Tuesday, February 03, 2009

Rencana Pengadaan Kapal Selam Kilo Tetap dilanjutkan



MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan yang saat ini ditawarkan negaranya ke Indonesia adalah jenis persenjataan tercanggih pada kelasnya.

"Dalam waktu dekat, Pemerintah Indonesia juga akan mengadakan persenjataan kapal selam kelas Kilo buatan Rusia. Pembelian kapal selam itu diadakan melalui fasilitas kredit negara (state credit), yang telah disepakati di antara kedua negara sebesar satu miliar dollar AS", demikian yang diungkapkan Ivanov.

Kerja sama serupa, menurut Ivanov, sudah pernah terjadi di antara kedua negara sejak tahun 1960-an. Dia menolak anggapan kerja sama itu terkait kepentingan Rusia atau sekadar terkait diplomasi militer Rusia.

”Persoalan yang paling penting, Rusia tidak pernah terapkan syarat apa pun saat bekerja sama secara militer maupun teknis dengan Indonesia seperti sekarang. Kami adalah mitra yang dapat diandalkan oleh Indonesia,” ujar Ivanov.

Lebih lanjut, terkait persenjataan, menurut Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Marsekal Muda TNI Eris Herryanto mengatakan, "skema pembelian Kapal Selam rencananya akan menggunakan skema alokasi kredit pinjaman yang berbeda dengan skema kredit pengadaan pesawat Sukhoi".

Untuk Sukhoi menurutnya diambil dari APBN yang dialokasikan ke TNI-AU, dan juga melalui kredit komersial. Kita masih ada alokasi Kredit Ekspor tahun 2004, yang prosesnya masih ada di Departemen Keuangan menunggu penandatanganan loan agreement. Selain itu juga dibiayai melalui state credit dengan Rusia yang masih diproses,” ujar Eris.

Pengadaan Fregat TNI AL Tunggu Menkeu



JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih menunggu penetapan kontrak oleh Menteri Keuangan.

"Penetapan kontrak sedang diproses tinggal menunggu keputusan Menkeu," kata Kepala Staf AL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, usai bertemu dengan Menneg BUMN Sofyan Djalil di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (2/2).

Menurut KSAL, pengadaan kapal tersebut untuk menambah jumlah kapal TNI AL yang juga sedang dipesan. Kata KSAL, kebutuhan TNI AL atas kapal jenis itu masih banyak karena wilayah laut Indonesia yang sangat luas. "Dari sisi jumlah sampai kapan pun tidak akan terpenuhi. Harus selalu ada penambahan," ujarnya.

Namun KSAL mengatakan kebutuhan minimal TNI AL sekitar 150 unit kapal, sementara jumlah yang dimiliki sekarang sekitar 135 kapal. Kebutuhan ideal kapal TNI AL mencapai 270 unit kapal, karena mempertimbangkan wilayah laut Indonesia yang sangat luas.

Indonesia sebelumnya telah memesan empat Korvet kelas Sigma dari Belanda, pesanan terakhir akan tiba di tanah air sekitar Maret-April 2009.

Kasal menambahkan, pihaknya juga sedang memesan empat unit kapal jenis "Landing Plattform Dock" (LPD), dua di antaranya dari Korea Selatan, dan dua lagi buatan PT PAL. "Pesanan dari PAL hampir selesai," ujarnya.

Pengadaan kapal-kapal tersebut dibiayai dari pemerintah dan sebagian dari fasilitas pembiayaan pihak asing.

Sumber : ANTARA

Monday, February 02, 2009

Serah Terima 3 Sukhoi Terbaru

MAKASSAR - Sebanyak 3 pesawat tempur Shukoi SU-30MK2 diserah terimakan oleh pemerintah Rusia kepada pemerintah RI di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (2/2). Dengan demikian, jumlah pesawat Sukhoi yang dimiliki RI berjumlah 7 unit. Foto : AFP & DETIK.COM








Gak ngerti gw kenapa nih dukun seenaknya bisa ky ghini?!?

Dephan Serah Terima Sukhoi ke TNI AU




MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk melengkapi empat Sukhoi seri SU-30MK dan SU-27SK yang telah dioperasikan TNI Angkatan Udara sejak 2003. Dengan penyerahan itu, Indonesia sudah mengoperasikan tujuh pesawat Sukhoi.

Acara ditandai dengan penyerahan log book pesawat secara simbolis oleh Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov mewakili Pemerintah Rusia dan FSUE "Rosoboronexport" kepada Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mewakili Pemerintah Indonesia, di depan Gedung Galaktika Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (2/2).

Selanjutnya, tiga pesawat tersebut diserahkan Irjen TNI Mayjen TNI Lilik S Sumaryo kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Wardjoko.

Sebelum diserahkan, tiga pesawat jet tempur Sukhoi SU-30MK2 yang tiba secara bertahap pada 26 Desember 2008 dan 17 Januari 2009 itu menjalani uji terbang oleh pilot Rusia di Lanud Sultan Hasanuddin. Dengan kehadiran tiga unit Sukhoi itu, kini TNI AU memiliki tujuh pesawat yang memiliki julukan "flanker" . Tiga unit lainnya, jenis SU-27SKM, akan tiba pada pertengahan 2009 dan 2010.

Sumber : KOMPAS

Pembentukan Coast Guard Harus Segera Direalisasikan

JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk coast guard.

Pasalnya, hingga saat ini keterlibatan beberapa instansi yang memiliki kewenangan mengelola pengamanan dan penegakan hukum di laut terkesan kurang efektif bahkan tidak efisien.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno menilai perlu mensinergikan kemampuan dan mengintegrasikan kekuatan yang dimiliki oleh seluruh instansi, menjadi sebuah institusi tunggal yang diberi kewenangan penuh untuk pengamanan dan penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional yang legalitas formalnya diakui oleh hukum nasional maupun internasional.

Hal tersebut dikatakannya dalam makalahnya yang berjudul “Membangun Visi Maritim dan Sistem Keamanan Laut Dalam Bingkai Wawasan Nusantara” pada acara Rembug Nasional Kelautan 2009 yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (31/1) di International Convention Center, IPB, Bogor, Jawa Barat.

Tidak optimal dan kurang efektifnya pengamanan dan penegakan hukum di laut lanjut Kasal, dapat terjadi karena sebagai akibat dari tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan yang berimplikasi pada operasional, kurang fokus pada pelaksanaan tugas dari instansi yang melaksanakan tugasnya yang lebih mementingkan ego sektoral atau karena adanya kepentingan-kepentingan tertentu daripada mengutamakan kepentingan nasional serta belum adanya keterpaduan operasional dalam pengamanan dan penegakan hukum di laut.

Lebih jauh Kasal memaparkan, sebagai alternatif solusi terbaik dalam mengoptimalkan pengamanan dan penegakan hukum di laut adalah dengan pembentukan sebuah badan tunggal yang diberi kewenangan penuh dalam pengamanan dan penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional, disamping TNI-AL sebagai komponen utama pertahanan negara matra laut yang mengemban tugas selain menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah yurisdiksi nasional juga melaksanakan tugas penegakan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi (Unclos 82).

“Apapun nama badan hukum tersebut, sudah saatnya untuk direalisasikan. Hal ini selain untuk memenuhi tuntutan dunia internasional juga tuntutan nasional yang menghendaki efektifitas dan efisiensi dalam pengamanan dan penegakan hukum di laut, terang Kasal.

Pada bagian akhir makalahnya Kasal menyampaikan, berpedoman untuk lebih mengutamakan kepentingan nasional, maka pembentukan coast guard sudah sangat mendesak untuk direalisasikan, karenanya untuk mendorong percepatan terwujudnya keinginan tersebut serta memperhatikan visualisasi dalam matrikulasi akan perbandingan keuntungan dan kerugian dari wacana yang berkembang tentang pembentukan coast guard serta menimbang pada kualifikasi dari organisasi coast guard yang akan dibentuk, serta status kedudukannya, maka alternatif pembentukan coast guard dapat dilakukan dengan beberapa cara.

Alternatif pertama dengan membentuk organisasi baru coast guard, karena dapat lebih leluasa pembentukannya dan lebih fleksibel dalam pemenuhan persyaratan sesuai kualifikasi yang diinginkan. Demikian pula resistensi konflik kepentingan dari instansi yang berwenang saat ini relatif kecil.

Sedangkan alternatif kedua yaitu dengan membentuk coast guard yang menggantikan usulan organisasi Bakamla yang diusulkan Bakorkamla dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki 13 instansi yang ada. Namun resistensi kepentingan dengan instansi lain masih berpeluang terjadi pada alternatif ini.

Sumber : MEDIA INDONESIA

Lima Negara Berminat Bangun Kapal Perusak


Guided Missile Escort vessel, 105mm

Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, dua perusahaan Jerman dan Rusia, serta galangan kapal Italia, Belanda, dan Korea bersedia bekerjasama dengan PT PAL dalam pembangunan kapal tersebut.

"Kami masih menimbang mana yang terbaik," katanya kepada Jurnal Nasional di Jakarta, akhir pekan lalu (30/1).

Tedjo menegaskan, selain harga, transfer teknologi menjadi faktor penentu yang tidak bisa ditawar-tawar. Pembangunannya harus dilakukan di PT PAL, Surabaya. "Kalau tidak ada alih teknologi kapan Indonesia mandiri," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini tim dari Markas Besar TNI AL intensif melakukan kajian spesifikasi teknis dan persyaratan operasional yang dibutuhkan. Setelah selesai, kajian diserahkan ke Markas Besar TNI dan Departemen Pertahanan.

"Tahun ini ditargetkan kontrak pembuatannya selesai," katanya. Alasannya, pengadaan senjata strategis itu masuk dalam rencana pembangunan TNI AL 2004-2009.

Meski ada pengaruh krisis keuangan yang melanda dunia, Tedjo tetap optimistis target tersebut dapat terealisasi. "Asalkan memiliki tekad bersama pasti bisa," kata Tedjo.

Saat ini TNI AL punya 13 kapal perusak kawal rudal. Enam kapal fregat kelas Van Speijk dengan rudal Harpoonnya, empat kapal kelas Fatahillah dengan Exocett MM-38, serta tiga korvet Sigma yang gress datang dari Belanda.

Indonesia memesan empat korvet Sigma dengan nilai total nilai 700 juta Euro (sekitar Rp8 triliun). KRI Diponegoro-365, KRI Sultan Hasanuddin-366, dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 telah memperkuat TNI AL. Satu kapal terakhir KRI Frans Kaisiepo-368 diperkirakan tiba April 2009 mendatang.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma Iskandar Sitompul menjelaskan, nantinya kapal perusak tersebut berjenis fregat sehingga ukurannya lebih besar dan persenjataannya lebih lengkap dibanding dengan korvet Sigma.

"Otomatis harganya lebih mahal," katanya. Meski hanya memesan satu kapal, Iskandar optimistis kekurangan kapal berkategori tempur dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Dia mengakui, matra laut sadar penuh anggaran pertahanan ideal tidak akan dicapai dalam waktu dekat. Pihaknya hanya meminta pembangunan kekuatan minimal untuk mengamankan perairan Indonesia yang sedemikian luas.

"Kapal yang terbatas, disiasati dengan data intelijen yang kuat dan akurat," kata lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1980 itu.

Sumber : JURNAS

Saturday, January 31, 2009

Armada ke-7 AS Tawarkan Bantu Amankan Selat Malaka


USS Lassen DDG-82

BALI - Panglima Armada Ketujuh Pasifik Amerika Serikat, Laksamana Madya John M. Bird menyatakan angkatan laut AS siap membantu mengamankan Selat Malaka meskipun dia mengakui kondisi keamanan di wilayah itu semakin aman dari waktu ke waktu.

"Saya kira selat itu aman sekarang. Posisi kami adalah sebagai mitra untuk membantu mengamankan selat penting di dunia itu, dengan cara memberi pelatihan, peralatan pendukung, dan hal-hal lain sejenisnya," katanya kepada ANTARA di ruang komando USS Lassen DDG-82 yang lego jangkar di Tanjung Benoa, Bali, Sabtu (31/1).

Kapal perang "destroyer" bermisil kendali sistem Aegis dan dilengkapi rudal Tomahawk itu berada di perairan Indonesia dalam satu kunjungan muhibah persahabatan selama beberapa hari setelah sebelumnya menyinggahi Pelabuhan Dili, Timor Timur.

Selama di Indonesia, Bird yang memimpin operasional kapal perang AS di kawasan Pasifik Barat dan Samudera Hindia ini melakukan sejumlah kunjungan kehormatan, diantaranya dengan sejawat TNI-AL di Jakarta, Armada Kawasan Timur RI di Surabaya, dan para pejabat Provinsi Bali.

"Dengan sejawat angkatan laut Indonesia, tentu kami melakukan pembicaraan `navy to navy` dalam kerangka angkatan laut yang profesional, karena melalui itu kesepahaman lebih mudah diwujudkan," katanya.

Beberapa waktu lalu, Badan Maritim Internasional yang berkedudukan di Malaysia melaporkan perairan Selat Malaka kurang aman untuk dilayari karena angka perompakan yang tinggi sehingga armada pelayaran internasional harus ekstra waspada melayari selat vital itu.


Kunjungan muhibah persahabatan kapal USS Lassen DDG-82 di Tanjung Benoa, Bali.

Faktanya, sejak pertengahan 2008, aktivitas perompakan semakin intensif dan tuntutannya justru terjadi di lepas pantai Somalia. Tidak jarang motif perompakan terorganisasi itu berlatar politik di negara-negara Afrika.

Setelah dari Indonesia, Bird kembali ke pangkalan Armada Pasifik di Hawaii (Armada Pasifik terdiri dari Armada Ketujuh yang berpangkalan di Yokusuka Jepang dan Armada Ketiga yag bermarkas di Honolulu, Hawaii) untuk satu hal yang mendesak. Adapun USS Lassen DDG-82 yang dipimpin Commander Antony L Simmons tetap berada di perairan Bali selama beberapa hari lagi.

Menurut Bird, selain Indonesia, negara lain di kawasan Selat Malaka yang dibantu pihaknya melalui skema seperti itu adalah Thailand yang diketahui memiliki akses penting menuju perairan selat yang menentukan sekitar 70 persen perdagangan dunia melalui jalur laut itu.

Sejalan dengan mengendurnya ketegangan diantara kedua negara, kerjasama militer Indonesia dan AS, "telah sangat maju".

"Dalam setahun, kami melaksanakan latihan bersama dari skala rendah hingga tinggi, sampai 120 kali. Tentu ini menggembirakan," katanya.

Sumber : ANTARA

Friday, January 30, 2009

KRI Diponegoro-365 Berangkat 13 Februari 2009



JAKARTA - Salah satu armada laut yang dimiliki TNI AL, KRI Diponegoro-365, dipastikan akan bertolak ke Lebanon pada 13 Februari 2009 untuk bertugas selama enam bulan dalam misi perdamaian PBB.

"Kapal sudah siap untuk berlayar dan bertempur," kata Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edy Purdijatno yang ditemui wartawan di Cilangkap, Jakarta, Jumat (30/1).

Kepastian keberangkatan kapal perang yang nantinya akan dilengkapi dengan sebuah helikopter (NBO-105) diterima TNI AL melalui surat dari pihak PBB. PBB pun telah menyatakan kapal tersebut layak untuk diberangkatkan.

Terkait masalah pembiayaan, Tedjo mengatakan, seluruh biaya yang dikeluarkan dalam misi ini akan ditanggung oleh PBB. Nantinya, TNI AL akan menerima dana penggantian biaya operasional. Namun, uang tersebut tidak akan digunakan untuk menambah anggaran TNI, tetapi untuk biaya pembelian kapal baru atau biaya operasional misi-misi selanjutnya.

Sumber : KOMPAS

Russian Carrier : Admiral Kuznetsov


Click picture to enlarge

Asing Tak Akan Baca Kekuatan Panser Buatan Sendiri


Uji coba suspensi independen panser beroda enam karya BPPT dan PT Pindad.

JAKARTA - Berbeda dengan panser impor, penggunaan kendaraan lapis baja untuk angkatan perang buatan bangsa sendiri ini akan sangat menentukan kekuatan yang tidak bisa ”dibaca” negara asing.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Pindad telah mewujudkannya dengan hasil rancangan panser pada 2004. ”Impor teknologi pertahanan dan keamanan (hankam) oleh suatu negara memudahkan bagi negara lain untuk ’membaca’ kekuatannya. Itulah alasan pentingnya membuat sendiri panser maupun teknologi hankam lainnya,” kata Deputi Pusat Teknologi Industri Hankam pada BPPT Joko Purwono, Selasa (20/1) di Jakarta.

Sejak awal Joko terlibat dalam perancangan panser yang masih menggunakan mesin merek Renault dari Perancis. Semula pembuatan panser ini ingin mengandalkan mesin produk PT Texmaco untuk memenuhi kriteria sepenuhnya sebagai produk dalam negeri. Namun, itu gagal akibat perusahaan yang bersangkutan kemudian bermasalah.

Ia bersama tim di BPPT menggarap rancangan produksi panser ini dimulai dari penentuan konfigurasi hingga rasio tenaga yang dihasilkan. Rancangan lalu diserahkan ke PT Pindad untuk dibangun di Bandung, Jawa Barat.

Dari hasil pengerjaan sendiri, kecuali produk mesin, ujung- ujungnya diperoleh penghematan. Joko enggan merumuskan persentase penghematannya, tetapi menuturkan penggunaan produk lokal sudah diupayakan melebihi kapasitas 60 persen.

Keandalan panser lokal dengan poros roda dan suspensi yang independen ini mampu menelusuri berbagai kondisi medan dengan tetap mengoptimalkan kenyamanan 12 penumpang di dalamnya. Ini ditunjang masing-masing roda yang memiliki suspensi. Dengan demikian, kenyamanan akan diperoleh di dalam panser berpendingin udara tersebut.

Jenis panser yang sudah diproduksi PT Pindad hingga saat ini dengan roda ban sebanyak empat dan enam buah. Penggunaan roda ban untuk panser memang memiliki kelemahan. Ketika panser digunakan di medan berlumpur dalam dan licin bisa ”slip”. Namun, bobot panser darat yang mencapai 13 ton dengan rasio tenaga mencapai 20,75 tenaga kuda per ton diharapkan untuk mengatasi kelemahan itu.

Kepala Bidang Teknologi Industri Hankam Matra Darat BPPT Abdul Azis menuturkan, untuk kavaleri TNI Angkatan Darat hingga kini sudah dibuat 20 unit. Jumlah yang ingin dicapai dalam waktu dekat mencapai 150 unit.

Kompetitif

Joko mengakui, kuantitas produksi panser sebagai hasil inovasi dalam negeri itu masih tersendat. Penyebabnya mudah diraba, yaitu minimnya anggaran pemerintah sebagai pengguna. Namun, ia menyatakan, produk panser dengan mesin yang bisa dibeli di pasar bebas itu memiliki daya saing tinggi, kompetitif untuk diekspor ke negara lain.


Defile Panser terbaru saat HUT TNI 2008

”Persoalannya, negara pengimpor akan terlebih dahulu menanyakan, sudah berapa banyak yang digunakan sendiri di dalam negeri,” kata Joko.

Pembuatan sekitar 20 unit panser dari 150 unit yang ditargetkan, menurut dia, belum bisa untuk meyakinkan negara lain agar mau mengimpor panser dari Indonesia. Dengan kualifikasi andal maupun harga rendah sekalipun, citra yang diperoleh dari tingkat penggunaan negara produsen sendiri jadi tolok ukur yang sangat penting.

Apalagi, Indonesia jumlah penduduknya mencapai 220 juta jiwa dengan sistem wilayah pemerintahan yang sangat luas. Maka, akan dapat dibaca kebutuhan panser bagi angkatan perangnya tentu berlipat-lipat dari jumlah 150 unit yang ditargetkan itu.

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dalam berbagai forum sering menyatakan, panser rancangan BPPT dan PT Pindad ini sangat bisa dibanggakan. Panser ini pun patut disandingkan di Perancis sebagai negara produsen mesin panser tersebut, yakni dengan merek Renault.

Panser amfibi

Joko beserta anak buahnya sebagai perekayasa panser dalam negeri itu kini sudah merancang versi lainnya. Salah satunya, panser amfibi yang masih dalam tahap penyempurnaan sistem penahan airnya.

Panser amfibi sangat bermanfaat bagi wilayah-wilayah yang dipenuhi dengan perairan darat seperti sungai dan danau. Keandalannya bergerak di darat dan air ini makin menunjang operasional militer di lapangan.

PT Pindad sendiri sebagai badan usaha milik negara (BUMN) bukan hanya berorientasi memproduksi panser, tetapi juga berbagai kelengkapan utama sistem persenjataan angkatan perang lainnya. Apalagi produksi panser amfibi juga tergolong baru bagi PT Pindad sehingga Joko memaklumi penyempurnaan teknologi penahan air panser amfibi terkesan lamban.

Berkenaan dengan konsentrasi para perekayasa BPPT ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Serpong, Tangerang, Joko mengatakan, laboratorium kerja untuk mendukung uji tekanan air panser amfibi sedang diusulkan.



Menurut Abdul Azis, teknologi penggerak yang digunakan panser amfibi tidak jauh berbeda dengan panser darat. Bedanya, panser amfibi dilengkapi dengan sistem baling-baling (propeller jet) yang dirancang mampu mendorong dengan kecepatan 9 kilometer per jam.

Kecepatan di air itu memang masih relatif rendah jika dibandingkan dengan kecepatan ketika di darat yang bisa mencapai 110 km per jam. Perbedaan berikutnya adalah mengenai bobot yang harus diturunkan.

Bobot panser darat seberat 13 ton itu harus diturunkan hingga 10,6 ton untuk panser amfibi. Caranya, bahan baja diganti dengan aluminium pada bagian- bagian tertentu tanpa mengurangi aspek keamanannya.

Proses menciptakan dan mengembangkan teknologi panser dalam negeri sejauh ini masih banyak tantangan. Namun, semangat untuk menjadikan kekuatan bangsa tak bisa ”dibaca” negara lain tak boleh padam.

Sumber : KOMPAS

Thursday, January 29, 2009

Heli Pelita Air Service Terguling

TANGERANG - Sejumlah petugas melakukan penyidikan di lokasi jatuhnya helikopter NAS-332 Super Puma milik Pelita Air Service di Bandara Pondok Cabe, Tangerang, Kamis (29/1). Dua orang kru meninggal dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukkul 10.00 WIB tersebut. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/hp/09 & KOMPAS/WISNU WIDIANTORO.


Pameran Alutsista di Mabes TNI, Cilangkap-Jakarta

JAKARTA - Seorang personil TNI memperagakan cara memegang senapan laras panjang buatan PT Pindad pada pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (28/1). Pameran tersebut menampilkan alat persenjataan buatan dalam negeri. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ED/pd/09.


Tambahan Anggaran di Serahkan Sepenuhnya kepada Depkeu

JAKARTA - TNI mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan permintaan tambahan anggaran pertahanan pada Departemen Keuangan (Depkeu). "Jika mau tahu bagaimana perkembangannya, tolong tanya Menteri Keuangan," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai rapat pimpinan TNI 2009 di Jakarta, Rabu (28/1).

Sebelumnya, Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI meminta tambahan Rp460 miliar untuk menutup kebutuhan operasional. Dia menjelaskan, Depkeu akan memotong dana pelayanan publik seluruh departemen dan lembaga negara sebesar 3,9 persen. Tahun ini, dana pertahanan yang dialokasikan hanya sebesar Rp33,6 triliun. Artinya, TNI akan dikurangi lebih dari Rp1 triliun.

Masalahnya, dalam konteks militer berbicara pelayanan publik adalah operasional daerah perbatasan, pulau-pulau terluar, dan wilayah rawan konflik. "Jadi kami minta jangan dipotong," katanya. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, Dephan memiliki kekhususan yang tidak sama dengan departemen atau lembaga negara lainnya.

Alasannya, TNI memiliki tugas dan kewajiban khusus menjaga keutuhan, kedaulatan, dan kesatuan Indonesia. "Tidak bisa dipakai ukuran-ukuran normal," kata Sjafrie. Meski demikian, kata Djoko, Depkeu bersikukuh tetap memotong anggaran.

TNI disarankan meminta tambahan anggaran yang sumbernya berasal dari tambahan stimulus fiskal 2009. "TNI mengikuti saran Depkeu. Saat ini tinggal menunggu realisasinya," katanya. Dia menegaskan, pihaknya siap jika permintaannya ditolak. Menurutnya, anggaran sudah menjadi masalah klasik sejak TNI terbentuk.

"Militer terbiasa dengan kondisi darurat dan serba apa adanya," kata dia. TNI akan fokus melaksanakan tugas pokok dengan mempertajam skala prioritas dalam pengadaan senjata, pelatihan dan pelaksanaan operasional. Akan dilakukan evaluasi dan mengkaji program-program yang sudah ada. "Kami juga terus memperbaiki sistem keuangan dan tertib administrasi," kata Djoko.

Salah satu targetnya, sebelum dirinya pensiun pada 2010, laporan keuangan TNI tidak lagi mendapat keterangan disclaimer (tanpa opini) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyempurnaan sistem, peralatan, dan sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan.

Sebelumnya, pada Ulang Tahun BPK ke-46, TNI mendapat penghargaan "Upaya Pencapaian Laporan Keuangan yang Baik TA 2007". Dephan dan TNI dianggap melakukan terobosan signifikan dalam memperbaiki laporan keuangannya.

Djoko mengakui, TNI memiliki item yang sangat banyak dari senjata berat hingga perlengkapan sehari-hari. Selain itu, satuan-satuannya juga tersebar ke seluruh pelosok negeri. "Tidak mudah, tapi komitmen kami sudah bulat," kata Djoko.

Sumber : JURNAS

Tuesday, January 27, 2009

Institut Pertahanan Nasional Diresmikan Tahun Ini



JAKARTA - Institut Pertahanan Nasional (IPN) sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang menfokuskan pada bidang pertahanan, diharapkan akan dapat diresmikan pada bulan Maret atau April tahun 2009 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Demikian dikatakan menteri Pertahanan Juwono Sudarsono saat menjadi pembicara kunci dalam seminar dengan tema “Membangun Pertahanan Indonesia Masa Depan: antara Hard Power, Soft Power dan Smart Power”, Selasa (27/1) di Auditorium Gedung Widya Graha, LIPI, Jakarta.

Lebih lanjut menhan mengatakan, pendirian IPN digagas oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008 lalu. Presiden melihat diperlukan suatu lembaga pendidikan tinggi yang menfokuskan pada pertahanan dengan pengutamaan pada pertahanan militer tetapi juga tidak melupakan aspek-aspek yang non militer.

Menhan menjelaskan, IPN juga diperlukan dalam rangka menegaskan kesepadanan peran Indonesia di Asia Tenggara, Asia pasifik maupun di dunia. Oleh karena itu, didalam merancang lembaga pendidikan pertahanan tersebut, Departemen Pertahanan merumuskan ciri khusus IPN sebagai kelanjutan dari pendidikan para perwira yang telah melalui pendidikan pada jejang sebelumnya yang dilaksanakan di Sekolah Staf dan Komando di masing-masing angkatan.

Menhan menjelaskan, IPN dirancang dengan ciri khusus yaitu pertama sebagai pendidikan militer trimatra terpadu antara matra darat, matra laut dan matra udara yang tersambungkan dalam suatu pemikiran yang utuh dan komprehensif. Sehingga, para perwira yang sudah mengikuti jenjang pada masing-masing Sesko di tiap-tiap angkatan dapat lebih melihat secara utuh keterpaduan dan kesambungan masing-masing matra dengan matra yang lainnya.

Menhan melanjutkan, ciri yang kedua dalam merancang IPN adalah sesuai dengan konfigurasi Indonesia sebagai negara kepualauan. Negara kepulauan memiliki aspek-aspek yang khusus yang tidak dimiliki oleh negara daratan. Karena itu, sifat dan konfigurasi negara kepulauan ini juga harus tercermin dalam kurikulum bagaimana melihat pertahanan negara kepulauan Indonesia.

Menhan menambahkan, ciri yang ketiga adalah sesuai dengan konfigurasi negara kepulauan Indonesia yang terletak di Asia Pasifik yaitu sebagai negara kepulauan yang dilewati oleh sekitar 38 persen dari 98 persen perdagangan lewat laut. “Didalam IPN harus ada hitung-hitungan ekonomi tentang konfigurasi negara kepulauan, letak geopolitik dan geoekonomi Indonesia dalam percaturan politik ekonomi dan militer dunia”, tambah menhan.

Seminar yang berlangsung selama satu hari ini diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik-LIPI bekerjasama dengan Dephan dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi dalam rangka menyambut peresmian IPN.

Sumber : DMC

HMS Echo-H88 Tiba di Jakarta

HMS Echo-H88 tiba di Lantamal II Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (24/1). HMS Echo-kapal survei AL kerajaan Inggris, datang dalam rangka kunjungan persahabatan, selama kunjungannya awak kapal akan melakukan berbagai kegiatan di Jakarta beberapa hari kedepan. Demikian rilis yang diberikan Kedubes Inggris di Jakarta.

KRI Frans Kaisiepo-368 : Sea Trial



Friday, January 23, 2009

AS Akan Kirim Kapal Induknya ke Indonesian Fleet Review 2009



JAKARTA - Amerika Serikat akan mengirimkan dua kapal perangnya ke Indonesia, untuk berpartisipasi dalam Parade Kapal Perang Indonesia (Indonesian Fleet Review) pada medio Agustus 2009.

Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI Angkatan Laut (AL) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, Jumat (23/1), mengatakan, kemungkinan AS akan mengirimkan satu kapal induk dan satu kapal destroyer dari Armada Ketujuh AS.

"Hingga kini sudah ada 30 negara yang menyatakan akan berpartisipasi dalam Indonesian Fleet Review, termasuk AS, Jepang, Inggris, Korea Selatan, Australia dan negara-negara ASEAN," ujarnya. Jumlah itu masih bisa bertambah, katanya.

Ia mengemukakan, keikutsertaan sejumlah negara itu dapat menjadi ajang mempererat kerjasama Indonesia dengan sejumlah negara, terutama angkatan laut RI dengan negara-negara tersebut.

Komitmen AS untuk berpartisipasi dalam Indonesia Fleet Review pada Agustus mendatang, dinyatakan secara serius Panglima Armada Ketujuh Laksmana Madya John M. Bird saat berkunjung ke Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Kamis (22/1), lanjut Iskandar.

Selain menyatakan keseriusannya untuk berpartisipasi dalam Parade Kapal Perang Indonesia, kedua pihak baik TNI AL dan Armada Ketujuh AS sepakat untuk meningkatkan kerjasama yang selama ini telah berjalan baik.

Sumber : ANTARA

Kunjungan Panglima Armada ke-7 AS ke Armatim

Panglima Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Vice Admirtal (VADM) John M. Bird berjabatan tangan dengan Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367 Letkol Laut (P) Ariantyo C. Wibowo saat meninjau kapal tersebut didampingi Pangarmatim Laksda TNI Lili Supramono, Kamis (22/1) Foto : Dispen Armatim

Lomba Karya Cipta Teknologi Militer Nasional



JAKARTA - "Suatu gagasan yang patut disambut baik bila perguruan tinggi sebagai suatu lembaga ilmiah akan mengadakan lomba untuk membuat prototype dari suatu produk unggulan sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan mahasiswa, sehingga hasil produknya dapat bermanfaat bagi industri militer strategis".

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono saat menerima kunjungan Pembantu Rektor III (Purek III) ITS Prof. DR. Suasmoro beserta komandan resimen mahasiswa ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) Surabaya dan ketua panitia kegiatan, Rabu (21/1), di Jakarta. Agenda pertemuan antara menhan dan rombongan ITS adalah dalam rangka persiapan lomba karya cipta teknologi militer antar mahasiswa tingkat nasional tahun 2009 dan pameran teknologi.

Lebih lanjut menhan menjelaskan akan pentingnya untuk memprioritaskan produk-produk pada salah satu angkatan saja, sehingga lebih fokus dan biaya-biaya yang akan digunakan dalam lomba karya cipta teknologi militer tersebut dapat dikendalikan. Selain itu, lanjut menhan sebaiknya tim ITS berkoordinasi dengan Kementeriaan Riset dan Teknologi serta Kementeriaan Perindustriaan.

Kegiatan lomba cipta teknologi militer ini berawal dari keinginan mahasiswa ITS untuk menampilkan hasil-hasil penelitian yang targetnya adalah penyelesaian tugas akhir mahasiswa yang lebih mengarah kepada kepentingan militer yang belum terapresiasikan secara global. Untuk itu mahasiswa ITS mencoba untuk membuat suatu kegiatan berupa lomba karya cipta teknologi militer dengan melibatkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia guna kepentingan ketiga angkatan di TNI. Jika lomba karya cipta ini terwujud maka hal ini merupakan kegiatan pertama kalinya di dunia perguruan tinggi di indonesia dalam mengembangkan teknologi militer.

Kepada menhan rombongan ITS menjelaskan, sebagai perguruan tinggi yang berbasis teknologi, ITS mencoba mengembangkan teknologi terutama teknologi telekomunikasi, software dan radar. Ruang lingkup karya cipta digeneralisasi dengan berbagai referensi yang sangat berguna bagi mahasiswa.

Rencana pelaksanaan pada tanggal 2-3 Agustus 2009 di Surabaya dengan target yang ingin dicapai adalah merangkul dunia industri militer yang hasilnya diharapkan bisa diapresiasi secara global. Tujuan yang ingin dicapai adalah ingin mengenalkan hasil-hasil karya cipta mahasiswa dalam bidang teknologi militer dan juga memotivasi para mahasiswa untuk berbuat atau melakukan sesuatu yang menarik terutama di bidang teknologi militer.

Melihat potensi Dephan yang mempunyai jaringan dengan industri militer, ITS berharap Dephan memberikan kesempatan dan peluang agar lomba karya cipta ini dapat terlaksana dengan menghadirkan tim penguji dari ketiga angkatan.

Saat menerima tamunya menhan didampingi Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Erris Heryanto, M.A, Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S. Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Kol. Laut (P) Agus Purwoto.

Sumber : DMC

Thursday, January 22, 2009

Pangkoopsau II Tinjau Pembangunan Lanud Tarakan

Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti, melakukan peninjauan proyek pembangunan Pangkalan TNI AU (Lanud) Lanud Tarakan, di Kalimantan Timur, Rabu (21/1).

Kedatangan Pangkoopsau II yang didampingi Asops Kas Koopsau II Kolonel Pnb Bonar Hutagaol dan Aslog Kas Koopsau II Kolonel Tek Hasan Londang di Bandara Juwata, Tarakan, di sambut Wakil Walikota Tarakan Tamrin AD, Komandan Lanud Balikpapan Letkol Pnb Agus Pandu Purnama serta Muspida Tarakan. Sumber



View Larger Map

Attack Helicopter Mi-24 "Hind"

Uji Terbang Sukhoi Ketiga Berjalan Sukses



JAKARTA - Uji terbang (test flight) jet tempur Sukhoi baru TNI Angkatan Udara (AU) yang tiba di Indonesia pada 17 Januari 2009 berlangsung sukses, di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Uji terbang satu Su-30MK2 tersebut dilakukan oleh penerbang Rusia Dhemchenko DN Tarakanov selama satu jam untuk menguji dan memastikan semua sistem pesawat berfungsi dengan baik, ungkap Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Arif Mustofa, ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (22/1).

"Uji terbang pertama Sukhoi dengan nomor registrasi TS-3005 ini dan berjalan sukses. Uji terbang dilakukan selama satu jam," ungkapnya, seusai memantau langsung proses uji terbang. Tambahan pesawat tempur terbaru buatan KnAPOO ini total berjumlah enam unit beserta sparepart mesin dan avionik tempur.

Antonov Kembali Mendarat


Sementara itu, Pesawat Antonov-124 VDA-9620 Rabu (21/1) kemarin kembali datang membawa suku cadang dan beberapa perlengkapan tempur termasuk persenjataan Sukhoi. Serta dua buah mobil perangkat operator computer.



Pesawat Antonov yang dipiloti Danilo Evgenny dari Rusia tersebut total membawa sekitar 216 boks item yang diangkut seluruhnya dalam satu sortie penerbangan.

Lebih lanjut, tambahan tiga pesawat Su-27SKM akan tiba secara bertahap mulai 2009 hingga 2010. Dengan kedatangan enam Sukhoi hingga 2010, maka TNI AU memiliki sepuluh unit Sukhoi.

©alutsista, Dikutip dari beberapa sumber berita

KRI Surabaya-591 Kapal Perang Terbaik Satfib Armatim


KRI Makassar-590 (depan) dan KRI Surabaya-591 (belakang)

KRI Surabaya-591 yang dikomandani Letkol Laut (P) Suhartono, terpilih sebagai kapal perang terbaik di lingkungan Satuan Kapal Amfibi (Satfib), Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim).

Komandan Satfib Koarmatim, Kolonel Laut (P) Harjo Susmoro di Surabaya, Rabu (21/1), menyerahkan penghargaan tersebut, termasuk kepada Serda (Mes) Mujianto dan Kelasi Kepala (Bek) Muhammad Seger Supardi yang terpilih sebagai bintara dan tamtama teladan.

KRI Surabaya-591 merupakan kapal Landing Platform Dock (LPD) baru buatan Daesun Shipyard Building Company, Busan, Korea Selatan. Tiba di Surabaya September 2007, meraih predikat sebagai kapal perang terbaik dan terbersih dari sekitar 15 kapal di bawah Satfib Koarmatim.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Wednesday, January 21, 2009

Lathan Gabungan Pasukan Khusus Tri Matra TNI ke-2

JAKARTA - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri membuka secara resmi Latihan Gabungan Pasukan Khusus (LATGAB PASSUS) TNI Tri Matra II tahun 2009 di Auditorium Sekolah Komando TNI AL (Seskoal) Cipulir Jakarta-Selatan, Rabu (21/1).

Dankormar juga menegaskan, ”Dengan latihan ini, diharapkan dapat mewujudkan kesiap-siagaan operasional satuan tempur pasukan khusus dalam penanggulangan teror yang bersifat strategis, terutama kemampuan penanggulangan teror aspek darat, laut dan udara dalam menghadapi setiap ancaman yang dapat mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Dalam pelaksanaan Latihan Gabungan Pasukan Khusus TNI Tri Matra II, latihan terbagi dalam 2 tahap, yaitu Gladi Posko dan Gladi Lapangan. Gladi Posko berlangsung di Seskoal dari tanggal 21 – 22 Januari 2009, sedangkan Gladi Lapangan di Hotel Peninsula Manado, Bandara Sam Ratulangi dan Perairan Teluk Manado dari tanggal 4 – 5 Pebruari 2009. Selain itu, Latgab Passus TNI Tri Matra II merupakan latihan gabungan Pasukan Khusus dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang kedua.

Sumber : PUSPEN TNI

TNI-AD Utamakan Produk Alutsista Dalam Negeri

DENPASAR - Kepala Staf TNI-AD Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo menyatakan, pada masa mendatang persenjataan TNI-AD akan mengutamakan hasil produksi dalam negeri demi kemandirian bangsa di bidang pertahanan.

"Kami telah melakukan kajian untuk mengutamakan hasil produksi dalam negeri. Pengalaman selama ini, ketergantungan terhadap produk persenjataan luar negeri itu tidak baik untuk kita," katanya kepada pers di Denpasar, Rabu (21/1).

KSAD Jenderal Agustadi beserta rombongan pimpinan teras TNI-AD berada di Bali dalam satu rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Komando Daerah Militer IX/Udayana.

KSAD Agustadi menyatakan, "Tidak ada masalah dengan produksi alutsista dalam negeri. Kami selama ini juga memakai senjata-senjata buatan PT Pindad dan hasilnya memuaskan."

Indonesia memiliki beberapa produk persenjataan ringan buatan PT Pindad, di antaranya senapan serbu SS-1 dan SS-2 dengan berbagai variannya.

Selain itu, beberapa tipe kendaraan lapis baja ringan, seperti armoured personnel carrier (APC) juga telah dibuat perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam lingkungan industri strategis nasional.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Dephan Terus Tingkatkan Revitalisasi Sistem Pengadaan Alutsista

JAKARTA - Sejak tahun 2005 hingga sekarang Departemen Pertahanan melalui Dealing Center Manajemen (DCM) terus meningkatkan proses revitalisasi sistem atau mekanisme untuk mendukung akuntabilitas dan transparasi dalam hal pengadaan alutsista.

Demikian dikatakan Sekjen Dephan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin ketika ditemui wartawan Selasa, (20/1) usai memimpin rapat Evaluasi Pengadaan Alutsista di Kantor Dephan, Jakarta.

Lebih lanjut Sekjen menjelaskan proses revitalisasi mekanisme pengadaan alutsista yang tengah dilakukan Dephan, salah satunya dapat diwujudkan melalui proses pemilihan yang ketat produsen-produsen penghasil barang dan jasa yang memiliki kapabilitas dan kemampuan dalam segala hal.

“Nanti kita cocokan apakah kebutuhan, peraturan, kebijakan maupun kebutuhan teknis kita, bisa tidak dipenuhi oleh salah satu dari mereka,”ungkap Sekjen,

Menurut Sekjen, proses pemilihan produsen pengadaan barang dan jasa ini juga tidak terlepas dari Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) yang terdiri dari pihak Dephan sebagai porosnya dan bekerjasama dengan Mabes TNI dan Mabes Angkatan.

Setelah melakukan penyeleksian terhadap Produsen, Tim Evaluasi Pengadaan ini melakukan proses penyimpulan dan yang nantinya kesimpulan ini digunakan untuk bahan referensi pengambilan keputusan yang wewenangnya terdapat di pimpinan.

“Ini semua lewat proses TEP yang merupakan filter untuk mengambil kesimpulan sebagai referensi untuk mengambil keputusan yang dilakukan oleh Menhan, Inilah proses akuntabilitas dan transparan yang kita lakukan,”jelas Sekjen.

Retrofit C-130 Hercules

Sekjen menambahkan saat ini TEP tengah berencana untuk pengadaan perbaikan Engine propeller, APU/GTC dan pengadaan Komponen Kritis C-130 untuk TNI AU. Anggaran dari seluruh pengadaan tersebut rencananya akan menggunakan fasilitas Kredit Ekspor tahun 2006.



“Kali ini TEP sedang melakukan proses pemenuhan pengadaan mesin Hercules dan suku cadangnya (spare part) dengan memakai fasilitas Kredit Ekspor tahun 2006 sebesar 7,2 juta US Dolar,” tutur Sekjen.

Sementara itu Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Parera yang turut hadir dalam rapat tersebut memberikan apresiasi terhadap penjelasan mengenai perubahan pola mekanisme pengadaan barang dan jasa untuk Alutsista yang dilakukan oleh pihak Dephan.

Anggota Komisi I DPR ini menilai selama, Dephan telah melakukan langkah-langkah yang positif untuk merubah mekanisme pengadaan tersebut kearah yang lebih akuntabel dan transparan, terutama untuk menjaga kualitas barang-barang alutsista yang akan di beli.

“Paling tidak ini merupakan suatu perbaikan terhadap hal-hal sebelumnya, disamping itu kualitas barang-barang harus betul-betul dijaga dan kesiapan dari Supplier itu di dalam menyediakan barang itu sendiri harus diperhatikan,”

Rapat evaluasi pengadaan yang dipimpin oleh Sekjen Dephan kali ini adalah pemaparan dari 3 perusahan asing penyedia barang dan jasa alutsista khususnya jasa perbaikan Engine propeller, APU/GTC dan pengadaan Komponen Kritis C-130 untuk TNI AU. Perusahaan-perusahaan yang telah melewati proses seleksi itu adalah perusahaan Airod Malaysia, Standard Aero Canada, dan Roll Royce USA.

Sumber : DMC

Tuesday, January 20, 2009

Puspen TNI Meluruskan Berita Seputar Tambahan Anggaran TNI

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen meluruskan pemberitaan perihal isu TNI meminta penambahan anggaran. Pernyataan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono beberapa waktu lalu dianggap menimbulkan ambiguitas.

"TNI bukan meminta tambahan anggaran sebesar Rp 460 miliar. Tapi, TNI ingin meminta agar tidak ada pemotongan anggaran untuk pertahanan," ujar Sagom kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/1).

Menhan saat itu menyatakan bahwa Panglima TNI memohon kepada Dephan untuk meminta pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp460 miliar. Padahal, angka tersebut merupakan jumlah dana yang setara dengan pemotongan sepuluh persen anggaran oleh Depkeu jika krisis ekonomi masih mengancam.

Dengan kata lain, TNI meminta jika pemotongan anggaran memang harus dilaksanakan, itu tidak dilakukan pada anggaran pertahanan. Karena, menurut penuturan Panglima beberapa waktu lalu, pemotongan tersebut dapat mengancam pelaksanaan tugas pokok TNI sebagai penjaga kedaulatan. "Yang paling pas yaitu agar anggaran TNI jangan dipotong," ulangnya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Denarhanud Rudal 003 di Kunjungi Pangkohanudnas

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjo, S.IP didampingi para Asisten dan para pejabat lainnya melakukan kunjungan kerja di Denarhanud Rudal 003/1/F Kodam Jaya, Cikupa Tanggerang, Banten, Selasa (20/1). Kunjungan Panglima diterima langsung oleh Danmenarhanud I/F Letkol Arh. M. Henry, Wadan Denrudal 003 Kapten Arh. Pandji PS dan staf di ruang rapat Denrudal.

Tampak Pangkohanudnas saat mencoba Simulator Sistem Pertahanan Udara Peluru Kendali (Hanud Rudal) 003 /1/F Dam Jaya di Cikupa, Tangerang, Banten (Foto : Pen Kohanudnas).

Pesawat Hercules TNI AU akan di Re-Powering Segera



JAKARTA - Pemerintah segera memperbaharui mesin, suku cadang dan komponen kritis pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU), untuk meningkatkan rata-rata kesiapan skadron udara angkut berat.

Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin kepada ANTARA News di Jakarta, Selasa (20/1), mengatakan, pihaknya belum menentukan dari perusahaan mana mesin, suku cadang dan komponen kritis pesawat C-130 Hercules.

"Kita masih melihat tiga perusahaan yang lulus seleksi dalam pengadaan mesin dan suku cadang Hercules tersebut. Dan mereka akan mempresentasikannya. Dan kita akan melihat mana yang lebih efektif, efisien dan sesuai dengan kebutuhan serta kebijakan kita," katanya, di sela-sela rapat Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) Dephan pengadaan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU.

Ia menjelaskan, pengadaan perbaikan mesin propeller dan suku cadang Hercules menggunakan fasilitas Kredit Ekspor (KE) 2006 senilai 7,2 juta dolar AS, mengingat alokasi anggaran dalam negeri tidak mencukupi.

Dari delapan perusahaan kini tinggal tiga yang terlibat dalam tender pengadaan dan perbaikan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU yakni Aerod (Malaysia), Standard Aero (Kanada) dan Roll Royce dari Amerika Serikat (AS).

Dalam TEP Dephan tersebut, ketiga perusahaan itu melakukan paparan kesiapan pelaksanaan kontrak, lanjut Sjafrie.

Dengan pengadaan mesin dan suku cadang tersebut, lanjut dia, tingkat kesiapan skadron Hercules TNI AU dapat ditingkatkan.

Sumber : ANTARA

Flash Iron 09-01 : Latihan Penyergapan Pembajak

MADURA - Tim Paska (Pasukan Katak) saat melakukan teknik fast rooping dengan menggunakan Heli Bell 412 dari Wing Udara Koarmatim. Dan dua tim lagi disusupkan dengan tehnik ships boarding dari Sea Rider Kopaska.

Itulah skenario latihan anti terror antara Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy Seal dengan sandi "Flash Iron 09-01". Dalam latihan itu ke empat pembajak yang diperankan oleh prajurit US Navy Seals onboard di KRI Surabaya-591 yang berperan sebagai kapal penumpang.

Latihan ini berlangsung Senin (19/1), dan selesai sampai dengan 6 Februari 2009 nanti. Latihan berlokasi di Markas Koarmatim, selat Madura, Pantai Banongan serta Selogiri Banyuwangi.



TNI AL Bakal Menggelar "Indonesia Fleet Review 2009"



JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno berharap kerja sama yang telah terjalin baik dengan angkatan laut negara sahabat dapat ditingkatkan dan diperluas di masa datang. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan para atase pertahanan kedutaan besar negara sahabat di Jakarta, Senin (19/1) kemarin.

Tedjo mengatakan, melalui pertemuan tersebut angkatan laut dari masing-masing negara dapat saling bertukar pengalaman dan informasi khususnya menyangkut kerjasama maritim.

Dalam pertemuan yang dihadiri hampir semua atase pertahanan perwakilan negara sahabat di Indonesia itu, Kasal juga menyampaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan TNI AL pada 2009.

"Sebagai bagian dari kegiatan World Ocean Conference (WOC), TNI AL akan menggelar Indonesian Fleet Review di Manado pada Agustus 2009 dengan mengundang kapal-kapal perang negara sahabat," ujarnya.

Pada kesempatan itu pula, Kasal juga mengabarkan jika TNI AL akan mengirimkan kapal perangnya yakni KRI Diponegoro-365 ke Lebanon untuk bergabung dalam Satgas Maritim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB dI Lebanon Selatan (UNIFIL).

Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul mengatakan, terkait Indonesian Fleet Review 2009 sudah tercatat 30 negara yang menyatakan kesediaannya berpartisipasi dalam kegiatan itu.

"Kami telah menyampaikan kepada para perwakilan negara sahabat untuk kembali mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam kegiatan itu tadi," katanya.

Sumber : ANTARA