Thursday, May 28, 2009

Kapal Perang Malaysia dan Singapura Lalu Lalang Se-enaknya di Pulau Nipah.


Pulau Nipah setelah direklamasi

BATAM - Kapal perang Angkatan Laut Malaysia dan Singapura lalu lalang di perairan Pulau Nipah, kata Kepala Satgas Marinir Pulau Nipah Letnan Dua Rudi.

"Hampir setiap minggu mereka lalu lalang, dalam sebulan, bisa tiga kali," kata Rudi di Pulau Nipah, Batam, Provinsi Kepri, Rabu (27/5).

Menurut Rudi, seharusnya, kapal perang asing yang melintasi perairan Indonesia harus mendapat iin dari TNI AL, dan ia tidak pernah menerima perintah izin tersebut dari petinggi AL. "Yang dilakukan kapal perang itu melanggar, ini seperti tetangga yang bermain senjata di teras halaman rumah kita", tambahnya.

Ia mengatakan kapal perang asing hanya melintas, dan tidak melihat prajurit negara tetangga itu berbuat sesuatu di perairan Nipah. "Kadang, mereka iseng, mendekati pompong nelayan," kata dia menambahkan. Kapal perang melaju cepat dengan jarak sekitar empat kilo meter dari batas pulau yang sedang direklamasi.

Kapal perang yang digunakan marinir asing itu berjenis krol dengan persenjataan lengkap dan mesin di atas 100 PK. ©alutsista

Catatan :



Dulunya pulau ini hampir tenggelam ketika pasir laut terus disedot untuk reklamasi pantai-pantai di Singapura. Reklamasi Nipah memang berbiaya mahal. Ratusan miliar digunakan untuk meluaskan Pulau Nipah menjadi 60 hektare dengan tembok laut setinggi 5,2 meter dengan batu dan 69.000 tetrapod.

No comments: