Friday, April 30, 2010

PT Pindad Jual 32 Panser Anoa Bermesin Benz ke Malaysia



BANDUNG - PT Pindad dalam waktu dekat akan menjual 32 unit peralatan tempur jenis panser kepada Malaysia. Bersama Departemen Pertahanan, perusahaan itu juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa negara lain.

Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, Jumat (30/4), mengatakan penjualan sebanyak 32 unit panser ke Malaysia tinggal menunggu kesepakatan akhir yang rencananya baru akan dilakukan Mei 2010 mendatang.

Sedangkan mengenai rencana kerja sama (penjualan) panser ke Vietnam dan Filipina, dilakukan karena kedua negara itu mengaku tertarik dengan panser produksi PT Pindad. "Untuk sementara ini masih dalam tahap penjajakan," jelasnya.

Ia menjelaskan, penjualan panser ke sejumlah negara merupakan bukti keseriusan PT Pindad untuk mendominasi pasar regional Asia Tenggara, sekaligus mendongkrak penjualan peralatan tempur jenis panser.

Menurut Adik, hingga saat ini panser pesanan Malaysia masih dalam proses uji coba dengan beberapa komponen, seperti mesin, sistem pendingin, dan transmisi, masih perlu disempurnakan

Panser pesanan Malaysia, katanya, perangkat mesinnya tidak lagi menggunakan buatan Renault, melainkan menggunakan mesin Mercedes-Benz. "Karena Renault kini menjadi pesaing PT Pindad dalam memasok kendaraan ke Malaysia, sehingga harus mengganti komponen mesin," ujarnya.

Namun demikian, PT Pindad belum memastikan apakah panser yang akan dijual ke Malaysia akan menggunakan mesin Benz. Adik mengemukakan ada dua pilihan mesin yang akan dipakai untuk panser tersebut, yaitu Mercedes-Benz atau Deutz yang hampir sama dengan mesin Renault berkapasitas 7.000 cc dan berkekuatan 320 tenaga kuda.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Open House Pindad

BANDUNG - Sejumlah anak menaiki panser 6x6 saat acara open house PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat , (30/4). Acara open house dalam rangka HUT Pindad yang ke 27 tersebut untuk memperkenalkan sejumlah produk senjata dan kendaraan khusus militer kepada masyarakat luas. FOTO ANTARA/Rezza Estily/ss/pd/10.


Menhan Kunjungi Pulau Terluar Miangas



MANADO - Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, mengunjungi pulau terluar Miangas, di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Sulut) 30 April 2010-1 Mei 2010, dalam rangka memantau kondisi keamanan di bagian utara Indonesia itu.

"Kunjungan Menhan itu sekaligus meresmikan prasasti Pertahanan Indonesia di bagian utara Indonesia, sebagai bentuk pengakuan kedaulatan bangsa Indonesia," kata Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut, Christian Sumampouw, di Manado, Jumat.

Menhan yang didampingi Gubernur Sulut serta jajaran Muspida provinsi tersebut menumpangi KRI Iskandar Muda dengan nomor lambung 367, bertolak dari Pelabuhan Bitung.

Kunjungan pejabat negara itu sekaligus mempertegas kepada dunia internasional, termasuk negara tetangga Filipina, bahwa pulau terluar Miangas dan Marore adalah milik Indonesia.

Sementara itu, anggota DPRD Sulut dari daerah pemilihan Talaud dan Sangihe Ben Alotia mengharapkan adanya perhatian serius pemerintah terkait pembangunan dan keamanan di pulau-pupau terluar yang ada.

"Ada 11 pulau terluar di bagian utara Indonesia membutuhkan perhatian pemerintah, seperti konteks pelayanan pembangunan dan kesejahteraan rakyat serta keamanan," katanya.

Menurutnya, masih banyak warga di Pulau Miangas tertinggal pembangunan dan hidup dibawah garis kemiskinan, sehingga perlu diberikan perhatian serius.

Sumber : ANTARA

Thursday, April 29, 2010

Latihan Taktik Tempur Serangan Pemukiman

GRESIK - Sejumlah anggota pasukan khusus Yonif 500/Raider melakukan latihan taktik tempur serangan pemukiman, di wilayah Driyorejo Gresik, Jatim, Kamis (29/4) dini hari. Latihan yang diikuti 219 personel tersebut, untuk mengasah kemampuan tempur jarak dekat saat posisi musuh di pemukiman atau perkotaan. FOTO ANTARA/Eric Ireng/hp/10


KRI Dewaruci Berhasil Lewati Perairan Somalia

SURABAYA - Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci berhasil melewati perairan laut wilayah Somalia yang rawan perompakan dan bajak laut, sebelum singgah di Jeddah, Arab Saudi.

"Seluruh prajurit yang tergabung dalam rombongan KRI Dewaruci telah mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di Somalia," kata Kepala Subdinas Penerangan Umum Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Mayor Laut TNI Kariono di Surabaya, Rabu (28/4) malam.

Menurutnya, para prajurit di bawah komando Perwira Pelaksana KRI Dewaruci Mayor Laut TNI Widyatmoko telah memasang benteng perlindungan dari kantong-kantong berisi pasir.

"Para prajurit juga melengkapi diri dengan senjata laras panjang AK-47 di tangannya masing-masing," katanya.

Perairan Somalia adalah perairan berbahaya bagi pelayaran karena sudah banyak terjadi perompakan dan pembajakan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di perairan itu.

Saat melintasi perairan Somalia, KRI Dewaruci dikawal dua kapal Rusia, "Pechenga" dan "MB-19", sejak meninggalkan Dermaga Salalah.


Kapal Rusia 'Pachenga'

Bentuk "Pechenga" mirip tanker dengan warna lambung abu-abu kehijauan, sedangkan "MB-19" mirip kapal tunda sehingga sekilas kedua kapal dari Armada Pasifik Rusia itu tidak tampak seperti kapal perang.

Namun keduanya dilengkapi peresenjataan kaliber 40 mm, sementara jumlah awaknya relatif banyak, sekitar 80 orang pelaut, ditambah satu peleton marinir yang dikirimkan dari markasnya di Vladivostok.

Tugas utama kapal tersebut adalah menyuplai logistik dan personel kapal-kapal AL Rusia yang berada di Teluk Aden.

Menurut Kariono, sebelumnya awak kapal Rusia itu sempat mendatangi KRI Dewaruci untuk menyampaikan protes atas pemasangan bendera "Spirit of Pirates" yang terus berkibar sepanjang hari itu.

Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Atase Pertahanan Indonesia, Kolonel Ahmad Riad, para awak kapal Rusia itu memahami pemasangan bendera tersebut, apalagi KRI Dewaruci pernah singgah di Vladivostok pada 2004, bahkan awak kedua kapal itu akhirnya berfoto bersama.

"Selama dua hari melewati perairan Somalia, semangat awak kapal berlipat ganda. Di samping membayangkan seramnya pembajak dan perompak, juga sejuknya suasana batin menjelang tiba di Jeddah," kata Kariono.

Sumber : ANTARA

Wednesday, April 28, 2010

ANOA Karya Anak Bangsa

LIBANON - Kehadiran ANOA, kendaraan tempur jenis APC buatan PT. Pindad merupakan kebanggaan tersendiri bagi para prajurit TNI di Libanon Selatan. Apalagi, kendaraan tempur ini nantinya akan memperlengkapi Kompi Mekanis E mengawal Markas Besar UNIFIL di Naqoura Libanon Selatan. (Foto : DETIKFOTO)







Manisnya Buah "Kemandirian"



Oleh : ES, Saepudin, SP.

Tragedi Thiananmen rasanya belum lama berselang, sebuah tragedy kemanusiaan sekaligus tragedy penegakan demokrasi dalam pandangan bangsa Erofa, meskipun tidak demikian bagi bangsa China.

Apa pendapat pemerintah China mengenai kasus ini?, dengan tegas pemerintah China mengatakan, kasus Thiananmen adalah kultimasi campur tangan, sekaligus juga adalah kultimasi perlawanan bangsa China terhadap campur tangan. Dalam bahasa lain diplomat China menegaskan, “…tanpa adanya tindakan tegas yang diambil pemerintah China pada waktu itu (thn 1989), belum tentu China berada pada posisinya saat ini”.

Pada periode itu juga, kurang lebih beberapa tahun sebelum kejadian Thiananmen, pemerintah China mengutus seorang jenderal sebagai diplomat ke negeri ini, khusus untuk bertanya kepada Bpk Prof, Dr, BJ Habiebie mengenai strategi penguasaan teknologi, Bpk. Soeharto sebagai presiden waktu itu mengijinkan hal ini.

Benarkah mereka ingin belajar?, setidaknya ada dua opsi jawaban, pertama mereka benar ingin belajar dari indonesia, dan kedua, mereka melakukan sebuah survai, sebuah cara untuk memperoleh masukan dan memperkaya persepsi untuk membuat keputusan final, langkah strategis dalam penguasaan teknologi.

Menjelang tiga dekade berselang China mengumumkan pembuatan pesawat tempur generasi ke empat menurut hitungan mereka, generasi kelima menurut hitungan orang Erofa dan Amerika. China memberinya kode J-XX, merupakan sebuah lompatan dari J-10 (ex Lavi Israel) dan J-11 (Duplikat SU-27/30 Rusia).

Pesawat ini diklaim China memiliki kemampuan setara F-22 Raptor Amerika, SU-37 Berkut atau T-50 Pakfa Rusia. Berbagai kalangan militer dan pengamat militer memperdebatkan klaim ini. Mereka yang konsern terhadap teknologi meragukan kemampuan China dalam penguasaan Airframe, Avionik dan Weapon Aiming Control (system computer pengendali senjata), sedangkan mereka yang konsern terhadap system operasi sebuah pesawat tempur yang syarat teknologi, meragukan kemampuan China dalam dukungan dan operasionalisasinya.

Secara nyata F-22 maupun F-35 adalah wujud seni teknologi tinggi, gabungan keindahan perancangan, kecanggihan teknologi komputer yang disandang (system komunikasi dan pemandu senjata) dan daya hancur/mematikan, tak salah kalau yang satu disebut “Raptor” dan yang lainnya “Lightning”.

Bagi sebuah bangsa sebesar China, yang jika dipandang dari sisi kesejarahannya telah berulang kali melahirkan dinasti besar, termasuk juga pemikir-pemikir besar (Pilsuf), bahkan dibidang militer, taklah mengherankan jika dalam tempo relatif singkat mereka sanggup mengklaim buah dari visi yang diretas semenjak kurang lebih 3 dekade ini.



Dalam tulisan saya di kaskus formil (Sebuah Visi Bagi seorang Visioner) saya membahas, “…., dibutuhkan setidaknya empat faktor utama untuk merealisasikan visi ini : Sumberdaya Manusia; Bahan baku/material; Infrastruktur; Modal”. Pertanyaannya, apakah Indonesia, tepatnya pemimpin-pemimpin Indonesia memiliki visi seperti ini?, karena meskipun setiap departemen mengklaim meiliki renstra, cetak biru, dan banyak istilah lainnya, kenyataan dilapangan berkata lain. Disepanjang penelusuran dari tahun 1994 – 2008, ganti pejabat ganti kebijakan, bahkan ganti renstra (lebih dikenal dengan istilah “kilometer nol”).

Bahkan jika pada awal dekade pertama itu China hanya memiliki sumber daya manusia saja (orang china sangat kosmopolit), tidak sulit bagi mereka untuk memperoleh insinyur lulusan Negara-negara maju (Jerman, Amerika, Perancis, Rusia, Jepang, dsb). Ditambah dengan kepiawaian mereka dalam memanfaatkan peranan kapital dengan nominal besar/sangat besar, Tak heran kalau mereka sanggup membeli teknologi “Lavi Israel” sesuatu yang sangat, bahkan paling sulit dilakukan, bukan bandingan kalau harus dibandingkan dengan membeli lisensi SU-27/30.

Dengan jumlah arsenal tak terkira, yang dipasok era Soviet di semua matra, artinya China juga memiliki material. Hasil penelusuran terhadap beberapa wawancara personil TNI yang dikirim ke Soviet/Rusia di media cetak, diketahui Soviet/Rusia memiliki konsep pendidikan dalam penguasaan dukungan operasional alat yang dibeli Negara sahabat, sangat komprehensif, jadi tidak aneh kalau setidaknya, konsep dasar fungsi alat diketahui dengan baik oleh teknisi-teknisi China.

Pada jamannya, desain perancangan teknik (Blue Print) dilakukan diatas kertas, sedangkan sekarang semua dilakukan secara elektronik/digital. Pada jamannya dulu, sebuah blue print bisa berujud ribuan lembar, sekarang bisa hanya berujud selembar chip seukuran kuku, terlebih jika kita libatkan juga kemungkinan penggunaan teknologi nano.


Kapal Induk bekas Ukraina yang dibeli China

Pembatasan perdagangan pada jaman sekarang, sebagai bagian dari pencegahan resiko jatuhnya teknologi kepada pihak musuh atau saingan sungguh sangat sulit dilakukan.
Mencermati semua titik lemah ini, dan menyaksikan kecepatan gerak maju yang dimiliki China saat ini, dan dengan mencermati beberapa kasus peperangan di dunia maya, jelas sudah, China memiliki infrastruktur itu.

Hakikatnya, perangkat keras (hardware) teknologi adalah sama, apakah ketika dia digunakan sebagai perangkat sipil atau militer, hanya kemasan dan isi programnya saja yang akan berbeda. Sehingga tak aneh kalau akan terjadi substitusi fungsi-fungsi hardware dari sipil ke militer, hanya dengan cara menformat ulang kemudian mengisinya dengan program militer, kemudian dikemas dengan kemasan militer, jadilah dia perangkat mematikan.

Kamajuan China secara militer saat ini hampir telah merata disemua matra, kecerdasan mereka dalam menduplikasi sangat nyata terlihat, mulai dari “Crotale” atau “Roland” yang berubah ujud jadi system SAM persi mereka.

Kita juga bisa melihat metamorfosa rudal balistik, mulai dari pengembangan rudal balistik jarak dekat, jarak menengah, rudal jelajah, hingga ICBM.

Kata kuncinya, jika Negara Indonesia ingin mencontoh, sebuah ironi tentunya, maka pimpinan negeri ini harus memiliki Visi jauh kedepan, Nasionalis, konsisten dan piawai dalam memainkan kapital dengan nominal besar, maka tidak akan sulit untuk kembali melampaui mantan murid ini, tanpa harus memiliki Bom Nuklir tentunya.

Bandung, 05 April 2010.

Panser VAB di Lebanon Belum Akan Ditarik


Panser VAB TNI di Lebanon

JAKARTA - Kementerian Pertahanan menyatakan, beberapa kendaraan tempur panser VAB yang digunakan kontingen TNI dalam misi perdamaian di Lebanon belum akan ditarik.

"Memang kondisinya sudah sangat menurun, tetapi belum akan ditarik. Masih akan dioperasionalkan sampai habis masa pakainya," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Medhio di Jakarta, Selasa (27/4).

Berbicara kepada ANTARA, ia menambahkan, meski telah ada 13 kendaraan tempur panser "Anoa" dari PT Pindad namun keberadaan panser VAB buatan Renault Truck yang digunakan kontingen TNI di Lebanon tetap dipertahankan hingga habis masa pakainya.

Pada kesempatan terpisah, Asisten Operasi Kasum TNI Mayjen TNI Supiadin mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh kesiapan kendaraan tempur panser VAB yang kini masih digunakan Kontingen TNI di Lebanon.

"Dari evaluasi itu, akan terlihat mana yang masih bisa digunakan dan mana yang tidak. Dan itu yang akan kita tarik, diganti dengan yang baru," ujarnya.

Ia mengakui, panser VAB yang digunakan TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon masih asli buatan Renault, Perancis.


Selain VAB dan Anoa, pasukan TNI di Libanon juga menggunakan panser BTR-80

"Dari `body` hingga mesin yang digunakan, bukan produk VAB baru yang dikerjakan bersama PT Pindad dan Renault. Jadi, memang tingkat kesiapannya sudah sangat menurun," ujarnya.

Anoa Siap Operasional

Sementara itu, Tim Inspeksi Pasukan Pemelihara PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) menyatakan, 13 kendaraan tempur "Anoa` buatan PT Pindad layak digunakan dalam misi PBB di wilayah itu.

Tim melakukan pemeriksaan di Markas Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) UN POSN 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Pemeriksaan bertujuan memastikan seluruh fungsi dari kendaraan tempur dimaksud dapat beroperasi secara baik, hingga layak digunakan untuk mendukung misi perdamaian di Lebanon Selatan.

Dengan pernyataan laik operasional tersebut, maka secara resmi ke-13 kendaraan tempur "Anoa" akan diberi plat nomor UNIFIL oleh pihak "UNIFIL Transportation Section" dan resmi sebagai ala utama sistem persenjataan yang dioperasionalkan UNIFIL.

Sumber : ANTARA

Pesawat Pengganti OV-10F Bronco Diproses Ulang


OV-10F Bronco TNI AU sedang di dorong ke Hanggar

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Iman Sufaat menyatakan, pengajuan penggantian pesawat tempur latih jenis OV-10 Bronco ke Mabes TNI sudah diproses ulang. Karena, pengajuan penggantian ada tahap pertama tidak lengkap dan memenuhi aturan.

"Pengganti OV-10 itu kita sudah proses ulang, dari awal lagi. Pengajuan yang pertama tidak lengkap dan terpaksa harus diproses dari awal sampai kepada proses penawaran harga. Pada hari Jumat (23/4), kita sudah ajukan ke Mabes TNI," ujar KSAU kepada Suara Karya di sela-sela penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (25/4).

Ia mengharapkan, pembelian pesawat tempur latih Super Tucano dari Brazil sebagai pengganti OV-10 Bronco segera diproses Mabes TNI dan dapat direalisasikan dalam tahun ini. "Pesawat OV-10 sejak 2007 sudah tidak lagi beroperasi. Dan sekarang ini kita sangat memerlukan adanya pengganti sejenis," ucap KSAU.

Pesawat Super Tucano, menurut Imam, memenuhi kriteria kebutuhan kekuatan TNI AU untuk meningkatkan kemampuan latih personel TNI AU dalam mempertahankan kedaulatan udara RI. Pesawat ini memenuhi kriteria, yakni pesawat taktis ringan, counter insurgency, remote air control, pengamatan dari udara bersenjata.

Dia mengatakan, TNI AU mengajukan untuk membeli 16 unit Super Tucano. Rencana pengguannya secara bertahap, yakni empat masuk ke perawatan, empat untuk latihan, delapan untuk trouble.

"Artinya, pemakaian tidak sekaligus. Ada yang dipakai dalam sehari dua-tiga kali, dan ada masuk dalam perawatan. Jadi bentuknya seperti peramida," katanya.

Sembilan Hercules

Selain mengajukan penggantian OV-10 Bronco, Imam mengatakan, TNI AU akan mengajukan penggantian sembilan jenis pesawat angkut, Hercules type B yang kini telah berusia 45 tahun.

Pemberitahuan dari pihak produsen Amerika Serikat baru-baru ini, pesawat angkut Type B yang dimiliki TNI AU itu hanya bisa bertahan lima tahun lagi.


C-130 Hercules TNI AU

"Hercules kita yang tipe B umurnya sudah 45 tahun. Jadi, menurut Tim dari Amerika, ini hanya bisa bertahan hanya lima tahun lagi. Jadi, air frame-nya hanya sampai umur 50 tahun," ujarnya.

Ia mengatakan, AS sudah mau lagi bertanggungjawab atas kerusakan maupun kejadian yang menimpa Hercules Type B yang dimiliki TNI, apabila masih tetap dipergunakan. Material dari pesawat itu telah masuk kategori tua dan tidak mamu lagi untuk diergunakan sebagai pesawat angkut.

"Jadi mereka (AS) tidak akan bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa. Kalau lebih dari itu, material dari pesawat itu sudah gak kuat. Ya. Jadi, ke depan memang kita rencanakan penggantinya," ujar KSAU. Pesawat sejenis yang akan menggantikan Hercules Type B milik TNI AU, yakni Hercules Type A ataupun type C buatan AS. Pesawat ini yang masih kategori pesawat angkut terbaru. Hal ini pun telah dimasukan ke dalam Renstra TNI AU 2010.

"Dalam program renstra sudah harus diganti. Hanya sekarang masalahnya, itu mahal sekali. Kita berencana mengadakan penambahan sembilan Hercules," ujar Imam.

Sumber : SUARA KARYA

Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi Antisipasi Serangan Musuh

MADIUN - Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi mengadakan latihan pertahanan untuk mengantisipasi serangan musuh, Selasa (27/4).

Latihan bagi Pasukan Cadangan Lanud Iswahjudi yang melibatkan 272 personel militer dari satuan-satuan jajaran Lanud Iswahjudi dan 34 pelatih dari Batalyon Paskhas 463 tersebut selama dua hari secara terus menerus melakukan latihan Pengamanan dan Pertahanan Pangkalan (Kamhanlan) yang terdiri pelajaran teori dan dilanjutkan praktek langsung.(Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

Tuesday, April 27, 2010

TNI-AD Akan Tambah Alutsista Baru


Panser Kanon Doosan, TNI membeli 40 unit panser jenis ini dari Korea.

JAKARTA - TNI Angkatan Darat memprioritaskan pengadaan alat utama sistem senjata baru dari penambahan anggaran APBN-P 2010.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Touisutta menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa (27/4) mengatakan, penambahan alat utama sistem senjata baru terutama diperuntukan bagi satuan kavaleri.

"Alat utama sistem senjata baru itu antara lain kendaraan tempur dan sejumlah meriam," katanya menambahkan.

Ia menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan pengadaan kendaraan tempur dari dalam negeri seperti PT Pindad.

"Untuk kendaraan tempur yang sudah dapat kita produksi, maka kita pakai dari dalam negeri," ujarnya.

Sedangkan untuk alat utama sistem senjata yang diadakan dari luar negeri, pihaknya mensyaratkan alih teknologi.

Tentang berapa unit yang akan diadakan, ia menyatakan, pihaknya masih menghitung dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Pada APBN-Perubahan 2010 TNI mendapat alokasi tambahan anggaran sebasar Rp 350 miliar. Alokasi anggaran itu, secara umum belum dapat memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata TNI secara memadai.

Sumber : ANTARA

Inovasi Alat Tempur Tanpa Awak dan Produk Senjata

SURABAYA - Seorang siswa SMAN 1 Sidoarjo, Miftah Yama Fauzan (16) menunjukkan senjata elektrik ciptaannya, saat Presentasi Inovasi Alat Tempur Tanpa Awak dan Produk Senjata, di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (23/4). Miftah yang berhasil menyabet Juara 1 pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) yang berlangsung di Denpasar Bali pada 12-17 April 2010 tersebut, menciptakan Smart Electric Gun dengan Adaptive Bullet Speed. Senjata ciptaannya tersebut lebih hemat dalam hal operasional, dibandingkan senjata api yang memakai mesiu. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ss/pd/10

Informasi Pertahanan Tidak Akan dibuka ke Publik

JAKARTA - Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa seluruh informasi yang bersifat umum akan disampaikan terbuka kepada publik. Hanya saja informasi detail terkait spesifikasi atau teknis operasi tidak akan disampaikan untuk melindungi pertahanan negara.

Hal itu disampaikan oleh Karo Humas Kementerian Pertahanan Brigjen I Wayan Midhio kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (25/4).

"Soal anggaran APBN dibuka, tapi spesifikasinya tidak usah disebutkan. Masyarakat juga tidak perlu tahu soal itu. Itu untuk melindungi TNI juga dalam pertahanan negara," ujarnya.

Kemenhan juga berencana membuat daftar informasi yang dikecualikan kepada publik secara lebih detail. Hal itu berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Komisi Infomasi Pusat dan Kemenkominfo. Sementara itu daftar belum tersusun, pihaknya akan mengacu pada UU 14/2008 tentang KIP, diantaranya terkait dislokasi pasukan dan spesifikasi peralatan.

"Kita akan sampaikan nanti bahwa kita akan beli tank sekian dengan harga sekian, tapi kita tidak akan menyampaikan detail komponen apa saja. Masyarakat bisa saja mendapatkan informasi itu dari internet tapi kami tidak akan menyampaikan apapun," tandasnya.

Diputuskan Secara Politik

UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik akan segera diberlakukan pada awal Mei 2010. Pasal 17C UU KIP mencantumkan bahwa informasi pertahanan bisa dikategorikan ke dalam informasi yang dikecualikan. Artinya, tidak seluruh informasi bisa dibuka kepada publik.

Menhan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa DPR dan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah pihak yang menetapkan itu melalui keputusan politik. "Di dalam UU KIP Pasal 17, kalau informasi pertahanan itu ada hal yang sifatnya rahasia. Yang tidak bisa dibuka di publik dan vokal poinnya bukan Kemenhan tapi Kemenkominfo dan DPR. Itu sudah ditetapkan dengan keputusan politik," ujarnya di Jakarta, Senin (26/4).

Ia menambahkan bahwa meski anggaran pertahanan dibahas bersama wakil rakyat di gedung parlemen, tapi tidak semua hal bisa diakses oleh publik. Misalnya, terkait pembangunan kekuatan pokok minimal dalam rencana strategis hingga tahun 2024. Hal lainnya yang bersifat tertutup akan ditentukan oleh Kemenhan sendiri sebagai penjuru bidang pertahanan negara.

"Hal-hal yang sifatnya tertutup itu tergantung Kemenhan. Jadi, ada hal-hal misalnya ada rencana blueprint beli pistol atau lainnya atau rencana essential force tentang apa yang dibangun. Itu semuanya ada hal-hal yang tidak bisa dibuka," tukasnya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Friday, April 23, 2010

MoU Industri Pertahanan RI-Malaysia

KUALA LUMPUR - PT Pindad Indonesia dengan SME Ordnance Sdn Bhd dari Malaysia menandatangani MoU kerjasama pengembangan industri pertahanan. Penandatangan dilakukan di sela-sela 12th Defence Services Asia Exhibition and Conference, di Gedung Putra World Trade Centre (PWTC), Kuala Lumpur, Kamis (22/4).




Latihan Pemantapan Terpadu Marinir

KARANGTEKO - Dua prajurit Korps Marinir melakukan" Dopper" merayap sambil dihujani peluru tajam pada latihan pemantapan terpadu di Karangteko, Situbondo, Jatim, Kamis (22/4). Latihan tersebut untuk mengasah dan meningkatkan mental setiap prajurit matra laut itu. FOTO ANTARA/Saptono/ed/nz/10



Penutupan Latihan Bersama Cope West

JAKARTA - Sebuah pesawat Hercules C130 milik Angkatan Udara Amerika Serikat mendarat setelah menerjunkan sejumlah penerjun pada hari terakhir Latihan Bersama "Cope West" di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (23/4). Prajurit TNI AU dan Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan sejumlah latihan bersama seperti penerjunan personil, barang serta penanggulangan bencana alam dalam "Cope West" yang berlangsung selama lima hari sejak tanggal 19 April lalu. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/hp/10.



Indonesia Perkenalkan Senjata SS2 di Malaysia

KUALA LUMPUR - Indonesia memperkenalkan senapan serbu SS2 V1 dan SS2 V5 di arena "Defences Services Asia Exhibition and Conference 2010" di Kuala Lumpur, Kamis (22/4).

Perkenalan salah satu produk unggulan PT Pindad itu ditandai dengan penyerahan secara simbolis pucuk SS2 V5 dari Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro kepada Menteri Pertahanan Malaysia Dato Sri Zahid Hamidi.

"Senjata SS1 dan SS2 ini merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang diproduksi PT Pindad, setelah melalui proses riset dan pengembangan yang telah dilakukan hampir 20 tahun diawali kerja sama bersama Belgia," kata Purnomo.

Ia menambahkan, produk persenjataan SS1 dan SS2 berbagai varian yang dihasilkan PT Pindad telah teruji keandalannya baik dalam operasi militer maupun dalam perlombaan menembak militer.

"SS2 Pindad telah terbukti berhasil mengungguli persenjataan-persenjataan lain sejenis," ujar Purnomo

Sementara itu, Direktur Utama PT Adik Avianto mengatakan, dengan perkenalan produk tersebut diharapkan dapat memantapkan pangsa pasar senapan serbu tersebut di kawasan ASEAN.

"Produk ini sudah terbukti unggul. Produk murni buatan Indonesia ini telah digunakan seluruh satuan TNI. Dan diharapkan setelah perkenalan dengan Malaysia, senapan serbu PT Pindad dapat menjadi senjata andalan yang digunakan negara tetangga," katanya.

Pada kesempatan itu, PT Pindad menyiapkan sepuluh pucuk senjata SS yakni SS2 V1 dan SS2 V5 masing-masing lima unit.

Sumber : ANTARA

Alutsista TNI AL Sesuai Kekuatan Pokok Minimum



MATARAM - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono, SE, mengatakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL masih sesuai kekuatan pokok minimum.

"Alutsista dibangun sesuai program dan kini masih sesuai kekuatan pokok minimum," kata Laksamana Suhartono di sela kunjungan kerjanya di Mataram, Nusa Tengggara Barat, Jumat (23/4).

Ia mengatakan untuk mencapai kekuatan pokok minimum itu pihaknya dituntut melaksanakan tiga hal utama yakni menghapus alutsista yang sudah tua kemudian mengupayakan pengadaan yang baru dan peningkatan kemampuan peralatan lama.

Kalau kapal-kapal TNI AL sudah dikategori tua, maka layak diganti dengan yang baru sesuai dukungan anggaran.

"Kapal-kapal tua dihapus dan diganti dengan yang baru, sementara yang masih bisa dipertahankan, ditingkatkan kemampuannya," ujarnya.

Laksamana Suhartono mengatakan kunjungannya ke NTB untuk mengamati dari dekat kondisi alutsista yang dimiliki Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram beserta jajarannya, yakni Pos AL (Posal) di sejumlah lokasi strategis.

"Kami akan coba cek di sini (Lanal Mataram, red), kalau masih ada peralatan yang tidak sesuai standard organisasi tentu kami dorong proses penggantiannya, tetapi jika dianggap kurang akan dibahas secara nasional," ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke NTB, Laksamana Suhartono melihat dari dekat kondisi Markas Komando (Mako) Lanal Mataram, selanjutnya meninjau Balai Pengobatan (BP) Lanal Mataram, Pelabuhan Laut Lembar, KAL Ampenan, Patkamla Ujung Pangkah dan Pos Angkatan Laut (Posal) Lembar.

KSAL beserta rombongan kemudian meninjau lokasi yang akan dibangun lima unit rumah dinas, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke Mes Dewa Ruci di Mataram.

Sumber : ANTARA

Monday, April 19, 2010

Pemerintah Bentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan pemerintah akan membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang bertugas untuk menjembatani antara pemerintah, BUMN, dan pengguna dalam hal revitalisasi industri pertahanan.

"KKIP belum terbentuk itu baru dipaparkan. Itu sebagai hasil, kita ada round table diskusi lokakarya dan kita lihat permasalahnya dan apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, BUMN dan apa yang dilakukan oleh user. nanti segitiga, pemerintah, user, BUMN," kata Purnomo seusai Rapat Kabinet Terbatas, di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (16/4).

Menurutnya KKIP Ini bukan badan hukum tapi forum koordinasi saja antara Menhan dan Menneg BUMN. Sebab di dalam UU BUMN itu kan ada menteri negara BUMN yang diberi kuasa oleh pemerintah untuk memegang saham. Tapi di sisi lain juga ada menteri teknis yang memang kewenangannya itu dalam isu-isu makro itu sebagai regulasi, membina, dan lain-lain.

"Nantinya Menhan akan bertugas menjadi pembina teknis dalam KKIP. Sedangkan tugas menteri menteri teknis lainnya tetap mengacu kepada UU BUMN," katanya.

Purnomo menambahkan, tugas pokok KKIP nanti adalah membina industri dalam negeri karena pasca tahun 1998 industri pertahanan di Indonesia kolaps. Tugas kedua, kata Purnomo, adalah mencoba membuat master plan/ blue print dari kebijakan untuk membangun industri pertahanan di dalam negeri.

"Misalnya pembangunan kapal perang besar, sekarang kita hanya membangun kapal patroli 50-60 meter. Nah sekarang bagaiman kita membnangun kapal korvet 120 meter besarnya, kemudian juga pesawat tempur," tamhanya.

Purnomo menambahkan, tugas ketiga KKIP adalah mendorong percepatan pembangunan kekuatan pokok minimal TNI. Yakni minimum kekuatan yang cukup untuk operasi militer dan operasi selain perang.

"Kan ada tuh seperti bencana alam, terorisme, separatisme, penegakan hukum laut, dan ilegal loging," kata Purnomo.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/17/136609/17/1/Pemerintah-Bentuk-Komite-Kebijakan-Industri-Pertahanan

RI-AS Gelar Latihan Bersama Pengangkutan Udara Taktis

JAKARTA - TNI Angkatan Udara Republik Indonesia (RI) dan Amerika Serikat (AS) melakukan latihan bersama pengangkutan udara taktis bersandi "cope west 10" mulai 19 hingga 23 April 2010.

Siaran pers Kedubes AS di Jakarta, Jumat (16/4) menyatakan, latihan bersama akan digelar di Pangakalan Udara Halim Perdana Kusuma melibatkan satuan pesawat C-130 Hercules TNI AU dan tiga unit pesawat sejenis dari Wing 374 pangkalan udara AS di Yakoda, Jepang.

Latihan bersama yang dimulai sejak 1997 menunjukkan meningkatnya hubungan militer yang baik antara RI-AS.

"Cope west 10" merupakan latihan pengangkutan udara taktis bilateral yang melibatkan angkatan udara RI dan AS yang dirancang untuk meningkatkan inter-operabilitas antara angkatan udara kedua negara.

Latihan bersama tersebut, juga memungkinkan pertukaran teknik yang berkaitan dengan operasi pengangkutan, operasi pendaratan dan penerjunan dari pesawat-pesawat TNI AU RI dan AS.

"Cope west 10" juga mendukung stabilitas regional melalui kerja sama dan kesatuan tujuan.

Latihan bersama itu dapat meningkatkan kombinasi kesiapan dan inter-operabilitas serta memperkuat komitmen AS dalam operasi pengangkutan udara taktis bilateral.

Personil angkatan udara kedua negara telah bertemu di pangkalan Halim Perdana Kusuma untuk memulai latihan bersama.

Sumber : ANTARA

Wednesday, April 14, 2010

Kementrian Pertahanan Jamin Tidak Ada Mafia Dalam Pengadaan Alutsista



JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjamin tak ada mafia dalam pengadaan alat utama sistem senjata TNI.

"Sangat kecil kemungkinannya. Karena Irjen pun terlibat dalam Tim Evaluasi Pengadaan (TEP), untuk pengawasannya, " kata Irjen Kemhan Erris Heriyanto kepada ANTARA di Jakarta, Senin (12/4).

Ia menjelaskan, setiap proses pengadaan alat utama sistem senjata telah diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) No 7 untuk pengadaan melalui Kredit Ekspor (KE) dan No 6 bagi pengadaan dari dalam negeri.

"Prosesnya berjenjang mulai dari Mabes angkatan, Mabes TNI dan kemhan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki. Sangat sulit jika ada pejabat TNI atau kemhan yang membawa rekanan ikut dalam pengadaan alat utama sistem senjata," tutur Erris.

Ia menambahkan, "Sangat sulit, kalau pun ada yang membawa rekanan tidak ada jaminan dia bakal lulus dengan mudah. Sangat selektif,".

Pada kesempatan terpisah Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengingatkan jajarannya untuk memegang prinsip kehati-hatian dan profesional dalam pengelolaan keuangan dan aset TNI.

"Semua harus mengacu peraturan perundang-undangan yang berlaku, dilakukan secara akuntabel dan transparan, didukung tertib administrasi yang baik," katanya.

Tak hanya itu, perlu dilakukan pula pengawasan internal yang efektif di setiap jajaran agar tidak terjadi pelanggaran dan penyelewengan, demikian Panglima TNI Djoko.

Sumber : ANTARA

Lanud Pekanbaru Akan Tambah Skuadron Tempur Baru

PEKANBARU - Pangkalan TNI AU (Lanud) Pekanbaru, Riau, saat ini hanya memiliki satu skuadron tempur. Kondisi ini tergolong minim, mengingat wilayah pengawasannya di seluruh Sumatra, termasuk perairan paling sibuk di dunia, Selat Malaka.

Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel (Pnb) Nanang Santoso, Jumat (9/4), mengatakan Markas Besar TNI AU memang berencana meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Lanud Pekanbaru.

"Tipe Lanud Pekanbaru rencananya juga akan dinaikkan dari B menjadi A. Paling tidak, akan ada penambahan satu skuadron tempur sehingga tipe Lanud Pekanbaru menjadi A," katanya.

Penambahan satu skuadron tempur tersebut kemungkinan besar tidak lagi menggunakan pesawat Hawk. Namun Nanang belum bisa memastikan pesawat temput jenis apa dan kapan rencana tersebut terealisasi. "Tergantung keuangan negara dan political will," jelasnya.

Peningkatan alutsista di Lanud Pekanbaru itu, menurutnya, penting mengingat skuadron ini hanya satu-satunya yang ada di Sumatra. Jumlah satu skuadron dengan 24 pesawat tempur jenis Hawk tersebut belum ideal untuk mengawasi seluruh wilayah udara Sumatra.

"Belum lagi Riau merupakan wilayah Indonesia yang paling dekat dengan jalur perairan internasional Selat Malaka," ujar Nanang.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

TNI AL-US Navy Sepakat Tingkatkan Kerjasama


Prajurit TNI AL dan US Navy saat latihan Cooperation Afloat Readiness and Training

JAKARTA - TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sepakat untuk meningkatkan kerja sama keamanan maritim di kawasan Asia Pasifik.

Hal itu terungkap dalam pertemuan tertutup Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono dengan mitranya Panglima Armada ketujuh Angkatan Laut AS Laksamana Madya John M. Bird, di Jakarta, Senin (12/4).

"Selain kunjungan kehormatan, dalam pertemuan itu juga disinggung komitmen kedua pihak untuk meningkatkan kerja sama maritim di kawasan," kata juru bicara TNI Angkatan Laut Kolonel Laut Herry Setianegara ketika dikonfirmasi ANTARA.

Ia menambahkan, selain untuk meningkatkan kerja sama, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara angkatan laut kedua negara yang selama ini telah terjalin.

Dari markasnya di Yokosuka, Jepang, Armada Ketujuh rutin berlayar menjaga kepentingan AS yang mencapai 52 juta mil persegi membentang dari "International Date Line" hingga Pantai Timur Afrika serta dari Kuril Island di sebelah utara hingga Antartika di belahan selatan.

Komandan Armada Ketujuh memiliki tiga kewenangan utama yakni sebagai komandan Gabungan Gugus Tugas penanganan bencana alam maupun operasi militer.

Kedua, sebagai komandan operasi angkatan laut di wilayah kekuasaannya yang merupakan tugas sehari-hari Komando Armada Ketujuh. Selain itu, Komandan Armada Ketujuh juga berwenang sebagai komandan pertahanan.

Dalam setiap pertemuan dengan para koleganya di negara yang kunjungi Komandan Armada Ketujuh kerap menekankan pentingnya kerja sama antara AS dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Terkait itu, Armada Ketujuh AS rutin melakukan latihan bersama dengan militer dari sejumlah negara Asia Pasifik, seperti CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training) dengan TNI AL, "Bilateral SEA readiness and training exercise" dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam dan Indonesia.

Sumber : ANTARA

Friday, April 09, 2010

Satgas Batalyon Mekanis Konga/Unifil Dapat Ranpur Baru

JAKARTA - Sebanyak 13 unit kendaraan tempur "ANOA" buatan PT Pindad tiba di Lebanon, untuk mendukung Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL dalam misi perdamaian PBB di wilayah itu.

Ke-13 unit kendaraan tempur itu, diangkut menggunakan kapal tanker PBB dari Tanjung Priok Jakarta dan tiba pada awal April 2010," kata Dansatgas Konga XXIII-D/Unifil, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat (9/4).

Ia mengatakan, dibandingkan kendaraan tempur VAB buatan Perancis yang selama ini dioperasikan Kontingen TNI, kendaraan tempur "ANOA" memiliki beberapa kelebihan, antara lain jumlah roda sebanyak enam buah, adanya kelengkapan GPS dan kamera video di bagian belakang kendaraan.

Tak hanya itu, "ANOA" juga memiliki pintu belakang yang dapat dioperasikan secara manual maupun hidrolik serta dua buah pintu darurat di bagian kanan dan kiri kendaraan, kata Andi.

Untuk mengawaki dan perawatan ke-13 unit kendaraan tempur baru itu, hadir pula 18 orang personel TNI, terdiri dari lima orang teknisi kendaraan tempur dari kesatuan Bengpuspal TNI AD, dua orang pengemudi kendaraan tempur dari Yonkav 1/1 Kostrad serta 11 orang pengemudi kendaraan tempur dari Yonkav 7 Kodam Jaya.

Tentang keberadaan VAB Perancis yang selama ini digunakan Kontingen TNI, Mabes TNI belum memutuskan untuk menarik kembali ke Tanah Air.

Sumber : ANTARA

Demo Pendaratan Latgabma TNI-ATM

MALAYSIA - Sejumlah Pasukan Khusus TNI- ATM (Angkatan Tentera Malaysia) melakukan demo pendaratan di Everly Resort Hotel saat Latgabma (latihan gabungan bersama) TNI- ATM (Angkatan Tentera Malaysia) di Malaka, Malaysia, Kamis (8/4). Latihan tersebut dalam rangka penanggulangan serangan teroris dan dampak bencana bagi kemanusiaan yang dapat terjadi di wilayah kedua negara.

Rencananya Latgabma akan ditutup hari ini oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro (kanan) dan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri DR Ahmad Zahid Haidi.FOTO ANTARA/Abdul Azis/ss/ama/10.

Thursday, April 08, 2010

Mozambik Minat Kerjasama Dengan Lembaga Antariksa LAPAN

JAKARTA - Dunia internasional memandang serius terhadap keberadaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), buktinya berbagai tawaran kerja sama di bidang kedirgantaraan baik dari negara maju dan berkembang berdatangan tahun ini.

Mozambik, melalui duta besarnya Carlos Agostinho Do Rosario, Rabu (7/4) mengunjungi kantor pusat Lapan di Jakarta, juga untuk menjajaki kerja sama dalam bidang kedirgantaraan.

Dalam kunjungannya, Carlos Agostinho menyampaikan bahwa Mozambik ingin mempelajari organisasi lembaga antariksa dan kemandirian Indonesia dalam bidang kedirgantaraan akan dicontoh oleh negara di benua Afrika itu.

Negara ini bermaksud membangun lembaga keantariksaan dengan asistensi Lapan, demikian kata Lapan dalam siaran persnya.

Fokus yang paling tepat untuk Mozambik dalam pembangunan lembaga antariksa adalah di bidang aplikasi data satelit penginderaan jauh.

Dalam pertemuan dengan Kepala Lapan Dr Adi Sadewo Salatun Msc, disepakati bahwa Mozambik akan mengirimkan para ahlinya untuk mempelajari teknologi dan aplikasi penginderaan jauh yang ada di Lapan.

Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun mengatakan, keberhasilan Lapan dalam pengembangan roket dan satelit telah menarik minat Mozambik untuk bekerja sama.

NASA Kunjungi LAPAN

Perhatian dunia pada Lapan semakin baik saat ini. Hal ini terlihat dari kunjungan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ke Lapan, 3 Februari lalu.

Dalam kunjungan tersebut, NASA menawarkan kepada Lapan untuk bekerja sama di bidang ilmu pengetahuan kedirgantaraan, salah satunya mengenai penyediaan data satelit penginderaan jauh. Data satelit tersebut bermanfaat untuk observasi bumi guna penanggulangan bencana dan ketahanan pangan.

Usai lawatan NASA, berturut-turut Lapan mendapat kunjungan kerja sama dari Cina dan India. Cina mengajak Lapan menindaklanjuti kerja sama tracking satelit di wilayah Indonesia dengan menggunakan kapal Yuan Wang.

Yuan Wang memuat berbagai peralatan untuk pengendalian dan pemanduan jarak jauh atau Telemetry, Tracking, and Command (TT&C). Sebelumnya, Kapal Yuan Wang melakukan misi pertama di Indonesia pada April 2007. Rencananya, Yuan Wang akan melaksanakan misi kedua di Indonesia pada Agustus 2010.


Satelit Lapan-Tubsat dimuat ke badan roket India (foto: Lapan)

Sementara India dan Indonesia akan membentuk komisi bersama di bidang keantariksaan. Komisi ini bertujuan mendorong pengembangan implementasi kerja sama keantariksaan kedua negara.

Selama ini Lapan telah menjalin berbagai kerja sama dengan India, salah satunya adalah peluncuran satelit Lapan-Tubsat dengan menggunakan roket India pada Januari 2007. Lapan juga telah menandatangani kontrak kerja sama peluncuran satelit kembar (Twinsat) pada 2011 dengan menggunakan roket milik India.

Hingga kini, Lapan telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara seperti Rusia, Australia, Jerman, Jepang, dan Ukraina.

Kunjungan NASA, Cina, India, dan Mozambik, serta berbagai kerja sama yang telah dijalin menunjukkan bahwa Lapan memiliki arti penting bagi ilmu pengetahuan kedirgantaraan dunia.

Sumber : ANTARA