Monday, July 16, 2007

Menilik Kekuatan RI-Malaysia




SAAT KETEGANGAN yang memanas antara Indonesia dengan Malaysia mengenai blok Ambalat dulu, menyebabkan pasukan kedua negara menyiapkan peralatan perangnya termasuk diantaranya kekuatan udara. Indonesia sudah menyiapkan empat buah pesawat F-16 yang siaga untuk menghadapi pesawat-pesawat tempur Malaysia.

Namun jika dilihat dari kondisi yang ada, keempat F-16 itu adalah sebagian dari 8-10 buah F-16A/B Fighting Falcon yang dimiliki Angkatan udara Indonesia. Sisanya, adalah kekuatan pesawat yang sudah uzur, yaitu 12 buah F-5E/F "Tiger II", 17 buah A-4E "Sky Hawk" (keduanya generasi pesawat tahun 1960 s.d. 1970-an), disamping pesawat tempur ringan yang masih modern, yaitu 35 buah Hawk 100/200, 9 buah Hawk Mk-53, didukung pesawat generasi perang Vietnam (1960-an), yaitu 9 buah OV-10 "Bronco". Belum diketahui, empat buah pesawat F-16A/B yang dipersiapkan TNI-AU itu benar-benar sudah siap menghadapi pesawat-pesawat tempur Malaysia.

Yang jelas, tampaknya pengerahan F-16 oleh Angkatan Udara Indonesia itu dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada. Pasalnya, walau Indonesia sudah memiliki empat buah pesawat tercanggih buatan Rusia, Su-30 dan Su-27, namun belum sepenuhnya dapat diandalkan. Tinggal kepada kekuatan F-16, yang itu pun menghadapi dilema persoalan suku cadang karena yang tersedia kini tinggal delapan buah dari sebelumnya 12 buah.

Persoalannya, dengan mengerahkan kekuatan "ala kadarnya" itu, pasukan Indonesia siap untuk "menghajar" pesawat-pesawat Malaysia? Apalagi, jika kemudian terjadi bentrok besar-besaran dengan Malaysia yang secara nyata memiliki pesawat tempur yang lebih memadai jumlah maupun teknologinya.

Namun mengutip keterangan Asrena Kasau, Rukma Susetya, dalam sebuah terbitan Buletin Litbang Dephankam, berbagai pesawat tempur itu secara umum hanya dengan kesiapan rata-rata 25 pesawat atau jika dipersentasikan hanya 28 persen.

Berdasarkan catatan "PR", Malaysia juga memiliki pesawat paling canggih buatan Rusia, Su-30 sama seperti yang dimiliki Indonesia. Bahkan, jumlah yang dimiliki Malaysia sebanyak 18 buah, didukung sejumlah pesawat modern lainnya, MiG-29 Fulcrum juga buatan Rusia. Karena "koceknya" lebih banyak, tentunya Malaysia lebih kuat dalam anggaran perawatan dan pembelian suku cadang.

Ini belum termasuk F/A-18D Hornet buatan AS yang merupakan generasi tahun 1989-1990. Pesawat-pesawat itu kelasnya sudah di atas F-16A/B yang dimiliki Angkatan Udara Indonesia berasal dari generasi tahun 1970-an.

F/A-18D diketahui merupakan generasi yang sebenarnya tandingan Su-27/Su-30 milik Indonesia, namun dalam ketegangan di Ambalat ternyata belum siap diandalkan. Malaysia boleh lebih berbesar hati, karena mereka baru saja melakukan latihan bersama pasukan udara AS (US Airforce), sekaligus mendapat pelatihan gres dari mereka, atas pengoperasian F/A-18F Super Hornet yang merupakan produk termodern milik AS.

Dalam latihan tersebut, sejumlah penerbang F/A-18D Malaysia dengan dipandu pelatih dari angkatan udara AS, mencoba F-18F milik AS dengan melakukan latihan manuver di perairan sekitar Pulau Tioman. Tampaknya, latihan inilah yang akan dijadikan bekal oleh berbagai pilot F/A-18D Malaysia, untuk menghadapi F-16A/B milik Indonesia.

Kalaupun tidak, tampaknya Malaysia "cukup" mengirimkan MiG-29 untuk menghalau F-16A/B dari Indonesia. Sebab secara teknis pun, Malaysia dikabarkan lebih siap dari suku cadang dan perlengkapan, karena selama ini mereka tak ada masalah dari biaya pembelian.

Perang laut
Namun dari kekuatan laut, Indonesia boleh lebih "pede", walau pun armadanya diperkuat seabrek kapal-kapal perang tua, plus dua buah kapal selam yang sedang kerepotan suku cadang. Pasalnya, Malaysia pun diketahui kondisinya cukup mirip Indonesia, karena tak mempunyai kekuatan laut yang memadai. Malaysia tampaknya "tak begitu mementingkan" kekuatan laut, karena letak geografisnya tak sebesar Indonesia. Jadinya, Malaysia kini cenderung lebih memikirkan kekuatan udara, ketimbang kekuatan laut.

Sedangkan kekuatan kapal laut Indonesia yang kini menjadi andalan, yaitu tiga buah perusak kawal rudal kelas Fatahillah, sebuah kelas Ki Hajar Dewantara, serta 4 kapal cepat roket kelas Mandau (termasuk di antaranya KRI Rencong), dua buah kapal cepat torpedo (KCT) kelas Ajak, dua buah buru ranjau kelas Pulau Rengat.

Kapal tempur milik Indonesia unggul kuantitas, walau pun produknya hampir semuanya barang bekas. Malaysia memang kalah jumlah, namun memiliki kapal generasi modern.

Kekuatan laut Malaysia kini hanya bertumpu kepada dua buah fregat generasi tahun 1990-an, yaitu Lekiu dan Jebat. Namun kedua kapal itu dilengkapi sistem data tempur modern, sehingga dalam pendeteksian kapal lawan dikabarkan lebih unggul. Selain itu, Malaysia juga dilengkapi fregat generasi tahun 1980-an, disamping korvet kelas laksamana yang merupakan generasi tahun 1995.

Secara umum, sistem persenjataan kapal laut yang dimiliki Indonesia tak berbeda jauh dengan Malaysia. Misalnya, peluru kendali Exocet II, kanon otomatis Bofors 57 mm, dll. Sisanya sama seperti Malaysia, memiliki kapal pendarat tank, yang biasanya digunakan jika pasukan marinir mulai masuk perang ke pulau. Namun untuk "perang pembukaan", tentunya mengandalkan kapal perang dan pesawat tempur.

Sepintas, jika terjadi perang udara dan laut Indonesia dengan Malaysia, dengan mengerahkan kekuatan masing-masing dalam kasus Blok Ambalat, seakan mengingat kembali pada Perang Malvinas (Falkland) antara Inggris dengan Argentina.

Jika perang Indonesia melawan Malaysia kemudian terjadi, tampaknya akan lebih menonjol dari pertempuran udara, baru kemudian laut. Jika hanya secara teori, kekuatan udara Malaysia akan lebih unggul, namun di laut bisa saja Indonesia lebih unggul.

Kondisi kekuatan Inggris-Argentina tak ubahnya dengan Malaysia-Indonesia. Akankah kekuatan dan modernnya pesawat tempur Malaysia menjadi pendukung kekuatan lautnya kemudian akan menghajar dan melumpuhkan kekuatan Indonesia yang ibaratnya milik Argentina, sehingga berhasil merebut Ambalat? (Kodar S/"PR")

23 comments:

Anonymous said...

silahkan benci malaysia.....



tapi jangan benci upin & ipin
sebab ibunya sudah tiada,
+ sering dimarah2 lagi sama kakaknya....

Anonymous said...

not just hate's upin&ipin but ihate's everything about malingsia

Anonymous said...

bos untuk kekuatan alutsista militer indonesia sudah banyak berubah,, apa masih realistis analisis di atas????

pendidikan bangsa said...

GW PLING SEBEL SM RI, PEJABATNYE PADA MALING.APA GA TAU, BENTARAN LAGI INGGRIS SAMA AUSTRALIA PENGEN NGEJAJAH EN NGACAK2 NEGARA RI???????????????????????????
WASPADALAH TERHADAP NEO KOLONIALISME!!!
WASPADALAH!!!
WASPADALAH!!!
WASPADFALAH!!!

PANDITHA AMOKSYA

x-nuxer said...

jiah ...
yg nulis neh artikel kampungan ...

Anonymous said...

boz timur tengah udah dipretelin satu-satu, baiknye qta waspada barangkali dikitlagi asia tenggara bakal dipretelin

Hanif sakala said...

bos admin tlg di update donk perbandingan kekuatan RI dg malaysia khususx th.2011,trimksh!

Anonymous said...

Pribahasa Indonesia

KALAH JADI ABU MENANG JADI ARANG

Artinya

Jika terjadi perang antara Malaysia dengan Indonesia; kalah menang sama saja; sama-sama menanggung kerugian

Indonesia termasuk negara termikin dan tertinggal di dunia. Pengangguran bertambah banyak dari tahun ke tahun; sehingga kejahtan meningkat dari tahun ke tahun. Perang akan mengakibatkan rakyat Indonesia lebih miskin dan lebih sengsara.

Hanya orang2 yang bodoh berfikir tentang perang yang melibatkan Indonesia; karena perang akan membuat keadaan rakyat Indonesia sekarang lebih mundur dan lebih menderita seperti rakyat Indonesia pada tahun 1945

Anonymous said...

Bos, ketahuilah org Malaysia tidak benci sama NKRI sepertimana sebaliknya. Malaysia lebih suka selesaikan masalah mengikut hukum.

Pers Indonesia, terutamanya yang berbahasa tempatan sentiasa mengatakan mereka yang betul, semua kesalahan hanya dipihak Malaysia. Tampak bezanya dengan Pers Indonesia berbahasa Inggeris, lebih seimbang dan rasional. Majoriti warga mudah sekali percaya dan dipermainkan pers tanpa usul periksa atau memahami isu sebenar.

Disini tidak pernah ada cakap-cakap tentang perang kerana kami percaya pemerintah Indonesia kini boleh berfikir dengan rasional dan tahu siapa yang betul atau salah.

Setuju kalah jadi abu menang jadi arang. Tapi kami siap. Kalau mahu menjual kami sedia membeli.

hita_setiawan said...

Tlng dech yang alusista 2011 diikutkan............?

Anonymous said...

kalah atau menang suatu peperangan tidak sekedar ditentukan oleh kecanggihan senjatanya tapi juga mental dan semangat manusia dibalik senjata itu, boleh malaysia lebih canggih senjatanya, tapi kemenangan suatu peperangan bukan faktor iti, tapi MANUSIANYA

JAYALAH INDONESIAKU

Anonymous said...

Ya ngga aakan menanglah TNI AL karena anggarannya setiap kali didakan bocor 30% dikorupsi untuk dana komando, uang rapat, uang SPJ sementara kapalnya tua..boros bahan bakar...kecepatan kapalnya pun rata2 dibawah 21 knot

Hanif sakala said...

terlalu sederhana membandingkan ARGENTINA VS INGGRIS!
BUNG KARNO PERNAH BERKATA INGGRIS KITA LINGGIS,AMERIKA KITA SETRIKA!
jangankan cuma malaysia yg keunggulannya cuma sgtu,tank inggris pun kita pernah hadang dg bambu runcing dan kita berhasil memukul mundur inggris dari ibu pertiwi,jd ngapain takut sm malaysia..!

Anonymous said...

Kerajaan sedang menimbang untuk menggantikan sepenuhnya pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dengan pesawat tempur pelbagai guna (MRCA) Eurofighter Typhoon buatan empat buah syarikat aeroangkasa Eropah.

ahmad zahid hamidiMenteri Pertahanan Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi berkata TUDM pada ketika ini memiliki 10 buah MiG-29N yang dibeli pada 1990-an dan khidmat jet pejuang buatan Rusia itu perlu ditukarkan.

Beliau berkata kementeriannya sedang membuat uji nilai jet pejuang Eurofighter Typhoon yang mempunyai kelajuan 2 Mach, merangkumi kemampuan sistem teknikal dan persenjataannya yang canggih.

"Memang diakui Eurofighter Typhoon, sebuah pesawat tempur yang terbaik namun harganya yang mahal membuatkan kita perlu membuat uji nilai secara terperinci. Bagaimanapun ia bergantung kepada kemampuan kewangan negara," katanya kepada pemberita selepas majlis penutup Karnival Jom Masuk Umno anjuran Biro Keahlian dan Daftar Pemilih UMNO Tenggara di Kota Tinggi, semalam.

Pada ketika ini, pesawat Typhoon yang berukuran panjang 15.96 meter dan berkemampuan untuk terbang melebihi 60,000 kaki digunakan oleh Tentera Udara Diraja British, Itali, Austria, Sepanyol dan Jerman.

mikoyan mig 091205Pesawat yang berkemampuan membawa pelbagai jenis peluru berpandu udara ke udara atau udara ke darat dibina secara kerjasama oleh BAE Systems (Britain), EADS-Military Aircraft (Jerman), Alenia Finnmeccanica (Itali) dan EADS-CASA (Sepanyol).

Menteri Pertahanan itu juga berkata, cadangan pembelian tersebut juga tertakluk kepada tawaran timbal balik yang diberikan oleh syarikat pengeluar seperti pemindahan teknologi dan tempoh bayaran.

"Kita tengok jika dapat tawaran terbaik dari mana-mana negara atau syarikat pengeluar yang boleh beri harga yang munasabah maka kita akan pertimbangkan untuk pembelian MRCA tersebut. Itupun setelah mendapat pengesahan daripada Unit Perancang Ekonomi dan Kementerian Kewangan," katanya lagi.

Beliau berkata pihaknya turut membuat uji nilai terhadap jenis pesawat MRCA lain yang berada di pasaran termasuk Sukhoi SU-35 buatan Rusia, FA-18 Super Hornet dari Amerika Syarikat dan JAS Gripen buatan Sweden.

Ditanya tentang kenyataan negatif segelintir penulis blog pembangkang mengenai pembelian jet pejuang tersebut, beliau berkata, ia bertujuan merendah-rendahkan kemampuan Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

maspanji said...

Kemungkinan perang antara Indonesia dan Malaysia kecil sekali mengingat faktor SDM dan SDA Indonesia yang jauh lebih besar, Malaysia hanya gertak sambal saja walaupun sista mereka jauh lebih baik dari kita. Tetapi Indonesia tidak perlu berkecil hati sebab LAPAN telah mampu membuat rudal yang hanya memerlukan penyempurnaan sistim panduan dan kontrolnya saja yang kelak dapat dikembangkan sebagai sistim pertahanan udara, laut maupun taktis karena lebih ekonomis dibandingkan membeli dan memelihara pesawat tempur import.

Anonymous said...

Perbandingan bukan perang, tapi juga sarana dan wahana cermin diri atas kekuatan sekitar...
Bro coba bandingkan kekuatan TNI dengan Singapura...
Walau Kecil tapi luar biasa kekuatannya...
Dengan adanya perbandingan diharapkan kita semua waspada, Indonesia adalah negara besar, tetapi sumberdaya militernya masih kalah dengan tetangga, maka sudah sseharusnya saling menjaga, jangan cakar2an melulu....

candradimuka said...

sekarang perbandingan kekuatan sudah berubah, kekuatan udara Indonesia sudah sangat siap serta modern untuk bertempur dengan malaysia,dimana skill dan semangat juang para penerbang Indonesia sangat baik,begitu pula dengan kekuatan laut dimana merupakan kekuatan yang sangat diunggulkan melawan malaysia, baik dari kuantitas dan kualitas, untuk persenjataan Indonesia sudah lebih unggul baik dari variasi dan jumlah,menurut pendapat saya kalau terjadi konflik bersenjata dengan malaysia kita akan dapat mengalahkan malaysia dalam waktu 3 minggu di udara,laut serta darat,walaupun kita juga mengalami kerugian yang tidak kecil,tapi bagaimanapun walau saya prediksikan Indonesia menang perang akan lebih baik jika tidak sampai terjadi, bangsa Indonesia adalah negara cinta damai walaupun lahir dari perjuangan bersenjata,akan tetapi Indonesia merasa terusik dan diperlakukan tidak adil juga sewenang wenang oleh malaysia,di wilayah sipadan ligitan dan Ambalat maka sebagai negara berdaulat akan membela keutuhan wilayahnya,kecanggihan teknologi bukan kunci utama dalam memenangkan perang,tapi manusia dengan semangat juang yang tinggi juga keahlianlah kuncinya, saya tidak sependapat jika disamakan dengan perang malvinas, karena merupakan perang tidak seimbang, Argentina memiliki pilot angkatan udara yang punya smangat juang tinggi, tetapi kurang didukung skill dan alusistanya, namun pada matra darat dan laut tidak memiliki semangat juang dan skill yang memadai, Inggris sudah jelas tampak akan meraih kemenangan di malvinas berkat mutu skill dan alutsista serta semangat yang tinggi,Indonesia berbeda dengan Argentina,Malaysia sangat memperhitungkan kekuatan Indonesia

JAYALAH SELALU INDONESIAKU

Anonymous said...

Bos alutsista boleh canggih, tapi dibalik itu SDM juga sangat penting. Pisau dapur aja bisa sangat berbahaya jika yang menggunakannya kopasus, tapi ko ibu rumah tangga paling buat ngiris bawang.

Singapur memang persenjataanya moderen, tapi tentaranya payah!!!.

Dulu pas jaman megawati Indonesia ngadain latihan bersama lokasinya di daerah sukabumi, menurut sodara saya yang ngeliat latihan tersebut,gara2 kepanasan tentara singapura pada pingsan soalnya latihannya di daerah pantai, di kasih air sumur malah pada sakit perut. Buat mandi aja di suplai pake aqua galon.

Gimana mau perang di tembakin senapan mesin dari atas bukit pada ngumpul di belakang tank, kaya anak ayam aja.

Pokoknya HIDUP INDONESIA.....!!!

Anonymous said...

kalau melakukan analisa jangan setengah-setengah ....itu hanya perbandingan msalah teknologi yang digunakan...
tapi ingat teknologi bukan segalanya...yang menentukan itu the man behind the gun......
aku banyak gaul dengan para petinggi malaysia....
mereka tahu betul faktor kepemimpinan di militer malaysia itu tidak bagus bahkan kalah jauh dibanding indonesia...
tentara malaysia tidak begitu saja mau bertempur mereka miskin pengalaman hanya latihan saja.
Indonesia kaya pengalaman medan perang dan moril tinggi.
Mereka pada omong besar....mau perang coba kejar kapal perang mereka pasti kabuurrr.

Abe aNih Sep kiTo said...

malaysia tidak takut dengan indonesia.Ancaman terbesar Malaysia ialah Singapura..sejak dahulu,angkatan tentera Malaysia berlumba-lumba memodenkan persenjataan untuk mengatasi perenjataan Singapura,bekas negeri Malaysia dulu

so Indonesia tidak perlu repot2 buat ancaman or buat masalah,bising2,Malaysia tidak ambik kisah ancaman Indonesia..Indonesia benda kecil aja

Abdul Jalil Lilla said...

Ayo Semangat NKRI Pantang Mundur Habisi Malaysia.......?????? Musnahkan Saja Malaysia Itu.......????

Anonymous said...

Mental rakyat indonesia adalah bangsa pejuang. Soal berperang udah dibuktikan ratusan tahun saat melawan belanda,inggris,portugis,jepang..kala Jaman majapahit tak dapat dipungkiri kekuasaanya sampai Malaysia dan semenanjung melayu. Hal sepele bagi rakyat Indonesia untuk berperang lagi lawan negara yang kemerdekaan saja diberi oleh inggris.

Anonymous said...

scr teori malaysia boleh memiliki senjata canggih..., tp bisakah mrk menggunakannya..?; indonesia ga perlu repot2 pakai pasukan...; cukup bakar sate sumatra, kalimantan saja...., asapnya bikin guling2 mrk....:D