JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menduga ada penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan enam jett tempur jenis Sukhoi SU-30 MK2 oleh pemerintah. Tubagus menjelaskan, akhir 2010 DPR menyetujui pembelian enam pesawat Sukhoi itu seharga 470 juta dollar AS melalui kerja sama dengan pemerintah Rusia. Pemerintah Rusia, kata dia, menyediakan state credit sebesar 1 miliar dollar AS. Namun, Tubagus mengaku menerima informasi bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia melakukan kontrak tidak melalui Rosoboron Export yang merupakan perwakilan Pemerintah Rusia di Jakarta. "Tapi lewat PT X sebagai broker," kata Tubagus, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Jakarta, Kamis (1/3). Tubagus menambahkan, berdasarkan penjelasan pihak Rosoboron, harga Sukhoi SU 30-MK2 per Juli 2011 sekitar 60-70 juta dollar AS per unit. Harga Sukhoi yang dibeli sebelumnya hanya 55 juta dollar AS per unit. Jika memakai harga tertinggi yakni 70 dollar AS, kata dia, maksimal h...
SAAT KETEGANGAN yang memanas antara Indonesia dengan Malaysia mengenai blok Ambalat dulu, menyebabkan pasukan kedua negara menyiapkan peralatan perangnya termasuk diantaranya kekuatan udara. Indonesia sudah menyiapkan empat buah pesawat F-16 yang siaga untuk menghadapi pesawat-pesawat tempur Malaysia. Namun jika dilihat dari kondisi yang ada, keempat F-16 itu adalah sebagian dari 8-10 buah F-16A/B Fighting Falcon yang dimiliki Angkatan udara Indonesia. Sisanya, adalah kekuatan pesawat yang sudah uzur, yaitu 12 buah F-5E/F "Tiger II", 17 buah A-4E "Sky Hawk" (keduanya generasi pesawat tahun 1960 s.d. 1970-an), disamping pesawat tempur ringan yang masih modern, yaitu 35 buah Hawk 100/200, 9 buah Hawk Mk-53, didukung pesawat generasi perang Vietnam (1960-an), yaitu 9 buah OV-10 "Bronco". Belum diketahui, empat buah pesawat F-16A/B yang dipersiapkan TNI-AU itu benar-benar sudah siap menghadapi pesawat-pesawat tempur Malaysia. Yang jelas, tampaknya pengerahan F...
Air Force Acquiring Fire-Control Radar for FA-50PH 17 Maret 2017 Israeli Elta EL/M-2032 fire control radar (photo : Defense Update) The Philippine Air Force (PAF) is allocating some PHP82,543,000 for the acquisition of one transmitter needed for unscheduled maintenance of the fire-control radar (FCR) of one of its South Korean-made FA-50PH “Fighting Eagle” jet fighters. FA-50PHs are equipped with Israeli Elta EL/M-2032 fire control radar further developed by LIG Nex1. The money will be sourced from PAF General Appropriations Act CY 2017, said Department of National Defense Bids and Awards Committee (DND BAC) chair Assistant Secretary Josue S. Gaverza in bid bulletin posted at the Philippine Government Electronic Procurement System. Winning bidder is required to deliver the parts within 540 calendar days from the receipt of the Notice to Proceed. Bidders should have completed, within the last five years, a similar contract. A pre-bid conference is scheduled on March 23, 10 a....
Comments