Wednesday, October 31, 2007

Singapura dan Malaysia Selesaikan Sengketa Pulau di Mahkamah Internasional



Singapura (ANTARA News) - Singapura dan Malaysia akan tampil di depan majelis sidang Mahkamah Internasional di Belanda pekan depan untuk menyelesaikan masalah klaim atas sebuah pulau yang berlokasi strategis.

Kedua negara masing-masing mengatakan akan menghormati apapun yang menjadi keputusan Pengadilan Internasional atas Pedra Branca yang terletak di Selat Melaka sebagai penyelesaian akhir atas perebutan pulau tersebut yang telah berlangsung selama 28 tahun.

Sidang awal di Den Haag, tempat 15 anggota sidang ditetapkan setelah kedua negara mengajukan permohonan kasus sebanyak tiga tahap sejak Maret 2004 hingga November 2005.

Negara kota Singapura telah mengajukan klaimnya atas pulau tersebut semenjak 1840 ketika pemerintah kolonial Inggris membangun mercu suar di pulau tersebut.

Pedra Branca yang terletak 40 km sebelah timur Singapura berada di lokasi yang sangat strategis yaitu di pintu masuk timur Selat Melaka.

Sementara Malaysia yang mengajukan hak terhadap pulau itu pada 1979 dan menyebutnya sebagai Pulau Batu Putih telah menyebabkan ketidak sepakatan antara kedua negara.

Satu perjanjian di tanda-tangani pada 6 Februari 2003 yang akan menyerahkan nasib pulau itu kepada Pengadilan Internasional.

Menurut Mahkamah Internasional dalam situs internetnya mengatakan Singapura akan diberi kesempatan selama empat hari mulai 6 November untuk membuat presentasi klaim atau pulau tersebut.

Malaysia akan memperoleh gilirannya maju membawakan presntasi klaim mulai 13 November.

Mahkamah Internasional di Den Haag telah memberikan waktu tiga pekan untuk menyidangkan kasus perebutan pulau antara dua negara ASEAN, demikian menurut laporan Departemen Luar Negri Singapura, Rabu, seperti dilansir DPA. (*)

Sumber : ANTARA

Saudis May Go Russian As France Loses Out

Augusta-Bell 212 and 412 twin-Hueys form the mainstay of Saudi Arabia's current helicopter fleet. The RSAF also includes a squadron of AH-64A Apache attack helicopters, some S-70A-1L Black Hawks with desert modifications, AS365F Dauphins in naval attack and SAR variants, AS532 Cougar SAR aircraft, AS332F-1 Super Pumas, Bell 406CS combat scouts, and a few Kawasaki/Boeing KV-107s (CH-46 Sea Knight variant) used in MEDEVAC roles.

In July 2006, "The 2006 Saudi Shopping Spree: "More Helicopters from Eurocopter" reported a tentative agreement for up to 132 helicopters: 54 NH90 TTH troop transports, 10 NH90 NFH naval, 32 AS 550 Fennec light helicopters, 20 AS 532-A2 Cougar CSAR helicopters, 4 AS 565 Panther naval CSAR helicopters, and 12 Tiger attack helicopters.

Now Defense-Aerospace, who announced the original agreement, is announcing that it has fallen through and been supplanted by a $2.2 billion Russian order -and explains why it happened….

Continue reading…

Direktur Intelijen AS Ungkapkan Anggaran Intelijen 43 Miliar Dolar Lebih

Dalam sebuah langkah yang jarang terjadi, pejabat pemerintah Amerika membuka anggaran intelejen nasional tahun 2007 dan nilainya mencapai lebih dari 43 miliar dolar.

Direktur Intelejen Nasional Mike McConnell mengemukakan angka itu hari Selasa guna mematuhi sebuah UU baru yang mengharuskan dibukanya belanja intelejen secara keseluruhan.

McConnell mengatakan tidak akan ada penjelasan tambahan mengenai informasi anggaran ini, selain angka ini karena hal itu bisa merugikan keamanan nasional.

Anggaran 2007 termasuk pendanaan untuk CIA, Badan Intelejen Departemen Pertahanan dan FBI. Tidak termasuk dalam anggaran ini anggaran program intelejen militer.

Penjelasan hari Selasa ini merupakan bagian dari rekomendasi yang diajukan oleh Komisi 11 September.

Sumber : VOA Indonesia

Russia launches RS-18 ICBM

Russia's Strategic Missile Forces have successfully launched an RS-18 (SS-19 Stiletto) intercontinental ballistic missile from the Baikonur space center in Kazakhstan.



More photos

Pesawat Jepang Jatuh Saat Lepas Landas

Tokyo (ANTARA News) - Satu pesawat Pasukan Bela-Diri (SDF) Jepang mengalami kecelakaan saat lepas landas dan terbakar Rabu pagi di bandar udara prefektur Aichi di Nagoya, sehingga dua awaknya cedera.

Kedua anggota awaknya dibawa ke rumah sakit setelah kecelakaan tersebut, yang terjadi sekitar pukul 09:15 waktu setempat, dan masih belum sadarkan diri, kata polisi setempat.

Beberapa pejabat bandar udara mengatakan pesawat itu diduga adalah jet tempur F-2 dan pesawat tersebut gagal lepas-landas, jatuh dan terbakar.

Kantor itu menyatakan api sudah dipadamkan tapi bandar udara itu masih ditutup, kantor berita Kyodo melaporkan.(*)

Sumber : ANTARA

Rekanan Bermasalah Tak Dibuka

Jakarta, Kompas - Departemen Pertahanan tidak merasa perlu atau tidak akan membuka data soal keberadaan sejumlah rekanan bermasalah dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungannya, kecuali jika rekanan itu telah divonis pidana seperti terkait kasus korupsi atau pelanggaran hukum lain.

Rekanan bermasalah, baik dalam arti terkait proses pelaksanaan dan penuntasan tender pengadaan yang telah dimenangi, maupun terkait perilaku mereka dalam menjalankan bisnis selama ini, hanya akan menjadi bahan pertimbangan Dephan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Dephan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (30/10), seusai mendampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyerahterimakan jabatan Direktur Jenderal Sarana Pertahanan dan Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan.

"Kami tentunya juga akan membuka pintu terhadap hasil observasi dari pihak lain, baik dari kalangan pemerhati maupun media massa, soal perilaku dan etika bisnis para rekanan tadi. Namun, laporan harus disertai data karena kami tidak bisa memproses jika tidak ada data valid," ujar Sjafrie.

Menurut Sjafrie, pertimbangan untuk tidak mengumumkan data terkait rekanan itu agar tidak memunculkan dampak buruk pada perusahaan rekanan tersebut, mengingat terdapat juga sejumlah perusahaan yang menjadi rekanan di departemen lain.

Selengkapnya>>

Berita terkait lainnya :
Dephan Enggan Sebut Rekanan Nakal

Pesawat Hawk Mk 209 TNI AU Tergelincir


Danlanud Pekanbaru, Kolonel Penerbang Gandhara Olivenca (tengah) memberi keterangan seputar terjadinya kecelakaan pesawat tempur bernomor TT 0203 jenis Hawk-200 yang gagal tinggal landas di Pekanbaru, Riau, Selasa (30/10). Danlanud, Gandhara menjelaskan kecelakaan pesawat buatan Inggris itu adalah untuk yang kedua kalinya di tahun 2007 dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.


Pekanbaru, Kompas - Pesawat tempur jenis Hawk Mk 209, milik TNI Angkatan Udara, tergelincir dan kemudian terguling di Pekanbaru, Riau, Selasa (30/10) pagi. Pilot pesawat, Kapten (Pnb) HM Kisha, selamat dari kecelakaan itu setelah dievakuasi selama 15 menit oleh anggota TNI AU dari Pangkalan Udara Pekanbaru.

"Pagi ini sekitar pukul 08.49 kami mendapat musibah. Pesawat milik TNI AU gagal terbang dan keluar landasan. Pilotnya sehat tanpa cedera. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," ujar Kolonel (Pnb) Gandhara Olipenca, Komandan Pangkalan Udara Pekanbaru, kepada wartawan, Selasa petang.

Akibat kecelakaan itu, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, sempat ditutup. Pesawat Merpati dari Medan dan Batavia Air dari Jakarta dialihkan menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Sekitar pukul 11.00, pesawat Merpati baru mendarat di Pekanbaru dan 10 menit kemudian pesawat Batavia Air.

Menurut Gandhara Olipenca, pesawat buatan Inggris tahun 1995 itu dipakai untuk latihan rutin setiap hari. Namun, Selasa pagi, ada yang tidak beres sehingga pesawat tidak dapat lepas landas.

Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda Erry Biatmoko, Selasa siang, langsung meninjau lokasi kejadian. Hanya sekitar dua jam, Erry terbang lagi ke Jakarta dengan pesawat TNI AU tanpa memberikan keterangan kepada wartawan yang menunggunya.

Selengkapnya : Ada yang Tidak Beres, Pesawat Gagal Terbang

Tuesday, October 30, 2007

Tim Mabes TNI AU Segera Selidiki Jatuhnya Hawk-200

Jakarta (ANTARA News) - Tim Mabes TNI Angkatan Udara (AU) segera melakukan penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat tempur Hawk 200/100 Selasa (30/10) pagi, di ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.

"Tim sudah berangkat hari ini juga dan akan segera melakukan penyelidikan," kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU, Masekal Pertama TNI Daryatmo, ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Daryatmo mengatakan tim dikepalai oleh Kepala Dinas Keselamatan Kerja dan Penerbangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Rodi Suprasodjo dan selama penyelidikan berlangsung maka pesawat buatan Inggris itu untuk sementara dihanggarkan (di-grounded).

Daryatmo mengungkapkan pesawat jatuh sekitar 200 meter di ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim setelah sempat gagal tinggal landas, pada pukul 08.04 WIB.

Dalam insiden itu, pilot Hermawan selamat dan kini masih berada di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) setempat untuk pengecekan medis.

"Tak lama setelah kejadian, tim baik dari Mabes TNI AU maupun Lanud setempat, telah mengidentifikasi pesawat yang jatuh tersebut," kata Daryatmo.

Sebelumnya, pesawat sejenis juga pernah mengalami kecelakaan dalam misi latihan rutin yang diadakan Lanud Pekanbaru, pada 2005.

Hawk yang mulai digunakan TNI AU pada 1996 didisain untuk dua misi, yakni pertahanan udara dan bantuan udara langsung di medan tempur. Secara umum, Hawk 200 memiliki banyak kelebihan. Menurut BAe, mesin Adour Mk.731 ditambah kehebatan lain adalah dipasangnya alat pengendus malam hari (FLIR).

Penggunaan sayap tempur (combat wing) dengan sirip manuver tempur secara sadar dirancang untuk meningkatkan kinerja pesawat dalam pertempuran udara, terlebih lagi adanya `chaff` dan `flare` di bagian belakang sebagai sistem pertahanan diri.

Selain kemampuan serangan darat, Hawk 200 juga bisa digelar melakukan interdiksi dan mendukung misi maritim. Dengan cantelan persenjataan yang bisa digunakan untuk berbagai macam senjata, seri 200 memang bisa multifungsi.

Bobot lebih besar ini memungkinkannya untuk mengubah misi intai tempur menjadi misi penyerangan, baik untuk sasaran di darat maupun di laut.

Hawk 200 adalah murni pesawat tempur. Sementara saudaranya Hawk 100 adalah versi latih yang sewaktu-waktu juga bisa diubah jadi versi tempur. Kemampuan ini disebut sebagai `enhanced ground attack Hawk` alias Hawk serang darat yang ditingkatkan. (*)

Sumber : ANTARA

Pesawat Tempur TNI-AU Jatuh di Bandara Pekanbaru

Pekanbaru - Pesawat tempur TNI-AU jatuh di luar ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, Selasa (30/10/2007)

Pesawat terbalik dengan posisi ban keatas. Belum diketahui pasti pukul berapa pesawat jatuh.

Posisi pesawat hanya 1 meter dari rambu berupa lampu di bandara yang di pasang tiap 200 meter..

Sekitar 20 personel TNI-AU yang berjaga di lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Mereka berasal dari Paskhas dan kesatuan lainnya.

Selengkapnya>>

Berita terkait [update] :
Pesawat tempur TNI-AU Yang Jatuh Berjenis Sky Hawk

Perseteruan Menhan-DPR Berakhir Damai



JAKARTA (SINDO) – Perseteruan antara Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Komisi I DPR,terkait tudingan percaloan pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) oleh oknum anggota DPR, berakhir damai.

Menhan membantah pernah menuding anggota DPR terlibat percaloan. Penghentian perselisihan kedua pihak ditandai dengan saling berjabat tangan antara Menhan dan wakil dari Komisi I DPR, yaitu Ketua Komisi Theo L Sambuaga, Koordinator Tim Panggar Happy Bone Zulkarnaen, dan Wakil Ketua Komisi Yusron Ihza Mahendra.Jabat tangan dilakukan setelah mereka bertemu secara tertutup di kantor Dephan, Jakarta, selama kurang lebih dua jam.

Menhan menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut adanya praktik percaloan pengadaan alutsista di tubuh DPR.Yang benar, ujar dia, semua pihak harus mewaspadai kemungkinan terjadi percaloan dalam hal penggunaan anggaran alutsista. Karena dalam persepsi dia, ada upaya rekanan untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri dalam pengadaan alutsista. “Ini sekaligus klarifikasi bahwa saya tidak pernah mengeluarkan statement terdapat percaloan di DPR,” kata Menhan dalam konferensi pers di Ruang Bhinneka Tunggal Ika,Dephan,kemarin.

Selengkapnya>>

Komisi I DPR Akan Berkunjung ke Republik Ceko

Jakarta (ANTARA News) - Komisi I DPR RI akan mengunjungi Republik Cekoslovakia untuk melihat langsung pelaksanaan beberapa kerja sama yang telah disepakati kedua negara, termasuk dalam bidang pertahanan dan militer.

"Kami bermaksud untuk melihat langsung pelaksanaan kerja sama yang telah disepakati kedua negara, termasuk kerja sama pertahanan antara kedua negara," kata Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga, saat dikonfirmasi ANTARA News usai mengadakan pertemuan tertutup dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono di Jakarta, Senin malam.

Terkait itu, tambahnya, dalam kunjungan selama empat hari tersebut pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Menhan Ceko dan Parlemen setempat sebagai mitra terhadap pengawasan jalannya pemerintahan masing-masing negara, terutama dalam pelaksanaan beberapa kerjasama yang telah disepakati.

Ketua Komisi I dan beberapa anggota Komisi I DPR akan berkunjung ke Ceko 4-9 November 2007.

Pemerintah Indonesia dan Republik Ceko telah menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan yang sempat tertunda sejak 2003, karena iklim politik di negara tersebut.

Kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara dilanjutkan setelah ditandatangani "Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Ceko tentang Kegiatan Kerja sama di Bidang Pertahanan (Agreement between The Government of the Republic of Indoensia and the Governmentof the Czech Republic on Cooperation Activities in the Field of Defence)" pada 21 November 2006 di Jakarta oleh Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, dan Deputi menteri Kementerian Pertahanan Republik Ceko Jaroslav Kopriva.(*)

Sumber : ANTARA

Dephan-Komisi I DPR Belum Sepaham soal Rincian Belanja Alutsista

Jakarta (ANTARA News) - Departemen Pertahanan (Dephan) dan Komisi I DPR hingga kini belum sepaham soal rincian belanja pengadaan barang dan jasa, termasuk dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI yang diatur dalam pasal 15 ayat 5 UU No17/2003 tentang Keuangan.

"Perbedaan tafsir dan pemahaman itu justru mengandung kerawanan terhadap percaloan dalam setiap belanja pengadaan barang dan jasa, termasuk belanja dan jasa militer," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono , dalam jumpa pers bersama jajaran Komisi I DPR di Jakarta, Senin malam.

Ia mengemukakan, sampai saat ini masih ada perbedaan paham antara eksekutif dan legislatif tentang apakah belanja pengadaan barang dan jasa di masing-masing departemen harus diungkapkan sangat rinci mulai dari Unit Organisasi, Fungsi, Program, Kegiatan dan Jenis Belanja sesuai pasal 15 ayat 5 UU No17/2003.

"Menurut saya, dan beberapa teman-teman eksekutif lainnya sering mengeluhkan bahwa tafsiran yang berbeda terhadap pasal tersebut mengandung kerawanan terjadinya percaloan, baik di departemen maupun komisi. Karena itu, kami ingin ada penyederhanaan antara lain dengan mencabut sebagian dari pasal tersebut, khususnya pasal lima," tutur Juwono.

Apalagi, tambah Menhan, secara praktis dan nyata anggota Komisi tidak akan sanggup melakukan penelusuran dari setiap mata anggaran belanja yang diajukan masing-masing departemen sseuai amanat pasa 15 ayat 5 UU No17/2003.

Menanggapi itu, Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga mengatakan jika pemerintah mengadakan perubahan terhadap pasal tersebut maka dapat segera diusulkan untuk kemudian dikaji DPR.

"Proses saja melalui perubahan UU. Kalau menteri memiliki keinginan mengubah tentu ada jalannya. Jalannya itu mengusulkan melalui perubahan UU. Bagaimana hasilnya ya kita lihat, kalau sudah diusulkan ya kita proses di DPR," katanya.

Ia menegaskan, selama belum ada peraturan baru tentang hal itu maka yang berlaku adalah ketentuan yang lama yakni pasal 15 ayat 5 UU N017/2003.(*)

Monday, October 29, 2007

France to Help Russia Design Submarines?

France's semi-private naval design & construction firm DCNS has signed a "purchase general contract" for R&D cooperation with Russia's the Krylov Shipbuilding Research Institute, via Rosoboronexport. It is an amplification of the Letter of Intent the two companies signed during the 2006 Paris Euronaval exhibition.

Work is expected to include "technical relationships for hydrodynamic studies and experimentations… for surface ships as much as for submarines is within the R&D scope of the general contract." DCNS release.

Tentara Israel Pelajari Perang Libanon

Jerusalem (ANTARA News) - Tentara Israel memulai latihan perang di daerah Galilee di Israel utara Minggu dalam upaya untuk mempelajari pelajaran mengenai perang tahun lalu di Libanon, seorang jurubicara mengatakan.

"Latihan skala-besar itu dilakukan di Galilee selama empat hari kedepan dan akan melibatkan pasukan angkatan laut, udara dan darat," kata juru bicara tersebut.

"Latihan tersebut dilakukan menurut jadwal latihan tahunan, dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi di antara tentara yang berbeda dan untuk mempelajari pelajaran dari perang melawan Hizbullah itu," ia menambahkan.

Israel telah melakukan perang 34 hari yang menghancurkan dengan kelompok garis keras Syiah itu pada Juli dan Agustus tahun lalu setelah dua dari tentaranya ditangkap dalam satu serangan lintas-perbatasan yang mematikan.

Tentara telah gagal menemukan kembali kedua tentara itu, bagaianapun, dan kepemimpinan sipil dan militer telah dikecam keras atas apa yang banyak orang anggap sebagai kegagalan militer itu.

Latihan perang Minggu pada awalnya akan dilakukan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang Israel rebut dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967.

Namun militer memutuskan untuk membatasi manuver itu ke Galilee agar tidak mempertegang hubungan dengan Damaskus, yang telah tegang setelah serangan udara Israel 6 September terhadap Suriah timurlaut, demikian AFP.(*)

Sumber : ANTARA

Dephan Undang Komisi I DPR Soal Calo Alutsista

Jakarta (ANTARA News) - Departemen Pertahanan (Dephan) mengundang Komisi I DPR untuk membahas praktek percaloan dalam pengadaan alat militer yang ditengarai dilakukan oleh oknum anggota DPR.

"Sekitar sepuluh orang anggota Komisi I DPR akan diterima Menhan, terkait dugaan praktek percaloan dalam pengadaan alutsista. Ya seputar itu lah seperti yang diberitakan di media," kata Kepala Biro Humas Dephan, Brigjen TNI Edy Butar-Butar, di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan pertemuan informal tersebut dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB di Kantor Dephan, Jakarta.

Pihak Dephan, lanjut Edy, kemungkinan tidak akan menyampaikan data-data soal isu tersebut. Dalam pertemuan yang akan digelar di Dephan, diperkirakan anggota Komisi I DPR yang akan hadir sekitar 10 orang. Mereka ini dari kelompok kerja Pertahanan Komisi I.

Undangan untuk pertemuan konsultasi informal itu sendiri, imbuh Edy, sudah dilayangkan sejak pagi tadi kepada DPR.

Sementara itu, Menhan Juwono Sudarsono enggan membicarakan agenda pertemuan informalnya dengan Komisi I. "Nanti kita jelaskan setelah perteman dengan teman-teman dengan Komisi I," katanya. (*)

Sumber : ANTARA

Russia begins large-scale military exercises in Far East

KHABAROVSK, October 28 (RIA Novosti) - Russia began on Sunday large-scale military exercises in the Far East to practice interoperability between troops, the press office of the Far Eastern military district said.

"The strategic command-and-staff military exercises to practice control of force groupings in the Eastern region, East-2007, are being held in accordance with the training plans of the Russian Armed Forces. The exercises will be held from October 28 through November 3," the press office said.

The exercises will be supervised by Yuri Baluyevsky, chief of the Russian Armed Forces General Staff, and will aim to practice measures to localize internal armed conflicts, destroy illegal armed formations and terrorist groups, the press office said.

In addition, the exercises are intended to study the operation of the single system of troops' logistic and technical support in the Far Eastern region, the press office said.

Source : RIA Novosti

TNI-AL Perkuat Pertahanan Lantamal VII Dengan Marinir

Kupang--RRI-Online, TNI Angkatan Laut (AL) mendatangkan marinir untuk memperkuat pertahanan Pangkalan Utama AL (Lantamal) VII/Kupang sekaligus membantu tugas-tugas kenegaraan seperti bantuan penanganan bencana dan pengamanan khusus.

"Sesuai rencana, Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda Adi Prawawa akan meresmikan pembentukan marinir di wilayah hukum Lantamal VII Kupang itu pada 2 Nopember mendatang," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal VII Kupang, Mayor Ali di Kupang, Senin (29/10).

Ia mengatakan, pasukan elit TNI AL yang bakal ditempatkan di Lantamal VII itu mencapai satu batalyon (sekitar 600 orang). Namun untuk tahap awal hanya disiapkan satu kompi atau sekitar 100 orang.

Batalyon marinir itu merupakan bagian dari komponen Lantamal VII Kupang yang bermarkas di Bolok, Kabupaten Kupang, sejak 25 Juni 2007. Semenjak Lantamal VII terbentuk (sebelumnya dengan sebutan Lantamal IX) pada 25 Januari 2006, Mako Lantamal masih menggunakan gedung Lanal Kupang di Osmok.

Selengkapnya>>

Dua Kapal Perang Buatan Belanda Kembali Perkuat TNI AL

Surabaya (ANTARA News) - Dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) kelas Van Speijk buatan Belanda, yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Ahmad Yani-351, kembali memperkuat TNI AL, khususnya untuk jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) setelah selesai dilakukan pergantian mesin ("repowering").

"Proses pergantian mesin untuk kedua KRI itu memakan waktu sekitar dua tahun di Jakarta. Sebelumnya TNI AL juga sudah merepowering dua kapal bekas Angkatan Laut Belanda, yakni KRI Karel Satsuit Tubun-356 dan KRI Oswaald Siahaan-354," kata Kadispen Koarmatim, Letkol laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan dengan kembalinya kapal-kapal itu, Koarmatim mendapat kekuatan baru untuk lebih intensif melaksanakan tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun nonperang, seperti pelayaran muhibah ke luar negeri serta memberikan bantuan kepada korban bencana alam.

"Kini KRI Ahmad Yani-351 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 akan menunjukkan kehandalannya dengan dilibatkan dalam latihan perang puncak TNI AL bersandi, `Armada Jaya XXVII/2007". Setelah Armada Jaya yang akan berakhir awal Desember mendatang, kedua kapal itu harus menjalani pelayaran muhibah ke Australia dengan misi untuk meningkatkan hubungan kedua negara dan angkatan lautnya," katanya.

Latihan Armada Jaya menjadi ajang pembuktian kapal perang yang memiliki panjang 113,42 meter yang dikenal tahan lama dalam berlayar. Dalam ujian selama satu bulan penuh itu, kedua KRI itu akan melakukan berbagai manuver di laut, baik untuk melakukan serangan ke armada musuh maupun untuk bertahan dari serangan musuh.

"Selain permesinannya, sistem komunikasi, sistem radar serta sistem kesenjataan kapal itu juga sudah dimodernkan," katanya.

Sementara untuk KRI Karel Satsuit Tubun-356 kehandalannya sudah terbukti di lapangan dalam menegakkan kedaulatan dan hukum di wilayah perairan yurisdiksi nasional. Prestasi yang ditunjukkan, antara lain melumpuhkan pembajakan terhadap kapal tanker milik PT Pertamina MT Pematang tahun 2004 lalu di perairan Pulau Berhala, sekitar 40 mil laut dari Belawan.

"Prestasi lainnya yang kedua adalah saat krisis Ambalat menghangat, KRI Karel Satsuit Tubun-356 ikut mengambil peran penting dalam menegakkan kedaulatan NKRI di sekitar perairan Laut Sulawesi itu," kata Kadispen. (*)

Sumber : ANTARA

Saturday, October 27, 2007

Yak-141 and F-35 video

Click here to download Yak-141 and F-35 video - interesting combination of Yak-141 “Freestyle” and F-35 Joint Strike Fighter scenes in one video.
30,2 Mb, 2:28, 480 x 352, avi.

Read info: Yak-141 Freestyle and F-35 Lightning II





MLRS (Multiple Launch Rocket System) - Korea

"M270A1 firing during a live fire in Korea"



Download Video

Peringatan tajam Putin soal rudal

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan rencana Amerika membangun satu pelindung rudal bisa mempercepat situasi menjadi sama dengan krisis peluru kendali Kuba pada tahun 1960-an.

Putin berbicara setelah satu pertemuan tingkat tinggi dengan para pemimpin Uni Eropa di Portugal yang bertujuan mempererat ikatan walaupun ada ketidaksepakatan mengenai hak asasi manusia dan politik luar negeri.

Rusia sudah lama menentang rencana Amerika membangun pangkalan-pangkalan peluru kendali di negara-negara Eropa yang dulu pernah dibawah pengaruh Soviet.

Krisis Kuba hampir saja menyebabkan Uni Soviet dan Amerika terlibat perang nuklir.

Krisis tahun 1962 itu bermula ketika pesawat-pesawat pengintai Amerika menemukan pangkalan-pangkalan rudal Soviet di Kuba, hanya berjarak sedikit saja dari daratan utama Amerika Serikat.

Keputusan Moskow untuk menempatkan senjata-senjata itu Kuba pada waktu itu dilihat sebagai tanggapan atas pembangunan peluru kendali Amerika yang kuat di Eropa.

Ketegangan hanya bisa diredakan ketika pemimpin Soviet Nikita Khrushchev setuju untuk membongkar pangkalan-pangkalan itu dengan imbalan, jaminan bahwa Washington tidak akan menyerang negara komunis Kuba.

Selengkapnya>>

Rusia Siap Produksi Lagi Misil Jarak Menengah

Moskwa, Jumat - Rusia menegaskan siap untuk segera memproduksi lagi misil jarak pendek dan menengah. Rusia memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk membuat rudal tadi sesegera mungkin. Sikap ini mengundang kekhawatiran perlombaan senjata era Perang Dingin kembali lagi.

"Jika ada keputusan politik untuk membangun misil dengan tipe seperti ini, jelas Rusia akan membangunnya segera. Kami memiliki segala yang dibutuhkan untuk ini," tegas Jenderal Nikolai Solovtsov, Kepala Kekuatan Misil Strategis Rusia, di Moskwa, seperti diungkapkan kantor berita Interfax, Jumat (26/10).

Peringatan Solovtsov ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskwa dan Washington berkaitan dengan rencana menempatkan fasilitas pertahanan rudal di dua negara Eropa Timur, Polandia dan Ceko, yang bekas sekutu Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam membatalkan sepihak pakta Intermediate Nuclear Forces (INF). INF merupakan pakta persenjataan era Perang Dingin yang melarang pengembangan senjata nuklir jarak menengah dan pendek.

Solovtsov menegaskan, Rusia masih tetap dalam pakta INF. "Kami berbuat sesuai dengan apa yang diatur INF," tambahnya. INF ditandatangani AS dan bekas Uni Soviet pada tahun 1987, menandai berakhirnya Perang Dingin yang berlangsung sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Selengkapnya>>

Reports: China to Sell J-10 Fighter to Iran, Syria?

DID's Benelux reader David Vandenberghe tips DID to the original RIA-Novosti report that Iran has signed a contract with China for the delivery of two squadrons (24) of its J-10 fighter planes, which are powered by Russian engines and avionics.

Representatives of the Iran Aircraft Manufacturing Industrial Company said China would deliver the jets during the in 2008-2010 time frame. Novosti adds that "Experts, estimating one fighter at $40 million, put the contract's value at $1 billion." Iran's most advanced fighters are currently MiG-29s, many of which once belonged to Saddam Hussein and fled to Iran during the 1991 Desert Storm war, and a handful of F-14 Tomcats that have been ingeniously maintained over the years.

The Chinese J-10 is based on plans sold by the Israelis in the 1980s, after their Lavi fighter program had been canceled. The massacre at Tiananmen Square ended cooperation with western aerospace firms, however, forcing China to install Russian AL-31FN engines instead of American F100/F110s.

This in turn forced a slew of alternations owing to changes to the aircraft's new inlet requirements, weight distribution, center of gravity, et. al. Russian avionics with their own set of space requirements also had to be installed and tested to replace American/Israeli equipment, which led to further design changes.

Then there were the indigenous Chinese efforts, including the Type 1473 pulse-Doppler (PD) fire-control radar to replace Israel's Elta or the American APG-68. The end result entered service in 2003 after well over a decade in development, and is a rather different aircraft than the Lavi.

Nonetheless, it retains the aircraft's canard-delta layout and some of its capabilities, and its aerodynamic layout and known/reported characteristics suggest an aircraft that is equal or slightly superior to American F-16 C/Ds. This could complicate Israeli strikes on targets related to Iran's nuclear program, though many other variables would also come into play for such scenarios.

If the deal pans out at all….

Continue reading…

Dephan Perketat Proses Pengadaan Alutsista

Jakarta--RRI-Online, Departemen Pertahanan (Dephan) akan memperketat proses pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, termasuk menolak rekomendasi pejabat internal Dephan tentang rekanan yang akan dilibatkan.

"Kalau ada pejabat Dephan memberi rekomendasi rekanan-rekanan tertentu agar diberi proyek, itu tidak akan berlaku," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dephan Letnan Jenderal (Letjen) Sjafrie Sjamsoeddin usai Shalat Jumat (26/10) di Jakarta.

Ia mengakui, selama ini ada ketidakdisiplinan para pejabat Dephan yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa, seperti adanya pejabat setingkat eselon tiga dan empat yang berjalan sendiri untuk meloloskan sebuah proyek pengadaan, termasuk meloloskan sejumlah rekanan untuk mendapatkan proyek itu.

"Akan dibuat regulasi untuk mengatasi tersebut. Sekarang semua harus langsung dibawah kepala satuan kerja setingkat direktur jendral dan direktur," tutur Sjafrie.

Keputusan untuk menertibkan sistem pengadaan barang ini, tambah dia, disepakati dalam rapat evaluasi internal Dephan yang dilakukan tertutup pada Kamis (25/10) lalu.

Sjafri menegaskan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi administrasi dan hukum kepada pejabat Dephan yang masih melakukan praktek-praktek tidak disiplin dalam pengadaan barang dan jasa.

"Kalau dia tentara selain administrasi, dia juga akan juga akan ada sanksi dari institusi TNI," ujarnya.

Mekanisme pengadaan barang, kata Sjafrie, selama ini ditangani oleh tim dealing center management (DCM) yang terdiri atas semua pejabat eselon satu dan dua yang terkait dalam soal pengadaan.

Selain itu, Dephan juga akan melibatkan Inspektorat Jenderal mulai dari proses perencanaan hingga tender pengadaan barang. "Ketika tender dilakukan, kami juga mempersilahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melihat langsung prosesnya," tambah Sjafrie.

Ia menegaskan penertiban ini tidak ada kaitan dengan ketersinggungan sejumlah anggota DPR yang diisukan menjadi makelar proyek pengadaan barang Dephan."Saya hanya mengurusi internal organisasi di sini, bukan institusi lain," katanya.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat Dephan Brigadir Jendral Edy Butar Butar dalam evaluasi terungkap masih ada kelemahan dalam sistem pengadaan barang dan jasa di dalam tubuh Dephan.

"Seperti adanya indikasi pejabat eselon tiga dan empat yang mengadakan deal-deal dengan rekanan, di luar arahan eselon di atasnya," ungkapnya. (WD)

Sumber : RRI Online

Friday, October 26, 2007

Lanud Iswahjudi Evaluasi Kejadian Warga Tertimpa Bom Latih

Pangkalan TNI AU Iswahjudi (Lanud Iwj), Magetan sedang melaksanakan evaluasi dari hasil penyelidikan peristiwa meninggalnya Wagimin (27) akibat terkena bom latih yang ditembakkan dari pesawat-pesawat tempur yang sedang melaksanakan latihan Rabu, (24/10) di AWR (Air Weapon Range) Pulung, Mlarak Ponorogo.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Iswahjudi bersama-sama Polres Ponorogo, korban berada disekitar 13 meter dari sasaran penembakan. Petugas pengawas area penembakan tidak melihat tanda-tanda ada warga yang berada disekitar area penembakan. Korban diperkirakan bersembunyi disekitar lubang-lubang bekas sasaran penembakan, sehingga tidak terlihat dari pos pantau.

Sesuai prosedur, pada setiap pelaksanaan latihan penembakan, pihak Lanud telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Polres, Kodim, Pemda dan aparat desa setempat, melalui Surat Komandan Lanud Iswahjudi No. K/1452-02/13/05/ops tentang rencana kegiatan penembakan dan bantaun pengamanan daerah latihan. Selain itu pula telah dilaksanakan pengamanan di daerah latihan dengan memberikan tanda-tanda berupa bendera putih di titik sasaran dan area sasaran. Selain tanda-tanda tersebut juga dilengkapi dengan sirine peringatan yang telah dipahami dan dimengerti oleh warga sekitar AWR, mengingat penggunaan sasaran latihan penembakan dari udara ke darat tersebut sudah dilakukan sejak tahun 70-an. Dan selama penggunaannya baru kali ini terjadi korban jiwa.

Langkah-langkah yang telah diambil oleh Lanud Iswahjudi selain melakukan penyelidikan yang dilanjutkan dengan evaluasi terhadap peristiwa tersebut, juga telah menyampaikan keprihatinan dan duka cita kepada keluarga korban dan memberikan bantuan yang pantas bagi keluarga korban. Kedepan sistem pengamanan area latihan AWR Pulung akan ditinjau kembali, sesuai dengan perkembangan untuk menciptakan keamanan dan keselamatan, baik di udara maupun di area sasaran penembakan.

AWR Pulung, hingga saat ini masih menjadi satu-satunya area latihan yang paling memungkinkan untuk melatih dan mengasah kemampuan serta ketrampilan tempur para penerbang TNI AU yang berpangkalan di Lanud Iswahjudi.

Sumber : Dispen AU

Inilah Peluru Karet Versi Tentara Zionis-Israel

Dalam Standard Operation and Procedure (SOP) pasukan anti huru-hara di negeri manapun, penggunaan peluru karet merupakan tahap kedua dari upaya menjinakkan masa yang tidak terkendali, yang biasanya diawali dengan himbauan, lontaran gas airmata, dan tembakan ke atas sebagai peringatan.

Peluru karet yang lazim digunakan adalah sebuah selongsong peluru dari tembaga berbentuk biasa, namun ujungnya bukan timah melainkan karet keras berwarna hitam atau abu-abu gelap. Jika ditembakan dalam jarak dekat, peluru karet ini bisa menembus kulit.

Namun SOP pasukan anti huru-hara di mana pun hanya membolehkan menembak peluru karet dalam jarak yang telah ditentukan, sehingga jika peluru karet mengenai sasaran, maka tidak akan mampu menembus kulit dan hanya membuat luka kecil atau memar.

Tujuan penggunaan peluru karet hanya membuat efek kejut dan takut, sedikit sakit, agar massa yang tidak terkendali membubarkan diri. Sasaran peluru karet pun dilakukan secara amat selektif, hanya kepada orang-orang yang diidentifikasi sebagai provokator massa.

Selengkapnya>>

Scorpene submarine, First Malaysian Sub

The Scorpene submarines have been developed by a French-Spanish joint venture of DCN-Izar shipbuilders. Two units were delivered to the Chilean Navy in 2006 and two more will be delivered to the Malaysian Navy in 2009. In 2005, India placed an order for six Scorpene submarines, they will be delivered between 2012 and 2017.

AM Fatwa: Menhan Tidak Asal Omong Soal Percaloan di DPR

Jakarta--RRI-Online, Wakil Ketua MPR AM Fatwa mengemukakan, dugaan percaloan yang diungkap Menhan Juwono Sudarsono harus ditindaklajuti oleh Badan Kehormatan (BK) DPR RI.

"Jangan biarkan isu ini simpang-siur. Saya anggap ini serius. Seorang Menhan `ngomong` begitu tentu tak sembarangan," kata Fatwa di gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (26/10).

Fatwa menilai, Menhan memiliki karakter sehingga tidak asal bicara. Karena itu, jangan biarkan dugaan ini tanpa tindaklanjut oleh BK DPR RI.

"Harus diselesaikan secara etika. BK DPR harus lebih proaktif menindaklanjutinya," katanya.

Untuk menindaklanjuti dugaan itu, BK DPR bisa mengundang Menhan untuk menjelaskan lebih rinci mengenai dugaan percaloan dalam jual-beli Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) untuk TNI.

Selengkapnya>>

F-35s to Israel Early?

Israel's relationship with the F-35 program has been rocky at times, but its re-admittance restored its Security Cooperative Participant status in the program, and the IAF still plans to buy about 100 F-35s to replace much of its F-16 fleet.

Now the Jerusalem Post reports the Pentagon has agreed to supply the F-35A Lightning II variant to Israel as early as 2012, instead of in 2014 or 2015.

This would make Israel one of the first nations to receive the aircraft, and very possibly the first foreign nation. Previous objections to Israel's installation of its own technology in the F-35 (as it has done with every US fighter it has received) were also reportedly overcome; at present, the only Israel technology in the standard version will be the JSF HMDS helmet mounted display system, designed in cooperation with Elbit Systems.

Israel also asked to manufacture aircraft locally at a 1 : 2 ratio, but the reports did not indicate whether that request was granted.

The timing and technology agreements reportedly came in the wake of a Washington meeting between Israeli Defense Minister Ehud Barak and US Secretary of Defense Robert Gates, and may represent an attempt to deflect Israeli calls for an export version of the F-22A Raptor, which has more stealth and capability, and whose production line is currently scheduled to close in 2010.

Continue reading...

Australia, USA Collaborating on Hypersonic Research

Australia's Defence Science and Technology Organisation (DSTO) and the United States Air Force have signed an agreement to advance research into hypersonic (Mach 5 or higher) flight.

The 8-year program has been established as a Project Arrangement under an existing research and development agreement between Australia and the USA, and the USD $54 million Hypersonic International Flight Research Experimentation (HIFiRE) project is one of the largest collaborative ventures to be undertaken between the two nations.

It will have obvious implications for projects like DARPA's FALCON, both as a boost to its ambitions for lower-cost satellite launches and an obvious feed-in to spaceplane projects (see our FALCON HTV Focus Article). Hypersonics also has potential implications for missile projects like the $120 million RATTLRS contract, not to mention the dual-combustion ramjet approach of HyFly et. al.

With the project underway, the latest news includes some related testing by Aerojet under HyFly/RATTLRS, and also of a combined cycle turbine-scramjet engine….

Continue reading…

Tentara Lebanon Tembak Dua Jet Israel

Marjayoun, Lebanon--RRI-Online, Pasukan Lebanon melepaskan tembakan ke dua jet Israel yang terbang rendah di wilayah udara selatan negara itu, Kamis (25/10), kata polisi dan militer.

"Tentara Lebanon menggunakan senjata anti pesawat ke arah dua pesawat tempur Israel yang terbang rendah di daerah udara Marjayoun," kata seorang jurubicara polisi, yang minta namanya tidak ditulis.

Seorang jurubicara militer mengatakan kedua jet itu kembali ke arah Israel sekitar pukul 11:10 waktu setempat (15:10 WIB).

Insiden itu merupakan pertama kali dalam setahun bahwa tentara menembaki pesawat-pesawat Israel. Februari lalu, pasukan melepaskan tembakan ke pesawat Israel yang tidak berawak yang terbang di timur kota pelabuhan Tyre, Lebanon selatan.

Israel mendapat kecaman internasional karena terus melakukan penerbangan di atas wilayah Lebanon setelah gencatan senjata yang mengakhiri perang 34 hari tahun lalu melawan kelompok Hizbullah.

PBB mengatakan penerbangan-penerbangan seperti itu merongrong kredibilitas pasukan perdamaian PBB yang ditempatkan di Lebanon selatan dan usaha-usaha kompromi untuk menstabilkan wilayah itu. (WD)

Sumber : RRI Online

Kapal Selam Malaysia Bukan Ancaman, Kata Pakar

Surabaya (ANTARA News) - Pakar perkapalan ITS Surabaya, Prof Ir Soegiono, menilai kapal selam pertama Malaysia jenis Scorpene yang diluncurkan di Prancis, Selasa (23/10), bukan ancaman bagi Indonesia.

"Itu hanya penggentaran (untuk membuat gentar), jadi bukan ancaman, karena mirip gertakan saja," kata mantan rektor ITS itu kepada ANTARA di Surabaya, Jumat.

Ia mengemukakan hal itu menanggapi kapal selam "KD Tunku Abdul Rahman" berbobot 1.500 ton, panjang 67,5 meter, dan dipersenjatai dengan torpedo, rudal bawah laut ke permukaan, serta ranjau laut.

Menurut Guru Besar Teknik Perkapalan ITS Surabaya itu, kapal selam Malaysia hanya merupakan "penggentaran" karena perang dalam arti sesungguhnya itu akan sulit terwujud.

"Perang itu nggak mungkin ada, kecuali untuk penggentaran dan menunjukkan kesetaraan, apalagi Indonesia sendiri juga akan membeli enam kapal selam dari Rusia dan lautan di Indonesia juga banyak yang dangkal," katanya.

Selengkapnya>>

Indonesia Butuh 100 Korvet Untuk Perkuat Alutsista

Pangkalpinang (ANTARA News) - Indonesia membutuhkan sebanyak 100 kapal tempur jenis korvet, yang harganya Rp1,6 Triliun per unit, dengan ukuran panjang kapal 100 meter yang kemungkinan dibeli dari Belanda.

"Kita juga membutuhkan tambahan pesawat tempur, helikopter dan kapal selam untuk memperkuat alat utama sistim persenjataan (Alusista)," kata Gubernur Lemhanas, Prof. Dr. Muladi, di Pangkalpinang, Bangka, Kamis.

Muladi yang datang ke Pangkalpinang dalam upaya memperkenalkan tugas dan kebijakan Lemhanas itu menyatakan persenjataan Indonesia harus terus dilengkapi, meski dilakukan secara gradual (bertahap).

Atas dasar itu, ia sangat setuju alokasi anggaran pertahanan ditingkatkan dalam APBN 2008. "Dephan usulkan Rp73 Triliun, namun yang dikabulkan hanyar Rp33 Triliun," ujarnya.

Ia menyatakan sudah melihat korvet buatan Belanda itu. Harga perlengkapan militer sangat mahal, tapi harus dimiliki Indonesia sebagai negara kepulauan untuk mengamankan wilayahya.

Selengkapnya>>

Sebaiknya Calo Alutista Diungkap

JAKARTA(SINDO) – Menhan didesak mengungkap oknum anggota DPR yang terlibat percaloan alutsista TNI. Ketua DPR Agung Laksono mengatakan, jika Menhan menyebut dan menyerahkan nama oknum DPR yang disebutnya terlibat meloloskan rekanan alutsista TNI, maka akan ditindak tegas melalui Badan Kehormatan (BK) DPR.

”Kalau ada,tolong sebutkan saja,”ujar Agung,kemarin. Agung menegaskan, tindakan percaloan tidak boleh dilakukan anggota DPR. Pasalnya, fasilitas yang diberikan negara pada mereka sudah memadai. Namun, Agung juga meminta Dephan agar tidak memberikan peluang yang bisa mengarah pada praktik percaloan. ”Dephan sendiri jangan mau dicaloin,” timpalnya.

Seperti diberitakan, Menhan Juwono Sudarsono mensinyalir adanya permainan oknum anggota DPR dalam pengadaan alutsista TNI.Bahkan,Juwono menuding munculnya calo-calo proyek pengadaan yang dilakukan oknum anggota DPR yang bekerja sama dengan rekanan. Anggota Komisi I DPR Effendy Choirie juga mendesak Menhan mengatakan siapa saja oknum anggota DPR yang terlibat praktik percaloan alutsista. ”Apa ada dan siapa-siapa yang terlibat calo itu. Harus diusut tuntas, harus diinvestigasi,” tegas anggota Effendy di Gedung DPR,kemarin. Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR ini meminta Komisi I sebagai mitra kerja Dephan harus segera melakukan rapat internal untuk menyikapi tuduhan itu.

Selengkapnya>>

Thursday, October 25, 2007

NATO Bahas Afghanistan

Pertemuan NATO di Belanda hari ini akan membicarakan desakan AS agar mengirim lebih banyak pasukan ke Afghanistan.
Selain itu, ketegangan di perbatasan Irak dan Turki tampaknya juga akan mendominasi pertemuan.

Washington mengirim separuh dari sekitar 35 ribu pasukan NATO di Afghanistan, dimana kebangkitan kembali kelompok Taliban di selatan menjadi ancaman.

Turki, yang juga adalah anggota NAT mengancam akan memasuki wilayah Irak
guna mengejar kelompok pemberontak Kurdi Turki, PKK.

Para menteri pertahanan dari negara-negara NATO ini bertemu di kota Noordwijk.

Pembicaraan sebenarnya tidak dijadwalkan untuk membahas krisis di Turki.

Amerika Serikat dan sekutu Turki telah menyampaikan rasa solidaritas namun mendesak mereka untuk menahan diri mengingat stabilitas yang masih rapuh di daerah Kurdi di Irak utara dibandingkan di kawasan Irak lainnya.

Selengkapnya...

Program Turun Mesin Kapal Selam `Nanggala` Akhir 2007



Jakarta (ANTARA News) - Program `overhaul` atau turun mesin kapal selam KRI Nanggala akan diputuskan akhir 2007, menunggu hasil kajian pemaparan dari perusahaan kapal tiga negara yang berminat untuk meng`overhaul` kapal selam buatan Jerman itu.

"Saat ini sudah ada tiga penawaran, yakni dari pabrik pembuatnya HDW Jerman, Daewoo (Korea Selatan), Masgon Do (India). Alternatif lain ditawarkan HDW, yaitu overhaul bersama dengan PT PAL," kata Dirjen Perencanaan Pertahanan (Renhan) Dephan, Laksamana Muda TNI Tedjo Eddy di Jakarta, Rabu.

Yang penting dari program `overhaul` itu selain murah, juga dapat mengembalikan `kekuatan` kapal selam bersangkutan hingga dapat difungsikan secara maksimal sebagai alat utama sistem senjata (alutsista) strategis TNI, katanya.

"Jika di-`overhaul` di PT PAL memang lebih murah, tetapi kan tidak sekadar murah, tetapi juga harus memperhatikan pembaharuan teknologi yang harus disesuaikan dengan tingkat ancaman yang dihadapi," tutur Tedjo.

Ia mengungkapkan saat pihak HDW berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu, kemampuan PT PAL untuk melakukan `overhaul` KRI Nanggala sudah memadai, sehingga tidak perlu dibawa ke luar negeri dan biayanya bisa lebih murah.

Selengkapnya...

Alutsista Ditunggangi DPR

JAKARTA (SINDO) – Menhan Juwono Sudarsono mensinyalir adanya keterlibatan oknum DPR dalam meloloskan rekanan pengadaan alutsista TNI. Menurut dia,ada beberapa usaha yang terus dilakukan anggota DPR untuk meminta agar dapat dimasukkan dalam pengadaan alutsista.

Modus yang digunakan, menurut Juwono, adalah dengan mendekati panitia anggaran di DPR. Hal itu artinya ada semacam calo-calo anggaran di DPR. ”Saya tidak menginginkan anggaran Dephan jadi objek calo-calo, baik rekanan maupun calo yang adalah sebagian anggota DPR yang berkepentingan,” tandas Juwono di kantor Menhan, Jakarta,kemarin. Campur tangan DPR dalam setiap pengadaan kebutuhan alutsista TNI ini dikhawatirkan dapat membuat kebocoran anggaran di Dephan. ”Dikhawatirkan, melalui anggota DPR,para rekanan selalu menawarkan diri.

Bila sudah demikian, yang terjadi adalah kebocoran anggaran, dan dapat memberatkan anggaran Dephan,” jelasnya. Untuk mengantisipasi hal ini, Menhan mengaku sudah memerintahkan Sekjen dan Irjen Dephan untuk menelaah secara terperinci anggaran berdasarkan billing center management terhadap rekanan-rekanan baik dalam maupun luar negeri, termasuk rekanan yang terkait dengan partai politik (parpol) atau sebaliknya. ”Banyak para rekanan yang mencium ada proyek itu, dan melalui DPR,mereka meminta bagian dari proyek tersebut,” ujar Juwono.

Menhan menegaskan, dirinya sangat mengetahui secara persis seluk beluk permainan DPR. Dia mengungkapkan, dirinya pernah ditugasi sebagai penasihat DPR pada 2001– 2003 untuk membangkitkan kemampuan anggota DPR,terutama di komisi-komisi. Dengan pengalamannya itu, Juwono mengaku hafal dengan permainan yang dilancarkan anggota DPR. ”Saya pernah bertugas sebagai penasihat di DPR. Jadi, saya tahu persis isi perut dan permainan baik DPR lama maupun DPR sekarang,” tandasnya.

Menanggapi tudingan Menhan, Wakil Ketua Komisi I DPR Arief Mudatsir Mandan menyatakan, secara politis, DPR juga memiliki hak bujet untuk mengawasi sehingga tidak ada alasan DPR tidak boleh berbicara untuk terlibat dalam pengadaan alutsista TNI. ”Alutsista merupakan sistem pertahanan negara yang ke depannya akan menjadi pertanyaan dan harus dipertanggung jawabkan ke rakyat. Karena itu, saya menilai pernyataan Menhan satu hal yang aneh,” ungkap Arief kepada SINDO tadi malam.

Dia mengatakan, jika halhal yang sifatnya konseptual, apalagi mengenai pengadaan dari APBN, tentunya DPR wajib membicarakannya. Namun bila sifatnya teknis, tentunya menjadi urusan pemerintah (Dephan),bukan DPR. Menanggapi adanya permainan antara rekanan dan DPR untuk memuluskan proyek-proyek pengadaan alutsista, Arief membantah hal itu. Dia menyatakan, selama ini pihaknya belum pernah menemui hal tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso menyatakan, untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista), sjajaran TNI AD sudah memesan sebanyak 16 unit helikopter buatan Rusia. Helikopter yang dipesan itu berjenis MI-35 sebanyak 6 unit, dan MI-17 sebanyak 10 unit.

”Pembangunan kekuatan pertahanan nasional termasuk alutsista merupakan hal yang wajar, di mana senjata yang sudah tidak terpakai atau usang akan diganti secara bertahap,” tegas Djoko Susanto seusai sertijab Pangdam V Brawijaya di haslaman Makodam V Brawijaya, Surabaya,kemarin.Untuk pengadaan alutsista itu, TNI AD membutuhkan alokasi anggaran sebesar USD120 juta. Selain helikopter, rencananya dana sebesar itu juga untuk melengkapi alutsista lain di tubuh TNI AD,di antaranya senjata laras panjang, 8 unit mortir, 100 kendaraan APC,baterai rudal, serta pembangunan pangkalan alat senjata.

Sedangkan sisanya akan dipesan dari produksi dalam negeri. Tentunya, ungkap Djoko, bagi alutsista yang bisa diproduksi dalam negeri. ”Jika ada yang dibuat di sini, ya kita beli dari sini.Tapi jika tidak ada, ya kita beli alat-alat tersebut dari luar negeri,”ungkapnya. Selain Rusia, alutsista juga didatangkan dari China dan Polandia untuk baterai rudal. Menurut Djoko,alokasi anggaran untuk pengadaan alutsista tersebut didapatkan dari kredit ekspor tahun 2007.”Sedangkan anggaran pembangunan pangkalan alat-alat senjata sekitar Rp500 miliar,” jelasnya. (amril amrullah/zaki zubaidi)

Sumber : SINDO

Berita terkait lainnya :
Tuduhan Percaloan Alutsista Di DPR Harus Diusut Tuntas

PT DI Produksi Kendaraan Khusus Aksi Militer



Bandung-RoL -- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sukses melahirkan produk "Kendaraan Aksi Khusus" versi militer yang siap dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan militer dalam negeri.

Produk pertama kendaraan aksi khusus itu dipakai Korps Pasukan Khas (Korps Paskhas) TNI AU. Kendaraan sejenis 'Humvee' itu diperkenalkan di hadapan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Herman Prayitno di sela-sela HUT Korps Paskhas di Lapangan Udara Sulaiman Margahayu Kabupaten Bandung, Rabu (24/10).

"Kendaraan ini belum ada 'namanya' biar nanti Komandan Korps Paskhas memberi nama kendaraan ini. Kami sendiri menyebut 'kendaraan aksi khusus'," kata Tim Produksi Kendaraan Taktis (Rantis) PTDI, Ujang Hasan Subekti.

Mobil bertampang 'sangar' produk pertama PTDI itu mendapat nomor register di lingkungan TNI-AU yakni 4020-10. Kendaraan versi ini asli rakitan PTDI dengan mesin Ford Ranger dan teknologi Mazda.

PTDI sudah mendapat lisensi dari kedua pabrikan otomotif itu. Riset dan pengembangan tipe kendaraan itu, menurut Ujang, sudah dilakukan cukup lama untuk menyesuaikan dengan standard militer.

Kendaraan itu benar-benar dirakit sebagai kendaraan tempur. Tampilannya semakin perkasa dengan senjata utama senapan mesin GRMG yang disimpan di bagian atap kendaraan, serta senjata Minimi kaliber 5,56 mm yang menyembul keluar dari kabin depan yang tidak dipasangi kaca.

Selengkapnya...

Berita terkait lainnya :
PT DI Produksi "Kendaraan Aksi Khusus" Militer

KASAL : Buka Latihan Armada Jaya XXVII/2007



ARMATIM (24/10) - Latihan puncak TNI AL yang diberi sandi “Armada Jaya XXVII/2007” secara langsung dibuka oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Slamet Soebijanto, berlangsung dalam satu upacara Di Markas Komando Latihan (Kolat) Armatim Rabu, (24/10)

Upacara pembukaan latihan Armada Jaya XXVII/2007 diawali laporan kesiapan oleh Pangarmatim Laksda TNI Adi Prabawa S.IP, MM yang juga dalam latihan kali ini bertindak selaku Direktur Latihan (Dirlat).

Sedangkan tujuan latihan kali ini untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapan komponen SSAT dan profesionalisme prajurit matra laut dalam menghadapi dan mengantisipasi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan NKRI.

Latihan terbesar TNI AL kali ini akan berlangsung mulai tanggal 24 Oktober 2007 sampai dengan tanggal 3 Desember 2007, melibatkan 10147 personel, 51 Kapal Perang, 5 Pesawat Cassa, 2 pesawat Nomad, 5 Helikopter, 18 Sekoci, 4 Hovercraft, 32 Tank Amphibi, 25 Truck Lias, 4 unit Senjata Multi grad 40 laras serta didukung 4 pesawat Sukhoi TNI AU dan berbagai persenjataan strategis yang dimiliki TNI AL lainnya.

Lokasi latihan Armada Jaya XXVII/2007 Kali ini adalah Pantai Kaimana dan Pantai Irwa yang terletak diprovinsi Papua, sedangkan dalam lintas laut berbagai serial latihan antara lain latihan anti ranjau, anti kapal selam, anti kapal permukaan, anti serangan udara, bantuan tembakan kapal, Terjun tempur, Infiltrasi Pasukan Katak dan Ipam Marinir,

Disamping itu berbagai senjata strategis KRI seperti rudal Exocet MM-38, Rudal strela, Meriam 120 mm, 57 mm, 40 mm, Toerpedo sut, bom laut, senjata RBU, serta senjata Multi grad 40 laras dan senjata Howitzer 120 Marinir akan diujicoba.

Skenario latihan diawali dengan Komando Tugas Gabungan melaksanakan operasi amphibi didahului dengan operasi penyebaran ranjau diteruskan pendaratan administrasi diwilayah Indonesia timur dalam rangka menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Indonesia.

Sementara itu dalam sambutannya Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto memperingatkan kepada para peserta agar patuhi Analisa Tugas Pokok (ATP) masing-masing sesuai buku petunjuk yang ada serta memperhatikan dan mengutamakan keselamatan personel dan material agar latihan dapat berjalan lancar.

Pada bagian lain Kasal mengatakan latihan kali ini, disamping menguji profesionalisme prajurit TNI AL., juga sebagai perwujudan tanggung jawab TNI AL kepada rakyat bangsa dan Negara.

Usai upacara pembukaan Kasal meninjau kesiapan Posko Subkogasgabla dan Subkogasgabrat serta Subkogasgabratmin Latihan Armada Jaya XXVII/2007, sekaligus Kasal mendapat penjelasan oleh Wadirlat LaksmaTNI Surya Wiranto.

Sumber : Dispen AL

Berita terkait lainnya :
TNI AL Gelar Latihan Perang Besar Libatkan Lebih 10 Ribu Prajurit

Wednesday, October 24, 2007

TNI AD Beli 13 Helikopter dari Rusia



Kapanlagi.com - Kasad Jenderal TNI Djoko Santoso mengemukakan, untuk melengkapi peralatan yang digunakan prajuritnya, TNI AD membeli 13 helikopter dari Rusia, masing-masing jenis MI-17 sebanyak 10 unit dan MI-35 tiga unit.

"Selain itu, kami juga membeli rudal untuk batalyon baterei (artileri) dari China dan Polandia," katanya seusai memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Pangdam V/Brawijaya dari Mayjen TNI Syamsul Mappareppa kepada Mayjen TNI Bambang Suranto di Surabaya, Rabu.

Untuk kebutuhan persenjataan dan peralatan lainnya, TNI AD memilih pengadaan dari industri dalam negeri, yakni PT Pindad. Alat-alat itu, adalah senjata panjang hingga mortir dan 100 unit kendaraan untuk batalyon infantri.

Menurut mantan Pangdam Pattimura itu, anggaran yang digunakan untuk pengadaan alat-alat tersebut sekitar US$120 juta dari kredit ekspor dan anggaran pemerintah untuk kepentingan lainnya sekitar Rp500 miliar.

Seluruh peralatan tempur TNI AD yang sudah usang, secara bertahap akan diganti yang diupayakan dengan pengadaan dari industri dalam negeri.

Sementara sertijab Pangdam dilaksanakan dengan sederhana. Satu-satunya hiburan adalah penampilan musik tradisional Uldaul dan tari-tarian gabungan dari berbagai daerah di Pulau Madura serta defile pasukan Kodam.

Hadir dalam acara itu, mantan Gubernur Jatim HM Noer, mantan Pangdam V/Brawijaya Letjen (Pur) Moergito, sejumlah Pangdam lain dan para asisten Kasad serta perwira tinggi lain di jajaran TNI AD. (*/cax)

Sumber : Kapanlagi.com

Berita terkait lainnya :
TNI Borong 16 Heli Rusia
TNI AD Beli 13 Helikopter dari Rusia