Friday, July 17, 2009

Kumpulan Video Seputar Ledakan Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton








Sumber : OTAKKACAU.CO.CC

Bom Guncang Jakarta



JAKARTA - Jumat (17/7) pagi sekitar pukul 07:46 terjadi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kawasan Mega Kuningan. Sampai dengan berita ini dimuat dilokasi masih dilakukan penyisiran oleh tim Gegana Polri dan pengamanan diambil alih langsung oleh personel Detasemen Khusus-88 Anti Teror.

Laporan terkini menyebutkan bahwa kuat dugaan ini adalah bom bunuh diri, hal ini di buktikan dengan ditemukan mayat korban tanpa kepala dan anggota badan dilokasi kejadian.

Siang jam 14:00 tadi dalam konfrensi persnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan salah satu temuan intelijen yang diterjemahkannya sebagai ancaman kepada dirinya. Temuan tersebut berupa beberapa lembar foto yang menggambarkan dua orang bertutup kepala hitam, tengah melakukan latihan menembak dengan menggunakan gambar Presiden sebagai target.

"Saudara bisa menafsirkan apa artinya ancaman seperti itu. Dan temuan intelijen lain yang sekarang ada di pihak berwenang, tadi pagi terus terang, sebagaimana kebiasaan saya, saya ingin langsung datang ke lokasi. Tapi Kapolri dan semua pihak menyarankan jangan dulu, karena memang belum steril masih dibersihkan, masih disisir dan ancaman bisa datang, apalagi dengan contoh yang saya sampaikan tadi, ancaman fisik," kata Presiden.

"Tapi tentu hidup dan mati di tangan Allas SWT, saya tidak boleh terhalang untuk menjalankan tugas saya untuk rakyat untuk negara ini," sambungnya. "Pengamanan Presiden berada di pundak TNI, saya yakin TNI sudah mengambil langkah-langkah seperlunya," kata Presiden lagi.

Terhadap semua temuan intelijen tersebut, kata Presiden, terlepas apakah hal tersebut terkait dengan ledakan hari ini atau tidak, menginstruksikan kepada semua jajaran penegak hukum untuk menjalankan tugas dengan benar obyektif dan benar. "Dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Andaikata tidak terkait, tetaplah harus dicegah," tegas Presiden.

"Atas semuanya ini, saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mengutuk aksi teror yang sangat memprihatinkan ini," kata Presiden.

Dikutip dari beberapa sumber berita. Foto : ©alutsista & ©VAMAN@MP.NET
















Menristek : Fokus Pada Industri Militer Nasional



JAKARTA - Kementerian Negara Riset dan Teknologi segera mewujudkan kemandirian industri pertahanan. Program tersebut akan menjadi fokus pengembangan bagi tenaga riset dan teknologi ke depan.

“Kita yakin ke depan akan mampu memiliki industri pertahanan yang mandiri,” kata Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman seusai semiloka ”Revitalisasi Iptek Hankam untuk Kemandirian Industri Pertahanan 2025” di Jakarta Kamis (16/7). Kusmayanto mengatakan, kemandirian dalam industri pertahanan bukanlah hal yang mustahil dan tak mungkin bagi Indonesia.

Terlebih SDM di Indonesia sangat melimpah untuk mewujudkan pembangunan industri pertahanan. Meski demikian, untuk bisa menuju kemandirian perlu ada kebijakan strategis penguasaan teknologi pertahanan, dan keamanan yang selama ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan terutama alat utama sistem senjata (alutsista).

“Peningkatan kapabilitas kemampuan iptek pertahanan dan keamanan di kalangan industri nasional juga sangat penting untuk mencapai kemandirian industri,” ujarnya. Kusmayanto juga menekankan agar ada sinergi antara pemerintah dan seluruh instansi terkait.

Dengan sinergi yang kuat itu, maka akan dihasilkan produk industri pertahanan nasional yang membanggakan guna makin mendorong kemandirian industri pertahanan nasional. Sebelumnya Lapan berhasil melesatkan sejumlah roket. Rencananya, roket tersebut akan dikembangkan ke industri pertahanan untuk mencukupi kebutuhan rudadalam negeri.


Mockup Fast Patrol Boat-40m buatan PT.PAL

Sementara itu, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, untuk peralatan tempur berteknologi, Indonesia tergolong masih belum mampu membuatnya. Alat pertahanan hit-tech seperti pesawat tempur dan kapal selam masih tergantung pada industri asing.

“Kemandirian industri pertahanan Indonesia masih terbatas pada teknologi madya seperti kapal patroli cepat, kendaraan tempur panser, senapan serbu, dan lainnya,” tambah Juwono. Meski demikian, tetap diperlukan adanya kerja sama pengadaan alusista dengan luar negeri dengan metode transfer teknologi.

Tapi terpenting, untuk menghidupkan kemandirian industri pertahanan perlu ada pasar karena tidak ada teknologi yang berlanjut tanpa ketersediaan pasar. Juwono mengatakan, untuk periode 2010–2014 Indonesia sudah memiliki target dalam mengadopsi produk iptek pertahanan dan keamanan antara lain sistem peluru kendali, sistem turret kendaraan tempur, pesawat udara tanpa awak, kapal patroli cepat, wahana bawah air, komponen pesawat udara dan radar, alat komunikasi dan satelit, serta iptek pendukung keamanan.

Sumber : SEPUTARINDONESIA

Kenaikan Anggaran Fokus Pemeliharaan Armada Angkut

JAKARTA - Kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 persen pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010 akan difokuskan pada pemeliharaan alat utama sistem senjata.

"Khususnya perawatan pesawat angkut, seperti Hercules C-130," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Jakarta, Kamis (16/7).

Alasannya, kata dia, armada angkut memiliki banyak peran strategis untuk operasi militer maupun nonmiliter. Di antaranya, melaksanakan misi kemanusiaan di dalam dan laur negeri. "Pesawat angkut juga kerap digunakan instansi lain, termasuk Polri untuk pergeseran pasukan," katanya.

Anggaran pertahanan naik dari Rp33,6 triliun menjadi Rp40,6 triliun. Juwono mengatakan, dari kenaikan Rp7 triliun, sebagian besar dialokasikan untuk matra udara, yakni sekitar Rp4 triliun. Sisanya, digunakan bagi perawatan kapal perang TNI AL dan kendaraan tempur milik TNI AD.

Dia mengungkapkan, kenaikan tahun depan memang signifikan. Namun, anggaran masih kurang memadai dibanding kekuatan pokok minimum. "Hanya sepertiga dari kekuatan minimum."

Juwono menjelaskan, Dephan belum merencanakan pengadaan senjata baru berteknologi tinggi dan mahal, seperti kapal selam. "Tidak dalam waktu dekat," kata dia. Pasalnya, pemerintah masih memprioritaskan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, selain perawatan senjata yang sudah dimiliki, pihaknya berharap kenaikan anggaran bisa menghadirkan senjata baru guna mengganti yang lama. Dicontohkan, pesawat OV-10 Bronco milik TNI AU yang sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu.

"Tentu belinya secara bertahap. Tidak langsung satu skadron," katanya.

Selain itu, TNI akan mengajukan kembali sisa pengadaan helikopter Mi-17 untuk TNI AD dan kapal selam yang kehadirannya sangat dinantikan matra laut.

Sumber : JURNAS

Thursday, July 16, 2009

Jambore Teknologi 2009

SEMARANG - Seorang anak mengamati sebuah rudal Exocet MM-38, miniatur kapal selam dan torpedo (peluru kapal selam) yang dipajang pada Jambore Teknologi 2009, di area Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), di Semarang, Jateng, Kamis (16/7). Jambore yang diikuti berbagai lembaga pemerintah, swasta, sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi yang akan berlangsung hinga 19 Juli itu antara lain bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang temuan dan inovasi teknologi . FOTO ANTARA/R. Rekotomo/ed/mes/09


TNI dan USAF Gelar Operasi Pasific Angel

KUPANG - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan US Air Force menggelar "Operasi Pasific Angel" di dua kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15-20 Juli 2009," kata kordinator pelaksana latihan Letkol Penerbang, Ferdinan Roring di Kupang, Rabu (15/7).

Kegiatan operasi yang dilaksanakan ini, kata Roring, khusus di bidang kesehatan antara TNI dan US Pacaf. Tim Pacaf ini akan menggelar pengobatan gratis di desa Batakte, Kecamatan Kupang Barat dan Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang serta di kelurahan Naioni Kota Kupang.

"Kegiatan pengobatan gratis ini dilaksanakan selama tiga hari hingga 17 Juli 2009," katanya.

Hari ini, kata Roring, pesawat kargo C-17 Globemaster milik USAF tiba di Lanud El Tari Kupang pada pukul 09.30 Wita mengangkut obat-obatan dan personel medis guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di dua kabupaten/kota tersebut.

Pesawat C17 tersebut, jelas dia, berangkat langsung dari Hawai menuju Kupang tanpa transit dengan menempuh perjalanan kurang lebih tujuh jam. Hal ini dimungkinkan karena pesawat mampu mengangkut bahan bakar hingga 50 ton.

Selain melakukan pengobatan gratis, kata Roring, tim Pacaf ini juga akan membangun "solar cell" dan pompa air di tiga wilayah tersebut guna mengatasi kesulitan air bersih yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

Puncak kegiatan, kata Roring, akan berlangsung pada 18-20 Juli 2009, yakni latihan evakuasi medis di udara antara TNI dan tim Pacaf USA di Lanud El Tari Kupang.

Ia mengatakan, mulai hari ini tim Pacaf dan TNI telah melaksanakan pelayanan kesehatan gratis di Kelurahan Naioni yang meliputi pemeriksaan mata, gigi, dan penyakit bagian dalam kepada semua warga yang berada di kelurahan tersebut.

Dengan diadakan pengobatan gratis oleh Pacaf USA ini, maka NTT sudah dua kali mendapat pengobatan gratis dari pemerintah Amerika Serikat, karena sebelumnya kapal Angkatan Laut UNSS Mercy juga pernah melakukan kegiatan pengobatan gratis di Provinsi NTT.

Sumber : ANTARA

Kapal Perang LPD TNI AL Selesai September 2009



JAKARTA - PT PAL tengah menyelesaikan pembangunan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, PAL berjanji menyerahkan kapal angkut personel itu pada September mendatang.

Dia berharap, tidak ada lagi penundaan. "Karena sudah 11 kali penyerahannya ditunda," katanya usai menghadiri peluncuran buku mantan KSAL Laksamana (purn) Sumardjono di Jakarta, Selasa (14/7) malam.

Tedjo mengatakan, pembangunan LPD adalah realisasi alih teknologi senjata strategis dari Korea Selatan.

Angkatan Laut memesan empat kapal LPD dari Korea Selatan. Dua kapal pertama, KRI Surabaya dan KRI Makassar, dibuat di negeri ginseng tersebut dan telah hadir memperkuat jajaran matra laut.

Dua kapal terakhir dibangun di PT PAL, Surabaya, dengan asistensi penuh Korea. Dia menjelaskan, kapal terakhir direncanakan kelar Januari 2010.

Tedjo mengatakan, setelah LPD, diharapkan PAL membangun kapal perusak kawal rudal. Saat ini, TNI AL tengah menjajaki negara produsen yang berkomitmen memberikan alih teknologi. Beberapa calonnya, Prancis, Belanda, dan Italia. "Masih ditimbang mana yang terbaik," kata lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1975 itu.

Pengiriman Kapal Molor

Sementara itu di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/7) Direktur Utama PAL Harsusanto mengatakan pengiriman kapal PT PAL Indonesia kepada kliennya terancam molor jika rencana restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) tidak segera selesai. "Selama dana dari PPA belum masuk, kita lewat (target pengiriman)," ujarnya.



Selama ini, perseroan memaksimalkan sisa dana internal untuk pembangunan pesanan kapal kliennya. Sebelumnya, perseroan berharap bisa mengirim 9-10 kapal pesanan perusahaan dan lembaga dari dalam maupun luar negeri hingga akhir tahun 2009 ini.

"Tapi sampai akhir tahun kemungkinan hanya bisa 7 saja," katanya.

Tujuh kapal tersebut antara lain 2 landing platform dock (LPD) kapal pesanan TNI AL senilai US$ 15 juta, dan 4 kapal pesanan Ditjen Bea Cukai senilai US$ 24 juta. Sedangkan dari luar negeri, 1 buah kapal chemical tanker pesanan dari Italia yang akan diserahkan pada September 2009 senilai US$ 22,5 juta.

Sumber : JURNAS

Wednesday, July 15, 2009

AS Kirim Lima kapal Perang ke Indonesia


CVN-73 USS George Washington

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan mengikutsertakan lima kapal perangnya dalam parade kapal perang internasional Indonesia (Indonesian Fleet Review/IFR), pada 17-19 Agustus mendatang.

"Semula AS akan kirim dua kapal perangnya. Namun konfirmasi terakhir menjadi lima kapal perang," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno ketika ditanya di Jakarta, Rabu (15/7), tentang persiapan akhir IFR 2009 di Manado, Sulawesi Utara.

Lima kapal perang AS terdiri atas kapal induk George Washington dan empat lainnya merupakan perang jenis perusak (destroyer). Selain AS, 31 negara lainnya seperti negara-negara ASEAN, China, Pakistan, Eropa, Prancis, Inggris, Jepang dan Rusia juga akan mengirimkan
kapal perangnya sehingga diperkirakan ada 50 kapal perang yang akan ikut dalam IFR 2009.

Indonesia dalam kegiatan itu akan mengikutsertakan 10 kapal perangnya. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri dapat menyelenggarakan IFR dengan peserta yang cukup banyak yakni 32 negara dengan hampir 50 kapal perang," kata KSAL.

Selain parade kapal perang (fleet review), juga ada lintas layar (sail pass), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, lintas terbang (fly pass), kirab kota, dan bakti sosial.

Pelaksanaan Parade Kapal Perang Indonesia kali pertama diselenggarakan pada Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, dan baru kembali diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2009. Ini juga merupakan keikutsertaan AS yang kedua kalinya.

KSAL menambahkan, kegiatan IFR 2009 tersebut sekaligus menunjukkan keberadaan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, karena 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan. Selain itu, melalui IFR 2009 dapat pula ditingkatkan kerja sama atas dasar saling menghormati dan menghargai antarnegara, khususnya angkatan laut masing-masing negara.

Pembukaan IFR 2009 rencananya akan dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : MEDIAINDONESIA

Sumardjono Menilai Saatnya Berdayakan Industri Pertahanan Nasional

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Sumardjono mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memberdayakan Industri Pertahanan Dalam Negeri. Alasannya, selama Indonesia masih bergantung pada industri pertahanan luar negeri, maka pertahanan Indonesia tidak akan pernah menjadi besar dan kuat serta disegani negara lain. Hal ini dikemukakan Sumardjono saat peluncuran buku biografinya yang ditulis oleh Tim Dfinas enerangan TNI Angkatan Laut di Jakarta, Selasa (14/7).

Sumardjono menekankan pentingnya membangun TNI Angkatan Laut yang besar, kuat dan profesional mengingat dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan panjang pantai sekitar 5.000 kilometer persegi.

"Namun, karena anggaran negara yang belum bisa mendukung pembangunan TNI AL yang kuat, besar dan profesional maka kita harus sudah mulai untuk memberdayakan industri pertahanan dalam negeri," ujarnya.

Ia menegaskan, pemberdayaan dan penggunaan produk dalam negeri tentu tidak dapat serta merta dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

"Kita harus memulainya dengan membeli alat utama sistem senjata termasuk kapal perang, dari luar negeri dengan syarat adanya transfer teknologi sehingga lambat laun Indonesia juga bisa membangun alat utama sistem senjata sendiri dengan standar internasional yang memadai dan dapat memberikan efek tangkal bagi Indonesia," kata Sumardjono.

Pada kesempatan itu Sumardjono mengakui persetujuannya untuk membukukan kehidupan pribadi dan karir militernya dilatarbelakangi karena masih banyak ide-ide yang belum tersampaikan saat menjadi Kasal selama delapan bulan kurang empat hari.

"Saya sebenarnya enggan untuk menulis buku, namun setelah didorong-dorong oleh Kepala Penerangan TNI AL maka akhirnya saya bersedia, dengan catatan saya sudah pensiun," kata Sumardjono saat membuka peluncuran buku setebal 319 tersebut.

Hadir dalam peluncuran itu Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Menristek Kusmayanto Kardiman serta para mantan Kasal.

Sumber : JURNAS

Tuesday, July 14, 2009

TNI Siapkan Pengadaan Alutsista Baru


Hawk MK-53 TNI AU

JAKARTA - TNI akan memfokuskan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20% pada APBN 2010, untuk pengadaan sejumlah alutsista baru menggantikan alutsista lama yang dikandangkan seperti pesawat OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 TNI Angkatan Udara (AU).

"Tentu itu akan diadakan bertahap, tidak langsung masing-masing satu skadron. Kenaikannya kan juga harus diprioritaskan juga untuk pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem senjata yang masih digunakan," kata Juru Bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Selasa (14/7).

Selain itu, TNI akan mengajukan kembali sisa pengadaan helikopter Mi-17 bagi TNI Angkatan Darat (AD) dan kapal selam yang masih tertunda pengadaannya bagi TNI Angkatan Laut (AL).

"Semua alutsista itu selama ini telah diajukan namun belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Jadi, kita masih melanjutkan program yang sudah direncanakan sebelumnya," kata Sagom.

Untuk pengajuan beberapa alutsista itu, tambah dia, masih digodok terlebih dulu di masing-masing angkatan untuk kemudian dibawa ke Mabes TNI dan dibahas bersama Departemen Pertahanan dan instansi terkait seperti Departemen Keuangan.

Sebelumnya, Sekjen Departemen Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengemukakan, segera menggelar rapat bersama Mabes TNI untuk membahas apa saja yang akan difokuskan menyusul rencana kenaikan anggaran pertahanan/TNI sebesar 20 persen pada APBN 2010.

"Kami (Dephan) akan bahas bersama TNI untuk menentukan apa saja yang bisa dilakukan dengan kenaikan anggaran itu. Setelah itu, baru kami berkoordinasi dan membahas bersama instansi terkait seperti Departemen Pertahanan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, dalam rancangan APBN 2010, pemerintah mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan anggaran pertahanan lebih dari 20 persen dari Rp 33,6 triliun pada 2009 menjadi Rp 40,6 triliun.

"Secara sistematik, tahun demi tahun, kita menuju angka yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan minimum yang diperlukan, antara Rp 100-120 triliun," ujar Presiden.

Sumber : ANTARA

Monday, July 13, 2009

BUMNIS Menyambut Baik Rencana Kenaikan Anggaran Pertahanan

BANDUNG - Sejumlah Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) menyambut baik rencana kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 persen.

Rencanan kenaikan anggaran pertahanan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Penyerahan 40 unit Panser APS 6x6 buatan PT Pindad di Bandung, Jumat (10/7).

Beberapa BUMNIS yang menyambut baik rencana kenaikan anggaran pertahanan pada 2010 itu antara lain PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad yang berharap bisa melakukan kontrak baru untuk sektor alutsista.

"Pendapatan terbesar kami selama ini dari kontrak dengan Dephan. Belanja Dephan nilainya mencapai 60-80 persen dari pendapatan kami," kata Direktur PT Pindad, Adik Avianto.

Selain dari kontrak penjualan senjata dan amunisi, PT Pindad juga mendapat kontrak strategis pengadaan sekitar 150 unit panser APS 6x6 dan 4 unit panser intai 4x4 untuk memenuhi kebutuhan TNI-AD yang ditargetkan tuntas pada 2010.

Sedangkan PTDI juga berharap penambahan anggaran pertahanan itu bisa menambah kontrak pembelian produk-produk PTDI seperti pesawat CN-235, Helikopter N-Bell dan Super Puma.

Direktur Aircraft Integration PTDI, Budi Wuraskito, nilai kontrak pembelian pesawat terbang dari Dephan dalam lima tahun terakhir sekitar 25 juta dolar AS. Ia berharap dengan adanya peningkatan anggaran pertahanan bisa lebih banyak lagi kontrak yang bisa dilakukan oleh PTDI. Ia berharap, bisa lebih banyak menangani pesawat-pesawat TNI.

"Ke depan kami siap menjadi partner dalam pengadaan suku cadang pesawat terbang, tentunya dengan kerjasama dengan pabrikan pesawat di luar negeri. Sehingga nantinya tidak kesulitan mencari suku cadang saat dilakukan maintenance," kata Budi Wuraskito.

Kenaikan anggaran pertahanan itu juga disambut baik oleh BUMN lainnya seperti PT INTI dan PT LEN yang memproduksi dan mengembangkan alat-alat telekomunikasi untuk sipil dan kebutuhan militer.

Sumber : ANTARA

Mabes TNI Menyatakan Siap Untuk Diaudit

JAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI siap untuk diaudit terkait pelaksanaan manajemen anggaran alat utama sistem senjata. Seperti yang selama ini telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait rencana kenaikan anggaran TNI sebesar 20 persen pada 2010.

"TNI tentu akan terus melakukan pembenahan manajemen anggaran alat utama sistem senjata agar lebih tepat sasaran dan kami siap diaudit untuk itu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Senin (13/7).

Kendati begitu, Sagom mengatakan, masih ada perbedaan persepsi antara Departemen Keuangan (Depkeu) dan BPK dengan TNI tentang audit tersebut.

"Dari sisi Depkeu dan BPK, audit hanya berdasarkan nominal. Padahal audit dari sisi TNI adalah apakah suatu alat utama sistem senjata masih layak atau tidak untuk mendukung operasional," tuturnya.

Dicontohkannya, satu skadron pesawat A-4 Skyhawk dan OV-10 Bronco yang sudah tidak lagi dioperasionalkan TNI masih diberi nilai nominal saat audit sebagai Inventaris Kekayaan Negara (IKN).

"Tapi itu masih dianggap sebagai aset TNI yang harus dimasukkan secara nominal dalam audit. Hal seperti ini yang kami belum sepaham soal audit," kata Sagom.

Terkait cetak biru, ia menegaskan, TNI selalu memiliki Rencana Strategis (Renstra) Program Pembangunan Kekuatan (Probangkuat) lima tahunan. Hal itu rutin dievaluasi setiap tahun selama pelaksanaannya.

"Jika dalam lima tahun, ada yang belum dapat dilaksanakan kita ajukan pada program lima tahun berikutnya. Sesuai kebutuhan dan alokasi anggaran yang ada," katanya.

Sumber : JURNAS

Friday, July 10, 2009

Serah Terima Panser Pindad APS 6x6 Anoa

BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso (kanan) menaiki salah satu dari 40 Panser jenis Angkut Personel Sedang (APS) 6x6 seusai serah terima dari PT Pindad ke Departemen Pertahanan di kawasan hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7). FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ed/mes/09.





Foto : DETIK.COM/Dudi Anung/Setpres



Anggaran Pertahanan 2010 Naik 20 Persen

BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan menaikkan anggaran pertahanan sebesar 20 persen pada 2010. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Negara saat menyaksikan serah terima 40 panser 6x6 dari Direktur Utama PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di kawasan PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (10/7) siang.

"Mulai 2010, anggaran pertahanan akan kita tingkatkan secara signifikan pada 2009 sebesar Rp 33,6 triliun, kita naikkan sekitar Rp 7 triliun atau 20 persen menjadi Rp 40,6 triliun," katanya.

Menurut Kepala Negara, peningkatan anggaran pada 2010 itu akan menjadi awal dari peningkatan bertahap anggaran pertahanan. "Tahun demi tahun akan kita tingkatkan, ...(sehingga) kita makin dekat dengan kekuatan minimum yang diperlukan," ujarnya seraya menambahkan bahwa kekuatan minimum yang diperlukan memerlukan dana setara Rp 100 trilun s/d Rp 120 trilun. Presiden mengatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan dapat diwujudkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Negara menilai anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir memang masih di bawah kebutuhan karena pemerintah menitikberatkan pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa peningkatan anggaran secara signifikan itu hendaknya digunakan secara tepat sesuai kebutuhan, tetap mengutamakan prioritas, menggunakan audit, dan berorientasi pada pengguna.

Sementara itu, terkait penyerahan panser, Menhan Juwono mengatakan bahwa 40 buah panser APS 6x6 tersebut merupakan produksi PT Pindad yang dibiayai oleh APBN sebesar Rp 1,12 trilun untuk 154 panser.


Ruang kemudi Panser Pindad 6X6 "Anoa"

"Panser-panser itu merupakan produksi pertama kendaraan tempur dalam negeri sejak era reformasi," katanya.

Seusai menyaksikan serah terima Presiden melakukan peninjauan dan pemeriksaan panser-panser tersebut. Kepala Negara juga naik ke salah satu panser tersebut.

Cetak Biru Modernisasi Pertahanan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau bahwa alat-alat pertahanan yang dapat dibuat di dalam negeri hendaknya tidak dibeli dari luar negeri. "Alat-alat pertahanan yang bisa dibuat di dalam negeri saya larang dibeli dari luar negeri," kata Presiden.

Kepala Negara menilai kebijakan itu bukanlah suatu bentuk dari proteksionisme melainkan wujud dari komitmen pada 2005 untuk memproduksi sendiri alat-alat yang dapat dibuat di dalam negeri.

"Untuk pertahanan kita prioritaskan produk dalam negeri, itupun kita masih membeli persenjataan yang lain (dari luar negeri)," katanya.


N-250 Buatan PTDI

Namun, lanjut Presiden, hal itu hanya dapat dilakukan jika industri pertahanan dalam negeri kompetitif sehingga rakyat tidak dirugikan karena membeli produk yang sama dengan produk luar negeri dengan harga yang lebih mahal.

Menurut Kepala Negara, industri pertahanan harus kompetitif jika tidak ingin mati akibat kalah bersaing.

Selain kompetitif, lanjut dia, agar dapat memberikan sumbangan signifikan pada pembentukan postur pertahanan, industri pertahanan juga harus efisien dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan itu semua, Kepala Negara berjanji bahwa pemerintah siap membantu dengan berbagai inovasi, teknologi dan investasi.

Sebelum menyaksikan serah terima itu, Kepala Negara menggelar rapat terbatas dengan Panglima TNI Djoko Santoso, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi untuk membahas mengenai usulan cetak biru modernisasi pertahanan Indonesia.

Kepala Negara mengatakan cetak biru moderenisasi sistem pertahanan diperlukan untuk betul-betul mewujudkan postur pertahanan yang kokoh.

Cetak biru tersebut, menurut Kepala Negara, juga akan disesuaikan dengan anggaran negara sehingga diperlukan suatu prioritas.

Sumber : KOMPAS, ANTARA

Presiden Serahkan 40 Panser kepada TNI



JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan Jumat (10/7) ini menyerahkan 40 unit panser 6x6 Pindad kepada Panglima TNI di hanggar CN 235 PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

Rombongan Kepala Negara berangkat dari kediaman pribadi di Puri Cikeas Indah sekitar pukul 06.30, dengan menggunakan mobil, menempuh jarak sekitar 148 km.

Presiden Yudhoyono tiba di gedung pusat manajemen PT Dirgantara Indonesia sekitar pukul 08.30 dengan disambut oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Setibanya di PT Dirgantara Indonesia, Presiden memimpin rapat terbatas terlebih dahulu selama 1,5 jam.

Seusai menyerahkan secara simbolis 40 unit panser 6x6 Pindad yang dihadiri Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono itu, Presiden kemudian melakukan peninjauan.

Rombongan Kepala Negara dijadwalkan kembali ke Cikeas sekitar pukul 13.45 seusai shalat Jumat.

Sumber : KOMPAS

Thursday, July 09, 2009

Tim Audit Alutsista TNI Tiba di Lanud Hasanuddin

MAKASSAR - Tim Audit alutsista Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI yang dipimpin Wakil Ketua Tim Audit Letjen TNI Liliek AS didampingi Marsekal Pertama TNI Bambang Wahyudi dari Irjen TNI AU, tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (8/7).

Letjen TNI Liliek AS mengatakan bahwa kunjungan kerja di Lanud Sultan Hasanuddin adalah untuk melaksanakan audit alut sista untuk melihat secara riil mengingat berbagai kecelakaan yang dialami oleh pesawat TNI belakangan ini. Disampaikan juga bahwa Marsma TNI Bambang Wahyudi dari Irjen TNI AU adalah berada dalam satu Tim dalam rangka melaksanakan audit alut sista, dan selaku Ketua Tim dan sekaligus sebagai penanggung jawab tim audit adalah Menhan yang selanjutnya hasil pelaksanaan audit akan dilaporkan kepada Presiden RI.

Korea Selatan Tawarkan Kerjasama Jasa Pembuatan Pesawat Tempur


T-50 Golden Eagle pernah disebut akan diakuisisi pembuatannya di Indonesia

JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho young, Senin (6/7) kemarin di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal tentang peningkatan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara, antara lain tentang rencana kerjasama di bidang industri pertahanan, kerjasama pelatihan, transfer of technology seperti pesawat tempur dan kapal perang.

Duta Besar Republik Korea Selatan menyampaikan bahwa saat Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan berkunjung ke Indonesia beberapa waktu yang lalu telah menyampaikan kepada Menhan Juwono, bahwa Korea akan memberikan jasa pelatihan lanjutan pesawat terbang, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak Korea Selatan memerlukan suatu Lanud, dan meminta jawabannya atau tanggapannya dari pihak Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, menhan RI Juwono Sudarsono menjelaskan hal ini sudah diusahakan dan koordinasikan oleh Dephan dengan Mabes TNI khususnya dengan Mabes TNI AU termasuk kapan dapat dilaksanakan.

Lebih lanjut Menhan Juwono menjelaskan, Duta Besar Republik Korea Selatan berkaitan dengan kunjungan Presiden Korea ke Indonesia pada Maret 2009 lalu, yaitu dengan telah ditandatanganinya Letter of Intens tentang kerjasama pembuatan pesawat fighter. Menhan berharap dukungan program ini dengan adanya road map bersama, sehingga dapat diikuti oleh intansi-instansi terkait seperti Bapennas, Depkeu, Dephan dan mabes TNI.

Menhan juga berharap mudah-mudahan kerjasama ini, terdapat suatu komitmen bersama untuk menentukan tahapan selanjutnya. Informasi yang diterima, saat ini tahapan sudah memasuki pada tahapan visibility study sampai pada bulan Juli 2009, setelah itu design selama 3 tahun, dan dilanjutkan dengan development selama 7 tahun. Sehingga pada tahun 2020 mendatang diharapkan terdapat prototype 5 buah pesawat. “ Jadi kita perlu ada road map lebih kongkrit lagi”, tambah Menhan Juwono.

Sumber : DMC

Serah Terima Panser Dibatalkan



BANDUNG - Pada hari Selasa (7/7) Sejatinya 40 unit panser APS 6x6 "Anoa" pesanan pemerintah akan diserah terimakan kepada Departemen Pertahanan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung.

Namun acara penyerahan ini dibatalkan, dan dijadwalkan kembali setelah hari pemilihan presiden Rabu (8/7). Ini merupakan kali kedua acara dibatalkan, awalnya acara akan dilakukan pada Minggu (5/7) namun mundur ke hari Selasa (7/7). "Panser ini merupakan penyerahan tahap kedua, tahap pertama dilakukan pada Februari 2009 lalu sebanyak 20 Panser" kata Kepala Humas Pindad, Timbul Sitompul di Bandung.

Dengan demikian, PT Pindad hingga awal Juli 2009 ini telah menyelesaikan sebanyajk 60 unit panser dari total Panser 6x6 dan panser pengintai pesanan pemerintah sebanyak 154 unit.

Timbul menyebutkan, sisa pesanan itu akan diselesaikan hingga akhir 2010 mendatang. Sementara itu total nilai kotrak pengadaan Panser itu senilai hampir Rp.1 trilyun. "Panser itu akan digunakan oleh TNI, namun distribusinya akan dilakukan oleh Dephan," kata Timbul.

Panser 6x6 APS itu merupakan panser pengangkut yang bisa dipasangi dua jenis senjata api berat di bagian depan dan belakang. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi komunikasi dan GPS device.

Menurut Timbul, kontrak pengadaan panser dengan Dephan RI merupakan yang pertama kalinya dilakukan. PT Pindad sendiri berupaya maksimal memproduksi panser dalam jumlah besar.



Rencananya disamping akan menyerahkan 40 unit Panser di Kompleks PTDI juga akan digelar "Gelar Teknologi Hankam". "Pindad akan memamerkan seluruh produk mulai dari panser, persenjataan serta lainnya," kata Timbul.

Tidak jelas kapan acara tersebut akan kembali diadakan, yang jelas ke-40 panser kemarin secara bertahap dipulangkan kembali ke Pindad di Kiaracondong. Admin sempat mengikuti iring-iringan kepulangan Panser dari PTDI ke Pindad, sayangnya dikarenakan masalah keamanan kami diminta untuk tidak ikut didalam panser saat konvoy melainkan disebuah mobil tersendiri dibelakang iring-iringan.©alutsista

Monday, July 06, 2009

Impor Alutsista Bebas Bea Masuk



JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menetapkan pembebasan bea masuk atas impor alutsista (alat utama sistem senjata) seperti persenjataan, amunisi, perlengkapan militer dan kepolisian.

Menurut Sri Mulyani, pembebasan bea masuk impor tersebut juga termasuk suku cadang, serta barang dan bahan yang dipergunakan untuk menghasilkan barang yang dipergunakan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.

"Barang impor yang mendapat pembebasan bea masuk adalah barang dan bahan yang digunakan oleh industri tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai produsen barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara," katanya dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Senin, (6/7).

Selain itu, barang yang mendapat bebas bea masuk juga yang termasuk penghasil barang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara serta barang yang diimpor oleh lembaga kepresidenan, Departemen Pertahanan, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Intelejen Negara, dan Lembaga Sandi Negara.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan pembebasan bea masuk, lembaga tersebut dan/atau pihak ketiga yang bekerja sama harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pabean tempat pemasukan barang.

"Sedangkan untuk industri yang ditunjuk sebagai produsen barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara harus mengajukan permohonan pembebasan bea masuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai," jelasnya.

Sumber : DETIKFINANCE.COM

Latihan Tempur Satpur Paskhas TNI AU

MALANG - Sejumlah anggota Satuan Tempur (Satpur) Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, memberikan perlindungan terhadap senjata Triple Gun ketika "Operasi Perebutan Pangkalan" dalam "Latihan Tempur Garuda Perkasa" di pangkalan Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (6/7). Latihan tempur yang bertujuan untuk melatih anggota Paskhas dalam menghadapi segala ancaman terhadap kedaulatan RI tersebut juga digunakan sebagai peyambutan terhadap para taruna dalam kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Taruna Akademi TNI 2009. Foto ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/mes/09.