Friday, July 30, 2010

Hercules A-1308 Kembali ke Home-Base

SEMARANG - Setelah enam bulan menjalani perbaikan dan perawatan di Lanud Husein Sastranegara Bangdung maka pesawat Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1308 milik Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd saleh kembali dapat beroperasi lagi (29/7).

Komandan Lanud Abd Saleh A. Dwi Putranto menerima dan melihat langsung kedatangan pesawat Hercules A-1308 yang dipiloti sendiri oleh Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Wayan Superman dan berhenti tepat di lapangan Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh disaksikan para pejabat Lanud beserta Insub.

Selanjutnya Komandan melakukan mengguntingan pita di moncong pesawat sebagai tanda kembalinya pesawat hercules A.1308 ke hanggarnya. Dan sebagai ungkapan rasa syukur Komandan melakukan pemotongan tumpeng dan diberikan kepada anggota Skadron Udara 32.

Usai pemotongan tumpeng, Komandan menjelaskan bahwa Skadron Udara 32, yang salah satunya memiliki tugas dan kewajiban untuk mengoperasikan serta memelihara sampai tingkat sedang pesawat C-130 Hercules dalam mendukung tugas-tugas operasi TNI AU, dituntut pesawat yang ada harus dalam kondisi siap operasional.

Sejarah telah membuktikan bahwa selama ini pesawat Hercules sebagai pendukung operasi telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai operasi. Tidak hanya memberikan kontribusi bagi kepentingan operasi militer namun juga memberi andil pada berbagai operasi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia, lanjutnya.

Mengingat jam terbang pesawat Hercules begitu besar, maka diperlukan perawatan berkala dan menyeluruh agar pesawat dapat beroperasi maksimal. Diharapkan tidak ada lagi adanya accident dan incident terhadap pesawat Hercules yang ada di Lanud Abd Saleh ini. Dan kepada air crew serta seluruh warga Lanud Abd Saleh untuk senantiasa menjaga dan memelihara pesawat yang ada di Lanud Abd Saleh ini, sehingga apabila sewaktu-waktu mendapat tugas operasi, kita akan selalu siap.

Sumber : DISPENAU

Pengamanan Sail Banda

AMBON - Sejumlah personel dari TNI berbaris mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Presiden di lapangan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Halong, Ambon, Maluku, Jumat (30/7). Hadir dalam acara tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta. Sekitar 6000 personel akan disiagakan untuk pengamanan acara puncak Sail Banda 2010 pada tanggal 3 Agustus yang rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/hp/10.





Thursday, July 29, 2010

Satu Komando Untuk Menyatukan Unit Kontra Teror TNI & Polri

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, diperlukan satu komando untuk menyatukan unit-unit kontrateror yang dimiliki TNI dan Polri guna mengatasi terorisme.

"Kesatuan komando tersebut dalam koridor hukum dan kedudukannya di bawah Badan Antiterorisme Nasional," katanya dalam acara Simposium Nasional dengan tema Memutus mata rantai radikalisme dan terorisme di Jakarta, Rabu (28/7).

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Wapempelred Bidang Umum Perum LKBN Antara Akhmad Kusaeni, Kiki mengatakan, selain kepolisian yang sekarang menjadi penegak hukum, keikutsertaan anggota TNI juga diperlukan dalam memberantas terorisme.

Ia mengatakan, pada satu sisi Polri secara sendirian menghadapi aksi terorisme yang terorganisir secara global-regional, memiliki kesatuan komando, gerakannya bersifat multidimensi, dan dilakukan melalui gerakan bawah tanah.

Sehingga, lanjutnya, Polri mengalami kelebihan beban dan tidak mungkin mampu melakukan tugas memutus mata rantai radikalisme-terorisme dengan memadai. Menurut Kiki, pada sisi lain unit-unit yang dimiliki TNI dianggurkan, tidak diberi peran, paling jauh kebersamaan mereka hanya dalam latihan gabungan. "Kalau membiarkan tetap sendiri-sendiri justru akan berbahaya," katanya menambahkan.

Penyatuaannya, ujarnya, harus dari satu atap. Badan tersebut bersifat lintas organisasi dan lintas fungsi serta diberikan kewenangan dan anggaran yang cukup.

Ia menilai, terorisme akan berkembang luas ke depan karenanya diperlukan dibuat badan ini. Teknisnya dari mulai pencegahan hingga penindakan. Selain itu, ia juga mengimbau, untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan warga bangsa dan antar-bangsa melalui gerakan antiterorisme secara nasional yang terkoordinasi dalam lingkup global.

"Karena teroris bergerak 'senyap' sehingga sulit terdeteksi lebih awal jika kesadaran dan kewaspadaan rendah," katanya.

Kiki menilai, terorisme adalah musuh bagi kemanusiaan, kebangsaan, dan peradaban sehingga untuk mengatasinya diperlukan pendekatan yang bersifat multi aspek dan multi disipliner, dengan operasionalisasi terpadu, dan perangkat hukum yang cukup mendukung.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Tuesday, July 27, 2010

Kapal Perang Singapura RSS Endeavour-210 Tiba di Ambon

AMBON - Pasukan menyambut kapal angkatan laut Singapura RSS Endeavour-210, di Dermaga Yos Sudarso Ambon, Senin (26/7). RSS Endeavour akan membantu operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya dalam rangka mendukung Sail Banda 2010 bersama kapal rumah sakit Amerika Serikat USNS Mercy. FOTO ANTARA/ Jimmy Ayal/Koz/hm/10.

Pyotr Veliky, Kapal Perang Armada Laut Utara- Rusia

RIA NovostiPyotr VelikyPyotr Veliky – flagship of the Northern Fleet

16:35 21/07/2010 The Pyotr Veliky is the last of the four heavy nuclear-powered missile cruisers constructed under project 1144 Orlan.>>

Tes Ke-2 Sukhoi T-50 Pak-Fa

RUSIA - Awal Juni 2010 lalu pesawat gen-5 (FGFA) Russia Sukhoi T-50 kembali melakukan tes terbang untuk yang ke-2 di pabriknya di Moskow. Pesawat yang tengah dikembangkan oleh Rusia dan India ini adalah proyek derivatif dari PAK FA (T-50), artinya masih dalam bentuk prototype sehingga perubahan major masih mungkin terjadi.

Sukhoi T-50 menjadi pesaing dekat bagi pesawat tembur gen-5 buatan AS Lockheed Martin F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. India memberikan julukan pesawatnya dengan nama FGFA dimana nantinya negara ini bakal menerima pesawat tersebut dengan konfigurasi kursi ganda dan avionik yang bakal dirakit sendiri dinegaranya. Sebelumnya India juga bekerjasama dengan Rusia dalam pengembangan pesawat tempur gen 4,5 Sukhoi-30MKI.


Menhan: Pergeseran di TNI tidak dipengaruhi AS

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membantah tudingan adanya pengaruh asing dalam pergeseran perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal itu ditegaskan Menhan usai membuka The Future Defense Leader Workshop 2010, di Jakarta, Senin (26/7).

Anggapan itu menguat pasca pulihnya kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

"Kerja sama yang dilakukan ini dengan kesetaraan. Tidak ada karena alasan ini dan itu. Tidak ada letkol atau perwira yang diganti karena ini (kerja sama)," tegas Purnomo.

Ia menjelaskan lebih lanjut, kalaupun terjadi pergeseran posisi di tubuh TNI, sepenuhnya menjadi tanggungjawab dan wewenang Mabes TNI.
"Jadi tidak ada hubungannya dengan menteri pertahanan. Saya memberikan jaminan, tidak ada tekanan dari Amerika," imbuhnya.

Ia menampik adanya beberapa perwira TNI yang masuk dalam blacklist pemerintah AS.

"Pergantian pejabat di sana memang sangat cepat. Memang mekanismenya seperti itu. Kerjasama antara Indonesia dan AS dilakukan saling menghormati satu sama lain," tutup Purnomo.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Monday, July 26, 2010

USNS Mercy Singgah di Ambon

AMBON - Kapal Rumah Sakit Angkatan Laut Amerika Serikat USNS Mercy tiba di teluk Ambon, Maluku, Senin (26/7). Kapal rumah sakit sepanjang 273 meter tersebut tiba di Ambon dalam rangka operasi bhakti sosial Surya Bhaskara Jaya yang merupakan salah satu rangkaian acara Sail Banda 2010. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/ama/10.

Unsur Satgas EX-Eagle 21/10 Bertolak ke Singapura



SURABAYA - KRI TNI-AL dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) kemarin bertolak menuju Singapura untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) yang digelar antara TNI Angkatan Laut dengan Republic Singapore Navy (RSN). KRI yang dikirim antara lain KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Fatahillah-361 dan 1 pesawat Cassa NC-212. Unsur Satgas Latma Ex- Eagle 21/10 tersebut bertolak dari Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat (23/7).

Pada tahap awal, latihan bersama dengan sandi “Latma Ex-Eagle 21/10” ini dilaksanakan mulai tanggal 28 hingga 30 Juli dengan kegiatan Eagle Cup I yang berlangsung di Changi Naval Base. Kemudian pada tahap manuver lapangan dilaksanakan di Laut Jawa dan sekitarnya. Sedangkan untuk tahap pengakhiran dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 5 Agustus 2010 di Koarmatim Surabaya, dengan rangkaian kegiatan meliputi Courtesy Call, Community Services, Eagle Cup II, kaji ulang dan penutupan. Kapal perang dari pihak RSN yang dilibatkan yaitu, RSS Tenacious, RSS Vigour dan 1 F50 MPA. Latihan ini dipimpin oleh Komandan Satgas Latihan Kolonel Laut (P) Dadi Hartanto, yang sehari-hari menjabat Komandan Satuan Kapal Patroli Koarmatim.

Selama ini “Latma Eagle 21/10” antara ke dua Angkatan Laut telah terlaksana beberapa kali dan terbukti saling menguntungkan bagi ke dua belah pihak, baik dari segi teknis maupun taktis Matra Laut. Kondisi tersebut diharapkan mampu berdampak positif di masa yang akan datang, guna membina dan meningkatkan hubungan diplomatis antara Indonesia dengan Singapura pada umumnya dan antara TNI AL dengan Angkatan Laut Singapura khususnya.

Sasaran yang ingin dicapai pada Latma Eagle 21/10 ini adalah untuk memelihara dan meningkatkan hubungan antar kedua negara khususnya Angkatan Laut kedua pihak dalam rangka memantapkan keamanan regional. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama taktis antar unsur Angkatan Laut kedua Negara. Meningkatkan keterampilan dan profesionalisme personel dalam melaksanakan operasi laut bersama. Meningkatkan kesiagaan operasi tempur laut yang meliputi peperangan anti udara, anti permukaan, anti kapal selam, dan Pernika masing- masing pihak.

Adapun materi latihan yang akan dikembangkan meliputi, kemampuan mengaplikasikan dan mengembangkan doktrin, taktik serta prosedur Operasi Laut. Kemampuan mengaplikasikan prosedur Maritime Interdiction Operation (MIO) terhadap simulasi kapal – kapal yang dicurigai dan kerjasama taktis dalam melaksanakan Search and Rescue (SAR). Aplikasi Operasi Tempur Laut yang melibatkan unsur – unsur atas air dan udara dalam kegiatan peperangan anti permukaan dan anti kapal selam. Komando pengendalian dan kerjasama taktis dan teknis antar unsur TNI AL dan RSN.

Sumber : DISPENAL

KRI Boiga-825 Terbakar di Surabaya


KRI Tarihu-829, jenis kapal yang terbakar

SURABAYA - Surabaya - TNI AL Komando Armada Timur (Koarmatim) kehilangan 1 unit kapal patrolinya. KRI Boiga-25 terbakar hebat di Dermaga Ujung, Surabaya, Minggu malam (25/7/2010).

Kapal jenis patroli cepat atau PC-40 terbakar saat hendak sandar. Dilaporkan 12 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) gabungan didatangkan untuk memadamkan si jago merah.

"Dari informasi yang kita kumpulkan awal kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Tapi karena kewalahan memadamkan, kita baru diminta bantuan pukul 21.00 WIB," kata Kasi Pencegahan dan Pegendalian Kebakaran Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Ari
Bekti saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (26/7/2010).

Ari menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut."Untuk sementara informasi korban nihil. Tadi 12 unit dikerahkan untuk memadamkan," ujarnya.

Pukul 00.15 Wib, Senin (26/7/2010), api berhasil dipadamkan. Namun kondisi kapal dilaporkan rusak berat dan nyaris tenggelam. Belum didapat informasi resmi penyebab kebakaran itu. Sementara itu, Kadispen Armatim TNI AL, Letkol TNI Toni Saiful tidak berhasil dikonfirmasi. Ponselnya saat dihubungi tidak aktif.

Sementara itu para wartawan yang hendak meliput tidak diperkenankan masuk untuk meliput kebakaran tersebut. "Sementara belum bisa, mungkin besok," kata Sugijono, salah satu petugas penjagaan.

Seperti dikutip situs resmi TNI AL, KRI Boiga-825 adalah salah satu kapal patroli produksi dalam negeri yang dibuat di Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari milik TNI Angkatan Laut.

Nama Boiga ini adalah nama latin ular yang biasa disebut ular Tiung Cincin tersebut adalah Boiga Dendrophilia dan merupakan salah satu jenis ular ganas yang hidup di kawasan hutan bakau di semua kepulauan di Indonesia.

Panjang seluruhnya berukuran 40 meter, panjang garis air 34,50 meter, lebar 7,30 meter dan berbobot 100 Gross Ton (GT), kemampuan tangki bahan bakar 35 ton, kecepatan maksimum 29 knot, kecepatan jelajah 26 knot, endurance 4 hari dan jarak jelajah 2.311 NM.

Sumber : DETIK.COM

Friday, July 23, 2010

Kementrian Pertahanan Akan Bangun Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Bogor



BOGOR - TNI direncanakan bakal membangun posko Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Desa Sukahati, Kec. Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Hal ini diungkapkan Kementerian Pertahanan melalui Direktorat Kontruksi, Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan (Dit Kon Ditjen Ranahan) Kamis (22/7) kemarin yang memberikan paparan tentang master plan PMPP TNI kepada kementerian dan instansi terkait.

Paparan tersebut dihadiri sejumlah pejabat perwakilan dari instansi terkait antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perekonomian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Direktur Kontruksi Ditjen Ranahan Kemhan Marsma TNI Agus Purnomo mengatakan, paparan ini dilaksanakan dengan maksud untuk memberikan penjelasan sekaligus untuk mendapatkan masukan dan saran terkait beberapa aspek baik dari sisi tata ruang wilayah, lingkungan hidup dan sosial.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Kasie Subdit Renkon Ditkon Ditjen Ranahan Kemhan Letkol. Czi. Budi Satriyo menjelaskan luas keseluruhan dari tanah dan bangunan dari PMPP tersebut sekitar 2.598.383 M2 yang dibagi dalam tiga bagian antara lain untuk lahan perkantoran, perumahan dan daerah latihan. Untuk luas lahan perkantoran 658.554 M2, lahan perumahan 182.872 M2 dan luas lahan untuk daerah latihan 1.756.957 M2.

Sejumlah gedung yang rencanyanya akan dibangun antara lain kantor Mako, kantor Denma, gedung Diklat, gedung laboratorium bahasa, komputer dan perpusatakaan, ruang kelas, simulasi stir kiri, auditorium, poliklinik, dapur dan ruang makan, gedung komunikasi, sarana olah raga, mess dan rumah dinas.


Simulasi tempur pasukan TNI yang akan diterjunkan sebagai pasukan perdamaian PBB


PMPP dibangun dalam rangka mendukung sarana dan prasarana latihan bagi pasukan TNI yang akan bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dan juga sebagai bagian pendukung dari keikutsertaan Indonesia dalam melaksanakan ketertiban dunia, negara melalui Kemhan / TNI yang telah mengirim pasukan pemelihara perdamaian (Peace Keeping Force) di bawah bendera PBB.

Prestasi pasukan TNI dalam penugasan di bawah bendera PBB telah diakui oleh dunia internasional, sehingga mendapatkan apresiasi, penghargaan dan kepercayaan PBB kepada Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian kesegala penjuru dunia (daerah konflik) akan lebih banyak lagi.

Selama ini, dalam penyiapan pasukan TNI yang akan berangkat dalam tugas operasi perdamaian di seluruh dunia, disiapkan oleh tiap angkatan dan dilatih secara terpusat dengan meminjam sarana latihan yang ada di angkatan. Sehingga apabila jadwal latihan bersamaan dengan angkatan, maka sulit dilaksanakan latihan secara ideal.

Latihan pasukan yang akan berangkat tugas operasi perdamaian mutlak diperlukan, karena perubahan mentalitas dari pasukan tempur/bantuan tempur ke mentalitas pasukan penjaga perdamaian sangatlah berbeda.

Selain perubahan mentalitas yang perlu disiapkan, Standar Operasi Prosedur (SOP) yang dipersyaratkan oleh PBB juga sangat berbeda, sehingga harus dilatih secara maksimal. Berkolaborasi dengan seluruh pasukan dunia dibawah naungan PBB.

Senator AS Sesalkan Kerja Sama dengan Kopassus

WASHINGTON - Seorang senator senior Amerika Serikat Kamis menyuarakan penyesalan akan kelanjutan hubungan dengan pasukan khusus Indonesia dan mengatakan satuan tersebut harus memecat petugas yang terlibat dengan kekerasan sebelum bekerja sama lebih mendalam.

Senator Patrick Leahy dari Vermont, penggagas hukum yang melarang dukungan AS pada militer asing yang melanggar hak asasi manusia, mengatakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) militer Indonesia tetap tanpa penyesalan, secara umum belum mereformasi dan tidak akuntabel, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Saya sangat menyesal bahwa sebelum menempuh jalan untuk memulai hubungan kembali, AS tidak menerima dan Kopassus tidak melakukan reformasi sepantasnya yang kami harapkan," kata Leahy, anggota Partai Demokrat yang mengusung Presiden AS Barack Obama.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates, berkunjung ke Jakarta pada Kamis, mengumumkan bahwa AS akan meneruskan kerja sama dengan Kopassus, pasukan elit yang terlibat dengan operasi besar di Indonesia pada masa lalu.

Pemerintah Obama mencari cara untuk membangun hubungan dengan Indonesia, negara Muslim terbanyak di dunia, yang telah berubah dalam tempo satu dekade menjadi demokrasi dipimpin oleh sipil.

Gates mengatakan hubungan dengan Kopassus akan terbatas pada tahap awal dan AS hanya akan mengembangkan kerja sama bila unit tersebut, dan keseluruhan militer Indonesia, melakukan reformasi.


Presiden SBY menerima Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Michael Gates di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/7).

"Sejauh ini, dengan mencabut perwira Kopassus yang terlibat dengan penyalahgunaan, dan berjanji untuk bekerja sama dalam penuntutan atas kejahatan masa lalu dan masa depan," kata Leahy.

Leahy, yang mengetuai sub-komite Kepatutan Senat yang berwenang untuk pendanaan kegiatan luar negeri, lega bahwa Gates tidak mengumumkan kerja sama penuh.

"Melihat perkembangan dalam kerja sama bersyarat ini lebih bijak daripada langsung terjun sepenuhnya," tambahnya.

"AS dan Indonesia memiliki kepentingan yang sama, dan saya mencari cara ke depan yang konsisten dengan kepentingan dan nilai kita. Saya harap itu bisa terjadi," katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley mengatakanpemerintah AS telah mendiskusikan keputusan mengenai Kopassus dengan legislatif AS dan menjelaskan bahwa Indonesia telah mendapat kemajuan dalam hal hak asasi manusia.

"Dengan itu, kami akan membuka mata. Kopassus memiliki masa lalu yang kelam. Kami mengetahuinya. Kami akan mendorong Indonesia untuk tetap pada komitmennya," jelas Crowley.

"Ini bukan jalan berliku. Kami pikir hubungan ini bisa membantu meningkatkan kemampuan militer Indonesia," tambahnya.

Sumber : ANTARA

LAPAN Bakal Bangun Stasiun Peluncuran Satelit di Bengkulu


View Larger Map

BENGKULU - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan membangun stasiun peluncuran satelit di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Rencana itu disampaikan Sekretaris Utama LAPAN Bambang Kusumanto usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin di Gedung Daerah, Bengkulu, Kamis (22/7).

"Pertemuan hari ini untuk mematangkan rencana pembangunan stasiun peluncuran satelit di Pulau Enggano dan kami membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah," katanya kepada wartawan.

Bambang mengatakan untuk tahap pertama akan dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan LAPAN pada 2 Agustus 2010 di Jakarta.

Selanjutnya, kata dia, akan dibentuk tim untuk melakukan sejumlah kajian dan survei untuk menentukan lokasi pembangunan stasiun peluncuran.

"Kami akan membuat studi kelayakan yang membutuhkan waktu enam bulan, kemudian analisis mengenai dampak lingkungan dan diharapkan pada 2011 sudah dimulai pembangunan fisik," katanya.

Selama ini, kata Bambang, LAPAN meluncurkan satelit ke sejumlah orbit melalui stasiun peluncuran Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Namun kapasitas stasiun peluncuran roket tersebut terbatas seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di sekitar lokasi peluncuran sehingga menimbulkan risiko yang lebih besar.

"Stasiun peluncuran di Enggano ini rencananya lebih besar dari kapasitas di Pameungpeuk dan lokasinya juga strategis dan penduduknya masih sedikit," katanya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin menyambut baik rencana LAPAN tersebut karena akan membantu pemerintah dalam mengawasi pulau terluar itu.

"Kami mendukung penuh rencana ini dan akan disosialisasikan kepada masyarakat di Pulau Enggano bahwa keberadaan stasiun peluncuran satelit ini tidak membahayakan jiwa mereka," katanya.

Agusrin mengatakan luas areal yang dibutuhkan untuk membangun stasiun tersebut sekitar 200 hektare (ha) dari 40 ribu ha luas pulau yang berjarak 106 mil dari Kota Bengkulu itu.

Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang dihuni lebih dari 2.600 jiwa masyarakat adat yang terbagi dalam lima suku besar yakni Kaitora, Kaahua, Kauno, Kaharuba dan Kaharubi.

Sumber : ANTARA

Flash Iron 10-02

SURABAYA - Seorang instruktur dari US Navy Seals (kiri), menyaksikan sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim, saat melakukan parameter tempur Close Qurter Combat (CQC), di lingkungan Bandara Juanda lama Surabaya, Kamis (22/7). Kegiatan CQC tersebut, merupakan latihan bersama Flash Iron 10 - 02 JCET antara Kopaska TNI AL dan US Navy Seals tersebut, untuk menciptakan kemampuan profesional untuk merencanakan dan melaksanakan protap kesiapsiagaan operasional tempur. FOTO ANTARA/Eric Ireng/pd/10


Thursday, July 22, 2010

Normalisasi Hubungan Kopassus Dengan AS



JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memberikan sinyal positif untuk menormalisasi hubungan dengan pasukan khusus TNI (Kopassus). Dalam waktu dekat, AS siap melakukan kerjasama pelatihan militer dengan pasukan elit TNI ini.

"Secretary Gates sudah bilang kerjasama pelatihan akan dimulai secara bertahap terbatas," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers usai bertemu secara tertutup selama 30 menit dengan Menhan AS Robert Gates di Kantor Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (22/7).

Namun kapan kerjasama pelatihan militer itu dimulai, Purnomo belum bisa menjelaskannya. Tetapi dari kedua negara sudah mencapai pembicaraan teknis mengenai pelatihan.

"Kita sudah bicarakan vocal point. Artinya kita tidak terburu-buru tetapi secara bertahap akan memulainya," paparnya.

Terkait soal isu pelanggaran HAM yang selama ini menjadi pengahalang kerjasama pelatihan Kopassus dengan militer AS, menurut Purnomo hal itu sudah tidak lagi menjadi masalah bagi AS.

Hal ini pun ditegaskan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang juga ikut dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, soal isu pelanggaran HAM itu sudah selesai bagi kedua negara karena AS sudah melihat sendiri bagaimana militer Indonesia sudah melakukan reformasi internal.

"Soal isu pelanggaran HAM itu bagi TNI sudah selesai," tegasnya.

Sumber : DETIK.COM

Menhan AS Bertemu Presiden SBY



JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat memberikan apresiasi atas reformasi TNI yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan berharap hubungan kerja sama militer kedua negara dapat meningkat.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates dalam keterangan pers usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden Jakarta, Kamis (22/7) siang, mengatakan, sejumlah kebijakan yang diambil Kementerian Pertahanan RI atas isu hak asasi manusia juga menjadi dasar pertimbangan keinginan peningkatan kerja sama itu.

"Dengan senang saya sampaikan kepada Presiden bahwa hasil reformasi militer dalam beberapa dekade ini, profesionalisme TNI dan sejumlah kebijakan Kementerian Pertahanan terhadap beberapa isu hak asasi manusia membuat AS akan memulai program kerjasama keamanan dengan Pasukan Khusus Indonesia," katanya.

Gates menambahkan, peningkatan kerja sama juga akan diikuti dengan kelanjutan reformasi TNI dan Kopassus dalam masa mendatang.

"Kami mempertimbangkan pembangunan kerjasama militer kedua negara dan hubungan yang lebih dekat dengan TNI dimasa yang akan datang," tegasnya.

Pertemuan Tertutup dengan Menhan RI

Sebelum bertemu Presiden Yudhoyono, Robert Gates mengadakan pertemuan tertutup dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membahas berbagai hal, terkait hubungan kedua negara terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Dalam kunjungannya di Kemhan RI, Menhan AS diterima oleh Menhan RI melalui Upacara jajar kehormatan di Halaman depan kantor Kemhan RI. Turut mendampingi Menhan antara lain Wamenhan RI Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Eris Herryanto dan sejumlah pejabat eselon I Kemhan RI.

Dalam pertemuan kedua Menhan tersebut, dibicarakan beberapa hal terkait dengan upaya peningkatan kerjasama di bidang pertahanan kedua negara. Antara lain melalui kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan, pertukaran personel, latihan bersama, saling kunjung dan saling tukar informasi serta bentuk - bentuk kerjasama lainnya yang berdasarkan prinsip kesetaraan dan kepentingan bersama kedua negara.

Sebelumnya pada tanggal 10 Juni 2010, Kemhan RI dan Dephan AS telah sepakat untuk menegaskan kembali kerjasama di bawah kerangka “the Comprehensive Partnership”. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Pengaturan kerangka kerjasama tentang kegiatan-kegiatan kerjasama dalam bidang pertahanan antara Kemhan RI dengan Dephan AS, yang ditandatangi antara pihak Indonesia yang diwakili Dirjen Strahan Kemhan RI Mayjen TNI Syarifudin Tippe, S.IP., M.Si dengan pihak Amerika Serikat yaitu Wakil Asisten Sekretaris Pertahanan Untuk Asia Selatan dan Tenggara Robert M. Scher.

Pengaturan kerangka kerjasama tersebut dimaksudkan untuk menggabungkan kegiatan-kegiatan kerjasama dalam bidang pertahanan yang telah terbentuk, atas dasar prinsip-prinsip saling menghargai, percaya, dan saling menguntungkan dalam lingkup dialog keamanan rutin, pendidikan dan pelatihan, industri pertahanan, pengadaan peralatan militer, keamanan maritim, dan berbagai area kerjasama lain yang disetujui bersama.

Sumber : ANTARA DMC

Simulasi Anti Teror Dalam Rangka Sertijab Danyonif 700/Raider

MAKASSAR - Sejumlah anggota pasukan Raider melakukan penyergapan terhadap teroris saat berusaha membebaskan sandera di Markas 700/Raider Makassar, Kamis (22/7). Simulasi yang dilakukan dalam rangka serah terima jabatan Danyonif 700/Raider tersebut, dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan pasukan raider dalam menjaga NKRI dari ancaman dalam negeri dan luar negeri. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ss/mes/10



Wednesday, July 21, 2010

RI-Pakistan Sepakati Kerja Sama Pertahanan



JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Pakistan menyepakati kerja sama pertahanan untuk memantapkan hubungan kedua negara dalam bidang pertahanan ke tingkat yang lebih luas.

Kesepakatan itu tertuang dalam Nota Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperations Agreement/DCA) yang ditandatangani Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad di Jakarta, Rabu (21/7).

"Kerja sama ini mencakup antara lain peningkatan kerja sama yang telah dilakukan kedua pihak, dan akan dilakukan kedua pihak dimasa datang," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Ia mengatakan, kerja sama dengan Pakistan tersebut sangat penting mengingat banyak kesamaan antara Indonesia dan Paksistan seperti etnik yang beragam, masalah perbatasan darat dan laut, terorisme dan lainnya.

"Selama tiga tahun kita mempersiapkan apa yang bisa dilakukan oleh kedua negara terutama di bidang pertahanan," kata Purnomo.

Hal senada diungkapkan, Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad yang mengatakan, latar belakang budaya, kondisi geografis dan persoalan internal Pakistan dengan Indonesia mendasari kerja sama kedua pihak khususnya dalam bidang pertahanan.

"Kerja sama ini, juga membuka peluang bagi kerja sama kedua negara di bidang lain," ujarnya.

Baik Purnomo maupun Ahmad mengatakan, nota kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara itu akan dibahas lebih detail pelaksanaannya oleh kedua pihak pada beberapa bulan mendatang.

"Rincian apa saja dan bagaimana kesepakatan kerja sama itu akan dilakukan akan dibahas lebih rinci lagi dalam beberapa kali pertemuan mendatang di tingkat teknis," kata Purnomo.

Secara umum kesepakatan kerja sama pertahanan RI-Pakistan memuat kesepakatan kedua pihak untuk melakukan dialog/konsultasi reguler di bidang strategis serta isu-isu keamanan.

Tak hanya kesepakatan kerja sama itu juga memuat kesepakatan tukar menukar informasi pertahanan, pertukaran personel, pertukaran ilmu dan pengetahuan bidang pertahanan dan bentuk kerja sama teknis lainnya berdasarkan prinsip kesetaraan dan kepentingan bersama.

Kedua pihak sepakat pula untuk menjajaki kerja sama industri pertahanan.

Sumber : ANTARA

Pakistan Tawarkan RI Produksi Pesawat Tempur JF-17

JAKARTA - Pakistan menawarkan Indonesia untuk memproduksi pesawat tempur bersama. Jenis yang ditawarkan adalah JF-17, yang diklaim setingkat di atas jet tempur canggih produk Amerika Serikat, F-16.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai penandatanganan MoU kerja sama bidang pertahanan dengan Menteri Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad Muchtar, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (21/7).

"Kita ingin melihat lebih jauh tawaran tersebut untuk ditindaklanjuti. Karena kita juga ditawari kerja sama yang sama oleh Korea Selatan," kata Purnomo. Menurut dia, saat ini Pakistan tengah bekerja sama dengan China membangun pesawat tempur.

Sumber : PRIMAAIRONLINE

Tuesday, July 20, 2010

Program Latihan Penembak Jitu Brimob Polri

SEMARANG - Seorang instruktur tembak menyampaikan materi teknis penembak jitu (sniper) kepada para anggota Brimob, saat berlangsung program latihan penembak jitu, di Markas Brimob Kompi 2 Detasemen Pelopor A, di Semarang, Jateng, Selasa (20/7). Latihan penembak jitu yang diikuti 100 personil pilihan itu akan berlangsung selama dua pekan dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak anggota Brimob. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/hp/10.



Monday, July 19, 2010

Flash Iron 10-02

SURABAYA - Sejumlah anggota Naval Special Warfare unit 1 Guam memberikan instruksi kepada anggota Kopaska TNI AL saat giat keahlian menembak (Markmanship) di Lapangan tembak Koarmatim, Surabaya, Senin (19/7). Kegiatan latihan bersama antara Kopaska TNI AL dan US Navy Seal dengan sandi "Flash Iron 10 - 02 JCET" tersebut, bertujuan menciptakan kemampuan profesional untuk merencanakan dan melaksanakan protap kesiagaan operasional. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ss/NZ/10


TNI AU dan US Air Force Latihan Bersama

BANDUNG - TNI-AU dan US Air Force akan melakukan latihan bersama dengan sandi "Teak Iron II" pada 17-31 Juli di Lanud Husein Sastranegara Kota Bandung.

"Latihan bersama kali ini merupakan yang kedua kalinya digelar di Lanud Husein Sastranegara ini. Latihan bersama kali ini fokus pada distribusi logistik dan penerjunan personil," kata Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel (Pnb) Asep Adang Supriyadi di Bandung, Jumat (16/7).

Latihan bersama kedua angkatan perang tersebut akan melibatkan 110 personil US Air Force dan 155 personil TNI-AU dengan dukungan tiga unit pesawat Hercules.

Tujuan dari latihan bersama yang kedua kalinya di Bandung itu dalam rangka latihan kerjasama dan saling memberi pengalaman masing-masing saat menjalankan tugas di lapangan.

Selain itu menjalin hubungan yang lebih erat lagi, terutama dalam melakukan teknik penerbangan penerjunan personil.

"Penerjunan akan dilakukan di kawasan Lanud Sulaeman Margahayu Bandung yang menjadi `droping zone`," kata Asep Adang.

Menurut dia, latihan bersama yang akan berlangsung hampir setengah bulan itu juga akan diisi dengan berbagai kegiatan latihan militer lainnya terkait dengan operasi penerjunan, intelijen dan pengamanan.

"Latihan ini mempererat hubungan antara TNI-AU dengan US Air Force," kata Danlanud Husein Sastranegara menambahkan.

Sementara itu latihan bersama TNI-AU dan US Air Force yang pertama digelar pada 29 September 2009 lalu yang juga mengerahkan pesawat angkut militer jenis Hercules.

Sumber : ANTARA

TNI AU Laksanakan Operasi "Eyes In The Sky""



TANJUNG PINANG - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara bersama dengan Angkatan Udara Malaysia, Singapura, dan Thailand melakukan operasi "Eyes in the Sky" di Selat Malaka dan Singapura.

Kapten Pilot pesawat cassa TNI AU, Kapten Pnb Muhammad Arif di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (18/7), mengatakan operasi pengamanan wilayah udara dan laut di jalur perdagangan tersibuk di dunia itu merupakan patroli regional dalam rangka mempererat hubungan negara tetangga dalam hal pertahanan dan keamanan.

"Di bawah program EiS ini negara peserta akan melaksanakan pesawat patroli maritim (maritime patrol aircraft/MPA) untuk melaksanakan patroli di Selat Malaka dan Singapura sebagai bagian dari usaha untuk mempertinggi keamanan di jalur perairan dan selat itu sendiri," ujarnya.

Menurut dia, operasi "Eyes in the Sky" (EiS) sejak 2005 tersebut dilaksanakan dari 16 sampai 18 Juli 2010.

Operasi tersebut menurut dia, tidak berprasangka kepada posisi dari seluruh negara yang terkait ke semua area yang sedang dipersengketakan atau yang belum ada batasnya.

"Area dari operasi ini akan mencakup internasional dan nasional wilayah udara di atas perairan dari Selat Malaka dan Singapura," katanya menegaskan.

Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Seksi Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan TNI AU Tanjungpinang, Lettu Lek Wardoyo, mengatakan EiS merupakan sistem pengaturan terbuka dengan persetujuan dari tiga negara daerah pesisir, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Singapura.

"Beberapa negara lain dapat diundang untuk berpartisipasi dengan dasar sukarela dengan persetujuan dan izin dari ketiga negara tersebut," ujar Wardoyo.

Menurut dia, negara peserta akan menyediakan berturut-turut aset udara untuk melaksanakan operasi yang harus dilengkapi dengan benar.

"Pusat operasi EiS bertanggung jawab kepada jadwal dari penerbangan atau `observer` dan menyebarkan informasi ini ke masing-masing negara yang bersangkutan," katanya menambahkan.

Sumber : ANTARA

Friday, July 16, 2010

Prajurit Kostrad Yonif 411 Kembali dari Penugasan

SEMARANG - Sejumlah prajurit TNI dari Yonif 411/6/2/Kostrad yang baru tiba dari penugasan di Maluku, turun dari kapal KRI Teluk Ratai, untuk mengikuti upacara kedatangan pasukan yang dipimpin Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Gerhan Lantara, di Pelabuhan Tanjung Emas, di Semarang, Jateng, Jumat (16/7). Sebanyak 487 prajurit TNI dari Yonif 411/6/2/Kostrad kembali ke kesatuannya setelah bertugas selama 11 bulan di daerah rawan Maluku dan Maluku Utara. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/ss/hp/10.




Pembaretan Anggota Kopassus Angkatan 89 Tahun 2010

CILACAP - Sejumlah anggota Kopassus mengarak Wakil KSAD Letjen Y Suryo Prabowo usai mengikuti upacara penutupan Pendidikan Komando Angkatan 89 Tahun 2010 di Pantai Permisan, Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis (15/7). Pendidikan Komando merupakan kualifikasi tertinggi di Angkatan Darat yang terdiri dari tahap basis, gunung hutan, rawa laut, dan Long March Bandung-Cilacap sejauh 500 Km ini, berlangsung selama 7 bulan. FOTO ANTARA/Idhad Zakaria/Koz/mes/10.



Operasi Surya Bhaskara Jaya 2010

AMBON - KRI dr Soeharso akan merapat di Dermaga Yos Sudarso Ambon, Maluku, Rabu (14/7). Kapal itu mengemban misi operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya di pulau-pulau terluar di Maluku bersama tim kesehatan Malaysia, Philipina, Australia dan Amerika Serikat yang mengerahkan kapal rumah sakit terbesar USNS (United States Naval Ship) Mercy T-AH 19 dalam mendukung Sail Banda 2010. FOTO ANTARA/Jimmy Ayal/ed/NZ/10.