Monday, June 16, 2008

Presiden Saksikan Uji Coba Rudal Baru C-802

Sangatta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan ketiga Kepala Staf TNI beserta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS serta Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, Minggu (15/6), menyaksikan puncak Latihan Gabungan TNI 2008 yang diberi sandi ”Yudha Siaga 2008” di perairan Sangatta, Kalimantan Timur.

Dari atas anjungan KRI Dr Soeharso-990 di lambung sebelah kiri, Presiden menyaksikan tembakan roket antikapal selam (anti-submarine rocket/Asroc) yang ditembakkan dari KRI Fatahillah-361 dan KRI Nala-363 terhadap kapal selam musuh yang sebelumnya telah terdeteksi. Serangan itu dilakukan kedua KRI secara mendadak dengan senjata Asroc, yang akan meledak di bawah permukaan laut.

Sebelumnya, seusai menerima warga kehormatan korps Marinir berupa Brevet Trimedya saat masuk ke KRI Dr Soeharso-990, Presiden mendengarkan paparan mengenai Latgab TNI 2008 dari Kepala Staf Umum TNI selaku Direktur Latgab TNI 2008 Laksamana Madya Tedjo Edhy Purdijatno di ball room KRI Dr Soeharso.

Roket antikapal selam atau Asroc merupakan senjata strategis yang dimiliki KRI Fatahillah-361 dengan jarak luncur 1.600-3.600 yard dan meledak di bawah permukaan laut pada kedalaman yang ditentukan. Ledakan roket ini akan memberikan tekanan kejut yang sangat tinggi sehingga mampu menghancurkan kapal selam yang ada di kedalaman laut.

Selanjutnya, dari anjungan sebelah kanan, Presiden Yudhoyono menyaksikan tiga KRI, yaitu KRI Cut Nyak Din-375, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Ciptadi-881, untuk melaksanakan serangan mendadak terhadap kapal selam yang tiba-tiba terdeteksi berada di lambung kanan KRI Dr Soeharso. Tembakan dilakukan dengan senjata pemukul roket bom laut atau RBU_600. Kapal ini merupakan KRI tipe perusak kawal dan berperan sebagai antikapal selam. Ketiga KRI menembakkan 24 roket secara bersamaan.

Presiden juga menyaksikan peluncuran peluru kendali C-802 yang dimiliki KRI Layang-805 dan torpedo di atas dan di bawah permukaan laut dari kapal selam KRI Cakra-401. Kapal perang musuh yang menjadi sasaran tembak adalah eks KRI Karang Galang. (HAR)

Sumber : KOMPAS

2 comments:

gunawanwe said...

welcome to the marine sir...!

putut-08390100046 said...

apa pun beritanya dari TNI,saya harap TNI harus bis mandiri sampai kapan pun.jangan sampai kita terus bergantung pada negara laen.kalau kita terus-terusan bergantung pada negara laen,lantas jika terjadi embargo lagi gimana?kapan TNI bisa mandiri?siapa yang jadi tulang punggung keamanan negara ini.......
Ingatlah:
DI DARAT,LAUT, UDARA KITA JAYA