pertahanan negara di wilayah ini," ujarnya.

Danrem mengatakan, upaya nyata yang akan dilakukan TNI terkait pembentukan Korem di Flores itu yakni pembentukan komando distrik (Kodim) di kabupaten baru di Flores yang hingga kini belum memiliki kodim.

Dalam tiga tahun terakhir ini terbentuk tiga kabupaten baru di Pulau Flores masing-masing Kabupaten Manggarai Barat (tahun 2005), Nagakeo dan Manggarai Timur (tahun 2007).

"Dalam waktu dekat kami rencanakan pembentukan kodim di Labuanbajo, Manggarai Barat dan di Rote Ndao, Pulau Rote. Dua kabupaten baru lainnya menyusul sesuai renstra pertahanan wilayah," ujarnya.

Menurutnya, jumlah kodim di wilayah NTT tidak otomatis bertambah meskipun terjadi pembentukan daerah otonom baru hasil pemekaran wilayah karena kodim tidak identik dengan kabupaten atau jumlah kodim tidak harus sesuai dengan jumlah kabupaten.

Saat ini, jumlah kodim di jajaran Korem 161/Wirasakti, masih mengacu kepada pelayanan pertahanan negara di 16 kabupaten/kota dalam wilayah NTT.

Kodim selaku komando teritorial pada luasan wilayah tertentu bukan berdasarkan wilayah kabupaten/kota sehingga hingga kini masih ada kodim di NTT yang membawahi 2-3 kabupaten.

Kodim 1604 Kupang misalnya, masih membawahi wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Rote Ndao. Kodim di Larantuka masih membawahi Kabupaten Flores Timur dan Lembata.

"Keberadaan kodim di suatu wilayah tergantung kompleksitas masalah di wilayah itu, luas wilayah, posisinya dan tuntutan kebutuhan masyarakat akan pertahanan negara," ujar Kolonel Rachman. Sumber : Antara

Berita terkait lainnya : NTT BUTUH LIMA BATALYON TNI AD

Saturday, August 04, 2007

LMT Jumat (3/8) Mengirimkan Tiga Super Hercules ke 41st Airlift Squadron



Lockheed Martin [NYSE: LMT] hari ini (Jumat,3/8/2007) mengirimkan C-130J Super Hercules untuk 41st Airlift Squadron, Little Rock Air Force Base, Ark. 41st Airlift Squadron, dikenal dengan julukan “Black Cats,” adalah skadron tempur pertama C-130J yang bertugas di AU dan menjadi salah satu kekuatan angkut udara di skuadron militer AS.

Letjend. Donald J. Hoffman, Deputi Militer AU-AS untuk Pentagon, dijadwalkan yang akan menerima C-130J terbaru mewakili “Black Cats.”

"C-130J telah menunjukkan dan mendemonstarikan kemampuan yang mengagumkan, kapabel akan kebutuhan tugas pendukung pertempuran " ujar Jend. Hoffman. "Juga berperan sebagai pesawat angkut yang handal dan jika diperlukan dapat berperan sebagai armada tangker udara. C-130J mampu mengantisipasi semua misi angkut yang kita perlukan di lapangan."

Generasi terbaru Hercules ini berukuran lebih besar, tetapi mampu operasional secara efisien dibandingkan versi lamanya. Lebih cepat, daya angkut lebih banyak dan daya tahannya lebih baik. Sebagai tambahan, C-130J hanya memerlukan 3 kru untuk keseluruhan misi yang di emban, sehingga potensial digunakan untuk berbagai theater pertempuran.

Saat ini C-130J telah ditempatkan di dua combat theater (Iraq dan Afganistan), fakta di sana teruji kehandalannya, karena lebih efisien serta daya tahan kuat selama beroperasi. Disana C-130J juga dipakai sebagai sarana angkut perbekalan bagi para pasukan, air-to-air refueling, ground refueling dan misi kemanusiaan lainnya.

Sampai saat ini C-130J yang ada (di dunia dari versi awal) telah mempunyai jam terbang hingga 355,000 jam.

Di AS, Air Mobility Command, Air Education dan Training Command, Air Force Reserve Command dan Air National Guard units mengoperasikan C-130J. Korps Marinir AS mengoperasikan KC 130J versi tanker udara dan US Coast Guard HC-130J. Operator lain (diluar AS) yang menggunakan C-130J adalah Royal Air Force, Royal Australian Air Force, Italian Air Force dan Royal Danish Air Force.

AS Nilai Keamanan Indonesia Meningkat

Sabtu, 04/08/2007 JAKARTA (SINDO) – Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Cameron R Hume menilai sistem keamanan di Indonesia sudah meningkat.

Dia melihat,sejak Oktober 2005 hingga saat ini, tidak lagi terjadi aksi teroris besar di Indonesia. ”Rata-rata sistem keamanan di Indonesia meningkat. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah lain di kawasan ini untuk meningkatkan keamanan,”tandas Hume di Kedubes AS di Jakarta,kemarin.

Mantan Dubes AS untuk Aljazair ini juga mengkritik kondisi di negaranya sendiri. Beberapa kalangan di AS, ungkap Dubes AS untuk Indonesia yang menggantikan B Lynn Pascoe ini, menggunakan kekerasan untuk melawan warga sipil tidak berdosa untuk tujuan politik.

Menanggapi travel warning ke Indonesia yang sempat dikeluarkan Pemerintah AS beberapa bulan silam,Hume mengatakan, masalah tersebut merupakan salah satu yang menjadi perhatiannya.

Menurut dia, keputusan travel warning bukan berasal dari Dubes,melainkan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Dia juga mengatakan, tidak terlalu mengetahui apakah travel warning yang sempat dikeluarkan itu sudah habis masa berlakunya. (maya sofia)

SWORDS

Special Weapons Observation Reconnaissance Detection System



Video : Part 1, Part 2

Future Weapons

Russia Menempatkan Lebih dari 30 Alutsista Baru Sepanjang Januari-Juni 2007

MOSCOW, 3/8 (RIA Novosti) - "Komisi Pertahanan Russia telah menempatkan lebih dari 30 tipe alutsista baru dari advanced weapon systems di smester pertama 2007 ini", demikian dikatakan mentri pertahanan Jumat (3/8).

"36 tipe alutsista modern telah ditempatkan Russian Armed Forces (RAF) diawal semester 2007," ujar Anatoly Serdyukov.

Menhan Russia mengatakan, alutsista ini termasuk kapal selam berpeluncur SINEVA balistic missil (R-29RM), kompek pertahanan udara S-400 Triumf, dan 120-mm NONA SM-1 towed mortar untuk kekuatan AD.

R-29RM Sineva (NATO codename SS-N-23) di desain untuk digunakan pada kapal selam Russia kelas Delta IV, tiap-tiap kapal selam mampu membawa 16 missil. Termasuk 4 hulu ledak nuklir dengan jarak jangkau 8,500 kilometer.

Serdyukov juga mengatakan, Russia telah berhasil menguji peluncur 'YARTS' (Land-Based Ballistic Missile), sebagai peluncur laut BULAVA ballistic missil dan X-102 airborne missile.

"Kami telah memasuki uji akhir untuk keseluruhan jenis missil," ujarnya.

Sebagai tambahan, Russia juga berhasil menguji versi terbaru ISKANDER-M ballistic missil, yang kapabel membawa multiple warheads (beberapa hululedak) dan 2 peluncur satelit komunikasi dan intai mata-mata, tambah mentri pertahanan.

4 Tentara Amerika Tewas dalam Beberapa Operasi Tempur Terpisah di Baghdad

03/08/2007 -- Militer Amerika di Irak mengatakan empat tentara Amerika tewas dalam beberapa operasi tempur terpisah di Baghdad.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari ini, militer Amerika mengatakan tiga tentara tewas dan 11 lainnya luka-luka ketika bom pinggir jalan meledak dekat patroli mereka di Baghdad timur Kamis malam kemarin.

Sebelum itu, militer Amerika mengatakan seorang tentara tewas dan tiga luka-luka ketika melakukan operasi di bagian barat Baghdad.

Juga Kamis kemarin, sekurang-kurangnya 13 orang – sebagian besar adalah calon polisi Irak – tewas ketika pembom mobil bunuh diri menabrakkan kendaraannya ke kantor polisi di kota Hibhib, di sebelah utara Baghdad. Lima belas orang luka-luka dalam serangan itu.

Sumber

Friday, August 03, 2007

KSAU Lantik 47 Penerbang

SLEMAN (SINDO) – KSAU Marsekal TNI Herman Prayitno melantik 47 perwira penerbang tempur di Lapangan Jupiter Lanud Adisucipto,Yogyakarta, kemarin.

Mereka yang dilantik terdiri atas 32 Perwira Remaja (Para) dan 15 Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP).Pelantikan ini dilakukan dalam upacara Wingday dan Praspa Sekbang Angkatan 73/74. Dari 32 perwira berpangkat Letnan Dua (Letda) ini, 30 orang di antaranya akan bertugas di jajaran AU dan dua orang bertugas di AD.

Sedangkan 15 penerbang PSDP tujuh orang bertugas di AD, enam orang di TNI AL dan dua orang merupakan Wanita Angkatan Udara (WARA) dan tetap bertugas sebagai penerbang AU. Lulusan terbaik Sekbang angkatan 73/PSDP adalah Letda Laut (P) Wibowo Apriyanto dan untuk Sekbang angkatan 74/Para Letda PnB Bambang Aulia Yudhistira.

Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto dalam sambutan tertulis yang dibacakan KSAU Masekal TNI Herman Prayitno mengatakan, tugas penerbang TNI bukan sekadar menerbangkan pesawat.

”Mahir dan terampil harus melekat dalam diri penerbang baik dalam operasi militer perang maupun selain perang,” kata Djoko Suyanto Selain itu, profesi penerbang juga sangat melekat dengan teknologi. Karena alutsista pesawat terbang merupakan produk ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sehingga perwira penerbang harus mampu menjamin keberlangsungan alutsista pesawat udara yang dipercayakannya Sedangkan Marsekal TNI Herman Prayitno mengatakan, untuk menghasilkan penerbang yang berkualitas, pendidikan sekbang mengunakan kurikulum yang standar dan didukung sarana dan prasarana yang memadai.

”Sekbang didukung dengan sarana yang memadai, yaitu 12 pesawat KT- 1B, 16 pesawat Charlie dan 20 pesawat Bravo,” kata Herman Wingday dan Praspa Sekbang dimeriahkan dengan atraksi empat pesawat tempur F5 Tiger dan F 16 yang berpangkalan di Lanud Iswahyudi Madiun. Selain itu,aksi drumband karbol AAU dan terjung payung dari FASI DIY. (priyo setyawan)