Friday, July 31, 2009

Pangkohanudnas Resmi Menutup Latihan Perkasa A/B 2009

JAKARTA - Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjao S.IP, selaku Direktur Latihan Hanudnas Perkasa A/B TA. 2009, didampingi Asops Kohanudnas Kolonel Pnb Barhim dan para Asisten lainnya secara resmi menutup latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B”, melalui voice yang bisa didengar langsung oleh para pelaku latihan di Satuan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) I Jakarta maupun Kosekhanudnas II Makasar, dari ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Makohanudnas, di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7).

Gelar latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B” telah berlangsung sejak 10 Juli 2009 atau selama tiga minggu dengan mengambil dua lokasi, di wilayah Kosekhanudnas I dipusatkan di Tanjung Pinang dan Batam Sumatra, dan wilayah Kosekhanudnas II dipusatkan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Unsur-unsur Hanud yang dilibatkan antara lain : pesawat Tempur Sergap F-5 Tiger, Hawk 109-209, MK-53 HS Hawk, F-16 dan seluruh Satuan Radar (Satrad) yang berada dalam jajaran Kosekhanudnas I dan II. KRI berkemampuan Hanud dan Arhanud pun ikut dikerahkan, begitu pula Detasemen Rudal (Denrudal) 004/I/ Bukit barisan dan Denrudal 002/VI/ Tanjungpura.

Sebagai pendukung ikut diturunkan pesawat intai Boing-737, pesawat angkut C-130 Hercules dan Helikopter SAR, kata Pangkohanudnas.

Lebih lanjut Marsda TNI Dradjad Rahardjo S.IP, mengatakan, latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B” TA. 2009 ini, merupakan latihan tahapan menuju puncak latihan Kohanudnas (Latihan Tutuka), sebagai uji tingkat kesiapsiagaan unsur-unsur Hanud yang berada di jajaran Kohanudnas dalam menghadapi acaman yang sebenarnya untuk penindakan maupun penangkalan dalam mengamankan Wilayah Udara Nasional.

Dengan latihan ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan, baik perorangan maupun Satuan yang berada di jajaran Kosekhanudnas I dan II, dalam mengaplikasikan dan penerapan Doktrin operasi pertahanan udara, untuk menyusun rencana operasi yang disiapkan berdasarkan analisa kontijensi yang diperkirakan akan terjadi, dan meningkatkan kerja sama unsur-unsur Hanud di wilayah Kosekhanudnas I dan II, atau keterpaduan penyelenggaraan operasi pertahanan udara harap Pangkohanudnas.

Sumber : PUSPEN TNI

Thursday, July 30, 2009

Latihan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan USAF - TNI AU



PEKANBARU - Latihan gabungan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Lapangan Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, diwarnai kabut asap.

Meski demikian, Kepala Bagian Operasi Korem 031 Wira Bima Letkol Ayi Supriatna di Pekanbaru, Kamis (30/7), menyatakan bahwa kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau itu tidak mengganggu jalannya simulasi latihan pemadaman kebakaran hutan dan lahan antar kedua negara itu.

Ayi menjelaskan, simulasi latihan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang diikuti oleh Markas Besar (Mabes) TNI dan United State Pacific Command (US Pacom) atau Komando Pasifik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat itu berjalan dengan baik. "Acara simulasi berlangsung dengan baik sejak pagi tadi hingga pukul 11.00 WIB," katanya.

Militer Amerika Serikat melalui US Pacom yang merupakan gabungan tiga Angkatan Bersenjata Amerika yang bertugas di kawasan Pasifik untuk penanggulangan bencana mengikutsertakan 13 prajuritnya.

Sementara itu, peserta lainnya dari Provinsi Riau ditambah regu pemadam dari instansi terkait di pemerintah daerah berjumlah ratusan orang. Bahkan beberapa perwakilan dari militer Singapura dan Thailand juga ikut serta meninjau acara simulasi tersebut meskipun tidak sebagai peserta.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Lanud Halim Kedatangan KC-130 dan Boeing-767

JAKARTA - Dua pesawat tangker udara KC-130 Hercules milik AU Amerika Serikat selama satu malam berada di Lanud Halim Perdanakusuma Kamis (30/7) dalam misi Latihan bersama TNI AL (Marinir) dengan Marinir Amerika serikat di Jakarta.

Dalam latihan ini hadir juga Boeing 767 milik AU Jepang, rencananya latihan yang dimulai pada 28 Juli kemarin akan berakhir hari ini. Kegiatan ini merupakan suatu wujud kerja sama yang telah terjalin baik selama ini antara TNI AU dengan Japan Air Force dan US Air Force.

Sumber : DISPENAU

Penambahan Anggaran Alutsista Jangan Lagi Ditunda

BANDUNG - Penambahan anggaran pertahanan pemerintah untuk alutsista sudah tidak dapat ditunda lagi. Untuk membentuk pasukan tempur udara yang tangguh dan mampu menjaga kedaulatan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia dibutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga dukungan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan.

Wakil Komandan Komando Pemeliharaan Materiil TNI AU Marsma TNI Bambang P Priyono menegaskan, pasukan tempur udara dibentuk dengan latihan bertahun-tahun. Jadi, pembelian materiil sarana tempur seperti pesawat ataupun helikopter harus dilakukan agar latihan pasukan TNI AU dapat optimal.

"Tidak bisa begitu perang baru peralatan tempur diadakan. Bagi prajurit, tidak mudah menyesuaikan diri dengan sarana pendukung udara seperti pesawat maupun helikopter," katanya seusai Peringatan Hari Bakti Ke-62 TNI AU Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7).

Dalam upacara tersebut, bertindak selaku Inspektur Upacara Marsma TNI Bambang P Priyono. Sementara komandan upacara diserahkan kepada Letkol Tek Ginda.

Menurut Priyono, pemerintah mendatang harus benar-benar memerhatikan alokasi anggaran pertahanan dalam negeri, termasuk pengadaan alutsista. Pembentukan armada tempur udara yang tangguh akan memperkuat citra dan posisi tawar bangsa dalam sejumlah konflik seperti di area perbatasan. Kecelakaan sejumlah pesawat TNI belakangan ini akan membuat sarana latihan menjadi kian terbatas.

Kendati hanya berbekal sarana yang terbatas, pihak TNI AU tetap berkomitmen melakukan latihan baik rutin maupun secara khusus. Hal itu, kata dua, sudah menjadi tanggung jawab bela negara bagi masing-masing prajurit TNI AU.

Terkait semakin rawannya konflik di perbatasan, TNI AU tetap mengedepankan penyelesaian secara persuasif. Menurut Priyono, perang hanya dijadikan alternatif terakhir saat penyelesaian konfliks ecara persuasif menemui jalan buntu.

Disinggung mengenai daerah-daerah yang rawan gesekan dengan patroli tentara negara tetangga, Priyono menyebutkan, TNI AU memang sedang mengkhususkan perhatian ke sejumlah pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Sumber : KOMPAS.COM

Roket Peluncur Satelit Dipercepat 2012

JAKARTA - Lima tahun lagi, Indonesia akan memiliki teknologi roket peluncur satelit sendiri. Ini sesuai target Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang menargetkan dapat meluncurkan roket pendorong satelit bertingkat empat yang disebut dengan Roket Pendorong Satelit (RPS)-420 untuk pertama kalinya pada 2014.

"Namun, Lapan akan berupaya agar proses peluncuran itu dapat dimajukan pada 2012 sebagaimana yang diminta DPR," kata Deputi Teknologi Dirgantara Lapan Dr Ing Soewarto Harhienata dalam seminar "Diseminasi Perkembangan Roket dan Satelit di Indonesia" di Kantor Lapan, Jakarta, Rabu (29/7).

Soewarto menjelaskan, pihaknya sedang merancang roket bertingkat empat dengan dua RPS guna meluncurkan satelit pemantau Indonesia pada 2014. Sebagai pendahuluan, Lapan telah berhasil meluncurkan roket RX-320 pada 30 Mei 2008 dan RX-420, 2 Juli 2009, yang dilaksanakan di Stasiun Uji Terbang Pamengpeuk, Jawa Barat.

Hingga saat ini, sebagian proses pembuatan RPS-420 itu telah dilaksanakan dan telah diujiterbangkan meski masih membutuhkan beberapa perbaikan lagi. "Kalau secara persentase (RPS-420 itu) sudah selesai kira-kira 40 persen," katanya.


Roket RX-420 saat loading di peluncur pada 1 Juli 2009.

Tergantung pembiayaan

Karena proses pembuatan RPS-420 itu dianggap lancar, DPR meminta Lapan untuk mempercepat rencana peluncurannya. Kata Soewarto, DPR meminta Lapan untuk mengajukan proposal pembiayaan agar proses peluncuran itu dipercepat dan sudah dapat terealisasi pada 2012.

"DPR sudah mengetahui tidak ada masalah di bidang teknologi (persiapan RPS-420 itu), tetapi hanya di bidang pembiayaan," kata Soewarto.

RPS-420 itu diproyeksikan terlebih dulu pada kemampuan untuk mengorbitkan satelit di antariksa, tapi belum memuat peralatan untuk pemantuan di angkasa tersebut. Jika proyek RPS-420 itu berhasil, baru Lapan menyiapkan satelit untuk diluncurkan.

Di samping roket, Lapan juga terus mengembangkan teknologi satelit. Lapan TUB-SAT (Lapan A-1) yang diluncurkan pada 2007 merupakan satelit pertama yang sebagian besar desain dan produksinya dilakukan para insinyur Indonesia bekerja sama dengan Universitas Teknologi Berlin, Jerman.

Selama ini, peluncuran satelit tersebut dilakukan di Shiharikota, India, dengan roket buatan India. Lapan masih akan menggunakan roket India untuk meluncurkan satelit Lapan A-2 yang akan digunakan untuk telekomunikasi. Proses pembuatan satelit untuk komunikasi itu dilakukan bekerja sama dengan Orari.

Sumber : KOMPAS.COM

Pengadaan Kapal Selam Ditunda

JAKARTA - Departemen Pertahanan menyatakan, pengadaan dua kapal selam baru bagi TNI Angkatan Laut akan ditunda sampai 2011, karena keterbatasan anggaran pemerintah.

"Meski ada rencana kenaikan anggaran pertahanan pada APBN 2010 sebesar 20 persen, namun itu masih belum memadai untuk pengadaan alutsista seperti kapal selam dan pesawat tempur baru. Kenaikan anggaran masih diprioritaskan untuk pemeliharaan," kata Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Mersekal Muda TNI Eris Herryanto di Jogjakarta, Rabu (29/7).

Dikonfirmasi ANTARA di sela-sela peringatan Hari Bakti ke-62 TNI Angkata Udara, ia mengatakan, pembahasan pengadaan dua kapal selam baru bagi TNI AL untuk sementara dihentikan menyusul kebijakan pemerintah untuk menunda pengadaan alat utama sistem senjata strategis baru.

"Bagi para negara produsen yang telah memasukkan proposalnya, kami terus lakukan kajian dan pendalaman dari mana Indonesia akan mengadakan, tetapi belum akan segera direalisasikan pengadaannya hingga 2011," tutur Eris.

Indonesia sebelumnya telah membuka tender bagi pengadaan dua kapal selam baru pada 2010-214. Untuk pengadaan kapal selam TNI AL ada beberapa negara yang menjadi pilihan seperti Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Perancis (Scorpen).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan, pihaknya telah melakukan kajian mendalam untuk spesifikasi kapal selam yang dibutuhkan sesuai tingkat ancaman yang akan dihadapi.

"Hasil kajian berupa spesifikasi teknik (spektek) dan operation requirement/opsreq (kebutuhan operasi) kepada Departemen Pertahanan (dephan) untuk kemudian ditentukan dari negara mana kapal selam itu diadakan. Jadi, kita tidak mengajukan merk atau negara mana. Hanya spektek dan opsreq. Dari negara mana, bukan masalah yang penting kemampuan tempurnya," ujarnya.

Sumber : ANTARA

Wednesday, July 29, 2009

KSAU : Kesiapan Pesawat Naik 15 Persen

YOGYAKARTA - TNI AU menargetkan kenaikan rata-rata kesiapan pesawat sekitar 10 hingga 15 persen, dengan kenaikan anggaran pertahanan pada APBN 2010 sebesar Rp.7 triliun.

"Kami masih fokus pada kenaikan anggaran untuk pemeliharaan dan pembelian suku cadang, yang pada tahun anggaran sebelumnya tidak bisa terbeli, hingga dapat menaikkan kesiapan pesawat kita," ujar KSAU Marsekal TNI Subandrio di sela-sela acara peringatan Hari Bakti ke-62 TNI AU di Yogyakarta, Rabu (29/7).

Pada APBN 2010 ,Pemerintah berencana menganggarkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 persen, dari jumlah itu TNI AU mendapat alokasi sekitar Rp.1,2 triliun.

"Nah dana itu yang akan kita fokuskan untuk pemeliharaan dan pembelian suku cadang.Prioritas memang pada pesawat angkut tanpa mengabaikan kenaikan kesiapan pesawat tempur dan helikopter," tutur Subandrio.

Dengan demikian, maka kenaikan anggaran meningkatkan kesiapan pesawat secara total hingga 50 persen.

Tentang pengadaan pesawat pengganti OV-10 Bronco, KSAU, mengatakan, TNI AU berharap dapat segera direalisasikan. "Semua masih di Departemen Pertahanan, tergantung keputusan mereka dan Departemen Keuangan Kami sih maunya segera," tuturnya.

Mengenai pengganti Hawk MK-53, Subandrio mengatakan, akan segera diajukan setelah penggantian OV-10 Bronco direalisasikan. "Mungkin mulai 2013... itu pun belum bisa sekaligus tetapi bertahap," ujarnya.

Sumber : ANTARA

Militer Indonesia-Sri Langka Tingkatkan Kerja Sama

JAKARTA - MILITER Indonesia dan Sri Lanka sepakat meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan dan latihan melalui pertukaran siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko).

Sebanyak 17 siswa Sesko Angkatan Darat Sri Lanka yang dipimpin Komandan Sekolah Komando Mayor Jenderal Niranjan Asoka Ranasinghe bertemu dengan Kepala Staf TNI AL Laksamana (KSAL) Tedjo Edhy Purdijatno dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Wardjoko di Jakarta, Selasa (28/7).

"Mereka ingin meningkatkan kerjasama kedua institusi," kata KSAL dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Sedangkan saat bertemu petinggi TNI AU, Wardjoko mengatakan, "rombongan ingin mengetahui lebih dekat matra udara RI dan kemungkinan kerja sama yang bisa direalisasikan.

Sumber : JURNAS

Tuesday, July 28, 2009

Latihan Antar Satuan Kosekhanudnas di Ambalat

BALIKPAPAN - Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Dradjad Rahardjo tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan pesawat tempur F-5 Tiger, Senin (27/7).

Pesawat F-5 dipiloti tersebut Letkol Pnb Roni Moningka, Komandan Skuadron Udara 14 Iswahyudi, Madiun. Bersama pesawat tersebut datang pula tiga pesawat F-5 Tiger lainnya.

Dua pesawat F-5e Tiger dan dua pesawat F-5f Tiger mendarat di Bandara Sepinggan terkait Latihan Antar Satuan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) II yang berlangsung di Ambalat 27-31 Juli.

Latihan ini untuk meningkatkan sistem penangkalan dan penindakan cepat, tepat, dan andal di wilayah udara Indonesia. "Atas perintah Panglima TNI, kami melaksanakan latihan di Ambalat untuk menunjukkan kekuatan Indonesia, biar negara lain tidak kurang ajar melanggar wilayah kita," tegas Dradjad.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Monday, July 27, 2009

4 Panser Pindad Ditempatkan di Cikeas

BOGOR - Empat panser yang selama ini diletakkan di beberapa titik strategis di kediaman Presiden SBY di Cikeas, Bogor, berganti wajah. Jika sebelumnya 4 panser yang dipajang adalah buatan luar negeri, saat ini panser yang disiagakan adalah Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad, Bandung, yang beberapa waktu lalu diserahterimakan kepada TNI.

Panser tersebut tiba di Cikeas sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (27/7). Keempatnya langsung diletakkan di tempat-tempat strategis termasuk di depan pintu gerbang Puri Cikeas. Sementara panser lama dibawa ke markas Paspampres di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Panser APC ini sebelumnya diserahterimakan dari PT Pindad ke TNI pada Jumat (10/7) lalu. Panser yang pembeliannya digagas oleh Wapres Jusuf Kalla tersebut dipesan sebanyak 154 buah. Ke depannya bakal ada penambahan 20 unit panser lagi pada Oktober 2009 nanti.

Sumber : DETIK.COM

Kadispen AL : Pesawat NC-212 Hanya Gagal Take-Off

SURABAYA - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E., menjelaskan bahwa Pesawat TNI AL jenis Cassa NC-212 No. U-612 yang dikhabarkan tergelincir ternyata hanya gagal take off di Bandara Juanda, Surabaya, Jum’at (24/7) pukul 09.45 Wib karena ada salah satu indikator pesawat mengalami gangguan ringan.

“Suatu tindakan yang benar diambil oleh Pilot karena sudah sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) penerbangan untuk mengurangi resiko yang lebih besar,” tegas Kadispenal seusai mengikuti pertandingan tenis lapangan dalam rangka kejuaraan Panglima TNI tahun 2009 di lapangan tenis Mabes TNI AU, Jum’at (24/7).

Menurut Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E., bahwa pesawat TNI AL yang diawaki oleh pilot Kapten Laut (P) Winardi, Co-Pilot Kapten Laut (P/W) Eny Ambarwati dan mekanik Serda Mes Anshori tersebut, sedang mengangkut 14 siswa penerjun Marinir.

Seluruh crew dan penumpang pesawat tersebut dalam keadaan baik, termasuk pesawat tidak ada kerusakan dan melanjutkan latihan penerjunan sorti ketiga atau sorti terakhir sesuai yang direncanakan. Sementara Bandara Udara Juanda, Surabaya tetap operasional seperti biasa.

Cassa 212 dengan nomor lambung U-612 tersebut merupakan pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia pada tahun 1983 dengan memiliki panjang 15,154 meter dan lebar 19 meter dengan bobot maksimal 7.450 kg, mampu mencapai ketinggian sampai dengan 20.000 kaki dan telah dioperasionalkan oleh TNI Angkatan Laut sejak 6 April 1984.

Sumber : DISPENAL

Menhan RI Terima Dubes RI Untuk Rusia

Draft Kontrak Pembelian Mi-35

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menerima kunjungan duta besar RI untuk Rusia Hamid Awaludin, Jum’at (24/7) kemarin, di kantor Dephan, Jakarta. Saat mendampingi tamunya, menhan didampingi Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S. Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.

Maksud kunjungan dubes Rusia kepada menhan kali ini selain menyampaikan perkembangan, situasi dan keadaan politik, ekonomi, pertahanan dan militer di Rusia, juga menegaskan tentang draft kerjama pertahanan RI - Rusia yang saat ini masih dalam proses penyempurnaan.

Dubes RI untuk Rusia juga menyampaikan tentang draft kerjasama Belarus yang sudah mendapat respons positif dari pemerintah Republik Belarusia salah satu negara di Eropa Timur. Dan menurut dubes RI untuk Rusia diperkirakan presiden Republik Belarus akan mengunjungi Indonesia pada awal tahun 2010 dan kemungkinan pada bulan Oktober tahun depan akan dibentuk joint commision antara RI – Belarus di Jakarta.

Ditambahkannya bahwa dalam waktu dekat akan segera dikirim draft kontrak helikopter tempur TNI AD jenis MI-35. Pemerintah Rusia berharap draft kontrak helikopter MI-35 tersebut dapat dialihbahasakan kedalam bahasa Indonesia untuk selanjutnya dapat segera ditandatangani kedua negara.

Sumber : DMC

Friday, July 24, 2009

Cassa 212 TNI AL Tergelincir di Juanda



SURABAYA - Pesawat TNI AL jenis Cassa 212 dikhabarkan tergelincir di runway Bandara Internasional Juanda, Jumat (24/7). Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab tergelincirnya pesawat latih itu. Telepon seluler Komandan Lanudal Kol Laut (P) Subarioto pun tidak dijawab saat dihubungi.

Karena lalu lintas penerbangan sudah dibuka, pesawat komersial yang sempat tertunda pun satu persatu giliran mengangkasa. Meski bandara sudah kembali normal, namun dua penerbangan dengan tujuan Balikpapan Kalimantan Timur dan Banjarmasin Kalimantan Selatan masih tertunda.

Sumber : DETIKSURABAYA.COM

Latihan Anti Teror Kopaska di Juanda-Surabaya

SURABAYA - Tentara Indonesia dari satuan khusus TNI AL (Kopaska) tengah membidik senapannya dalam latihan anti teror di Lanud Juanda, Surabaya, Kamis (23/7). Pemerintah Indonesia meningkatkan pengamanan diberbagai fasilitas umum setelah serangan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli kemarin, serangan ini menewaskan 6 warga asing, 1 warga Indonesia dan 2 orang tersangka pembom. FOTO : He129@mp.net

Rumah Konstruksi Baja Untuk Pos Perbatasan

CILEGON - Rumah baja dengan sistem bongkar pasang (knock-down) salah satu produk unggulan PT Krakatau Steel (PT KS)l Cilegon Banten menjadi perhatian Direktorat Jendral Sarana Pertahanan (Ditjen Ranahan) Dephan.

"Untuk peralatan TNI membutuhkan sesuatu yang cepat dan kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan," kata Kepala Divisi Engineering Untuk Aplikasi Produk Krakatau Engineering, Ridho Yulianto kepada ANTARA di Cilegon, Kamis (23/7).

Menurut Ridho, oleh Ditjen Rahanan Dephan rumah baja tersebut akan ditempatkan di wilayah perbatasan untuk perumahan prajurit.

Rumah baja dengan sistem bongkar pasang selain efisien dan ekonomis juga tahan terhadap cuaca dan gempa. Selain itu rumah dengan konstruksi baja berkualitas tinggi itu bisa digabung dengan bahan bangunan lain.

"Untuk pemasangan rumah baja tipe 36 hanya memerlukan waktu sekitar lima hari, bandingkan dengan pembangunan rumah konvensional dengan tipe yang sama," kata Ridho.

Dijelaskannya, untuk di daerah terpencil rumah baja sangat cocok, sebab dalam pemasangannya tidak memerlukan tenaga listik ataupun peralatan bantu eletronik lainnya.

"Semua sudah dikemas dalam satu paket, tinggal di pasang karena sistemnya `knock down` atau modul satu dengan modul lainnya tinggal disambung," jelas Ridho sambil menambahkan bahwa untuk pos penjagaan di wilayah perbatasan rumah baja sangat cocok.

Modul rumah baja itu, ujarnya, bisa dari logam maupun bahan lain seperti kayu, bata dan lain-lain.

Selain itu Krakatau Engineering juga membuat menara pantau dari bahan yang sama. Menurut dia, apabila dibandingkan dengan menggunakan bahan lain nilainya jadi tidak ekonomis dan sangat mahal.

"Secara ekonomi harga rumah bersaing dengan rumah konvensional, di mana harga satu unit rumah baja mencapai Rp100 juta per unit," katanya.

Sumber : ANTARA

Thursday, July 23, 2009

Naik Tank Rame-Rame :)

PASURUAN - Prajurit TNI dari Yonkav 8 Tank Beji bersama anggota masyarakat konvoi naik tank keliling Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (23/7). Menyambut HUT ke-47 Yonkav 8 Tank Beji, para prajurit TNI mengajak masyarakat naik tank Scorpion, dan Stormer keliling kota Bangil. FOTO ANTARA/Musyawir/Koz/mes/09.



Hati-Hati Gunakan Anggaran Pertahanan

JAKARTA - Alokasi anggaran belanja pertahanan tahun anggaran 2010 mendatang dipastikan naik sebesar Rp 7 triliun, jika dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun sebelumnya Dephan dipastikan bakal menerima Rp 40,7 triliun (US$ 4 milyar). Namun begitu pemerintah mewanti-wanti agar alokasi tambahan dana itu dipakai dengan hati-hati.

Terkait masalah itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS datang menemui Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di kantornya, Rabu (22/7), untuk berkoordinasi. "Kehadiran saya ke sini sekadar mampir sekaligus membahas kebijakan pengamanan penggunaan anggaran (pertahanan). Saya ingin pastikan kebijakan itu sudah dijabarkan dalam bentuk rancangan-rancangan," ujar Widodo.

Usai pertemuan, Menhan tidak keluar ruangan mengantar kepulangan Widodo. Hanya Sekretaris Jenderal Dephan Sjafrie Sjamsoeddin saja tampak mengantar Widodo ke halaman gedung Dephan. "Nantinya anggaran tambahan itu hanya boleh digunakan jika terprogram dengan rapi, masuk dalam postur TNI, dan tidak asal menggunakan anggaran," ujar Sjafrie usai mengantar Widodo.

Menurut Sjafrie, penggunaan alokasi anggaran akan difokuskan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan seperti kesiapan operasional, baik personel, kesatuan, dan peralatan, selain itu juga untuk pemeliharaan peralatan, manusia, maupun kebutuhan operasional seperti kesiapan pangkalan sebagai penunjang operasional.

Lebih lanjut dari kenaikan sebanyak Rp 7 triliun tersebut, pemerintah telah menyisihkan sebanyak Rp 8 miliar untuk memenuhi sejumlah kebutuhan untuk biaya operasional mendesak, anggaran pusat pasukan perdamaian (Peace Keeping Center) TNI, dan juga untuk pengadaan kendaraan tempur jenis panser.

Rencananya dari 154 unit panser yang di pesan ke PINDAD, TNI bakal menerima lagi 22 panser kanon 90mm berkemampuan amphibi hasil alih teknologi dari Korea.

Dalam pertemuan itu juga dilaporkan hasil audit tim investigasi pemeliharaan peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, yang diketuai Inspektur Jenderal (Irjen) Dephan. Dalam posisi itu Menko Polhkam menurut Sjafrie terus memantau sejauh mana temuan kemudian ditindaklanjuti.

Sumber : KOMPAS.COM

TNI AD Siapkan Detasemen 81 Dari Kopassus

JAKARTA - "Kami siap memerangi terorisme sesuai kewenangan yang dimiliki TNI, berdasar keputusan Presiden pada 2005 agar TNI membantu Polri memerangi terorisme," ungkap Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, di Jakarta, Rabu (22/7).

Agustadi menjelaskan, desk antiteror bertujuan mencari dan menyajikan informasi untuk Kasad dan Panglima TNI sebagai bahan pertimbangan untuk menangani terorisme, semuanya terkoordinir dengan baik.

"Tak hanya itu, dalam rangka penanganan dini TNI Angkatan Darat sebagai pembina kekuatan menyiapkan Detasemen 81 Anti teror dari Kopassus," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Menko Polhukam Widodo Adi Sutjipto menegaskan, "Karena ancaman teror memang eksis dan nyata. Kami mengingatkan masyarakat, bukan menakut-nakuti. Kita ingin membangun kewaspadaan bersama agar tidak lalai dan lengah. Karena kekurangwaspadaan akan membuat teroris dengan leluasa melakukan aksinya," tuturnya.

"Teror harus dihadapi bersama. Negara, pemerintah, dan rakyat harus bersatu dan teguh memberantas terorisme. Mari wujudkan dan pelihara keamanan guna untuk kepentingan seluruh rakyat," kata Widodo.

Sumber : ANTARA

Wednesday, July 22, 2009

Polisi Malaysia Periksa Pendukung JI



KUALA LUMPUR - Kepolisian Malaysia memeriksa tiga orang pendukung kelompok militan paling dicari di kawasan Asia Tenggara. Pemeriksaan itu merupakan bagian dari penyelidikan pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta pekan lalu. Demikian dikatakan oleh seorang menteri di Kuala Lumpur, Selasa (21/7).

Intelijen polisi telah menyatakan bahwa Noordin Mohammad Top, seorang warga Malaysia, tidak berada di dalam negeri, tetapi polisi memantau para pendukungnya. Hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein.

”Kami selalu mengawasi mereka. Sebenarnya, kami menangkap tiga di antara mereka sebelum ada bom di Jakarta. Mereka membantu kami mengadakan penyelidikan,” ujar menteri.

Ketiga orang itu semuanya warga Malaysia dan dicurigai sebagai anggota kelompok Jemaah Islamiyah (JI). Pada 25 Juni lalu polisi mengatakan telah menangkap tiga orang yang dicurigai sebagai anggota JI di Negara Bagian Johor.

Pemerintah Indonesia tengah mencari Noordin yang memiliki hubungan dengan empat penyerangan sebelumnya di Indonesia sejak tahun 2002. Noordin memimpin cabang JI, Tanzim Qaidat al-Jihad. Organisasi ini sering disebut sebagai Al Qaeda di kepulauan Melayu. Tujuannya adalah membentuk negara Muslim di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Hishammuddin menyatakan belum ada petunjuk yang nyata bahwa Noordin berada di balik dua bom bunuh diri di Jakarta.

”Terorisme merupakan jaringan orang. Kami bekerja sama dengan baik dengan intelijen dari Indonesia. Beberapa orang kami sudah berada di sana. Kami akan melakukan kerja sama penuh,” tambahnya.

Sumber : KOMPAS

Yos Sudarso Berlabuh di Talaud

TALAUD - KRI Yos Sudarso-353 berlabuh di pelabuhan Melonguane, Kab Talaud, Sulawesi Utara, Selasa (21/7). KRI tersebut melakukan pemantauan keamanan pulau-pulau terluar . FOTO ANTARA/ Basrul Haq/ss/mes/09.

Operasi Pasific Angle Resmi Ditutup

KUPANG - “Pasific Angle” secara resmi di tutup oleh Wakapuskes TNI Laksamana Pertama TNI Drg. Budhi Siswanto, MM. di dampingi konsulat General Kedutaan Amerika Serikat Caryn R. Mclelland yang sekaligus bertindak sebagai irup pada upacara penutupan di Apron Lanud El Tari Kupang, Selasa (21/7).

Pasific Angle yang dilaksanakan dari tanggal 15 - 21 Juli 2009, serentak dilaksanakan dibeberapa tempat di NTT, berupa bantuan pengobatan Cuma-Cuma kepada masyarakat serta bakti sosial lainnya.

Pencarian Pimpinan Teroris Asal Malaysia di Intensifkan

JAKARTA - Polisi Indonesia (POlRI) mengintensifkan pencarian terhadap Noordin M Top, pimpinan teroris berkewarganegaraan asal Malaysia pascaledakan bom di dua hotel milik Amerika yaitu JW Marriot dan Ritz Carlon di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (17/7) pekan lalu,

Seperti diketahui, polisi sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat indikasi pelaku ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriot terkait dengan Jamaah Islamiyah (JI) dan Noordin M Top.

Mengenai dugaan adanya keterlibatan jaringan Al-Qaeda dalam aksi peledakan bom itu, Kadiv Humas Polri Irjen Nanan Soekarna mengatakan polisi tidak bisa berandai-andai.

"Analisa-analisa wartawan lebih pintar, tetapi kita tidak bisa berandai-andai. Indikasi terkait JI dari awal sudah, mudah-mudahan bisa dibuka jaringannya itu, " tutur Nanan dalam jumpa pers di Jakarta Media Centre, Bellagio Mall, Jakarta Selatan, Selasa (21/7) petang.

Kendati demikian, Nanan enggan menjelaskan lebih jauh mengenai jumlah tim yang diturunkan oleh Polri untuk mengendus keberadaan Noordin M Top. Pasalnya, kata Nanan, hal itu bersifat rahasia dan akan mengganggu jalannya tugas polisi.

"Kalau diberitahukan nanti langkah kita ketauan, nanti mereka move. Yang jelas semua satuan kewilayahan dan fungsional dan kalo perlu masyarakat ikut mencari," bebernya.

Pendekatan Soft Power

KSAD Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan, perlu pendekatan persuasif (soft power) guna menangkal ideologi kekerasan dalam aksi terorisme. Salah satunya melalui pendekatan terhadap istri, anak, dan keluarga para pelaku.

Orang-orang terdekat tersebut yang akan mendekati pelaku agar memberikan informasi yang penting pada aparat. "Jika merasa dimanusiakan, mereka mau membongkar apa yang diketahui tentang jaringan itu," katanya usai menghadiri pembukaan program pascasarjana Universitas Pertahanan di Departemen Pertahanan, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurutnya, aparat keamanan tidak kebobolan dalam peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, beberapa hari lalu. Sebaliknya, dia melihat kepedulian masyarakat kurang dengan keberadaan pelaku terorisme.

Kepala Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS)) Mayor Jenderal Syafnil Armen mengatakan, semua informasi intelijen yang dimiliki militer telah dikoordinasikan Badan Intelijen Negara (BIN). Mereka secara periodik melaporkan pada BIN. Termasuk indikasi peledakan bom di kedua hotel bintang lima tersebut.

"Setiap ada ancaman selalu dilaporkan. Tapi BIN yang mengembangkan," katanya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM | JURNAS

Tuesday, July 21, 2009

Video : Pelaku Bom Saat Reservasi dan Peledakan

video

Menhan: Kerja Sama Antiteror Terus Ditingkatkan

JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, kerja sama antiteror antara Indonesia dan sejumlah negara terus ditingkatkan dalam berbagai bentuk.

"Hanya saja untuk kasus teror yang berada di Indonesia, kerja sama antaraparat Indonesia dan negara lain tetap harus di bawah kendali otoritas keamanan Indonesia," kata Juwono Sudarsono dalam pembukaan program pasca-sarjana Universitas Pertahanan, di Jakarta, Selasa (21/7).

Ia mengatakan, untuk menghindari spekulasi tentang sebab-musabab ledakan di Mega Kuningan pada Jumat (17/7) pagi, semua pihak hendaknya bersabar menunggu hasil penyelidikan Polri.

Sementara Kepala Desk Antiteror Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan Ansyaad Mbai mengatakan, Indonesia selama ini telah menjalin kerja sama antiteror dengan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Pakistan, Kuwait, Afganistan, dan Turki.

Kerja sama antiteror yang dilakukan Indonesia dengan sejumlah negara itu memfokuskan pada penanganan teror secara soft power tanpa mengabaikan kerja sama hard power.

Terkait itu, tambah Ansyaad, pihaknya juga akan merumuskan kerjasama de-radikalisasi pemahaman yang keliru mengenai Islam, yang kerap dijadikan "landasan hukum" para pelaku teror melakukan aksinya.

"De-radikalisasi ini sudah kami jalankan, tidak saja dengan Pakistan tetapi negara Islam moderat lainnya seperti Arab Saudi dan Turki. De-radikalisasi dapat dilakukan dengan mengundang para tokoh agama mereka ke Indonesia atau melalui buku-buku bacaan tentang Islam yang sesungguhnya," tutur Ansyaad.

Menurut dia, langkah-langkah soft power seperti de-radikalisasi lebih baik untuk menangkal "epidemi" ideologi kekerasan dalam aksi teror.

Peran ini yang sepatutnya menjadi kepedulian intensif pemerintah. Apalagi sudah bukan zamannya lagi ideologi diharamkan dengan cara-cara represif.

Sumber : ANTARA

KRI Diponegoro Rayakan Ultah di Lebanon



JAKARTA Satuan Tugas Maritim Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-A merayakan hari jadi kedua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Diponegoro-365 di Lebanon.

Perayaan dilaksanakan di tengah operasi rutin mengamankan perairan teritorial Lebanon bersama angkatan laut sejumlah negara yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritim Pasukan Pemeliharaan Perdamaian di Lebanon (MTF-UNIFIL), demikian siaran jurnal Pasukan Perdamaian PBB yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (20/7).

KRI Diponegoro dipesan pemerintah Indonesia dari Belanda dan resmi menjadi bagian TNI Angkatan Laut pada 2007.

Peringatan dua tahun KRI Diponegoro-365 bergabung dengan TNI Angkatan Laut itu ditandai dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, ranah-tamah sesama awak KRI dan hiburan.

Komandan KRI Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah mengatakan, hal itu merupakan momen yang sangat penting, yaitu kesempatan untuk introspeksi diri mengenai hal sudah dilakukan untuk kejayaan KRI Diponegoro selama dua tahun.

KRI Diponegoro bergabung dalam Satuan Tugas Maritim (Maritime Task Force/MTF) UNIFIL di bawah Comander Task Force (CTF 448), bergabung dengan beberapa negara yang telah mengirimkan kapal perangnya seperti Prancis, Turki, Yunani, Italia, Belgia, Spanyol, dan Jerman.

Tak Ada Anggota TNI Terluka

Markas Besar TNI menyatakan, tidak ada personelnya yang mengalami luka-luka dalam unjukrasa terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon yang menolak penyelidikan persembuyian senjata di markas Hizbullah yang meledak pekan lalu.

"Berdasarkan laporan dari masing-masing kontingen TNI di Lebanon, tidak ada personelnya yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB masuk insiden itu," kata juru bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu (19/7).

Meski begitu, lanjut dia, TNI akan terus memantau dan berkoordinasi dengan PBB khususnya di Lebanon, terkait insiden tersebut.

Sebelumnya, jurubicara Yasmina Bouziane Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) mengatakan empat belas personel penjaga perdamaian PBB terluka di Lebanon selatan, Sabtu, ketika para pemrotes berusaha untuk menghentikan penyelidikan terhadap sebuah tempat penyembunyian senjata yang meledak di markas Hizbullah pekan lalu, seorang jurubicara mengatakan.

"Dalam seluruh bagian insiden itu, 14 tentara UNIFIL luka ringan dan beberapa kendaraan UNIFIL rusak, di antaranya sebuah mobil ambulans dari tim penyelidikan," jurubicara Yasmina Bouziane mengatakan kepada Kantor Berita Perancis AFP.

Sumber : JURNAS | ANTARA

Friday, July 17, 2009

Kumpulan Video Seputar Ledakan Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton








Sumber : OTAKKACAU.CO.CC

Bom Guncang Jakarta



JAKARTA - Jumat (17/7) pagi sekitar pukul 07:46 terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kawasan Mega Kuningan. Sampai dengan berita ini dimuat dilokasi masih dilakukan penyisiran oleh tim Gegana Polri dan pengamanan diambil alih langsung oleh personel Detasemen Khusus-88 Anti Teror.

Laporan terkini menyebutkan bahwa kuat dugaan ini adalah bom bunuh diri, hal ini di buktikan dengan ditemukan mayat korban tanpa kepala dan anggota badan dilokasi kejadian.

Siang jam 14:00 tadi dalam konfrensi persnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan salah satu temuan intelijen yang diterjemahkannya sebagai ancaman kepada dirinya. Temuan tersebut berupa beberapa lembar foto yang menggambarkan dua orang bertutup kepala hitam, tengah melakukan latihan menembak dengan menggunakan gambar Presiden sebagai target.

"Saudara bisa menafsirkan apa artinya ancaman seperti itu. Dan temuan intelijen lain yang sekarang ada di pihak berwenang, tadi pagi terus terang, sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Tapi Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum steril masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik," kata Presiden.

"Tapi tentu hidup dan mati di tangan Allas SWT, saya tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya untuk rakyat untuk negara ini," sambungnya. "Pengamanan Presiden berada di pundak TNI, saya yakin TNI sudah mengambil langkah-langkah seperlunya," kata Presiden lagi.

Terhadap semua temuan intelijen tersebut, kata Presiden, terlepas apakah hal tersebut terkait dengan ledakan hari ini atau tidak, menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugas dengan benar obyektif dan benar. "Dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait, tetaplah harus dicegah," tegas Presiden.

"Atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mengutuk aksi teror yang sangat memprihatinkan ini," kata Presiden.

Dikutip dari beberapa sumber berita. Foto : ©alutsista & ©VAMAN@MP.NET
















Menristek : Fokus Pada Industri Militer Nasional



JAKARTA - Kementerian Negara Riset dan Teknologi segera mewujudkan kemandirian industri pertahanan. Program tersebut akan menjadi fokus pengembangan bagi tenaga riset dan teknologi ke depan.

“Kita yakin ke depan akan mampu memiliki industri pertahanan yang mandiri,” kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman seusai semiloka ”Revitalisasi Iptek Hankam untuk Kemandirian Industri Pertahanan 2025” di Jakarta Kamis (16/7). Kusmayanto mengatakan, kemandirian dalam industri pertahanan bukanlah hal yang mustahil dan tak mungkin bagi Indonesia.

Terlebih SDM di Indonesia sangat melimpah untuk mewujudkan pembangunan industri pertahanan. Meski demikian, untuk bisa menuju kemandirian perlu ada kebijakan strategis penguasaan teknologi pertahanan, dan keamanan yang selama ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan terutama alat utama sistem senjata (alutsista).

“Peningkatan kapabilitas kemampuan iptek pertahanan dan keamanan di kalangan industri nasional juga sangat penting untuk mencapai kemandirian industri,” ujarnya. Kusmayanto juga menekankan agar ada sinergi antara pemerintah dan seluruh instansi terkait.

Dengan sinergi yang kuat itu, maka akan dihasilkan produk industri pertahanan nasional yang membanggakan guna makin mendorong kemandirian industri pertahanan nasional. Sebelumnya Lapan berhasil melesatkan sejumlah roket. Rencananya, roket tersebut akan dikembangkan ke industri pertahanan untuk mencukupi kebutuhan rudadalam negeri.


Mockup Fast Patrol Boat-40m buatan PT.PAL

Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, untuk peralatan tempur berteknologi, Indonesia tergolong masih belum mampu membuatnya. Alat pertahanan hit-tech seperti pesawat tempur dan kapal selam masih tergantung pada industri asing.

“Kemandirian industri pertahanan Indonesia masih terbatas pada teknologi madya seperti kapal patroli cepat, kendaraan tempur panser, senapan serbu, dan lainnya,” tambah Juwono. Meski demikian, tetap diperlukan adanya kerja sama pengadaan alusista dengan luar negeri dengan metode transfer teknologi.

Tapi terpenting, untuk menghidupkan kemandirian industri pertahanan perlu ada pasar karena tidak ada teknologi yang berlanjut tanpa ketersediaan pasar. Juwono mengatakan, untuk periode 2010–2014 Indonesia sudah memiliki target dalam mengadopsi produk iptek pertahanan dan keamanan antara lain sistem peluru kendali, sistem turret kendaraan tempur, pesawat udara tanpa awak, kapal patroli cepat, wahana bawah air, komponen pesawat udara dan radar, alat komunikasi dan satelit, serta iptek pendukung keamanan.

Sumber : SEPUTARINDONESIA

Kenaikan Anggaran Fokus Pemeliharaan Armada Angkut

JAKARTA - Kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 persen pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010 akan difokuskan pada pemeliharaan alat utama sistem senjata.

"Khususnya perawatan pesawat angkut, seperti Hercules C-130," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Jakarta, Kamis (16/7).

Alasannya, kata dia, armada angkut memiliki banyak peran strategis untuk operasi militer maupun nonmiliter. Di antaranya, melaksanakan misi kemanusiaan di dalam dan laur negeri. "Pesawat angkut juga kerap digunakan instansi lain, termasuk Polri untuk pergeseran pasukan," katanya.

Anggaran pertahanan naik dari Rp33,6 triliun menjadi Rp40,6 triliun. Juwono mengatakan, dari kenaikan Rp7 triliun, sebagian besar dialokasikan untuk matra udara, yakni sekitar Rp4 triliun. Sisanya, digunakan bagi perawatan kapal perang TNI AL dan kendaraan tempur milik TNI AD.

Dia mengungkapkan, kenaikan tahun depan memang signifikan. Namun, anggaran masih kurang memadai dibanding kekuatan pokok minimum. "Hanya sepertiga dari kekuatan minimum."

Juwono menjelaskan, Dephan belum merencanakan pengadaan senjata baru berteknologi tinggi dan mahal, seperti kapal selam. "Tidak dalam waktu dekat," kata dia. Pasalnya, pemerintah masih memprioritaskan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, selain perawatan senjata yang sudah dimiliki, pihaknya berharap kenaikan anggaran bisa menghadirkan senjata baru guna mengganti yang lama. Dicontohkan, pesawat OV-10 Bronco milik TNI AU yang sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu.

"Tentu belinya secara bertahap. Tidak langsung satu skadron," katanya.

Selain itu, TNI akan mengajukan kembali sisa pengadaan helikopter Mi-17 untuk TNI AD dan kapal selam yang kehadirannya sangat dinantikan matra laut.

Sumber : JURNAS

Thursday, July 16, 2009

Jambore Teknologi 2009

SEMARANG - Seorang anak mengamati sebuah rudal Exocet MM-38, miniatur kapal selam dan torpedo (peluru kapal selam) yang dipajang pada Jambore Teknologi 2009, di area Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), di Semarang, Jateng, Kamis (16/7). Jambore yang diikuti berbagai lembaga pemerintah, swasta, sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi yang akan berlangsung hinga 19 Juli itu antara lain bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang temuan dan inovasi teknologi . FOTO ANTARA/R. Rekotomo/ed/mes/09