Monday, December 22, 2008

2009, TNI AU Tambah Tiga Radar di Wilayah Timur


Radar Master-T

TNI Angkatan Udara (AU) mendatangkan tiga radar pertahanan udara produksi Perancis (Thales Raytheon) tahun 2009. Penambahan itu diharapkan bisa memperbaiki pertahanan wilayah udara Indonesia bagian Timur yang selama ini sering dimasuki penerbangan gelap (black-flight) dari luar teritorial.

Radar ini berkemampuan deteksi tinggi, jangkauan maksimum 444 Km dan minimum 8 Km hingga ketinggian 100.000 feet. Selain mempunyai kapabilitas mendeteksi objek di udara radar ini juga mempunyai kemampuan penjejakan taktis 3 Dimensi sehingga mampu menjadi radar pengintai serta dapat di integrasikan dengan sistem rudal pertahanan udara.

”Radar itu akan ditempatkan di wilayah timur pertahanan udara, yakni di Saumlaki, Merauke dan Timika di Papua,” kata Kepala Staf TNI AU Marsekal Subandrio, Jumat (19/12), seusai menghadiri serah terima jabatan Kepala Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Seskoau) dari Marsekal Muda Yunianto S Y kepada Marsekal Pertama Rodi Suprasodjo di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sumber : KOMPAS

Operasi Anti-Teror TNI & Polri dilakukan Serentak Kemarin



AKSI terror bom dan upaya penyanderaan oleh jaringan teroris internasional yang mengancam beberapa hotel di Indonesia berhasil digagalkan dan dipatahkan oleh operasi gabungan Polri dan TNI.

Seperti yang terjadi di Hotel Quality dan Hotel Jayakarta, Yogyakarta. "Aksi teror" komplotan teroris yang terorganisir itu berhasil dilumpuhkan pasukan gabungan Polri dan TNI, Minggu (21/12).

Upaya penyelamatan sandera dan antisipasi ancaman bom yang terjadi dalam waktu berurutan tersebut jadi fokus latihan bersama yang dilakukan oleh Polda DI Yogyakarta dan Korem 072/Pamungkas tersebut jadi kegiatan pemantapan koordinasi Polri dan TNI saat menghadapi teror dalam skala besar.

"Obyek hotel seringkali bisa memberi opini internasional soal keamanan. Kita memastikan siap mengantisipasi ancaman teror," kata Brigadir Jenderal Polisi Untung Suharsono Radjab, Kepala Polda DI Yogyakarta, di sela-sela latihan atasi aksi teroris tersebut, di Yogyakarta, kemarin.

Kesiapan dan keterpaduan kerja sama antara tentara dan polisi memang membutuhkan koordinasi. Selain itu, jika dibutuhkan sesuai mekanisme tugas dan kewenangan polisi dan tentara bisa saling membantu guna penanggulangan aksi teror.



"Tindak pidana terorisme adalah kejahatan luar biasa dan kini jadi ancaman paling serius, jika diperlukan polisi memang bisa meminta bantuan dukungan TNI," kata Untung.

Kolonel CZI Soepeno menyatakan bahwa latihan bersama penanggulangan teror bersama kepolisian sangat bermanfaat. Aksi terorisme bisa membuat kerugian korban jiwa manusia, harta benda dan berdampak luas.

"Sesuai perintah langsung Panglima TNI dan Kapolri, latihan bersama sangat membantu kesiagaan personel. Apalagi ini merupakan latihan gabungan pertama kali," katanya.

Menghadapi krisis keamanan, bencana alam maupun krisis sosial tidak mungkin hanya satu instansi saja yang bekerja. Latihan penanggulangan teror juga memberikan kesempatan bagi personel agar mampu bertindak cepat dalam antisipasi bahaya keamanan yang mengancam masyarakat.

"Kita akan adakan evaluasi. Apa saja yang masih kurang dalam latihan kali ini. Untuk dukungan peralatan memang perlu ditingkatkan. Kali ini kita mengerahkan 30 persen dari kekuatan dan kemampuan pasukan TNI," katanya.

30 Menit Taklukkan Teroris

Simulasi penanggulangan dan kesiapsiagaan Polri dalam mengatasi ancaman teroris juga berlangsung di Jakarta. Aparat Brigade Mobil Polri membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menaklukkan aksi terorisme di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Minggu (21/12).

Pada latihan tersebut, diskenariokan sekitar 7 orang terorisme memasuki gedung BEI pukul 10.25 WIB dengan menggunakan dua mobil Kijang Inova berwarna perak. Pasca dikuasainya gedung tersebut oleh teroris, petugas keamanan gedung melaporkan kejadian itu pada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Jakarta Selatan. Suasana dalam gedungpun diwarnai dengan adanya suara letusan senjata laras panjang jenis M-16, yang ditembakan oleh anggota teroris.

Usai melakukan koordinasi melalui sarana komunikasi Handy Talky (HT) Kepala Polres Jakarta Selatan, Kombes Chairul selaku Perwira Pengendali memerintahkan sejumlah anak buahnya untuk segera merespon kejadian tersebut, salah satunya Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan untuk segera menutup arus lalulintas yang menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pada pukul 10.37 WIB sejumlah pasukan Gegana dari Brimob Polda Metro Jaya mendatangi TKP. Pukul 10.42WIB sebanyak 10 orang anggota Crisis Respon Time (CRT) yang terbagi dalam 2 tim BrimobPolda Metro Jaya memasuki lobby gedung BEI dari arah depan gedung. Sebelum memasuki tempat itu, dari masing-masing tim yang akan memasuki gedung meledakan bahan peledak yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian anggota teroris agar tidak mengetahui keberadaan Tim CRT yang sedang memasuki gedung. Dalam waktu 13 menit, yakni pada 10.55 WIB usai masuknya tim CRT, gedung dapat dikuasai.

Beberapa orang anggota teroris yang tewas ditembak anggota tim CRT karena berusaha melakukan perlawanan. Korban tewas dan luka-luka juga terjadi pada pihak sandera yang dilakukan oleh anggota teroris.



Pada 11.06 WIB baik sandera yang masih hidup, tewas maupun terluka berhasil dikeluarkan dari gedung BEI, lima menit kemudian disusul dengan pengeluaran 1 orang anggota teroris yang masih hidup. Anggota teroris tersebut keluar dari gedung dengan menggunakan sebo (penutup kepala), berbaju warna hitam bergaris-garis, menggunakan dasi serta sepatu warna coklat.

Tepat 11.15 WIB, seluruh anggota tim CRT keluar dari gedung BEI. Selanjutnya dilakukan sterilisasi keseluruhan bagian gedung dari kemungkinan masih tersisanya bahan-bahan peledak yang ditinggalkan pelaku aksi teror oleh tim Penjinak Bom (Jibom) dan K-9. Hasilnya, ditemukan sebuah tumpukan benda yang diduga merupakan bahan peledak. Untuk itu diturunkan seorang penjinak bom lengkap dengan pakaian yang seluruh bagiannya dilengkapi dengan lapisan logam keras guna mengantisipasi kemungkinan terburuk. Tumpukan benda tersebut lalu dibawa keluar gedung dan dilakukan pemeriksaan di tempat yang telah ditentukan.



Untuk melakukan olah TKP, selanjutnya dilakukan pengambilan sidik jari dilokasi kejadian dan identifikasi lainnya oleh pihak Puslabfor Mabes Polri. Serta dilakukan pemasangan Police Line di sekitar lobby gedung pada pukul 11.35 WIB agar tidak dimasuki pihak yang tidak berkepentingan yang dapat berakibat rusaknya baik barang bukti maupun kondisi asli pasca kejadian tersebut.

Ketua Presidium Indonesia Police Wach, Neta S. Pane menyatakan waktu yang dibutuhkan dalam sebuah latihan belum bisa dijadikan suatu acuan keberhasilan menangkal teroris. "Waktu yang dibutuhkan dalam latihan tersebut belum dapat dijadikan patokan," kata Neta.

Dia mengatakan logikanya, semakin cepat dikuasainya tempat teroris beraksi akan semakin baik. Karena akan semakin kecil kemungkinan masyarakat tak berdosa yang menjadi korban. Neta juga melihat dalam simulasi tersebut polisi masih mencari format yang akan dijadikan sebagai dasar dalam penanganan aksi terorisme.

Sumber : JURNAS

Friday, December 19, 2008

Kapal Perang Alumunium Pertama Buatan Anak Bangsa



BATAM - Diam-diam, TNI-AL sedang membuat kapal perang (KRI) berbahan dasar aluminium. Hasilnya ditampilkan di Tanjung Guncang, Batam, Kamis kemarin (18/12).

KRI made in Indonesia itu bukan hanya rancangan anak bangsa, namun seratus persen pekerjaannya ditangani putra-putri Indonesia yang tinggal di Batam, Kepulauan Riau. "Ini KRI pertama di Indonesia berbahan baku aluminium yang sukses dikerjakan anak bangsa," kata Asisten Logistik (Aslog) TNI-AL Laksamana Muda Hardiwan.

Kapal perang yang dberi nama KRI Krait-827 itu merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI-AL lewat Fasharkan (fasilitas pemeliharaan dan perbaikan) Mentigi - dan PT Batam Expresindo Shipyard (BES), Tanjung Guncang. Pengerjaan dilakukan selama 14 bulan sejak Juni 2007.

PT BES maupun TNI-AL mengaku cukup hati-hati dalam pembuatan kapal itu karena harus sesuai dengan standar operasional dan izin PBB. KRI tersebut bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil.



Kapal itu dilengkapi radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Area 3 (jangkauan komunikasi dan radar yang sudah cukup luas) dengan kecepatan terpasang 25 knots. KRI itu juga dilengkapi dengan senjata mitraliur 12,7mm dan senjata meriam haluan laras ganda (Two in Barrel) kaliber 25 mm yang dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual.

Dalam paparannya di depan Aslog TNI-AL dan sejumlah petinggi TNI-AL di galangan kapal PT BES, pihak manajemen perusahaan tersebut mengklaim keunggulan kapal buatan anak bangsa berbahan baku aluminium itu adalah dari sisi efektivitas. ''Kapal ini lebih ringan dan lentur jika dibandingkan dengan kapal yang terbuat dari besi. Maintenance aluminium lebih murah dan tahan karat (antikorosi) dan dirancang hemat bahan bakar minyak (BBM)," kata HRD PT BES Syairudin. (cr2/jpnn/ruk)

Sumber : JAWAPOS

Pesawat Tempur Sukhoi Siap di Kirim



Jakarta - Dirjen Sarana Pertahanan (Ranahan) Departemen Pertahanan (Dephan), Marsekal Muda TNI Eris Herriyanto kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (19/12), mengatakan tiga pesawat Sukhoi akan tiba secara bertahap, yakni dua pada bulan Desember 2008 dan satu unit pada Januari 2009. "Ketiganya merupakan jenis Su-30MK2.

Eris baru saja pulang dari Rusia untuk menyaksikan penggelindingan keluar dari hangar perakitan (roll out) dua Sukhoi yang akan segera dikirim ke Indonesia pada Desember 2008 ini.

Dikatakannya, pengadaan tiga pesawat Sukhoi akan dibarengi tindaklanjut pengadaan persenjataan yang dibutuhkan.

"Dengan kedatangan ketiga pesawat, maka tingkat kesiapan operasional TNI AU, khususnya Skadron Sukhoi, dapat segera ditingkatkan," ujar Eris.

Enam pesawat Sukhoi itu terdiri atas tiga Sukhoi Su-30MK2 dan tiga Su-27SKM, yang akan melengkapi empat pesawat Sukhoi yang telah dimiliki TNI AU sejak September 2003.(*)

Sumber : ANTARA

NVG Buatan LIPI



Sukses memperbaiki periskop kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 pada 2003, tak menyurutkan peneliti-peneliti LIPI di bidang instrumentasi optik membuat innovasi baru.

Meski tak punya track record memperbaiki periskop, Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi LIPI telah berhasil memperbaiki. Bahkan menambah kemampuannya dengan mengaplikasi teknologi inframerah, sehingga dapat digunakan dimalam hari.

Dan tak hanya periskop kapal selam yang bisa dibuat oleh Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi LIPI di Bandung. Pada 1982, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Departemen Pertahanan dan Keamanan pernah meminta LIPI mengembangkan alat optik, mulai prisma teleskop untuk tank, teropong senapan, sampai teropong bidik malam (NVG/ Night Vision Google).

Pada 1985 LIPI telah berhasil membuat prototipenya termasuk 120 teropong bidik malam guna mendukung operasi militer TNI di Timor Timur.

Keterlibatan LIPI dalam mendukung kebutuhan teknologi peralatan optik TNI itu dilatarbelakangi banyaknya tentara yang jadi korban milisi Fretilin waktu itu. Saat itu para milisi menggunakan teropong canggih yang diselundupkan dari sebuah negara, yang mungkin Anda sendiri bisa menebak dari mana asalnya.

Keistimewaan teropong bidik malam dan teropong malam buatan LIPI ini dilengkapi sinar inframerah dan tabung penguat cahaya. Tak hanya itu Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi juga membuat teropong bidik senapan untuk siang dan malam hari.

Copyright @lutsista

Raiders Anti-Terror Drill

Indonesian soldiers escort rescued hostages during an anti-terror drill in Jakarta, Indonesia, Wednesday, Dec. 17, 2008. Indonesia, the world's most populous Muslim nation, has been praised for its successful campaign against terrorism. (Foto : AP / Tatan Syuflana)




Latihan Gabungan TNI dan Polri

Jakarta - Pemerintah segera menggelar latihan gabungan TNI dan Polri untuk menangani aksi teror. Hal itu merupakan respons terhadap sejumlah peristiwa yang terjadi belakangan ini, seperti aksi terorisme di Mumbai, India, dan aksi pendudukan bandar udara internasional di Bangkok, Thailand.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Kamis (18/12), latihan gabungan bersama itu rencananya digelar di sejumlah lokasi dengan berbagai macam bentuk skenario, 19-22 Desember.

Latihan gabungan itu akan melibatkan 357 personel untuk geladi pos komando dan 6.954 personel dalam geladi lapangan, yang akan dibuka Kepala Polri di Mabes Polri dan ditutup oleh Panglima TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

”Nantinya hasil latihan dievaluasi dan akan dipakai untuk menjadi dasar penyusunan mekanisme serta prosedur operasi standar dalam penanganan aksi terorisme oleh kedua institusi di masa mendatang,” kata Widodo.



Hal tersebut disampaikan Widodo dalam jumpa pers seusai rapat koordinasi terbatas, yang diikuti Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, dan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.

Menurut Widodo, sasaran utama latihan gabungan TNI-Polri kali ini untuk memberi rasa tenang dan aman bagi semua warga negara Indonesia maupun warga asing yang tinggal atau berkunjung ke sini. (DWA)

Sumber : KOMPAS

Thursday, December 18, 2008

Gladi Penanganan Aksi Terorisme Densus 88, Semarang

SEMARANG - Personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror melakukan penerobosan ke dalam gedung, saat berlangsung geladi penanganan aksi terorisme, di Gedung PT Telkom, di Semarang, Kamis (18/12). Penanganan aksi terorisme tersebut meliputi tindakan negosiasi, penerobosan, konsolidasi, sterilisasi hingga olah tempat kejadian perkara dan identifikasi laboratorium forensik. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/mes/08




Latihan Anti Teror Yonif 323/Raider Kostrad

JAKARTA - Tim Satgas Gultor Yonif 323/Raider Kostrad beraksi dalam latihan pembebasan sandera di Makostrad, Jakarta, Kamis (18/12). Latihan anti teror dilakukan dengan bercermin dari aksi terorisme di Mumbai India. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/mes/08.



Wednesday, December 17, 2008

Su-24M Fencer

Pasukan Kontingen Garuda Terlibat Operasi Militer di Kongo



JAKARTA - Pasukan Kontingen Garuda yang dikirim untuk menjaga perdamaian di wilayah Kongo tidak pernah diizinkan untuk ikut menumpas separatis. Fungsinya hanya untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan lebih lanjut antara tentara pemerintah dan separatis tanpa memaksakan agar terjadi perdamaian.

"Namanya peacekeeping, tugasnya adalah untuk memelihara perdamaian bukan menumpas separatisme. Jadi, salah jika tentara kita turut terlibat aktif dalam menumpas separatis," kata Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Bibit Santoso kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (17/12).

Hal ini disampaikan menanggapi adanya anggota TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Kongo (Monuc), terlibat dalam operasi Search and Arrest bersama tiga negara lain untuk menumpas sisa-sisa pemberontak Uganda Lord's Resistance Army (LRA) di Uganda, Sudan, dan Kongo.

Dalam pertemuan singkat pemimpin misi PBB di Kongo Jenderal Babacar Gaye dengan Komandan Operasi Gabungan Negara Uganda, Sudan, dan Kongo Brigadir Jenderal Patrick Kankirinho, di Kongo Rabu, disepakati Monuc harus ikut membantu sepenuhnya operasi itu termasuk dukungan logistik serta evakuasi gabungan jika diperlukan.

"Untuk itu, Kontingen Indonesia sebagai pasukan PBB yang bertugas di Dungu diminta untuk menyiagakan personilnya, khususnya FMT (Forward Medical Team) guna mengantisipasi korban akibat operasi gabungan tersebut," kata Perwira Penerangan Konga XX-F/MONUC, Kapten Inf Leo Sugandi, dalam surat elektroniknya untuk ANTARA.

Dalam operasi ini target sang pemimpin LRA (Joseph Kony) berhasil melarikan diri. Jenderal Kankiriho menambahkan, akibat serangan terhadap kamp LRA tersebut diperkirakan korban jiwa dipihak milisi lebih dari 100 orang dan kamp utama pasukan pemberontak berhasil dihancurkan.

Operasi dilaksanakan dengan mengerahkan sejumlah pasukan darat dari tiga negara dibantu dengan tujuh helikopter serbu jenis MI-24.

Namun demikian Brigjen TNI Bibit Santoso mengaku belum mengetahui perihal operasi militer tersebut. Tapi, ia kembali menegaskan tugas pasukan Konga ke daerah konflik hanya untuk menjaga perdamaian. Dengan demikian, kurang tepat jika tentara menggunakan senjata untuk tujuan penumpasan.

Sementara itu, pengamat militer Ikrar Nusa Bakti menyatakan harus dibedakan antara pasukan perdamaian dan pasukan peace and forcement, seperti yang pernah dilakukan Amerika Serikat. Ia menegaskan jika TNI yang dikirim ke sana bukan untuk memaksa perdamaian tapi untuk menjaga perdamaian. Ataupun juga berdamai tanpa paksaan.

Copyright @lusista. Dikutip dari beberapa sumber berita.

CQB Taifib-1 Marinir

SURABAYA - Beberapa anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, dengan senjata anti sniper dan material Torvello kaliber 12,7 mm melakukan simulasi perang kota dan anti teror di Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Rabu (17/12). Simulasi tersebut untuk mengasah kemampuan tempur perkotaan dan ruang tertutup (Close Quarter Batle) FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/hp/08



Future Weapons: Global Hawk - UAV

Video courtesy of and copyright owned by Discovery Communications.



Download tips :
Copy url (klik menu) video youtube diatas ke website ini, lalu pilih menu convert type yg Anda inginkan (AVI/MOV/MP4/MP3/3GP). Klik Start untuk mendownload.

Simulasi Anti-Teror Detasemen 88

Pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Metro Jaya melakukan simulasi penanggulangan teroris dan pengamanan serta evakuasi korban dari tindakan teror di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/12). Simulasi itu dilakukan dalam mengantisipasi berbagai tindakan teror yang mengancam NKRI. Foto : Persda Network/Bian Harnansa, Lacero, Detik.com





Korps Marinir Mulai Bangun Pos-Pos di Pulau Terdepan

Guna mendukung tugas pengamanan sejumlah Pulau Terdepan Indonesia, Korps Marinir berencana membangun fasilitas pendukung berupa barak prajurit, dapur dan pos tinjau di sejumlah pulau yang tanggung jawab pengamanannya dibebankan kepada prajurit Korps Marinir.

Pelaksanaan pembangunan fasilitas Pos-pos Pulau Terluar tersebut akan segera terealisasi. Embarkasi material telah dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 14 Desember 2008 lalu, sedangkan embarkasi Personel akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 yang akan dimuat dengan KRI Teluk Langsa (501).

Sumber: DISPENAL

Tuesday, December 16, 2008

X3K Trimaran




North Sea Boats X3K Trimaran
Dimensions :


Length (over all) : 55 meter
Beam : 16 meter
Draught : 2 meter
Main engine : 4 x C32 Caterpillar
Max speed : 40 Knots
Range : 2000 nm
Displacement : 130 tons

Pasukan Indonesia Raih Medali PBB

MAKASSAR - Pasukan Indonesia Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B yang menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon ikut mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali "UN Medal" (Medali PBB).

Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, usai upacara penerimaan Pasukan Garuda oleh Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Sisno Adiwinoto, di Pelabuhan Makassar, Selasa, mengaku bangga dengan penganugrahan itu.

Penganugrahan "UN Medal" oleh Force Commander (Panglima) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Mayjen Claudio Graziano, terasa spesial.

Selama lebih dari sembilan bulan bertugas, pasukan Indonesia dianggap telah melaksanakan tugas dengan amat baik, berkat kontribusinya yang signifikan telah mampu menciptakan stabilitas keamanan di Lebanon Selatan.

Sumber : MEDIA INDONESIA

AS Bantu Pelatihan Pengelolaan Anggaran Dephan

DEPARTEMEN Pertahanan (Dephan) dan Markas Besar TNI berusaha memperbaiki perencanaan dan pengelolaan anggaran pertahanan. Bekerja sama dengan Amerika Serikat, pemerintah melakukan kajian dan evaluasi terhadap proses pengelolaan sumber daya pertahanan di Dephan dan TNI dengan menggunakan teknik-teknik manajemen modern.

"Anggaran yang kecil harus bisa dioptimalkan," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono saat membuka program bimbingan teknis Indonesia-AS di Jakarta, Senin (15/12).

Juwono menjelaskan, dalam dua tahun ini, sejumlah perwira menengah di seluruh unit organisasi pertahanan negara mendapat asistensi teknis dari pemerintah AS. Menurutnya, sebagai negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia, AS telah terbukti mampu menggunakannya secara tepat dan bermanfaat.

Dia menjelaskan, prioritas pembangunan satu dekade ke depan masih diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan sektor pertahanan belum akan memperoleh dukungan anggaran yang signifikan.

Menhan mengatakan meski departemennya mendapat Rp35 triliun, porsi ketiga terbesar dalam APBN 2009. Dana tersebut masih jauh dari anggaran pertahanan yang diajukan, yaitu Rp115 triliun.

Artinya, dana yang ada hanya dapat mendukung 36 persen kebutuhan minimal. "Sehingga sistem pertahanan yang efektif, efisien, dan akuntabel tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata Juwono.

Dirjen Perencanaan Pertahanan Dephan Laksda Gunadi menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan menambah kemampuan perwira TNI mengelola anggaran dengan memanfaatkan teknologi.

Namun, Dephan dan TNI tidak mentah-mentah mengaplikasikan teknik yang diberikan AS. Pembelajaran yang diperoleh, kata dia, tetap dielaborasi dengan sistem perencanaan yang dimiliki saat ini.

Sumber : JURNAS

Monday, December 15, 2008

Fast Boat from Lundin Industry, Banyuwangi

North Sea Boats - PT. Lundin Industry Invest is a completely foreign owned Investment Company ( PMA ) that was registered and incorporated in Indonesia over 6 years ago by Swedish national Mr. John Ivar Allan Lundin and his Indonesian wife Lizza. It operates from its base in Singojuruh, in the Regency of Banyuwangi, on the eastern tip of the island of Java.

Copyright @lutsista



Simulasi Ops. Siaga Tempur Laut Kopaska TNI AL

JAKARTA, 15/12 - SIAGA TEMPUR LAUT. Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL saat melakukan simulasi operasi siaga tempur laut penanggulangan teror pembajakan kapal di Tanjung Priok, Jakarta. Senin (15/12). Latihan operasi ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit dalam menangani ancaman teroris di laut. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/hp/08.




Perencanaan dan Manajemen Pertahanan yang Efektif, Efisien dan Akuntabel



Jakarta - Geladi Olah Krida Nusantara-2/DRMS merupakan kegiatan yang sangat penting khususnya bagi pejabat di lingkungan Dephan dan TNI untuk melakukan perencanaan maupun manajemen pertahanan Indonesia.

Sebagai Menteri Pertahanan yang mempunyai tugas untuk menyelenggarakan kebijakan, strategi dan administrasi pertahanan berdasarkan manajemen yang efektif, efisien, dan akuntabel, maka Dephan memandang penting untuk menyelenggarakan kerja sama dengan kantor pertahanan AS melalui Kedubes AS di Jakarta.

Demikian amanat Menteri Pertahanan RI (Menhan) Juwono Sudarsono saat membuka Geladi Olah Krida Nusantara-2/DRMS (Indonesia-Amerika Serikat), Senin (15/12), di kantor Perencanaan Pertahanan (Renhan) Dephan, Jakarta.

Geladi yang dilaksanakan selama 5 hari tanggal 15-19 Desember 2008 ini mengangkat tema “Pengelolaan Sumber Daya Pertahanan Berdasarkan Analisa yang Efektif, Efisien dan Akuntabel akan Meningkatkan Kualitas Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara”.

Geladi olah Krida Nusantara-2/DRMS ini dalam rangka untuk melatih staf perencanaan di lingkungan Dephan dan TNI tentang proses pengelolaan sumber daya pertahanan yang berbasis analisa serta berfokus pada output, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang proses perencanaan dengan menggunakan tehnik-tehnik manajemen modern.

Menurut menhan, Geladi Olah Krida Nusantara-2/DRMS (Indonesia-Amerika) ini merupakan puncak acara dari program pelatihan Defence Resource Management Study (DRMS) yakni sebuah program bimbingan atau asistensi teknis bidang perencanaan pengelolaan sumber daya pertahanan yang diberikan oleh pemerintah Amerika.

Lebih lanjut menhan mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir ini tim ahli Amerika yang berlatar belakang keahlian di bidang pengelolaan sumber daya pertahanan bersama sejumlah perwira Dephan dan TNI telah melakukan penugasan, kajian dan evaluasi terhadap proses pengelolaan sumber daya pertahanan di Dephan dan TNI dengan menggunakan tehnik-tehnik manajemen modern.

Sejak tahun 2006 pemerintah RI dalam hal ini Departemen Pertahanan (Dephan) dan pemerintah Amerika telah menyepakati dimulainya kajian yang komprehensif mengenai proses-proses pengelolaan sumber daya pertahanan melalui program DRMS.

Menhan berharap kegiatan geladi yang diikuti sekitar 36 personel perwakilan dari Dephan/TNI dengan didukung 30 orang staf Geladi serta empat orang pengajar dari Amerika ini, dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan personel perencanaan di lingkungan Dephan dan TNI tentang proses pengelolaan sumber daya pertahanan yang berbasis analisa dalam kondisi keterbatasan anggaran.

Selain itu menhan juga menjelaskan mengenai empat prinsip atau prioritas sistem pertahanan yaitu pertahanan berdasarkan Tri Matra terpadu (Integrated defence), pertahanan berbasis anggran, pertahanan berbasis kemampuan dan pertahanan berbasis minimum essential force. (ER/HDY)

Sumber : DMC

Dialog Strategis Pertahanan RI-Singapura

Indonesia melalui Direktorat Jenderal Strategi Departemen Pertahanan (Ditjen Strahan Dephan) melakukan Dialog Strategis Pertahanan dengan Singapura, Jum’at (12/12), di kantor Dephan, Jakarta. Dialog tersebut membahas Indonesia Defence University (IDU) yang akan segera berdiri dengan menampilkan presentasi yang mengangkat tema, “2009 Strategic Environment Outlook”.

Sumber : DMC

Sistem Kendali Senjata Otomatis Dislitbang AL



Dilatarbelakangi akan kebutuhan dan peningkatan kemampuan sistem senjata terpadu, Dislitbang AL membangun sistem kendali senjata mesin yang akan diaplikasikan kebeberapa Ranpur yang dimiliki korps Marinir.

Sistem ini diharapkan bisa menggantikan pengoperasian (bidik dan gerak) senapan mesin Ranpur secara manual.

"Target kami nantinya sistem ini dapat terintegrasi dengan kontrol dan sensor deteksi yang ada, Sehingga pengoperasiannya bisa dilakukan langsung dari dalam Ranpur. Sehingga unsur keselamatan personil dapat lebih terjamin. Dan juga mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri". ungkapkan staf Dislitbang AL.

Untuk sementara ujicoba masih dilakukan pada senapan mesin berkaliber ringan (7,62mm). Targetnya sistem ini akan menggunakan senapan mesin kaliber berat (12,7mm) dengan monitor warna dan Kamera pembidik. Jika memungkinkan sensor thermal juga bisa di integrasikan didalamnya.



Hasil uji coba program yang telah dijalani, sistem mampu memberikan sinyal dan data kepada driver motor yang memproses input data dari joystick untuk menggerakkan bearingan dan elevasi mounting senjata.

Seluruh perangkat keras seperti motor penggerak baringan dan elevasi (mounting senjata) penggerak picu (firing), kamera dan monitor TV dapat dioperasikan dengan baik. Sehingga operator dapat membidik dan menembak sasaran dengan menggunakan joystick dan monitor TV.

Copyright @lutsista