Tuesday, April 22, 2008

Kementrian Ristek dan TNI AL Kembangkan Teknologi Pertahanan

Pengembangan Tank, Panser dan FPB-57

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) dan Mabes TNI Angkatan Laut (AL) sepakat bekerja sama dalam pengembangan teknologi pertahanan, termasuk sistem alat utama sistem senjata (alutsista).

Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ristek dan Mabes TNI AL yang ditandatangani Mensristek Kusmayanto Kadiman dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Sumardjono, di Jakarta, Selasa.

Kerja sama itu meliputi pemanfaatan potensi sumber daya manusia dua pihak, optimalisasi penelitian dan pengembangan Iptek, pendidikan dan latihan serta survei pemetaan, Hidro-Oseanografi dan alih teknologi alutsista.

Selain itu, kedua pihak sepakat untuk menerapkan hasil-hasil penelitian dan pengembangan untuk kemajuan Iptek, pengelolaan data dan informasi yang diperlukan kedua pihak.

"Pengembangan kerja sama ini, telah dilakukan Kementerian Ristek tidak saja dengan TNI AL, tetapi juga TNI Angkatan Darat (AD), seperti dalam pengembangan tank dan panser," ujar Menristek Kusmayanto.

Dengan TNI AL juga telah dilakukan kerja sama dalam pengembangan kapal patroli cepat (fast patrol boat) 57 dan peralatan pendukung lainnya.

"Dengan kesepakatan ini, diharapkan kerja sama yang telah terjalin dapat ditingkatkan dan diperluas skalanya," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Sumardjono mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk partisipasi kedua pihak untuk memandirikan industri pertahanan dalam negeri.

"Kalau bisa kita buat di dalam negeri dan memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan buatan luar negeri, kenapa tidak kita pakai produk dari dalam negeri," ujarnya. (*)

Sumber : ANTARA

Kurangi Kesenjangan Antara Lembaga Ristek dan TNI

JAKARTA, SELASA-Selama ini ada kesenjangan antara lembaga riset dan teknologi dengan Tentara Nasional Indonesia. Akibatnya, tidak bisa terjadi sinergi antara kemampuan lembaga peneletian dan teknologi dengan kebutuhan TNI. Demikian disampaikan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman dalam konferensi pers usai penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Laksamana TNI Sumardjono, di gedung BPPT, Jakarta, Selasa (22/4).

Menurut Menristek, kesenjangan tersebut bukan berarti lembaga ristek tidak mampu memenuhi kebutuhan TNI, namun karena belum ada komunikasi dan keterbukaan dari kedua belah pihak. "Untuk itu kita tuangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) supaya terjadi sinergi antara TNI dengan BPPT," kata Kusmayanto.

Selain mengurangi kesenjangan, lanjut Kusmayanto kesepakatan bersama ini juga untuk menuju kemandirian dalam memproduksi alat-alat pertahanan. "Dalam pidatonya, presiden SBY mengatakan tidak boleh lagi mengimpor untuk sistem pertahanan yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Staf AL Laksamana TNI Sumardjono. "Kerja sama ini salah satu langkah menuju kemandirian, tapi tidak bisa dilakukan serta-merta, ada fase yang harus dilalui. Ada banyak institusi di Indonesia, jika ada sinergi maka bisa berjalan dengan bagus," katanya.

Kegiatan kerja sama ini akan meliputi pemanfaatan potensi sumber daya manusia, optimalisasi penelitian dan pengembangan iptek, pendidikan dan latihan, survei dan pemetaan Hidro-Oseanografi, proses alih teknologi alutsista, penerapan hasil-hasil penelitian dan pengembangan untuk kemajuan IPTEK, pengelolaan dan pertukaran data dan informasi yang diperlukan.Menyangkut anggaran, menurut Sumardjono, berasal dari alokasi impor alat pertahanan.

Sumber : KOMPAS.COM

Russian MiG-29 Shot Down Georgian UAV

TBILISI (Reuters) - A Georgian unmanned reconnaissance plane downed at the weekend was shot down by a Russian air force jet, Georgia's air force said on Monday, citing video footage of the incident.

Presiden SBY dan Sultan Bolkiah dijadwalkan Hadir di pra Latgab TNI

Jakarta,Tribun -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kepala Negara Brunei Darussalam, HM Sultan Haji Halssanal Bolkiah, Rabu (23/4) menurut rencana bakal menyaksikan bareng pra latihan gabungan TNI di stadion Denma Markas Besar TNI Angkatan Udara.

Mereka berdua bersama petinggi TNI sekitar pukul 08.00 WIB menyaksikan demonstrasi pembebasan sandera dan upacara penyempatan wing penerbang kehormatan dan pengangkatan warga kehormatan Kopaskhas.

Hal ini dikemukakan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono usai mendampingi Presiden Yudhoyono menerima kedatangan HM Sultan Haji Halssanal Bolkiah dan istri yakni, HM Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/4).

Menurut Juwono, kehadiran Bolkiah dalam pra latgab bukan untuk menakut-nakuti pemerintah Brunei akan kekuatan militer Indonesia. "Bukan untuk menakut-nakuti. Semua negara tetangga sudah paham," kata Juwono.

Juwono mengemukakan, latihan gabungan yang sedianya dilakukan di Natuna, Batam, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada pertengahan Juni mendatang merupakan latihan rutin yang berjalan sepuluh tahun sekali.



"Ini malah kita sudah ketinggalan dua tahun, biasanya setiap 10 tahun kita bikin latgab. Ini karena ketersedian anggaran terbatas," paparnya.

Pada kunjungan kenegaraan Bolkiah di Istana Merdeka, pemerintah menggelar foto bersama, sebelum menyelenggarakan upacara penyambutan kenegaraan.

Dalam pertemuan ini, kedua pemirintahan akan menggalang MoU mengenai kerjasama kebudayaan. Kerjasama ini ditandatangani Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Menteri Kebudayaan, Belia Sukan Negara Brunei Darussalam disaksikan oleh Presiden RI dan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah.

Selepas pertemuan bilateral, Bolkiah berencana bermain bulutangkis di pelatnas PBSI Cipayung. Dan selanjutnya, melakukan santap malam bersama. Bolkiah dan rombongan bakal kembali ke Brunai pada Kamis, (24/4) siang. (*)

Sumber : TRIBUN TIMUR

Berita terkait lainnya :
Presiden Tawarkan CN-235 ke Sultan Bolkiah

Ujicoba Seluruh Persenjataaan KRI

Persiapan Latihan Gabungan 2008

ARMATIM (22/4),- Menghadapi latihan gabungan TNI berskala besar yang akan dihelat Juni mendatang berbagai kesibukan prajurit TNI AL Koarmatim tampak serius menindak lanjuti kesiapan alutsista, personel dan segala kebutuhan demi mensukseskan Latgab TNI 2008,sesuai dengan instruksi dari Pangarmatim Laksda TNI Lili Supramono bahwa latihan gabungan TNI kali harus sukses dan lancar.

Dalam setiap kesempatan Pangarmatim selalu mengingatkan kepada segenap personel Koarmatim khususnya para komandan yang ada dilapangan agar benar-benar mematuhi standar prosedur latihan terutama melibatkan tiga matra TNI yaitu TNI AD, AL, AU terutama berhubungan dengan peralatan persenjataan dan keselamatan personel serta material.

Menghadapi agenda akbar latihan TNI yang akan digelar di empat tempat berbeda yaitu Sangata (Kalimantan Timur), Singkawang (Kalimantan Barat) Batam dan Kepulauan Natuna, TNI AL akan mengerahkan 61 kapal perang,30 Tank Amfibi, 55 Pansam,12 Kapa K-61, 2 Hovercraft, 78 Perahu Karet, 5 Heli jenis Bell dan beberapa pesawat jenis Cassa. serta beberapa persenjataan berat Korps Marinir.



Sementara itu di Pangkalan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) saat ini berbagai latihan telah dilaksanakan di kolatarmatim terutama prajurit pengawak persenjataan kapal perang telah menyelesaikan pelajaran pemantapan, sedangkan dibeberapa KRI yang memiliki persenjataan berat mulai melakukan latihan bagai mana saat menghadapi bahaya serangan udara musuh, bahaya serangan atas permukaaan dan bahaya bawah permukaan, sedangkan disepanjang pangkalan berjejer puluhan Kapal K-61 pengangkut persenjataan artileri medan Korps Marinir mulai melakukan persiapan.

Sumber : DISPENAL

Monday, April 21, 2008

Sukhoi Su-30 MKI - Waltz in The Sky

TNI Gelar Latgab "Yudha Siaga"



Jakarta (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan latihan gabungan dengan sandi "Yudha Siaga" untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Pembukaan latihan gabungan ditandai dengan dentuman meriam oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Pangkalan Udara Halim Perdanakususma, Jakarta, Senin (21/4).

Hadir dalam pembukaan latihan itu antara lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Sumardjono dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio.

Latihan gabungan "Yudha Siaga" berlangsung dua tahap, yakni tahap pertama berupa Geladi Posko I pada 21-28 April di Markas Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tahap II berupa Geladi Lapang yang berlangsung 1-20 Juni 2008 melibatkan seluruh personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dari tiga matra TNI di empat lokasi, yakni Natuna dan Batam (Kepri), Singkawang (Kalbar), dan Sangatta (Kaltim).

Selengkapnya>>

Farewell to the F-117 Nighthawk

In this undated file photo provide by the Department of Defense, the F-117A Nighthawk Stealth fighter from the 49th Fighter Wing, 9th Fighter Squadron, from Holloman Air Force Base, N.M. flies during a training mission over the New Mexico desert.

Holloman Air Force Base will say farewell to the F-117 Nighthawk, which the nation is retiring from its arsenal after 27 years. The last F-117s scheduled to fly will leave Holloman on Monday, April 21, 2008, then stop in Palmdale, Calif., for another retirement ceremony before arriving at their final destination _ Tonopah Test Range Airfield in Nevada, where the fighter made its first flight in 1981.

Fokus pada Retrofit Alutsista Uzur



Sista Hanud S-60 yang telah diretrofit (bawah), menggunakan radar 3 dimensi untuk menjejak target sasaran.

Dephan Memprioritaskan Pemeliharaan Alutsista

Jakarta, Departemen Pertahanan (Dephan) memprioritaskan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, setelah pemerintah menetapkan pemotongan anggaran pertahanan sebesar 15 persen.

"Kami prioritas untuk pemeliharaan dan perawatan dulu, meski untuk itu kami masih akan melakukan kajian lebih dalam lagi," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono dalam diskusi dengan jajaran redaksi Perum LKBN ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, kajian bersama dengan Mabes TNI dan masing-masing angkatan difokuskan pada kemungkinan untuk tetap menggunakan alutsista uzur yang telah diremajakan kembali (retrovit) atau membeli alutsista baru.

Dengan retrovit, tambah Juwono, sebuah alutsista dapat kembali digunakan hingga 15 tahun ke depan.

Selain itu, penggunaan alutsista uzur harus disertai beberapa syarat yakni masih digunakan negara pembuat dan negara pengguna lainnya, standar keamanan personel masih terjamin, teknologi yang digunakan masih dapat dikembangkan, dan jumlahnya masih cukup banyak.

Jika biaya pemeliharaan dan perawatan ternyata lebih mahal dibandingkan jika membeli baru, maka akan dipertimbangkan untuk membeli baru meski tidak dalam jumlah besar, tambah Menhan.

"Kita sudah tetapkan prioritas, sambil terus melakukan kajian sehingga TNI memiliki sistem persenjataan yang memadai," ujarnya.

Selama ini, biaya pemeliharaan dan perawatan alutsista hanya mencapai delapan persen dari total anggaran pertahanan yang dialokasikan.

Dalam sepuluh tahun ke depan, prediksi kebutuhan dana pemeliharaan untuk masing-masing angkatan adalah TNI Angkatan Darat Rp17,97 triliun, TNI Angkatan Laut Rp34 triliun, dan TNI Angkatan Udara Rp41,9 triliun.

Sebelumnya, Sekjen Dephan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pemotongan anggaran senilai Rp5,4 triliun atau sekitar 15 persen, sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasi dan gelar kekuatan termasuk di daerah-daerah rawan konflik.

"Untuk itu, selain memfokuskan pada pemeliharaan juga akan dilakukan mekanisme pengadaan anggaran khusus bagi operasi-operasi yang bersifat darurat seperti pengamanan di daerah rawan konflik, serta keadaan darurat bencana alam," kata Sjafrie.

Anggaran Dephan dan TNI pada 2008 tercatat sebesar Rp36,39 triliun. Besaran anggaran tersebut diperkirakan hanya dapat mendukung sekitar 36 persen kebutuhan minimal, karena kebutuhan minimal Departemen Pertahanan dan TNI sekitar Rp100,53 triliun.

Dalam daftar Pagu DIPA TA 2008, TNI Angkatan Darat secara nominal memang mendapat porsi anggaran terbesar sekitar Rp16,1 triliun. Akan tetapi dana itu dialokasikan untuk 129 satuan kerja (satker).

TNI Angkatan Laut dialokasikan sebesar Rp5,5 triliun yang akan didistribusikan ke 47 satker dan untuk TNI Angkatan Udara menerima alokasi anggaran sebesar Rp3,98 triliun, yang didistribusikan ke 58 satker.

Dephan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6,3 triliun yang akan didistribusikan hanya ke dua satker yang ada. Sementara untuk Mabes TNI, dari total alokasi anggaran yang diterima sebesar Rp4,5 triliun, besaran dana itu didistribusikan untuk 11 satker.

Sumber : ANTARA

Friday, April 18, 2008

Pengganti Jet Tempur Hawk MK-53 Diajukan 2009


Hawk Mk.53 Delta Formation

Madiun (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio mengatakan, pengajuan pengganti pesawat tempur Hawk MK-53 akan dilaksanakan 2009.

"Kalau bisa, 2009 langsung penandatanganan kontrak," katanya kepada ANTARA, seusai melakukan terbang formasi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Sumardjono, di Madiun, Jawa Timur, Jumat.

Subandrio menjelaskan masa pakai MK-53 akan habis pada 2011, sehingga pengadaan penggantinya harus dipersiapkan sejak dini, yakni pada 2009, setelah pengajuan pengganti pesawat tempur taktis OV-10 Bronco selesai ditindaklanjuti oleh Departemen Pertahanan (Dephan).

"Saat ini, kami masih menunggu keputusan Dephan tentang pengganti OV-10 Bronco. Salah satu penggantinya adalah Super Tocano dari Brazil. Setelah selesai, kita ajukan pengganti Hawk MK-53," kata Subandrio.

Lanud Iswahjudi memiliki tiga skadron pesawat tempur, yakni Skadron 3 (F-16 Fighting Falcon), Skadron 14 (F-5-Tiger) dan Skadron 15 untuk Hawk MK-53.

Seluruh pesawat yang ada di Lanud Iswahjudi tercatat 28 pesawat, yakni F-16 (10 unit), F-5 Tiger (12 unit) dan MK-53 enam unit.

Komandan Skuadron 15 Lanud Iswahyudi, Mayor Pnb Adam Suharto mengatakan, dari enam unit Hawk MK-53 tersebut, yang dalam kondisi siap terbang hanya dua unit.

"Jadi, kesiapannya kini makin kecil dan harus segera diadakan penggantinya," ujarnya.

Adam menambahkan, ketersediaan suku cadang yang makin sulit mengakibatkan tingkat kesiapan MK-53 makin menurun dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Karena itu, perlu ada pengadaan dengan segera minimal satu skuadron untuk menjaga optimalisasi kesiapan skuadron secara maksimal," katanya.

Dalam kurun waktu 2005-2024 TNI AU berencana mengganti sejumlah pesawat tempur dan angkut yang telah memasuki usia pakai 20-30 tahun, seperti OV-10 Bronco yang kini telah "digrounded", Hawk MK-53, F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon.

Untuk pengganti Hawk MK-53, maka Mabes TNI AU mengajukan empat jenis pesawat yang sudah dijajal, yakni L-159B dari Ceko, Yak 130 dari Rusia, Aermacchi M346 dari Italia dan Chengdu FTC-2000/JL-9 dari China. (*)

Sumber : ANTARA

Laboratorium Angkatan Laut Amerika Diduga Spionase


US Naval Ship Research

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta mengusir seluruh tim Naval Medical Research Unit (Namru) dari Indonesia. Alasannya, kontrak kerjasama dengan lembaga riset Angkatan Laut Amerika Serikat dan Indonesia itu sudah selesai.

Selain itu, Namru diduga melakukan kegiatan spionase di luar penelitian kesehatan. "Diusir saja. Suruh angkat kaki," kata anggota Fraksi PKS Soeripto ketika dihubungi Tempo saat ia berada di Lebanon, Kamis (17/4).

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Suryo Legowo mengatakan pemerintah telah menyampaikan draf MOU (Memory Of Understanding) perjanjian Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) kepada Amerika Serikat. Namun sampai sekarang AS masih belum memberikan tanggapan terhadap draf MO tersebut.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melarang berbagai rumah sakit di tanah air menyerahkan sampe virus Avian Influenza ke Namru.

Soeripto mengatakan seharusnya hasil penelitian Namru dilaporkan ke lembaga penelitian Indonesia. Namun, selama ini Namru tidak pernah melaporkannya. Selain itu, Namru tidak pernah melibatkan peneliti Indonesia sebagai pendamping.

Menurut dia, kegiatan Namru perlu ditengarai terkait dengan berbagai konflik horisontal yang terjadi di Indonesia bagian timur. Alasannya, selama ini potensi konflik tertinggi terjadi di Indonesia bagian timur. Selain itu, wilayah penelitian Namru adalah Indonesia bagian timur. "Ini soal kedaulatan negara kita," katanya.

Menurut dia, kinerja Badan Intelijen perlu dievaluasi terkait kontraintelijen terhadap Namru. Selama ini BIN tidak pernah secara spesifik melaporkan adanya kegiatan spionase yang dilakukan Namru. "BIN belum melaporkan case yang cukup kuat adanya kegiatan spinonase," ujarnya.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM/Kurniasih Budi

Airsoftgun dikategorikan Sebagai Barang Impor Terlarang

Sejumlah petugas Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta memeriksa hasil tegahan berupa 'air soft gun' , Kamis (17/4). Petugas mengamankan ratusan 'air soft gun' dan puluhan benda purbakala dari Thailand yang merupakan kategori barang terlarang dan pembatasan impor yang disita dari kontainer dengan modus pemalsuan dekumen kepabeanan.




Thursday, April 17, 2008

Chinese Exhibition : Police and Security Equipment

Manufacturers from China and all over the world show the latest in police and security equipment such as these armoured personnel carriers available in various liveries at an exhibition in Beijing, China 16 April 2008. Much in evidence were riot control and counter terrorism equipment as China's police moves from crude tactics of firing live rounds into crowds and adopts more internationally acceptable procedures



Kopassus 56th Anniversary

KOPASSUS, Indonesian Army Special Forces members show their skills during an anti-terror drill to mark the 56th anniversary of their unit in Jakarta, Indonesia, on 16 April 2008.


Wednesday, April 16, 2008

Inilah Pengganti Bronco



Angkatan udara akhirnya memilih pesawat buatan Brasil, Super Tucano, sebagai pengganti OV-10 Bronco.

MALANG - Berakhir sudah usia armada pesawat tempur latih OV-10 Bronco di Indonesia. Nasibnya benar-benar berujung di ladang tebu pada Juli tahun lalu. Setelah tiga kecelakaan maut dan dua kali proses pembekuan operasi, TNI Angkatan Udara akhirnya benar-benar menetapkan penggantinya, yakni pesawat tempur EMB-314 Super Tucano.

Kepastian itu disampaikan Marsekal Pertama TNI Irawan Supomo, Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Malang, pekan lalu. "Setelah dilakukan serangkaian uji kinerja terhadap beberapa calon pengganti Bronco, sepertinya kami lebih cocok dengan Super Tucano," katanya.

Irawan menuturkan ada lima jenis pesawat yang dilirik TNI Angkatan Udara sebagai pengganti Bronco. Kelima jenis pesawat itu
adalah KO-1 dari Korea, K-8 Karakorum produksi bersarna Cina dan Pakistan, EMB-314 Super Tucano buatan Brasil, T-6B Texan II (Amerika Serikat) dan Pilatus PC-9 buatan Swiss. "Hanya 2 yang diajukan ke Departemen Pertahanan yaitu Tucano dan KO-1," katanya.



Butuh waktu agak lama bagi TNI Angkatan Udara untuk memilih karena cukup sulit mencari pengganti Bronco yang punya karakter khas dan boleh dibilang melegenda. OV-10 adalah pesawat berbaling-baling yang didesain khusus untuk 'aktivitas observasi dan serang darat, terutama misi COIN (COunter INsurgency).

Pesawat dengan struktur ekor khas mirip gawang itu dikenal dengan bobotnya yang ringan dan punya tingkat manuver tinggi. Turunannya yg masih digunakan hingga kini oleh AS adalah A-10 Thunderbolt.

Indonesia mulai menggunakan pesawat ini sejak 1976, dan terbukti efektif saat diterjunkan dalam operasi militer di Timor-Timor, Aceh dan Kalimantan Barat.

Sulit melupakannya, tapi 9 pilot yang ada di Lanud Abdulrachman Saleh tentu tak boleh dibiarkan menganggur terlalu lama. Pesawat pengganti harus segera ditentukan dan Skuadron Udara 21 Tempur Taktis Wing 2 harus segera diaktifkan kembali.

Menurut Kepala Divisi Operasional Pangkalan Kol. Ismet Saleh, ke-9 pilot Bronco itu sementara dialihkan menjadi pilot pesawat lain, seperti C-130 atau menjadi instruktur penerbang.

Sumber : KORAN TEMPO

Tontaipur Kostrad Latihan di Lanud Suryadarma

SUBANG, Dua orang anggota Yonif 328 Kostrad mengintai sasaran saat latihan di Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jabar, Selasa (15/4). Latihan yang diikuti 593 anggota TNI tersebut untuk persiapan latihan gabungan pada Juni mendatang. FOTO ANTARA/M.Ali Khumaini/ama/08

Gladi Resik HUT Kopassus

Personel Kopassus menunjukkan kemampuan menembak sasaran pada acara gladi resik HUT Kopassus ke-52 di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta, Selasa (15/4). Peringatan HUT Kopassus rencananya akan dilaksakanakn hari ini Rabu (16/4) dengan menampilkan sejumlah atraksi beladiri, terjun payung dan menembak. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/hp/08.


Tuesday, April 15, 2008

Persiapan Latgab TNI, Marinir Ujicoba Tank Amfibi-nya

Kormar (15/4) - Dalam rangka menyongsong Latihan Gabungan TNI bulan Juni 2008 mendatang, Korps Marinir terus berbenah diri. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah menggelar uji coba Kendaraan Pendarat Amfibi. Uji coba Kendaraan Pendarat Amfibi Marinir ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 7 sampai dengan tanggal 11 April 2008 di areal Uji Coba Ranratfib Marinir, Kesatrian Marinir R Hartono, Cilandak.

Komandan Resimen Kaveleri 2 Mar Kolonel Marinir Bambang Suswantono yang hadir pada pelaksanaan uji coba Ranratfib tersebut menyatakan bahwa dengan adanya ujicoba kendaraan pendarat amfibi Marinir yang meliputi 10 Tank, 20 Pangsam dan 4 Kapa, diharapkan para prajurit Marinir yang akan ikut latihan menggunakan Ranratfib tidak akan takut atau trauma atas tragedi kecelakaan yang pernah menimpa PANSER BTR 50 PM Marinir di perairan Situbondo pada bulan Februari 2008.

“Dalam uji coba Ranranfib Marinir di Kolam Uji Coba, Kadislaikmatal berserta staf juga meninjau langsung serta mengecek ke arena uji coba untuk mengetahui kondisi keberadaan Ranratfib Marinir, yang rencananya akan ikut pada Latgab TNI 2008 di bulan Juni ini“, tambah Danmenkav 2 Mar.

Sementara itu, Kadislaikmatal Laksamana Pertama TNI Drs. Didik Suheri, selaku Ketua penanggung jawab layak tidaknya Ranratfib tersebut melaksanakan operasi menjelaskan, dari 10 Tank, 20 Pangsam dan 4 Kapa yang di uji coba, semuanya layak pakai dan siap ikut melaksanakan Latgab TNI 2008.

Sumber : DISPENAL

Sukhoi Uji Coba Bandara Sepinggan



BALlKPAPAN - Dua pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis Sukhoi terbang rendah (overhead) di Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Keduanya menguji standar landasan pacu bagi pendaratan pesawat tempur.

"F-16 sudah sering mendarat di Sepinggan, Balikpapan, tapi Sukhoi belum pernah," kata Komandan Pangkalan Angkatan Udara Balikpapan Letnan Kelonel (Penerbang) Indra Jaya di Balikpapan kemarin. Pesawat Sukhoi memerlukan landasan pacu sepanjang 2.250 meter untuk mendarat.

Bandara Sepinggan memiliki panjang landasan 2.500 meter. Kedua pesawat tempur itu berasal dari Pangkalan Komando Operasi Angkatan Udara II di Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat tempur terbaru TNI AU tersebut dipiloti Letnan Kelonel (Penerbang) Hanafi dan Mayor (Penerbang) Untung. Kedua pesawat itu berada di Kalimantan Timur guna mendukung latihan gabungan TNI di Sangata, Kutai Timur, pada awal Juni nanti.

Latihan gabungan akan melibatkan 16 pesawat tempur berbagai jenis. Sukhoi kemarin (14/4) bermanuver di ketinggian satu meter dari landasan pacu. Pesawat seolah akan mendarat, tapi ternyata tidak.

Juru bicara Pangkalan Komando Operasi Angkatan Udara II, Mayor (Penerbang) Sonaji Wibowo, mengatakan overhead merupakan uji standar pesawat tempur saat hendak mendarat. Selain Sukhoi, latihan gabungan nanti akan melibatkan pesawat F-16 dan F-5 dari Pangkalan Armada Timur Makassar. Sulawesi Selatan.

"Ujicoba ini untuk mendukung kesuksesan latihan gabungan TNI," kata Panglima Komando Operasi Angkatan U dara II Makassar Marsekal Muda Yushan Savuti.

Menurut Yushan, pesawat pendukung latihan antara lain jenis Hawk, Hercules, dan helikopter. Kesatuan lain juga mengerahkan puluhan tank, artileri, dan kapal perang. Latihan juga melibatkan sekitar 18 ribu personel dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Sumber : KORAN TEMPO

TNI AU Operasi Perbatasan Sepekan Sekali

BALIKPAPAN, SENIN - TNI Angkatan Udara (AU) di bawah Komando Operasi AU II Makassar kini sedang meningkatkan operasi udara di kawasan perbatasan. Operasi udara yang menggunakan pesawat Boeing itu dilakukan hampir setiap satu minggu sekali.

"Operasi udara yang kami lakukan ini merupakan perintah dari Mabes TNI. Sifat operasinya lebih ke arah pengintaian dan berkoordinasi dengan yang berada di darat atau laut," kata Panglima Komando Operasi AU II Makassar, Marsekal Muda Yushan Sayuti, setibanya di ruang VIP Bandara Sepinggan, Balikpapan, Senin (14/4).

Sebelumnya, jajaran tinggi TNI telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah Malaysia di Kucing. Pertemuan itu membahas masalah perbatasan, pembentukan pos-pos pengamanan dan patok-patok sepanjang perbatasan Indoneisa-Malaysia. (joi/tribun kaltim)

Sumber : KOMPAS.COM

Monday, April 14, 2008

New airborne combat vehicle BMD-4

The upgraded BMD-4M airborne combat vehicle was shown to the commanders of the Airborne Assault Forces (VDV).



BMD-4M presentation 2008-03-21 / Презентация БМД-4М

KOPASKA TNI AL Mengakhiri Latihan Bersama dengan US Navy Seal



Surabaya, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL telah menyelesaikan latihan bersama dengan pasukan katak Amerika Serikat (US Navy Seal) yang ditutup oleh Komandan Komando dan Latihan (Kolat) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Kolonel Laut (P) Didi Wahyudi di Surabaya.

Latihan yang digelar sejak 17 Maret lalu dengan sandi "Flash Iron 08-04" itu melibatkan 25 personel Kopaska TNI AL dan berbagai persenjataan yang dimilikinya, sedangkan dari US Navy Seal melibatkan 15 orang personel.

Materi latihan kali ini difokuskan pada bidang penyelam tempur, meliputi latihan teknik penggunaan peralatan selam dalam pertempuran tertutup dan penggunaan senjata untuk penembak jitu.

Pangarmatim Laksda TNI Lili Supramono dalam sambutannya yang dibacakan Komandan Kolat Koarmatim mengatakan, latihan ini merupakan wujud dari upaya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL, khususnya dari prajurit Kopaska.

Selengkapnya

Saturday, April 12, 2008

TNI Prioritaskan Alutsista Tangani Masalah di Perbatasan

TNI akan Mengurangi Jenis Alutsistanya

JAKARTA--MI: Berbagai masalah di perbatasan membuat seperti pelanggaran wilayah membuat TNI akan memprioritaskan pengadaan persenjataan menghadapi ancaman di wilayah perbatasan.

"Yang diprioritaskan adalah alutsista untuk menghadapi ancaman khususnya penjagaan perbatasan, pulau terluar dan pelanggaran wilayah perbatasan. Maka senjata akan diarahkan yang mendukung kesana," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso seusai bertemu Menteri Pertahanan Juwono di Jakarta, Jumat (11/4).

Selain Panglima TNI, dalam pertemuan itu turut dihadiri KSAD Jenderal Agustadi SP, KSAU Marsekal Subandrio, dan Wakasal Laksamana Madya Yosaphat Didik Heru Purnomo.

Panglima menjelaskan dalam pertemuan tersebut, dirinya beserta ketiga pimpinan angkatan di TNI mendapat pengarahan dari Menhan untuk menghitung kembli kebutuhan alutsista. Kebutuhan tersebut harus dihitung berdasarkan kemampuan anggaran negara 10 tahun ke depan, kebijakan tri matra terpadu, kebijakan mempesniunkan jenis-jenis alat persenjataan tua, prioritas penggunaan, serta senjata yang bisa dipenuhi dari industri dalam negeri.

"Jadi tujuannya agar ke depan bisa lebih hemat dan lebih baik," tukas Djoko Santoso.

Tentang tujuan agar lebih hemat itu menyangkut biaya pemeliharaan persenjataan yang cenderung lebih murah bila TNI memakai senjata dari jenis yang sama.

"Jadi misalnya meriam kita punya kaliber 105, 76 dan 155. Nah itu tidak terlalu banyak jenisnya. Jadinya ditinjau lagi biar pemeliharannya lebih mudah. Kemudian juga kalau bisa dibuat dari dalam negeri kan lebih murah," jelasnya.


Salah satu jenis meriam terbaru TNI, FH 2000 howitzer kaliber 155 mm, buatan Singapore Technologies Kinetics.

Ketika ditanya apakah penyusunan kembali kebutuhan alutsista TNI itu juga terkait dengan instruksi Presiden untuk mengandangkan alutsista tua, Panglima TNI mengiyakannya. TNI akan menentukan alutsista tua mana yang harus diganti, hingga jenis pengganti dan negara produsen senjata pengganti itu.

"Nah itu tergantung postur yang kita susun, sejauhnmana ancaman yang mungkin kita hadapi, penangkalnya yang mana," ujar Panglima. (Mjs/OL-06)

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Indonesia Siap Produksi Kapal

Transfer Teknologi Korvet Sigma

TEMPO Interaktif, Makassar:Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Sumardjono mengatakan ke depan Angkatan Laut berkomitmen tak lagi membeli kapal dari luar negeri. Kapal akan memproduksi sendiri di dalam negeri.

Angkatan Laut sudah melakukan transfer teknologi lewat paket pembelian kapal ke luar negeri. Salah satunya, empat kapal sigma class (corvette) di galangan kapal Royal Schelde, Vlissingen, Belanda."Kami sudah mengikutkan personil belajar di sana," kata Sumardjono. "Mudah-mudahan sudah bisa dibangun di Indonesia."

Sumardjono berada di Makassar untuk mengukuhkan pengoperasian KRI Sultan Hasanuddin-366, di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jumat (11/4). Menurut Sumardjono, dengan paket alih teknologi dan pembelian senjata maka target strategis pembangunan Angkatan Laut sudah harus berjalan. "Jadi setiap pembelian apapun, seperti kapal, tank dan pesawat terbang bisa dibuat sendiri."

TNI memiliki 148 KRI. Jumlah ini dinilai belum ideal jika dibandingkan luas wilayah Indonesia. TNI memprioritaskan penggunaan kapal memaksimalkan pada daerah yang dianggap rawan.

Angkatan Laut secara bertahap akan menenambah armada. Misalnya dua dari empat kapal jenis sigma class (corvette) dipesan sudah resmi beroperasi sebagai KRI Diponegoro-365 dan KRI Sultan Hasanuddin-366. Dua lagi masih dalam proses penggarapan yakni KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KRI Frans Kaisiepo-368. Kedua kapal ini akan selesai akhir 2008 dan setahun kemudian.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF

Friday, April 11, 2008

Hawk Latihan di Lanud Iswahjudi



Frekuensi take off dan landing di Lanud Iswahjudi dalam minggu-minggu ini akan meningkat tajam setelah pesawat-pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 dan 12 yang berpangkalan di Lanud Supadio, Pontianak dan Lanud Pekanbaru, Riau, Kamis (10/4) dan Jumat (11/4) tiba di Lanud Iswahjudi, Magetan.

Kedatangan pesawat-pesawat tersebut, selain melaksanakan latihan rutin berupa penembakan dari udara ke darat di Air Weapon Range (AWR) atau lapangan tembak Pulung Ponorogo dan latihan Air Refueling/pengisian bahan bakar di udara, juga dimaksudkan untuk melatih para penerbang agar terbiasa dengan situasi medan dan keadaan yang beraneka ragam dengan karakteristik masing-masing.

Dalam misi latihan yang akan berlangsung selama 8 hari ini melibatkan 7 pesawat tempur Hawk 100/200 dan 24 penerbang serta 73 teknisi dan pendukung lainnya, masing-masing 3 pesawat dari Skadron Udara 1 yang diawaki oleh 11 penerbang dengan didukung 33 orang teknisi dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Nurtantio. Sedang 4 pesawat lain dari skadron Udara 12 dengan 13 penerbang dan 44 teknisi juga dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb Nana Reswana.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Dede Rusamsi saat menyambut kedatangan pesawat tempur Hawk 100/200 menyatakan kedatangan kedua jenis pesawat tempur ini disamping untuk melaksanakan latihan penembakan dan air refueling sekaligus dapat dimanfaatkan untuk menguji kesiapan Lanud Iswahjudi dalam melaksanakan dukungan operasi penerbangan.

Sumber : DISPENAU

KSAL Resmikan KRI Sultan Hasanuddin



MAKASSAR, JUMAT-Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL Laksamana TNI Sumardjono meresmikan KRI Sultan Hasanuddin di pelabuhan peti kemas Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/4).

Kapal perang jenis corvet ini merupakan salah satu dari empat kapal perang yang dibangun di galangan Royal Schelde, Vlissingen, Belanda. "Kedatagan kapal ini sebatas mengganti kapal-kapal yang lama. Jadi untuk penambahan yang signifikan ya belum," ujar Sumardjono.

Penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) Angkatan Laut, lanjut KSAL, dilakukan secara bertahap sesuai rencana strategis pembangunan TNI AL. Saat ini TNI AL memiliki 148 KRI dan akan ditambah secara bertahap. "Kita tidak menuntut terpenuhi jumlah ideal. Tetapi dengan kapal yang ada saat ini kita maksimalkan untuk mengamankan seluruh perairan di Indonesia. Apalagi peralatannya sekarang lebih canggih," ujar Sumardjono.

Ia menegaskan, pengamanan perairan termasuk illegal fishing yang marak akhir-akhir ini akan terus ditingkatkan. TNI AL bekerjasama dengan instansi lain untuk meningkatkan pengamanan. KSAL mengakui banyak kapal-kapal ikan yang nakal dengan memalsukan dokumen untuk mencuri ikan. Operasi pengamanan akan terus dilakukan khususnya di daerah rawan seperti perairan Natuna, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Arafura. (ANG)

Sumber : KOMPAS.COM

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Panglima AB se-Asia Pasifik

JAKARTA--MI: Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan panglima angkatan bersenjata se-Asia Pasifik pada November 2008.

Pertemuan akan dilaksanakan di Bali, dan akan membahas berbagai hal terkait kerja sama militer negara-negara Asia Pasifik yang telah berjalan lama dan baik.

Demikian salah satu pembahasan dalam pertemuan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Komandan Komando Pasukan Amerika Serikat (AS) di Asia Pasifik (US PACOM) Laksamana Timothy J Keating di Jakarta, Kamis (10/4).

Panglima TNI mengemukakan seluruh persiapan terkait hajatan tersebut, terus dilakukan. "Namun, penyelenggaraan pertemuan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masing-masing negera Asia Pasifik," katanya seperti

disampaikan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen.

Terkait hal itu, Panglima TNI dijadwalkan berkunjung ke AS untuk bertemu Panglima Angkatan Bersenjata AS guna membahas setiap detail kegiatan dan perkembangan persiapan yang telah dilakukan TNI selaku tuan rumah.

Ini merupakan pertemuan tahunan para pimpinan militer negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang membahas tantangan keamanan dan kerjasama kawasan dan global, didasari saling pengertian.

Seperti pada pertemuan di Hawaii 2007, pertemuan November mendatang, kemungkinan akan dihadiri pula sejumlah negara Asia Pasifik seperti Australia, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kanada, Kamboja, India, Jepang, dan lainnya. (Ant/OL-06)

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Konsistensi Bantuan Militer AS kepada TNI

Menhan Pertanyakan Bantuan Kapal Patroli dari AS

JAKARTA, KAMIS - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meminta Amerika Serikat konsisten dalam hal memberikan bantuan terkait upaya peningkatan pembangunan kapasitas (capacity building) bagi TNI, khususnya TNI Angkatan Laut dan Udara, terutama terkait upaya pengamanan sejumlah kawasan perairan strategis seperti Selat Malaka.

Pernyataan itu disampaikan Juwono kepada Kompas, Kamis (10/4), saat ditemui di ruangannya. Sebelum menemui Kompas, Juwono menerima kunjungan Panglima Komando Pasifik AS (US Pacific Command) Laksamana Timothy J Keating di Dephan.

”Tadi saya tanyakan mengapa US Pacom beberapa waktu lalu beri bantuan ke Polri dan bukan ke TNI AL atau AU. Kalau memang mau konsisten, seharusnya bantuan militer diberikan ke militer dan bantuan dari sipil atau polisi diberikan juga ke polisi,” ujar Juwono.

Juwono mempertanyakan bagaimana bisa pihak militer AS, dalam hal ini US Pacom dapat memberikan bantuan sejumlah kapal patroli kepada Polri, terkait bantuan penanganan anti-teror sementara sebelumnya pihak pasukan elit AL AS, Navy Seals, juga memberikan bantuan ke Densus 88 Anti-teror Polri.

“Saya katakan pemerintah AS seharusnya bisa konsisten dengan prinsipnya sendiri soal akuntabilitas, jadi kalau bantuan dari militer seperti dari US Pacom atau Pentagon, ya diserahkannya juga ke militer dalam hal ini TNI. Saya dalam masalah ini cuma mengingatkan saja,” ujar Juwono.

Sumber : KOMPAS.COM

Thursday, April 10, 2008

USPACOM Siap Bantu TNI Dalam Pengembangan Kemampuan


Panglima AL Armada Pasifik AS, Laksamana Timothy J Keating memberikan keterangan pers dalam lawatannya ke Indonesia di Jakarta, Kamis (10/4). Foto ANTARA/Jefri Aries/mes/08

Jakarta – DMC, Pemerintah Amerika Serikat melalui US Pasific Command (USPACOM) berkeinginan memberikan bantuan dalam meningkatkan kemampuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya TNI Angkatan Laut. Sasaran bantuan yang akan diberikan oleh USPACOM adalah bantuan pengembangan kemampuan (capacity building) TNI Angkatan Laut. Demikian dikatakan Menhan Juwono Sudarsono usai menerima kunjungan kehormatan Commander Of US Pasific Command (USPACOM) Admiral Timothy J. Keating, Kamis (10/4), di kantor Dephan, Jakarta.

Dijelaskan Menhan, jalur perdagangan minyak bagi kekuatan perekonomian dunia seperti negara Korea Selatan, China dan Jepang, hampir 90% diantaranya melewati perairan Indonesia. Sehingga pemerintah Amerika Serikat berkepentingan untuk meningkatkan kemampuan efektifitas dari TNI AL, AU dan AD.

Selain ittu Menhan Juwono menjelaskan, bahwa kunjungan Admiral Timothy J. Keating kali ini, adalah dalam rangka menindaklajuti hasil kunjungan Menhan AS Robert Gates ke Indonesia pada bulan Februari yang lalu.

Saat menerima tamunya Menhan didampingi Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strahan Dephan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe S.IP, M.Si, Dirjen Renhan Dephan Laksda TNI Gunadi M.DA, Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Eris Herryanto S.IP, MA, Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI Adang Sondjaja dan Karo Humas Brigjen TNI S. Hariyanto. (BDI/MNK/HDY)

Sumber : DMC

AS Bantu Tingkatkan Kemampuan Depo Pemeliharaan TNI AU



Jakarta, Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan membantu meningkatkan kemampuan depo pemeliharaan/perawatan TNI Angkatan Udara (AU), terutama depo pemeliharaan pesawat angkut ringan, sedang hingga berat seperti C-130 Hercules.

"Bantuan itu antara lain peralatan komponen uji (tester) dan `special tools` yang masih kurang dimiliki depo-depo pemeliharaan TNI AU," kata kata Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya I Gusti Made Oka di sela-sela resepsi peringatan hari jadi ke-62 TNI AU di Pangkalan Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu.

Menjawab ANTARA ia menambahkan, bantuan itu diberikan baik untuk depo pemeliharaan pesawat angkut dan tempur, namun untuk saat ini TNI AU memprioritaskan peningkatan kemampuan depo pemeliharaan pesawat angkut.

"Kalau pesawat angkut itu, kan pasti dipakai tidak seperti pesawat tempur yang memiliki ketentuan dan prosedur tertentu," ujar Oka.

Sementara itu, Komandan Pemeliharaan Material TNI AU (Kohamatau) Marsekal Muda Sunaryo HW ketika dikonfirmasi ANTARA menambahkan, kesepakatan kerja sama itu akan dituangkan dalam sebuah nota kontrak antara TNI AU dan Angkatan Udara AS (United States Air Force/USAF) pada Juli 2008.

"Untuk tahap awal, kita akan mulai dengan Depo 10 di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, setelah itu baru dilanjutkan depo pemeliharaan lain," katanya.

Sunaryo mengemukakan, AS akan membantu antara lain peningkatan bengkel perbaikan propeler, pemeliharaan tingkat berat peralatan Ground Suport Equipment (GSE) serta mesin T-56 C-130 Hercules.

Selain itu, pihak AS juga akan membantu merehab dan men-set up bangunan depo dan pelatihan (training) terhadap para teknisi dan `ground crew` lainnya sehingga kemampuan para teknisi TNI AU akan bertambah.

"Keseluruhan waktu yang dibutuhkan, mulai dari merehab dan membangun gedung, pelatihan hingga pengoperasian sementara oleh AS, memakan waktu hingga satu tahun. Tidak apa yang penting kemampuan kita untuk memperbaiki dan memelihara alat utama sistem senjata yang ada makin meningkat hingga kita tidak perlu meminta bantuan ke luar negeri," ujar Sunaryo.

TNI AU kini memiliki tujuh depo pemeliharaan antara lain Depohar 30 di Lanud Abdurrahman Saleh (ABD), yang bertugas melakukan perbaikan tingkat berat pesawat terbang bersayap tetap (fix wing), motor turbin, pemeliharaan komponen dan alat uji serta produksi materiil.

Sumber : ANTARA

Pesawat Tempur Lanud Iswahjudi Latihan Terbang Malam



Bagi para penerbang tempur, terbang malam bukan merupakan hal yang luar biasa namun perlu untuk pembiasaan terutama pada saat lepas landas dan mendarat yang sangat mengandalkan instrumen yang ada disamping visual dengan alat bantu lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan, untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawat serta melakukan manuver-manuver tertentu.

Oleh karena itu Lanud Iswahjudi senantiasa melaksanakan latihan terbang malam secara rutin dalam upaya untuk meningkatkan profesiensi dan kemampuan para penerbangnya sehingga setiap saat dapat melaksanakan tugas tanpa mengenal siang ataupun malam hari.

Bagi masyarakat umum, latihan terbang malam tersebut sangat menarik sehingga mereka berjajar dipinggir jalan raya Maospati tepatnya di ujung landasan untuk menyaksikan pesawat tempur yang sedang lepas landas maupun mendarat.

Latihan terbang malam yang berlangsung minggu kedua (7-10/4) mulai pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB melibatkan seluruh pesawat tempur yang berhome base di Lanud Iswahjudi yaitu F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3, F-5 Tiger II Skadron Udara 14 dan Hawk MK-53 Skadron Udara 15.

Latihan terbang malam yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan para penerbang ini, area latihannya meliputi Tulungagung, Blitar, Kediri, Mojokerto, Solo dan Jogyakarta dengan alternate base Lanud Adi Sumarmo Solo, Lanud Adisutjipto Jogjakarta, Lanud Abdulrahman Saleh Malang dan Juanda Surabaya.

Setiap malam rata-rata dilakukan 40 sorties penerbangan atau sekitar 80 kali melaksanakan lepas landas dan mendarat, sehingga setiap saat dapat terlihat ada burung-burung besi datang dan pergi. ***Pentak Lanud Iwj

Sumber : DISPENAU

TNI dan Tentara Diraja Malaysia Gelar Pertemuan

JAKARTA--MI: TNI dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) mengadakan Sidang ke-5 High Level Committee (HLC) Malaysia –Indonesia (Malindo) di Kucing, Malaysia, sejak Senin (7/4) lalu.

Sidang HLC yang ke-5 ini merupakan kelanjutan dari sidang-sidang sebelumnya yang diselenggarakan dua kali dalam setahun secara bergiliran antara Malaysia dan Indonesia.

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Panglima Angkatan Tentera Malaysia bertindak sebagai Ketua Bersama HLC, dimana dalam pelaksanaan di lapangan didelegasikan kepada Coordinated Operations Control Committee (COCC) serta Badan-badan Pelaksana dibawahnya. Yaitu Tim Perancang Intelijen (TPI), Tim Perancang Operasi Darat (TPOD), Tim Perancang Operasi Laut (TPOL), Tim Perancang Operasi Udara (TPOU), Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM), dan Tim Perancang Komunikasi dan Elektronik (TPK).

Berdasarkan siaran pers Mabes TNI yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Rabu (9/4), sidang ke-5 HLC membahas kegiatan-kegiatan selama ini dilaksanakan oleh Badan-Badan Pelaksana. Seperti bidang intelijen meliputi pemetaan daerah rawan teroris dan separatis, monitoring pelaksanaan kegiatan operasi pengamatan udara terhadap illegal logging. Bidang operasi meliputi patroli bersama darat di sepanjang perbatasan, Patroli Bersama di Selat Malaka, dan patroli terkoordinasi di perairan dan udara masing-masing negara.

Dalam sambutannya Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso berharap agar kinerja yang baik antara kedua negara terus dilanjutkan. Menurut Panglima, melalui Sidang HLC, selain untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan dilaksanakan, juga akan ditemukan solusi-solusi ke depan dalam rangka menentukan pelaksanaan kerja sama pertahanan selanjutnya.

"Melalui Sidang HLC dapat terjalin komunikasi, kebersamaan dan kekeluargaan yang erat sebagai modal dasar dalam melaksanakan tugas bersama di bidang pertahanan," kata Panglima TNI.(Mjs/OL-03)

Sumber : MEDIAINDOENSIA.COM

Wednesday, April 09, 2008

KRI Sultan Hasanuddin (366)



KRI Sultan Hasanuddin saat bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Rabu (9/4). KRI Sultan Hasanuddin yang diperuntukkan menambah kekuatan laut khususnya di Perairan Makassar tersebut akan diresmikan pada Jumat (11/4) . FOTO ANTARA/Yusran Uccang/mes/08

Tiga Calon Penerbang Sukhoi Dikirim ke Rusia

JAKARTA, RABU-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) kembali mengirimkan tiga orang calon penerbang Sukhoi ke Rusia, menyusul kedatangan tiga unit pesawat jet tempur tersebut pada pertengahan 2008.

"Besok mereka berangkat ke Rusia, untuk mempelajari segala hal yang berkaitan dengan Sukhoi-30," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya I Gusti Made Oka di sela-sela resepsi peringatan hari jadi ke-62 TNI AU di Pangkalan Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (9/4).

Ia mengemukakan, ketiga calon pilot Sukhoi tersebut terdiri atas dua penerbang konversi dari A-4 Sky Hawk dan satu instruktur penerbang dan akan menjalani pendidikan selama 3,5 bulan. Sebelumnya, pihak Skadron 11 Lanud Hassanudin, Makassar, mengajukan delapan penerbang baru Sukhoi kepada Mabes TNI AU. Namun, tambah Oka, untuk saat ini Mabes TNI AU menetapkan maksimum tiga orang sebagai pilot Su-27/30 Flanker.

Para calon pilot baru itu, harus sudah mengantongi minimal 300 jam terbang ’on type’ di pesawat tempur satuannya. "Jadi, saya yakin mereka tidak kesulitan untuk beralih (konversi) dari pesawat A-4 Sky Hawk ke Sukhoi," ujar Wakasau.



Program penambahan pesawat tempur Sukhoi telah dicanangkan dalam Program Pengembangan Kekuatan (Probangkuat) TNI AU 2005-2009. Untuk kebutuhan pesawat tempur sergap, TNI AU memprioritaskan pengadaan Sukhoi hingga satu skadron, lengkap dengan persenjataannya dalam dua tahun ke depan. Pada Tahun Anggaran (TA) 2005 telah dialokasikan dana 310 juta dollar AS untuk pengadaan enam pesawat Sukhoi dan pada TA 2006 telah dialokasikan dana sebesar 356,7 juta dollar untuk enam lainnya. Pengadaan enam Sukhoi baru itu akan dilakukan bertahap mulai 2007 hingga 2009.

Pada 2008, tiga unit yang akan diadakan lengkap dengan persenjataanya ada jenis SU-30MK, sedangkan pada 2009 akan tiba jenis SU-27SK.(ANT)

Sumber : KOMPAS.COM

3 Sukhoi Akan Tiba di Indonesia Pertengahan 2008



Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Subandrio mengemukakan, pesawat jet tempur Sukoi SU-30 dari Rusia akan tiba di Indonesia pertengahan 2008.

"Diperkirakan pada HUT TNI 5 Oktober nanti Sukoi bisa ditampilkan lengkap dengan persenjataannya," katanya usai memimpin Peringatan HUT ke 62 TNI-AU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu.

Subandrio mengatakan, tiga pesawat Sukoi itu akan segera bergabung dengan skuadron lima Sukoi di Makassar.

"Dengan begitu kesiapan operasional tempur TNI-AU akan segera bertambah," katanya.

Dia menambahkan, saat ini Departemen Pertahana (Dephan) tengah melakukan proses negosiasi dengan pihak Rusia mengenai kedatangan tiga Sukoi tersebut.

Sementara itu Dirjen Sarana Pertahanan Dephan, Marsekal Muda Erik Herryanto mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembahasan akhir dengan pihak produsen Sukoi yaitu Rosoboron Ekspor terkait penambahan enam pesawat temur Sukoi di Indonesia.

"Seluruh proses pembelian sudah matang tinggal menunggu L/C dari Depkeu," katanya.

Namun itu memerlukan waktu tiga hingga enam bulan, jadi belum dapat dipastikan kedatangan sukoi ke Indonesia.

"Tetapi yang jelas tiga pesawat itu akan datang hanya waktunya belum pasti," katanya.(*)

Sumber : ANTARA

Berita terlait lainnya :
KOMPAS : TNI AU Segera Tambah Sukhoi