Monday, January 07, 2008

DIPA TNI Difokuskan pada Alutsista

JAKARTA (SINDO) – Departemen Pertahanan (Dephan) akan memfokuskan penggunaan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) TNI untuk keperluan pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista).Pagu anggaran yang diterima Dephan tahun 2008 ini mencapai Rp36,4 triliun atau mengalami peningkatan 11,52% dari anggaran tahun 2007.

“Dari alokasi anggaran DIPA Tahun 2008 yang diterima, Dephan dan TNI akan melakukan beberapa perhatian dan penekanan yang meliputi skala prioritas, antara lain untuk pengadaan alutsista TNI yang mengutamakan hasil produksi dalam negeri,” ungkap Kepala Biro Humas Dephan Brigjen TNI Edy Butar Butar kepada SINDO di Jakarta,kemarin. Menurut dia, pengadaan alutsista TNI selama ini hanya sekitar Rp4,9 miliar dengan indikator tingkat kesiapan alutsista dalam negeri mencapai 3%.Namun jika dibandingkan dengan alokasi anggaran untuk perbaikan, pemeliharaan, dan penggantian alutsista,hal itu tidaklah sebanding.



Sebab, alokasi anggaran untuk kebutuhan ini mencapai Rp1,7 miliar dengan tingkat kesiapan 38%.Besarnya angka ini,ungkap Edy, disebabkan banyaknya alutsista TNI yang sudah rusak atau usang dimakan usia,sehingga mau tidak mau harus segera diperbaiki atau diganti. Selain pada alutsista,Dephan juga akan memfokuskan pada peningkatan kesejahteraan prajurit.

“Dalam Rencana Kegiatan Prioritas (RKP) Tahun 2008, alokasi anggaran pertahanan juga digunakan untuk mendukung kenaikan gaji pokok prajurit sebesar 20%, kenaikan uang makan bagi PNS dari Rp10.000 menjadi Rp15.000, dan lauk pauk TNI dari Rp30.000 menjadi Rp35.000,” jelasnya. Alokasi DIPA terbesar, menurut Edy,diterima TNIAD dengan anggaran Rp16,09 triliun. Kemudian disusul Dephan sebesar Rp6,4 triliun, TNI AL sebesar Rp5,5 triliun, Mabes TNI Rp4,5 triliun, dan TNI A n g k a t a n Udara sebesar Rp3,9 triliun.

“Dari anggaran yang ada, TNI AD memperoleh alokasi anggaran terbesar,” ungkapnya. Menurut dia, peningkatan alokasi anggaran tahun 2008 ini jika dihadapkan dengan kebutuhan minimal Dephan dan TNI masih belum mencukupi. Sebab, perkiraan kebutuhan Dephan dan TNI tahun anggaran 2008 sebesar Rp100 triliun. Dengan demikian, DIPA tahun 2008 baru mendukung sekitar 36,20% pemenuhan kebutuhan. Anggota Komisi I DPR Andreas Pariera mengatakan, DPR khususnya Komisi I, sangat memberikan perhatian khusus kepada masalah anggaran TNI.

Karena itu, Dephan perlu melakukan perencanaan yang matang dan mempertimbangkan kebutuhan yang paling utama dari masing-masing angkatan.“ Ke depan, melalui buku putih, tentunya DPR akan dimudahkan untuk mengontrol tiap-tiap angkatan,sebab selama ini tidak pernah ada aturan yang jelas mengenai perencanaan terhadap anggaran yang digunakan,” ungkap Andreas. (amril)

Sumber : KORAN SINDO

No comments: