Tuesday, June 29, 2010

Kerjasama dengan Turki, CN 235 akan Dimodifikasi

ANKARA - Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat melakukan kerjasama bilateral di bidang industri pertahanan. Di antaranya, Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) akan membantu memodifikasi pesawat terbang Turki untuk keperluan patroli maritim.

Selain itu, Indonesia juga menjajaki untuk bisa mendapatkan perangkat komponen pesawat tempur jenis F16, Hercules dan keperluan pertahanan lainnya. Nota kerjasama ini dilakukan sebagai rangkaian kerja dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Turki pada 27-28 Juni.

"Indonesia akan membantu memodifikasi pesawat sejenis CN235 milik Turki untuk dijadikan pesawat patroli maritim. Ini patut kita banggakan karena industri pesawat terbang kita mendapat pengakuan dari negara seperti Turki," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Ankara, Turki, Senin malam waktu setempat (28/6).

Bagi Indonesia, tambah Purnomo, kerjasama ini tergolong penting mengingat Turki merupakan negara anggota pakta pertahanan atlantik utara (NATO) yang memiliki persenjataan yang cukup maju. Teknologi industri pertahanan negara yang juga anggota G20 ini termasuk yang terbaik di dunia, mengingat persenjataan yang dimiliki Turki masuh dalam nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.


F-16 AU Turki

Selain membantu memodifikasi pesawat patroli maritim, Indonesia juga menjajaki bisa mendapatkan komponen atau suku cadang untuk pesawat tempur F16 yang selama ini masih tergantung dari produsen asal pesawat tersebut, yaitu Amerika Serikat. "Turki sudah bisa membuat F16. Ini harus kita manfaatkan agar kita bisa mendapat kemudahan untuk mendapat komponen pesawat. Selama ini, komponen pesawat F16 kita tergantung AS, dan kalau diboikot pasti kita akan kesulitan merawat dan memperbaiki pesawat F16 milik kita," kata Purnomo yang juga baru mengunjungi pasukan perdamaian Indonesia yang berada di Libanon.

Menurutnya, bukan tanpa alasan jika Turki memiliki industri pertahanan yang sangat maju mengingat letak Turki yang strategis berbatasan dengan negara-negara Asia dan Eropa. "Karena posisi yang diapit banyak negara dan berpotensi konflik di perbatasan, maka Turki mengembangkan industri pertahanannya dengan sangat maju," kata mantan menteri enetrgi dan sumber daya mineral ini.

Sumber : TEMPO INTERAKTIF

Monday, June 28, 2010

AS Bantu Perlengkapan Radar RI

BATAM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan perlengkapan alat radar kepada Kementrian Pertahanan RI yang akan digunakan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam.

"Bantuan diberikan kepada Kemenhan, namun nantinya akan dipergunakan oleh Lanal Batam," kata Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Ade Supandi di Batam, Senin (28/6).

Ia mengatakan, bantuan tersebut dijadwalkan akan diberikan di Markas Komando Lanal Batam, pada Selasa (29/6) yakni berupa perangkat integrated maritime system. Sistem ini terdiri dari beberapa unit, diantaranya radar.

Radar akan dipasang untuk memantau dan mengawal keamanan Selat Malaka, katanya. "Bantuan akan diterima Irjen Dephan, lalu diserahkan kembali untuk dipergunakan Lanal Batam," katanya menambahkan.

Sumber : ANTARA

Pasukan Marinir-1 Peringati Hari Anak

SURABAYA - Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra secara resmi membuka acara Hari Anak tahun 2010 di lapangan Apel Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Minggu (27/6).

Sediktnya 3.000 anak yang merupakan putra putri prajurit Marwiltim mengikuti kegiatan itu, berbagai acara ditampilkan diantaranya Terjun Payung, Marching Band Genderang Suling Gita Jala Taruna dari AAL, Tari Tradisional, Peragaan pakaian Taruna AAL, Peragaan pakaian prajurit Taifib, Lomba mewarnai, Lomba Menyusun Gambar (Pusle), pameran senjata, Bazaar dan hiburan Band yang dipandu oleh Ria Enez.

Hari itu ditampilkan demo Terjun Payung dari 17 peterjun Taifib-1 Mar, para penerjun menampilkan kemampuannya membentuk Canopy Relatif Work (CRW) yaitu turun dengan cara bersusun.Dalam kegiatan ini juga digelar beberapa material tempur yang dimilik Korps Marinir diantaranya Tank AMX PAC, Tank AMX PM, Roked Grad, Meriam Howitzer 122 mm dan 105 mm.

Sumber : MARINIR



Peraturan Presiden Tentang KKIP Sudah Ditandatangani



BANDUNG - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herriyanto S.Ip, M.A, mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) tentang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sudah ditandatangani oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono minggu lalu. KKIP mengemban tugas untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan.

“Perpres tentang KKIP sudah ditandatangani minggu lalu dan sekarang Kemhan sedang menyiapkan personel, tempat sekretariat dan mekanismenya”, ungkap Sekjen Kemhan saat mempimpin rapat koordinasi antara penentu kebijakan, pengguna dan produsen bidang Alutsista ke XI, Jum’at (25/6) di PT Len Industri (Persero), Bandung.

Lebih lanjut Sekjen mengatakan, setelah dilaksanakan workshop revitalisasi industri pertahanan pada akhir tahun lalu, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 01 tentang Percepatan Pembangunan.

Inpres tersebut mengamanatkan beberapa point yang berkaitan dengan Kemhan antara lain pembetukan KKIP, penyusunan RUU Industri Pertahanan, pembuatan rencana induk dan roadmap revitalisasi industri pertahanan, Penelitian dan Pengembangan yang hasilnya digunakan untuk memenuhi peralatan pertahanan dan keamanan dalam negeri dan pengadaan Alutsista industri dalam negeri dengan menggunakan pinjaman dalam negeri.

Terkait dengan KKIP, Sekjen menjelaskan bahwa KKIP nantinya akan diketuai oleh Menhan dan sebagai Sekretarisnya adalah Wamenhan. Karena Perpresnya sudah keluar, kemungkinan dalam waktu dekat KKIP ini akan sudah mulai berjalan.

Untuk itu, melalui pertemuan tersebut, Sekjen Kemhan mengharapkan kepada pihak yang terkait untuk dapat memberikan masukan kepada Kemhan tentang apa yang diharapkan baik oleh pengguna maupun produsen untuk bagaimana KKIP ini kedepan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Sementara itu, terkait dengan penyususnan RUU Industri Pertahanan, Sekjen Kemhan mengatakan pada tahun ini Kemhan diminta untuk menyiapkan naskah akademik dan naskah Undang Undangnya, sehingga diharapkan pada tahun 2011 RUU Industri Pertahanan sudah dapat masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Diharapkan nantinya Undang Undang tentang Industri Pertahanan tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan industri pertahanan kedepan.

Kebijakan Terhadap Kemandiriaan Industri Pertahanan Nasional

Lebih lanjut Sekjen menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Menhan sangat pro terhadap kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Kebijakan tersebut diantaranya bahwa setiap pengadaan Alutsista TNI diharapkan dapat mengikutsertakan industri nasional baik BUMN maupun swasta dalam pengadaan Alutsista untuk diproduksi di dalam negeri.

Selain itu, dalam setiap pengadaan hendaknya mengikutsertakan beberapa syarat lainnya untuk diajukan kepada para penyedia barang antara lain lisensi menjadi milik Kemhan dan manajemenennya dikendalikan oleh Kemhan.

Dengan adanya kebijakan Menhan yang pro terhadap kemandirian industri pertahanan dalam negeri tersebut, lebih lanjut Sekjen Kemenhan menghimbau kepada pihak terkait baik pengguna dalah hal ini TNI maupun produsen dalam hal ini industri pertahanan dalam negeri, untuk dapat mengimbangi kebijakan yang diberikan oleh Menhan tersebut. Dengan demikian proses peningkatan kemandirian indusrti dalam negeri akan berjalan lebih cepat.

Rakor yang dilaksanakan secara rutin tiap tiga bulan tersebut dihadiri oleh tiga pemangku kepentingan yang berkaitan dengan Alutista yang diperlukan oleh Tentara Nasional Indonesia(TNI). Tiga pemangku kepentingan tersebut antara lain pihak penentu kebijakan, pihak produsen dan pihak pengguna. Pihak penentu kebijakan terdiri dari Kemeneterian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Bappenas dan sejumlah instansi pemerintan terkait lainnya.

Sedangkan produsen dalam hal ini adalah Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) yaitu PT Pindad, PT.PAL, PT DI, PT LEN, dan sejumlah industri pertahanan dalam negeri lainnya. Sementera itu pihak pengguna antara lain TNI dan Polri. Selain ketiga pihak pemangku kepentingan tersebut, hadir pula sejumlah perwakilan dari akademisi.

Sumber : DMC

31 Roket Diluncurkan



YOGYAKARTA - Sebanyak 31 roket berhasil diluncurkan dalam Kompetisi Roket Indonesia 2010 yang diselenggarakan di Pantai Pandansimo, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (27/6). Kompetisi tersebut diikuti 31 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Roket tersebut masing-masing panjangnya 1,2 meter dan diameter 70 mm. Daya jangkauan maksimum 700 meter dan pencapaian ketinggian bisa 400 meter. Peluncuran dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), sedangkan mahasiswa peserta kompetisi menyiapkan muatan roket berupa alat sensor untuk mengukur suhu udara, kelembaban, dan akselerasi roket. Data kemudian dikirimkan ke stasiun pemantau.

Data kemudian dicocokkan dengan data lain yang dimiliki Lapan. Tim yang mencapai tingkat akurasi tertinggi merupakan tim yang akan menang.

Kebangkitan roket

Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata menyebutkan, kompetisi ini sebagai ajang kebangkitan roket Indonesia. Kebangkitan itu ditandai pula pada awal 2011 nanti, Lapan akan meluncurkan roket hingga ketinggian 630 kilometer. Peluncuran ini untuk mengorbitkan Satelit Lapan-Orari sebagai satelit mitigasi bencana, yaitu satelit kembar dengan orbit ekuatorial yang mengantisipasi terputusnya saluran telekomunikasi saat terjadi bencana di Indonesia.

”Pengembangan roket ini bukan terletak pada persoalan ketertinggalan atau ketidakmampuan kita, tetapi pada sinergi dana ataupun institusinya. Sekarang bisa diwujudkan dan sekarang ini masa kebangkitan roket Indonesia,” kata Suharna kepada wartawan setelah membuka Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional Suryo Hapsoro menyebutkan, untuk menunjang kegiatan Korindo ini, kementeriannya mengalokasikan dana Rp 1,2 miliar.

Korindo diawali pada 2007 sebagai hasil kerja sama Lapan dengan TNI Angkatan Udara, Universitas Gadjah Mada, dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Kementerian Pendidikan Nasional mulai bergabung pada 2009. Sinergi dana ataupun sumber daya manusia di antara berbagai institusi terkait semacam ini yang diharapkan Suharna.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengungkapkan, minat generasi muda terhadap peroketan kini mulai meningkat.

Soewarto mengatakan, penilaian Korindo 2010 mengacu pada rekayasa mahasiswa dalam membentuk muatan nano di bawah 5 kilogram berisikan teknologi sensor meteorologi. Roket pembawa muatan disiapkan Lapan dengan bahan bakar propelan yang dibikin Lapan sendiri.

Sumber : KOMPAS

Thursday, June 24, 2010

Fast Rope at Interoperability Field Training Exercise 2010

SITUBONDO - Sebuah heli Chinox milik Marinir Amerka saat melakukan "Fast Rope" di Puslatpur Marinir Karangtekok, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (24/6). "Fast Rope" merupakan penerjunan pasukan menggunakan tali yang turun dari heli dalam rangkaian latihan bersama antara Marinir Indonesia dan Amerika dengan sandi Interoperability Field Training Exercise (IIP-FTX Marex) 2010. FOTO ANTARA/Seno S./ss/mes/10.

Pesawat Latih KT-1 "Wongbee" Jatuh

DENPASAR - Seorang petugas melintas di dekat puing mesin pesawat latih "Wong Bee" yang telah dibungkus penutup di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (24/6). Satu dari empat pesawat latih buatan Korea itu jatuh saat melakukan "joy flight" di Bandara Ngurah Rai dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana//Koz/mes/10.




Video Berita : Pesawat Latih TNI AU Terbakar

Anggaran TNI masih Defisit hingga 2015

JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardoyo mengatakan, anggaran sektor pertahanan hingga 2015 masih mengalami defisit hingga Rp50 triliun terutama untuk mendukung pengadaan alat utama sistem senjata.

"Mungkin sekitar Rp50 triliunan dalam lima tahun, dan itu bukan sesuatu yang besar. Kita harus punya rencana APBN yang baik. Kita tidak bisa mengeluarkan suatu investasi kementerian tetapi tidak diimbangi penerimaan yang berkesinambungan dan sehat," katanya di Jakarta, Rabu (23/6).

Usai menghadiri rapat tentang alat utama sistem senjata TNI yang dipimpin Wakil Presiden Boediono, Agus mengatakan, pihaknya optimis dapat memenuhi anggaran belanja alutsista tersebut.

Ia menambahkan, untuk 2011 pemerintah menganggarkan alokasi dana untuk alutsista sebesar Rp 7 triliun.

"Kalau kita bisa meningkatkan penerimaan negara dengan baik, baik itu pajak atau non pajak, penerimaan sumber daya alam itu (anggaran) sesuatu yang optimistis ke depan," ujar Agus.

Pada kesempatan yang sama Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, dalam rapat tersebut dibahas kebijakan tentang kekuatan pokok minimun TNI terkait keterbatasan anggaran pemerintah di sektor pertahanan.

Rapat dihadiri pula Menko Polkam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Menko Ekonomi Hatta Rajasa.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Wednesday, June 23, 2010

Perancangan Satelit Nano Ajak Mahasiswa

Siapkan Bibit Unggul di Bidang Teknologi Dirgantara

JAKARTA - Kemampuan mahasiswa Indonesia dalam teknologi mekatronika—terutama robotik—di dunia terbukti dalam kemenangan di beberapa kancah kompetisi internasional. Karena itu, mereka akan dilibatkan dalam perancangan muatan roket dan pembuatan satelit nano.

Hal ini disampaikan Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, dalam jumpa pers tentang Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010.

Korindo ketiga ini digelar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Kemdiknas, Universitas Gadjah Mada, dan Kabupaten Bantul di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. 26-28 Juni 2010.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengatakan, dalam perancangan satelit nano oleh kalangan mahasiswa, peneliti Lapan akan memberikan pelatihan dan pendampingan.

Lapan sendiri saat ini lebih memfokuskan pada perancangan satelit mikro yang berbobot 10 kg hingga mendekati 100 kg. Adapun satelit nano berukuran di bawah 10 kg.

Dalam program pendidikan dan pelatihan perancangan satelit nano itu, Suryo mengharapkan hasilnya telah dapat dicapai tahun 2014.

Satelit nano ini, kata Soewarto, dapat ditumpangi bersama satelit mikro Lapan A-2 dan Lapan A-3 (Lapan-Orari) pada roket India yang akan diluncurkan pada 2014.

Dihubungi di tempat terpisah, Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun mengatakan, satelit kembar Lapan tersebut pada hari Minggu (20/6) berhasil meluncurkan roket untuk uji komponen multimisi di Pamengpeuk, Banten. Peluncuran ini pada ketinggian suborbital–satu tahap menuju orbit.

Dalam uji terbang, sinyal satelit Lapan-Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dapat diterima para anggota Orari yang berada di Lampung dan Bali.

Kompetisi rancang bangun


Korindo 2010 yang diadakan setiap tahun merupakan ajang kompetisi di bidang rancang bangun muatan roket bagi mahasiswa Indonesia yang bertujuan menyiapkan bibit unggul di bidang teknologi dirgantara, khususnya peroketan.

Kompetisi tahun ini, kata Endro Pitowarno, bertema Homing Meteo Payload, yakni rancang bangun payload (muatan roket) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan setelah terpisah dari roket peluncur. Dalam hal ini mereka dituntut untuk merancang sistem propeler dan kendalinya.

Korindo 2010 akan diikuti 53 tim dari 38 peserta yang kemudian diseleksi hingga tinggal 40 tim. Kompetisi ini terdiri tiga tahap seleksi, yaitu uji fungsional muatan, uji terbang muatan, dan presentasi data hasil uji terbang.

Untuk pertama kalinya, kompetisi ini akan disaksikan pengamat dari Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF), dari Jepang dan Malaysia.

Korindo 2010 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Lapan, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan institusi Akademi Angkatan Udara.

Sumber : KOMPAS

Interoperability Field Training Exercise 2010

SITUBONDO - Sejumlah prajurit Marinir Indonesia dan Amerika melakukan patroli tempur di hutan Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa, (22/06). Kegiatan ini merupakan rangkaian latihan bersama antara Marinir Indonesia dan USMC dengan nama Interoperability Field Training Exercise (IIP-FTX Marex ) 2010. FOTO ANTARA/Serda Mar Kuwadi/sen/ed/ama/10.



Monday, June 21, 2010

Kemenhan Lakukan Uji Tembak Roket Muatan

GARUT - Kementrian Pertahanan (Kemenhan) akan melakukan uji peluncuran 10 roket uji muatan (RUM) berhulu ledak tinggi di Baturaja, Sumatera Selatan, pada Oktober 2010 nanti.

Ujicoba itu dilakukan untuk mendukung upaya perlengkapan peralatan pertahanan negara.

"Jumlahnya 10 roket yang akan kita luncurkan, empat roket berhulu ledak, sedangkan sisanya kosong," ujar Kepala Depertemen Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Republik Indonesia Pos M Hutabarat, di Garut, Minggu (20/6).

Menurutnya, rencana peluncuran roket tersebut dilakukan guna menilai kesanggupan negara mengurangi sejumlah pasokan peralatan perang yang selama ini kerap didominasi pasokan dari luar.

"Kita itu mampu untuk membuat. Sekarang kita berupaya bagaimana kita bisa menciptakan roket sendiri," kata Pos Hutabarat.

Lebih jauh Pos Hutabarat mengatakan, roket yang akan diujikan nanti memiliki tiga jangkauan, yakni 12 kilometer, 20 kilometer, serta 30 kilometer. Sementara mengenai peluncurannya akan dilakukan bertahap sesuai daya jangkau roket tersebut.

"Peluncurannya bertahap. Satu roket berhulu ledak, kemudian satu roket kosong," kata dia.

Daerah Baturaja dipilih karena dinilai sangat cocok. Pasalnya, daerah tersebut cukup aman dari jangkauan penduduk yang cukup rendah.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Pusat Soewarto Herdhienata mengatakan, ada dua kategori roket yang bisa diluncurkan oleh lembaga peluncuran milik negara seperti Lapan. Yang pertama, kata dia, bersifat jangka panjang dan lebih berdasarkan kemanusiaan. Sementara yang kedua lebih pada aspek keamanan, sehingga roket yang diluncurkan memililiki hulu ledak.

Sumber : OKEZONE

Indonusa Marine Exercise 2010

SITUBONDO - Dua personil Marinir Amerika memakan nasi dan belalang saat" jungle's survival" di Perkebunan Baluran Indah, Wonorejo, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (20/6). Seorang intruktur juga meberikan penjelasan tentang hewan biawak. "Jungle's survival "merupakan cara bertahan hidup di hutan dalam rangkaian latihan bersama yang bersandi "Indusa Marex" (Indonesia-Usa Marine Exercise). FOTO ANTARA/Seno S./ss/mes/10.





Selain Jungle Survival juga dilakukan latihan pendaratan beberapa kendaraan ampibi Assoult Amphibious Vehicles (AAV) antara Korps Marinir Indonesia dan Marinir Amerika di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (19/6). Latihan bersama tersebut merupakan latihan tempur manuver lapangan dengan kegiatan taktis dari pantai pendaratan sampai operasi taktis di darat. FOTO ANTARA/Seno S./ss/ama/10.







Friday, June 18, 2010

12 Kapal LST TNI AL Segera Dimusnahkan


KRI Teluk Sampit-515, eks LST Tacoma type (AS)

SURABAYA - Sebanyak 12 unit kapal perang dan 16 unit pesawat milik TNI Angkatan Laut (AL) akan dimusnahkan untuk kemudian digantikan dengan armada baru.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono, di Surabaya, Jumat (18/6), mengatakan, pemusnahan kapal dan pesawat sudah masuk dalam cetak biru (blue print) program pembangunan kekuatan armada dan personel TNI AL periode 2010-2014.

"Untuk tahap pertama ini ada empat unit kapal perang dari 12 yang akan kami hapus. Semua kapal yang kami hapus tersebut jenis LST (landing ship tank) buatan Amerika Serikat tahun 1942," katanya seusai memimpin upacara serah terima jabatan Pangarmatim dan Gubernur AAL.

"Meskipun dihapus, tidak mengurangi kekuatan armada TNI-AL karena kami juga telah membangun kapal-kapal perang jenis LST dan LDP (landing dock platform)," katanya menambahkan.

Demikian halnya dengan pesawat udara milik TNI AL. Dari 21 unit pesawat jenis Nomad, hanya lima unit yang dipertahankan untuk kegiatan latihan.

Ia mengemukakan, kapal dan pesawat yang sudah tua itu sudah tidak ekonomis lagi untuk dioperasikan karena biaya perawatannya sangat tinggi sehingga menjadi prioritas utama untuk dimusnahkan. "Untuk kru, nanti bisa mengawaki kapal atau pesawat yang baru," katanya.

Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian. "Kemudian, bagian-bagian itu dilebur dan dijual. Dan, hasil penjualannya dikembalikan kepada negara," katanya.

Sumber : KOMPAS

KSAU Bertemu Wakil Industri Pertahanan Korsel

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat, Kamis (17/6), menerima kunjungan delegasi Director General For Defence Industry Promotion DAPA Korea Chang Gon Choi di Cilangkap, Jakarta. Sehari sebelumnya, Chang Gon Choi menghadiri forum pertemuan tahunan Joint Committee and Logistic Meeting di Kementerian Pertahanan dengan salah satu agenda pembahasan rancangan kerja sama pengembangan produksi pesawat tempur KF-X.(EDN) Sumber : KOMPAS

KSAL : Fungsi Penerbangan TNI-AL Belum Maksimal


TNI AL Cassa-212 MPA

SIDOARJO - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Agus Suhartono, mengatakan bahwa hingga kini fungsi dan peran Pusat Penerbangan TNI-AL belum maksimal.

"Kami menyadari kemampuan penerbangan TNI-AL relatif masih kecil sehingga belum mampu melaksanakan enam fungsi Penerbangan TNI-AL," katanya dalam upacara Hari Ulang Tahun Ke-54 Penerbangan di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (17/6).

Enam fungsi Penerbangan TNI-AL itu adalah peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan, pengamatan laut terbatas, intai maritim, pendaratan pasukan darat lintas helikopter, dan dukungan logistik cepat.

"Belum lagi terjadinya beberapa musibah yang mengakibatkan institusi TNI harus kehilangan alusista dan personel penerbangan yang profesional di bidangnya," katanya.

Oleh sebab itu, KSAL meminta kepada jajaran Penerbangan TNI-AL untuk selalu melakukan evaluasi kesiapan teknis alustista dengan memperhatikan aspek keselamatan guna mewujudkan program zero accident.

Dalam catatan sejarah, Penerbangan TNI-AL telah berperan besar dalam berbagai pertempuran laut, seperti Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Jayawijaya, Penumpasan PGRS/Paraku, Operasi Seroja, dan Operasi Surya Bhaskara Jaya.

Selain itu, Penerbangan TNI-AL juga berperan dalam tugas-tugas kemanusiaan, seperti bencana gempa bumi dan tsunami di Nangroe Aceh Darussalam dan Nias serta bencana alam lainnya di Tanah Air.

Sumber : ANTARA

Thursday, June 17, 2010

HUT Ke-54 Penerbangan TNI AL

SURABAYA - Sebuah pesawat Casa 212 milik Skuadron Udara 600 melakukan manuver rendah untuk menentukan koordinat posisi pesawat Nomad yang jatuh, saat atraksi SAR Tempur, usai upacara HUT Ke-54 Penerbangan TNI AL di Apron Lanudal Juanda, Surabaya, Kamis (17/6).

Tampak pula KSAL, Laksamana TNI Agus Suhartono tengah menyimak penjelasan pilot Mayor Laut (P) Ludi saat diterangkan mengenai bagian dari pesawat heli jenis Bell-412. Rencananya KSAL akan mendapat penyematan brevet sebagai warga Penerbangan TNI AL di acara kali ini.Kegiatan yang diikuti seluruh unsur TNI AL tersebut melibatkan sejumlah pesawat pengintai Nomad, pesawat angkut Casa, pesawat latih Tobago dan pesawat heli. FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/pd/10.




TNI AL Pesan 2 unit CN-235MPA


CN-235MPA

SURABAYA – Seiring rencana mengistirahatkan seluruh pesawat Nomad, TNI AL bakal memperbarui armadanya. Rencananya, TNI AL akan kembali memesan dua pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Penambahan dua pesawat itu merupakan pesawat pengganti Nomad di-grounded atas pertimbangan usia dan kelaikan terbang.

Selanjutnya Nomad akan difungsikan sebagai pesawat latihan pilot TNI AL. Asisten KSAL Bidang Perencanaan dan Anggaran Laksamana Muda TNI Among Margono SE mengatakan, proses pengadaan pesawat tersebut sudah dalam proses. Namun, dia tidak menyebut jumlah anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan pesawat.

”Ini masuk program pengadaan alutsista yang dijadwalkan terealisasi pada 2014,” ujar Among Margono yang akan melepaskan jabatannya sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Rabu (16/6) kemarin. Selain pengadaan pesawat maritim CN-235, program pengadaan alutsista lainnya mencakup pemesanan dua kapal selam dan pembuatan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dari Galangan Kapal dalam Negeri.

”Pastinya, kita membutuhkan peningkatan operasi. Sementara alutsista kita masih sangat terbatas,”urainya. Perwira dengan dua bintang di pundaknya ini kemarin melakukan inspeksi laut sebelum serah terima jabatan (Sertijab) Pangarmatim.

Saat inspeksi laut,Laksamana Muda TNI Among Margono didampingi Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto menggunakan KRI Mulga-832. Kapal yang dikomandani Mayor Laut Dickri Rizanni tersebut dikawal dua kendaraan tempur air Sea Rider dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim. KRI Mulga-832 bertolak dari Dermaga A menuju Dermaga Ujung, kemudian menginspeksi jajaran KRI yang sandar di Dermaga Penjelajah dan Dermaga Semampir.

Sumber : SEPUTAR INDONESIA

Joint Committee and Logistic Meeting XVII, RI – Korea Selatan

JAKARTA – Sejak ditandatanganinya deklarasi bersama kemitraan Strategis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea Selatan (Korsel) oleh Presiden kedua negara pada tahun 2006, masing-masing pihak berkomitmen untuk mengembangkan kerjasama di berbagai bidang.

Khusus kerjasama dibidang pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Pertahanan Nasional Republik Korsel juga terus memantapkan diri untuk meningkatkan program kerjasama yang sudah ada maupun yang belum terjalin. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan kedua negara ini kembali menyelenggarakan forum pertemuan tahunan Joint Committee and Logistic Meeting yang Ke – XVII tahun 2010, Rabu, (16/6) di Kantor Kemhan RI, Jakarta.

Sebelumnya pada bulan Juli tahun 2009 yang lalu Kemhan RI dan Kemhan Republik Korea Selatan juga telah berhasil menyelengarakan pertemuan Logistic Meeting XVI di Kota Seoul, Korea Selatan.

Forum Joint Committee and Logistic Meeting yang Ke – XVII yang di adakan saat ini langsung dibuka oleh sambutan tertulis Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Marsdya TNI Eris Herryanto, M.A, yang dibacakan oleh Sesditjen Ranahan Kemhan RI, Laksma TNI Susilo.

Kerjasama Pertahanan

Dalam sambutannya, Sekjen Kemhan mengatakan didalam deklarasi bersama kemitraan strategis tahun 2006, khusus menyangkut bidang pertahanan telah menitik beratkan kepada pentingnya untuk mempromosikan dan memfasilitasi kerjasama dalam produksi, alih teknologi dan bentuk rencana kerjasama lainnya.

Sekjen menambahkan, hal tersebut yang pada prosesnya juga dapat dilakukan masing-masing pihak baik melalui imbal beli, maupun pemasaran bersama antar kedua negara.


Pesanana CN-235MPA dari AL Korea Selatan tengah dikerjakan PTDI

Diutarakan juga oleh Sekjen Kemhan RI, bahwa melalui logistic meeting sebelumnya kedua kementerian pertahanan, telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan kerjasama pertahanan. Hal tersebut ditandai dengan semakin meningkatnya kerjasama produksi, pemeliharaan, hibah dan proses alih teknologi alutsista.
Terkait pentingnya proses kerjasama alih teknologi atau Transfer Of Technology (ToT) kedua negara, Sekjen Kemhan RI menjelaskan proses tersebut akan dapat mendorong peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri untuk menghasilkan produk yang sesuai spesfikasi yang diajukan oleh TNI sebagai user.

Sekjen Kemhan berharap melalui kegiatan pertemuan Joint Committee and Logistic Meeting kali ini lebih dapat meningkatkan kerjasama yang sudah ada, sehingga lebih berimbang dalam hal volume produksi bersama, alih teknologi maupun nilai ekonomisnya sehingga membawa hasil yang bermanfaat bagi kedua negara.

“Saya mengharapkan dalam logistic meeting ini terdapat interaksi dan komunikasi yang dapat dilakukan kedua pihak agar dapat kita jadikan wahana untuk saling membangun inspirasi dan selanjutnya mengembangkan dan meningkatkan kerjasama yang konstruktif antara pemerintah dan industri pertahanan kedua negara,” Harap Sekjen Kemhan RI.

Kerjasama Pengembangan KF-X, Ranpur dan Radio Komunikasi

Adapun beberapa perhatian yang menjadi agenda dalam pertemuan Logistic Meeting XVII mencakup pembahasan draft Memorandum of Understanding MoU terkait beberapa kerjasama bidang industri pertahanan. Salah satunya adalah, draft MoU kerjasama pengembangan produksi pesawat Fighter KF-X, Draft MoU Mutual Logistic Support dan draft MoU Jaminan Kualitas Asuransi dari pada sistem pengadaan barang dan jasa.

Disamping pembahasan draft MoU, Forum Joint Committee and Logistic Meeting yang Ke – XVII juga membahas rencana kerjasama terkait sistem pengadaan melalui alih teknologi atau Transfer Of Technology (ToT), dan maintenance beberapa peralatan sistem senjata seperti Ranpur Amphibi, Panser Kanon dan Kapal Selam. Kerjasama ToT ini juga mencakup sistem alat komunikasi (Radio System Project) antara PT. LEN Indonesia dengan LIG Net 1.

Pada kesempatan pertemuan Joint Committee and Logistic Meeting yang Ke – XVII tahun ini, Delegasi Kementerian Pertahanan Korea Selatan diketuai oleh Direktur Jenderal Biro Promosi Industri Pertahanan, Program Akuisisi Pertahanan Administrasi (Director General For Defense industry Promotion of Defense Acquisition Program Administration / DAPA ) Dr. CHOI Chang-gon. Sedangkan delegasi Kementerian Pertahanan RI di ketuai oleh Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Eris Herryanto, M.A.

Turut hadir dalam Joint Committee and Logistic Meeting yang Ke – XVII RI – Korsel, beberapa perwakilan dari industri pertahanan strategis dari kedua negara, diantaranya PT, Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. LEN, Doosan DST, LIG Next 1, dan Daewoo.

Sumber : DMC

Simulasi Latihan Pratugas SAR Unsur KRI Koarmatim

SURABAYA - Foto diambil dari helikopter Bolcow-105, Dua Kapal Perang melakukan metode bujur sangkar meluas (square) dengan luas 16 Nm dalam pencarian korban Kapal Motor (KM) Joko Tingkir yang tenggelam di sekitar tanjung Jangkar, kawasan Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu(16/6). Ini merupakan serangkaian simulasi latihan Pratugas SAR Unsur KRI Koarmatim yang tergabung unsur dari 4 Kapal perang (KRI Teluk Penyu, KRI Pulau Rupat, KRI Untung Suropati, dan KRI Singa), 1 Helikopter Bolcow-105, 1 Tim Kopaska, dan 1 Tim SAR, dengan tujuan memantabkan operasi SAR jika sewaktu-waktu ada kecelakaan. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ss/pd/10.

TNI AL Komitmen Menambah Alutsista

SURABAYA - Combat Boat milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, melintas di depan jajaran kapal perang di bawah komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim), di perairan Surabaya, Rabu (16/6). Mabes TNI AL menyusun rencana strategis jangka panjang selama lima tahun ke depan, diantaranya pengadaan sejumlah alutsista baru (dua unit kapal selam pada 2014, sejumlah kapal perang dan pesawat udara). Pengadaan tersebut untuk mengganti alutsista lama yang sudah tidak digunakan. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/10