Monday, February 28, 2011

Menhan Tinjau KRI Clurit-641

TANJUNGUNCANG - Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro Minggu (27/2) meninjau Kapal Cepat Rudal (KCR), KRI Clurit-641 buatan PT.Palindo Marine Industries di Tanjunguncang. KCR rencananya akan dilengkapi persenjataan berupa rudal berdaya jangkau 150 km.

Kapal ini sangat cocok dengan kondisi perairan wilayah barat dengan laut yang tidak begitu dalam dan banyak pulau, nantinya KRI Clurit berada di bawah komando Panglima Koarmabar. Pangarmabar, Laksamana Muda Hari Bowo, M.Sc mengatakan dalam waktu dekat KRI Clurit akan melakukan sea acceptance test atau percobaan di laut.

Sumber : PEN ARMABAR

Komisi I DPR RI Kunjungi Kohanudnas

JAKARTA - Anggota Panja Alutsista Komisi I DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Makohanudnas dan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Rombongan yang dipimpin TB. Hasanuddin, SE, MM diterima Kas Kohanudnas Marsma TNI Chaerudin Ray mewakili Pangkohanudnas, Senin, (28/2), di Ruang VIP Room SUMA 2 Lanud Halim P.

Kunjungan kerja Panja Alutsista Komisi I DPR RI bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata dilapangan sejauhmana kesiapan alutsista yang dimiliki Kohanudnas khususnya alutsista Radar, serta mensinkronisasikan pendapat agar kesemuanya dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan bidang tugas yang diberikan.

Pangkohanudnas Marsda TNI Eddy Suyanto, ST dalam kata sambutannya yang dibacakan Kas Kohanudnas Marsma TNI Chaerudin Ray mengatakan, sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya, Kohanudnas terus menerus melaksanakan operasi sepanjang tahun dengan mengoptimalkan Kosekhanudnas dan Satuan Radar jajaran serta mengoperasikan Detasemen Rudal TNI AD dan KRI TNI AL yang mempunyai kemampuan hanud.


Radar Hanudnas Kosek III

Marsma TNI Chaerudin Ray dalam paparanya mengatakan, bahwa untuk mampu mengamankan wilayah udara nasional, Kohanudnas harus di dukung dengan peralatan Alutsista yang memadai antara lain pengadaan pesawat tempur sergap, peluru kendali dan radar yang dapat mengawasi seluruh wilayah udara nasional sehingga tidak memberikan celah bagi penerbangan gelap yang mencoba untuk memasuki wilayah udara nasional Indonesia.

Sementara itu pimpinan rombongan mengatakan, Komisi I DPR RI merespon mengenai Alutsista yang dibutuhkan TNI khususnya masalah radar. Begitu pula masukan dan harapan tentang kebutuhan pengadaan alutsista Satuan Radar akan diusahakan untuk segera dipenuhi.

Hal ini penting agar Kohanudnas dan satuan jajaran mampu melaksanakan pemantauan seluruh wilayah udara nasional tersebut. Menurut rencana rombongan Panja Alutsista Komisi I DPR RI akan melanjutkan kunjungan kerja ke Detasemen Rudal Kodam Jaya, Cikupa, Tangerang.

Sumber : DISPENAU

HUT Basarnas ke-39

JAKARTA - Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama TNI melakukan evakuasi pada demonstrasi penyelamatan korban musibah pelayaran di kawasan Marina, Ancol, Jakarta Utara, Senin (28/2). Dalam peringatan tersebut juga dilakukan demonstrasi penyelamatan korban musibah pelayaran oleh tim Basarnas dan TNI. Aksi tersebut dalam rangka HUT ke-39 Basarnas. FOTO ANTARA/Fanny Octavianus/Spt/11.




Menhan Terima Delegasi PTDI, EADS Indonesia dan Eurocopter

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Jum’at (25/2) menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) Eurocopter Litz Bertling, wakil EADS-Airbus wilayah Asia Ir. Andri BS Sudibyo dan Pierre Jaffre serta Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso yang didampingi Dir. Aerostruktur Andi Alisjahbana beserta rombongan, di kantor Kemhan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Eurocopter menyampaikan kepada Menhan bahwa Eurocopter kini merupakan partner PTDI di bidang penerbangan dan pembuatan heli super puma. Sebagai suatu grup, pihaknya berkeinginan untuk meningkatkan kerjasama yang lebih erat dalam memajukan industri pertahanan di Indonesia.

Lebih lanjut CEO Eurocopter menyatakan kerjasama tersebut didasarkan atas asas saling percaya dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan dunia pertahanan. Dikatakannya lagi bahwa pihak Eurocopter memiliki keinginan untuk memelihara hubungan tersebut dengan melihat kebutuhan TNI AU akan pesawat seperti helikopter.

Eurocopter memiliki komitmen untuk terus mendukung kebutuhan TNI. Seperti telah dikatakan pada koleganya PTDI, Eurocopter kini tidak menjual helikopter tetapi lebih fokus kepada penyediaan mesin dan perawatan.


NAS-332 Super Puma di PTDI

Menanggapi hal tersebut, Menhan menyampaikan bahwa masalah spesifikasi teknikal helikopter tersebut hendaknya dikembalikan lagi kepada AD, AL dan AU sebagai pengguna. Ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian diantaranya kerjasama tersebut harus melihat regional market. Menurut Menhan, PT DI memiliki kemampuan untuk menjalin kerjsama tidak hanya dalam membangun angkatan bersenjata tetapi juga industri pertahanan.

Walaupun industri pertahanan dalam negeri sempat collapse pada tahun 1998 tetapi sekarang industri pertahanan Indonesia mulai bangkit kembali. Bersama-sama dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, Indonesia mulai menata dan membangun kembali industri pertahanan di region.

Menurut Menhan, patut disyukuri bahwa pemerintah Indonesia telah menaikkan anggaran pertahanan tahun ini, yang artinya dapat turut membantu industri pertahanan dalam memodernisasi, memperbaharui dan melengkapi alutsista Indonesia. Dikatakan Menhan bahwa Indonesia belajar dari negara Turki yang pernah juga mengalami hal sama saat industri pertahanannya collapse karena embargo AS.

Sumber : DMC

Pangarmatim Saksikan Uji Coba Pelampung Buatan Bandung



SURABAYA - Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto menyaksikan uji coba pelampung yang merupakan salah satu peralatan keselamatan personel yang bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Bertempat di Dermaga Kapal Selam, Koarmatim, Ujung, Surabaya. Kamis (24/2).

Alat keselamatan yang di uji dan diperagakan dihadapan Pangarmatim itu merupakan peralatan baru buatan Bandung, yang akan di pergunakan di lingkungan Koarmatim, guna mendukung kegiatan kegiatan Koarmatim dalam melaksanakan tugas terutama yang bertugas di KRI.

Turut hadir dan mendampingi Pangarmatim antara lain Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjar Nahor, SE, Dan Kolatarmatim, sertta para pejabat teras di lingkungan Koarmatim lainnya.

Sumber : PEN-ARMATIM

Brunei Berminat Membeli Ranpur dan Persenjataan dari Indonesia

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan, pemerintah Brunei Darussalam berminat untuk membeli dan menggunakan kendaraan tempur dan beberapa jenis senjata buatan Indonesia.

"Mereka akan menggunakan produk-produk dalam negeri kita, khususnya kendaraan-kendaraan tempur dan persenjataan," kata Sudi Silalahi kepada wartawan setelah mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/2) sore.

Sudi mengatakan, kerja sama pertahanan dengan Brunei itu adalah salah satu dari beberapa hasil kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Brunei Darussalam pada 24 Februari 2011, atau sehari sebelum presiden berkunjung ke Kepulauan Riau.

Menurut Sudi, kerja sama pertahan dengan Brunei itu sudah dinyatakan dalam penandatanganan nota kesepahaman.

Namun demikian, Sudi tidak menjelaskan jumlah dan spesifikasi alat pertahanan buatan Indonesia yang akan diekspor ke Brunei. Dia juga tidak menyebutkan tenggat waktu pelaksanaan kerja sama itu.

Pernyataan bersama Presiden Yudhoyono dan Sultan Hassanal Bolkiah yang disampaikan secara tertulis menyatakan, kedua negara juga sepakat untuk membentuk dan meningkatkan peran komite kerja sama pertahanan.

Kedua kepala negara optimistis, komite itu akan meningkatkan dan memperkuat kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan Brunei Darussalam.

Sumber : ANTARA

Sunday, February 27, 2011

TNI Akan Perkuat Radar di Wilayah Barat Perbatasan

PONTIANAK - TNI akan memperkuat radar pengamatan di wilayah barat Indonesia, guna menambah kekuatan pengamanan daerah perbatasan darat dan laut di wilayah itu, kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono.

"Kita masih menghadapi kendala dalam mengamankan perbatasan darat dan laut di wilayah barat. Kita belum punya radar pengamatan," katanya, di Pontianak, Sabtu (26/2).

Ditemui usai melakukan kunjungan ke Skuadron Udara 1 Pangkalan Udara Supadio, ia mengatakan selama ini untuk pengamatan wilayah perbatasan dibantu radar sipil di Pontianak dan radar militer di Ranai.

"Padahal kerawanannya cukup tinggi, apalagi wilayahnya dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Agus menilai unsur-unsur tempur TNI, baik laut maupun udara di wilayah barat cukup memadai untuk mengawasi ancaman kedaulatan di perbatasan.

"Hanya saja, kita masih terkendala dengan belum memadainya radar pengamatan. Jika radar ini ada, penanganan ancaman kedaulatan di perbatasan bisa lebih maksimal," katanya.

Selama di Kalimantan Barat, Panglima TNI meninjau pos pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia.

Dengan menggunakan helikopter Mi-17, Panglima TNI menyusuri perbatasan darat Kalbar-Serawak, dan tiba di Pos Jagoi Babang di Kabupaten Benkayang.

Selanjutnya Panglima TNI juga meninjau Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk di Kabupaten Sambas.

Sumber : ANTARA

Saturday, February 26, 2011

Panglima TNI Tinjau Perbatasan Indonesia-Malaysia

PONTIANAK - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meninjau wilayah perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Propinsi Kalimantan Barat baik melalui darat maupun udara.

Dari Pontianak Panglima TNI dengan beberapa asistennya, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan Lantara menggunakan helikopter Mi-17 TNI Angkatan Darat menuju Pos Pengamanan Perbatasan Jagoi Babang dan Aruk, pada Sabtu (26/2).

Dalam peninjauannya, Panglima TNI mendapat paparan tentang kondisi perbatasan darat RI-Malaysia dari Komandan Satgas Pamtas Yonif 641/Bru.

Di Aruk, Panglima TNI meninjau pelaksanaan Bhakti Sosial kemudian berjalan kaki menuju Pos Pamtas Aruk.

Selain memberikan pengarahan, Panglima TNI juga memberikan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan olah raga

Sebelumnya Panglima TNI mengemukakan, perbatasan darat RI-Malaysia di Kalimantan memiliki posisi strategis.

"Strategis, karena selain berbatasan dengan Malaysia, wilayah perbatasan darat RI-Malaysia juga sangat dekat dengan Laut China Selatan," katanya.

Jadi, tambah Agus, apapun yang terjadi di Laut China Selatan, berdampak hingga ke wilayah perbatasan darat RI-Malaysia di Kalbar.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, perbatasan darat RI-Malaysia di Kalbar memiliki panjang 966 kilometer.

"Jalur perbatasan sepanjang itu melintasi 14 desa, 15 kecamatan, lima kabupaten, dan 52 jalan tikus yang menguhungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Serawak (Malaysia)," katanya.

Christiandy menambahkan, di sepanjang perbatasan darat di Kalbar terdapat lima pintu lintas batas yakni Entikong, Aruk, Jagoi Babang, Jasa, dan Mangabadau.

Sumber : ANTARA

Friday, February 25, 2011

Posco Steel & Krakatau Steel Kerjasama Pembuatan Plat Baja Kapal

JAKARTA - Daewoo International Corporation sebagai perusahaan Korea yang bergerak di bidang perdagangan dan investasi saat ini membawahi tiga anak perusahaan yaitu Daewoo International Corporation, Daewoo Engineering & Construction Company Limited serta Daewoo Corporation. Daewoo International Corporation tumbuh dan berkembang, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi satu payung dengan Posco Steel yang merupakan perusahaan ketiga terbesar didunia dalam pembuatan besi baja sejak Oktober 2010.

Daewoo International Corporation yang mengedepankan misinya untuk menjadi perusahaan kelas dunia di bidang perdagangan, investasi dan pengembangan menyampaikan keinginannya untuk mendukung industri pertahanan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Vice Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Daewoo International Corporation Korea (South) Lee, Dong-Hee saat bertemu dengan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, Rabu (23/2), di kantor Kemhan, Jakarta. Dalam pertemuan singkat tersebut, Sekjen Kemhan selaku wakil Menhan RI didampingi oleh Kabadan Ranahan Kemhan Laksda TNI Susilo.

Selain itu, pihak Daewoo mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah dibangun selama ini dengan pemerintah Indonesia.


Kapal jenis LPD milik TNI AL

Seperti dijelaskan Sekjen Kemhan bahwa minggu lalu PT Krakatau Steel melakukan kerjasama dengan Posco dalam penyediaan raw material untuk membuat kapal laut bermuatan besar karena PT Krakatau Steel sendiri untuk saat ini belum dapat memproduksi plat besar untuk jenis kapal laut.

Menurut Sekjen Posco untuk saat ini masih menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi plat besar untuk jenis kapal laut. Untuk itu Sekjen berharap Posco juga dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal lainnya seperti Koja Bahari.

Ditambahkan Sekjen bahwa saat ini juga pemerintah Indonesia masih menjalin hubungan dan kerjasama dengan pemerintah Korea khususnya dalam pembuatan kapal Landing Platform Dock (LPD) yang sempat tertunda lebih dari setahun (KRI Banda Aceh-593).

Sumber : DMC

Thursday, February 24, 2011

Menhan: Pembelian Pesawat T-50 Belum di Putuskan


KAI T-50 saat mengikuti tender pengadaan pesawat latih di UAE

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan rencana pembelian pesawat jet latih T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan menggantikan pesawat Hawk MK-53.

"Belum kita putuskan. Karena Bluebook-nya (mekanisme pembayaran) belum diselesaikan Bappenas," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (23/2).

Purnomo mengatakan, untuk membeli pesawat produksi luar negeri, pemerintah terlebih dulu harus merampungkan bluebook kebutuhan pesawat itu, lalu menetapkan kebijakan atas pembeliannya.

Ia menambahkan, pemerintah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan, harus menggodoknya terlebih dulu, baru kemudian mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

"Sebelum itu ada, kita belum bisa putuskan. Jadi masih berupa tender yang belum diputuskan," ujar Purnomo menegaskan.

Purnomo menegaskan, pemerintah menargetkan memperkuat pertahanan udara untuk jangka menengah. Pemerintah sedang menghitung besar anggaran untuk membangun kekuatan udara, di antaranya melalui pembelian pesawat tempur.

Jet tempur latih T-50 dikembangkan hasil kerjasama Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat.

Pilihan pesawat T-50 Golden Eagle bersaing ketat dengan L-159B dari Republik ceko dan Yak-130 buatan Rusia.

Di pasa ekspor pesawat latih T-50 sebelumnya pernah dikalahkan pesawat M-346 Master buatan Alenia Aermacchi Italia (serupa dengan Yak-130) dalam tender pengadaan pesawat latih di Uni Emirat Arab dan Singapura.

Pada Juli lalu, delegasi pemerintah Korsel berkunjung ke Indonesia guna membicarakan pembelian T-50. Kedatangan Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young ke Indonesia, Rabu (11/8), salah satu tujuannya menawarkan T-50 ke Indonesia. Jika Korea berhasil menjual T-50 ke Indonesia, ini merupakan kali pertama pesawat ini berhasil di pasar ekspor pesawat latih.

Sumber : ANTARA

Wednesday, February 23, 2011

KKIP Dongkrak Nilai Ekspor Industri Pertahanan Nasional


CN-235 milik AU Korea/ROKAF

JAKARTA - Bergulirnya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2010 ternyata membawa perubahan positif yang cukup signifikan bagi ekspor Industri Pertahanan Indonesia. Hal itu tercermin dari mulai banyaknya pemesanan negara lain terhadap produk-produk pertahanan yang dihasilkan industri nasional, di mana selama tahun 2010 total pemesanannya lebih dari 53 juta dollar AS.

Nilai tersebut meliputi pemesanan terhadap pesawat CN 235-110 produksi PT Dirgantara Indonesia senilai 49,5 juta dollar AS oleh Angkatan Laut Korea Selatan dan senjata serta amunisi produksi PT Pindad senilai 3,8 juta dollar AS oleh negara Philipina, Thailand, Amerika Serikat, Singapore dan Timor Leste. Nilai ekspor tersebut meningkat hampir delapan kali lipat dari dari tahun 2009, di mana kontrak industri pertahanan tersebut hanya diterima oleh PT Pindad dengan nilai sebesar hampir 500 ribu dollar AS.

Sementara berdasarkan data Kementerian Negara BUMN tahun 2008 tentang profil BUMN industri strategis, total laba bersih tujuh BUMN sampai 2008 sebesar Rp 577,8 miliar atau meningkat dari 2007 yang totalnya sebesar Rp374,6 miliar. Adapun BUMN yang merealisasikan laba bersih pada 2008 yaitu PT Krakatau Steel Rp 459,6 miliar, PT Dahana Rp 55,0 miliar, PT INKA Rp 32,4 miliar, PT LEN Industri Rp 11,8 miliar, PT DPS Rp10,5 miliar, PT Pindad Rp 5,8 miliar, dan PT Barata Indonesia Rp 2,6 miliar.

Sedangkan total rugi bersih enam BUMN pada 2008 sebesar Rp182,8 miliar terutama disebabkan rugi bersih PT DI sebesar Rp 84,3 miliar dan PT PAL Indonesia sebesar Rp 47,6 miliar. Selain itu, terdapat rugi bersih untuk PT BBI sebesar Rp18,8 miliar, PT INTI sebesar Rp15,3 miliar, PT DKB sebesar Rp13,5 miliar, dan PT IKI sebesar Rp3,1 miliar.

Produk utama PT Pindad pada tahun 2008 terdiri atas berbagai tipe munisi kaliber kecil dan senjata SS-1 serta SS-2 yang sebagian besar dibeli oleh Thailand dan Amerika Serikat. Pada tahun 2009, ekspor utama terdiri dari berbagai munisi kaliber kecil dan senjata dipesan oleh Thailand dan Piliphina. Sementara itu pada tahun 2010, PT Pindad mendapatkan pemesanan dari Amerika Serikat, Singapora dan Timor Leste disamping Thailand untuk munisi kaliber kecil, granat asap dan senjata SS-1. Adapun PT DI berhasil mendapatkan pemesanan pesawat CN-235-110 dari Korea Selatan pada tahun 2011.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Industri pertahanan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pertahanan, disamping mampu memenuhi kebutuhan alat peralatan untuk mendukung sistem pertahanan negara juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan kontribusi yang besar kepada devisa negara. Sebelum terbentuknya KKIP, industri pertahanan nasional hampir tidak memberikan kontribusi ekonomi secara nasional.

Oleh karenanya melalui KKIP, Kementerian Pertahanan sebagai leading sektor dalam menentukan kebijakan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri akan tetap berkomitmen dalam mengawal kebijakan tersebut hingga menuju kemandirian di bidang industri pertahanan serta berkontribusi penuh pada perekonomian nasional.

Sumber : DMC

PTDI & EADS Kerjasama Pembuatan Pesawat Casa C295


Casa C-295M milik AU Spanyol

JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali bekerjasama dengan pabrikan pesawat asal Eropa, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS)-CASA untuk membuat pesawat militer C295.

Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan saat ini pihaknya telah siap membuat pesawat C295, dan untuk tahap pertama perseroan membidik proyek pengadaan pesawat di lingkungan TNI.

“Seperti diketahui, TNI ada proyek penggantian pesawat Fokker 27, dan kami membidik proyek tersebut dengan menawarkan pesawat C295. Pembuatan akan dilaksanakan bila kontrak telah diperoleh,” ujarnya, Rabu (23/2).

Menurut Budi Santoso, komponen lokal dalam pesawat C295 lebih dari 40%, sehingga perseroan berpotensi ditunjuk langsung oleh pemerintah. Permodalan akan disediakan oleh EADS, dan PTDI akan mengerjakan pembuatan pesawatnya.

“Untuk profit sharing dengan EADS, kami masih membahasnya. Kerja sama ini kami jalin dengan EADS setelah sebelumnya kedua institusi mengalami kerenggangan hubungan ketika pemerintah Indonesia saat itu tidak melibatkan Cassa dalam proyek N250,” lanjut Budi Santoso.

C295 merupakan pesawat angkut militer yang mampu menjalankan berbagai fungsi, terutama untuk keperluan patroli maritim. Di lingkungan NATO, pesawat ini dilengkapi dengan sistem misil terbaru antikapal selam dan kapal permukaan.

Pesawat ini juga bisa berfungsi sebagai pesawat angkut ringan, yang mampu mengangkut personil militer hingga 70 orang. Sejauh ini pesawat C295 telah dipakai di berbagai negara. NATO menggunakan pesawat ini untuk operasi militer di Irak dan Afganistan.

Budi Santoso mengatakan EADS juga merelokasi pabrik perakitan pesawat Casa 212-400 yang sebelumnya berada di Spanyol. Hal ini lantaran biaya produksi di Eropa jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan di Indonesia.

“Seluruh jig pembuatan pesawat itu kini sudah berada di Bandung. Selain Indonesia di Asia, Casa 212 juga dipakai Thailand dan Vietnam,” katanya.

Sumber : BISNIS.COM

Kemhan Komit Lanjutkan Pembangunan Pesawat Tempur KF-X di Korsel

JAKARTA - Insiden pencurian laptop di Seoul, tidak mengganggu hubungan kerjasama pertahanan antara RI dan Korea Selatan (Korsel). Indonesia dan Korsel masih akan terus mengembangkan pembangunan pesawat tempur KF-X.

"Untuk kerjasama jangka panjangnya, targetnya KF-X. Jadi idenya kita ingin memperkuat kekuatan udara kita," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat launching Jurnal Universitas Pertahanan di Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).

Purnomo menjelaskan, pesawat ini direncanakan rampung pada tahun 2022. Dengan proses alih teknologi, nantinya Indonesia tidak perlu lagi membeli pesawat tempur dari luar negeri. Pesawat KF-X sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4,5 yang lebih modern dari F-16 dan Sukhoi.

"Tapi baru bisa terjadi 2022. Untuk membangun itu harus ada skuadron tempurnya," terang Purnomo.

Selain itu pihak RI dan Korsel juga telah membangun 4 kapal LPD (Landing Platform Dock) dimana pembangunan kapal ini dilakukan dengan sistem transfer teknologi. Dua kapal dibangun di Korsel dan dua kapal di Indonesia.

"Sekarang sudah selesai, tinggal satu yang belum rampung. Kerjasama ini kita lakukan dengan maksud untuk membangun industri pertahanan," lanjutnya.

Sedangkan mengenai rencana pembelian pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle, Purnomo menjelaskan hal itu masih dalam tahap tender. Sudah ada beberapa pihak yang mengajukan, tapi pemerintah RI secara resmi belum mengambil keputusan.

"Masih berupa hasil tender dan belum diputuskan," terangnya.

Purnomo juga menegaskan kembali soal pencurian data di Seoul, bahwa kasus laptop yang dicuri bukan milik kementerian pertahanan. Tidak ada data-data militer yang dibawa ke Seoul dalam kunjungan itu. Laptop itu pun sama sekali tidak berisi data-data pertahanan.

"Dari kita itu jelas tidak ada yang kehilangan, karena itu kejadiannya di lantai 19 dan 20. Sedangkan kami di lantai 30. Sudah saya sampaikan, tidak ada data militer yang hilang," ujarnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM

Korsel geger soal pencurian dokumen

SEOUL - Partai-partai politik Korea Selatan menuntut kepala badan intelijen negara itu mundur menyusul insiden percobaan pencurian dokumen komputer milik delegasi Indonesia.

"Memalukan...dan saya berharap direktur intelijen akan mundur," kata Hong Joon-Pyo, anggota Partai Nasional,GNP, yang berkuasa dalam akun Twitternya.

Partai-partai oposisi dan sejumlah surat kabar besar juga menuntut kepala badan intelijen, NIS, Won Sei-Hoon, mundur

Namun Won menyanggah berita media yang menyebutkan tiga agennya memasuki kamar hotel delegasi dagang Indonesia tanggal 16 Februari lalu untuk mencoba mencuri informasi tentang kemungkinan pembelian senjata dari Korea Selatan.

Pihak Indonesia telah mengadukan insiden ini ke polisi. Namun para pejabat NIS dilaporkan mengambil semua bukti termasuk gambar CCTV, kata kantor berita Yonhap.

Kejadian memalukan

Delegasi Indonesia berkunjung ke Korea Selatan untuk membicarakan kerjasama ekonomi termasuk kemungkinan pembelian pesawat supersonik T-50 Korea Selatan serta senjata lain.

Surat kabar Chosun Ilbo mengangkat kekhawatiran bahwa kesepakatan senjata senilai satu miliar dolar kemungkinan batal karena kesalahan "absurd" agen NIS itu.

"Presiden harus mengadakan perombakan kepemimpinan NIS, atau meminta mereka tetap diam demi kepentingan nasional bila dia tidak mau mundur," kata koran ini dalam editorial seperti dikutip kantor berita AFP.

Surat kabar Dong-A Ilbo juga mendesak agar Won mundur dan menggambarkan upaya pencurian itu sebagai "hal yang memalukan dalam tingkat nasional dan diplomatik."

Persaingan intelijen

Profesor Yang Seung Yoon dari universitas Hankook, Seoul mengatakan insiden ini menjadi berita besar di negara itu.

"Semua pihak sangat marah atas hal yang memalukan negara, pemerintah dan rakyat Korea (selatan) ini. Tiap hari semua harian, dan juga internet dipenuhi dengan makian dan tuntutan tentang hal itu," kata Yang kepada BBC Indonesia.

Yang Seung Yoon juga mengindikasikan kejadian ini dipicu tingkat persaingan yang tinggi antar departemen.

"Di Korea semua hal dalam politik, ekonomi dilakukan dengan persaingan yang sangat tajam. Dengan persaingan seperti ini, dapat terjadi kesalahan seperti itu.

"Saya pikir ini mungkin persaingan keras antara pihak intelijen dan pihak pertahanan," tambahnya.

Korea Selatan dan Indonesia memiliki kerjasama bagus dalam bidang pertahanan.

Tahun 2008, Seoul menandatangani perjanjian senilai US$90 juta dengan Jakarta untuk membeli empat pesawat pengangkut untuk penjaga pantai. Indonesia juga sepakat untuk bergabung dengan Korea Selatan mengembangkan pesawat tempur Juli lalu.

Sumber : BBC-INDONESIA

TNI & SAF Tingkatkan Kerja Sama Intelijen


KRI Yos Sudarso-353 berpatroli di Selat Malaka

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia dan angkatan bersenjata Singapura (Singapore Army Force/SAF) akan memantapkan kerja sama militer kedua pihak, termasuk bidang intelijen untuk keamanan laut di kedua wilayah.

Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya TNI Edy Harjoko dalam pertemuan tahunan staf TNI dan SAF (TNI-SAF Annual Staff Meeting) 2011, di Jakarta, Selasa (22/2) mengatakan, Indonesia-Singapore Joint Coordinated Committee (ISJCC), telah berhasil mengatasi perompakan di sekitar Selat Philips dan Selat Singapura.

Ia mengemukakan, keberhasilan yang telah dicapai merupakan tantangan bagi TNI-SAF untuk tetap berusaha menjamin "Zero Incident" di perairan Selat Philips dan Selat Singapura.

"Oleh karena itu, peran dari komunitas intelijen perlu ditingkatkan untuk menangkal secara dini kejadian tersebut," kata Edy.

Ia menginstrusikan kepada Guskamlabar/Maritime Security Task Force (MSTF), Polri/Police Coast Guard (PCG) untuk senantiasa bekerja keras meningkatkan keamanan termasuk Penajaman Data Intelijen untuk mendukung operasi.

Selain memperkuat kerja sama intelijen, kegiatan Bhakti Sosial oleh militer kedua negara yang telah dilaksanakan bertahun-tahun, juga memberikan kontribusi atas keberhasilan patroli terkoordinasi kedua pihak untuk keamanan laut.

"Semua kegiatan ilegal di laut pada dasarnya direncanakan di darat. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk menangkal kejahatan-kejahatan di laut dengan cara melaksanakan `Indonesia-Singapore Bhakti Sosial` sekaligus mensejahterakan masyarakat setempat," kata Edy.

Pertemuan tahunan staf TNI dan SAF (TNI-SAF Annual Staff Meeting) 2011 bertujuan mengevaluasi sejumlah kerja sama kedua pihak yang telah terjalin baik, seperti Indonesia-Singapore Intelligence Exchange (Isintelex), Indonesia-Singapore Joint Coordinated Committee (ISJCC), Indonesia-Singapore Joint Training Committee (ISJTC) dan Indonesia-Singapore Joint Logistics Committee (ISJLC) selama periode Februari 2010 Februari 2011.

Sumber : ANTARA

Tuesday, February 22, 2011

Persiapan HUT TNI AU, Sukhoi Latihan Aerobatik

MAKASSAR - Satu flight pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin selama bulan Februari 2011 giat melaksanakan latihan fly pass dan Aerobatik Udara di wilayah udara Lanud Sultan Hasanuddin.

Kegiatan latihan Pesawat tempur Sukhoi disaksikan langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna, Komandan Wing 5 Kolonel Penerbang Mujianto serta para Kadis, Senin (21/2), adalah persiapan dalam rangka ikut meramaikan HUT TNI AU 9 April 2011 di Lanud Halim Perdanakusumah.

Adapun beberapa gerakan aerobatik udara yang cukup mengundang perhatian warga Lanud Sultan Hasanuddin dan warga sekitarnya adalah melaksanakan 14 gerakan aerobatic udara meliputi Loop, Inverted, 4 Point Roll, Aleron Roll, Hi”G” Turn, Knife dan gerakan Low Speed Pass, serta Hi Speed Pass, selain juga gerakan Oblique Loop, Half Cuban, Calypso, Enverted To Enverted, Cross Over Break Tail Slide dan gerakan Bomb Burt.

Sumber : DISPENAU

Monday, February 21, 2011

Pencuri Data Itu Adalah Agen Inteligen Korsel (INS)

SEOUL - Pencuri data sensitif di komputer milik delegasi tingkat tinggi Pemerintah Indonesia di sebuah kamar hotel di Seoul, Korea Selatan, adalah agen intelijen negara itu, menurut laporan harian Chosun Ilbo, Senin (21/2).

Harian tersebut memberitakan, sejumlah anggota Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) memasuki sebuah kamar hotel, tempat delegasi tingkat tinggi Indonesia menginap, untuk mencuri informasi sensitif tentang kesepakatan terkait dengan penjualan senjata. Seorang juru bicara NIS dilaporkan telah membantah laporan yang dimuat halaman depan harian itu, tetapi menolak untuk membuat elaborasi.

Pencurian pada minggu lalu itu telah dilaporkan, tetapi Chosun merupakan harian pertama yang menyatakan bahwa anggota NIS yang melakukannya.

Delegasi Indonesia beranggota 50 orang pekan lalu berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih T-50 Golden Eagle, Tank K2 Black Panther dan sistem senjata anti pesawat portabel (Chiron Manpads).


MBT K2 Black Panther

"Para agen NIS, demi kepentingan nasional, berusaha untuk mencari tahu strategi negosiasi delegasi Indonesia. Tertangkap merupakan kesalahan yang tidak diinginkan," lapor Chosun yang mengutip seorang pejabat senior Seoul.

Harian itu mengatakan, sebanyak tiga agen memasuki sebuah kamar di Hotel Lotte, Rabu lalu. Dikatakan, ketiga orang itu kemudian meninggalkan kamar setelah dipergoki seorang anggota delegasi Indonesia saat mereka tengah melihat sebuah laptop milik seorang pembantu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Insiden tersebut menyebabkan pergunjingan di kalangan diplomatik di Seoul, kata Chosun. Sekelompok pejabat NIS, Kamis lalu, mendatangi kantor polisi Namdaemun di Seoul tengah lalu mengambil semua bukti, termasuk rekaman CCTV hotel, lapor harian Munhwa Ilbo. "Mereka datang ke kantor polisi dan mengambil semuanya... kualitas rekaman CCTV sangat baik sehingga tidak sulit untuk mengidentifikasi para penyusup," kata seorang polisi, yang dikutip Munhwa.

Sumber : KOMPAS.COM, CHOSUN.COM

Kemhan: Tak Ada Informasi Militer yang Dicuri di Seoul

JAKARTA - Pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah kabar yang menyebut ada data militer Indonesia dicuri di Seoul. Laptop yang dikabarkan dicuri data-datanya itu, bukan milik delegasi Kemhan dan tidak ada data-data penting juga di dalamnya.

"Tidak ada data militer yang hilang atau dicuri. Laptop itu milik delegasi tim ekonomi, bukan anggota tim dari Kemhan. Isinya pun bukan data-data penting, hanya hal biasa saja," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen I Wayan Midhio, kepada detikcom, Minggu (20/2).

Wayan menjelaskan dalam kunjungan yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Seoul tersebut, Menhan Purnomo Yusgiantoro dan tim hanya mendampingi. Bukan secara khusus membahas masalah kerjasama pertahanan dengan pihak Korea Selatan.

"Dalam kunjungan itu, tidak ada data-data militer kita yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 juga baru pada tahap omong-omong saja. Tidak ada yang rahasia, sudah kita sampaikan semua kepada media massa," terangnya.

Menurut Wayan, jika memang ada data militer atau data penting yang dibawa delegasi Kemhan, tidak mungkin data-data tersebut ditinggalkan di kamar hotel tanpa penjagaan.

Seperti diberitakan sebelumnya delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Korea Selatan, dikabarkan menjadi korban pencurian. Data rahasia militer delegasi Indonesia diduga dicuri di kamar VIP hotel tempat mereka menginap.

Seperti dilansir media setempat, Korea Times, pada Jumat (18/2/2011), tiga pencuri masuk ke kamar VIP pejabat tinggi Indonesia. Mereka diduga kuat mencuri informasi rahasia seputar kerjasama keamanan antara Korsel dan Indonesia.

Televisi SBS yang mengutip pejabat Kemlu Korsel mengatakan ada dua pria dan satu wanita yang diduga ras Asia, mendownload data rahasia dari laptop seorang anggota delegasi dengan flash disk. Data itu mengandung informasi sangat penting, termasuk rencana pembelian pesawat jet T-50.

Sumber : DETIKNEWS.COM

Saturday, February 19, 2011

Informasi Rahasi Militer Indonesia di Curi di Seoul

SEOUL - Tiga penyusup berhasil masuk dan mencuri di kamar hotel yang di tempati delegasi Indonesia di Seoul awal pekan ini, motif pencurian ini diduga untuk mencuri informasi rahasia tentang program-program kerjasama pertahanan antara Seoul dan Jakarta, ungkap media setempat yang di muat pada Jumat (18/2).
Sebagaimana dikutip Seoul Broadcasting Station (SBS) dari sumber-sumber di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan serta pejabat polisi di Seoul, melaporkan bahwa penyusup terdiri dua pria dan seorang wanita Asia berhasil mendownload file-file rahasia dari laptop computer beberapa delegasi ke memori stik mereka.

“File-file tersebut diduga berisi rahasia pertahanan, termasuk rencana pembelian pesawat T-50 dari Korea”, katanya. Polisi menduga para pencuri tersebut bisa jadi merupakan anggota agen senjata internasional atau mata-mata profesional.

Hingga saat ini kementerian luar negeri Indonesia belum mengajukan keberatan apapun tentang insiden ini.


Presiden Republik Korea Selatan Lee Myun Bak (tengah) menyalami beberapa delegasi Indonesia diantaranya Kapala BKPM Gita Wirjawan (kiri) disaksikan (kanan ke kiri) Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menhankam Purnomo Yusgiantoro, Menperin MS. Hidayat dan Medag Marie L. Pangestu ketika bertemu di Blue House, Seoul, Korsel, Rabu (16/2).

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator ekonomi, Hatta Rajasa, tiba di Seoul pada Selasa (15/2) yang ditunjuk sebagai utusan khusus presiden SBY di Korea. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama ekonomi yang ditandatangani Presiden Lee Myung-bak dan Yudhoyono pada pertemuan puncak ASEAN Desember 2010 lalu.

Para delegasi Indonesia yang terdiri dari menteri-menteri terkait bertemu dengan rekan-rekannya di Korea Selatan untuk membahas peningkatan hubungan ekonomi dan bilateral.

Sumber : KOREATIMES.CO.KR

LAPAN Tetapkan Enggano Sebagai Lokasi Peluncur Roket Satelit

BENGKULU - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket yaitu daerah Tanjung Komang, Kiyoyo dan Tanjung Laboho, Bengkulu.

Penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo dan BKSDA Bengkulu, kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, Jumat (18/2).

Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk dan dekat dari permukaan laut.

"Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga lebih aman dan efektif bagi peluncuran," katanya.

Lokasi tersebut semuanya berada jauh dari pemukiman warga, tepatnya di daerah Selatan pulau Sebatik atau berada di selatan Pulau Enggano. Pemukiman penduduk berada di utara Pulau Enggano.

Namun, jalan menuju lokasi peluncuran roket itu belum didukung infrastruktur jalan dan listrik, meskipun lahan yang dibutuhkan cukup satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare.

Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi.

Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.

"Semua perizinanannya kita serahkan kepada mereka, LAPAN juga berada di pusat," kata Winarkus.

Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir.HM.Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera.

Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.

"Kami bersyukur Pulau Enggano terpilih menjadi lokasi peluncuran roket karena banyak juga daerah lain yang menawarkan misalnya daerah Biak," katanya.

Satelit yang bakal diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya.

Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh LAPAN dan memerlukan dana sekitar Rp40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.

"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu," ujarnya.

Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instasninya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket LAPAN.

Sumber : ANTARA

Friday, February 18, 2011

Kemhan Selenggarakan Dialog Pertahanan Internasional

JAKARTA - Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan akan menyelenggarakan dialog pertahanan berskala internasional, Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) pada 23-25 Maret, yang membahas masalah isu keamanan regional dan internasional.

"Pertemuan ini akan melibatkan menteri pertahanan dan panglima dari beberapa negara," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro usai melakukan rapat pembahasan dan sosialisasi kesiapan penyelenggaraan JIDD 2011, di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (18/2).

Menurut dia, dialog yang berlangsung hampir satu bulan lagi itu dijadwalkan akan menghadirkan 50 orang pembicara internasional yang diikuti sekitar 1.300 peserta yang berasal dari perwakilan delegasi dari luar negeri.

"Karena jumlah pesertanya banyak, maka kami menyelenggarakannya di Jakarta Convention Centre (JCC). Sekitar 40 negara akan menghadiri dialog tersebut," katanya.

Sejumlah menteri pertahanan juga direncanakan hadir menjadi pembicara dialog tersebut, antara lain Menhan Rusia, Korea Selatan, Turki dan Thailand.

Dialog itu bertujuan mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia-Pasifik dan sekitarnya dalam rangka memperkuat harmonisasi prioritas keamanan dan strategi serta dialog dan keterlibatan antara pasukan pertahanan yang sangat penting bagi stabilitas masa depan wilayah Asia-Pasifik.

"Inti tujuan ini adalah sebagai promosi kerja sama antarpemerintah untuk menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik regional maupun internasional," kata Rektor Unhan, Syarifuddin Tippe kepada wartawan.

Menurut dia, 40 negara yang akan menghadiri acara dialog internasional itu berasal dari negara di ASEAN , negara di Asia-Pasifik, negara di Eropa dan negara-negara Afrika dalam rangka meningkatkan stabilitas keamanan dan pertahanan di kawasan regional dan internasional.

Syarifuddin mengatakan, ada tiga tema yang akan diusung dalam dialog internasional itu, yakni membangun kerja sama strategis dalam memperkuat stabilitas keamananan di kawasan internasional, peningkatan keterbukaan di kawasan internasional, baik dalam hal kerja sama maupun organisasi dan membentuk model strategis pertahanan keamanan.

JIDD direncanakan akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta menghadirkan pembicara Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Pangeran Mohammed Bolkiah.

Selain itu hadir Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmao, Menteri Pertahanan Brazil Nelson Jobim, Menhan Malaysia Dato` Seri Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Strategis Keamanan Internasional Inggris Gerald Howarth MP.

Sumber : ANTARA

Heli NBO-105 TNI AL Mendarat Darurat di Situbondo

SITUBONDO - Sebuah helikopter dengan nomor lambung NBO-105 milik Skuadron 400 TNI-AL mendarat darurat di lapangan SMA Negeri 1 Suboh, Kabupaten Situbondo, Kamis (17/2). Helikopter tersebut terbang dari Kabupaten Banyuwangi hendak menuju ke Bandara Juanda Surabaya, namun berputar-putar rendah di lapangan SMA Negeri 1 Suboh dan melakukan pendaratan darurat karena diduga mengalami kerusakan mesin.

Seorang saksi mata, Imam Syafii, mengatakan helikopter yang terbang rendah di kawasan sekolah membuat siswa dan masyarakat setempat terkejut. "Banyak siswa dan warga yang keluar rumah untuk melihat helikopter yang mendarat di lapangan SMA Suboh. Kami khawatir helikopter itu jatuh menimpa rumah warga," tuturnya.

Menurut dia, helikopter tersebut berputar-putar rendah di lapangan SMA Suboh, kemudian mendarat secara darurat di sana. "Kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Suboh sempat terhenti karena banyak siswa yang berhamburan keluar ruangan kelas untuk melihat pendaratan helikopter milik TNI-AL itu," paparnya.

Helikopter Skuadron 400 TNI AL dengan pilot Kapten Novan dan co-pilot Lettu Akbar tidak bisa berbuat banyak dan menunggu teknisi yang didatangkan dari Surabaya. Beberapa kali mereka mencoba menghidupkan mesin helikopter, namun tidak bisa.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait dengan pendaratan darurat itu, pilot dan co-pilot enggan memberikan komentar apapun terkait dengan kerusakan mesin yang menyebabkan helikopter tersebut mendarat darurat. Hingga kini, belum diperoleh keterangan resmi dari TNI-AL tentang kemungkinan adanya kerusakan mesin pesawat, sehingga pilot melakukan pendaratan darurat.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Wednesday, February 16, 2011

Hibah F-16 AS Belum Final

JAKARTA - Proses hibah 24 unit pesawat tempur F-16A/B Block-25 dari pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada TNI, belum sampai pada tahap finalisasi. Indonesia masih menunggu konfirmasi AS.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, dan Kepala Pusat Penerangan Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI I Wayan Midhio, yang disampaikan secara terpisah kepada Suara Karya d Jakarta, Selasa (15/2).

TNI telah menyelesaikan kajian terhadap 24 unit F-16 fighting falcon yang akan dihibahkan itu. Pesawat tempur itu masih memenuhi syarat terbang hingga 5.500 jam atau setara pemakaian minimal 25 tahun.

Bambang menyebutkan, kemampuan 24 unit F-16 hibah AS bersamaan 10 unit F-16 jenis sama milik TNI AU akan ditingkatkan setara dengan F-16 C/D Block-32 dalam rangka mendukung kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang telah ada.

"TNI AU berharap ada penambahan pesawat tempur dalam waktu cepat sehingga memaksimalkan kekuatan tempur udara skuadron F-16 yang telah kita miliki," ujarnya.

Indonesia masih menunggu konfirmasi dari pihak AS. Sementara, TNI AU telah mengirimkan hasil kajian F-16 itu kepada Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan.

Hibah 24 unit F-16 akan memenuhi skuadron tempur TNI AU secara maksimal. "Dengan hibah itu, maka TNI AU dapat mendapat tambahan pesawat tempur untuk memberikan efek tangkal," katanya.

Biaya meningkatkan avionic 24 unit F-16 A/B setara dengan membeli 6 unit F-16C/D Block-52 yang baru, yakni 360 juta dollar AS (estimasi 15 juta dolar/pesawat). Selain persenjataan, kemampuan radar ditingkatkan sehingga pesawat bisa melepaskan tembakan secara akurat sebelum penglihatan kasat mata (vionic visual runs).

Secara teknis, dijelaskan Bambang, Indonesia dan AS belum memutuskan proses dan lokasi up-grade F-16 hasil hibah AS karena harus melalui kesepakatan (memorandum of understanding/MoU). Upgrade menjadi satu paket dengan 10 unit F-16 Blok-OCU 15 milik TNI AU.

Persetujuan DPR

Wayan menyebutkan, Kemhan dalam kapasitas pada level kebijakan mendukung hibah F-16 dari AS. "Pemerintah mendukung keinginan TNI," ujarnya.

Pemerintah sendiri terus membantu perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara, pascaembargo. Perawatan dan pemeliharaan dilakukan oleh perusahaan Pratt & Whitney, yang rutin datang dua kali setahun melakukan pengecekan terhadap pesawat-pesawat F-16 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

Sementara itu, Komisi I DPR meminta TNI dan pemerintah teliti menerima hibah F-16A/B Block-25 A. Hasil kajian yang telah dilakukan TNI perlu disampaikan di hadapan Komisi I (DPR)," ujar anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya.

Koleganya dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani mengingatkan Kemhan dan TNI tidak terburu-buru menerima hibah dua squadron pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Sebab, Kemhan pernah menjanjikan kepada Komisi I DPR untuk tranparan membeberkan hasil kajian terhadap hibah F-16 AS.

"Kalau tak melalui kajian berarti melanggar kesepakatan dengan Komisi I. Kami bisa minta dibatalkan hibah tersebut dengan alasan efisiensi dan efektivitas," ujarnya.

Tantowi mengkhawatirkan hibah F-16 akan menambah ketergantungan Indonesia kepada AS. DPR juga tidak ingin hibah F16 ini mengganggu rencana pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) dari dalam negeri.

Sumber : SUARAKARYA-ONLINE

Tuesday, February 15, 2011

TNI Terima Hibah Pesawat F-16 AS


Panglima TNI, Laksamana TNI, Agus Suhartono, menjawab pertanyaan wartawan, saat wawancara di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (14/2).

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima tawaran hibah dua skuadron pesawat tempur F-16A/B Fighting Falcon dari Amerika Serikat (AS).

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono kepada ANTARA di Jakarta, Senin (14/2), mengemukakan, proses persetujuan sudah disampaikan Kementerian Pertahanan dan kini menunggu konfirmasi dari pihak AS.

"Prosesnya sedang berjalan, sudah ditindaklanjuti juga oleh Kementerian Pertahanan dan saat ini kita menunggu konfirmasi lebih lanjut dari AS tentang persetujuan RI atas hibah tersebut," ujarnya.

Agus menuturkan, pertimbangan TNI menerima hibah dua skuadron F-16A/B Fighting Falcon itu dikarenakan lebih efektif dan efisien jika membeli enam pesawat sejenis yang baru.

"TNI telah memprogramkan pengadaan enam pesawat F-16 yang baru dari AS pada 2014, yang lebih canggih. Namun, dari segi harga lebih hemat jika kita menerima hibah dua skuadron F-16 tersebut," katanya.

Dari sisi teknologi, lanjut Panglima TNI, ke-24 unit pesawat hibah itu dapat di-upgrade disesuaikan dengan teknologi terbaru setara dengan F-16 varian terbaru yakni F-16 C/D Block 30/32.

"Sistem avioniknya kita up-grade, termasuk sistem persenjataannya, maka pesawat F-16 yang dihibahkan itu masih sangat `mumpuni` sebagai persenjataan yang memberikan efek tangkal," katanya.

Bahkan, masa pakai pesawat F-16 yang dihibahkan itu masih bisa mencapai 20 hingga 25 tahun lagi. "Jadi, lebih efektif dan efisien kita menerima hibah itu, daripada membeli enam pesawat sejenis yang baru," katanya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro mengatakan, pihaknya berharap dengan hibah itu, TNI segera dapat memenuhi skuadron tempurnya secara maksimal.

Sumber : ANTARA

Monday, February 14, 2011

Basarnas Mendapatkan Hibah Mi-17 Dari Bulgaria


Helikopter Mi-17 AD Bulgaria

Basarnas Beli 4 Helikopter dan 6 Kapal Baru

JAKARTA - Badan SAR Nasional atau Basarnas berencana membeli 4 helikopter baru untuk kegiatan SAR tahun 2011 ini. Selain itu, Basarnas juga akan mendapatkan hibah berupa 8 helikopter MI 17 dari Bulgaria.

"Tahun ini ada pembelian 4 helikopter tipe sedang. Lalu kalau prosesnya lancar, akan ada hibah dari Bulgaria," kata Kepala Basarnas Letjen Nono Sampono, usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/2).

Menurut Sampono, sejak Pakta Warsawa runtuh, semua alutsista negara-negara anggotanya, termasuk Bulgaria, tidak boleh dipakai lagi untuk kepentingan militer melainkan hanya untuk kemanusiaan. Karena itu, Bulgaria berminat menyumbangkan helikopternya kepada Basarnas.

"Itu helikopter tahun 1990-an. Masih bagus, kok. Tinggal bagaimana kita me-maintenance-nya," tandas Nono.


Kepala Basarnas Letjen (Mar) Nono Sampono

Sedangkan tentang rencana pembelian 4 helikopter, lanjut Nono, saat ini sedang dibahas beberapa alternatif. Pertimbangan utamanya adalah masalah spesifikasi dan maintenance apabila helikopter tersebut telah digunakan Basarnas.

Selain helikopter, tambahnya, Basarnas juga akan mendisain 6 kapal yang dilengkapi landasan helikopter (helipad). 5 Kapal berbahan dasar fiber, sedangkan 2 kapal berbahan logam. Kapal-kapal tersebut akan disebar di wilayah timur, tengah, dan barat Indonesia.

"Akan kita desain ada helipad dan dia bisa refuel di situ. Kapal itu dibikin di dalam negeri untuk Basarnas. Panjanganya 60 meter. Kebanyakan kita hanya punya yang 30 meter," tandas Nono.

Sumber : DETIKNEWS.COM

Sunday, February 13, 2011

Long Sea Trial KRI Banjarmasin-592 di Makassar

MAKASSAR - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI menggelar latihan operasi pendaratan terbatas tank Amfibi Satgas Marinir di tanah tumbuh, Pantai Losari, Makassar, Minggu (13/2).

Latihan yang mengambil tema simulasi operasi penumpasan gerakan separatis di Sulawesi Selatan yang dipimpin Mayor Marinir Sinaga ini melibatkan 6 kendaraan tempur Tank Amfibi jenis Tank PT 76 dan jenis Ranratfib, serta 1 Sea Raider, yang diangkut oleh KRI Banjarmasin-592.

Latihan pendaratan terbatas oleh pasukan Marinir ini merupakan rangkaian simulasi dalam rangka Long Sea Trial KRI Banjarmasin-592 yang dibuat oleh PT PAL Surabaya pada Agustus 2008 lalu. Kapal ini diproduksi di dalam negeri dengan kemampuan angkut 13 tank dan 507 personel dengan kecepatan 15 Knot.

Sumber : DETIKNEWS.COM






LHD Mistral, Kapal Serang Amfibi Terbaru Rusia Dari Perancis (VII)



Pasar Ekspor

Setelah diperkenalkan pada tahun 1997, LHD Mistral dipromosikan ke negara luar Perancis secara resmi pada Euronaval 2007. DCNS merasa kebutuhan akan kapal serang amfibi cukup bagus pasarnya, terlebih saingan terdekatnya Navantia-Spanyol saat itu baru menjual kapal sejenis (Canberra class) dalam bentuk model. Bahkan konsep desain BPC Mistral dipilih untuk pengembangan lebih lanjut pada LHD Australia kelas Canberra.

Menurut DGA (Institusi yang menangani ekspor persenjataan Perancis) angkatan laut dari beberapa negara telah menunjukkan minatnya membeli Mistral, salah satu diantaranya AL Rusia, AL Afrika Selatan, Deutsche Marine, AL Canada, AL Malaysia dan AL Swedia.

Selain Rusia yang secara terang-terangan menyatakan minatnya mengakuisisi lisensi Mistral beserta blue-printnya, negara lain pun menyatakan hal yang sama. Diantaranya India, Brasil, Aljazair dan Turki.

Kelanjutan Mistral

Tahun 2008 pemerintahan Perancis secara resmi mengeluarkan perundangan-undangan baru menyangkut keamanan nasional, dimana peraturan baru yang diberi nama “The Livre Blanc sur la Défense et la Sécurité nationale 2008” berisi kebijakan-kebijakan pertahanan dalam negeri dan luar negeri Perancis. Dalam dokumen itu juga di ungkapkan bahwa AL Perancis merekomendasikan kebutuhan sekitar 4 buah kapal Mistral yang diharapkan beroperasi hingga tahun 2020.



Menyikapi kebutuhan ini pemerintah Perancis melanjutkan pesanan kapal ketiga kelas Mistral (FS Jeanne d'Arc) pada tahun 2009. Sebenarnya pesanan ini dianggap terlalu dini oleh lembaga legislatif di Perancis, terlebih negara ini tengah dihadapkan pada resesi ekonomi sejak tahun 2008 lalu. Tidak mau kehilangan moment DCNS segera membuat konstruksi kapal yang sudah dimulai pada 18 April 2009 di galangan Chantiers de l ' Atlantique di Saint-Nazaire. Dan dalam rangka penghematan biaya, seluruh konstruksi kapal Mistral ke-3 dan ke-4 dibangun di kota ini.

Sedangkan bagi Rusia, kebijakan membeli kapal amfibi kelas Mistral dari Perancis banyak mendapat protes dari industri pertahanan dalam negerinya. Mereka mengatakan seharusnya pemerintah Rusia berinvestasi pada produk domestiknya, bukannya malah memberikan devisa ke negara lain. Namun protes ini dibantah para pejabat AL Rusia yang menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan suatu langkah besar untuk merubah paradigma yang ada jika Rusia berhasil mendapatkan lisensi pembuatannya. Kita tunggu saja!

Spesifikasi :



Jenis: Landing Platform Helicopter/ Landing Helicoper Dock/ Amphibious Assault Vessel
Konstruktor: DCNS (Direction des Constructions Navales Services) dan Chantiers de l'Atlantique Dockyards
Bobot: 16.500 ton (kosong), 21.300 ton (penuh)Maksimum 32.300 ton (dengan ballast)
Panjang: 199 m (650 feet)
Lebar: 32 m (100 feet)
Kedalaman apung: 6.3 m (21 feet)
Sumber tenaga: 3 x 16 V32 (6,2 MW) Wartsila diesel generator
1 x 18 V200 (3 MW) Wartsila Vasaa Auxiliary diesel generator
Propulsi: 2 x Mermaid electric motor (2 X 7 MW)2 x Propeler
Kecepatan: 18,8 knot (35 Km/jam)
Jarak Jelajah: 10.800 Km (18 knot), 19.800 Km (15 knot)
Kapal pendarat: 4 CTM (Chaland de transport de materiel), alternatif 2 LCAC (Landing craft air cushion)
Kapasitas angkut kendaraan: 59 kendaraan (termasuk 13 tank MBT Leclerc)
Kapasitas angkut pasukan: 900 personel (jarak pendek), 450 pesonel (jarak panjang)
150 personel (bertugas di komando operasi)
Kapasitas angkut helikopter: 16 heli angkut berat atau 35 heli ringan
Awak kapal: 20 perwira, 80 bintara senior dan 60 operator
Sensor dan pemroses sistem data: Radar navigasi DRBN-38A Decca bridgemaster E250
Radar udara dan permukaan: MRR3D-NG 2 radar optronic sistem kendali tembak
Persenjataan: 2 x Rudal anti serangan udara Simbad system, 2 x 30mm meriam Breda-mauser, 4 x 12,7mm senapan mesin M2-HB Browning

Copyright ALUTSISTA

Friday, February 11, 2011

Pengadaan Alutsista Dinilai Sarat Kepentingan

JAKARTA - Sistem pengadaan alat utama sistem persenjataan dinilai tidak pernah ada. Yang ada hanyalah akomodasi kepentingan jangka pendek di tingkat pimpinan dengan diselimuti kepentingan agen.

Hal itu disimpulkan Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman seusai rapat dengar pendapat dengan para direktur utama industri pertahanan, Kamis (10/2). Hal serupa dinyatakan anggota DPR, Tritamtomo, yang menyayangkan TNI tidak tahu hal yang harus dipersiapkan serta banyaknya agen yang bermain dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hadir dalam rapat itu Direktur Utama PT PAL Harsusanto, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, Direktur Operasi dan Teknik PT INTI Tikno, Direktur Utama PT Lembaga Elektronik Nasional Wahyuddin Bagenda, serta Direktur Keuangan dan Pengembangan PT Dahana Harry Sampurno.

Hayono mengatakan, berkaitan dengan pembelian alutsista dari luar negeri dengan menggunakan kredit ekspor, seharusnya melibatkan BUMN industri strategis terkait. Dengan demikian, ada sistem pertahanan yang terintegrasi.

Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin juga menyatakan, harus ada koordinasi antara industri dalam negeri dan pembelian. Hal itu sudah berjalan di Malaysia yang membeli Sukhoi dengan mensyaratkan sistem avionik yang ditangani industri dalam negeri. Demikian juga dengan Singapura yang membeli F-16, tetapi sistem komunikasinya didesain di dalam negeri.

Adik Avianto Soedarsono mengharapkan pemesanan bisa dilakukan dalam jangka waktu lama. Pasalnya, pembelian bahan baku di luar negeri membutuhkan waktu sampai delapan bulan. ”Kalau kita terlambat, jangan lalu dijadikan alasan untuk membeli dari luar negeri, padahal pesanannya mendadak,” katanya.

Direktur Keuangan dan Pengembangan PT Dahana Harry Sampurno mengatakan, sejak keberadaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan, BUMN industri pertahanan cukup terbantu, di antaranya dengan anggaran multitahun dan penunjukan langsung. Untuk jangka pendek, ia berharap ada kebijakan imbal beli yang bisa dicanangkan lewat peraturan presiden. Dengan demikian, Kementerian Pertahanan dan TNI tetap dapat membeli alutsista canggih dari luar negeri, tetapi disertai dengan kebijakan imbal beli.

Sumber : KOMPAS

Kabekangdam Terima Mobil Dapur Lapangan

JAKARTA - Dalam rangka membantu kesiagaan tugas lapangan dan membantu korban bencana Kodam Jaya/Jayakarta menyerahkan mobil dapur lapangan kepada Kepala Perbekalan dan Angkutan (Kabekangdam) Jaya untuk membantu tugas Bekangdam Jaya di Makodam Jaya, Rabu (9/2).

Kabekangdam Jaya Kolonel Cba Yayan Suryana, S.I.P. menjelaskan bahwa karakteristik mobil dapur ini dapat menempatkan menu makanan, kompor lapangan, alat dapur lapangan, rak tempat makanan, sarana dan air pencuci serta dilengkapi alat pemandam kebakaran. Mobil dapur ini juga mempunyai kemampuan dalam pemasakan kekuatan 200, 400 orang sesuai kondisinya. Dan dengan keunggulan manuver cepat untuk mendukung kegiatan bencana atau kegiatan sosial lainnya dan dapat cepat dalam memberikan dukungan dapur serta sangat efisiensi tempat dalam pengolahan bahan mentah menjadi bahan makanan siap saji.

Sumber : PUSPEN_TNI

Thursday, February 10, 2011

BUMNIS Bangun Gedung Tertinggi di Jakarta

JAKARTA - Sejumlah BUMN strategis sedang menggarap pembangunan gedung setinggi 600 meter di kawasan komplek Kemayoran, Jakarta. Gedung ini bakal siap menyaingi Menara Jakarta yang juga akan berdiri di Kemayoran setinggi 558 meter.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) Hendardji Soepandji mengatakan gedung ini merupakan rencana gabungan para kantor BUMN bidang strategis seperti Pindad, PAL, PTDI, BUMN baja, dan lain-lain. Nama gedung itu diberi nama Gedung Badan Industri Strategis (BPIS).

"Itu 600 meter. Lebih tinggi dari Menara Jakarta, proyeknya BUMN," kata Hendardji di lokasi MGK Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/2).

Ia menambahkan gedung BPIS akan dibangun disebelah utara lapangan golf Kemayoran seluas 4 hektar. Kini lokasinya masih dihuni oleh pemukiman penduduk kumuh yang menduduki kawasan Kemayoran.

"Itu BUMN, bukan BUMN Tower lain lagi," katanya. Mantan Komandan Pusat Pasukan Militer ini menambahkan, rencana pembangunan Menara BPIS sebenarnya sudah lama. Dan setelah PPKK di bawah kepemimpinannya, Hendardji berjanji akan mendorong pembangunannya. Ia mengaku sudah menemui menteri BUMN Mustafa Abubakar.

"Saya sudah menghadap menteri BUMN, tapi belum ada jawaban kapannya," katanya. Mengenai proses pembangunan Menara Jakarta, pada tahun 2011 ini proses pembangunannya akan dilanjutkan kembali. "Menara Jakarta, tahun ini dia akan meneruskan," katanya.

Sumber : DETIKFINANCE.COM