Wednesday, March 19, 2008

Indonesia Harus Ubah Orientasi



JAKARTA--MI: Bangsa Indonesia harus mengubah orientasi, jika ingin bangkit dalam konteks pertahanan. Sebagai negara kepulauan, bangsa ini harus memiliki anggaran angkatan laut (AL) yang besar.

Pernyataan tersebut merupakan harapan Freddy Numberi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yang ditemui dalam peluncuran dan bedah buku Kapal Selam Indonesia di Jakarta, Sabtu (15/3).

Kepada Media Indonesia, ia mengungkapkan kapal selam sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Indonesia. "Selain pertahanan, itu juga bisa membantu arus lalu lintas ekonomi," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk ke depan, AL sebagai pemilik armada kapal selam harus mendapat porsi anggaran yang lebih besar. "Saya tahu uang kita kurang, tapi arah ke sana harus dibangun," tuturnya lantang.

Sebagai konsekuensi minimnya kapal selam yang dimiliki saat ini, Indonesia tidak memiliki senjata deterrence. "Tidak ada yang takut sama kita, karena negara tetangga yang bukan kepulauan justru punya kapal selam jauh lebih banyak," tegasnya.

Skeptisisme serupa juga dilontarkan Edy Prasetyono, pakar keamanan Indonesia. Ditemui di tempat yang sama, dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia itu mengungkapkan akibat lemahnya pertahanan RI, banyak kerugian yang muncul.

Kerugian itu, jika dinominalkan, bisa mencapai US$20 miliar per tahun. "Itu termasuk kerugian di sektor penguasaan ruang udara dan illegal fishing," lanjutnya.

Buku Kapal Selam Indonesia mengisahkan tentang sejarah kapal selam, baik di Indonesia maupun dunia, dan sejumlah pengalaman awak kapal selam Indonesia.(*/OL-03)

Sumber : MEDIA INDONESIA ONLINE

No comments: