Tuesday, January 13, 2009

Latihan "Helo Sniper" antar Personel Navy Seals dan Kopaska



SURABAYA - Satuan elite AL Amerika Serikat Navy Seal, Senin (12/1) berbagi pelajaran khusus dengan rekan seprofesi dari Pasukan Katak TNI AL. Pelajaran bernama 'Hello Sniper' atau teknik menembak sniper dari pesawat helikopter yang tengah terbang ini merupakan materi baru yang akan diberikan teknik dan pengetahuannya kepada Kopaska.

Agenda latihan bersama dengan satuan pasukan elite Angkatan Laut Amerika US Navy Seal ini bernama sandi “Flash Iron 09-01”. bertempat di lapangan tembak Koarmatim Ujung Surabaya, latihan ini secara resmi dibuka oleh Komandan Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Kolonel Laut (T) Yulius Bustami. Turut hadir saat pembukaan para personel Paska dan US Navy Seal yang dipimpin Letnan Ehrhardt.

Pasukan Katak TNI AL mengerahkan 4 tim (masing-masing tim 7 orang), atau 28 personel pada latihan ini sedangkan dari US Navy Seal menyertakan 15 personelnya. Selain sniper, mereka juga akan berlatih tentang Maritime Interdiction Operation (peperangan ruang tertutup), Jungle Welfare (perang hutan) berikut Jungle Survival, Fast Roping, Over the Beach serta Tactical Combat Casualty Care.

Koarmatim mengerahkan satu unit KRI, satu unit helikopter NBell-412, 2 Sea Rider, serta 5 perahu karet untuk latihan yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 6 Februari 2009 berlokasi di Markas Koarmatim, selat Madura, Pantai Banongan serta Selogiri Banyuwangi.

Menurut Komandan Satuan Katak Koarmatim Kolonel Laut (T) Yulius Bustami, latihan ini selain dapat meningkatkan kemampuan taktis dan teknis perorangan maupun satuan prajuritnya juga dapat menciptakan hubungan emosional yang harmonis dan saling pengertian antara prajurit Pasukan Katak Indonesia dan Amerika Serikat. Ditambahkannya latihan ini juga merupakan ajang “Take and Give” antara kedua pasukan karena masing-masing bisa saling memberikan bekal pengetahuan dan kemampuannya.

“Peningkatan kemampuan ini diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bekal guna mendukung tugas-tugas operasional Kopaska yang sesungguhnya,” kata Kolonel Laut (T) Yulius Bustami.

Sumber : DISPENAL

1 comment:

Ari said...

Artikel yang sangat menarik terutama pada foto utama yang dipasang. Disitu terlihat si penembak menggunakan seragam (smock + gloves) tentara Inggris. Senapan yang dia gunakan juga adalah standard tentara Inggris.

Uniknya foto yang lebih kecil menampilkan tentara AS dengan seragam woodland (dengan badge SEALS). Apakah seragam ini masih digunakan? Karena yang sering terlihat sekarang adalah seragam dengan motif baru (pixelated).

Salam