Thursday, March 31, 2011

Seluruh Panglima Militer Asean Lakukan Pertemuan Informal di Jakarta

JAKARTA - Sejumlah panglima angkatan bersenjata negara anggota ASEAN berkumpul di Istana Merdeka di Jakarta, Kamis (31/3) pagi ini, untuk satu pertemuan informal membahas kerjasama yang bukan terkait operasi bersenjata.

"Pertemuan panglima-panglima angkatan bersenjata ASEAN pagi ini itu sebenarnya pertemuan informal," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebelum mengikuti pertemuan tersebut.

Pertemuan informal itu, kata Purnomo, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak membentuk pakta militer di kawasan ASEAN.

Purnomo menegaskan, kerja sama militer bukan hanya dalam bentuk perang. "Kerja sama itu bisa untuk operasi militer selain perang," kata Purnomo.

Kerja sama selain perang itu antara lain penanggulangan bencana, misi perdamaian, penanggulangan teror, dan pengamanan wilayah maritim.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan hadir dalam pertemuan informal panglima angkatan bersenjata se-ASEAN yang bertajuk "ASEAN Chiefs of Defense Forces Informal Meeting (ACDFIN)" itu. Pertemuan informal kedelapan ini juga akan diisi dengan acara santap pagi bersama.

Pertemuan tertutup yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB itu akan diisi dengan sambutan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan sambutan perwakilan ASEAN Chief of Defense Forces, Royal Thai Armed Forces, General Songkitti Jaggabatara.

Presiden Yudhoyono juga akan memberikan arahan dalam acara yang dihadiri oleh 50 undangan.

Sumber : ANTARA

Wednesday, March 30, 2011

Kementrian Pertahanan Kembali Ajukan Tambahan Anggaran Rp.9 Trilyun


Wamenhan Letjen TNI Syafrie Syamsuddin (kiri) berbincang dengan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kanan) sebelum berlangsungnya Retreat Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di Istana Bogor, Jabar, Selasa (29/3). FOTO ANTARA/Saptono/Spt/11

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan kembali mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp9 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2011. Kemhan sebelumnya telah meminta tambahan anggaran sebesar Rp 11 triliun. Namun, Kementerian Keuangan baru menyetujui sebanyak Rp 2 triliun.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (29/2) dalam Retreat Rake yang dihadiri seluruh menteri KIB II, mengatakan tambahan Rp9 triliun adalah untuk memenuhi minimum essential forces alias standar kekuatan. "Kita dulu mengajukan Rp11 triliun. Tapi, baru dapat Rp2 triliun. Jadi, kita ajukan lagi. Soal dapat atau tidak, tergantung dari keuangan negara. Kita memahami juga ada perkembangan negara, harga minyak naik," kata Purnomo.

Saat ini, alokasi anggaran pertahanan dalam APBN 2011 sebesar Rp 47 triliun. Hampir separuh dari anggaran itu atau Rp22,5 triliun dari total Rp47 triliun digunakan untuk kebutuhan belanja pegawai. Adapun sisanya sebesar Rp24,5 triliun baru digunakan untuk belanja barang dan belanja modal.

AADF Akan Kirim Prajuritnya Latihan Anti-Teror di Kopassus



JAKARTA - Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menerima kunjungan Kasad Australia (Chief of Army Australian Defence Force) LTG Kenneth. J. Gillespie, AO, DSC, CSM di Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Selasa (29/0).

Lt .Gen. Ken yang didampingi tiga orang stafnya menyatakan bahwa kunjungannya ke Kopassus ini adalah untuk melihat secara langsung kemampuan prajurit Kopassus dalam mengatasi Teror, khususnya Sat-81 Kopassus .

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut Kasad Australia juga berencana akan mengirimkan sebuah tim yang beranggotakan prajurit yang telah mempunyai pengalaman bertugas di Afganistan dan Iraq ke Kopassus untuk berbagi pengalaman bagaimana menghadapi terorisme.

Kedua pejabat berharap dari pertemuan tersebut akan dapat terjalin hubungan yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang, khususnya melalui latihan peningkatan kemampuan penanggulangan teror dihadapkan situasi terkini.

Sumber : KOMPAS.COM

Prajurit Indobatt Juarai Long March di Lebanon

LEBANON - Prajurit Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/UNIFIL (Indobatt/Indonesian Battalion) menjuarai Long March terbuka di ibukota Lebanon, Beirut, Senin (28/3).

Perwira Penerangan (Papen) Indobatt Kapten Pasukan Banu Kusworo dalam surat elektronik kepada ANTARA dari Lebanon, Selasa, melaporkan atlet LongMarch Indobatt terbaik adalah Praka Yusriadin. "Dia menempati posisi ketiga dan berhak mendapatkan tropi, medali perunggu, dan uang pembinaan sebesar 500 dolar AS," katanya.

Untuk posisi pertama dan kedua masing-masing diraih prajurit Nepal dan atlet lokal Lebanon. Lomba ini diikuti 200-sn tentara, termasuk 60 atlet lokal maupun nasional di negara itu," katanya. FOTO ANTARA/Puspen TNI-Serka Mar Kuwadi/EI/ed/ama/11


Indonesia Kirim Batalyon Kesehatan ke Haiti

JAKARTA - Pemerintah Indonesia segera mengirim pasukan bantuan ke Haiti untuk membantu proses pemulihan akibat gempa bumi yang tahun 2010 melanda negara itu.

"Dalam waktu dekat, mungkin dalam waktu hitungan hari-hari ini kita berangkat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/3).

Haiti diguncang gempa 7 Skala Richter pada 12 Januari 2010 yang menewaskan 316 ribu orang, 300 ribu orang terluka, dan sekitar sejuta orang kehilangan tempat tinggal.

Menhan menjelaskan, utusan PBB sudah datang ke Indonesia untuk memastikan keterlibatan Indonesia di Haiti itu, sedangkan pasukan Indonesia sudah siap dan tinggal menunggu perintah pemberangkatan.

"Yang kita kirim itu adalah pasukan zeni dan medical (batalyon kesehatan)," katanya.

Purnomo menegaskan, pasukan yang akan dikirimkan itu bukan hanya untuk pemulihan keadaan akibat konflik bersenjata, namun juga untuk pemulihan keadaan pascabencana.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sendiri telah mengatakan menunggu konfirmasi kebutuhan penanggulangan bencana gempa di Haiti, sebelum memberangkatkan pasukannya ke negara itu.

"Kita masih menyesuaikan kebutuhan mereka dan kemampuan TNI," katanya.

Sumber : ANTARA

Saturday, March 26, 2011

JIDD Wujudkan Kerja Sama Pertahanan & Keamanan

JAKARTA - Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) berhasil menjalin kerja sama pertahanan antar negara. Forum ini turut menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku JIDD mampu memicu kerja sama pertahanan negara peserta dialog. Forum ini telah ditindaklanjuti langsung melalui pertemuan bilateral maupun trilateral oleh beberapa negara peserta.

"Dialog tidak hanya terjadi di panel tetapi juga di luar forum, ada pertemuan bilateral dan trilateral. bahkan tingkat menteri pertahanan," ujarnya ketika ditemui usai penutupan JIDD di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/3).

Masing-masing negara berbagi pandangan mengenai keamanan wilayah dan permasalahan dunia. Mereka berharap pertemuan-pertemuan ini menghasilkan solusi komperhensif atas permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing negara.

Pembicaraan ini cukup serius karena mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti dengan pertemuan di tingkatan politik di negara masing-masing.

Purnomo mengakui Indonesia dan Malaysia pun berhasil duduk bersama untuk membicarakan permasalahan perbatasan. Pihak Malaysia mengaku bahwa pengelolaan perbatasan di negara mereka mengalami kendala yang sama.

Pengelolaan perbatasan dilakukan oleh banyak banyak instansi seperti halnya di Indonesia. "Kan sama permasalahan mereka. Mereka juga bertumpuk. Kalau di sini ada polisi perairan, TNI AL, Bakorkamla, Bea Cukai, KKP. Ini yang harus disatukan," jelasnya.

Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengaku optimistis bahwa ketegangan perbatasan dapat dicairkan dengan kedekatannya dengan Menteri Pertahanan Indonesia. Walaupun sebagian masyarakat masih mempermasalahkan ketegangan ini. Apalagi hubungan kepala negara kedua belah pihak cukup baik untuk melakukan penyelesaian.

Ia memberikan catatan, permasalahan perbatasan harus menitikberatkan pada penyelesaian masalah, pembagian hasil alam, dan prolem ketenagakerjaan. Secara tegas, Ahmad meminta media dapat memberikan sumbangan penyelesaian masalah dengan pemberitaan yang baik.

"Semangat ini penting apalagi saya pikir beberapa media memberikan atmosfer yang berbeda dalam pemberitaan," jelasnya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Friday, March 25, 2011

Indonesia Tercatat Sebagai Top Twenties Penyumbang Pasukan Perdamaian Terbesar

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan kehormatan Mr. Alain Le Roy, Under Secretary General For United Nations Departement of Peace Keeping Operations (USG UN DPKO) atau Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Misi Perdamaian, didampingi oleh Letjen Sabacar Gaye Asisten Sekjen PBB untuk Urusan Militer (Assistant-Secretary General for Military Affairs) dan Letkol Chb Iroth Sonny Edhie (Asisten Penasehat Militer RI New York), pada Kamis (24/3) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kunjungan petinggi PBB ini bertujuan untuk bertukar pikiran dan mendapatkan masukan dari negara-negara utama penyumbang misi perdamaian PBB (Troop Contributing Countries) guna mendukung operasi misi perdamaian PBB di seluruh dunia. Merupakan suatu kebanggan bagi Indonesia, karena tidak semua negara mendapatkan kunjungan kehormatan ini. Indonesia dipilih menjadi salah satu negara yang dikunjungi Mr. Alain Le Roy karena dinilai memiliki peran signifikan dan prestasi menonjol di dalam mendukung operasi perdamaian PBB.



Hingga saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 20 negara terbanyak (top twenties) yang menyumbangkan pasukan dalam operasi misi perdamaian PBB. Indonesia sekarang berada pada peringkat 16 Negara Penyumbang Pasukan (Troops Contributing Countries), dengan jumlah personel sebanyak 1.692 orang. Saat ini Indonesia terlibat aktif di tujuh misi perdamaian PBB yang yang tersebar di enam negara yaitu Lebanon, Sudan, Congo, Liberia, Nepal dan paling terbaru, Haiti.

Selain itu, Indonesia memiliki kredibilitas dan image yang sangat baik dalam semua misi tersebut. Kontingen Garuda Indonesia juga diakui oleh pihak PBB sebagai pasukan perdamaian yang memiliki profesionalitas yang tinggi serta dekat di hati masyarakat setempat.

Menanggapi kunjungan tersebut, Panglima TNI menyambut baik dan berterimakasih atas dukungan USG UN DPKO selama ini terhadap TNI, khususnya terkait misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Lebih lanjut, Panglima TNI berharap agar USG UN DPKO dapat terus mendukung dan meningkatkan peran TNI dalam semua misi PBB, baik di negara-negara yang tengah dilanda konflik maupun di Markas Besar PBB New York, khususnya di UN DPKO.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

Satelit Telkom-3 dukung Sistem Pertahanan & Keamanan Indonesia

JAKARTA - Satelit Telkom-3 senilai total sekitar 200 juta dollar AS sedang disiapkan di pabrik satelit ISS-Reshetnev, Rusia. Selain untuk keperluan komersial, satelit ini juga dimaksudkan meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT, serta mendukung sistem pertahanan dan keamanan (militer) Indonesia.

”Telkom-3 akan memperkuat jaringan kami untuk mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau jaringan teresterial serat optik,” kata Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication Telkom pada sharing session Satelit Telkom 3 dengan para pengguna layanan Satelit Telkom di Jakarta, Kamis (24/3).

Satelit yang akan diluncurkan dengan roket Proton M-breeze itu menggunakan subsistem komunikasi buatan Thales Aleniaspace Perancis. Menurut rencana, Telkom-3 akan diluncurkan akhir tahun 2011. Adapun kapasitasnya setara 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz standar C-band, 8 transponder @54 MHz ext C-band, dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis untuk standar C-band Indonesia dan ASEAN, ext C-band Indonesia dan Malaysia, sedangkan Ku-Band Indonesia.

Sekitar 40-45 persen kapasitasnya (sekitar 20 transponder) akan dikomersialkan, sedangkan sisanya menambah kapasitas seluruh layanan Grup Telkom. Sebelumnya, Telkom mengoperasikan Telkom-2 yang diluncurkan 12 November 2005 dengan roket Ariane-5 milik perusahaan Ariane Space di Kouroue, Guyana, Perancis.

Kerjasama Dengan Lapan

PT Telkom awal tahun 2010 lalu menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) lewat penandatangan nota kesepahaman di bidang pengembangan dan pemanfaatan teknologi satelit dengan menyertakan personilnya ke Rusia.

Personil Lapan yang dikirim ini dimaksudkan untuk mengikuti program pemanfaatan telemetry tracking and command (TT&C) untuk operasi pengendalian dan pemanfaatan Telkom-3.

Telkom bersama Retshesnev, sejak 2008 membangun satelit Telkom-3 dengan investasi 200 juta dolar AS. Keputusan Telkom mengikutsertakan LAPAN dan program internship Satelit Telkom-3, selain merupakan kontribusi Telkom dalam meningkatkan kemampuan nasional khususnya di bidang penguasaan teknologi satelit dan luar angkasa, sekaligus memberikan manfaat bagi pertahanan nasional.

Sumber : KOMPAS

Sejumlah Negara Asia Tertarik Membeli Alutsista Buatan Indonesia

JAKARTA - Sejumlah negara tetangga, seperti Papua Niugini, Filipina, dan Brunei, menjajaki kemungkinan pembelian persenjataan serta memperoleh kredit ekspor dari Pemerintah Republik Indonesia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang ditemui di Jakarta, Kamis (24/3), menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan dari sejumlah negara tetangga dalam Jakarta International Defense Dialogue (JIDD).

”Timor Leste sudah mendapat kredit ekspor 40 juta dollar AS untuk pembelian dua kapal patroli cepat (fast patrol boat/FPB), ternyata sejumlah negara juga mempertanyakan kemungkinan mendapat fasilitas serupa,” ujar Purnomo.

FPB yang dibuat PT PAL Surabaya itu memiliki dimensi panjang dari 15 meter, 30 meter, 40 meter, hingga 60 meter.

Seusai pertemuan dengan delegasi Papua Niugini, negara tetangga tersebut ingin mengunjungi PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia. Mereka telah mengoperasikan sejumlah pesawat CASA-Nurtanio (CN) buatan Indonesia.

Pemerintah Filipina menyiapkan dana 100 juta dollar AS (sekitar Rp 900 miliar) untuk membeli tiga kapal landing platform dock (LPD) bagi angkatan lautnya. ”Kita sedang merundingkan spesifikasi LPD yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki Filipina,” kata Purnomo.

Brunei Minati SS-2

Selain itu, lanjut Purnomo, pemerintah Brunei juga berminat untuk membeli senapan serbu varian dua (SS-V2) buatan PT Pindad. Menurut dia, Pemerintah Brunei baru menyadari Indonesia telah memproduksi senjata jenis tersebut, yang merupakan produk Indonesia yang berbasis dari senapan Fabrique Nationale Belgia. Militer Brunei juga mengoperasikan perahu karet untuk satuan taktis yang dibuat di Bogor, Jawa Barat.

Sumber : KOMPAS

Thursday, March 24, 2011

Simulasi Anti Teror Gegana Polri

SURABAYA - Sejumlah anggota Detasemen Gegana Satbrimobda Jatim, siaga sebelum melakukan penumpasan teroris dan penjinakan bom di salah satu gerbong KA Komuter jurusan Surabaya-Sidoarjo, di Stasiun KA Kota Gubeng Surabaya, Kamis (24/3). FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11.




SASTIND China dan Kemhan Tandatangani MoU Kerjasama Industri Pertahanan



JAKARTA - Kementerian Pertahanan RI dan State Administration for Science, Techonology and Industry for National Defence (SASTIND) sepakat meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan kedua negara. Hal tersebut dituangkan dalam naskah perjanjian (MoU) yang ditandatangani oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala SASTIND, Chen Qiufa, pada Selasa (22/3) di Jakarta.

Kepada pers Sjafrie menjelaskan, SASTIND sepakat melakukan transfer teknologi dan produksi bersama peralatan militer dengan pabrik persenjataan yang ada di China. Ini merupakan salah satu butir dari nota kesepahaman tersebut. “SASTIND merupakan regulator peralatan-peralatan militer yang mau diekspor keluar. Dia yang mengatakan ya atau tidaknya peralatan boleh diekspor keluar negeri. Dia yang membawahi pabrik-pabrik yang memproduksi peralatan militer,”paparnya.

Menyinggung mengenai kerja sama pembuatan rudal dengan China, Sjafrie mengatakan Kemhan akan melakukan secara bertahap melalui transfer teknologi dan produksi bersama sampai nantinya Indonesia bisa mencapai kemandirian.

Wakil Menteri Pertahanan juga mengatakan, pembelian alutsista dari China, termasuk rudal anti kapal, akan diikuti dengan tahapan transfer teknologi serta proses produksi bersama. Peluru kendali ini dipakai untuk perlengkapan persenjataan kapal perang TNI Angkatan Laut. “Di samping kita beli, kita juga harus mengantisipasi dengan joint production,” tegasnya.

Sedangkan untuk teknis pelaksanaan kerja sama, menurut Sjafrie, akan dibahas oleh pejabat setingkat direktur jenderal, baik untuk pembelian serta proses transfer teknologi serta produksi bersama. “Untuk pembelian, nantinya akan diurus oleh Badan Sarana Pertahanan dan transfer teknologinya oleh Dirjen Potensi Pertahanan,”jelasnya.

Selain menandatangani naskah perjanjinan di bidang industri pertahanan, kedua pihak juga melakukan dialog atau kosultansi untuk mempercepat hubungan antar kedua negara khususnya pertahanan secara luas demi mencipatakan rasa saling percaya dan stabilitas kawasan yang lebih baik.

Sumber : DMC

Wednesday, March 23, 2011

Sub Skimmer Ditampilkan di JIDD

JAKARTA - Pernah melihat sebuah kapal yang bisa bergerak di atas dan di bawah permukaan air? Jika belum, cobalah datang ke pameran Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Senayan, Jakarta Pusat pada 23-25 Maret ini. Kapal yang dibuat TNI AL tersebut dipajang di sana.

Acara dan pameran ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan seluruh Kementerian Pertahanan dari beberapa negara undangan. Sejumlah produk militer Tanah Air pun dipajang. Mulai dari senjata buatan PINDAD, teknologi jaringan keamanan, hingga produk-produk hasil pengembangan TNI.

Nah, khusus produk pengembangan dari TNI AL, ada produk unggulan buatan dalam negeri bernama Sub Skimmer. Kapal kecil yang terinspirasi dari produk Inggris ini diklaim sebagai produk yang bisa berfungsi untuk operasi penyusupan.

"Kelebihannya bisa di gunakan di atas permukaan dan dibawah air. Ada engine untuk di atas dan motor transfer untuk di bawah air. Alat ini kita buat di Pondok Labu-Jakarta Selatan pusat litbang kita," ujar Letkol A Syahroni, salah seorang anggota Litbang TNI AL kepada detikcom, Rabu (23/3).

Menurut Syahroni, kapal ini didesain dengan peredam khusus agar tak terdeteksi musuh. Kecepatannya bisa mencapai 25 knot di atas permukaan air, sementara saat menyelam mampu melaju hingga 4 knot.

"produk ini aslinya kita copy dari Inggris, tapi buatan kita lebih stabil dari produk mereka. Dan sudah 3 kali kita ujicoba," sambungnya.

Sub Skimmer bisa digunakan untuk menampung 6 orang pasukan khusus. Di dalam kapal, ada juga peralatan penunjang seperti alat selam dan tabung oksigen. "Biaya pembuatan untuk satu produk berkisar mulai Rp 2,5-3 miliar," lanjutnya.

Jika sudah sempurna, produk ini rencananya akan dibuat seara masif. Dan tidak menutup kemungkinan negara lain yang tertarik akan kita ditawarkan. "Tapi sementara ini kita gunakan buat pasukan kita dulu," terangnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM

TNI AU Ujicoba Radar Mobile 'Smart Hunter'

MADIUN - Tak hanya QW-3, Smart Hunter kini telah juga dimiliki Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhasau), pada kesempatan tersebut di uji coba di main appron Lanud Iswahjudi yang diperagakan oleh personel Paskhasau, Rabu (23/3).

Rudal QW-3 yang memiliki jarak tembak efektif 6000 meter tersebut kini dilengkapi dengan peralatan Smart Hunter, semacam radar mobile dengan jarak jangkau sejauh 20-30 kilo meter.

Dalam pengoperasianya alat buatan Cina tersebut dapat dioperasikan oleh lima personel Paskhasau dan dapat berpindah-pindah tempat.



Smart Hunter yang diperagakan yaitu digunakan untuk mengetahui keberadaan posisi pesawat musuh, sehingga memudahkan bagi ”Gunner” untuk melakukan penembakan dengan menggunakan Rudal QW-3.

Dalam uji coba yang disaksikan oleh pejabat dari Mabesau, Makor Paskhasau, Lanud Iswahjudi dan Depohar 60 tersebut menggelar peralatan Smart Hunter untuk mengetahui efektifitas peralatan tersebut serta mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggelar Smart Hunter tersebut. Selanjutnya uji coba penembakan/peluncuran Rudal QW-3 akan dilaksanakan di Pacitan pada Kamis (24/3) besok.

Sumber : DISPENAU

Jakarta International Defense Dialogue Dibuka

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama PM Timor Leste Xanana Gusmao (kanan), Wakil PM dan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean (tengah) dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro (belakang kanan) memasuki ruang pembukaan acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2011 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (23/3). JIDD Tahun ini mengambil tema "Strengthening Security and Stability" yang diikuti oleh perwakilan dari 34 Negara dan akan berlangsung hingga 25 Maret. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/Spt/11.


Tuesday, March 22, 2011

Indonesia - China Produksi Bersama Rudal C-802



JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan termasuk produksi bersama rudal.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio di Jakarta Selasa (22/3) mengatakan, penjajakan produksi bersama rudal itu telah dilakukan kedua pihak.

Ditemui usai menghadiri penandatangan nota kesepahaman kerja sama teknis pertahanan RI-China ia mengatakan, Indonesia telah menggunakan rudal anti kapal C-802 buatan China itu untuk mempersenjatai beberapa kapal perangnya.

"Kedepan kita sepakat untuk memproduksi bersama rudal tersebut, yakni dengan menggandeng PT Pindad," ujarnya.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan industri nasional pertahanan China, Chen Qiufa.

Nota kesepahaman itu mencakup lima poin yakni pengadaan alutsista tertentu yang disepakati kedua pihak dalam kerangka "G to G".

Kedua, alih tekonologi peralatan militer tertentu yang antara lain mencakup perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, up grade dan pelatihan.

Tiga poin lainnya adalah kerja sama produk peralatan militer tertentu, pengembangan bersama peralatan militer tertentu serta pemasaran bersama dalam dan di luar negara masing-masing, kata I Wayan Midhio.

Sumber : ANTARA

TNI Intensifkan Kegiatan Intelijen

JAKARTA - Mabes TNI mengintensifkan kegiatan intelijennya sekaligus memperkuat komando kewilayahannya untuk mengantisipasi dan menangani berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk ancaman teror.

"Selain itu, secara eksternal kita juga meningkatkan pendekatan kepada masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, Polri dan instansi terkait, agar beragam ancaman terutama teror dapat diantisipasi lebih dini dan tidak berdampak luas," kata Juru Bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, di Jakarta, Senin (21/3).

Pasca-kiriman paket bom buku kepada empat orang berbeda, Selasa (15/3), polisi secara bertubi-tubi menerima laporan masyarakat mengenai paket mencurigakan. Dari belasan laporan, hanya paket di kota wisata Cibubur yang merupakan bom sungguhan. Sisanya, bukan bom.

Awalnya, paket bom buku diterima aktivis Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Gories Mere, Ketua Umum DPP Partai Patriot Yapto Soerjosumarno, dan artis Ahmad Dani.

Namun hingga Minggu (20/3) teror bom makin meluas tidak saja di wilayah Jakarta dan sekitarnya tetapi juga Bandung (Jawa Barat), Medan, Surabaya, dan Makassar.

Iskandar mengakui, aparat intelijen agak "kecolongan" terutama dengan modus baru yang digunakan yakni menggunakan media buku dan paket kiriman.

"Kalau kita tidak antisipasi lebih dalam lagi, maka akan banyak teror bom yang terjadi. Karena itu Bais (Badan Intelijen dan Strategis Mabes TNI) dan BIN (Badan Intelijen Negara) akan meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang telah berjalan baik, untuk menangani kasus ini," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengemukakan, pihak sangat optimis pelakunya akan segera tertangkap. Para penyidik Densus 88 (Detasemen Khusus Anti-Teror) sudah hafal.

"Dari karakteristik bomnya, mereka pasti sudah mengidentifikasi dari kelompok mana," ujarnya.

Meski belum dapat mengidentifikasi secara spesifik individu atau kelompok yang berada di belakang aksi teror tersebut, Ansyaad yakni aparat kepolisian sudah memiliki data mengenai individu atau kelompok yang bermasin.

"Saya sangat yakin mereka (polisi) tahu (pelaku) dari kelompok mana. Yang jelas, mereka dari kelompok yang selama ini melakukan aksi teror," ujarnya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Monday, March 21, 2011

Jadwal Perbaikan Pesawat Hercules TNI AU di AS Bakal Molor



JAKARTA - Satu unit pesawat C-130 Hercules TNI AU yang kini tengah menjalani pemeliharaan berat di ARINC di Oklahoma, Amerika Serikat (AS). Jadwal penyelesaiannya diperkirakan molor dari waktu yang sudah ditentukan yaitu selama enam bulan.

"Seharusnya pemeliharaan dilakukan selama enam bulan, namun berdasar hasil deteksi tim pemeliharaan di ARINC terdapat beberapa bagian pesawat yang harus dibongkar dan diganti dengan yang baru," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro di Jakarta, Senin (21/3).

Pesawat bernomor register A-1323 ini menjalani pemeliharaan berat sejak Juli 2010 lalu.
"Perbaikan dalam Programmed Depot Maintanance (PDM) tersebut merupakan pemeliharaan tingkat berat untuk pesawat Hercules yang mengacu pada "technical order" yang dikeluarkan AS. Program ini merupakan tindak lanjut dari yang telah disepakati antara TNI-AU dan USAF," kata Marsekal Pertama Bambang Samoedro .

Ia mengemukakan, program pemeliharaan yang dibiayai dengan hibah AS itu bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan pesawat C-130 Hercules TNI AU.

"Dalam program perbaikan ini rencananya juga akan melibatkan 10 orang teknisi TNI-AU dalam rangka berbagi pengetahuan perawatan pesawat. Ke-10 teknisi itu akan diberangkatkan Selasa besok," kata Bambang menambahkan.

Ia menambahkan, hibah pemeliharaan C-130 Hercules TNI Angkatan Udara akan dilakukan bertahap. "Jika satu unit ini telah selesai dan berhasil ditingkatkan kemampuannya, maka dua unit pesawat angkut berat sejenis, juga akan menjalani pemeliharaan di Oklahoma," tuturnya.

Teknisi TNI AU sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk melakukan pemeliharaan pesawat C-130 Hercules di Depo Pemeliharaan 30 di Lanud Abdurahman Saleh, Malang. Hanya saja, pihak AS ingin melakukan pengecekan dan pemeliharaan secara menyeluruh dan lebih teliti.

Sumber : ANTARA

Menhan : Pengadaan Kapal Selam Perlu Pertimbangan Matang

SURABAYA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa pengadaan kapal selam untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru.

"Mengadakan dan membangun kapal selam tidak perlu `grusa-grusu` (terburu-buru). Perlu pertimbangan yang matang," kata Menhan usai meresmikan KRI Banda Aceh-593 di Divisi General Engineering PT Pal Indonesia, Surabaya, Senin (21/3).

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan wartawan mengenai kepastian pemerintah melakukan pengadaan kapal selam guna memperkuat armada TNI-AL.

Menhan menjelaskan bahwa pengadaan kapal selam harus disesuaikan dengan kondisi geografis, terutama perairan laut di Indonesia dengan mempertimbangkan dua basis kekuatan TNI-AL di wilayah barat dan wilayah timur.

"Perairan di wilayah barat termasuk laut dangkal, sedangkan di wilayah timur tergolong laut dalam. Ini yang menjadi pertimbangan kami," katanya di atas geladak helikopter KRI Banda Aceh.

Ia optimistis PT Pal mampu membangun kapal selam. "Saat ini kita sudah menyaksikan semua bahwa Pal mampu membangun kapal jenis LPD. Oleh karena itu, kami yakin Pal mampu membangun kapal selam, meskipun secara bertahap, baik melalui `joint production` maupun `joint operation," katanya.


Model kapal Patroli Kawal Rudal (PKR) yang akan dibuat PAL & Damen

Pemerintah telah menetapkan bahwa pada 2014, kekuatan pokok sistem pertahanan nasional harus terpenuhi. "Sekarang ini memang belum. Tapi, kami sedang menuju ke sana," katanya.

Saat ini Pal sedang menjalani proses menuju pembangunan kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) bekerja sama dengan galangan kapal asal Belanda, "Damen Schelde Naval Shipbuilding". "Kerja sama ini lebih menguntungkan bangsa Indonesia karena nantinya proses pembangunannya di sini," kata Dirut PT Pal Indonesia, Harsusanto, dalam acara tersebut.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menambahkan bahwa pembangunan PKR lebih rumit karena kapal tersebut tidak saja mampu melakukan pertempuran di permukaan, tetapi juga harus mampu melakukan pertempuran anti kapal selam. "Oleh karena itu kami mendukung upaya PT Pal agar PKR bisa dibangun di sini," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) itu.

Sumber : ANTARA

Serah Terima Kapal LPD KRI Banda Aceh-593

SURABAYA - Menhankam Purnomo Yusgiantoro (tengah) didampingi Menteri BUMN Mustafa Abubakar (kanan) dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri) berada diatas deck KRI Banda Aceh-593 saat serah terima di PT PAL Surabaya, Jatim, Senin (21/3). KRI Banda Aceh merupakan kapal keempat jenis Landing Platform Deck (LPD) yang mempunyai LPD 125 meter dengan daya angkut 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua dihangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank merupakan produksi PT PAL Indonesia untuk memperkuat armada laut TNI AL. FOTO : ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/Spt/11, DETIKFOTO




Sunday, March 20, 2011

LPD KRI Banda Aceh-593 Diserah Terimakan Besok


KRI Banjarmasin-592, Kapal sekelas dengan KRI Banda Aceh-593

JAKARTA - PT PAL Indonesia Senin (21/3) akan menyerah-terimakan kapal perang TNI AL jenis Landing Platform Dock (LPD) 125 meter. Seperti dikutip dari rilis yang diterima Bisnis, serah terima kapal LPD keempat pesanan Kementerian Pertahanan RI ini akan dijadwalkan diserahkan di dermaga Divisi Rekayasa Umum PAL Indonesia di Surabaya.

Serah terima dilakukan secara berantai dari PT PAL kepada Daewoo International Corporation sebagai main contractor kemudian diserahkan Daewoo kepada Kementerian Pertahanan.

Usai serah terima, kapal bernomor W000240 dengan lambung ganda (double bottom) dilengkapi bow thruster (pemecah gelombang) akan berganti nama menjadi KRI Banda Aceh-593 lengkap dengan komandan baru bagi 125 awak kapal.

Kapal telah menjalani uji coba layer untuk menjajal stabilitas, kecepatan hingga uji fungsi seluruh sistem. Pada uji coba tersebut, kecepatan kapal melampaui target 15 knots.

Kapal LPD ini merupakan kapal kedua dari dua kapal yang dipesan Kementerian Pertahanan berdasarkan alih teknologi Daewoo-Korea kepada PAL Indonesia, dimana kapal pertama (KRI Banjarmasin-592) telah diserahkan tahun lalu.

Total LPD 125 meter yang dipesan Kementerian Pertahanan berjumlah empat kapal, dua dibangun di Daewoo Korea Selatan, 2 sisanya dibangun PAL Indonesia.

Kapal LPD dirancang untuk mampu dipersenjatai oleh meriam 100mm dan dilengkapi ruang Combat Information Center untuk sistem kendali senjata yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pembelaan diri dengan komunikasi kapal ke kapal combatan untuk melindungi pendaratan dan pergelaran pasukan serta kendaraan tempur. Dan juga untuk pengendalian pendaratan helikopter.

Sumber : BISNIS.COM

Saturday, March 19, 2011

Upacara Pelepasan KRI Teluk Bayur-502

SURABAYA - Sejumlah prajurit TNI AL mengikuti upacara pelepasan KRI Teluk Bayur-502 di Dermaga Ujung Koarmatim, Surabaya, Jumat (18/3). Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) buatan Amerika Serikat tahun 1942 dan memperkuat TNI Angkatan Laut sejak 17 Juni 1961 tersebut resmi mengakhiri pengabdiannya sebagai KRI di unsur kekuatan TNI AL, ditandai dengan penurunan "ular-ular perang". Tampak foto lama KRI Teluk Bayur yang dahulunya bernama USS LST 572,1 Battle Star di Panta Omaha pada Perang Dunia II. Awalnya kapal ini aktif di Eropa tapi kemudian dialihkan ke front pasifik (Japan - China) dan ikut serta pada "Okinawa Gunto operation".FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ss/pd/11



KRI Dr.Soeharso-990 di Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise

MANADO - Sebuah helikopter mengangkut korban bencana untuk dirawat di kapal rumah sakit KRI Dr.Soeharso milik TNI AL di Teluk Manado, Sulut dalam rangkaian Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise, Jumat (18/3). KRI Dr.Soeharso diturunkan khusus dalam latihan ini guna melakukan berbagai operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana serta berbagai operasi di darat laut maupun udara termasuk evakuasi korban. FOTO: ANTARA/HO-Fouri Gesang/ss/pd/11, MANADO POST



Friday, March 18, 2011

Sertijab Komandan Denjaka

JAKARTA - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Mar. Alfan Baharuddin (tengah) bersama Komandan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang baru Kol (Mar) Suhartono (kanan) memeriksa senapan serbu HK-416 usai serah terima jabatan di Bhumi marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (17/3). Denjaka merupakan kesatuan elit TNI AL khusus penindakan anti teror aspek laut. FOTO ANTARA/SAPTONO/Spt/11.


Thursday, March 17, 2011

Kementrian Pertahanan dan BPPT Tandatangani MoU



JAKARTA - Dalam rangka mendukung Program Revitalisasi Industri Pertahanan serta pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan guna mewujudkan kemandirian sarana pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengkajian dan pengembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara.

MoU ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan Mardya TNI Eris Herryanto dengan Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar serta disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata serta Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (17/3) di kantor Kemhan, Jakarta.

Kesepakatan bersama ini bertujuan melaksanakan kerjasama pengkajian, penerapan dan pegembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara, sehingga dapat meningkatkan sistem pertahanan negara yang lebih tertata, terintegrasi dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi.

Ruang lingkup kerjasama meliputi, penelitian, pengkajian, penerapan dan pengembangan teknologi untuk sarana pertahanan, pemetaan teknologi untuk kebutuhan sarana pertahanan, pengkajian mengenai pembangunan dan pengembangan industri pertahanan, audit teknologi untuk industri dan sarana pertahanan dan kegiatan terkait lainnya yang dipandang perlu dan disepakati oleh kedua pihak.

Sedangkan bentuk kerjasamanya meliputi, pemanfaatan sarana prasarana yang sesuai dengan kebutuhan, bantuan dan pelayanan teknologi serta pendidikan dan pelatihan.

Selanjutnya dalam rangka merealisasikan kesepakatan bersama ini, kedua pihak setuju dan sepakat untuk membentuk tim yang terdiri dari wakil dari masing- masing pihak, untuk membahas setiap kegiatan yang disepekati oleh kedua pihak yang dijabarkan dan dituangkan dalam suatu perjanjian kerjasama tersendiri sesuai bidang kegiatan yang akan dikerjasamakan dengan mengacu pada MoU tersebut.

Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya mengatakan, maksud dan tujuan dari MoU ini adalah pertama untuk mensinergikan dua kementerian yaitu Kemhan dan Kemenristek dalam hal ini BPPT, kedua memberikan payung bagi langkah – langkah yang akan dikerjakan antara Kemhan dan BPPT terutama dalam pengkajian dan pengembangan Iptek teknologi pertahanan yang terus berkembang pesat dari waktu kewaktu, dan ketiga dalam rangka membangun kemandirian Alutsista TNI.

“Dengan dukungan dari BPPT kita harap, kedepan nanti ini kita akan dapat kita lakukan lebih cepat lagi untuk meningkatkan local content”, tambah Menhan.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, kerjasama antara Kemhan dan Kemenristek dalam hal ini BPPT secara konkrit kedepan dalam waktu dekat diantaranya adalah mewujudkan pembangunan 1000 Roket RHan 122 yang telah dicanangkan untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

Sementara itu, Kepala BPPT menegaskan bahwa BPPT siap mendukung program revitalisasi industri pertahanan. Dukungan yang dapat diberikan BPPT antara lain meliputi pertama melakukan audit teknologi pada sejumlah industri pertahanan strategis, kedua menyediakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pengujian produk Alutsista yang dikembangkan oleh industry pertahanan, ketiga memberikan solusi teknologi dengan mengembangkan produk – produk Alutsista yang dibutuhkan TNI, keempat memberikan layanan teknologi pada sistem jaringan informasi dan manajemen database di lingkungan Kemhan dengan aman dan cepat, dan kelima bersama Kemhan dan stakeholders lainnya membentuk sistem standarisasi dan akreditasi produk – produk pertahanan yang menjadi prioritas.

Lebih lanjut Kepala BPPT berharap, melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini nantinya akan lebih banyak lagi implementasi di dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi di bidang pertahanan yang dapat dilaksanakan bersama – sama.

Sumber : DMC

Direktur Rosoboronexport Kunjungi KSAL

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno menerima kunjungan kerja Direktur Rosoboronexsport Mr.Anatoliy Isaykin dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mr.Alexander A.Ivanov beserta Dubes RI untuk Rusia Hamid Awaludin di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/03).

Saat menerima kunjungan tersebut, KSAL didampingi Wakasal Laksdya TNI Marsetio, M.M, Asisten Logistik (Aslog) Laksda TNI Drs. Didik Suhari, Asisten Operasi (Asops) Laksda TNI Slamet Yulistiyono, Wakil Asisten Pengamanan (Waaspam) Laksma TNI Agus Heryana, Kepala Dinas Persenjataan dan Elektronika Angkatan Laut (Kadissenlekal) Laksma TNI Dwi Ujianto, dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Suryo Djati Prabowo.

Sumber : POSKOTA.CO.ID

Panglima TNI : Alutsista Marinir Akan di Perbaiki Kualitasnya Secara Bertahap

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI, Agus Suhartono, mengatakan bahwa Alutsista yang dimiliki Korps Marinir masih perlu perbaikan.

"Yang perlu diperbaiki adalah sepatu tank (roda wheel track) yang sudah rusak dan penambahan jumlah amunisi agar kemampuan prajurit dalam menembak dapat ditingkatkan," kata Panglima TNI disela-sela kunjungan kerja di Kompleks Korps Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (16/3).

Menurut dia, kunjungannya kali ini untuk mengetahui hasil pembinaan satuan tersebut selama setahun. "Dalam kunjungan ini, saya bisa melihat apa yang telah dilakukan prajurit, apa yang akan dipersiapkan dan mana saja yang membutuhkan perhatian," katanya.

"Secara jumlah, alutsistanya sudah cukup. Tapi, yang perlu ditingkatkan adalah kualitasnya," ujar Agus. Ia tidak menampik bahwa tank-tank Marinir memang sudah tua, seperti PT-76. Namun kita perpanjang usianya dengan "retrofit", sehingga masih layak untuk digunakan.


Tank angkut pasukan marinir, BTR-50

"Kemampuan tempurnya lebih baik. Tetapi kita menyadari, jika dihadapkan dengan perkembangan teknologi sekarang, memang harus ditingkatkan. Ini yang perlahan dan bertahap akan kita ganti," katanya.

Dalam kunjungannya di Korps Marinir, Panglima TNI menyaksikan atraksi-atraksi dan gelar pasukan yang dilakukan oleh prajurit Marinir.

Gelar kekuatan pasukan itu, terdiri dari satu batalyon tim pendarat yang diperkuat oleh unsur-unsur kesenjataan, baik infanteri, kavaleri, artileri maupun satuan tempur Korps Marinir, Amfibi.

Sumber : ANTARA

Team Aerobatik Jupiter Perkenalkan Warna Baru Pesawat

YOGYAKARTA - Penerbang dari Jupiter Aerobatik Team (JAT) TNI AU unjuk kebolehan menampilkan berbagai manuver menggunakan pesawat latih KT-1B Woong Bee, di Lanud Adisucipto, DI Yogyakarta, Rabu (16/3). Atraksi aerobatik dengan menggunakan pesawat propeller tersebut dalam rangka pengenalan warna baru pesawat latih milik JAT dari warna abu-abu menjadi warna merah-putih. FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A/ed/ama/11