Monday, August 10, 2009

Kehadiran Kapal Selam Diupayakan Dalam Dua Tahun

JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan akan mengupayakan kehadiran dua kapal selam dalam dua tahun mendatang untuk memperkuat pertahanan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara peringatan lima puluh tahun kesatuan kapal selam hiu kencana di Jakarta, Senin (10/8).

"Kita akan mengejar agar dalam dua hingga tiga tahun ini, kapal selam dapat bertambah dua. Tapi, kata kuncinya adalah akan saya usahakan," kata Juwono.

Ia berharap penandatanganan kontrak dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Pada tahun 2011, sambung dia, kapal selam tersebut diharapkan telah sampai dalam tahap pengantaran ke Indonesia.

"Dalam delapan bulan terakhir harus segera dilaksanakan (pembuatan kontraknya). Kita akan sesegera mungkin kalau ketersediaan anggaran memungkinkan," ujarnya.

Harapan tersebut juga diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhi Purdijatno. Ia mengatakan perkembangan terakhir dalam pengadaan kapal selam sudah dalam tahap pemilihan antara dua negara penyedia. Pilihan yang tersisa, kata dia, antara Rusia dan Korea Selatan.

"Spek itu sudah dibuat tapi tidak mengarah ke negara mana. Kita ajukan ke sana dan negara yang mengajukan itu akan kita uji mana yang memenuhi syarat dengan opsrek dan spektek yang kita punya," tandasnya.

Anggaran Pertahanan Terbatas

Dalam sambutannya Menhan Juwono menjelaskan, pada tahun 1959 Pemerintah Indonesia membeli 12 kapal selam dalam rangka merebut Irian Barat, pada saat itu anggaran pertahanan sebesar sekitar 40% dari anggaran belanja pemerintah.


KRI Cakra-401 (U-209). (Foto : Karbol@mp.net)

Menhan melanjutkan, saat ini, anggaran pertahanan berjumlah kurang dari 5 % dari anggaran belanja pemerintah. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi masalah pada prioritas pembangunannya. Meskipun demikian, yang paling diusahakan oleh Dephan saat ini adalah pengiriman/delivery dua kapal selam pada kurun waktu dua sampai tiga tahun mendatang.

Dijelaskan oleh Menhan Juwono, dalam sidang kabinet yang lalu Presiden menjelaskan bahwa tema anggaran untuk lima tahun mendatang tahun 2009-2014 adalah tetap mensejahterakan masyarakat dan menjaga nadi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu Menhan Juwono kepada Panglima TNI dan Para Kepala Staf selama empat tahun ini memberi penjelasan untuk terus bersabar dalam upaya pengadaan alutsista canggih sampai kesejahteraan yang diprioritaskan tercapai dan perekonomian Indonesia stabil.

Saat ini menurut Menhan, dalam anggaran pertahanan yang terbatas, perlu dicapai keseimbangan antara alat pukul dan alat angkut TNI serta satuan-satuan pendukung lainnya. Kapal selam sebagai alat pukul dalam strategi pertahanan bagi negara kepulauan terbesar di dunia ini adalah hal yang penting.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

No comments: