Thursday, October 27, 2011

Airbus & PT DI Kerjasama Memasarkan Produknya



BANDUNG - Seperti halnya Industri pertahanan lainnya, PT. Dirgantara Indonesia (PT DI) adalah salah satu BUMN Industri Strategis yang patut dikembangkan. PT DI juga dinilai memiliki posisi strategis baik dalam konteks pertahanan, ekonomi, teknologi dan industri kedirgantaraan.

Seiring dengan itu PT DI terus berupaya untuk merestrukturisasi dan merevitalisasi badan usahanya setelah mengalami krisis financial beberapa waktu yang lalu. Upaya ini diwujudkan dengan menggalang kerjasama industri dengan pihak luar dari Airbus Military Spanyol.

Puncak kesepakatan kerjasama kedua perusahaan dirgantara ini ditandai dengan penandatanganan Nota pengukuhan kolaborasi strategis produk bersama yang dilakukan oleh Direktur PT DI, Budi Santoso dengan CEO. Airbus Military Domingo Urena Roso pada Rabu (25/10) di hanggar PT. DI, Bandung

Pelaksanaan penandatanganan pengukuhan Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menjadi saksi dalam penandatanganan Nota Kesepahaman itu. Selain itu hadir pula Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan), Purnomo Yusgiantoro.

Penandatanganan ini merupakan sinyal bahwa Kedua pihak setuju bekerjasama dalam memantapkan skema kemitraan serta dalam rangka memproduksi bersama pesawat jenis Angkut Ringan CN-295.

Kolaborasi kedua pihak ini juga diperluas dengan ditandatanganinya Nota komersial tentang perjanjian pemasaran pesawat C-212, CN-235 dan CN-295 untuk kawasan Asia Pasifik yang bakal dipercayakan pembuatannya kepada PT. Dirgantara Indonesia.

Di kesempatan yang sama Presiden SBY beserta rombongan pejabat pemerintah serta, para tamu undangan Duta Besar Negara tetangga juga disuguhkan dengan penampilan fly pass pesawat CN-295 serta demo penggunaan pesawat CN-295 untuk penerjunan personel Pasukan Kopassus dan penerjunan barang. Selain itu Presiden SBY juga menerima paparan dari Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto seputar perkembangan proyek bersama antara Kemhan RI dan Korea Selatan dalam pembangunan pesawat KF-X / IF-X.

Mengakhiri kunjungannya ke PT DI, Presiden SBY meninjau stand komponen beberapa pesawat yang diproduksi PT DI, Statis Display Rantis dan Panser Anoa produksi PT Pindad, serta meninjau Statis Display dari pesawat CN-250 dan pesawat CN–295 sebagai produk kolaborasi PT. DI dengan Airbus Military yang telah diuji coba oleh pilot TNI AU.

Sumber : DMC

Presiden Menjadi Saksi Penandatanganan MoU Antara PTDI & Airbus Military

BANDUNG - Usai menyaksikan penandatanganan MoU kerjasama produksi CN-295 antara PTDI dan Airbus Military, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung pesawat yang berada di hanggar PT. Dirgantara Indonesia, Bandung, Jabar, Rabu (26/10). Selain kerjasama produksi disepakati pula perjanjian pemasaran pesawat CN295 di Asia Pasifik.

Presiden yang juga didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga menyaksikan langsung demo & Fly Pass pesawat CN-295. FOTO ANTARA/Fahrul Jayadiputra/ss/ama/11



Wednesday, October 26, 2011

Pindad Siap Menjawab Tantangan Dari Presiden SBY



BANDUNG - Produsen alutsista Indonesia, PT Pindad, menyatakan siap untuk memenuhi tantangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tantangan berupa konsep kendaraan taktis kelas dunia sedang dipersiapkan dan bakal rampung dua bulan kemudian.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT Pindad Adik Afian Soedarsono di PT Dirgantara Indonesia (DI), Rabu (26/10). Presiden dan rombongan mengunjungi PT DI untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman penjualan pesawat terbang CN295.

"Saya optimistis bisa merampungkan konsep dan menyiapkan purwarupa dalam dua bulan kemudian diproduksi dalam setahun," kata Adik.

Dalam sambutannya, Presiden SBY meminta agar Pindad bisa merampungkan rantis kelas dunia agar menjadi titimangsa bagi Indonesia. Dia bahkan mengaku sudah menyiapkan nama khusus bila nanti sudah rampung.

Adik mengaku sudah memiliki kendaraan yang dipakai sebagai dasar untuk membuat konsep dengan bobot tiga perempat ton dengan mesin merek Renault. Nantinya model itu bakal bisa bersaing dengan merek Hummer.

Sumber : KOMPAS.COM

Kerjasama Produksi CN-295 Diresmikan



BANDUNG - Pesawat CN-295 yang akan diproduksi bersama antara Airbus Military Spanyol dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) hari ini dikukuhkan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/10).

Pesawat ini handal dan mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, merupakan pengembangan dari CN-235. Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Purnomo juga mengungkapkan CN-295 adalah pesawat generasi terbaru dengan perangkat pendaratan yang retractable dan struktur bertekanan yang memungkinkannya terbang pada ketinggian 25.000 kaki.

CN-295 ditenagai dua mesin turboprop pratt PW127G, pesawat angkut militer ini memiliki performa yang luar biasa selain mengkonsumsi bahan bakar yang jauh lebih hemat.

CN-295 mempunyai kemampuan lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek (short take of landing/STOL). Dikombinasikan dengan perangkat pendaratan yang kuat membuat pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat pada situasi dan kondusi yang darurat sekalipun. "Pesawat CN-295 juga mampu mendarat di lapangan yang tidak dipersiapkan," kata Menhan.

Menurutnya, CN-295 dirancang mampu terbang rendah dalam menjalankan misi taktis. Standar yang digunakan dalam desain dan konstruksi menggabungkan kekuatan, ketahanan dan karakteristik operasi militer dengan tingkat keselamatan dan kehandalan tinggi menurut regulasi sipil.

Dengan diakuisisinya CN-295 menandai resminya PTDI sebagai basis produksi pesawat untuk kawasan Asia, yang juga menjadi mitra Airbus dalam pemasaran dikawasan regional. Dalam waktu dekat Jig perakitan pesawat akan dibawa langsung ke Indonesia dari Spanyol.

Pemerintah berencana membeli sembilan unit pesawat CN-295 untuk menggantikan pesawat angkut sedang yang dimiliki TNI AU saat ini, Fokker-27.

Sumber : JURNAS

Berita terkait lainnya :
President Yudhoyono to Attend Signing of PTDI-Airbus Military MoU

Radar Pantai Puskodal Mako Armatim

SURABAYA - Sejumlah anggota TNI-AL mengoperasikan peralatan pendukung sistem pengawasan atau radar laut yang terintegrasi ("Integrated Maritime Surveillance System"/IMSS) usai serah terima di Pusat Komando Pengendalian AL (Puskodal) Markas Komando Armada RI Kawasan Timur Surabaya, Jatim, Selasa (25/10). IMSS tersebut merupakan salah satu bantuan dari dari 18 pos pengawasan pantai, 11 radar kapal dan empat pusat komando masing-masing di Batam, Manado, Jakarta, dan Surabaya.

IMSS merupakan suatu sistem yang terdiri dari tatanan hardware dan personel yang mengintegrasikan sistem komando dan pengendalian (Kodal) dengan memanfaatkan sarana radar dan long range camera pengamatan maritim yang dipasang di pantai/darat, kapal maupun pesawat udara.FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/11

TNI AU Berencana Mengakuisisi Satu Skuadron Sukhoi Su-30MK2


Sumber : KORAN TEMPO Edisi 24/10/2011

JAKARTA - Senin (24/10) lalu TNI AU mengumumkan rencana proyek pengadaan jet tempur Sukhoi Su-30MK2 senilai US$ 470 juta dibeberapa media massa yang terbit di Indonesia. Program pengadaan ini cukup mengejutkan dari segi nilai proyek, karena jika dana yang dianggarkan di bagi harga per-unit jet tempur Sukhoi yang kini sekitar US$ 30-40 juta (tergantung kelengkapan), maka dalam proyek pengadaan kali ini TNI AU berencana mengakuisisi hampir 12-16 pesawat tempur Sukhoi atau sekitar satu skuadron. Smoga!!

Hibah Jet Tempur F-16 Tiba Februari 2012

JAKARTA - TNI AU bakal terima apapun keputusan politik pemerintah dan parlemen terkait hibah 24 pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.

"Kami akan terima apapun yang diputuskan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Azman Yunus ketika dikonfirmasi ANTARA usai menghadiri pembukaan latihan gabungan penanggulangan terorisme TNI-Polri di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/10).

Yang penting, ungkapnya, alutsista tersebut mampu mendukung tugas pokok TNI AU menjaga wilayah udara nasional dari beragam ancaman.

Kemarin, Pemerintah yang diwakili oleh Kementrian Pertahanan dan Komisi 1 DPR kembali menggelar pertemuan tertutup untuk membahas lebih lanjut proses hibah dua skuadron pesawat F-16. Dan keputusannya Komisi 1 menyetujui hibah 24 pesawat tempur ini.

Mekanisme Proses Hibah

Sebelumnya, Pemerintah RI dan AS juga telah membicarakan mekanisme hibah ke-24 unit pesawat tersebut, dalam pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Menhan AS Leon Panetta di Bali.

Sebelumnya, pihak Kementerian Pertahanan melalui Sekretaris Jenderalnya Marsekal Madya TNI Eris Heryanto menjelaskan hibah F-16 itu menggunakan skema "Foreign Millitary Sale" (FMS). Melalui skema tersebut, tanggung jawab ditanggung oleh pihak AS, dan Indonesia tidak perlu membayar pajak atau jasa. "Standar pesawat yang dihibahkan juga standar pesawat militer AS," ujar Eris.

Ia menambahkan sekarang sedang dalam tahap penandatanganan "Letter Of Accetance" (LoA) antara pemerintah RI dengan AS yang akan ditandatangani pada Februari 2012.

"Jadi pada Maret 2012 diharapkan bisa pesawat sudah bisa datang, dan pada 2014 sudah sampai 16-20 pesawat yang datang," imbuh Eris mengenai hibah pesawat tempur itu.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat sebelumnya juga menyatakan pesawat F-16 tersebut merupakan pesawat F-16 Block-25 yang akan di-"upgrade" menjadi Block-32. "Jadi akan di-'upgrade' di AS dan kita akan mengirimkan tim ke sana untuk memantau." jelas KSAU.

Sumber : ANTARA

Wamenhan Tinjau Lokasi Acara Pengukuhan Kerjasama PTDI & Airbus Military



JAKARTA – Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (25/10) meninjau lokasi tempat berlangsungnya rangkaian acara Pengukuhan Kolaborasi Produk Bersama antara PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) dengan Airbus Military Spanyol, di Hanggar PT. DI Bandung.

Acara pengukuhan tersebut rencananya juga akan dibuka secara langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (26/10) hari ini yang akan dihadiri beberapa Menteri, Panglima TNI dan Kapolri. Acara pengukuhan kolaborasi kedua perusahaan ini merupakan bagian dari upaya untuk merestrukturisasi dan merevitalisasi BUMN PT DI melalui beberapa kerjasama produksi dengan industri dirgantara luar.

Sumber : DMC

Komisi I Setujui Hibah Jet Tempur F-16 Dari AS

JAKARTA - Komisi I DPR RI menyetujui hibah 24 jet tempur bekas jenis F-16 dari Amerika Serikat untuk memperkuat jajaran TNI AU.

Komisi I dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meyetujui hal tersebut dalam rapat tertutup di ruang komisi I DPR RI, Selasa (25/10) di Jakarta.

"Dalam rapat tadi, Komisi I DPR telah setuju untuk menerima hibah F-16 bekas dari AS sebanyak 24 unit," ujar Purnomo usai rapat di gedung DPR, Jakarta.

Menurut Purnomo, Komisi I menyetujui hibah tersebut dengan catatan yakni pesawat tersebut di-up grade (retrotif) terlebih dahulu dari blok (seri) aslinya 15 menjadi blok 52.

Dengan demikian konsekuensi dari peningkatan ke blok 52 itu memang memerlukan anggaran tambahan. "Namun soal anggaran tambahan untuk kepentingan retrofit F-16 bekas AS ke blok 52 itu akan dibahas tersendiri dalam raker berikutnya," terangnya.

Dalam rapat, ujar anggota Komisi I dari Fraksi PKB Effendi Choire, dirinya mempertanyakan alasan Menhan menerima hibah pesawat rongsokan. Dirinya lebih memilih membeli satu atau dua pesawat baru.

Sumber : MEDIAINDONESSIA.COM

Latgab Anti Teror Passus TNI-POLRI

JAKARTA - Kapolri Jenderal Timur Pradopo (kiri) melakukan penyematan tanda Pasukan dalam upacara pembukaan Latihan Gabungan (Latgab) Pasukan antiteror TNI-Polri di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Selasa (25/10). Polri bersama TNI akan terus memelihara kemampuan petugasnya di lapangan dalam menanggulangi ancaman teroris dan Latihan bertajuk 'Waspada Nusa III' diikuti sekitar 2.000 personel yang berasal dari unsur satuan khusus Polri-TNI, Densus 88 Polri, Sat 81-Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Den Bravo-90 TNI AU. FOTO ANTARA/Reno Esnir/Koz/pd/11.




Tuesday, October 25, 2011

TNI AL Terima Bantuan Radar Pantai dari AS

SURABAYA - TNI AL menerima bantuan peralatan sistem radar pengawasan laut dan pantai terintegrasi (Integrated Maritime Surveillance System/IMSS) dari pemerintah Amerika Serikat.

Bantuan tersebut diserahkan Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Ted Osius kepada Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung, Surabaya, Selasa (25/10). Usai serah terima, undangan menyaksikan demontrasi penggunaan IMSS di Pusat Komando Pengendalian AL (Kodal) Koarmatim.

Proyek pengadaan senilai 57 juta dolar AS itu, terdiri dari 18 pos pengawasan pantai, 11 radar kapal dan empat pusat komando di Batam, Manado, Jakarta dan Surabaya. Bambang mengatakan, sistem ini telah dibangun dan dikembangkan di wilayah timur, tepatnya di Perairan Laut Sulawesi.

"Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama bilateral kedua negara sejak 2006," katanya. Ted Osius juga menjelaskan, proyek pengadaan IMSS ini mampu menjangkau 1.205 km garis pantai di Selat Malaka dan 1.285 km garis pantai di Sulawesi, sehingga menjadikan sistem ini sebagai jaringan pengawasan maritim terintegrasi terbesar di dunia.

"Sistem ini membantu Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi, melacak dan memonitor kapal-kapal yang melintasi perairan teritorialnya dan internasional," paparnya.

Menurut ia, kemampuan sistem tersebut sangat penting dalam memerangi pembajakan, pencurian ikan, penyelundupan, dan terorisme di wilayah perairan Indonesia dan kawasan perbatasan dengan negara tetangga.

Sumber : ANTARA

AS Komit Berikan Hibah F-16 Kepada Indonesia

JAKARTA - Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan Menteri Pertahanan AS, Leon Edward Panetta di Nusa Dua, Bali, Senin (24/10). Inti kunjungan Menhan AS dalam rangka bertemu dengan menteri-menteri Pertahanan se-ASEAN.

Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, Presiden SBY dan Menhan AS menyinggung kerja sama bilateral utamanya bagaimana prospek kerja sama kedua negara dalam hal peningkatan kerja sama di bidang pertahanan. Hubungan kerja sama kedua negara (RI-AS) bersifat komprehensif partnership.

Menurut Faizasyah, saat Presiden menerima Menhan AS juga dibicarakan rencana hibah jet tempur F-16 dari AS. Dikatakan Faizasyah, komitmen pemerintah AS dan Kongres AS memastikan hibah ini jadi diberikan.

“Ditekankan kembali bahwa melalui kunjungan (Menhan AS) ini ditampilkan mengenai komitmen AS terhadap kawasan Asia Tenggara. Kedatangan Presiden Obama nanti menekankan komitmennya atas kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur,” kata Faizasyah.

Sumber : JURNAS

Latihan Pertahanan Udara TUTUKA XXXV

MANADO - Sejumlah anggota Polisi Militer TNI AU (POM AU) mengamankan pilot pesawat sipil yang terbang tanpa ijin dalam wilayah RI berhasil dipaksa mendarat (force down) oleh pilot pesawat tempur Sukhoi pada Latihan Pertahanan Udara TUTUKA XXXV di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Senin (24/10). Latihan ini untuk menguji rencana operasi dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dalam suatu operasi pertahanan udara di wilayah kedaulatan udara RI FOTO ANTARA/Basrul Haq/Koz/Nz11.


Tuesday, October 18, 2011

Kepala BIN : Tugas Baru Intelijen Ekonomi

JAKARTA - Letnan Jenderal TNI Marciano Norman, yang resmi dinyatakan Presiden Susilo Yudhoyono menjadi kepala Badan Intelijen Negara, diberi tugas pula menangani intelijen ekonomi. BIN bertanggung jawab utama mengamankan negara dengan menyediakan data dan analisis intelijen yang mumpuni.

Hal ini menjadi penekanan dalam pengumuman resmi Yudhoyono kepada pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/10) malam. Ekonomi Indonesia yang sedang menggeliat dan menjadi salah satu perhatian dunia dan kawasan perlu diamankan secara khusus.

Aktivitas perdagangan dan perekonomian serta perbankan nasional yang sedang aktif bertumbuh terkait dengan kepentingan politik kawasan dan global. Sudah sering diketahui tiap negara "saling intip" kemajuan perekonomian yang terjadi pada negara lain, termasuk kepada Indonesia. Dengan kewenangan dan pranata yang dimilikinya, BIN mengoordinasikan instansi-instansi intelijen yang ada di Indonesia.

Norman, alumnus Akademi Militer pada 1978 dari korps kaveleri, merupakan perwira tinggi yang dipercaya Kepala Pemerintah menggantikan Jenderal Polisi (Purnawirawan) Sutanto di pos pimpinan puncak BIN itu. Saat ini Norman adalah Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI-AD, setelah sebelumnya menjadi Panglima Kodam Jaya, dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Markas Besar TNI.

Sumber : ANTARA

Operasi Pengamanan Laut Bali Jelang KTT Asean

DENPASAR - Beberapa prajurit TNI AL bersiaga di atas KRI Ki Hajar Dewantara-364 saat melanjutkan operasi pengamanan laut Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (18/10). Menjelang berlangsungnya berbagai konferensi internasional terutama KTT ASEAN di Bali, pengawasan wilayah perairan Pulau Dewata terus diperketat dan TNI AL rencananya menyiagakan 3 kapal perang serta sekitar 600 personel untuk pengamanan kegiatan itu. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/pd/11.



Friday, October 14, 2011

ASEAN Armies Rifle Meet/AARM 2011


DEPOK - Senapan runduk anti material buatan PT Pindad (Persero) menjadi favorit para petembak angkatan darat yang tengah berlaga di ajang Lomba Tembak Angkatan Darat ASEAN (ASEAN Armies Rifle Meet/AARM) ke-21 di Depok.

“Good….,” kata salah seorang petembak kontingen Angkatan Darat Singapura, sambil terus memandangi dan melihat detail fitur senapan runduk anti material versi SPR-2, yang dipajang di stand PT Pindad di sela-sela kejuaraan tembak AARM di Markas Divisi-1/ Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat .

Sambil melihat detail fitur senapan SPR-2, sebagian besar petembak angkatan darat dari 10 negara ASEAN yang berkunjung ke stand PT Pindad, juga berpose layaknya penembak runduk menggunakan SPR-2 sambil meminta salah seorang rekannya mengabadikan posenya lewat kamera atau “handycam”.

“Jangan lupa nanti fotonya dikirim via email yaa…,” ujar salah seorang anggota Kontingen Angkatan Darat Brunei Darussalam.

Diding Sumardi dari Divisi Senjata PT Pindad dalam perbincangan dengan ANTARA mengemukakan pihaknya baru membuat lima prototipe dari SPR-2, namun sudah membuat sejumlah amunisi untuk senapan runduk dengan amunisi berkaliber 12,7 x 99 mm itu.

“Kami telah bandingkan dengan sejumlah senapan runduk yang selama ini digunakan TNI baik Kopassus, Kopaska maupun Paskhas. Kita bandingkan agar senapan yang kami hasilkan ini dapat menjadi produk unggulan,” katanya.




Diding mengatakan SPR-2 memiliki kapasitas megasen lima butir dengan panjang keseluruhan 1.550 mm, berat 16 kilogram, dan jarak tembak efektif 2000 m.

PT Pindad mempunyai tiga produk Senapan Penembak Runduk (SPR) atau senapan sniper anti material tank yang berkualitas dunia. SPR produksi PT Pindad ada tiga varian, SPR 1, SPR 2 dan SPR 3. Senapan tersebut dapat menembus baja yang tebalnya tiga sentimeter dari jarak 900 meter.

“SPR 1 didesain menggunakan munisi kaliber 7,62 mm dengan jarak efektif 900 m,” kata Diding.

Selain senapan runduk, dalam kegiatan lomba tembak angkatan darat ASEAN itu juga ditampilkan berbagai produk PT Pindad termasuk Senapan Serbu (SS) berbagai varian, senapan SM2-V1 dan miniatur kendaraan taktis, kendaraan tempur seperti panser ANOA 6×6.

Sumber : BISNIS-JABAR.COM

Thursday, October 13, 2011

Perjalanan Sejarah Pembuatan Jet Tempur Flanker dan Fulcrum

Video berdurasi hampir 50 menit dari Discovery Wings Channel ini menggambarkan tentang perjalanan sejarah pembuatan jet tempur terkenal Russia, MiG-29 "Fulcrum" dan Sukhoi Su-27 "Flanker".

TNI Antisipasi Peperangan Elektronik

JAKARTA - TNI berkomitmen tentang perang pada masa depan. Perang elektronika dengan pihak lain merupakan tantangan dan ancaman yang harus diantisipasi melalui observasi dan penindaklanjutan terhadap kapasitas dan kapabilitas pihak lain.

Di bawah supervisi asisten Panglima TNI bidang Komunikasi Elektronika, TNI telah melakukan penyusunan sistem komunikasi yang terpadu, efektif, rahasia dan cepat sehingga pelaksanaan operasi gabungan TNI dapat dikendalikan secara terpusat.

"Pula penanggulangan bencana alam dapat dilaksanakan secara baik serta pemantauan seluruh perbatasan Indonesia dapat dilaporkan secara optimal," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, saat menerima menerima pelaporan korps serah terima jabatan Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI dari Laksda TNI Ir Sudjiwo, kepada Laksda TNI Slamet Yulistiyono, di Markas Besar TNI Cilangkap. Rabu (12/10) kemarin.

Dengan demikian, kata Suhartono, ada hal juga penting dilaksanakan, meningkatkan sistem komunikasi dan elektronika TNI yang handal dan dapat mendukung komando serta pengendalian secara optimal dan melaksanakan pemantauan dan pendataan dalam mengantisipasi perang elektonika.

Pada kesempatan itu, posisi Kepala Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI diserahkan dari Brigjen TNI I Gede Sumertha kepada Kolonel Inf Imam Edy Mulyono.

Khusus tentang yang terakhir ini, Suhartono menyatakan, peningkatan tugas pemeliharaan perdamaian dunia TNI dalam sesuai amanah konstitusi. Misi khusus ini dibentuk TNI sejak 2007.

Saat ini lebih dari 1.800 prajurit TNI tengah mengemban tugas memelihara perdamaian dunia di berbagai negara konflik seperti Lebanon, Kongo, Sudan dan Darfur. Jumlah tersebut dua kali lipat dari kondisi sebelumnya.

Permintaan pasukan dari PBB secara nyata diimbangi juga dengan penampilan para prajurit TNI yang profesional dan memegang teguh prinsip–prinsip PBB dalam bertugas, hal tersebut membuat para Force Commander PBB memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada prajurit TNI terkait dengan keberhasilan pasukan TNI di daerah penugasan.

Sumber : ANTARA.CO.ID

SOP Penanggulangan Teror TNI-Polisi Disempurnakan

JAKARTA - Penyempurnaan standar prosedur operasi (SOP) penanggulangan teror antara satuan-satuan elit TNI dan Kepolisian Indonesia terus ditingkatkan. Sudah lama disadari bahwa kepaduan di antara kedua kekuatan ini dalam pencegahan dan penanggulangan teror di Tanah Air harus bisa ditingkatkan.

Salah satu arena "pengujian" penyempurnaan standar prosedur operasi ini adalah Latihan Bersama TNI-Kepolisian Indonesia bertajuk Waspada Nusa III 2011. Latihan puncak di lingkungan TNI dan Kepolisian Indonesia ini akan segera dilaksanakan dengan mengambil lokasi simulasi beragam.

Dalam latihan bersama itu, dilibatkan Detasemen Jalamangkara Korps Marinir TNI-AL, Detasemen B-90 Bravo Korps Pasukan Khas TNI-AU, Komando Pasukan Khusus TNI-AD, Gegana Kepolisian Indonesia, dan Detasemen Khusus 88 Kepolisian Indonesia.

Kesiapan latihan bersama TNI-Kepolisian Indonesia ini menjadi perhatian dari Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI Suryo Prabowo. Bersama para komandan satuan-satuan elit TNI dan mitra polisinya, mereka memeriksa langsung kesiapan peralatan dan prosedur serta skenario latihan penanggulangan teror di Markas Komando Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Cijantung, Rabu (12/10) kemarin.



Sinergitas berupa pemaduan keunggulan masing-masing satuan elit TNI dan Kepolisian Indonesia menjadi tema penting yang dibahas mereka. Dalam menanggulangi serta mencegah jaringan terorisme, terdapat dua dimensi, yaitu dimensi keamanan dan keselamatan negara serta dimensi penegakan hukum sipil. Yang terakhir ini menjadi ranah polisi sipil.

Model latihan yang diterapkan kali ini cukup berbeda ketimbang yang selama ini dilaksanakan karena juga melibatkan instansi di luar TNI dan Kepolisian Indonesia, yaitu BNPT, pemadam kebakaran, Direktorat Jenderal Bea Cukai, PT Telkom, hingga anggota-anggota satuan pengamanan di lokasi-lokasi yang dijadikan arena berlatih.

Walau tidak diungkap skenario kejadian yang akan dipergunakan, namun laiknya latihan anti teror, urutan kejadian dimulai dari informasi awal dari pelaku teror kepada pihak yang menjadi sasaran. Pihak terakhir ini menghubungi instansi yang berwenang yang berujung pada keputusan dari pemegang otoritas pertahanan dan keamanan negara menggunakan satuan-satuan elit TNI dan Kepolisian Indonesia secara bersamaan untuk menggulung mereka.

Dalam waktu kurang dari satu bulan lagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Paling tidak 16 kepala pemerintahan dan kepala negara akan menghadiri pertemuan puncak yang akan menjadi landasan penting bagi pembentukan Komunitas ASEAN, yang diharapkan bisa sejajar dengan Komunitas Eropa sebagai kaukus kawasan, ekonomi, dan politik.

Selain 10 kepala negara dan kepala pemerintahan anggota ASEAN, tiga negara mitra telah memastikan kehadiran kepala pemerintahannya, yaitu India, Korea Selatan, Jepang, ditambah China. Salah satu tamu negara yang dipastikan juga hadir sekaligus menyita persiapan cukup panjang dari sisi pengamanan, adalah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Sumber : ANTARA.CO.ID

Simulasi Antisipasi Pembajakan Pesawat

BANJARMASIN - Petugas melakukan pengamanan area sekitar pesawat saat simulasi penanggulangan gawat darurat terhadap sebuah pesawat yang dibajak di bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Rabu (12/10). Simulasi penanggulangan gawat darurat dengan skenario bandara mengalami ancaman digelar PT. Angkasa Pura I sebagai pengujian program Airport Emergency Plan. Foto ANTARA/Herry Murdy Hermawan/ama/ed/11


Tuesday, October 11, 2011

Terjun Taktis Yonif Linud 501/Bajra Yudha

JOMBANG - Sejumlah pasukan Yonif Linud 501/Bajra Yudha, siaga saat mengikuti latihan terjun taktis (juntis) di Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Selasa (11/10). Latihan terjun taktis untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan itu diikuti sekitar 480 dari Yonif Linud 501/Bajra Yudha untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI. FOTO ANTARA/Syaiful Arif/Koz/pd/11.


KASAD : TNI Fokus Benahi dan Perbaiki Alutsista

KUTAI BARAT - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, kenaikan anggaran TNI akan difokuskan untuk membenahi dan memperbaki alutsista.

"Kami ingin berbenah dan ingin lebih modern, tentu saja," katanya di Lapangan Sepak Bola Kampung Linggang Amir, Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Senin (10/10).

Kasad hadir di Linggang Amir untuk membuka resmi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-87 di Kutai Barat.

TNI, katanya, menyambut baik rencana kenaikan anggaran Kementerian Pertahanan, khususnya TNI, sebesar 35 persen atau sekitar Rp6 triliun.

Menurut Kasad, TNI sudah lama merencanakan untuk mengganti, memperbaiki, hingga mempermodern alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kenaikan anggaran untuk sistem pertahanan tersebut memang sudah lama dinantikan TNI. "Ya kami ingin membangun peralatan agar lebih maksimal menjaga dan membela, mempertahankan negara ini," tegas Kasad.

Menurut Kasad, saat ini TNI tetap berusaha memaksimalkan apa yang sudah dimiliki, baik dengan pemeliharaan ataupun modifikasi, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Senada dengan Kasad, Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Kavaleri Prantara, mengatakan, Kodam VI/Mulawarman akan merenovasi panser BTR-50 agar tetap bisa dipakai dalam berbagai medan tugas.

Panser-panser itu, katanya, kemudian disebut retrovit (renovasi dan vitalisasi) BTR-50. Sebagian panser-panser ini sudah berumur lebih 30 tahun.

Dengan renovasi tersebut, katanya, panser-panser tersebut tetap bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan tugas-tugas tentara mengawal Tanah Air.

"Kalaupun tidak dipakai lagi oleh TNI, bisa dialihkan untuk kesatuan lain. Atau tidak lagi untuk tugas tempur, tapi untuk pengendalian massa," papar Kolonel Kavaleri Prantara.

Sumber : ANTARA

Monday, October 10, 2011

Daewoo Shipbuilding Sepakati Penjualan 3 Kapal Selam

SEOUL - Daewoo Shipbuilding & Engineering menyatakan telah menyepakati perjanjian dengan pemerintah Indonesia mengenai penjualan tiga kapal selam. Nilai perjanjian ini mencapai US$ 1,1 miliar.

Tiga kapal selam mulai dibuat pada November 2011. Pembuat kapal asal Korea Selatan itu menyatakan penjualan ke Indonesia tersebut menandai ekspor kapal selam untuk yang pertama kalinya.

"Kami telah melakukan pembicaraan dan menandatangani kontrak pengiriman kapal selam dengan Kementerian Pertahanan Indonesia," jelas manajemen Daewoo.

Sumber : KONTAN.CO.ID

Saturday, October 08, 2011

325 Juta Dollar Untuk C-295

JAKARTA – Pemerintah RI menganggarkan dana USD 325 juta untuk pemenuhan kebutuhan pesawat angkut militer TNI AU. “Kita alokasikan anggaran 325 juta dolar AS untuk kebutuhan pesawat angkutan sedang ini, tetapi kita tetap mengikuti proses yang ada,” ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (7/10).

Sebelumnya bersama anggota DPR komisi I, III, dan VI, Wamenhan mengikuti demo terbang pesawat NC-295 buatan Spanyol dari Halim PK ke Lampung, dan kembali lagi ke Halim. Menurut Sjafrie, proses ini mencakup pertimbangan dari pengguna yakni TNI, DPR, dan pemerintah.

Sjafrie menjelaskan, pemerintah tengah menjajaki pembelian pesawat yang nantinya akan diproduksi PT DI berdasarkan lisensi Airbus Military (EADS).

Maggie Bergsma, Airbus Head of Media Relations Communications mengatakan, pihaknya akan meninjau performa PT DI termasuk memberikan pembekalan manajemen untuk memperkuat performa perusahaan. "Tidak hanya dalam memproduksi pesawat, tetapi juga dalam memasarkannya,” ujar Maggie.

Heli Panther Untuk Anti Kapal Selam TNI-AL

Selain kebutuhan pesawat, PTDI juga telah mampu memenuhi kebutuhan alutsista berupa heli, torpedo dan simulator.

Dari jenis helikopter, PTDI berencana memproduksi heli BELL-412EP varian serbu dan angkut sebanyak delapan unit bernilai masing-masing 85 juta dolar AS pada tahun 2011 dan 2012. Selain itu PTDI juga menawarkan heli jenis Fennec AS-550 kepada TNI AD sebanyak delapan unit seharga USD 90 juta.

Untuk TNI AU, jenis yang ditawarkan adalah helikopter jenis EC-725 Cougar untuk Combat SAR sebanyak enam unit bernilai USD 200 juta dan helikopter NAS-332 Super Puma sebanyak dua unit senilai Rp.370 miliar.

Sementara untuk TNI AL selain tiga unit heli angkut BELL-412EP senilai USD 30 juta, PTDI juga menawarkan satu unit AS-565 Panther Anti Kapal Selam (AKS) sebesar Rp200 miliar.

Total potensi pasar dalam negeri yang ingin digaet PT DI antara 2011-2014 adalah USD 905 juta plus Rp1,087 triliun. Itu setara Rp9,23 triliun.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

Friday, October 07, 2011

Tur Demo Pesawat C-295

JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso (kanan) seusai mengikuti Demo Flight pesawat C-295 di Skadron Dua, Landasan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (7/10). Hadir juga Komandan Wing 1 Lanud Halim Perdana Kusuma Kolonel Penerbang Tri Bowo Budi Santoso, tur ini bertujuan untuk memperagakan kemampuan multi misi dan karakteristik operasional pesawat C-295, untuk dioperasikan dilingkungan Indonesia dan menjawab kebutuhan Angkatan Udara Republik Indonesia. FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/pd/11. ARC.WEB.ID







Aktor Korea, Hyun Bin Kunjungi Markas Marinir di Cilandak Jakarta

JAKARTA - Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, duta militer Korea yang juga aktor dan model Korea selatan Hyun Bin (kiri) berkunjung ke Brigade 2 Marinir di Cilandak, Jakarta, Kamis (6/10). Hyun Bin saat ini tengah menjalani wajib militer dinegaranya sebagai anggota marinir Korsel.

Dalam kunjungannya ditampilkan pula atraksi demo tempur pasukan marinir dan display persenjataan yang kerap digunakan marinir TNI AL dalam berlatih. FOTO CREDIT : FORMIL/ audryliahepburn