Thursday, June 30, 2011

Letjen TNI Pramono Edhie KSAD Baru

JAKARTA - Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo diputuskan sebagai pengganti Jenderal TNI George Toisutta sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Ketika dikonfirmasi Mensesneg Sudi Silalahi di Jakarta, Rabu, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menunjuk Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang selama ini menjabat Panglima Kostrad, sebagai Kasad pada Selasa (28/6).

Pramono Edhie merupakan salah satu calon terkuat menggantikan George Toisutta.

Putra mantan Komandan Resimen Pasukan Khusus Angkatan Darat (RPKAD, kini Kopassus), Sarwo Edhie Wibowo (almarhum), yang juga adik Ibu Negara Hj. Ani Susilo Susilo Bambang Yudhoyono itu dinilai mumpuni menduduki kursi nomor satu di matra darat.

Ia pernah menjabat sebagai ajudan presiden pada era Megawati Soekarnoputri.

Pramono juga pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) pada 2008-2009.

Lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 1980 itu juga sempat menduduki posisi Pangdam Siliwangi di Jawa Barat pada 2009 sebelum menjabat sebagai Pangkostrad pada 2010.

Berdasarkan keterangan resmi Markas Besar Kostrad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melantik Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo sebagai Kasad pada Kamis (30/6).

Usai dilantik Presiden akan dilakukan serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat pada Kamis (7/7) di Markas Besar TNI Angkatan Darat.

Sumber : ANTARA

Tuesday, June 28, 2011

Kerjasama Kemhan-BUMN Industri Pertahanan Ditandatangani



JAKARTA - Sebanyak 19 bidang kerja sama pertahanan antara Kementerian Pertahanan dan BUMN Industri Pertahanan dan BUMN Industri Strategis ditandatangani dalam kerangka percepatan revitalisasi industri pertahanan nasional.

Dalam penandatanganan 19 nota kesepahaman bidang pertahanan antara kementerian pertahanan, industri pertahanan dan industri pendukung pertahanan itu disaksikan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menristek Suhana Suryapranata, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Asisten Perencanaan Kapolri Irjen Pol Pujianto di Jakarta, Senin (27/6).

Ke-19 bidang kerja sama yang ditandatangani itu antara lain :
Perjanjian PT DI dengan PT Indo Tech tentang kerja sama bidang manufaktur komponen pesawat terbang.

PT Pindad dengan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan tentang retrofit tank, PT Pindad dan PT LEN tentang kerja sama bidang radio kendaraan tempur, PT Pindad dan PT Krakatau Steel tentang kerja sama bidang baja untuk panser.

PT Pindad dan PT Inti tentang kerja sama bidang alat komunikasi kendaraan tempur, PT PAL dan PT Pindad tentang kerja sama pembelian produk manufaktur dan produk non militer untuk kebutuhan dalam negeri.

Perjanjian kerja sama antara PT PAL dan PT LEN tentang kerja sama pembuatan "Combat Management System", PT PAL dan PT Inti tentang kerja sama bidang alat komunikasi, antara PT PAL dan PT Krakatau Steel tentang kerja sama bidang plat baja, PT Dahana PT Sari Bahari tentang pengisian bom, penandantangan Pelindo dan KS tetang kerja sama plat baja.

Tak hanya itu, terdapat pula kerja sama antara Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan dengan ITB tentang kerja sama bidang pendidikan dan pengembangan iptek untuk mendukung pertahanan negara, antara Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan dengan PT DI tentang pengembangan di bidang industri pertahanan matra utara untuk mendukung pertahanan negara.

Selain itu, Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan dengan PT LEN tentang Pendukung Program 1.000 roket, Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan dengan PT Pindad untuk pembuatan kendaraan taktis 2,5 ton dan lima ton.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penandatanganan kerja sama tersebut merupakan komitmen pemerintah bersama BUMNIP dan Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis untuk mempercepat pemberdayaan dan pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

"Kerja sama itu juga merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MPE3I) bidang pertahanan," katanya, menambahkan.

Terkait itu pula, sebelumnya Menteri Pertahanan selaku Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) memimpin sidang ketiga komite tersebut yang dihadiri Menteri BUMN, Menteri Ristek, Menteri Perindustrian, Panglima TNI dan Kapolri sebagai anggota KKIP dan para pelaku industri pertahanan dan industri strategis nasional.

Dalam sidang tersebut ditegaskan konsistensi pengadaan alat utama sistem senjata hasil produk dalam negeri, program "offset", alih teknologi, penelitian dan pengembangan, serta penataan struktur industri pertahanan.

Kedua, sidang juga menyepakati kebijakan pembiayaan dan insentif fiskal, mekanisme pembiayaan tahun jamak, dan ketiga, kebijakan penyehatan korporasi BUMNIP meliputi penyehatan "cash flow" dan neraca BUMNIP, penataan organisasi BUMNIP, peningkatan kemampuan SDM BUMNIP.

Sumber : JURNAS

Pangarmabar Tinjau Kesiapan KRI Banjarmasin-592

JAKARTA - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Hari Bowo, meninjau KRI Banjarmasin-592 yang disiapkan mengikuti kegiatan Brunei Darussalam Fleet Review (BFR) 2011, di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Senin (27/6). Dalam acara tersebut akan ditampilkan pula eksibisi industri pertahanan dimana Indonesia juga akan menampilkan ranpur Anoa 6x6 buatan Pindad. Sumber : POSKOTA.CO.ID

RUU Keamanan Nasional Diserahkan Parlemen RI

JAKARTA - Menhan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan bahwa intelijen tidak selalu memiliki kewenangan untuk menangkap atau melakukan penyadapan.

"Intelijen itu ibaratnya `mata` dan `telinga` yang memberikan informasinya kepada pihak tertentu untuk ditindaklanjuti. Intelijen itu tidak harus menangkap, ada pihak tertentu yang memiliki kewenangan itu," katanya di Jakarta, Senin (27/6).

Usai memimpin Sidang ke-3 Komite Kebijakan Industri Pertahanan Pertahanan (KKIP) ia menuturkan, RUU Keamanan Nasional yang telah diserahkan pada parlemen pekan lalu memuat perihal kewenangan penangkapan dan penyadapan oleh unsur keamanan nasional dalam penjelasan pasal 54 huruf e.

Menhan menuturkan, kegiatan intelijen tidak semata dilakukan oleh unsur militer dan keamanan, instansi lain pun memiliki aparat intelijen yang merupakan mata dan telinga untuk menghimpun segala informasi dan sesuatu yang dibutuhkan.

Purnomo mengemukakan, keputusan pemerintah untuk memasukkan kewenangan menangkap dan melakukan penyadapan oleh unsur keamanan nasional dimasukkan dalam RUU Keamanan Nasional didasari perkembangan ancaman yang terjadi.

Sudah Tidak Ada DCA Dengan Singapura

Terkait masalah ekstradiksi tersangka Korupsi dari Singapura, Menhan Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa sejak perjanjian kerjasama pertahanan (defense cooperation agreement/DCA) ditandatangani pada tahun 2007 lalu, Indonesia dan Singapura tidak pernah membahasnya lagi.

DCA antara Indonesia dan Singapura telah berlangsung sejak Juli 2005 selama tujuh kali pertemuan. Pertemuan terakhir dilaksanakan pada 5-6 Desember 2006 dengan menyepakati 13 pasal dan empat pasal lainnya belum tercapai kesepakatan.

DCA sebelumnya pernah ditandatangani pada 27 April 2007 oleh menhan kedua negara disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.


Lokasi latihan 'Bravo Area' di kepulauan Natuna yang diinginkan Singapura dalam perjanjian ekstradisi tikus korup asal Indonesia

Namun, dalam perjalanannya kesepakatan kerja sama itu tidak berjalan mulus karena implementasi soal Military Training Area (MTA) di Area Bravo di Kepulauan Natuna tidak disetujui parlemen.

Karena hal ini Singapura sempat mengabaikan pasal perjanjiannya dan tidak membahas lebih lanjut dengan pemerintah Indonesia. Akibatnya, perjanjian ekstradisi yang kita minta belum disepakati hingga kini.

Seperti diketahui, sejumlah terduga pelaku korupsi seperti Nunun Nurbaeti, Muhammad Nazzarudin, dan para tersangka kasus BLBI sebagian besar lari ke negara surga para koruptor RI di Singapura. Dan mereka tidak dapat diekstradisi ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, hingga kini perjanjian ekstradisi yang digandengkan dengan kesepakatan kerja sama pertahanan RI-Singapura, sama sekali tidak ada kemajuan.

Sementara Jumat (24/6) lalu Menlu Marty Natalegawa mengatakan Indonesia telah memulai kembali proses komunikasi informal dengan parlemen RI untuk mengkaji kembali dan menjajaki langkah-langkah yang mungkin dilakukan ke depan, terkait pembahasan Perjanjian Ekstradisi yang dilakukan satu paket dengan Kesepakatan Kerja sama Pertahanan (DCA).

Sumber : ANTARA

Kementrian Pertahanan & BUMN Segera Kucurkan Dana Bagi BUMN Pertahanan

JAKARTA - Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN berjanji segera mengucurkan dana segar bagi BUMN Industri pertahanan. Paling tidak dana yang akan digelontorkan Rp 700 miliar yang akan diberikan pada PT Dirgantara Indonesia (PT DI). "Yang sekarang running way PT Pindad. Ini tidak perlu banyak intervensi," ujar Mustafa Abubakar Menteri BUMN usai penandatanganan kerjasama di Kantor Kementerian Pertahanan, Senin (27/6).

Ia mengatakan beberapa industri pertahanan yang perlu diintervensi dengan penambahan modal negara diantaranya PT DI dan PT PAL. Dimana pemerintah akan mendorong efisiensi dalam BUMN strategis pertahanan dan tidak mewajibkan membayar deviden."Kementerian BUMN didorong untuk menaikan cast flow perusahaan BUMN. Industri akan dibatasi hanya untuk industri pertahanan saja," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Kementerian Pertahanan, kata Purnomo, tengah menyusun road map, produk maritim., dirgantara dan non alusista. Indonesia saat ini cukup kuat untuk produksi makanan kaleng militer dan seragam militer. "Kementerian tengah menyusun kadar kandungan produk dalam negeri atau lokal konten, pembinanaan industri pertananan, dan kebijakan produksi," ujarnya.

Ia menegaskan kementerian akan membuat list produk mana saja yang bisa diproduksi oleh BUMN Pertahanan didalam negeri. "Kami targetkan list-nya selesai Oktober tahun ini," ujarnya. "Kementrian juga akan memformulasikan kebijakannya dan mendorong manajemen produksi,"

Untuk pembiayaan, Departemen Pertahanan akan membuat matrik kebutuhan insentif fiskal pembangunan alusista dalam negeri. Dimana pembiayaan akan dilakukan secara multiyear. Bapenas akan menganggarkan Rp 100 triliun dalam APBN Murni dan sisanya dicicil 4 tahun mendatang dalam anggaran perubahan. "Kementerian juga akan mendorong kebijakan join produksi," katanya.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Monday, June 27, 2011

Latihan Dasar Sarnas di Ulee Lheue-Banda Aceh

BANDA ACEH - Calon siswa Sarnas terjum bebas (free jump) saat latihan penutupan tingkat dasar angkatan LV di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Senin (27/6). Sebanyak 109 siswa mengikiti pendidikan latihan SAR tersebut dalam rangka memperkuat dan melengkapai tenaga SAR di Aceh. FOTO ANTARA/Ampelsa/Koz/Spt/11.


Kontes Muatan Roket Indonesia 2011

YOGYAKARTA - Sebuah roket diluncurkan saat uji terbang muatan dalam rangka Kontes Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2011, di Pantai Pandansimo, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (26/6). Komurindo yang diikuti 40 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dengan tema "Attitude Monitoring and Surveillance" tersebut untuk mencari bibit unggul untuk menggeluti teknologi kedirgantaraan, khususnya roket. FOTO ANTARA/WAHYU PUTRO A/ss/ama/11

Saturday, June 25, 2011

F-16 Hibah AS Sedang di Upgrade

SURABAYA - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan bahwa pesawat tempur F-16 yang hendak dihibahkan pemerintah Amerika Serikat sedang dalam proses "up-grade".

"Sekarang F-16 itu masih dalam proses 'up-grade' di sana," katanya seusai memimpin Apel Siaga Pilar Bangsa Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI (GM-FKPPI) di Surabaya, Jumat (24/6).

Menurut dia, pemerintah AS dan anggota parlemen menyetujui hibah 24 unit pesawat tempur F-16 dari AS itu. "Saat ini pemerintah RI sedang mengkaji kapan pesawat tersebut tiba di Indonesia," kata laksamana bintang empat itu.

"Ada 24 unit F-16 yang akan dihibahkan kepada kita. Tapi sesuai kemampuan pemeliharaan, kita berharap setiap tahun delapan unit dulu," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) itu.

Dengan bertambahnya pesawat ini, Indonesia akan memiliki dua skuadron pesawat F-16. "Kita akan memiliki dua skuadron F-16 dengan adanya hibah itu, kekuatan armada udara kita akan makin bertambah," katanya.

Dari segi pemeliharaan, lanjut Panglima, memiliki F-16 jauh lebih efisien karena Indonesia telah memiliki pesawat ini sebelumnya. "Soal suku cadang juga demikian, kita tidak perlu khawatir mendapatkannya karena sudah tidak ada lagi embargo dari AS," kata Agus.

Sumber : ANTARA

PTDI Berhenti Beroperasi Pada Tahun 2012



BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia (PT DI), produsen pesawat terbang dan komponen pesawat, dipastikan berhenti beroperasi pada 2012 akibat kebangkrutan jika tidak segera dibantu pemerintah. Perusahaan menghadapi masalah likuiditas, ditambah rendahnya kepercayaan dari dalam negeri.

Hal tersebut diutarakan Dirut PT DI Budi Santoso saat menerima kunjungan kerja Komisi VI dan XI DPR di kantornya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/6). Saat ini PT DI dianggap tidak bankable karena hutang yang harus dilunasi perusahaan. "Sejak 2008, kondisi PTDI sudah limbung. Perusahaan ini bisa kolaps tahun depan apabila tidak dibantu," katanya.

Meski masih mendapatkan pesanan komponen ataupun pesawat, menurut Budi, pihaknya kekurangan modal untuk mengerjakannya sehingga harus meminta talangan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp 675 miliar. Pada saat yang sama PT DI juga meminta bantuan dari pemerintah, seperti konversi utang sebesar Rp. 1,4 triliun menjadi modal, agar likuiditas perusahaan pulih lagi.

Pada penyusunan APBN 2012 PT DI juga mengajukan permohonan penanaman modal negara mencapai Rp 2,06 triliun. Uang itu dipergunakan untuk pengembalian dana talangan kepada PT PPA sebanyak Rp 675 miliar, modal kerja Rp 391 miliar, investasi berupa pembelian alat produksi Rp 707 miliar, serta regenerasi dan dekomposisi sumberdaya manusia Rp 282 miliar.

Beberapa pesanan yang masih dikerjakan PT DI adalah dua pesawat tipe CN-235 dari empat unit yang diminta Korea Selatan untuk pasukan penjaga pantai. Belum termasuk pesanan komponen helikopter dari Eurocopter. Pihaknya juga sedang mengembangkan purwarupa pesawat berkapasitas 19 orang seri N-219 dengan spesifikasi menyerupai Twin Otter untuk daerah yang belum punya landasan panjang.

Selain soal modal, PT DI juga menghadapi masalah tenaga kerja yang pelik. Budi mengungkapkan, tidak banyak insinyur kedirgantaraan yang memilih bekerja di PTDI. Mereka lebih memilih ke luar negeri karena tunjangan yang lebih besar.

"Kami hanya bisa mengajak para insinyur itu bergabung ke PT DI dengan alasan membela merah putih," ujar Budi. Karyawan PT DI saat ini 3.720 orang.

Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menuturkan, PT DI adalah industri dalam negeri yang wajib dibantu, selain penting untuk keperluan alutsista militer Indonesia. Untuk itu ia bakal memperjuangkan bantuan bagi PT DI kepada Badan Anggaran DPR dalam pembahasan APBN 2012, Airlangga berharap semua pihak memiliki komitmen untuk membangkitkan kembali Industri dirgantara nusantara.

Sumber : KOMPAS

Kamov Ka-52 Alligator

RUSSIA - Heli tempur Kamov Ka-52 merupakan pengembangan dari heli Ka-50, di varian ini Kamov design bureau membuat konfigurasi kursi kokpit secara side-by-side. Ka-52 mampu mendeteksi beberapa target sekaligus mendistribusikan penyerangan ke unit-unit tempur diudara dan didarat. Termasuk interlink data ke heli tempur Mi-28 Havoc.

Dibandingkan dengan Ka-50, sosok Alligator Rusia ini tampil lebih lembut dengan bentuk hidung landai sehingga memungkinkan Pilot memiliki pandangan lebih luas. Berikut spesifikasi teknis dari heli tersebut :

TNI AL Tampilkan KRI Banjarmasin-592 di BRIDEX 2011

JAKARTA - TNI AL dijadwalkan akan mengikuti pameran Brunei Darussalam Fleet Review 2011. Dua kapal perang produksi PAL yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Lemadang-632 serta sebuah heli BO-105 akan dikirimkan untuk mengikuti acara yang berlangsung pada 6-8 Juli 2011.

Menurut Kadispenal Laksamana Muda Tri Prasodjo dalam siaran persnya, Jumat (25/6), kegiatan ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun emas Angkatan Bersenjata Brunei.

Selain kegiatan fleet review, delegasi TNI AL juga akan melakukan kirab kota, open ships, dan courtesy call (kunjungan kehormatan ke sejumlah pejabat setempat).

Disamping mengirimkan unsur KRI, TNI AL juga turut berpartisipasi dalam pameran pertahanan Brunei Darussalam International Defence Exhibition (BRIDEX).

Kadispenal juga menjelasakan bahwa dalam pameran BRIDEX 2011 ini TNI AL akan menampilkan beberapa persenjataan dan material pertahanan produk industri pertahanan dalam negeri, serta material pameran dari Kementerian Pertahanan dan Industri Pertahanan Non Alutsista.

Sumber : JURNAS

Thursday, June 23, 2011

KRI Rencong-622 Uji Coba Mesin Gas Turbin

LAUT JAWA - Komandan KRI Rencong-622, Letkol laut (P) Avianto Rooswirawan (kiri) dan Kadep Ops KRI Rencong-622, Mayor laut (P) Agus Joko, berada di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI Rencong, saat uji coba mesin gas turbin di perairan Laut Jawa, Kamis (23/6). Kapal patroli kelas Dagger merupakan salah satu jenis kapal cepat yang dimiliki Koarmatim tersebut merupakan bagian dari persiapan patroli keamanan laut di wilayah timur Indonesia. FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11.



TNI AL Akan Beli Dua Kapal Pemetaan Bawah Laut

JAKARTA - TNI AL akan membeli dua kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut baik untuk kepentingan pertahanan dan militer maupun umum.

"Proses pengadaannya sudah di buka untuk pengadaan dua kapal itu," kata Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Marsetio di Jakarta, Rabu (22/6).

Ditemui usai membuka seminar nasional hidro-oseanografi, ia mengatakan, sudah ada beberapa negara yang menawarkan diri untuk membuat dua kapal tersebut.

"Yang jelas sudah ada. Penambahan kapal survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut itu sangat penting, untuk memaksimalkan kegiatan mendapatkan data hidrografi dan oseanografi," ujarnya.


Kapal pemetaan dan survey bawah laut TNI AL, KRI Dewa Kembar-932

Saat ini TNI AL mempunyai 1 kapal survey hydro-oseanografi buatan tahun 1960-an eks. kapal Inggris HMS Hydra (Hecla class). Kapal tersebut adalah KRI Dewa Kembar-932 yang hingga kini masih melakukan kegiatan survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut.

Namun dari segi peralatan yang dimiliki kapal ini masih kurang memadai untuk mengetahui secara rinci kondisi, situasi dan apa yang terjadi di wilayah perairan nasional.

"Diharapkan kapal survey terbaru itu nantinya bisa melaksanakan survei dan pemetaan yang berkualitas sesuai standar nasional dan internasional", tambahnya.

Sumber : ANTARA

TNI AU Ikut Berpartisipasi Dalam Minang Aeroshow & Expo

PADANG - Sejumlah pengunjung Minang Aero Sport Show & Sumbar Expo memperhatikan secara dekat pesawat Hercules C-130H saat pembukaan Minang Aero Sport Show & Sumbar Expo 2011 di Lanud Tabing Padang, Sumbar, Rabu (22/6). Eksibisi Minang aero sport show fesvital dimaksudkan untuk menumbuhkan minta olah raga kerdigantaraan dengan menampilkan berbagai jenis olah raga kerdigantaraan. Kegiatan tersebut berlangsung 26 Juni 2011.FOTO ANTARA/Arif Pribadi/ss/pd/11

Wednesday, June 22, 2011

Indonesia Dipastikan Terima Hibah 24 Pesawat F-16 Dari AS


F-16C Block 30/32 menggunakan mesin Turbofan F100-PW-200 dari Pratt & Whitney

JAKARTA - Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada lagi masalah soal tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat (AS). "Sudah tidak ada masalah. DPR-RI sudah ke Kongres Amerika dan mereka sudah menyetujui," ujar Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Rabu (22/6).

Ia menegaskan anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk membeli pesawat baru kini dialihkan untuk meng-upgrade 24 pesawat F-16 block 25 ke block 32. Termasuk 10 pesawat yang kini dimiliki Indonesia. "DPR hanya menyarankan untuk kehati-hatian."

Poernomo mengatakan belum tentu pesawat hibah tersebut sudah bisa datang ke Indonesia awal tahun ini. Karena paling tidak dalam satu tahun, upgrading dari pabrikan hanya mampu tiga sampai lima unit. "Bertahap nantinya, setahun paling lima pesawat. Jadi, butuh empat tahunan." ujarnya. "Pembayarannya pun tergantung dari penyelesaian pesawat yang diupgrade," katanya.

Sebelumnya, pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam hibah tersebut. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas. Pemerintah juga diminta untuk memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan Indonesia. Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Anggaran Pertahanan Diusulkan Naik

JAKARTA - Anggaran sektor pertahanan tahun depan diusulkan naik sekitar 30 persen, dari Rp 47 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 61 triliun. Peremajaan alutsista menjadi salah satu fokus penggunaan anggaran pertahanan tahun 2012.

”Kami berharap pembelian senjata jangan parsial, tidak ada transfer teknologi dan tanpa uji coba seperti terjadi selama ini,” kata anggota Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, yang dihubungi di Jakarta, Selasa (21/6). Padahal, sebanyak 49 persen usulan anggaran tersebut digunakan untuk belanja pegawai.

Dia mencontohkan pembelian pesawat latih dari Korea Selatan (T-50 Golden Eagle). Hingga kini belum ada transfer teknologi yang dilakukan kepada PT Dirgantara Indonesia. Demikian pula pembelian pesawat EMB-314 Super Tucano dari Brasil, tidak ditegaskan klausul transfer teknologi ke pihak Indonesia. Rencana pengadaan dua kapal selam bertenaga diesel juga dianggap kurang tepat karena teknologi diesel mudah dideteksi sonar.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Hartind Asrin mengatakan, proses anggaran masih berlangsung, tetapi pihaknya fokus pada belanja rutin dan pengadaan alutsista. ”Kami juga melakukan ofset, yakni pembelian pesawat latih tempur dari Korea T-50. Sebaliknya mereka membeli pesawat CN-235 dari Indonesia,” ujar Hartind.


A/T-50 Golden Eagle buatan KAI, Korea Selatan

Dia menyatakan, Kemhan fokus pada kesiapan tempur atau minimum essential force (MEF). Selain itu, ada pembangunan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian di Sentul, Bogor, yang membutuhkan biaya besar.

Namun, pembelian alutsista dalam jumlah kecil, seperti pengadaan dua atau empat pesawat tempur, dinilai tidak punya efek tangkal. ”Kenapa kita tak mengadakan secara utuh dalam satu tahun anggaran satu skuadron, semisal 18 Sukhoi senilai Rp 9 triliun. Tahun berikut bisa diadakan lima batalion tank. Praktis akan tersusun kekuatan utuh di darat, laut, dan udara,” ujar Hasanudin. Ia mengatakan, rencana anggaran itu menyinggung upaya perbaikan kesejahteraan prajurit yang kebanyakan masih merana.

RAPBN sektor pertahanan di Kemhan diusulkan Rp 3,3 triliun, di Mabes TNI Rp 7,03 triliun, TNI AD Rp 26,663 triliun, TNI AL Rp 13,249 triliun, dan TNI AU Rp 11,262 triliun.

Sumber : KOMPAS

Kapal Terbaru Operasional Basarnas

PONTIANAK - Sejumlah anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) berada di atas kapal Rescue Boat (RB) 214 usai diresmikan, di dermaga Lanal Pontianak, Selasa (21/6). Kapal RB-214 yang memiliki panjang 36 meter tersebut, akan dioperasikan untuk mendukung Operasi Basarnas dalam upaya penyelamatan laut dan sungai di wilayah Kalbar hingga perbatasan dengan Batam di barat, Jakarta di selatan dan Semarang di tenggara. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ed/nz/11

Atraksi Pasukan Marinir-1 Karang Pilang, Surabaya

SURABAYA - Sejumlah prajurit Korps Marinir jajaran Pasmar-1, melakukan berbagai atraksi tempur seperti: beladiri militer, parameter tempur, simulasi pendaratan pasukan dan artileri serta teknik penyapuan ranjau di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, Selasa (21/6).

Berbagai peralatan tempur ditampilkan dalam kegiatan ini, termasuk ranpur terbaru Pasmar-1, BMP-3F. Marinir saat ini memiliki 17 unit BMP-3F dimana akan ditambah jumlahnya hingga memenuhi kebutuhan 2 batalyon Pasmar. Kegiatan tersebut bagian dari penyambutan kunjungan 746 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya, dalam rangka Bhinneka Eka Bhakti. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/11





Kunjungan Bersama Akmil & Akpol ke Mapolda Jatim

SURABAYA - Sejumlah Taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Polisi (Akpol) mengamati senjata mesin ringan saat kunjungan di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (20/6). Kunjungan dari 741 taruna dan taruni dari jajaran TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD, dan Polri bertujuan untuk menjaga sinergi atau integrasi dalam pendidikan Akmil dan Akpol mempererat hubungan TNI dan Polri sejak masa pendidikan. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/NZ/11


Latihan Bersama TNI AU & USAF

JAKARTA - Wakil KSAU Marsdya TNI Dede Rusamsi (kedua kanan) bersama Commander 13th Air Force USAF Lt. Gen. Stanley T. Kresge (kanan) usai membuka latihan bersama TNI AU dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/6). Tampak para penerjun dari Paskhas AU tengah melakukan persiapan dan refreshing sebelum terjun. Latihan dengan sandi Cope West 2011 ini dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama militer kedua angkatan udara. FOTO ANTARA/Saptono/Spt/11




Monday, June 20, 2011

Pengenalan Matra Taruna Akademi TNI

SUKOHARJO - Taruna Akademi TNI mendengarkan penjelasan tentang sistem persenjataan dan perlengkapan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat berkunjung ke Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (19/6). Acara tersebut bertujuan mengenalkan Matra TNI kepada calon-calon perwira TNI di masa depan. FOTO ANTARA/Andika Betha/Koz/pd/11.


Sunday, June 19, 2011

Melepas Kepulangan KRI Frans Kaisiepo-368

LEBANON - Sejumlah anggota TNI melepas keberangkatan KRI Frans Kaisiepo-368 kembali ke tanah air di Dermaga Beirut, Lebanon, Jumat, (17/6). Selama melaksanakan tugas sebagai peacekeeper di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 telah melakukan tugas sebagai MIO (Maritime Interdiction Operation) sebanyak 18 kali, memeriksa 1.405 kapal, mengajukan inspeksi pemeriksaan kapal sebanyak 170 kali dan total di laut selama 180 hari. FOTO ANTARA/HO-Sertu Marinir Kuwadi/ed/pras/11




Saturday, June 18, 2011

TNI AL Minta US Navy Tambah Materi Operasi Kapal Selam

JAKARTA - TNI AL dan US Navy sepakat untuk meningkatkan materi kerja sama dalam bidang latihan operasi kapal selam dan penyapu ranjau.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (16/6) mengatakan, penambahan materi latihan itu disesuaikan dengan pola dan prediksi ancaman ke depan.

Usai menghadiri pertemuan KSAL se-Asia Laksamana Soeparno dengan Panglima Armada Ketujuh AS Laksamana Madya Scott Van Buskirk, ia mengatakan materi tersebut akan dilaksanakan pada latihan bersama tahun mendatang.

Tri menambahkan, terkait itu kedua pihak kini akan terus memantapkan pola dan mekanisme kerja sama yang akan dilakukan tersebut yakni latihan bersama kapal selam dan sapu ranjau.

Pada pertemuan tertutup itu, kedua pihak secara umum membahas berbagai kerja sama yang telah berjalan baik selama ini.

"Selama ini kita memiliki kerja sama berupa latihan bersama dan pertukaran perwira," kata Tri.

Ia mencontohkan, secara rutin TNI AL dan US Navy melakukan latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT).

"Materi latihan kerja sama kapal selam dan penyapau ranjau kemungkinan akan dimasukkan ke latihan tersebut," kata Tri menambahkan.

Selain mengadakan kunjungan kepada Kasal Laksamana TNI Soeparno, Van Buskirk juga melakukan kunjungan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat.

Sumber : ANTARA

Thursday, June 16, 2011

Farewell KRI Frans Kaisiepo-368 di Lebanon

LEBANON - Menjelang akhir penugasan KRI Frans Kaiseipo-368 pada Kamis (16/6) seluruh unsur yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL melakukan Farewell (perpisahan). Tercatat ada 8 Kapal perang Multinasional yang hadir mmemeriahkan acara perpisahan ini.

Pada kegiatan ini seluruh unsur MTF UNIFIL memberikan salam perpisahan dan penghormatan kepada KRI Frans Kaisiepo-368. Penghormatan ini diberikan tentunya tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi dan peran aktif KRI Frans Kaiisepo-368 dalam melaksanakan berbagai latihan di AMO (Area of Maritime Operation) baik dengan LAF-Navy maupun dengan unsur-unsur MTF UNIFIL.

Selanjutnya KRI FKO akan digantikan perannya oleh KRI Sultan Iskandar Muda-366 pada bulan Juli mendatang. Sumber : DISPENAL/Syamsir



TNI AL & ROK Navy Tangani Bersama Perompak Somalia

JAKARTA - TNI AL dan AL Korea Selatan (ROK Navy) sepakat menjajaki kerja sama penanganan perompakan dan pembajakan, untuk antisipasi perompakan dan pembajakan di Laut Somalia.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu (15/6) mengatakan, kedua pihak sepakat untuk saling bertukar informasi hingga melakukan latihan bersama menyangkut teknik dan taktis operasi mengahadapi perompakan serta kejahatan laut lainnya.

Sebelumnya kapal niaga Indonesia dan juga Korea pernah dibajak oleh perombak Somalia. "Kita akan rumuskan lebih rinci lagi, seperti apa bentuk kerja samanya. Yang jelas kita perlu bertukar informasi," kata Laksamana Pertama Tri Prasodjo menambahkan.

Kerja sama penanganan antiperompak antara angkatan laut kedua negara itu, menjadi salah satu topik bahasan forum pembicaraan bilateral angkatan laut kedua pihak (navy to navy talk) ke-8 yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta.

Selain menjajaki kerja sama antiperompakan, dalam forum tersebut juga dibahas kemungkinan kerja sama operasi bidang kapal selam. Beberapa kerja sama yang telah dilakukan angkatan laut kedua pihak antara lain program pertukaran siswa antara kedua sesko Angkatan Laut pada 2012. TNI AL menawarkan kursus "Maritime Hydro Oceanography" dengan partisipasi perwira junior setingkat kapten atau mayor untuk 2012.

"TNI AL juga mengundang perwira remaja ROK Navy untuk mengikuti program Cruise Training dengan "on board" di KRI Dewaruci dari bulan Juli sampai dengan Augustus 2011," kata Tri menambahkan.

Sumber : ANTARA