Monday, May 23, 2011

Menhan: Belum Ada Tawaran Kerjasama Produksi "M4 Carbine"


Perdana Menteri Malaysia, Nazib Razak, memegang senapan serbu M4 Carbine bersama eksekutif dari perusahaan Colt Defense LLC-Amerika

JAKARTA - Menteri Pertahahan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, hingga kini belum ada tawaran kerja sama pertahanan dengan Malaysia untuk memproduksi senapan jenis Karabin M4 (M4 Carbine).

"Belum ada itu, kerja sama pertahanan dengan Malaysia," katanya, usai menghadiri upacara penyambutan satuan tugas pembebasan kapal MV Sinar Kudus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Minggu (22/5).

Senapan karabin M4 dirancang perusahaan Amerika untuk menggantikan senapan lama jenis M16. Menteri Pertahanan Malaysia, Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, sebelumnya menyatakan akan menggandeng Indonesia dan Thailand untuk memproduksi bersama senjata tersebut.

"Malaysia sendiri sudah mencanangkan penggantian M16 ke M4," kata Ahmad Zahid Hamidi di Jakarta, Jumat (20/5). Salah satu perusahaan Malaysia telah mendapatkan lisensi untuk memproduksi M4 dari Colt, produsen senapan asal Amerika tersebut.

Hamidi mengatakan produksi pertama senapan M4 sudah dimulai dan diharapkan tahun ini bisa dihasilkan sebanyak 20 ribu laras senapan M4 untuk Malaysia saja.

Tawaran kerja sama ini disampaikan sebagai langkah awal kerja sama industri pertahanan negara-negara ASEAN. Jika kerja sama ini bisa dikembangkan untuk mengisi pasar ASEAN, potensi produksinya akan lebih besar.

Kebutuhan akan senapan tersebut di Malaysia, misalnya, mencapai 100.000 unit. Sementara di Thailand mencapai sekitar 300 ribu unit. Indonesia diperkirakan butuh lebih besar. Total kebutuhan senapan M4 untuk menggantikan M16 di seluruh ASEAN diperkirakan bisa mencapai satu juta unit.

Malaysia menawarkan Indonesia dan Thailand kerja sama dalam bentuk lain, yakni memproduksi komponen senjata itu untuk dirakit di Malaysia. Bahkan salah satu komponen, yakni alat picu senapan akan diproduksi oleh Indonesia.

Senapan M4 Karabin memiliki panjang laras 37 centimeter dan dirancang untuk digunakan dalam operasi infanteri, pasukan khusus maupun pasukan komando. Meski tak jauh berbeda dengan versi pendahulu M16, Karabin M4 memiliki bobot lebih ringan dan lebih fleksibel digunakan oleh pasukan dengan tinggi badan yang beragam.

Sumber : ANTARA

4 comments:

Hanif sakala said...

jangan mau pak!
Lbh baik memakai produk asli PT.PINDAD!

UII Fans said...

Artikel yang menarik..
Makasih infonya..
Salam...:)

Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia
http://fecon.uii.ac.id/

Anonymous said...

tidak usah digunakan karena rentan akan embargo dari negara yang punya dan satu hal lagi senapan ini terbukti payah digunakan dalam beberapa medan (seperti di afghanistan, senapan tersebut tidak mempunyai daya jebol yang baik...cintailah produk dalam negri

Anonymous said...

DITOLAK MENHAN REPUBLIK INDONESIA mimpi kali si zaidi kalo tni bakal pake produk gagal macam ini ! kita udah ada ss-2 yang notabene masuk 10 besar dunia !