Tuesday, May 31, 2011

Latihan Bersama US Navy & TNI AL

JAKARTA - Personil marinir AS tengah melakukan persiapan simulasi dengan persenjataan lengkap di atas geladak kapal Destroyer berpeluru kendali USS Howard (DDG 83) yang bersandar di JICT 2 Port A, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/5). Kedatangan tiga kapal perang Amerika kapal pendaratan USS Tortuga (LSD 46), kapal penghancur berpeluru kendali USS Howard (DDG 83) dan kapal Frigat USS Reuben James (FFG 57) untuk melakukan latihan bersama dalam pengamanan maritim dan operasi anti-perompakan.FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/ama/11, TRIKORA88





smack me!!

Sunday, May 29, 2011

Upacara Gelar Pasukan Pengamanan Presiden

PONTIANAK - Sejumlah prajurit TNI AU Yon 465 Paskhas Lanud Supadio dan Detasemen Kavaleri-2 Beruang Cakti mengikuti Upacara Gelar Pasukan Pengamanan Presiden, di Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (28/5). Sebanyak 1.800 personil dari TNI dan Polda Kalbar dipersiapkan untuk mengamankan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono, terkait peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong ke VIII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 pada 30-31 Mei di Pontianak. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ss/pd/11


throw me!!

Pembelian Kapal Selam Tahun ini di Realisasi

JAKARTA - Pemerintah memastikan rencana pembelian kapal selam tahun ini. Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Madya Susilo, mengatakan setidaknya ada dua unit kapal selam yang akan dibeli. "Tahun ini kami harapkan bisa direalisasi," katanya kepada Tempo di Jakarta, Jum'at (27/5).

Susilo mengatakan kementerian sedang memproses tawaran pembelian kapal selam dari beberapa negara. Meski demikian, ia tidak menyebutkan kapal selam buatan negara mana yang akan dipilih. Meski kesepakatan pembelian dilakukan tahun ini, dua kapal selam itu baru selesai dibangun lima tahun mendatang.

"Tawarannya banyak. Kami umumkan spesifikasi yang kami butuhkan seperti apa dan mereka yang mengajukan penawaran," katanya. Kebutuhan kapal selam untuk TNI AL sebenarnya lebih banyak. Saat ini TNI AL baru memiliki dua kapal selam.kick me!!

Akan tetapi, Susilo mengatakan pembeliannya menyesuaikan ketersediaan anggaran. Ini karena harga kapal selam yang sangat mahal. Ia mencontohkan kapal selam jenis Scorpene yang dibeli Malaysia dari Prancis harganya mencapai €550 juta atau lebih dari US$700 juta.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Saturday, May 28, 2011

PMN Belum Cair, PAL Terancam Gulung Tikar


Dari kiri ke kanan : Panglima TNI Agus Suhartono, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro dan Dirut PT PAL, Harsusanto shoot me!!

JAKARTA - Kondisi keuangan PT Penataran Angkatan Laut Indonesia (PAL) sepertinya sudah di ujung tanduk. Perusahaan galangan kapal ini memberikan warning kepada pemerintah, bila sampai bulan Juli nanti bantuan Penyertaan Modal Ne­gara (PMN) sebesar Rp 3 triliun tidak dicairkan juga, maka PT PAL terancam gulung tikar.

“PMN tersebut akan digu­na­kan untuk membiayai segala ke­butuhan dalam pembuatan ka­pal laut baru yang diproduksi PAL, yang saat ini masih ter­beng­kalai. Makanya, PMN menjadi ke­harusan bagi pengembangan PT. PAL, dan diharapkan sudah cair secara bertahap mulai bu­lan Juli 2011,” kata Direktur Utama PT PAL Harsusanto dalam pen­jelasannya saat mengadakan rapat dengan Komisi VI DPR, Jumat (27/5).

Harsusanto memprediksi, pada Juni nanti PAL sudah akan me­ma­suki masa kritis.

Setidaknya ada sembilan per­soalan pokok yang akan dihadapi PAL, diantaranya masalah gaji kar­yawan yang tidak ter­bayar, hutang pihak keti­ga yang makin membengkak, pro­duksi kapal yang tersisa sebanyak 7 kapal ti­dak bisa dilanjutkan, produksi kapal tanker 17.500 DWT pesanan Pertamina akan me­ngalami gangguan dan bank meng­hentikan kucuran kredit.

“Apabila Juli PMN belum cair ma­najemen akan me­la­kukan be­berapa langkah antisipasi, di an­taranya merumahkan sebagian per­sonil yang idle, menutup se­mentara bengkel produksi, mem­ba­yar gaji BOD dan BOC serta kar­yawan tidak secara penuh, dan yang terakhir memberhentikan pembangunan tu­juh kapal,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, terungkap selama enam ta­hun terakhir nilai penjualan ti­dak lebih dari Rp 1,049 triliun dan net pro­fit perusahaan tidak mampu me­­nutupi biaya overhead rata-rata per tahun sebesar Rp 214 mi­liar.

Ketidakdisiplinan perusahaan da­lam penerapan budgetary con­trol mengakibatkan peningkatan bia­ya produksi atau kenaikan bia­ya material dan keterlambatan proses produksi yang menyebab­kan proyek terminasi.

“Akumulasi dari permasalahan ter­sebut mengakibatkan pe­ru­sahan mengalami bleeding yang me­nguras modal perusahaan, se­hing­ga perusahaan mengalami ke­sulitan liquiditas atau cash flow problem. Sehingga total nilai ke­rugian perusahaan dalam lima ta­hun terakhir, dari tahun 2006-2010 mencapai sekitar Rp 935 miliar,” beber Harsusanto.



Pasca krisis global tahun 2008, lan­jutnya, terjadi perubahan dras­tis terhadap pasar kapal dunia, se­hing­ga harga kapal baru menukik tajam sampai mencapai 30 persen dari harga kapal baru tahun 2008. Dampaknya keengganan pembeli untuk melanjutkan kontrak pem­bangunan kapal baru.

Di tengah kesulitan yang ter­jadi, PT PAL terus berupaya ber­tahan hidup dan meyelesaikan pem­bangunan beberapa kapal ser­ta proyek lainnya.

“Dengan posisi exiting con­tract disertai terjadinya delay, maka buyer menterminasi de­ngan tanpa kerugian sama sekali. Ka­laupun sampai saat ini masih bisa bertahan, karena mengan­dal­kan pendapatan perusahaan dari perbaikan kapal-kapal komersial maupun dari TNI dan Polri. Itu belum termasuk bea perawatan peralatan ka­mi yang berusia di atas 30 ta­hun. Biayanya juga mahal,” ungkapnya.

Kendala Internal & Eksternal

Dijelaskan, PAL memiliki ba­nyak kendala internal peru­sa­ha­an, hal ini mengakibatkan pe­ru­sa­haan semakin melorot. Di antara­nya, cash-in perusahaan belum bisa memenuhi seluruh kebu­tu­han biaya gaji dan operasional pe­rusahaan. Fasilitas produksi su­dah relative tua, estimasi pen­jualan harga pasar kapal masih me­nanggung utang, dan ope­ratio­nal income tidak dapat me­nutupi biaya perusahaan sehingga likuiditas negatif, PAL tidak mam­pu melakukan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi.

Sedangkan untuk masalah eks­ternal perusahaan, yaitu, bu­ruk­nya tingkat kolektibilitas pe­ru­sa­haan sehingga tidak dapat mem­per­oleh pendanaan baru dari bank.

Tingkat suku bunga dalam ne­geri juga tinggi. Selain itu belum ber­kembangnya industri penun­jang yang mengakibatkan kom­po­nen kapal harus diimpor.

“Dengan banyaknya kendala tersebut, walaupun ada perbaikan di tahu 2010, tapi tetap tidak mam­­pu meng-cover carrying po­ten­tial loss proyek pem­bangunan kapal eksisting sebagai akibat ada­nya krisis global akhir tahun 2008, yang mempengaruhi ke­lang­sungan usaha di tahun tahun men­datang. Untuk itu sangat diper­lukan restrukturisasi me­nyeluruh dengan dukungan pe­me­rintah baik dalam peng­ga­langan pasar dalam negeri mau­pun perbaikan struktur permo­da­lan dalam bentuk PMN,” pin­tanya.



Menurutnya, keberadaan PT PAL sebaiknya dipertahankan pe­me­rin­tah, karena perannya yang ikut men­dukung prestasi bangsa In­do­nesia di kancah inter­na­sional.

Sampai saat ini setidaknya, PT PAL telah mem­pro­duksi 200 kapal komersial dan 50 kapal perang, memproduksi kom­ponen power plant untuk PLN, aset pemerintah dalam rangka pe­nugasan pengadaan alutsista.

PT PAL merupakan pusat pen­didikan dan pelatihan untuk te­naga terampil penunjang industri per­­kapalan, dan sebagai tulang pung­gung Kementerian Perta­ha­nan dan TNI AL, terutama dalam hal pe­meliharaan dan perbaikan ka­­pal termasuk pemasangan senjata.

“Tanpa adanya dukungan dari pemerintah berupa PMN, dari ta­hun 2010 sampai 2015 di­prediksi PAL akan terus me­nga­lami ke­rugian sekitar Rp 146 miliar dengan penjualan Rp 376 miliar. Tapi bila PMN dari pemerintah se­­gera dicairkan, jumlah pen­jua­lan sekitar Rp 2,5 triliun dan ke­untungan Rp 227 miliar,” urainya.

PT PAL meminta dana PMN yang bersumber dari dana cash dari pemerintah sebesar Rp 2,196 tri­liun, dan konversi utang ke instansi pemerintah Rp 814 mi­liar. “Dengan demikian kese­lu­ruhan­nya Rp 3 triliun,” tukasnya.

Setelah mendapat PMN, PAL akan melakukan program re­struk­turisasi dan revitalisasi. Selain itu akan digunakan untuk kebutuhan tercapainya Going Concern PT PAL pada tahun 2013. “Selain un­tuk mengurangi utang pe­ru­sa­haan, nantinya dana PMN akan di­­pakai untuk meningkatkan gross margin 13-16 persen dan ju­ga untuk kebutuhan pemasaran produksi PAL tahun 2011-2015 se­banyak Rp 1,3 triliun - 2,5 tri­liun,” ujarnya.

Mesti Pilih Salah Satu

Pemerintah dinilai belum mem­berikan kesempatan bangkit bagi in­dustri pertahanan dan stra­tegis se­perti PT PAL. Pa­dahal, Pre­siden Su­silo Bam­bang Yu­dho­yono te­lah meng­instruksikan un­tuk me­ng­utamakan pem­ba­ngu­nan dan peng­gunaan alutsista buatan da­lam negeri.



“Tahun 2005 SBY mengatakan untuk mengutamakan alutsista da­lam negeri. Pada intinya semua ter­gantung dari komitmen dan ke­putusan antara Menteri BUMN dan Menteri Keuangan,” kata be­kas Menteri Pertahanan, Ju­wo­no Su­darsono, Kamis (26/5).

Juwono mengharapkan, in­dus­tri strategis dan pertahanan dapat dikembangkan demi tercip­ta­nya pertahanan negara ma­ritim yang kokoh dan kuat.

Makanya, dia sangat setuju bila BUMN strategis yang saat ini membutuhkan sun­ti­kan dana seperti DI, PT PAL dan PT PINDAD diprioritas­kan penyehatannya. Meski begitu dia menyadari pe­ngu­curan dana bantuan tersebut ti­dak bisa dilakukan sece­pat­nya, mengingat keterbatasan ke­­­uangan negara. “Dengan ter­­­­batasnya anggaran yang di­mi­liki pemerintah, seper­tinya pe­­merintah mesti memilih sa­lah satu perusahaan untuk di­be­rikan PMN,” tegasnya.

Negara Kepulauan dengan Industri Perkapalan Kronis

Sangat ironis jika Indonesia sebagai negara kepulauan dan ba­hari memiliki industri pembuatan kapal yang kon­di­sinya sekarat.

Sebagai satu-satunya industri pem­buatan kapal di Indonesia, ke­beradaan PT PAL harus di­per­tahankan. Oleh karena itu ka­langan DPR mendorong agar ku­curan dana sebesar Rp 3 triliun bagi PT PAL segera dicairkan.

“Bagaimana bisa menopang Indonesia yang disebut sebagai negeri bahari kalau industri ka­palnya dalam kondisi tidak la­yak. Untuk mendukung negara bahari tersebut maka PT PAL harus diberikan PMN,” kata anggota Komisi VI DPR, Nasril Bahar.



Anggota Fraksi PAN ini men­jelaskan, memang perlu kajian khu­sus dan mendalam untuk me­nen­tukan PMN dan kelang­su­ngan PT PAL. Ini yang perlu di­per­hatikan panja restrukturisasi BUMN Komisi VI dan harus ber­hati-hati dalam memutuskan dan terus me­ngawasi industri stra­tegis perusahaan pelat merah.

“Market penjualan kapal di Indonesia sangat bagus, ka­rena kita membutuhkan ka­pal kargo, kapal penumpang dan jenis kapal lainnya. Suka ti­dak suka PT PAL mesti dise­la­matkan. Lagipula teknologi yang dimiliki Indonesia tidak kalah saing dengan negara lain­nya, dan kita tidak meng­ingin­kan BUMN seperti PAL kollaps,” tandasnya.

Meski begitu, kata anggota DPR dari Dapil Sumatera Utara III ini, PT PAL diharap­kan memiliki businees plan yang jelas sebagai bahan per­timbangan pemerintah dan DPR untuk mengucurkan da­na dari penyertaan modal ne­gara itu.

Selain itu, untuk memaju­kan industri pasarnya PAL ha­rus memiliki transparansi, efi­sen­si, inovasi dan penggunaan lokal konten industri kapal. “De­­ngan hal tersebut ke­ma­juan akan tercapai,” terang­nya.

Sumber : RAKYATMERDEKAONLINE.COM

Latihan Gabungan TNI AL & VMF di Perairan Makassar

MAKASSAR - Sejumlah pasukan TNI AL dan AL Rusia (VMF) melakukan penyergapan terhadap perompak di Perairan Makassar, Sulsel, Jumat (27/5). Simulasi latihan gabungan antara TNI AL dengan angkatan laut Rusia tersebut dilakukan untuk melatih kemampuan masing-masing pasukan dalam menghadapi perompak di laut. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/nz/11 hit me!!







Friday, May 27, 2011

Kontingen Indonesia Juara Menembak di Inter Contingent Shooting Competition 2011

LEBANON - punch me!! Seorang anggota TNI yang tergabung dalam Indobatt, mengisikan amunisi kedalam Magazen saat kejuaraan menembak antar Kontingen Unifil (Inter Contingent Shooting Competition 2011) di lapangan tembak, Abel Al Saqi, Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis, (26/5). Kejuaraan menembak yang diikuti 11 negara kontingen PBB di Lebanon ini, Indonesia berhasil merebut Juara Pertama Kategori Pistol dan Senapan, Juara Pertama Perorangan kategori Pistol dan Senapan, sekaligus sebagai Juara Umum. FOTO ANTARA/Kuwadi/ho/ss/pd/11


4++ Generation Fighter Sukhoi-35S


smack me!!

Simulasi Penanggulangan Teroris di Atas Kapal Oleh Kopaska

PALEMBANG - Seorang personel Kopaska TNI-AL turun dari helikopter saat akan mengevakuasi korban aksi terorisme di atas kapal tanker MT Eternal Oil II yang dibajak dalam simulasi penanggulangan terorisme, Gelar Exercise ISPS Code 2011 Pertamina Marine Region II Plaju di Sungai Musi, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (26/5). Kegiatan tersebut digelar Pertamina sebagai bentuk persiapan dalam penanggulangan ancaman keamanan dan keselamatan khususnya throw me!! di wilayah pelabuhan dan perairan. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki/ama/11.



Thursday, May 26, 2011

Kompi Zeni Indonesia Miliki Kualitas Kerja Terbaik

KONGO – Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-H/Monusco, mengikuti Engineering Conference yang dilaksanakan Conference Room South Kivu Brigade di Bukavu, Provinsi South Kivu Kongo.

Acara tersebut dihadiri oleh Force Engineer, Staff Engineer tiap Brigade, semua Kompi Zeni Monusco antara lain : Indonesia, China, Nepal, Uruguay, Bangladesh dan Afrika Selatan serta Departemen jalan Demokratik Republik Kongo (DRC).

Dari Kontingen Indonesia dihadiri langsung oleh Dansatgas Letkol Czi Widiyanto dan Pasiops. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiga bulan sekali dengan tempat berbeda. Tujuan Conference ini adalah untuk membahas dan mengevaluasi tugas yang diberikan kepada seluruh Kompi Zeni dibawah Monusco selama tiga bulan terakhir.



Pada kesempatan tersebut semua Kontingen memaparakan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan selama tiga bulan terakhir, evaluasi pekerjaan oleh Force Engeineer dan evaluasi pekerjaan oleh Chief Engineer Monusco. Dari hasil evaluasi tersebut Force engineer Monusco Letkol Sui Ning (Cina), menyatakan bahwa Kompi Zeni Indonesia memiliki kualitas hasil pekerjaan terbaik dari seluruh Kompi Zeni di jajaran Monusco.

Ditempat yang sama Chief Engineer Section Monusco Mr. Francesco Savarece juga menyatakan bahwa Kompi Zeni Indonesia telah menunjukkan “Best Performance” selama kurun waktu tiga bulan terakhir. Lebih lanjut Chief Engineer Section Monusco menyampaikan beberapa pekerjaan Kompi Zeni mengalami hambatan yaitu : situasi keamanan, keterbatasan material dan cuaca yang sudah memasuki musim penghujan di wilayah Kongo. Kick me!!

Sumber : POSKOTA.CO.ID

TNI AL & US Navy Gelar Latihan Bersama CARAT 2011


Kapal perang AS jenis Destroyer, USS Howard (DDG-83), ikut terlibat dalam LAtma CARAT 2011 (Foto: dodson.tk)

JAKARTA - Dalam rangka kerjasama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat TNI AL kembali menggelar Latihan Bersama (Latma) bertajuk CARAT (Cooperation Afloat Readines and Training) dengan US Navy, demikian diungkapkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno.

"Latma CARAT ini dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2002 hingga 2006. Kemudian tahun 2007, istilah CARAT diubah menjadi Naval Enggagement Activity/NEA dan dipakai hingga 2010. Kemudian pada Latma 2011 ini istilah CARAT kembali digunakan," kata KSAL saat sambutan Pembukaan Latma CARAT di Markas Komando Armada RI Kawasan Barat, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (25/5).

Menurutnya, sasaran latihan bersama ini sangat strategis. Pertama, terpeliharanya hubungan baik antar kedua negara khususnya kedua Angkatan Laut. Kedua, tercapainya peningkatan koordinasi dan kerjasama taktis antara satuan TNI AL dan US Navy dalam berbagai operasi baik operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

Shoot me!! KSAL menambahkan Latma CARAT 2011 bakal berlangsung mulai 25 Mei hingga 2 Juni 2011 berlokasi di Laut Jawa. Latihan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pangkalan dan tahap laut.

Kegiatan pada tahap pangkalan meliputi kegiatan simposium tentang penerbangan, kesehatan dan operasi militer. Selain itu, kegiatan pelayanan kesehatan, perbaikan fasilitas sekolah, olahraga persahabatan dan interaksi sosial melalui pertunjukkan musik dan seni budaya. Sedangkan kegiatan pada tahap laut adalah kegiatan latihan tempur dan menuver lapangan unsur/kapal di perairan Laut Jawa.

Latihan bersama Angkatan Laut ini melibatkan 3 kapal perang TNI AL dan 3 kapal perang US Navy termasuk marinir kedua Angkatan Laut. Kapal perang AS yang dilibatkan adalah USS Tortuga (LSD 46), USS Howard (DDG 83) dan USS Reuben James (FFG 57). Latihan ini melibatkan 1.500 personel dengan rincian 1.137 personel TNI AL dan 363 personel US Navy.

Sumber : JURNAS

Wednesday, May 25, 2011

Kapal Perang Rusia Latihan Bersama Fregat TNI AL

MAKASSAR - Seorang pasukan marinir TNI AL merjaga-jaga saat kapal destroyer kelas Udaloy, Admiral Panteyeyev milik Rusia sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Rabu (25/5). Hit me!! Kapal perang yang membawa 300 ABK tersebut berada di Makassar hingga 29 Mei 2011, rencananya kapal perang Rusia ini akan melakukan latihan gabungan dengan kapal perang Fregat TNI AL, KRI Oswald Siahaan-354 di perairan selat Makassar. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/pd/11





Simulasi Pembebasan Sandera Batalyon 21 Group 2 Kopassus

SUKOHARJO - Punch me!! Personel Korps Pasukan Khusus (Kopassus) Batalyon 21 Grup 2 Kartasura melaksanakan Simulasi Pembebasan Sandera dengan target Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, di Kantor Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (25/5). Simulasi tersebut ditujukan untuk melatih kesiapan personel Kopassus dalam menghadapi aksi-aksi teror. FOTO ANTARA/Andika Betha/ed/pd/11

Tuesday, May 24, 2011

LHD Mistral di Jadwalkan Tiba di Jakarta Hari Ini

JAKARTA - Tiga kapal perang Angkatan Laut (AL) Prancis dijadwalkan tiba di Tanjung Priok Jakarta Selasa ini (24/5) dan akan berlabuh hingga Sabtu, 28 Mei 2011.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat persahabatan dan kerja sama antara pihak AL Indonesia dan Prancis, demikian kata siaran pers yang diterima ANTARA dari Kedutaan Besar Prancis pada Senin (23/5).

Kunjungan terbesar AL Prancis itu akan mendatangkan kapal angkut serang amfibi dan helikopter, Mistral, yang dikawal kapal fregat anti-kapal selam Georges-Leygues dan kapal fregat Vendemiaire smack me!!.

Mistral merupakan salah satu produk paling mutakhir industri perkapalan Prancis dan menjadi daya tarik kuat untuk ekspor dan siap untuk mempromosikan industri pertahanan Prancis.

Dalam kunjungan itu, akan diadakan pameran kecil peralatan pertahanan Prancis pada 25 Mei di atas kapal Mistral, yang berbobot mati 20.000 ton, panjang 200 meter dan mulai dioperasikan pada tahun 2006, dengan berbagai divisi Kementerian Pertahanan Prancis terkait, pihak Angkatan Bersenjata Indonesia, maupun industri pertahanan Indonesia.




Sumber : ANTARA

Foto Dokumentasi Pembebasan MV Sinar Kudus

JAKARTA - KRI Yos Sudarso-352 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 saat mengawal kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia, menuju Oman, usai pembebasan. Foto-foto yang di release Korps Marinir ini juga menampilkan sebuah sea rider milik Pasukan Khusus Denjaka sedang diturunkan dari KRI Yos Sudarso-352.

Selain itu satgas Penanggulangan Teror TNI berhasil menyergap perahu milik perompak Somalia yang kembali akan merompak kapal MV Sinar Kudus. Satgas Penanggulangan Teror TNI berhasil mengamankan MV Sinar Kudus dari aksi pembajakan lanjutan setelah kapal tersebut dibebaskan para perompak Somalia. FOTO ANTARA/Dok. Kormar/Spt/11


throw me!!

Monday, May 23, 2011

Menhan: Belum Ada Tawaran Kerjasama Produksi "M4 Carbine"


Perdana Menteri Malaysia, Nazib Razak, memegang senapan serbu M4 Carbine bersama eksekutif dari perusahaan Colt Defense LLC-Amerika

JAKARTA - Menteri Pertahahan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, hingga kini belum ada tawaran kerja sama pertahanan dengan Malaysia untuk memproduksi senapan jenis Karabin M4 (M4 Carbine).

"Belum ada itu, kerja sama pertahanan dengan Malaysia," katanya, usai menghadiri upacara penyambutan satuan tugas pembebasan kapal MV Sinar Kudus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Minggu (22/5).

Senapan karabin M4 dirancang perusahaan Amerika untuk menggantikan senapan lama jenis M16. Menteri Pertahanan Malaysia, Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, sebelumnya menyatakan akan menggandeng Indonesia dan Thailand untuk memproduksi bersama senjata tersebut.

"Malaysia sendiri sudah mencanangkan penggantian M16 ke M4," kata Ahmad Zahid Hamidi di Jakarta, Jumat (20/5). Salah satu perusahaan Malaysia telah mendapatkan lisensi untuk memproduksi M4 dari Colt, produsen senapan asal Amerika tersebut.

Hamidi mengatakan produksi pertama senapan M4 sudah dimulai dan diharapkan tahun ini bisa dihasilkan sebanyak 20 ribu laras senapan M4 untuk Malaysia saja.

Tawaran kerja sama ini disampaikan sebagai langkah awal kerja sama industri pertahanan negara-negara ASEAN. Jika kerja sama ini bisa dikembangkan untuk mengisi pasar ASEAN, potensi produksinya akan lebih besar.

Kebutuhan akan senapan tersebut di Malaysia, misalnya, mencapai 100.000 unit. Sementara di Thailand mencapai sekitar 300 ribu unit. Indonesia diperkirakan butuh lebih besar. Total kebutuhan senapan M4 untuk menggantikan M16 di seluruh ASEAN diperkirakan bisa mencapai satu juta unit.

Malaysia menawarkan Indonesia dan Thailand kerja sama dalam bentuk lain, yakni memproduksi komponen senjata itu untuk dirakit di Malaysia. Bahkan salah satu komponen, yakni alat picu senapan akan diproduksi oleh Indonesia.

Senapan M4 Karabin memiliki panjang laras 37 centimeter dan dirancang untuk digunakan dalam operasi infanteri, pasukan khusus maupun pasukan komando. Meski tak jauh berbeda dengan versi pendahulu M16, Karabin M4 memiliki bobot lebih ringan dan lebih fleksibel digunakan oleh pasukan dengan tinggi badan yang beragam.

Sumber : ANTARA

HMS Richmond-F239 Singgah di Jakarta

JAKARTA - Sejumlah Penari menyambut kedatangan kapal perang HMS Richmond-F239 milik angkatan laut Inggris di dermaga Pelabuhan Jakarta Internasional Container Terminal 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (22/5) Kunjungan persahabatan angkatan laut tersebut dalam rangka mempererat hubungan dan kerjasama keamanan antara Angkatan laut kedua negara. FOTO ANTARA/Reno Esnir/nz/11.