Wednesday, February 25, 2009

Dephan Tingkatkan Fungsi Litbang Untuk Menunjang Sistem Pertahanan


Raker Pertahanan. Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso dan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono (kiri), menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (23/2). © ANTARA/Ismar Patrizki/nz/09.

JAKARTA - Dephan saat ini sedang meningkatkan fungsi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di lingkungan Dephan, untuk menunjang sistem pertahanan melalui pembenahan, peningkatan dan melengkapi sarana prasarana, guna menunjang institusi Litbang lebih berperan dalam mendukung peningkatan kemampuan pertahanan. Hal ini dikatakan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono pada rapat kerja Menhan RI dan Panglima TNI dengan Komisi I DPR RI, Senin (23/2) di ruang rapat Komisi I DPR RI, Jakarta.

Menurut menhan, hasil kajian litbang yang terkait dengan isu strategi pertahanan berdasarkan rekomendasi Litjianbang dibidang strategi pertahanan, yaitu hasil kajian penanggulangan konflik disintegrasi bangsa dan kajian wilayah perbatasan, hasil kajian geografis tentang kondisi geografis darat maupun laut untuk kepentingan pertahanan, hasil kajian tentang penanggulangan kerawanan sosial untuk mendukung ketahanan nasional, dan hasil kajian tentang sistem logistik wilayah untuk mendukung pertahanan negara.

Litbang Rudal Kendali

Belum lama ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) telah berhasil mengembangkan roket berbagai kaliber diantaranya adalah kaliber 70 mm dan 122 mm. Roket LAPAN ini adalah roket ilmiah, yaitu roket dengan playload untuk kepentingan non militer. Untuk mengubahnya menjadi kepentingan militer diperlukan mengubah playload dengan kepala ledak (warhead).

Saat ini Dephan bekerjasama dengan PT. Pindad dan LAPAN tengah melalukan riset dan teknologi (Ristek) roket kaliber 122 mm dan roket kaliber 70 mm sebagai roket militer. Pengembangan roket ini nantinya diperuntukkan untuk roket ground to ground dan air to ground serta melakukan penelitian penguatan energetic material (explosive dan propelan) yang telah dimulai sesuai Agenda Riset Nasional untuk mengembangkan menjadi rudal kendali (guide-missile).

Pengelolaan pulau terluar

Selain itu dalam kaitan program pemerintah tentang pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, dari aspek pengamanan akan dibangun infrastruktur pertahanan diantaranya pembangunan pos TNI, penempatan personel TNI, pelaksanaan patroli, pengintaian dan pengamanan baik dari laut maupun udara.

Dijelaskan Menhan bahwa bukan hanya kegiatan tersebut di atas, di Pulau Miangas akan dilakukan Pembangunan Air Strip (landasan udara). Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuka keterisolasian dengan membangun sarana tranportasi atau perhubungan melalui sistem perhubungan udara sehingga memungkinkan didarati pesawat perintis. Disamping itu, sarana tersebut dapat mendukung keseimbangan logistik dan transportasi bagi keperluan kelangsungan operasi sehari-hari TNI.

Sumber : DMC

1 comment:

ARSIVA said...

semoga harapan kita untuk indonesia yang lebih baik dan kuat akan segera terwujud, khususnya dengan telah dikembangkannya roket2 buatan lapan ke arah yg lebih canggih lagi... sebagai deterent.