Tuesday, December 04, 2007

Rusia Pasok Peralatan Militer Indonesia

MOSKOW--MEDIA: Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Rusia Jenderal Alexander Zelin, yang saat ini melakukan kunjungan ke Indonesia, mengatakan Moskow memiliki komitmen untuk memasok peralatan militer Indonesia.

"Pemerintah Rusia memiliki komitmen kepada Indonesia untuk memasok peralatan berat militer dan persenjataan sesuai kesepakatan terbaru kedua negara," kata Jenderal Zelin dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, Senin (3/12).

Menurut dia, Indonesia dan Rusia saling berbagi pandangan bilateral mencakup kerja sama di bidang politik, ekonomi dan militer. "Kami dari pihak militer, sangat menyambut kerja sama antara Indonesia dan Rusia dibidang teknologi militer, dan kedua negara hendaknya saling membuka diri," katanya.

Zelin yakin bahwa kedua negara memiliki banyak kesempatan untuk memperluas kerja sama militer termasuk latihan bersama, pertukaran delegasi, dan pelatihan pasukan. Ia lebih jauh menjelaskan misi utama kunjungannya ke negara kepulauan tersebut.

"Kunjungan saya ke Indonesia ini untuk menjalin hubungan pribadi dengan mereka. Ketika orang bertemu dan membicarakan berbagai hal bersama-sama, semua masalah akan terselesaikan dengan cepat," ujar sang jenderal.



Perluasan kerja sama militer di antara kedua negara akan memperkuat kepercayaan dan pemahaman yang menguntungkan serta akan dapat mempromosikan kerja sama yang lebih aktif lagi di berbagai bidang. "Dalam pertemuan dengan petinggi militer Indonesia, kami membicarakan peningkatan kerja sama militer,"ujarnya dan menambahkan, "Suasana yang hangat dalam pembicaraan ini menunjukkan kepentingan bersama dalam kerja sama militer."

Zelin menjelaskan penggunaan jet tempur MiG dalam bentuk monumen pada sejumlah kota di Indonesia. "Sebuah monumen merupakan tanda kehormatan, bukan saja bagi pesawat itu, tapi juga bagi bangsa yang membuat pesawat tersebut," paparnya.

Di sisi lain ia menilai, Indonesia merupakan kekuatan besar di kawasan ini dalam hal jumlah penduduk, peran aktifnya di bidang diplomasi serta pertumbuhan ekonominya. Kepada mitranya di jajaran AU Indonesia, ia juga memperkenalkan peralatan berat militer dan persenjataan baru Rusia, dan membicarakan pilihan untuk mengekspor produk-produk ini.

"Saya adalah seorang militer yang profesional dan saya sangat berkepentingan atas hal ini, agar saya dapat memberikan penjelasan yang terbaik," jelasnya.

Menyinggung kunjungan bersejarah Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia pada September lalu, ia mengatakan, lawatan tersebut memberikan gagasan segar bagi kerja sama antara kedua negara, termasuk kerja sama dalam hal teknik-militer.

Penguatan hubungan bilateral juga ditandai dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia pada akhir tahun lalu. (Ant/OL-03)

Sumber : MIOL

No comments: