KSAL Diganti Mendadak

Buat : @moch-isa
Mungkin ini bisa dijadikan acuan mengapa KSAL diganti secara mendadak. Sumber saya ambil dari Jawa Pos, smoga berkenan.

JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari Mabes TNI. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto diganti mendadak. Hari ini KSAL baru langsung dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY. Serah terima jabatan dilaksanakan minggu depan di Komando Armada Timur Surabaya.

"Penggantinya Pak Sumardjono. Sekarang beliau Irjen Dephan," ujar Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel Ahmad Yani Basuki kepada Jawa Pos tadi malam. Penggantian itu, kata Yani, karena KSAL Slamet memasuki masa persiapan pensiun. "Mengenai waktu penggantiannya hak prerogatif presiden," kata doktor sosiologi militer UI tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, pergantian KSAL tidak melalui sidang Dewan Jabatan Kepangkatan Tinggi. "Kebijakan itu diambil panglima TNI sebagai pimpinan. Tentu beliau mendengarkan masukan dari banyak pihak," katanya.

Lazimnya, pergantian pati melalui sidang Wanjakti. Misalnya, saat menentukan promosi jabatan seorang perwira. "Tapi, kalau level kepala staf yang bersidang kan harus jabatan yang lebih tinggi. Jadi, tidak ditentukan oleh musyawarah pangkat yang lebih rendah," kata Sagom.

Dalam UU No 34/2004 tentang TNI disebutkan, masa pensiun maksimal perwira tinggi adalah 58 tahun. Slamet lahir di Mojokerto 4 Juni 1951 (56 tahun). Uniknya, calon penggantinya, Laksdya Sumardjono, juga berusia 56 tahun. Irjen Dephan itu lahir di Jogja, 21 Juni 1951.

Adakah alasan lain dibalik mutasi mendadak itu? Sagom membantah. "Kalau urutannya Laksdya Sumardjono kan angkatan 74. Selain beliau, ada Laksdya Djoko Sumaryono (kepala Bakorkamla) dan Laksdsya Yosaphat Didik Heru Purnomo," katanya. Namun, "Bergantung siapa yang dipilih presiden itu yang jadi," tambahnya.

Sebelum menjadi calon KSAL, Sumardjono baru saja menjabat Inspektorat Jenderal Dephan April lalu. Sumardjono juga pernah menjadi Irjen TNI, Dansesko TNI (2006), Asrena KSAL (2004), dan Pangarmabar 2002. Sumardjono merupakan lulusan AAL angkatan ke-20 (1974).

Sumber Jawa Pos di TNI-AL mengatakan, Lakdsya Sumardjono pernah digadang-gadang menjadi KSAL saat panglima TNI masih dijabat Endriartono Sutarto. "Tapi, saat itu Pak Bernard merekomendasikan Pak Slamet," katanya.

Saat menjabat KSAL, Slamet Soebiyanto mendapat banyak pujian dari anak buahnya. "Tapi, banyak kebijakannya yang berseberangan dengan Mabes TNI," ujarnya sambil wanti-wanti namanya tidak dikorankan.

Apa saja kebijakan yang kontroversial itu? Yang pertama, menurut sumber itu, rencana pergeseran pangkalan utama TNI-AL ke daerah-daerah perbatasan. Juga pembentukan komando wilayah pertahanan. Slamet berencana menggabungkan beberapa armada menjadi satu di bawah satu pucuk pimpinan panglima. Nanti hanya ada satu panglima armada.

KSAL ingin membagi Indonesia menjadi tiga komando wilayah laut (Kowilla), yaitu Kowilla Timur di Sorong, Papua; Kowilla Tengah di Makassar; dan Kowilla Barat di Tanjung Pinang. Surabaya merupakan Markas Komando Armada Besar yang membawahkan tiga armada tersebut.

Juga yang menjadi kontroversi adalah sikap Slamet yang merekomendasikan Rusia sebagai kiblat pengadaan senjata TNI-AL. "Kubu yang pro Amerika Serikat agak tersinggung," katanya.

Efeknya juga berimbas pada rekanan. Jika kiblat pengadaan senjata berganti, otomatis rekanan berganti. "Pak Slamet juga terjun langsung untuk melihat barang sebelum dibeli. Ini yang tidak dilakukan oleh sebelum-sebelumnya," katanya.

Apa lagi? Rencana pergantian seragam PDH TNI-AL juga menjadi kontroversi. KSAL berencana mengubah PDH dari warna biru laut menjadi putih hitam. "Tapi, Mabes TNI menolak keras," katanya.

Kebijakan Slamet yang tegas terhadap purnawirawan yang menempati lahan dinas juga jadi kontroversi. "Kalau soal itu, para purnawirawan juga sudah mengambil sikap sendiri," katanya.


Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandhi sangat terkejut dengan penggantian Slamet. "Tadi siang (kemarin, Red) di Cipulir saya ketemu beliau tidak ada pembicaraan apa pun," ujarnya. KSAL kemarin memang sempat menghadiri seminar tentang industri pertahanan di Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan.

Menurut Yuddy, komitmen Slamet untuk menata TNI-AL bagus. "Karena itu, kalau alasannya bukan usia, itu subjektif dan harus dipertanyakan," katanya.

Kemarin siang KSAL masih sempat membuka seminar di Markas Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan. Dalam acara itu dia sama sekali tidak menyinggung pergantian jabatan. Orang pertama di tubuh TNI-AL itu malah meminta industri pertahanan dalam negeri berani mencuri teknologi negara lain. Jika itu dilakukan, biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) bisa dihemat.

"Indonesia jangan ragu-ragu mencuri teknologi itu. Semuanya juga mencuri toh? Jepang mencuri, China mencuri, Amerika dan Rusia juga mencuri," kata Slamet. Dalam teknologi militer meniru senjata buatan luar negeri sering disebut reverse engineering. (rdl)

Sumber : Jawa Pos

Comments

Popular posts from this blog

Air Force Acquiring Fire-Control Radar for FA-50PH

Malaysian Defense: Budget Hinders Military Asset Procurement