Thursday, February 10, 2011

Para Menhan ASEAN Bahas Laut China Selatan

Hibah F-16 Belum Ada Keputusan

JAKARTA - Pertemuan Menteri Pertahanan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Defense Ministers Meeting/ADMM) akan berlangsung pada Februari ini. Isu Laut China Selatan akan menjadi topik pertemuan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Erris Herryanto, Rabu (9/2) di Jakarta.

ASEAN berencana membentuk tiga pilar komunitas pada tahun 2015, yaitu ekonomi, sosial-budaya, dan politik-keamanan. Untuk menuju ke sana, ADMM akan menyusun ASEAN Security Outlook untuk tiga tahun ke depan. Hal ini juga menjadi tugas Indonesia, yang pada 2011 menjadi tuan rumah ADMM.

Sejumlah tema utama yang dibahas adalah keamanan laut, kontraterorisme, manajemen bencana, pengobatan militer, dan penjaga perdamaian. Semua tema utama itu dianggap menjadi kepentingan semua negara ASEAN.

Erris mengatakan, pembahasan tentang keamanan maritim akan dipimpin oleh Malaysia dan Australia, sementara Indonesia berpasangan dengan AS untuk membahas antiterorisme. Sejumlah negara non-ASEAN juga akan ikut dalam ADMM ini, seperti Selandia Baru.

Erris juga menyampaikan perkembangan kerja sama berupa hibah pesawat tempur F-16 dari AS. Menurut Erris, hingga kini AS belum memberikan keputusan. Setelah tawaran itu diterima Pemerintah Indonesia, barulah Kementerian Pertahanan bisa membuat berbagai pertimbangan, termasuk tentang operasional dan anggaran. ”Kita masih tunggu keputusan AS,” katanya.

RI-Filipina

Dari Manado diberitakan bahwa Indonesia dan Filipina sepakat melaksanakan pengawasan intensif terhadap pelintas batas dan awak kapal yang melintasi wilayah perairan kedua negara. Operasi militer perbatasan kedua negara juga diperluas hingga perairan Tarakan, Kalimantan.

Ketua delegasi Indonesia, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Amril Amir, dan ketua delegasi Filipina, Panglima Militer Mindanao Mayjen Arthur Tabaquero, menyatakan hal itu kepada wartawan di Manado, Rabu.

Delegasi militer Indonesia dan Filipina melakukan pertemuan Komisi Perbatasan Ke-29. Rombongan pejabat militer Filipina sebanyak 15 orang kemarin langsung kembali ke Manila melalui Davao setelah berada dua hari di Manado.

Sumber : KOMPAS

No comments: